Menata Hati, Menguatkan Tauhid Bersama Ustadz Ismail Hermana

Turi, Pdmsleman.Mu.or.id Kajian Sabtu Pagi 22 November 2025 Masjid Baiturrahim, Turi gelar pengajian Menata Hati, Menguatkan Tauhid Bersama Ustadz Ismail Hermana (Ketua Yayasan Bumi Mandiri Mandiri, Edukator Happy Umrah). Dalam kesempatan ini disampaikan bahwa Sayidul istighfar bermakna pengakuan bahwa Allah adalah Tuhanku, dan aku adalah makhluk-Mu. Manusia mengakui banyak dosa. Mungkin baju kita bersih, tapi bisa jadi hati kita belum bersih  Bahkan ketika kita mati, kita  dimandikan sampai bersih, dibungkus kain kafan yang bersih, tapi belum tentu rohani kita sudah bersih. Oleh karena itu, di satu sisi kita harus banyak memohon ampun, dan di sisi yang lain harus banyak berbuat kebaikan, baik ke Allah sang pencipta dan baik kepada sesama makhluk Allah. Suatu ketika seorang ayah bertanya kepada anaknya yang mash kecil “apa itu pantulan atau gema” Anaknya belum tahu, maka ayahnya pun menjelaskan bahwa gema adalah suara yang akan mengikuti dari suara kita keluarkan. Sang ayah pun membuktikan dengan mengajak anaknya ke suatu lembah, dan diteriakkan suara, maka bergemalah suara itu Demikianlah kehidupan, apa yang kita lakukan akan memantul, bergema dan diikuti dengan perbuatan lainnya Setiap kebaikan akan memancarkan kebaikan berikutnya, dan sebaliknya setiap keburukan akan bergema memancarkan dan munculkan keburukan lainnya. Untuk bisa melakukan kebaikan memang butuh perjuangan, namun jika mampu melakukannya akan berbuah kenikmatan. Ibarat sebuah pendakian, berat dalam perjalanannya namun  jika sudah sampai puncaknya  akan mendapatkan pemandangan yang luar biasa. Hidup adalah perjalanan spiritual, Ibarat buku, yang pada umumnya dinilai dari sampulnya. Begitulah hidup, yang juga ditentukan  terutama oleh penutupnya (kematian) dengan Husnul khatimah Shalatlah di masjid sampai mati, jangan menunggu mati untuk dishalatkan di masjid.   Sebagaimna dituturkan H. Agus Nugroho Setiawan, M.P. takmir masjid  kepada redaksi pada Sabtu pagi. Godaan hidup sudah terjadi sejak jaman Nabi Adam as. Demikian juga dengan kita semua, banyak salah dan dosa kepada suami, istri, anak, orang tua, saudara, teman dan lainnya. Oleh karena itu, kita harus banyak memohon ampun kepada Allah antara lain dengan istighfar Rep H Agus Nugroho S PCM Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PCM Turi Mantapkan Jalan Dakwah Berkemajuan melalui Hari Syiar Muhammadiyah

Turi, Pdmsleman.Or.Id Untuk memperkuat semangat dakwah serta meneguhkan pengamalan nilai-nilai Islam berkemajuan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi kembali menyelenggarakan kegiatan Hari Syiar Muhammadiyah pada Ahad Kliwon, 9 November 2025. Acara yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi ini mengusung tema “Memahami Interaksi Produktif dengan Al-Qur’an” dan menghadirkan narasumber M. Husnaini, Ph.D., akademisi Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (FIAI UII) sekaligus dai Muhammadiyah. Sejak pagi, suasana Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi tampak semarak. Ratusan jamaah dari berbagai ranting, amal usaha, dan masyarakat sekitar antusias hadir untuk mengikuti pengajian. Para guru, pengurus persyarikatan, dan kader muda Muhammadiyah turut menyemarakkan kegiatan rutin yang menjadi agenda unggulan PCM Turi tersebut. Kegiatan dibuka dengan tilawah Al-Qur’an oleh R. Zaenudin, S.Pd, yang membacakan surat Ali Imran ayat 144–146. Sementara itu, petugas piket dari SD Muhammadiyah Girikerto turut berperan aktif dalam mendukung kelancaran acara. Dalam sambutannya, Ketua PCM Turi Drs. Bambang Rahmanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Muhammadiyah yang tetap konsisten menghadiri kegiatan syiar ini. “Hari Syiar merupakan ajang untuk meneguhkan komitmen dakwah, memperdalam pemahaman Islam, serta memperkuat ukhuwah di lingkungan PCM Turi,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah untuk mempererat sinergi antara pimpinan cabang, ranting, dan amal usaha Muhammadiyah dalam langkah dakwah berkemajuan. Pada sesi utama, M. Husnaini, Ph.D. mengajak jamaah untuk memperlakukan Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan ritual, melainkan sumber inspirasi produktif dalam kehidupan sehari-hari. “Interaksi dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada membaca dan menghafal, tetapi harus menjadi panduan berpikir, bersikap, dan beramal. Semakin produktif seseorang berinteraksi dengan Al-Qur’an, semakin besar pula kebermanfaatannya bagi masyarakat,” tutur Husnaini. Beliau juga meneladankan metode KH. Ahmad Dahlan dalam mempelajari Al-Qur’an yang mencakup empat langkah utama: membaca dengan tartil dan benar, memahami isi kandungannya, meninjau apakah ayat tersebut berisi perintah dan sudah dilaksanakan, serta menjauhi hal-hal yang dilarang. Menurutnya, metode tersebut menjadi dasar bagi umat Islam untuk berinteraksi secara reflektif dan kontekstual dengan Al-Qur’an. Husnaini menambahkan bahwa di tengah tantangan zaman modern, umat Islam dituntut menghadirkan tafsir kehidupan yang aktual dan solutif. “Kita perlu memahami pesan Al-Qur’an secara kontekstual agar dapat menjawab persoalan kekinian, sesuai semangat pembaruan yang diwariskan oleh Kiai Ahmad Dahlan,” imbuhnya. Melalui kegiatan Hari Syiar Muhammadiyah ini, PCM Turi berharap muncul generasi yang semakin produktif dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dan Hadist sebagai sumber nilai dan arah gerak dakwah Muhammadiyah.   Rep n Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

 ‘Aisyiyah Turi Gelar Musypimcab, Perkuat Peran Perempuan untuk Turi Berkeadilan

Turi,Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kapanewon Turi telah menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) I periode 2022-2027 di SMK Muhammadiyah 1 Turi pada Sabtu 25 Oktober 2025. Acara yang dihadiri oleh 76 orang perwakilan dari seluruh ranting, pimpinan cabang, dan lembaga ini bertujuan untuk mengevaluasi program serta menajamkan visi organisasi ke depan. Hadir juga dalam kegiatan ini unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi Drs. Bambang Rahmanto,  Panewu Turi  Joko Susilo, SP, M.Si, tokoh masyarakat, TNI, Polri, serta ortom Muhammadiyah seperti Nasyiatul ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan Kokam Turi. Dalam pidato pembukaannya, Ketua PCA Turi, Sri Winarti, M.Pd., menekankan pentingnya momentum ini untuk bermuhasabah dan memperkuat komitmen. “Kita tidak hanya ingin menjadi organisasi yang baik, tetapi organisasi yang adil dan berkemajuan,” tegasnya. Musypimcab kali ini mengusung tema  “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan untuk Mewujudkan Turi Berkeadilan.” Perempuan berkemajuan adalah mereka yang maju dalam segala aspek, bebas dari diskriminasi, dan memiliki ciri beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, serta berpikiran terbuka. Sementara ‘berkeadilan’ berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya, tidak berat sebelah, dan memenuhi hak serta kewajiban setiap pihak. “Dalam konteks perempuan, berkeadilan berarti mengakui dan memenuhi hak-hak perempuan secara utuh sesuai syariat, baik hak dalam pendidikan, ekonomi, maupun peran publik,” jelasnya. Ia juga mengingatkan para kader bahwa amal di organisasi adalah investasi akhirat dan mendorong semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Secara rinci, Musypimcab ini mengulas capaian berbagai program unggulan PCA Turi. Di antaranya adalah  Pendampingan Mualaf  yang telah berjalan sejak 2018,  Pengajian Dhuafa  rutin setiap Jumat Legi yang disertai pembagian sembako, serta  Pembinaan Guru KB-TK ABA  untuk memantapkan ideologi. Tutur Eni Sulistyowati SE  salah satu panitia kepada Arief Hartanto pada Sabtu sore. Selain itu, berbagai majelis dan lembaga di bawah PCA Turi juga menunjukkan kinerja yang aktif. Mulai dari Majelis Tabligh dengan pengajian keliling, Majelis Kesehatan yang rutin mengadakan pemeriksaan, Majelis Kesejahteraan Sosial dengan penyantunan duafa dan disabilitas, hingga Lembaga Penanggulangan Bencana yang aktif dalam sosialisasi. Agenda musyawarah ditutup dengan tekad kolektif untuk terus berkontribusi nyata yakni menghadirkan Islam yang ramah, mencerahkan, dan memberdayakan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar ranting dan lembaga, sehingga ‘Aisyiyah Turi semakin dinamis dan mampu menjawab tantangan sosial di masyarakat.

Loading

Jangan Meremehkan Kebaikan Kecil, Pesan H. Sigit Warsito di Kajian Ahad Legi PRM Girikerto

 Turi, Pdmsleman.Or.Id Suasana Ahad pagi (26/10/2025) terasa hangat di Masjid Aisyah Ponosaran ketika PRM Girikerto, Turi, Sleman menghelat Kajian Ahad Legi yang rutin digelar setiap bulan, jamaah mendapatkan tausiyah penuh makna dari Drs. H. Sigit Warsito, M.A. dengan tema “Jangan Meremehkan Kebaikan Walau Kecil.” Dalam ceramahnya yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, Ustadz Sigit menegaskan pentingnya menghargai setiap amal kebaikan, sekecil apa pun bentuknya. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi: “Jangan meremehkan kebaikan yang kecil, meskipun hanya berbicara dengan wajah ceria. Itulah bagian dari kebaikan.” Menurutnya, Islam mengajarkan agar umatnya tidak menyepelekan perbuatan baik yang tampak kecil di mata manusia, karena setiap amal akan dicatat dan dibalas oleh Allah SWT. “Kita tidak tahu amal mana yang menjadi sebab seseorang masuk surga. Maka, jangan pernah remehkan senyum, sapaan, atau sedekah kecil,” ujarnya di hadapan jamaah. Ia juga mengingatkan agar tidak menyepelekan dosa, sekecil apa pun. “Orang kafir memandang dosa seperti lalat yang hinggap di hidung, dianggap remeh. Tetapi orang mukmin memandang dosa seperti duduk di bawah gunung, takut gunung itu runtuh menimpanya,” kata Ustadz Sigit, mengutip perumpamaan dari para sahabat. Dalam kehidupan sehari-hari, tambahnya, seringkali manusia menganggap enteng kesalahan, seperti mengambil barang kecil tanpa izin, meski milik keluarga sendiri. “Contohnya, mengambil rumput milik tetangga atau uang milik suami tanpa izin. Ini hal kecil, tapi bisa berdampak besar di sisi Allah,” tegasnya. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keikhlasan dalam berbuat baik. Kebaikan tidak perlu diumbar atau diceritakan kepada orang lain. “Doa yang paling cepat dikabulkan adalah doa seseorang untuk saudaranya tanpa diketahui. Malaikat pun akan mendoakan kebaikan yang sama bagi yang berdoa,” tuturnya. Ustadz Sigit kemudian mengingatkan pesan Rasulullah SAW kepada para wanita muslimah agar tidak meremehkan pemberian tetangga, betapapun kecil nilainya. “Wahai para wanita muslimah! Janganlah salah seorang di antara kalian meremehkan tetangganya meskipun [pemberiannya] hanya berupa kaki domba,” (HR Bukhari dan Muslim). Ia menafsirkan hadits tersebut sebagai ajakan untuk menghargai niat baik dan ketulusan pemberi, bukan semata nilai barangnya. “Bagi yang memberi, mungkin itu sesuatu yang sangat berharga. Maka, hargailah pemberiannya, bukan bentuknya,” ujar beliau menutup ceramahnya. Kajian Ahad Legi PRM Girikerto ini menjadi momentum bagi jamaah untuk kembali menata niat dan memperkuat semangat berbuat baik, sekecil apa pun, dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa setiap amal akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Rep  Ir. Agus Nugroho Setiawan  PCM Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Perjusa SD MUDA, Membangun Karakter Mulia Melalui Kebersamaan dan Kemandirian

Turi, Pdmsleman.Or.Id   SD Muhammadiyah Dadapan Turi guna membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, dan tangguh, menggelar kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) pada 10–11 Oktober 2025 di Bumi Perkemahan Pulewulung, Kecamatan Turi, Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid kelas 4 dan 5, didampingi para pembina Hizbul Wathan serta guru SD Muhammadiyah Dadapan. Suasana kemah tampak penuh semangat dan keceriaan sejak para peserta tiba di lokasi. Mereka berbaur dalam suasana kebersamaan, mendirikan tenda, dan menata peralatan kemah secara mandiri. “Tujuan utama kegiatan Perjusa adalah melatih kemandirian, kedisiplinan, dan kerja sama antar murid, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter Islami yang menjadi ciri khas sekolah Muhammadiyah,” ujar Drs. Sugeng Riyoto, dari Majelis Dikdasmen PCM Turi, saat ditemui di sela kegiatan. Selama dua hari perkemahan, para peserta mengikuti beragam kegiatan edukatif dan rekreatif, seperti upacara api unggun, jelajah alam, lomba yel-yel, serta pentas seni. Setiap kegiatan dirancang untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat kebersamaan di antara para murid. “Kami ingin anak-anak belajar langsung dari pengalaman. Mereka tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi juga melalui aktivitas yang menumbuhkan kepemimpinan dan rasa saling menghargai,” tambah Sugeng Riyoto. Salah satu guru pembina, Ramanda Syafiq, menuturkan bahwa kegiatan semacam ini menjadi sarana efektif untuk mengasah karakter siswa di luar ruang belajar. “Anak-anak sangat antusias. Mereka belajar bekerja sama, membantu teman, dan menyelesaikan tugas bersama. Ini pembelajaran berharga bagi pembentukan karakter mereka,” ujarnya. Kegiatan api unggun menjadi puncak acara, di mana para peserta menampilkan berbagai pentas seni dan yel-yel yang menggambarkan semangat kebersamaan. Sorak gembira dan tawa ceria mengiringi malam penuh keakraban tersebut. Kepala SD Muhammadiyah Dadapan Rahayu S S.Pd, dalam penutupannya, menyampaikan harapan agar kegiatan Perjusa menjadi tradisi tahunan sekolah. “Kami ingin terus menanamkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemandirian sejak dini. Melalui kebersamaan di perkemahan ini, anak-anak belajar arti penting kerja sama dan rasa syukur,” katanya. Kegiatan Perjusa SD Muhammadiyah Dadapan tahun ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi pendidikan, tetapi juga wahana pembentukan karakter menjadi generasi berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan masa depan. Rep Editor  Arief HArtanto MPI PDM SLeman

Loading

Kesehatan Jiwa dalam Islam Jadi Sorotan Kajian PCM Turi

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi kembali menggelar Kajian Ahad Kliwon dengan tema “Kesehatan Jiwa dalam Islam” di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi, Ahad (5/10/2025).  Hadir sebagai narasumber  Dr. Djoko Santoso, M.Si., dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang menyoroti pentingnya menjaga kesehatan jiwa dalam perspektif Islam. Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran oleh jama’ah oleh Guru TK Aisyiyah yang tergabung dalam IGABA Turi bersama sekitar 500 an jama’ah yang memenuhi Gedung Dakwah Turi di Ngablak. Dalam sambutannya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bambang Rahmanto menekankan bahwa kegiatan pengajian rutin ini bukan hanya sarana memperkuat keimanan, tetapi juga mempererat silaturahmi. “Kita bisa menghirup udara segar di Turi, berjamaah salat Subuh, dan kemudian bersilaturahim bersama di Gedung Dakwah ini. Insya Allah dengan silaturahim itu kita dibukakan pintu-pintu rezeki,” ungkapnya. Selain itu juga mengajak para jama’ah untuk bersama-sama beramal jariyah dalah satunya untuk kelangsungan AmbulanMU Turi yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat namun disisi lain memerlukan operasional yang cukup tinggi. Memasuki inti kajian, Dr. Djoko Santoso menjelaskan bahwa kesehatan jiwa memiliki kaitan erat dengan keimanan dan kebahagiaan. “Islam mengajarkan keseimbangan, bukan hanya fisik tetapi juga jiwa. Kesehatan jiwa tidak bisa dilepaskan dari bagaimana kita menjaga hubungan dengan Allah, dengan sesama, dan dengan diri sendiri,” terangnya. Menurutnya, kesehatan adalah nikmat yang sering kali terlupakan. “Coba bayangkan, ketika saudara kita sakit, mungkin tidak bisa hadir di sini. Maka ketika kita sehat, itu sudah menjadi rezeki yang luar biasa dari Allah,” tambahnya. Ia juga berpesan agar dalam setiap pertemuan sesama muslim cukup menanyakan kabar kesehatan. “Kalau ketemu itu pertanyaannya cuma satu saja: sehat, Bapak-Ibu? Itu sudah cukup,” ujarnya. Ia menambahkan, salah satu kunci kebahagiaan dalam hidup adalah menerima diri sendiri tanpa selalu membandingkan dengan orang lain. “Kalau kita ini masih banding-banding, maka sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa bahagia,” jelas Djoko. Dalam penjelasannya, Dr. Djoko mengaitkan konsep kesehatan jiwa dengan istilah qalbun salim dalam Alquran, yakni hati yang bersih dan selamat. “Allah menegaskan dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 88-89 bahwa yang akan menyelamatkan manusia di akhirat hanyalah hati yang sehat (qalbun salim). Ini menunjukkan bahwa kesehatan jiwa menjadi bagian penting dari kesempurnaan iman,” tegasnya. Arief Hartanto Turi   

Loading

SD Muhammadiyah Dadapan Gelar Pengajian dan Parenting Wali Murid

Turi, Pdmsleman.Or.Id SD Muhammadiyah Dadapan Wonokerto Turi kembali menyelenggarakan kegiatan rutin berupa pengajian dan parenting bagi wali murid pada Sabtu (27/9). Kegiatan yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara pihak sekolah dengan orang tua sekaligus memperkuat tradisi tholabul ilmi. Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan tilawah, penampilan hafalan hadis oleh siswa, sambutan-sambutan, hingga inti pengajian yang disampaikan oleh Ustaz Basuki Kasihono. Dalam sambutannya, Kepala SD Muhammadiyah Dadapan Rahayu Sulastriningsih S.Pd  menyampaikan terima kasih atas partisipasi para wali murid. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu wali murid yang berkenan hadir. Kehadiran panjenengan semua menjadi semangat tersendiri bagi sekolah untuk terus berbenah,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027 telah resmi dibuka. Pihak sekolah juga sedang merencanakan pembangunan laboratorium komputer guna menunjang pembelajaran digital. “Kami berharap dukungan dan pendampingan dari orang tua dalam mempersiapkan anak-anak menghadapi Asesmen Standar Literasi Minimum (ASLM) dan kegiatan belajar sehari-hari. Sinergi sekolah dengan orang tua adalah kunci kemajuan anak-anak,” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan parenting dan pengajian ini diadakan secara berkala sebagai sarana memperkuat kebersamaan. “Tujuan utama kegiatan ini tidak hanya membangun komunikasi, tetapi juga sebagai upaya menambah wawasan keislaman bersama,” tuturnya. Sementara itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Drs. Bambang Rahmanto memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. “Kami mendukung penuh setiap program yang dilakukan SD Muhammadiyah Dadapan. Semoga ke depan semakin sukses dan membawa manfaat lebih luas,” katanya. Dalam inti pengajian, Ustaz Basuki Kasihono mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak. Ia mengutip doa, Allahumma inni as’aluka fi’lal khairaat, watarkal munkaraat, Aamiin, yang bermakna permohonan kepada Allah agar dimudahkan berbuat kebaikan dan dijauhkan dari kemungkaran. “Ketika kita sebagai orang tua menyekolahkan anak di sekolah ini, insyaallah itu amanah. Anak-anak kita disiapkan untuk berbakti kepada Allah, kepada orang tua, sekaligus membantu orang tua dalam berbakti kepada Allah,” jelasnya. Menurutnya, pendidikan utama sejatinya berasal dari ibu, sementara komunikasi yang baik dalam keluarga adalah kunci membentuk karakter anak. “Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah. Dengan pertolongan Allah, kita akan lebih mudah untuk selalu bersyukur,” pesannya. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, penuh harapan agar seluruh warga sekolah senantiasa diberi keberkahan dalam mendidik generasi penerus.

Loading