Ribuan Warga Muhammadiyah Sleman Padati HBM, Prof Din Syamsuddin: “Setiap Hari adalah Hari Bermuhammadiyah”

Facebook
Twitter
LinkedIn

Ribuan warga Muhammadiyah dari berbagai ranting dan cabang se-Kabupaten Sleman memadati Lapangan Sendangadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, dalam kegiatan Pengajian Hari Bermuhammadiyah, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung tertib, rapi, dan penuh semangat ukhuwah itu menghadirkan Din Syamsuddin sebagai penceramah utama. Dengan mengusung tema “Umat Bersatu, Islam Kuat: Ikhtiar Muhammadiyah Menjaga Persatuan di Tengah Gejolak dan Perang Narasi”, acara tersebut menjadi momentum penguatan nilai persatuan dan dakwah berkemajuan di tengah dinamika bangsa.

Dalam tausyiyahnya, Prof Din Syamsuddin menyampaikan bahwa Hari Bermuhammadiyah telah menjadi tradisi yang hidup di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan juga saat ini di Sleman Yogyakarta.

“Hari Bermuhammadiyah menjadi ciri khas di daerah Jawa Tengah, seperti Wonosobo, Magelang, Purworejo, dan besok InsyaAllah ke Kebumen,” ungkapnya mengawali tausyiyah.

Sejak selepas Subuh, para jamaah telah mempersiapkan diri untuk menghadiri kegiatan tersebut. Antusiasme warga Muhammadiyah terlihat dari penuhnya lapangan oleh jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, guru, tokoh masyarakat, hingga keluarga besar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Prof Din menegaskan bahwa semangat Bermuhammadiyah sejatinya tidak hanya diwujudkan dalam acara bulanan semata, melainkan menjadi karakter hidup setiap waktu.

“Hari Bermuhammadiyah sebaiknya tidak hanya tiap bulan, tetapi tiap hari dan tiap waktu kita jadikan sebagai Hari Bermuhammadiyah,” tandasnya.

Menurutnya, menjadi warga Muhammadiyah berarti menisbatkan diri kepada perjuangan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dengan berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Ia juga menekankan bahwa ciri khas warga Muhammadiyah bukan hanya kuat dalam keyakinan, tetapi juga nyata dalam amal nyata bagi umat dan bangsa.

“Mukmin dan mukminah itu tidak hanya beriman dalam hati, tetapi juga beramal. Maka doa kita adalah: Allahumma ja‘alna minal mukmininal ‘amilin — Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang beriman dan beramal.”

Semangat iman yang diwujudkan dalam amal, lanjutnya, tampak dalam berkembangnya Amal Usaha Muhammadiyah di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Ia mencontohkan keberadaan sekolah Muhammadiyah di Papua yang telah melahirkan tokoh-tokoh daerah.

Tidak hanya berhenti pada amal, Prof Din juga mengajak seluruh warga Muhammadiyah meningkatkan kualitas pengabdian agar menjadi amal yang unggul dan memberi manfaat luas.

“Amal-amal kita harus berkualitas sehingga doa kita menjadi “Allahumma ja’alna minal mukmininal ‘amilinal muhsinin — Yaa Allah jadikan kami orang beriman, beramal, dan berbuat ihsan.”

Pada bagian akhir tausyiyah, Prof Din mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan, keterbukaan, dan toleransi dalam kehidupan umat Islam.

“Ummatan wahidah adalah umat yang satu kiblat, penuh kelapangan dada, tasamuh, dan hanif — lurus dalam prinsip namun tetap toleran.”

Menjelang penutupan acara, beliau memimpin doa bersama untuk umat Islam dan bangsa Indonesia, sekaligus mendoakan Hamim Ilyas yang pada hari ini wafat.

“Semoga beliau diterima di sisi Allah SWT dan segala amal baktinya menjadi jariyah yang terus mengalir. Aamiin.”

Sebelumnya sambutan ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, M.A. menyampaikan sambutan dengan penuh semangat diantaranya kita telah melaksanakan kegiatan hampir bersamaan diantaranya :
pertama milad ‘Aisyiyah ke-109
kedua, hari jadi Kabupaten Sleman ke-110
ketiga, hari kebangkitan Nasional 20 Mei utk menyatukan umat.
Keempat, hari ini Sabtu tanggal 23 Mei 2026 kita kumpul di Lapangan Sendangadi umat islam harus bersatu, kita bangkit dan kuat
Kelima, mari kita mendoakan kepada Prof Hamim Ilyas dimana pagi ini beliau wafat meninggal dunia Semoga amal ibadah beliau diterima disisi Allah SWT. Aamiin.

Sebelumnya disampaikan pula kajian pembuka oleh Ustadz Mujiman dari Bantul yang sangat inspiratif dan saat ini lagi naik daun yakni tentang 7 prinsip penting dalam membangun dan menjaga persatuan umat Islam.

Kontributor: Wahdan Arifudin, MPI PDM Sleman

Loading

Leave a Replay