Jamaah Masjid Al Mujab Jogomangsan Sambut Tahun Baru 1448 Hijrah

Facebook
Twitter
LinkedIn

Berbah, Pdmsleman.Or.Id

Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Takmir Masjid Al Mujab Jogomangsan, Jogotirto, Berbah Sleman, Yogyakarta yang bernadir kepada organisasi Muhammadiyah menyelenggarakan pengajian bersama Ustadz H. Achmad Badawi Ma’sum Senin malam 15 Juni 2026 di Masjid Al Mujab Jogomangsan.

Hadir dalam pengajian tersebut Dukuh Rejosari Mohammad Dalis Kurniawan, Ketua Takmir Masjid Al Mujab H. Ahmad Zainudin, Remaja Masjid, Santri TPA, pengurus dan jamaah Masjid Al Mujab.

Ketua Takmir Masjid Al Mujab H. Ahmad Zainudin menyampaikan rasa syukur yang dalam atas kerelaan jamaah mengikuti pengajian dengan bersemangat.
Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada Ustadz H.Ahmad Badawi Ma’sum dari Bintaran, Piyungan Bantul yang bersedia memberikan tausiyah.

Selanjutnya dia juga menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan sekedar pergantian pada kalender saja, namun lebih sebagai momentum untuk mukhasabah intropeksi diri akan apa yang dilakukan pada kurun waktu yang terlewat. Juga sebagai upaya memperbaiki diri, meningkatkan ibadah mendekatkan diri pada Allah Pencipta dunia.
“Semoga hari hari mendatang menjadi ruang penuh syukur dan perbaikan ibadah bagi kita sekalian.” Pesan Ketua Takmir Masjid Al Mujab.

Dalam tausyiah nya Ustadz Ahmad Badawi Ma’sum menyampaikan bahwa manusia hidup dunia hanya sekedar persinggahan, berhenti sejenak dalam dalam berjalanan menunggu panggilan Yang Maha Kuasa. Tidak ada yang tahu kapan usia seseorang akan di panggil. Bisa sampai usia tua, bisa usia muda bahkan baru lahir langsung di panggil. “Kewajiban manusia untuk mempersiapkan diri mengumpulkan bekal amal ibadah untuk suatu saat mendapatkan giliran panggilan menuju surga yang diidamkan.” Tuturnya.

Ustadz Badawi juga menjelaskan bahwa Surga hanyalah diperuntukkan bagi orang muslim yang bertaqwa.
Taqwa merupakan derajat paling tinggi dari perjalanan iman seorang muslim.
Sebagai upaya menjaga Taqwa seseorang ada tahapan yang bisa jalani.
Selalu bersyukur atas apa yang menjadi takdirNya. Menahan hawa nafsu serta selalu cepat meminta maaf apabila berbuat salah dan mudah memberi maaf kepada orang lain yang berbuat salah kepadanya.
Namun lebih dari itu untuk menjaga Taqwa seseorang Istiqomah melakukan infak dan sedekah dalam kondisi apapun, untuk meringankan penderitaan sesama.
“Dalam perjalanan kehidupan seorang muslim haruslah selalu ingat kepada Allah dan selalu ingat kepada kematian. Dhikrullah dan dhikrulmaut.” Jelas Ustadz Badawi mengakhiri tausiyahnya.

Rep Kusnadi Berbah

Loading

Leave a Replay