PCM Turi Sukses Kembangkan Program Ternak Ayam “Kokam” (Komersial Kampung)

Facebook
Twitter
LinkedIn

Turi, Pdmsleman.Or.Id 

Sejahtera dan menyejahterakan itulah kalimat yang dijadikan slogan kelompok ternak PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Turi. Program Ketahanan Pangan yang marak dikampanyekan akhir-akhir ini menginspirasi warga Muhammadiyah Turi untuk berjaringan dalam sektor pertanian dan peternakan.

Pasalnya, lebih dari 60% profesi penduduk Turi berprofesi sebagai petani dan peternak yang didukung dengan area pertanian dan peternakan yang potensial. Majlis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PCM telah berhasil menggagas dan mewujudkan progam peternakan ayam “KOKAM” (Komersial Kampung) berbasis jaringan atau kelompok.  Program ini sudah berjalan lancar di Batch 1 yang menggelontorkan bantuan DOC (Day-old Chicken) Elba kepada anggota ternaknya dengan sistem undian.

Menurut Udin, selaku koordinator program “KOKAM”, ternak ini dinilai efektif karena selain penerapan “portfolio management” juga dapat memberikan wahana edukasi kepada warga Muhammadiyah bukan hanya sekedar teoritis namun juga aksi nyata walaupun dalam sekala kecil atau UMKM.

Batch 1 program ternak ini dimulai akhir Desember 2025, peternak yang memperoleh bantuan skala 50 ekor DOC ayam Elba dari Majlis Ekonomi saja sudah dapat mencetak pulet (calon induk betina) di usia 2-3 bulan dengan harga penjualan Rp 6.500 – Rp 7.000 per minggu. Artinya, peternak warga Muhammadiyah ini dapat melakukan “creating value” kepada hewan ternaknya hanya dalam 2-3 bulan.

Jika dihitung-hitung dengan jumlah panen misal 60% ayam betina (pulet) dari 50 ekor bantuan DOC dari Majlis Ekonomi saja, ayam sudah bisa dijual dengan harga Rp 80.000 – 85.000 umur 3 bulannya yakni dengan penjualan sebesar 2jt belum termasuk ayam Elba jantannya.

Menurut informasi Mastoni, selaku penerima bantuan DOC Elba untuk membesarkan 50 ekor DOC elba sampai umur 2 bulan hanya dibutuhkan pakan sekitar 1 sak atau 50 kg. Faktanya, bisa panen di usia 2 bulan atau 1 bulan lebih cepat dengan harga maksimal Rp52.000/ekor Elba betina. Artinya, penjualan dari 50% total ayam yang keluar betina bisa Rp 1.300.000 (belum termasuk pejantannya). Harga pakan per sak saat ini Rp 450.000 – 470.000 dengan berat 50kg. Keuntungan setelah dikurangi harga pakan yang diperolehnya Rp.850.000 (belum dikurangi vitamin, sekam, dll) selama 2 bulan.

Atas dasar keberhasilan simulasi bisnis di batch awal ini yang telah diprakarsai dan didukung penuh oleh Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata PCM Turi, Mawardi selaku ketua menuturkan selain kita sudah berhasil dengan produk beras “BERMUTU” saatnya kita akan kembangkan produk lokal lainnya yakni produk ayam dengan pemuliaan galur dan masih dalam proses riset warga Muhammadiyah Turi yang tergabung dalam kelompok TernakMU. “Tujuannya ringkas, kita akan gerakkan roda ekonomi umat melalui produk kita sendiri untuk memenuhi kebutuhan pasar”.

Bambang Rahmanto, selaku ketua umum PCM Turi pun gayung bersambut dan tertarik menghadiri rapat kelompok TernakMU PCM Turi pada tanggal 1/4/2026 di Lungguhrejo bahkan juga terlibat menjadi peternak praktis untuk mengawal dan mendukung penuh program Majlis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata PCM Turi.

Bambang Rahmanto yang akrab dipanggil Bara ini  berharap “ kegiatan ternak ini semoga akan terus bertambah banyak pesertanya dan dapat menyejahterakan umat melalui perputaran roda ekonominya dimulai dari lingkungan yang kecil dan dimilai dari sekarang”.

Dalam rapat tersebut diskusi teknis juga sangat interaktif dengan juga dihadirkan narasumber Agung Sulistyo, Peternak Senior Ayam Layer (petelur merah) berpengalaman yang memiliki ternak dengan kapasitas sekitar ribuan ekor dan   Fajar, peternak senior ayam kampung modern yang  merupakan warga Muhammadiyah Turi.

Mawardi juga menegaskan kemandirian ekonomi umat itu perlu dikondisikan yakni diberikan pembinaan, konsolidasi, dan stimulasi agar inkubasi bisnis warga Muhammadiyah itu lebih berkemajuan.

Rep  Udin MEK PCM Turi

Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Leave a Replay