Donasi SD Muhammadiyah Pajangan 2 Gandu peduli Aceh dan Sumatera 

Facebook
Twitter
LinkedIn

Berbah, Pdmsleman.Mu.Or.Id

Bentuk kepedulian siswa guru karyawan beserta wali SD Muhammadiyah Pajangan 2 dengan mengumpulkan donasi sebesar Rp 3.000.000 untuk musibah  Banjir Bandang di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatra Barat.
Donasi diserahkan melalui LazisMu  Berbah Kamis 11 Desember 2025 di  depan siswa, guru , karyawan dan wali murid SD  Muhammadiyah Pajangan 2, di Gandu, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta.

Penyampaian donasi juga bertepatan dengan Festival Open School SD Muhammadiyah Pajangan 2 yang dihadiri pengawas SD Supriyati Basuki Rahayu. MPd,  dukuh Gandu. Babinsa, babinkamtibmas Sendangtirto, murid, guru, karyawan dan wali murid.

Kepala Kantor LazisMu Berbah Saifu Rizal, SH yang didampingi ketua Pimpinan  Ranting Muhammadiyah  Sendangtirrto  H. Sujarwo,SPd memberikan apresiasi atas donasi kepedulian dari siswa , guru , karyawan serta wali murid SD Muhammadiyah Pajangan 2 dalam rangka membantu korban bencana banjir bandang di Aceh , Sumatera Utara dan Sumatra Barat. Nantinya akan dikirimkan kepada  korban bencana melalui LazisMu Berbah secara bersamaan.
” Donasi yang diberikan akan sangat bermanfaat bagi para korban bencana. Semoga menjadi amal terus menerus  tidak terhenti. Semoga SD Muhammadiyah Pajangan 2 semakin diberkati membawa manfaat dan barokah buat semua.”

Kepala sekolah SD Muhammadiyah Pajangan 2 Indriyani, SPd, MPd mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah memberikan donasi yang sudah terkumpul dan sudah diserah kepada LazisMu Berbah untuk selanjutnya disampaikan kepada korban banjir bandang di Aceh Sumatera Utara, Sumatera Barat dan sekitarnya.
Pengumpulan donasi dilakukan untuk mengenalkan siswa akan  rasa kepedulian kepada sesama yang terkena musibah. Karena peduli dan saling membantu merupakan sebagian dari ajaran Islam dan Perserikatan Muhammadiyah.
“Harapannya dengan donasi ini menjadikan siswa semakin peduli sesama dalam situasi apapun.”

Indriyani juga menyampakan bahwa kegiatan infak dan sodakah sudah menjadi kegiatan harian bagi siswa. Setiap hari siswa mengumpulkan infak yang dipergunakan ketika menjenguk   teman yang sakit atau keluarganya meninggal.
Siswa, guru dan karyawan membiasakan melayat bila ada warga kampung yang ada disekitar sekolahan.
” Semua diajak melayat bersama sama, sebagai bentuk kepedulian, penghormatan dan mempererat silaturrahmi.” Tutur Indri.

Kegiatan terkait pembelajaran kepedulian sesama adalah setiap menjelang bulan suci Ramadhan siswa guru dan karyawan membagikan bingkisan sembako kepada warga  duafa yang berada di radius satu kilometer. Pada saat tersebut siswa dibagi menjadi beberapa kelompok didampingi guru dan karyawan menyerahkan langsung kepada kaum duafa yang sudah terdata melalui pemerintah setempat. Untuk program jelang Ramadhan yang lalu  membagikan 200 paket sembako.
Harapannya jelang Ramadhan nanti akan lebih meningkat.
” Kegiatan kecil sebagai  bentuk kepedulian kepada sesama semoga menjadi kenangan dan pembelajaran untuk lebih peduli kepada penderitaan orang lain.” Pungkas Indriyani yang tinggal di Bantengan jl. Kaliurang km 8.

Kusnadi KIM Berbah

Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Leave a Replay