Moyudan, Pdmsleman.Or.Id
Badan Kerjasama Sekolah (BKS) Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan hari Senin 25 Mei 2026 berhasil menyelenggarakan Syarat atau Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan bagi siswa-siswi kelas VI SD Muhammadiyah se Kapenewon Moyudan.
UKT diselenggarakan di Kompleks SD Muhammadiyah Semingin, Sumbersari, Moyudan, Sleman sebagai tahapan dalam system kenaikan jenjang Kepanduan Hizbul Wathan berdasarkan tingkat usia. Athfal dari usia (7 – 10 tahun) ke remaja (Pengenal 11 – 15 tahun).
UKT dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar Dan Menengah (Dokdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan Drs. H. Djemidi. Dalam amanatnya menekankan bahwa Hizbul Wathan di lingkungan Lembaga atau AUM agar ditingkatkan kegiatannya. HW itu lebih tua dari Pramuka dan telah membawa kadernya menjadi Pahlawan Nasional, Jendral Sudirman.
Berdasarkan laporan yang dibacakan oleh Ketua BKS PCM Moyudan Agus Maryanto, S.Ag. S.Pd. SD, tercatat 154 siswa-siswi yang ikut serta UKT itu datang dari 8 SD Muhammadiyah yang ada di Kapanewon Moyudan. Antara lain SD Muhammadiyah Ngijon 1, SD Muhammadiyah Ngijon 2, SD Muhammadiyah Karanganjir, SD Muhammadiyah Saren, SD Muhammadiyah Gamplong, SD Muhammadiyah Kedungbanteng 1, SD Muhammadiyah Kedungbanteng 2 dan SD Muhammadiyah Semingin.
Agus Maryanta lebih lanjut melaporkan bahwa UKT kali ini meliputi praktek Ibadah Sholat berjama’ah, Kompetensi Dasar Hizbul Wathan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), Tali-temali dan Hasta Karya dari bahan janur untuk kemudian dibuat karya seni keris-kerisan, cambuk dan belalang.
Dalam laporannya kepada para siswa Agus Mariyanta menegaskan agar para siswa mengerjakan tugas atau kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dengan suasana rileks dan penuh gembira, karena kegiatan ini bisa dijadikan refreshing atau penyegaran setelah para siswa merampungkan menyelesaikan ujian akhir.
Drs. Suparman selaku koordinator UKT tahun ini merupakan salah satu pembina HW di Moyudan, lebih lanjut menjelaskan bahwa “hasta karya dari bahan janur sengaja diangkat sebagai salah satu materi UKT. Ini dimaksudkan disamping untuk melestarikan karya seni tradisional atau warisan nenek moyang, juga dimaksudkan agar generasi muda bisa mengapresiasi dan mencintai karya-karya seni tradisional dari bahan janur agar tidak punah”.
Selain itu Suparman yang juga Wakil Ketua Majelis Kader Dan Sumber Daya Insani ( MPKSDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Moyudan ini menegaskan terdapat nilai-nilai pendidikan yang tinggi di dalam proses pembuatan
karya seni dari janur ini. Antara lain melatih kesabaran dan ketelitian. Di dalam kehidupan itu perlu proses perjuangan yang panjang untuk mencapai cita-cita yang diinginkan, tidak bisa ujuk-ujuk atau langsung sukses, tegasnya.
Jangan suka menerabas dan melanggar norma-norma kehidupan, ikuti proses yang ada, ujarnya.
Ini sangat tepat dalam menanggulangi budaya generasi muda sekarang yang menginginkan apa-apa serba cepat dan instan ini. Demikian pesan-pesan dari Suparman di sela-sela para siswa sedang suntuk atau asyik mengerjakan tugas-tugas hasta karya.
Panitia yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Pembina Hizbul Wathan SD Muhammadiyah se Moyudan terkesan bersemangat dan berharap kegiatan serupa bisa dilangsungkan kembali tahun depan.
Rep Suparman Moyudan
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()







