Kajian Rutin PRM Girikerto Bahas Enam Amal yang Menjadi Saksi di Hari Kiamat

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Girikerto kembali menggelar kajian rutin yang diikuti jamaah dengan penuh antusias. Kajian ini dilaksanakan pada Ahad Legi, 4 Januari 2026, bertempat di Masjid Aisyah, Ponosaran, Girikerto, Kapanewon Turi. Sejak pagi, jamaah dari berbagai kalangan tampak memadati masjid untuk mengikuti pengajian yang sarat dengan pesan keimanan dan motivasi beramal. Kajian rutin kali ini menghadirkan Ustadz Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A, selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, Ustadz Harjaka menyampaikan materi berdasarkan Hadis Riwayat Imam Abu Dawud, yang menjelaskan tentang enam perkara yang kelak akan menjadi saksi bagi seseorang di hari kiamat. Ustadz Harjaka menjelaskan bahwa “ Rasulullah SAW menyampaikan, siapa saja yang mengerjakan salah satu dari enam perkara tersebut dengan sungguh-sungguh, maka amal itu akan menjadi saksi kebaikan di hadapan Allah SWT kelak. Enam perkara tersebut bukan hal yang berat, namun sering kali kurang diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari”. Perkara pertama adalah shalat yang dikerjakan dengan benar, baik dari segi tata cara, waktu, maupun kekhusyukannya. Ustadz Harjaka menyampaikan bahwa orang yang menjaga shalat akan mendapatkan sepuluh keutamaan, lima di dunia dan lima di akhirat. Lima keutamaan di dunia antara lain wajah yang bercahaya karena wudhu, hati yang bersinar dan sabar, badan yang sehat, rezeki yang lancar, serta mendapatkan rahmat Allah SWT. Sedangkan lima keutamaan di akhirat adalah mendapatkan ridha Allah, perlindungan di alam kubur, timbangan amal yang berat, menjadi penghalang panasnya api neraka, dan memperoleh kenikmatan surga. Perkara kedua adalah menunaikan zakat, termasuk di dalamnya infak dan sedekah. Ustadz Harjaka menekankan bahwa harta yang dimiliki sejatinya hanyalah titipan dari Allah SWT. Besar kecilnya zakat, infak, dan sedekah disesuaikan dengan banyaknya harta yang dititipkan. Ia mengibaratkan zakat seperti burung, burung kecil akan bertelur kecil, dan burung besar akan bertelur besar, sesuai dengan kemampuannya. Perkara ketiga adalah menjaga silaturahmi. Menurut Ustadz Harjaka, silaturahmi bukan sekadar berkunjung, tetapi menyambung dan menjaga tali persaudaraan. Ia mengingatkan jamaah agar tidak mudah terpecah belah, menghindari rasa iri dan dengki, terlebih kepada saudara sendiri. Persatuan dan kebersamaan menjadi kunci kuatnya umat. Perkara keempat adalah memegang amanah dengan baik. Amanah dari Allah memiliki banyak bentuk, seperti anak, harta, jabatan, dan tanggung jawab lainnya. Ustadz Harjaka menyoroti kondisi saat ini, di mana banyak orang belum mampu mengemban amanah dengan benar. Ia menegaskan bahwa amanah paling penting adalah nyawa atau ruh yang diberikan Allah, yang harus digunakan untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat. Perkara kelima adalah menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW berpesan agar rezeki yang diperoleh digunakan dengan bijak dan sederhana. Ustadz Harjaka mengingatkan agar umat Islam tidak bersikap boros dan berlebihan, serta tidak menggunakan harta hanya karena mumpung memiliki. Perkara keenam adalah menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Ibadah haji juga akan menjadi saksi di hari kiamat bagi orang yang menunaikannya dengan ikhlas dan sesuai tuntunan. Kajian rutin PRM Girikerto ini diharapkan mampu menambah pemahaman dan semangat jamaah untuk memperbaiki kualitas ibadah serta amal dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengamalkan enam perkara tersebut, jamaah diharapkan semakin siap menjadi pribadi yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat. Rep  Agus Nugroho Setiawan  PCM Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kajian Milenial 2 Cooking Class & Sharing Session: Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam

 Turi, Pdmsleman.Or.Id  Ahad Tanggal 28 Desember 2025, Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) dan Pemuda Muhammadiyah (PM) Turi kembali berkolaborasi dengan Direktorat Riset dan Pengabdian UMY. Program pengabdian masyarakat yang difasilitasi oleh dosen prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) UMY yaitu Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I. Kegiatan ini berupa kelas keputrian yakni kajian rutin dengan tema Menjaga Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam, Cooking Class, dan Forum Group Discussion untuk inisiasi Pusat Belajar Keluarga di Kapanewon Turi dengan menggunakan metode Asset-based Community Development (ABCD). Cooking class dikemas dalam kegiatan baking class (kelas memanggang roti) dan kultum kesehatan reproduksi dalam perspektif islam. Setidaknya 16 peserta terdaftar dan mengikuti kegiatan ini hingga akhir. Materi ini merupakan materi lanjutan pada kegiatan Kajian Milenial 1 yang bertemakan Kesehatan Reproduksi dalam Islam. Fiqih reproduksi merupakan hal yang dijabarkan dalam kegiatan kali ini karena bersinggungan langsung dengan aktivitas sehari-hari seorang muslim. Pukul 8.00 pagi kegiatan dimulai dengan pembukaan dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya dan Mars Nasyiatul ‘Aisyiyah. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Ketua PCNA Turi, dengan disambung pemateri pertama bernama Yunda Evi selaku ahli baking dari Garongan, dimulai dengan menjelaskan setiap alat dan bahan yang digunakan dalam membuat Brownies Coklat Ketan Hitam. Lalu beliau memulai praktek baking dengan mencampur semua bahan sesuai takaran dengan dibantu beberapa peserta, dan kegiatan baking berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Selama proses baking berlangsung Yunda Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I selaku pemateri kedua menyampaikan isi materi Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam dalam kajian menyampaikan hal-hal seperti “ pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, dampak kesehatan reproduksi untuk memperoleh keturunan yang baik, dan eratnya menjaga kebersihan dengan praktek thoharoh seseorang”. Beberapa pertanyaan oleh para peserta muncul, diantaranya tentang mandi wajib, peran reproduksi dalam mempersiapkan keturunan sholih, menjaga reproduksi dengan pola hidup sehat, dan masih banyak lagi. Materi yang disampaikan begitu menarik sehingga peserta dengan antusias bertanya sambil tidak sabar menunggu kue coklat selesai dalam proses bakin-nya. Pada sesi terakhir, para pemateri menutup sesi dengan keterbukaan untuk menjawab jika masih ada hal yang ingin ditanyakan diluar kegiatan. Proses baking-pun akhirnya selesai, maka brownies siap untuk disajikan dan dicicipi bersama-sama dan berfoto bersama dengan memegang brownies yang siap makan di dalam nampan. Akhir  kegiatan diwarnai dengan foto bersama dan menyalakan yel-yel. Semoga kegiatan Kamil 2 ini dapat memberikan kebermanfaatan untuk semua pihak dan memperluas kaderisasi untuk dakwah Muhammadiyah yang lebih berkemajuan. Rep  Dyah Kinanti PCNA Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Evaluasi Tahun ke-6, PWM DIY Optimalkan Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah di Turi

 Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) melalui pengelola Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah melaksanakan kegiatan evaluasi dan refleksi pengelolaan kebun tahun ke-6 yang berlokasi di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis Legi, 25 Desember 2025, bertempat di gasebo Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah DIY. Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk meninjau capaian sekaligus menyusun langkah strategis pengelolaan kebun ke depan. Sejumlah unsur turut diundang dalam kegiatan tersebut, antara lain Majelis Lingkungan Hidup PWM DIY, Ketua PDM Sleman yang membidangi Majelis Lingkungan Hidup, Majelis Lingkungan Hidup PDM Sleman, serta seluruh pengurus Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah DIY, sebagaimana tercantum dalam surat undangan resmi bernomor 01/Kb.M/XII/2025 tertanggal 19 Desember 2025. Dalam evaluasi tersebut disepakati bahwa optimalisasi kebun menjadi fokus utama pada tahun berjalan. Upaya yang dilakukan meliputi perawatan intensif tanaman, penyiangan gulma, serta pemupukan secara terjadwal agar pertumbuhan tanaman lebih maksimal. Hal ini dilakukan mengingat kondisi kebun saat ini sudah cukup padat dengan berbagai jenis tanaman buah, sehingga tidak diperlukan penambahan tanaman baru. Totok Pratopo selaku ketua Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah DIY menyampaikan “Kondisi tanaman saat ini relatif sudah padat, sehingga fokus kita bukan lagi menambah, tetapi meningkatkan kualitas pertumbuhan melalui perawatan yang optimal” . Selain itu, pengelola kebun juga melakukan penggantian terhadap pohon kelapa kopyor yang mati akibat serangan hama wawung. Pohon yang terdampak diganti dengan bibit kelapa kopyor hasil kultur jaringan yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Bibit unggul tersebut merupakan hibah dari Sri Purnomo, Prof. Dr. Ir. Nurcholish, dan Prof. Suyanto ZA. Penggantian ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas kebun sebagai pusat pembibitan tanaman buah unggulan Muhammadiyah. Bibit hasil kultur jaringan dipilih karena memiliki daya tumbuh yang lebih baik dan ketahanan yang lebih tinggi terhadap serangan hama. Bambang Rahmanto PCM Turi “ kami tidak hanya fokus pada tanaman, pengelola juga berupaya mengoptimalkan pemanfaatan kolam yang ada di area kebun. Kolam tersebut direncanakan diisi dengan ikan sebagai bagian dari integrasi ekosistem kebun. Selain memberikan nilai tambah secara ekologis, keberadaan ikan juga diharapkan dapat memperindah kawasan kebun agar lebih sedap dipandang”. Melalui evaluasi tahun ke-6 ini, PWM DIY berharap Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah di Turi dapat terus berkembang sebagai laboratorium lingkungan, sarana edukasi, serta contoh pengelolaan kebun berkelanjutan yang memberi manfaat bagi persyarikatan dan masyarakat luas. Rep  Bambang Rahmanto PCM Turi editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

KL-LAZISMU Kapanewon Turi Himpun Donasi Rp 60 Juta Lebih untuk Korban Banjir Sumatera

Turi, Pdmsleman.Or.Id Seruan kemanusiaan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk membantu korban bencana banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mendapat sambutan luas dari warga Persyarikatan di tingkat akar rumput. Instruksi PP Muhammadiyah yang mengimbau agar dana infak salat Jumat di masjid-masjid Muhammadiyah selama tiga pekan dialokasikan bagi korban bencana, langsung direspons cepat oleh Kantor Layanan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (KL-LAZISMU) Kapanewon Turi, Sleman. Ketua KL-LAZISMU Kapanewon Turi, Aris Suranto pada Senin menyampaikan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti instruksi tersebut dengan menggerakkan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan seluruh masjid Muhammadiyah di wilayah Kapanewon Turi untuk melakukan penggalangan donasi. “Sebagai kepanjangan tangan LAZISMU PDM Kabupaten Sleman, kami langsung menginstruksikan PRM dan takmir masjid Muhammadiyah agar menggalang donasi dari jamaah dan masyarakat. Ini merupakan bentuk ketaatan organisasi sekaligus kepedulian sosial terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar Aris Suranto. Hasilnya, dalam waktu relatif singkat, kurang lebih dua pekan, donasi yang terkumpul mencapai Rp 60.687.660. Dana tersebut berasal dari individu, jamaah masjid, serta PRM se-Kapanewon Turi. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 51.110.000 diserahkan secara langsung kepada bendahara KL-LAZISMU Kapanewon Turi, sementara Rp 9.577.660 disalurkan melalui transfer ke rekening BSI atas nama KL-LAZISMU Kapanewon Turi. Aris menjelaskan bahwa seluruh dana yang terhimpun pada tahap pertama telah disetorkan ke Kantor LAZISMU Kabupaten Sleman yang berlokasi di RS PKU Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Penyaluran ini dilakukan sesuai dengan mekanisme dan prinsip akuntabilitas lembaga amil zakat Muhammadiyah. “Alhamdulillah, amanah dari para donatur langsung kami setorkan ke LAZISMU Kabupaten Sleman agar segera disalurkan kepada para korban bencana di Sumatera. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga kepercayaan umat,” tegasnya. Tidak berhenti pada tahap pertama, KL-LAZISMU Kapanewon Turi kembali membuka penggalangan donasi tahap kedua. Langkah ini diambil untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada warga Muhammadiyah dan umat Islam pada umumnya yang ingin turut serta membantu korban banjir di Sumatera. “Penggalangan tahap kedua ini kami buka sebagai ikhtiar berkelanjutan. Semoga bantuan yang kita berikan menjadi wasilah pertolongan Allah, baik bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana maupun bagi para donatur di akhirat kelak,” imbuh Aris. Pengumpulan donasi tahap kedua dibuka hingga 30 Desember 2025. Donasi dapat diserahkan langsung kepada H. Haryanto di wilayah Dadapan, melalui Toko SIBAG di Jalan Gunung Anyar–Dadapan, atau ditransfer ke rekening BSI nomor 8887766682 atas nama KLL LAZISMU Cabang Turi. Kegiatan penggalangan donasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara instruksi pimpinan pusat dan gerakan di tingkat lokal mampu menghadirkan dampak nyata bagi kemanusiaan. Muhammadiyah, melalui LAZISMU, kembali meneguhkan perannya sebagai gerakan dakwah yang tidak hanya menyeru, tetapi juga memberi solusi bagi umat dan bangsa. Rep Editor  Arief Hartanto

Loading

PRM Sidoharjo PRA Bangunkerto 1 Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Pengajian, Donasi Banjir, hingga Persiapan Ramadan

Turi,Pdmsleman.Or.Id Pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sidoharjo dan PRA Bangunkerto 1menggelar rapat koordinasi pada Ahad, 21 Desember 2025, bertempat di Rumah Makan Mbak Mpok, Lungguhrejo, Donokerto, Kapanewon Turi, Sleman. Rapat yang berlangsung pukul 15.30 hingga 17.30 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PRM dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Sidoharjo sebagai upaya menyinergikan program kerja menjelang akhir tahun dan awal 1447 Hijriah. Ketua PRM Sidoharjo, Gesang Subagyo, menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta memastikan kesiapan seluruh agenda keumatan dan sosial yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “Rapat ini kami selenggarakan untuk menyatukan langkah antara PRM Sidoharjo, khususnya dalam menyukseskan kegiatan pengajian rutin, aksi kemanusiaan, serta persiapan menyambut bulan suci Ramadan,” ujar Gesang Subagyo dalam keterangannya. Agenda pertama rapat difokuskan pada koordinasi persiapan penyelenggaraan pengajian rutin malam Jum’at Pahing yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Desember 2025. Pengajian tersebut akan menghadirkan Ustaz Darussalam sebagai penceramah utama. Dalam pembahasan ini, pengurus membagi tugas teknis, mulai dari konsumsi, publikasi, hingga kesiapan tempat agar kegiatan berjalan tertib dan khidmat. Agenda kedua membahas penggalangan donasi untuk korban bencana banjir di Sumatera. PRM dan PRA Sidoharjo sepakat untuk mengoptimalkan peran ranting sebagai garda terdepan dalam gerakan filantropi Muhammadiyah. Donasi akan dihimpun melalui warga, jamaah pengajian, serta simpatisan Muhammadiyah di wilayah Sidoharjo. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Muhammadiyah benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini merupakan wujud nyata dakwah bil hal,” tegas Gesang. Pembahasan berikutnya adalah persiapan kegiatan menyambut bulan suci Ramadan dan pelaksanaan Sholat ‘Idul Fitri 1447 Hijriah. Rapat menyepakati pentingnya perencanaan sejak dini, termasuk penentuan lokasi Sholat ‘Id, kesiapan imam dan khatib, serta koordinasi dengan pihak terkait demi kelancaran pelaksanaan ibadah. Selain itu, rapat juga menjadi ajang sosialisasi program SatuMu (Satu Muhammadiyah), sebagai upaya penguatan data dan integrasi administrasi organisasi di tingkat ranting. Program ini dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas pelayanan organisasi dan memperkuat basis jamaah Muhammadiyah. Rapat koordinasi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh peserta berharap hasil rapat dapat segera ditindaklanjuti secara konkret demi kemajuan PRM dan PRA Sidoharjo. Sebagai referensi, kegiatan ini merupakan bagian dari program konsolidasi organisasi PRM Sidoharjo tahun 2025, sejalan dengan pedoman Persyarikatan Muhammadiyah tentang penguatan dakwah komunitas, gerakan sosial kemanusiaan, dan persiapan ibadah umat Islam menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Arief Hartanto PCM Turi MPI PDM Sleman

Loading

Kajian Sabtu Pagi Masjid Baiturrahim Turi Tekankan Pentingnya Muhasabah Diri Menjelang Pergantian Tahun

 Turi, Pdmsleman.or.Id Masjid Baiturrahim Turi menggelar Kajian rutin setiap Sabtu Pagi pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan keagamaan yang rutin diikuti ratusan jamaah ini menghadirkan Ustadz Sutan Kumala Pontas Nasution, S.Sos., M.Sos., dai asal Tapanuli Selatan yang juga dikenal sebagai pengajar di lingkungan Pondok Pesantren Tahfidzil Quran Muhammadiyah Ibnu Juraimi Yogyakarta Dalam kajiannya, Ustadz Sutan menekankan pentingnya muhasabah diri, terutama menjelang pergantian tahun Masehi. Momentum akhir tahun, menurutnya, semestinya dimanfaatkan umat Islam untuk menghitung, mengevaluasi, dan menilai kembali perjalanan hidup yang telah dilalui, bukan sekadar merayakan pergantian waktu. Ia mengingatkan pesan Khalifah Umar bin Khattab yang masyhur, “Perbanyaklah kalian menghisab diri sendiri sebelum kalian dihisab oleh Allah SWT.” Pesan tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat agar setiap Muslim senantiasa melakukan introspeksi sebelum datangnya hari pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ustadz Sutan menjelaskan bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi kematian dan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh amal perbuatannya. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hasyr ayat 18 yang menyerukan kepada orang-orang beriman agar bertakwa dan memperhatikan apa yang telah dipersiapkan untuk kehidupan akhirat. Dalam ayat tersebut, Allah menegaskan perintah takwa hingga dua kali, menunjukkan betapa pentingnya nilai ketakwaan dalam kehidupan seorang Muslim. Menurutnya, wasiat tentang takwa bukanlah hal baru, karena setiap pekan umat Islam senantiasa diingatkan melalui khutbah Jumat. Namun, pengulangan tersebut justru menandakan urgensi takwa sebagai fondasi utama kehidupan beragama. Lebih lanjut, ia menguraikan manfaat muhasabah diri. Di antaranya adalah menghindarkan seseorang dari sikap merasa paling suci, menjauhkan diri dari kesombongan, serta mendorong pemanfaatan waktu secara lebih baik. Kesadaran bahwa umur manusia terbatas dan kematian bisa datang kapan saja menjadi pendorong untuk hidup lebih terarah dan bermakna. Sebagai umat Rasulullah SAW, umat Islam juga dituntut untuk terus meningkatkan kualitas diri. Ustadz Sutan mengutip hadis yang menjelaskan bahwa orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin tergolong orang yang beruntung, sedangkan mereka yang kualitasnya menurun termasuk orang yang merugi. Ia juga mengingatkan firman Allah dalam QS. Al-Muddassir ayat 38 bahwa setiap jiwa bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya. Karena itu, umat Islam diajak untuk memperbanyak amal shalih sebelum datangnya kematian, agar tidak termasuk golongan yang menyesal dan berharap dikembalikan ke dunia di akhirat kelak. Mengakhiri kajian, Ustadz Sutan menyampaikan hadis Rasulullah SAW tentang lima perkara yang akan dipertanyakan pada hari kiamat, yakni tentang umur, ilmu, harta, dan jasad. Ia menegaskan bahwa orang mukmin yang cerdas adalah mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya dalam menghadapi kehidupan akhirat.  Rep : Ir. Agus Nugroho Setiawan, M.P Takmir Masjid Baiturrahim Turi Editor Arief Hartanto  

Loading

Risalah Islam Berkemajuan, Tegaskan Komitmen Memajukan Kesejahteraan Turi

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi kembali menggelar Kajian Ahad Kliwon yang berlangsung khidmat pada Ahad, 14 Desember 2025, bertepatan dengan 25 Rajab 1447 Hijriah. Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pimpinan persyarikatan, pimpinan dan pegawai amal usaha Muhammadiyah, serta jamaah pengajian ini menghadirkan Dr. H. Gita Danu Pranata, MM sebagai narasumber utama. Kajian tersebut mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Turi dalam Perspektif Risalah Islam Berkemajuan.” Dalam kesempatan tersebut, Drs. Bambang Rahmanto selaku Ketua PCM Turi menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dari SD Muhammadiyah Balerante dan kepada jama’ah yang tetap bersemangat hadir meski dalam kondisi hujan. Ikhlas ora ikhlas Mangkat, Ikhlas ora ikhlas Rapat, Ikhlas ora ikhlas Semangat, Ikhlas ora ikhlas Infak, Gerimis sithik Ngaji, Rada greges² Ngaji, Ora duwe duit Ngaji, Donya akherat Mukti tutur Bambang mengutip dari Kyai Ahmad Dahlan. Disamping itu disampaikan perolehan donasi warga Muhammadiyah Turi untuk saudara kita yang terkena musibah di Sumatra sementra terkumpul Rp. 42.000.000 dan masih terus bertambah yang dikoordinir oleh Lazismu Turi untuk selankutnya ke Daerah. Dalam paparannya, Dr. Gita Danu menegaskan bahwa tema Milad ke-113 Muhammadiyah, yakni Memajukan Kesejahteraan Bangsa, bukan sekadar rangkaian kata yang indah, melainkan merupakan azzam dan peta jalan perjuangan persyarikatan. Menurutnya, Muhammadiyah sejak awal berdiri telah menjadikan kemajuan dan kesejahteraan sebagai karakter gerakan. “Tema ini bukan slogan, tetapi pedoman untuk bertindak dan bekerja nyata,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa usia Muhammadiyah yang telah melampaui satu abad justru menunjukkan organisasi ini semakin matang dan kokoh dalam perannya di tengah masyarakat. “Muhammadiyah semakin tua justru semakin kuat, semakin menunjukkan kiprahnya. Ini yang membedakan dengan banyak organisasi lain,” kata Gita Danu. Tema besar memajukan kesejahteraan bangsa, lanjutnya, sangat relevan jika diturunkan dalam konteks lokal, termasuk di PCM Turi. Ia menilai tidak ada pertentangan antara cita-cita nasional dan gerakan di tingkat cabang. “Memajukan kesejahteraan Turi adalah bagian dari memajukan kesejahteraan bangsa. Maju dan sejahtera adalah impian semua pihak, baik individu, amal usaha, pegawai, maupun warga persyarikatan,” jelasnya. Kajian ini memberi pemahaman utuh tentang nilai-nilai Muhammadiyah. Ia menilai Risalah Islam Berkemajuan menjadi panduan penting bagi pimpinan dan warga persyarikatan dalam menjalankan peran sosial dan keumatan. “Apa yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi kita saat ini, khususnya dalam mengelola amal usaha agar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Dr. Gita Danu juga menyinggung pengakuan internasional terhadap Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan modern yang memiliki amal usaha kuat di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial ekonomi. Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari konsistensi Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam yang berkemajuan. “Muhammadiyah tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga diapresiasi di tingkat global,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Risalah Islam Berkemajuan bukanlah upaya memberi label baru pada Islam, melainkan penegasan bahwa ajaran Islam pada hakikatnya mendorong kemajuan. Gagasan ini, menurutnya, telah dicontohkan langsung oleh pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, yang menekankan pentingnya berpikir maju, berilmu, dan beramal nyata. Dalam risalah tersebut, Muhammadiyah telah merumuskan prinsip-prinsip dasar yang menjadi panduan warga dan pimpinan persyarikatan, mulai dari penguatan tauhid sebagai fondasi, hingga pengembangan amal usaha sebagai sarana mewujudkan kesejahteraan. “Jika umat belum maju dan sejahtera, berarti ada yang perlu dievaluasi dan diperbaiki dalam cara kita memahami dan mengamalkan Islam,” tegasnya. Kajian Ahad Kliwon PCM Turi ini diharapkan mampu membumikan Risalah Islam Berkemajuan secara konkret, tidak hanya dalam wacana, tetapi juga dalam praktik kehidupan bermasyarakat. Melalui sinergi antara pimpinan, amal usaha, dan jamaah, Muhammadiyah Turi optimistis dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang maju, berkeadaban, dan sejahtera. Rep & Editor Arief Hartanto   PCM Turi, MPI PDM Sleman

Loading

Sholat Ghaib dan Donasi untuk Korban Banjir Bandang Sumatera SD Muhammadiyah Girikerto Turi  

 Turi, Pdmsleman.Or.Id SD Muhammadiyah Girikerto kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial kepada para peserta didik hal ini nampak dalam bentuk solidaritas untuk membantu saudara–saudara yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Hal ini juga menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan materi, tetapi juga menanamkan semangat empati dan solidaritas sejak dini kepada seluruh peserta didik. Hal ini nampak pada Jumat, 5 Desember 2025dimana sekolah menggelar kegiatan bertajuk “Mugiker Peduli – Aksi Donasi”  dalam suasana penuh keharuan dan kekhidmatan. Sejak pagi hari para siswa, guru, komite sekolah, orang tua/wali murid, serta sejumlah tokoh masyarakat hadir memadati halaman sekolah. Aksi donasi dibuka dengan pelaksanaan shalat dhuha berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan shalat gaib yang dipimpin langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah Girikerto, R. Ahmad Zaenudin, S.Ag. “Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera,” ujar Zaenudin Lebih lanjut aksi donasi ini sekaligus menjadi pembelajaran karakter bagi anak-anak. “Kami ingin melatih pribadi masing-masing anak agar memiliki empati terhadap orang lain. Mereka harus tumbuh sebagai generasi yang peduli, bukan hanya cerdas secara akademik,” tambahnya. Para guru juga turut memberikan pendampingan agar para siswa memahami makna berbagi, pentingnya membantu sesama, serta ketabahan dalam menghadapi bencana. Setelah rangkaian ibadah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengumpulan donasi. Para siswa dengan antusias memasukkan sumbangan ke dalam kotak donasi yang telah disediakan dan selanjutnya akan disalurkan melalui Lazismu Turi. Aksi sosial “Mugiker Peduli” menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, melainkan juga ruang untuk menumbuhkan karakter mulia generasi masa depan. Semangat kolaborasi, kepedulian, dan persaudaraan yang terbentuk dalam kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk terus memperkuat budaya berbagi dan tolong-menolong, terutama saat musibah dan bencana melanda. Dengan semangat kebersamaan inilah SD Muhammadiyah Girikerto berharap kontribusi kecil yang diberikan dapat meringankan beban saudara di Sumatera dan menjadi ladang amal bagi semua pihak yang terlibat. Arief Hartanto  

Loading

SMK Muhammadiyah 2 Turi Perkuat Semangat Wirausaha Siswa Lewat Unjuk Inovasi Kewirausahaan

Turi, Pdmsleman.Or.Id Komitmen SMK Muhammadiyah 2 Turi dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda Nampak dalam penyelenggaraan kegiatan Unjuk Inovasi Kewirausahaan. Program ini merupakan bagian dari Bantuan Pemerintah Program Proyek Kreatif Kewirausahaan yang bertujuan mendorong kreativitas serta kemandirian siswa dalam mengembangkan produk usaha berbasis inovasi. Rangkaian kegiatan digelar di dua lokasi berbeda. Acara pertama berlangsung di GOR Amongrogo pada 27–29 November 2025, dilanjutkan dengan kegiatan kedua di PLUT Sleman pada 5 Desember 2025. Panitia masih merencanakan agenda lanjutan yang akan diselenggarakan pada Jumat, 12 Desember 2025, dan diproyeksikan menjadi puncak perkenalan produk unggulan siswa kepada masyarakat yang lebih luas. Dalam gelaran tersebut, animo masyarakat terlihat sangat tinggi. Banyak pengunjung memadati area pameran untuk melihat langsung karya para siswa. Kehadiran publik yang besar ini menjadi bukti bahwa ide dan kreativitas peserta didik memiliki daya tarik sekaligus potensi pasar yang menjanjikan. Produk-produk unggulan yang dipamerkan di antaranya Shafamu Nata de Aloevera, Shafamu Sabun Cuci Piring, serta Wanitech Audio Amplifier. Ketiga produk ini mendapat perhatian besar karena dinilai memiliki keunikan dan peluang usaha yang dapat dikembangkan ke tahap produksi masal. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi, Pamuji Subekti, S.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya wadah unjuk kemampuan, namun juga sarana pendidikan nyata untuk meningkatkan mental berwirausaha. “Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa karya siswa kita tidak kalah bersaing. Ini menjadi penyemangat besar bagi sekolah untuk terus mendampingi siswa dalam berinovasi,” ungkapnya di sela acara. Pelaksanaan kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, DUDIKA, serta Komunitas UKM Sembada. Kolaborasi tersebut tidak hanya bersifat pendampingan, tetapi juga memberi wawasan praktis mengenai standar produk yang layak masuk pasar serta strategi pengembangan usaha. Salah satu masukan konstruktif datang dari Sri Wara Nusandari, S.E., M.M., Ketua Tim Jaringan Usaha dan Kemitraan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman. Ia menilai hasil karya siswa sangat inovatif dan mampu bersaing dari segi kreativitas. Khusus untuk produk minuman aloe vera, Sri Wara memberikan saran penambahan informasi berupa keterangan rasa dan tanggal produksi pada label kemasan agar nilai informatif dan kepercayaan konsumen meningkat. “Harapan kami, ke depan semakin banyak lulusan SMK Muhammadiyah 2 Turi yang menjadi wirausahawan sukses,” tuturnya penuh optimisme. Selain itu, dukungan juga disampaikan oleh Nining Sapitri, S.Hut  Konsultan PLUT KUMKM Sleman. Ia memberikan apresiasi khusus kepada produk Wanitech Audio Amplifier. Menurutnya, kualitas suara amplifier buatan siswa tersebut sangat baik dan memiliki nilai jual tinggi. Ia menegaskan bahwa Dinas Koperasi dan UKM siap membantu siswa untuk mengurus PIRT, sertifikat halal, hingga HAKI guna mempersiapkan legalitas produk menuju pasar yang lebih luas. Melalui kegiatan Unjuk Inovasi Kewirausahaan, SMK Muhammadiyah 2 Turi kembali mempertegas perannya sebagai sekolah yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga pada pembentukan generasi muda yang kreatif, produktif, dan siap bersaing di dunia usaha.

Loading