Muhammadiyah Turi
![]()
Muhammadiyah Turi
![]()
Turi , Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Turi sukses menyelenggarakan kegiatan “Kajian Kemuslimahan & Launching Program Pusat Belajar Keluarga” pada Sabtu (14/03/2026). Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Turi, acara ini dihadiri oleh 25 peserta yang berasal dari berbagai organisasi lintas sektoral, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap penguatan peran perempuan dan keluarga. Kegiatan ini merupakan buah manis dari kerja sama antara PCNA Turi dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kolaborasi ini terwujud melalui salah satu dosen UMY, yakni Yunda Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I., yang merupakan Kepala Departemen Dakwah dan Pendidikan PCNA Turi sekaligus juga bertindak sebagai narasumber utama. Dalam penyampaiannya, Anisa DM membawakan materi mendalam mengenai strategi menghidupkan bulan suci melalui framework Ramadan yang mindful (sadar penuh), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan). Selain itu, Yunda Anisa juga menekankan “ pentingnya empat pilar bagi wanita untuk meraih surga, yakni menjaga salat wajib, menunaikan puasa Ramadan, menjaga kehormatan diri, serta taat kepada suami”. Suasana diskusi berlangsung sangat dinamis; para peserta tidak hanya menyimak secara pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam memberikan pertanyaan serta umpan balik yang kritis selama sesi materi berlangsung. Meski Ketua PCNA Turi, Yunda Dyah Harumming Kinanti, berhalangan hadir secara fisik, esensi kepemimpinannya tetap terasa kental. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan moril serta sumbangsih konsep yang ia rancang sejak awal. Hal ini didukung penuh oleh kerja keras jajaran Pimpinan Harian (PH) PCNA Turi yang bahu-membahu dalam mempersiapkan segala aspek teknis demi terwujudnya acara yang bermanfaat ini. Melalui peluncuran “Pusat Belajar Keluarga” hasil kolaborasi dengan akademisi UMY ini, PCNA Turi berharap dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi para perempuan di wilayah Turi dan sekitarnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam aspek keagamaan maupun dalam membina ketahanan keluarga. Rep Nana PCNA Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah 2 Turi menggelar kegiatan peningkatan motivasi berprestasi bagi siswa dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yaitu Dr. Sutipyo Ru’ya, M.Si. dan Dr. Yusron Masduki, M.A. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari ikhtiar sekolah dalam menumbuhkan semangat berprestasi siswa agar memiliki bekal yang lebih kuat untuk bersaing di masa depan pada Rabu 11 Maret 2026 bertempat di UAD. Acara yang diikuti oleh siswa dan guru berlangsung dengan penuh antusias. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat membangun karakter siswa yang unggul, percaya diri, serta memiliki motivasi belajar yang tinggi. Dalam penyampaian materinya, Dr. Yusron Masduki menekankan pentingnya peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Ia berpesan agar guru menerapkan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) sehingga proses belajar menjadi lebih hidup dan mampu mendorong keterlibatan aktif siswa. Selain itu, Dr. Yusron juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus meningkatkan semangat berprestasi. Ia menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan siswa yaitu “ menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik, membangun growth mindset, belajar dari kegagalan, fokus pada proses pembelajaran, serta melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan”. Sementara itu, Dr. Sutipyo Ru’ya menjelaskan “ konsep sederhana dalam menghadapi kehidupan melalui tiga prinsip utama, yaitu Risk (risiko), Uncertainty (ketidakpastian), dan Hope (harapan). Menurutnya, setiap individu perlu berani menghadapi risiko, siap menerima ketidakpastian, serta tetap menjaga harapan sebagai kekuatan untuk terus melangkah menuju kesuksesan”. Pamuji SS, S.Si selaku Kepala Sekolah menyampaikan “ kami berharap melalui kegiatan ini, SMK Muhammadiyah 2 Turi berharap siswa semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan prestasi, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan lanjutan”. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inspiratif dan berorientasi pada masa depan siswa. Rep Pamuji S.Si SMKM 2 Turi Editor Arief Hartanto
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi, Drs. Bambang Rahmanto, mengajak umat Islam untuk memaksimalkan berbagai amalan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan materi dalam kegiatan Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Bangunkerto 1 dan Bangunkerto 2, Kecamatan Turi, Sleman. Dalam kesempatan tersebut, Bambang Rahmanto menekankan pentingnya memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadhan sebagai momentum meraih keutamaan Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan. “Sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah kesempatan yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal ibadah. Jangan sampai kesempatan ini terlewat begitu saja,” ujarnya di hadapan para peserta Baitul Arqam. Ia menjelaskan beberapa amalan sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten setiap malam selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Salah satunya adalah bersedekah setiap hari meskipun dengan nominal kecil. “Sedekahkan kepada siapa saja setiap hari minimal Rp1.000 dalam sepuluh malam terakhir. Jika Lailatul Qadar jatuh pada malam tersebut, maka pahala sedekah itu seakan-akan dilakukan selama 84 tahun,” jelas Bambang Rahmanto. Selain sedekah, ia juga menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan shalat sunnah minimal dua rakaat setiap malam. Menurutnya, amalan sederhana namun dilakukan dengan istiqamah dapat menjadi ladang pahala besar apabila bertepatan dengan malam Lailatul Qadar. “Kerjakan shalat sunnah minimal dua rakaat setiap malam. Jika malam itu adalah Lailatul Qadar, maka seolah-olah kita melakukan shalat selama 84 tahun,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya membaca Al-Qur’an, salah satunya dengan membaca Surat Al-Ikhlas minimal tiga kali setiap malam. “Jika kita membaca Surat Al-Ikhlas tiga kali setiap malam dan itu bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka pahalanya seperti mengkhatamkan Al-Qur’an selama puluhan tahun,” tambahnya. Lebih lanjut, Bambang Rahmanto mendorong umat Islam untuk memahami makna dan keagungan Lailatul Qadar dengan membaca tafsir Surat Al-Qadar. Menurutnya, pemahaman yang mendalam akan membuat seseorang lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah. Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak hanya menunggu malam ke-27 Ramadhan untuk memperbanyak ibadah. Sebab, Lailatul Qadar bisa terjadi pada malam mana pun di sepuluh malam terakhir. “Jangan menunggu malam tertentu saja. Jadikan seluruh sepuluh malam terakhir sebagai target ibadah kita,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Bambang Rahmanto juga mengingatkan doa yang dianjurkan Rasulullah SAW ketika mencari Lailatul Qadar, yaitu “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” yang berarti, Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku. Selain memperbanyak ibadah, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dengan istirahat yang cukup, seperti melakukan tidur siang sejenak atau qailulah, serta menjaga pola makan agar tidak berlebihan. Bambang Rahmanto juga mengajak umat Islam untuk melibatkan keluarga dalam ibadah malam, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Ia menutup pesannya dengan mengingatkan agar seluruh amal ibadah dilakukan dengan ikhlas dan tidak dipamerkan di media sosial. “Biarlah ibadah itu menjadi rahasia indah antara kita dengan Allah. Yang paling penting adalah kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya,” pungkasnya.
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Bangunkerto I dan II, Turi, Sleman menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam sebagai upaya memperkuat kaderisasi dan memperdalam pemahaman keislaman bagi anggota ‘Aisyiyah. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kartopranjanan Ngentak pada 6–7 Maret 2026 ini dihadiri berbagai unsur pimpinan Muhammadiyah serta tokoh masyarakat setempat. Sejumlah tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan PCM Turi, PCA Turi, dukuh setempat, PRM Ngentak, serta unsur masyarakat seperti RW, RT, dan takmir masjid. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan gerakan dakwah perempuan Muhammadiyah di tingkat akar rumput. Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan yang dipandu oleh panitia. Rangkaian pembukaan meliputi tilawah Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, serta Mars ‘Aisyiyah, sebelum dilanjutkan dengan sambutan dari para pimpinan organisasi. Ketua PRA Ngentak, Siti Kusniah, S.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Baitul Arqam menjadi sarana penting untuk memperkuat ideologi serta komitmen kader dalam menjalankan dakwah Islam. “Melalui kegiatan ini kami berharap para kader ‘Aisyiyah semakin memahami nilai-nilai perjuangan organisasi dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya. Sementara itu Ketua PCA Turi, Sri Winarti, M.Pd, menyampaikan bahwa kaderisasi merupakan ruh gerakan ‘Aisyiyah yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, kader ‘Aisyiyah tidak hanya dituntut aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, berilmu, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Kader ‘Aisyiyah harus memiliki iman yang kuat, ikhlas dalam beramal, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” kata Sri Winarti. Kegiatan Baitul Arqam tersebut menghadirkan berbagai materi yang bertujuan memperkaya wawasan peserta, di antaranya dinamika perjuangan ‘Aisyiyah, ibadah praktis, kepemimpinan dalam organisasi, hingga motivasi perempuan inspiratif dan risalah perempuan berkemajuan. Materi-materi tersebut disampaikan oleh sejumlah narasumber dari unsur pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah seperti dengan materi PHIWM / Kepemimpinan, Motifasi Perempuan Inspiratif, Kreatif, Produktif dan Risalah Perempuan Berkemajuan, ke Aisyiyahan dengan pemateri MPK PDA Sleman, Firra Berlinawati, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog, PCM TURI Drs. Bambang, Hj. Sri W Mpd. Turi, Pdmsleman.Mu.Or.Id Selain materi kelas, peserta juga mengikuti kegiatan spiritual seperti shalat tahajud, shalat subuh berjamaah, kultum, serta aktivitas kebersamaan berupa senam dan outbound untuk mempererat ukhuwah di antara peserta. Dalam perspektif organisasi, kader ‘Aisyiyah merupakan penerus, pelopor, sekaligus penggerak amal usaha yang memiliki peran strategis dalam menyebarkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir kader-kader perempuan Muhammadiyah yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara benar, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, empati sosial, serta semangat berkhidmat bagi umat. Kegiatan Baitul Arqam tersebut ditutup dengan pembagian santunan hari raya kepada 18 Duafa dan 5 anak yatim. Eni S salah satu panitia berpesan kepada para peserta agar terus aktif dalam gerakan dakwah dan kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungan masing-masing. Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat peran ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam yang berkontribusi dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Rep : Eni S PCA Turi Editor ARief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Muhammadiyah Turi
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id Kegiatan Syiar Bermuhammadiyah Kapanewon Turi digelar Ahad Kliwon, 22 Februari 2026, bertepatan 5 Ramadhan 1447 H, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ngablak, Bangunkerto, Turi. Pengajian berlangsung pukul 06.00–07.40 WIB ini menghadirkan Ustadz dr. Agus Widiyatmoko, Sp.PD., M.Kes., dosen FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus dokter di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Ketua PCM Turi Drs. Bambang Rahmanto menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa kepada segenap jama’ah dan terima kasih kepada keluarga SMPM 1 Turi selaku penyelenggara kegiatan yang diikuti jamaah lintas ranting Muhammadiyah, Aisyiyah dan AUM se-Kapanewon. Dalam tausiahnya, dr. Agus menekankan bahwa tubuh manusia merupakan amanah dari Allah SWT yang wajib dirawat, bukan sekadar dimanfaatkan. “Tubuh adalah amanah Allah, bukan milik kita sepenuhnya. Cara kita makan, beristirahat, dan beribadah menentukan kualitas kesehatan dan kekuatan ibadah,” ujarnya. Pesan ini mengaitkan dimensi spiritual dengan tanggung jawab medis, terutama di bulan Ramadhan ketika pola hidup umat berubah signifikan. Ia menjelaskan puasa sebagai “terapi dari langit” yang memberi jeda pada sistem metabolisme sekaligus menguatkan disiplin spiritual. Menurutnya, puasa yang dijalankan dengan adab makan yang benar saat sahur dan berbuka dapat membantu proses reset metabolik. “Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi melatih kendali diri, memperbaiki pola makan, dan menata niat ibadah. Jika adabnya benar, dampak kesehatannya nyata,” kata dr. Agus. Topik diabetes juga menjadi sorotan utama. Ia mengingatkan bahwa diabetes kerap datang perlahan tanpa gejala mencolok, sehingga dikenal sebagai “pembunuh senyap”. Dampaknya bisa serius, mulai dari gangguan saraf mata hingga komplikasi ginjal dan pembuluh darah. “Diabetes bukan sekadar penyakit, tapi pesan lembut agar kita memperbaiki gaya hidup. Kontrol gula darah, aktivitas fisik, dan kepatuhan berobat adalah bagian dari ikhtiar,” tuturnya. Ia mengimbau jamaah dengan riwayat diabetes untuk tetap berpuasa secara aman dengan konsultasi medis, penyesuaian obat, dan pemantauan gula darah. Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menguatkan literasi kesehatan jamaah sekaligus memperteguh nilai dakwah berkemajuan. Pesan-pesan praktis seperti makan sesuai tuntunan sunnah, porsi seimbang, tidak berlebihan saat berbuka, serta menjaga hidrasi menjadi penekanan. Di akhir pengajian, dr. Agus mengajak jamaah menutup dengan doa agar diberi kesehatan untuk menguatkan ibadah. “Mari merawat amanah-Nya. Sehatkan tubuh agar ibadah lebih kuat dan konsisten,” ucapnya. Kegiatan Syiar Bermuhammadiyah Kapanewon Turi ini diharapkan menjadi ruang edukasi rutin yang memadukan nilai keislaman dengan pengetahuan kesehatan, sehingga jamaah mampu menjalani Ramadhan secara aman, produktif, dan bermakna. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Turi,l Pdmsleman.Or.Id PCA ‘Aisyiyah Kapanewon Turi bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Perlindungan Hukum dalam Perkawinan pada Selasa, 17 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Turi–Tempel KM 3,5, Ngablak, Bangunkerto, Turi, Sleman. Pesertanya beragam mulai dari kader ‘Aisyiyah, pengurus ranting, hingga warga sekitar yang datang untuk sama-sama memperkuat literasi hukum dalam keluarga. Dalam sambutannya, Ketua PCA Turi, Sri Winarti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan mengapa kegiatan ini penting. Ia menekankan bahwa pemahaman hukum dalam perkawinan bukan sekadar teori, tetapi bekal nyata untuk kehidupan keluarga. “Harapannya, sosialisasi ini bisa membantu mencegah KDRT, menekan angka perceraian, dan menguatkan keluarga agar lebih harmonis serta bermartabat,” tuturnya. Menurutnya, memahami hak dan kewajiban suami-istri adalah fondasi penting menuju keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Acara ini menghadirkan dua narasumber dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yaitu Dr. Perwitiningsih, S.H., M.Kn. dan Dr. Septi Nur Wijayanti, S.H., M.H.. Selain sebagai dosen, Dr. Septi juga aktif di ‘Aisyiyah sebagai Ketua PRA Donokerto 1 dan Ketua Majelis Hak Asasi dan Hukum (MHH). Keduanya membawakan materi yang saling melengkapi: dari sisi hukum positif perkawinan hingga penguatan ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai Islam. Dr. Perwitiningsih mengajak peserta memahami perlindungan hukum dalam perkawinan secara utuh—mulai dari legalitas pernikahan, hak istri dan anak, pencegahan serta penanganan KDRT, sampai jalur perlindungan hukum bagi korban. Ia mengingatkan bahwa literasi hukum sebaiknya dimulai sejak pra-nikah. Dengan begitu, pasangan paham konsekuensi yuridis seperti harta bersama, nafkah, pengasuhan anak, dan langkah hukum jika terjadi sengketa. “Perkawinan yang aman dan bermartabat perlu ditopang pengetahuan hukum yang memadai, terutama bagi perempuan agar tidak berada pada posisi rentan,” tegasnya. Sementara itu, Dr. Septi Nur Wijayanti menekankan peran ‘Aisyiyah sebagai agen perubahan di tingkat akar rumput dalam membangun keluarga sakinah. Menurutnya, organisasi perempuan punya posisi strategis dalam pendampingan keluarga, mediasi konflik, hingga mengarahkan akses layanan ketika muncul persoalan hukum. “Nilai-nilai, komunikasi pasangan, dan literasi hak hukum harus berjalan bersama. Dengan jejaring yang kuat, ‘Aisyiyah bisa membangun keluarga sakinah secara lebih sistemik,” ujarnya. Diskusi pun mengalir hangat dan interaktif. Peserta berbagi pengalaman dan bertanya soal pencatatan perkawinan, perlindungan korban KDRT, hak nafkah, hingga akses bantuan hukum. Para narasumber menanggapi dengan contoh kasus dan rujukan prosedur yang praktis, sehingga mudah dipahami dan diterapkan. Kegiatan ini juga menjadi momentum PCA Turi untuk menguatkan program edukasi pra-nikah dan pendampingan keluarga di tingkat ranting. Ke depan, akan ada kelas literasi hukum berkala, klinik konsultasi keluarga, serta penguatan jejaring dengan lembaga bantuan hukum. Langkah berkelanjutan ini diharapkan mampu menekan risiko kekerasan domestik, memperkuat ketahanan keluarga, dan menghadirkan keluarga-keluarga yang aman, bermartabat, serta berdaya di Kapanewon Turi. RepIndira PCA Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id Kegiatan edukasi kesehatan dan cek kesehatan gratis digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran warga Padukuhan Sangurejo tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Hasil pengamatan dan diskusi bersama perangkat padukuhan menunjukkan bahwa kondisi kesehatan masyarakat secara umum tergolong baik. Meski begitu, pemahaman tentang pola hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang masih perlu terus diperkuat. Banyak keluarga yang belum sepenuhnya memahami kebutuhan gizi sesuai usia, pentingnya memantau tumbuh kembang anak, serta cara merawat kesehatan lansia agar tetap bugar dan mandiri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMY REG–025 dibawah bimbingan DPL DR. H. Agus Nugroho Setiawan dan bertempat di wilayah Turi ingin membantu warga memahami bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama dalam keluarga. Edukasi yang diberikan menekankan pentingnya gizi seimbang sepanjang hayat, mulai dari balita, orang dewasa, hingga lansia. Selain itu, warga diajak memahami alasan mengapa asupan gizi yang cukup sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh, konsentrasi belajar anak, hingga kualitas hidup lansia. Kesadaran keluarga untuk saling menjaga kesehatan diharapkan tumbuh, tidak hanya ketika sakit, tetapi juga sebagai langkah pencegahan. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu kedua pelaksanaan KKN, bertempat di wilayah Turi, dengan rangkaian acara berupa penyuluhan kesehatan tentang gizi anak dan perawatan kesehatan lansia. Materi disampaikan secara interaktif, dilanjutkan sesi tanya jawab agar warga dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Selain itu, kader kesehatan dan orang tua didampingi dalam memahami cara memantau berat badan serta tinggi badan balita sebagai indikator tumbuh kembang. Layanan cek kesehatan gratis juga disediakan, meliputi pemeriksaan tekanan darah, berat badan, cek gula darah, serta konsultasi singkat dengan tenaga medis. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026 di Pendopo Embung Kaliaji, Padukuhan Sangurejo. Sekitar 35 warga, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu dan lansia, hadir mengikuti kegiatan dengan antusias. Suasana pendopo yang terbuka membuat kegiatan terasa santai, sehingga peserta lebih leluasa berdiskusi tentang kebiasaan makan di rumah, pola aktivitas harian, serta keluhan kesehatan yang sering muncul. Narasumber kegiatan ini adalah dr. Fadhil Aulia Widianto, seorang dokter umum yang aktif berpraktik di Procto Clinic Jogja dan RSU Puri Husada. Ia menyampaikan materi dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan warga. Dalam pemaparannya, dr. Fadhil menekankan pentingnya gizi sesuai usia, deteksi dini gangguan pertumbuhan anak, serta upaya menjaga kualitas hidup lansia melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik ringan yang rutin. Warga menyambut baik kegiatan ini, terutama layanan cek kesehatan gratis yang dirasakan sangat membantu. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan untuk bertanya tentang pola makan anak, cara mengontrol tekanan darah, hingga kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan di rumah agar tetap sehat. Ketua Karang Taruna Padukuhan Sangurejo, Agung, menyampaikan bahwa kegiatan ini tepat sasaran mengingat jumlah lansia di wilayah tersebut cukup banyak. Melalui pemeriksaan gula darah, para lansia menjadi lebih memahami kondisi tubuhnya, sehingga bisa mulai mengatur konsumsi gula dengan lebih bijak sesuai kebutuhan masing-masing. Rep Arief Hartanto
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.id Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 124 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Girikerto Turi Sleman yang berada di bawah bimbingan Dr. Siti Dyah Handayani, S.E., M.M. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melaksanakan program kerja berupa pelatihan pembuatan DIY parfum laundry di Dusun Tritis, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan parfum laundry di masyarakat, sementara harga produk di pasaran relatif cukup mahal. Padahal, parfum laundry dapat dibuat secara mandiri dengan bahan yang mudah diperoleh dan biaya yang lebih terjangkau, sehingga juga bisa berpotensi menjadi peluang usaha rumahan bagi warga. Pelatihan yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026 ini diikuti oleh 35 peserta dari ibu-ibu RW 02 Dusun Tritis. Kegiatan menghadirkan anggota KKN Reguler 124 UMY sebagai narasumber sekaligus fasilitator. M.Irsyad muzaki selaku ketua KKN 124 menyampaikan adapun kegiatan ini kami selenggarakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya ibu ibu, agar dapat memanfaatkan peluang usaha rumahan yang sederhana dan memiliki nilai ekonomis. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai bahan-bahan yang digunakan seperti bibit parfum, methanol, dan fixative, termasuk fungsi serta takaran yang tepat agar menghasilkan aroma yang tahan lama. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai analisis SWOT produk DIY parfum laundry agar mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam mengembangkan usaha tersebut. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, dan praktik langsung pembuatan parfum laundry secara berkelompok hingga tahap pengemasan sederhana. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan mencoba langsung proses pencampuran bahan. Melalui program ini, mahasiswa KKN Reguler 124 UMY bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta mendorong terciptanya peluang usaha yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi warga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta mampu memahami proses produksi sekaligus potensi pengembangan usaha parfum laundry sebagai produk bernilai jual di lingkungan sekitar. Editor Arief Haratnto MPI PDM Sleman
![]()