Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, menyebut kehadiran Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) sebagai wujud pembaharuan gerakan Muhammadiyah di bidang pendidikan yang unggul, dan diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya sekolah-sekolah Muhammadiyah berkualitas di berbagai daerah. Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat memberikan sambutan dalam Sarasehan Pendidikan di Komplek Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), Ahad (5/7) dan dihadiri lebih dari 250 peserta dari seluruh DIY.
Prof. Dr. Abdul Mu’ti mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang terus berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan kunci membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing global.
Karena itu, pemerintah terus mengembangkan berbagai model sekolah unggulan, mulai dari Sekolah Garuda, Garuda Transformasi, hingga Sekolah Nasional Terintegrasi yang akan dibangun secara bertahap di setiap kabupaten. Saat ini pemerintah tengah menuntaskan penyusunan kurikulum dan rekrutmen guru, sehingga beberapa Sekolah Nasional Terintegrasi ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran ini.
Ia juga menegaskan pentingnya pendidikan dasar sebagai fondasi pembentukan karakter. Menurutnya, kebijakan wajib belajar kini diperluas menjadi 13 tahun dimulai dari taman kanak-kanak karena kualitas pendidikan usia dini sangat menentukan keberhasilan peserta didik pada jenjang berikutnya.
Prof. Dr. Abdul Mu’ti mengingatkan agar pendidikan dasar tidak dipandang sebelah mata. Sebab, guru TK dan SD memegang peran strategis dalam membentuk kemampuan dasar, karakter, hingga kepercayaan diri anak. Selain peningkatan mutu pendidikan, ia menilai kesejahteraan guru juga harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk memperkuat kemandirian pendidikan melalui pengelolaan filantropi yang produktif sehingga mampu menopang kesejahteraan tenaga pendidik.
“Yang menarik, meskipun kualitasnya bertaraf internasional, biaya pendidikan di MSUS tetap terjangkau. Inilah yang membedakan Muhammadiyah. Gedungnya megah, kualitasnya tinggi, tetapi tidak meninggalkan semangat pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Ustadz Dr. Ikhwan Ahada, mengatakan MSUS merupakan bagian dari transformasi pendidikan Muhammadiyah di DIY yang dibangun untuk menjawab tantangan pendidikan masa depan. Ia menjelaskan, PWM DIY tengah membangun ekosistem pendidikan yang berkesinambungan, mulai dari TK ABA Semesta, MSUS pada jenjang sekolah dasar, hingga pengembangan SMP Muhammadiyah Sapen Universal School.
Menurut ustadz Ikhwan, pengembangan tersebut didukung potensi besar sekolah-sekolah Muhammadiyah di DIY, termasuk SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang telah ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi.
Ia berharap MSUS menjadi model pengembangan pendidikan Muhammadiyah yang mampu melahirkan generasi unggul sekaligus memperkuat posisi DIY sebagai pusat pendidikan berkemajuan.
![]()









