Empat Produk UMKM Sleman Masuk Program Muhammadiyah One Brand UMKM

Facebook
Twitter
LinkedIn

Kebumen , Pdmsleman.Or.Id

Komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat ekonomi umat kembali ditunjukkan melalui dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman yang digelar di Sagara View, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2026), dilakukan penyerahan simbolis empat produk unggulan UMKM Sleman yang terpilih masuk dalam Program Muhammadiyah One Brand UMKM.

Raker tersebut dihadiri secara lengkap oleh 13 pimpinan harian PDM Sleman, serta para ketua dan sekretaris majelis, lembaga, dan organisasi otonom (ortom) tingkat daerah se-Kabupaten Sleman. Selain membahas program strategis organisasi, forum ini juga menjadi momentum penguatan sektor ekonomi melalui pemberdayaan UMKM Muhammadiyah.

Penyerahan simbolis dilakukan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LP UMKM) PDM Sleman, Muhamad Iskandar, S.E., M.E., kepada Ketua PDM Kabupaten Sleman. Empat produk yang diserahkan merupakan produk UMKM Sleman yang telah terpilih sebagai bagian dari program Muhammadiyah One Brand UMKM.

Muhamad Iskandar menjelaskan bahwa penyerahan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bentuk dukungan nyata agar produk-produk UMKM binaan Muhammadiyah dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas melalui jaringan Muhammadiyah.

“Penyerahan simbolis ini memiliki harapan agar PDM Sleman memberikan restu sekaligus dukungan penuh kepada UMKM Sleman untuk masuk dalam Program Muhammadiyah One Brand UMKM sebagai upaya mengatasi persoalan pemasaran yang selama ini menjadi tantangan utama pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Program Muhammadiyah One Brand UMKM sendiri secara resmi diluncurkan oleh Lembaga Pengembangan UMKM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY pada 10 Maret 2026 di Hotel SM Tower Yogyakarta. Program tersebut dirancang sebagai model kolaboratif yang memungkinkan satu merek digunakan oleh berbagai pelaku UMKM Muhammadiyah untuk produk yang sama dengan standar kualitas dan desain yang seragam.

Menurut Iskandar, konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk UMKM Muhammadiyah di pasar yang semakin kompetitif. Dengan menggunakan satu identitas merek yang kuat, produk akan lebih mudah dikenali konsumen dan memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar yang lebih luas.

Ia mencontohkan produk RendangMu yang telah diluncurkan pada Maret lalu. Produk tersebut berasal dari UMKM Sleman, namun ke depan dapat diproduksi oleh UMKM Muhammadiyah dari daerah lain dengan tetap menggunakan merek dan desain yang sama sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Produsennya bisa berbeda-beda, tetapi brand dan desain kemasan harus sama sehingga tercipta kekuatan merek yang terintegrasi,” jelasnya.

Pada tahap awal, terdapat empat produk yang dipilih sebagai pilot project dalam Program Muhammadiyah One Brand UMKM, yaitu Sambel PecelMu, AbonMu, RendangMu, dan SambelMu. Menariknya, keempat produk tersebut seluruhnya berasal dari UMKM Kabupaten Sleman.

Keberhasilan produk-produk UMKM Sleman masuk dalam program percontohan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Muhammadiyah Sleman. Selain menunjukkan kualitas produk yang dimiliki, pencapaian tersebut juga membuka peluang lebih besar bagi para pelaku usaha untuk memperluas jaringan pemasaran melalui ekosistem Muhammadiyah yang tersebar di berbagai daerah.

Melalui sinergi antara organisasi dan pelaku usaha, Muhammadiyah berharap Program One Brand UMKM mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kemandirian ekonomi umat sekaligus memperkuat keberadaan produk-produk lokal di pasar nasional.

Reportase Tetra LP UMKM PDM Sleman

Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Leave a Replay