Ketua PCM Turi Ajak Maksimalkan Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Turi, Pdmsleman.Or.Id Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi, Drs. Bambang Rahmanto, mengajak umat Islam untuk memaksimalkan berbagai amalan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan materi dalam kegiatan Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Bangunkerto 1 dan Bangunkerto 2, Kecamatan Turi, Sleman. Dalam kesempatan tersebut, Bambang Rahmanto menekankan pentingnya memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadhan sebagai momentum meraih keutamaan Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan. “Sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah kesempatan yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal ibadah. Jangan sampai kesempatan ini terlewat begitu saja,” ujarnya di hadapan para peserta Baitul Arqam. Ia menjelaskan beberapa amalan sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten setiap malam selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Salah satunya adalah bersedekah setiap hari meskipun dengan nominal kecil. “Sedekahkan kepada siapa saja setiap hari minimal Rp1.000 dalam sepuluh malam terakhir. Jika Lailatul Qadar jatuh pada malam tersebut, maka pahala sedekah itu seakan-akan dilakukan selama 84 tahun,” jelas Bambang Rahmanto. Selain sedekah, ia juga menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan shalat sunnah minimal dua rakaat setiap malam. Menurutnya, amalan sederhana namun dilakukan dengan istiqamah dapat menjadi ladang pahala besar apabila bertepatan dengan malam Lailatul Qadar. “Kerjakan shalat sunnah minimal dua rakaat setiap malam. Jika malam itu adalah Lailatul Qadar, maka seolah-olah kita melakukan shalat selama 84 tahun,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya membaca Al-Qur’an, salah satunya dengan membaca Surat Al-Ikhlas minimal tiga kali setiap malam. “Jika kita membaca Surat Al-Ikhlas tiga kali setiap malam dan itu bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka pahalanya seperti mengkhatamkan Al-Qur’an selama puluhan tahun,” tambahnya. Lebih lanjut, Bambang Rahmanto mendorong umat Islam untuk memahami makna dan keagungan Lailatul Qadar dengan membaca tafsir Surat Al-Qadar. Menurutnya, pemahaman yang mendalam akan membuat seseorang lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah. Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak hanya menunggu malam ke-27 Ramadhan untuk memperbanyak ibadah. Sebab, Lailatul Qadar bisa terjadi pada malam mana pun di sepuluh malam terakhir. “Jangan menunggu malam tertentu saja. Jadikan seluruh sepuluh malam terakhir sebagai target ibadah kita,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Bambang Rahmanto juga mengingatkan doa yang dianjurkan Rasulullah SAW ketika mencari Lailatul Qadar, yaitu “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” yang berarti, Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku. Selain memperbanyak ibadah, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dengan istirahat yang cukup, seperti melakukan tidur siang sejenak atau qailulah, serta menjaga pola makan agar tidak berlebihan. Bambang Rahmanto juga mengajak umat Islam untuk melibatkan keluarga dalam ibadah malam, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Ia menutup pesannya dengan mengingatkan agar seluruh amal ibadah dilakukan dengan ikhlas dan tidak dipamerkan di media sosial. “Biarlah ibadah itu menjadi rahasia indah antara kita dengan Allah. Yang paling penting adalah kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya,” pungkasnya.

Loading

Baitul Arqam ‘Aisyiyah Turi Perkuat Kader Perempuan Berkemajuan

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Bangunkerto I dan II, Turi, Sleman menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam sebagai upaya memperkuat kaderisasi dan memperdalam pemahaman keislaman bagi anggota ‘Aisyiyah. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kartopranjanan Ngentak pada 6–7 Maret 2026 ini dihadiri berbagai unsur pimpinan Muhammadiyah serta tokoh masyarakat setempat. Sejumlah tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan PCM Turi, PCA Turi, dukuh setempat, PRM Ngentak, serta unsur masyarakat seperti RW, RT, dan takmir masjid. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan gerakan dakwah perempuan Muhammadiyah di tingkat akar rumput. Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan yang dipandu oleh panitia. Rangkaian pembukaan meliputi tilawah Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, serta Mars ‘Aisyiyah, sebelum dilanjutkan dengan sambutan dari para pimpinan organisasi. Ketua PRA Ngentak, Siti Kusniah, S.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Baitul Arqam menjadi sarana penting untuk memperkuat ideologi serta komitmen kader dalam menjalankan dakwah Islam. “Melalui kegiatan ini kami berharap para kader ‘Aisyiyah semakin memahami nilai-nilai perjuangan organisasi dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya. Sementara itu Ketua PCA Turi, Sri Winarti, M.Pd, menyampaikan bahwa kaderisasi merupakan ruh gerakan ‘Aisyiyah yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, kader ‘Aisyiyah tidak hanya dituntut aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, berilmu, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Kader ‘Aisyiyah harus memiliki iman yang kuat, ikhlas dalam beramal, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” kata Sri Winarti. Kegiatan Baitul Arqam tersebut menghadirkan berbagai materi yang bertujuan memperkaya wawasan peserta, di antaranya dinamika perjuangan ‘Aisyiyah, ibadah praktis, kepemimpinan dalam organisasi, hingga motivasi perempuan inspiratif dan risalah perempuan berkemajuan. Materi-materi tersebut disampaikan oleh sejumlah narasumber dari unsur pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah seperti dengan materi PHIWM / Kepemimpinan, Motifasi Perempuan Inspiratif, Kreatif, Produktif dan Risalah Perempuan Berkemajuan, ke Aisyiyahan dengan pemateri MPK PDA Sleman, Firra Berlinawati, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog, PCM TURI Drs. Bambang, Hj. Sri W Mpd. Turi, Pdmsleman.Mu.Or.Id Selain materi kelas, peserta juga mengikuti kegiatan spiritual seperti shalat tahajud, shalat subuh berjamaah, kultum, serta aktivitas kebersamaan berupa senam dan outbound untuk mempererat ukhuwah di antara peserta. Dalam perspektif organisasi, kader ‘Aisyiyah merupakan penerus, pelopor, sekaligus penggerak amal usaha yang memiliki peran strategis dalam menyebarkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir kader-kader perempuan Muhammadiyah yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara benar, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, empati sosial, serta semangat berkhidmat bagi umat. Kegiatan Baitul Arqam tersebut ditutup dengan pembagian santunan hari raya kepada 18 Duafa dan 5 anak yatim. Eni S salah satu panitia berpesan kepada para peserta agar terus aktif dalam gerakan dakwah dan kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungan masing-masing. Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat peran ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam yang berkontribusi dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Rep : Eni S  PCA Turi Editor  ARief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Syiar Bermuhammadiyah Kapanewon Turi Angkat Tema Puasa, Diabetes, dan Amanah Tubuh

Turi, Pdmsleman.Or.Id Kegiatan Syiar Bermuhammadiyah Kapanewon Turi digelar Ahad Kliwon, 22 Februari 2026, bertepatan 5 Ramadhan 1447 H, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ngablak, Bangunkerto, Turi. Pengajian berlangsung pukul 06.00–07.40 WIB ini menghadirkan Ustadz dr. Agus Widiyatmoko, Sp.PD., M.Kes., dosen FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus dokter di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Ketua PCM Turi Drs. Bambang Rahmanto menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa kepada segenap jama’ah dan terima kasih kepada keluarga SMPM 1 Turi selaku penyelenggara kegiatan yang diikuti jamaah lintas ranting Muhammadiyah, Aisyiyah dan AUM se-Kapanewon. Dalam tausiahnya, dr. Agus menekankan bahwa tubuh manusia merupakan amanah dari Allah SWT yang wajib dirawat, bukan sekadar dimanfaatkan. “Tubuh adalah amanah Allah, bukan milik kita sepenuhnya. Cara kita makan, beristirahat, dan beribadah menentukan kualitas kesehatan dan kekuatan ibadah,” ujarnya. Pesan ini mengaitkan dimensi spiritual dengan tanggung jawab medis, terutama di bulan Ramadhan ketika pola hidup umat berubah signifikan. Ia menjelaskan puasa sebagai “terapi dari langit” yang memberi jeda pada sistem metabolisme sekaligus menguatkan disiplin spiritual. Menurutnya, puasa yang dijalankan dengan adab makan yang benar saat sahur dan berbuka dapat membantu proses reset metabolik. “Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi melatih kendali diri, memperbaiki pola makan, dan menata niat ibadah. Jika adabnya benar, dampak kesehatannya nyata,” kata dr. Agus. Topik diabetes juga menjadi sorotan utama. Ia mengingatkan bahwa diabetes kerap datang perlahan tanpa gejala mencolok, sehingga dikenal sebagai “pembunuh senyap”. Dampaknya bisa serius, mulai dari gangguan saraf mata hingga komplikasi ginjal dan pembuluh darah. “Diabetes bukan sekadar penyakit, tapi pesan lembut agar kita memperbaiki gaya hidup. Kontrol gula darah, aktivitas fisik, dan kepatuhan berobat adalah bagian dari ikhtiar,” tuturnya. Ia mengimbau jamaah dengan riwayat diabetes untuk tetap berpuasa secara aman dengan konsultasi medis, penyesuaian obat, dan pemantauan gula darah. Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menguatkan literasi kesehatan jamaah sekaligus memperteguh nilai dakwah berkemajuan. Pesan-pesan praktis seperti makan sesuai tuntunan sunnah, porsi seimbang, tidak berlebihan saat berbuka, serta menjaga hidrasi menjadi penekanan. Di akhir pengajian, dr. Agus mengajak jamaah menutup dengan doa agar diberi kesehatan untuk menguatkan ibadah. “Mari merawat amanah-Nya. Sehatkan tubuh agar ibadah lebih kuat dan konsisten,” ucapnya. Kegiatan Syiar Bermuhammadiyah Kapanewon Turi ini diharapkan menjadi ruang edukasi rutin yang memadukan nilai keislaman dengan pengetahuan kesehatan, sehingga jamaah mampu menjalani Ramadhan secara aman, produktif, dan bermakna. Rep Editor  Arief Hartanto  MPI PDM Sleman

Loading

Sosialisasi Perlindungan Hukum dalam Perkawinan, Upaya ‘Aisyiyah Turi Cegah KDRT dan Perceraian

Turi,l Pdmsleman.Or.Id PCA ‘Aisyiyah Kapanewon Turi bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Perlindungan Hukum dalam Perkawinan pada Selasa, 17 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Turi–Tempel KM 3,5, Ngablak, Bangunkerto, Turi, Sleman. Pesertanya beragam mulai dari kader ‘Aisyiyah, pengurus ranting, hingga warga sekitar yang datang untuk sama-sama memperkuat literasi hukum dalam keluarga. Dalam sambutannya, Ketua PCA Turi, Sri Winarti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan mengapa kegiatan ini penting. Ia menekankan bahwa pemahaman hukum dalam perkawinan bukan sekadar teori, tetapi bekal nyata untuk kehidupan keluarga. “Harapannya, sosialisasi ini bisa membantu mencegah KDRT, menekan angka perceraian, dan menguatkan keluarga agar lebih harmonis serta bermartabat,” tuturnya. Menurutnya, memahami hak dan kewajiban suami-istri adalah fondasi penting menuju keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Acara ini menghadirkan dua narasumber dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yaitu Dr. Perwitiningsih, S.H., M.Kn. dan Dr. Septi Nur Wijayanti, S.H., M.H.. Selain sebagai dosen, Dr. Septi juga aktif di ‘Aisyiyah sebagai Ketua PRA Donokerto 1 dan Ketua Majelis Hak Asasi dan Hukum (MHH). Keduanya membawakan materi yang saling melengkapi: dari sisi hukum positif perkawinan hingga penguatan ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai Islam. Dr. Perwitiningsih mengajak peserta memahami perlindungan hukum dalam perkawinan secara utuh—mulai dari legalitas pernikahan, hak istri dan anak, pencegahan serta penanganan KDRT, sampai jalur perlindungan hukum bagi korban. Ia mengingatkan bahwa literasi hukum sebaiknya dimulai sejak pra-nikah. Dengan begitu, pasangan paham konsekuensi yuridis seperti harta bersama, nafkah, pengasuhan anak, dan langkah hukum jika terjadi sengketa. “Perkawinan yang aman dan bermartabat perlu ditopang pengetahuan hukum yang memadai, terutama bagi perempuan agar tidak berada pada posisi rentan,” tegasnya. Sementara itu, Dr. Septi Nur Wijayanti menekankan peran ‘Aisyiyah sebagai agen perubahan di tingkat akar rumput dalam membangun keluarga sakinah. Menurutnya, organisasi perempuan punya posisi strategis dalam pendampingan keluarga, mediasi konflik, hingga mengarahkan akses layanan ketika muncul persoalan hukum. “Nilai-nilai, komunikasi pasangan, dan literasi hak hukum harus berjalan bersama. Dengan jejaring yang kuat, ‘Aisyiyah bisa membangun keluarga sakinah secara lebih sistemik,” ujarnya. Diskusi pun mengalir hangat dan interaktif. Peserta berbagi pengalaman dan bertanya soal pencatatan perkawinan, perlindungan korban KDRT, hak nafkah, hingga akses bantuan hukum. Para narasumber menanggapi dengan contoh kasus dan rujukan prosedur yang praktis, sehingga mudah dipahami dan diterapkan. Kegiatan ini juga menjadi momentum PCA Turi untuk menguatkan program edukasi pra-nikah dan pendampingan keluarga di tingkat ranting. Ke depan, akan ada kelas literasi hukum berkala, klinik konsultasi keluarga, serta penguatan jejaring dengan lembaga bantuan hukum. Langkah berkelanjutan ini diharapkan mampu menekan risiko kekerasan domestik, memperkuat ketahanan keluarga, dan menghadirkan keluarga-keluarga yang aman, bermartabat, serta berdaya di Kapanewon Turi. RepIndira PCA Turi Editor Arief Hartanto  MPI PDM Sleman

Loading

Edukasi Kesehatan Dan Cek Kesehatan Gratis KKN UMY di Turi

Turi, Pdmsleman.Or.Id Kegiatan edukasi kesehatan dan cek kesehatan gratis digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran warga Padukuhan Sangurejo tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Hasil pengamatan dan diskusi bersama perangkat padukuhan menunjukkan bahwa kondisi kesehatan masyarakat secara umum tergolong baik. Meski begitu, pemahaman tentang pola hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang masih perlu terus diperkuat. Banyak keluarga yang belum sepenuhnya memahami kebutuhan gizi sesuai usia, pentingnya memantau tumbuh kembang anak, serta cara merawat kesehatan lansia agar tetap bugar dan mandiri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMY REG–025 dibawah bimbingan DPL DR. H. Agus Nugroho Setiawan dan bertempat di wilayah Turi ingin membantu warga memahami bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama dalam keluarga. Edukasi yang diberikan menekankan pentingnya gizi seimbang sepanjang hayat, mulai dari balita, orang dewasa, hingga lansia. Selain itu, warga diajak memahami alasan mengapa asupan gizi yang cukup sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh, konsentrasi belajar anak, hingga kualitas hidup lansia. Kesadaran keluarga untuk saling menjaga kesehatan diharapkan tumbuh, tidak hanya ketika sakit, tetapi juga sebagai langkah pencegahan. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu kedua pelaksanaan KKN, bertempat di wilayah Turi, dengan rangkaian acara berupa penyuluhan kesehatan tentang gizi anak dan perawatan kesehatan lansia. Materi disampaikan secara interaktif, dilanjutkan sesi tanya jawab agar warga dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Selain itu, kader kesehatan dan orang tua didampingi dalam memahami cara memantau berat badan serta tinggi badan balita sebagai indikator tumbuh kembang. Layanan cek kesehatan gratis juga disediakan, meliputi pemeriksaan tekanan darah, berat badan, cek gula darah, serta konsultasi singkat dengan tenaga medis. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026 di Pendopo Embung Kaliaji, Padukuhan Sangurejo. Sekitar 35 warga, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu dan lansia, hadir mengikuti kegiatan dengan antusias. Suasana pendopo yang terbuka membuat kegiatan terasa santai, sehingga peserta lebih leluasa berdiskusi tentang kebiasaan makan di rumah, pola aktivitas harian, serta keluhan kesehatan yang sering muncul. Narasumber kegiatan ini adalah dr. Fadhil Aulia Widianto, seorang dokter umum yang aktif berpraktik di Procto Clinic Jogja dan RSU Puri Husada. Ia menyampaikan materi dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan warga. Dalam pemaparannya, dr. Fadhil menekankan pentingnya gizi sesuai usia, deteksi dini gangguan pertumbuhan anak, serta upaya menjaga kualitas hidup lansia melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik ringan yang rutin. Warga menyambut baik kegiatan ini, terutama layanan cek kesehatan gratis yang dirasakan sangat membantu. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan untuk bertanya tentang pola makan anak, cara mengontrol tekanan darah, hingga kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan di rumah agar tetap sehat. Ketua Karang Taruna Padukuhan Sangurejo, Agung, menyampaikan bahwa kegiatan ini tepat sasaran mengingat jumlah lansia di wilayah tersebut cukup banyak. Melalui pemeriksaan gula darah, para lansia menjadi lebih memahami kondisi tubuhnya, sehingga bisa mulai mengatur konsumsi gula dengan lebih bijak sesuai kebutuhan masing-masing. Rep Arief Hartanto

Loading

Optimalisasi Potensi Usaha Mikro melalui Program DIY Parfum Laundry oleh  Mahasiswa KKN Reguler 124 UMY

Turi, Pdmsleman.Or.id Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 124 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Girikerto Turi Sleman yang berada di bawah bimbingan Dr. Siti Dyah Handayani, S.E., M.M. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melaksanakan program kerja berupa pelatihan pembuatan DIY parfum laundry di Dusun Tritis, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan parfum laundry di masyarakat, sementara harga produk di pasaran relatif cukup mahal. Padahal, parfum laundry dapat dibuat secara mandiri dengan bahan yang mudah diperoleh dan biaya yang lebih terjangkau, sehingga juga bisa berpotensi menjadi peluang usaha rumahan bagi warga. Pelatihan yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026 ini diikuti oleh 35 peserta dari ibu-ibu RW 02 Dusun Tritis. Kegiatan menghadirkan anggota KKN Reguler 124 UMY sebagai narasumber sekaligus fasilitator. M.Irsyad muzaki selaku ketua KKN 124 menyampaikan adapun kegiatan ini kami selenggarakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya ibu ibu, agar dapat memanfaatkan peluang usaha rumahan yang sederhana dan memiliki nilai ekonomis. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai bahan-bahan yang digunakan seperti bibit parfum, methanol, dan fixative, termasuk fungsi serta takaran yang tepat agar menghasilkan aroma yang tahan lama. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai analisis SWOT produk DIY parfum laundry agar mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam mengembangkan usaha tersebut. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, dan praktik langsung pembuatan parfum laundry secara berkelompok hingga tahap pengemasan sederhana. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan mencoba langsung proses pencampuran bahan. Melalui program ini, mahasiswa KKN Reguler 124 UMY bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta mendorong terciptanya peluang usaha yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi warga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta mampu memahami proses produksi sekaligus potensi pengembangan usaha parfum laundry sebagai produk bernilai jual di lingkungan sekitar. Editor Arief Haratnto MPI PDM Sleman

Loading

Kajian PRM Girikerto Bersama H. Sudarto PDM Sleman, Menyambut Ramadhan sebagai Bulan Ampunan dan Pendidikan Iman

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Girikerto menggelar kajian Ahad Legi dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Ahad (8/2/2026). Kegiatan keagamaan ini menghadirkan Ustadz H. Sudarto, S.Pd., dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman sebagai penceramah utama. Dalam kajiannya, Ustadz Sudarto menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan istimewa yang memiliki banyak sebutan mulia. Di antaranya Syahrul ‘Adin (bulan ibadah), Syahrul Mubarak (bulan penuh keberkahan), serta Syahrul Maghfirah (bulan ampunan). “Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi bulan pendidikan iman dan kesempatan besar bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan Allah SWT,” ujarnya di hadapan jamaah. Ia menegaskan bahwa perintah berpuasa di bulan Ramadhan secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 yang menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan yang batil. “Siapa pun yang menjumpai bulan Ramadhan, maka wajib baginya berpuasa. Ini perintah langsung dari Allah, bukan pilihan,” tegasnya. Lebih lanjut, Ustadz Sudarto mengaitkan makna Ramadhan sebagai Syahrul Maghfirah dengan kisah doa Malaikat Jibril yang diamini oleh Rasulullah SAW. Ia mengutip hadis riwayat Ibnu Khuzaimah, Ahmad, dan Al-Baihaqi tentang celakanya seseorang yang menjumpai Ramadhan namun tidak mendapatkan ampunan dosa. “Hadis ini menjadi peringatan keras bagi umat Islam. Jangan sampai kita melewati Ramadhan tanpa ampunan,” katanya. Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga mengamini doa Malaikat Jibril terkait tiga golongan yang celaka, salah satunya adalah orang yang masuk dan keluar bulan Ramadhan tanpa diampuni dosanya. Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bazzar, Hakim, dan Bukhari. Menurut Ustadz Sudarto, tidak diampuninya dosa seseorang di bulan Ramadhan bisa disebabkan karena tidak menjalankan perintah Allah dengan benar, termasuk puasa yang tidak sesuai tuntunan. “Bisa jadi puasanya hanya menahan lapar dan haus, tetapi tidak menjaga lisan, perilaku, dan niat ibadah,” jelasnya. Sebagaimana disampaikan oleh Dr. H. Agus Nugroho Setiawan dari PCM Turi yang turut hadir dalam kajian tersebut. Pentingnya kualitas ibadah, khususnya shalat. “Shalat harus dilakukan sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW, yakni di awal waktu, berjamaah di masjid, dan dengan kekhusyukan,” tuturnya. Ia menambahkan, pada bulan Ramadhan ibadah shalat harus lebih diintensifkan, baik shalat wajib maupun sunnah. “Shalat tarawih harus dilakukan secara istiqamah selama Ramadhan, bukan hanya semangat di awal bulan saja,” pungkasnya. Kajian ini diharapkan dapat menjadi pengingat dan bekal spiritual bagi jamaah PRM Girikerto dalam menyambut dan mengisi bulan Ramadhan dengan ibadah yang berkualitas serta penuh kesadaran iman. Rep   H. Agus NS PCM Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Perayaan Milad ke-49 TK ABA Sidoharjo: Membentuk Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia

 Turi, Pdmsleman.Or.id Suasana kemeriahan menyelimuti TK ABA Sidoharjo Unit 2 pada Kamis, 15 Januari 2026. Lembaga pendidikan anak usia dini ini menggelar perayaan hari jadi yang ke-49 dengan mengusung tema besar, “Milad TK ABA Sidoharjo yang ke-49 tahun, dalam Cahaya Isra Mi’raj: Mendidik Murid yang Cerdas dan Berakhlak Mulia.” Acara ini tidak hanya menjadi ajang syukur atas usia sekolah yang hampir mencapai setengah abad, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara pengurus, guru, purna tugas, dan wali murid. Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan sesi pra-acara pada pukul 08.00 WIB. Antusiasme anak-anak terlihat saat Axella dari kelas B3 membawakan lagu “Bila Ku Pandang Wajahmu” . Semangat keceriaan semakin memuncak dengan pelaksanaan senam “Aku Cinta Indonesia” dan senam bersama sebagai bagian dari kampanye hidup sehat di lingkungan sekolah. Tak ketinggalan, panitia juga membagikan tujuh unit doorprize anak pada sesi awal ini untuk memacu semangat para siswa. Memasuki agenda formal, pembukaan dimulai oleh pembawa acara yang dilanjutkan dengan pembacaan doa surat pendek oleh Fatima. Nuansa khidmat terasa saat Kamila memimpin seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” serta “Mars TK ABA”. Pendidikan karakter juga ditampilkan secara nyata melalui penampilan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang dibawakan dengan apik oleh Ais dan Ayu. Kepala Sekolah TK ABA Sidoharjo, Sri Maharti, M.Pd., dalam sambutannya menekankan perjalanan panjang sekolah hingga mencapai usia ke-49 tahun dengan banyak prestasi yang ditorehkan. Prosesi syukur ditandai dengan pemotongan tumpeng yang disampaikan kepada Drs. Samsuri selaku Ketua Komite, serta perwakilan dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM).    Panewu Anom Turi, Muh. Yunan Nurtrianto, S.STP., M.Sc., memberikan apresiasi atas nama Kapanewon “Selamat dan sukses atas milad TK ABA Sidoharjo yang ke-49. Terima kasih atas kiprah TK ABA Sidoharjo selama ini yang telah ikut serta menyukseskan program pemerintah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” Dukungan dari Drs. Bambang Rahmanto selaku Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi “ kami berharap untuk kedepannya bisa lebih harum namanya dan dipercaya di masyarakat dan untuk mempertahankan prestasi yang selama ini sudah banyak diraih, karena kedepannya tantangan generasi penerus akan lebih berat”. Acara ini berlangsung atas Kerjasama penuh antara jajaran sekolah dan persatuan wali murid yang bersama menyiapkan dan mensukseskan acara.  Momen penuh haru pun terjadi saat sesi pemberian kenang-kenangan kepada tujuh purna kepala sekolah dan guru (Bunda Harti), di antaranya Ibu Partiinah, Ibu Siti Fatimah, Ibu Siti Komariah, Ibu Muji Rahayu, Ibu Siti Juwaidah, Ibu Sri Sugiyanti, dan Ibu Sulimah. Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi mereka yang telah meletakkan fondasi pendidikan di sekolah ini. Selain agenda seremonial, acara ini juga menyediakan fasilitas pemeriksaan gratis dari Kimia Farma yang sangat bermanfaat bagi tamu undangan dan orang tua murid. Menjelang siang, keceriaan kembali hadir melalui sesi juru kisah atau dongeng interaktif bersama Pakde Sam yang diikuti dengan penuh tawa oleh anak-anak. Acara ditutup dengan pembagian doorprize menarik yang sangat melimpah. Panitia menyediakan 31 unit doorprize dewasa, serta 14 doorprize utama untuk kategori anak-anak. Melalui perayaan ini, TK ABA Sidoharjo berharap dapat terus menjadi cahaya pendidikan yang melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia sesuai nilai-nilai luhur agama. Rep Editor Arief Hartanto

Loading

PCM Turi Terima Wakaf Tanah Sawah di Girikerto

Turi, Pdmsleman.Or.IdPimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi kembali menerima amanah besar dalam upaya pengembangan dakwah dan pemberdayaan umat. Bertempat di Aula Lantai 2 Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Turi, telah dilaksanakan prosesi ikrar wakaf sebidang tanah sawah yang berlokasi di Somoitan, Girikerto, Turi, Sleman pada Senin (12/1).Tanah seluas 584 meter persegi tersebut diserahkan oleh Bapak Suratno, warga Somoitan, kepada Persyarikatan Muhammadiyah sebagai Nazhir (pengelola wakaf). Penyerahan ini menjadi bukti nyata kepercayaan masyarakat terhadap integritas Muhammadiyah dalam mengelola aset umat secara profesional dan produktif.Prosesi ikrar wakaf berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta saksi-saksi kunci. Ikrar tersebut diucapkan langsung oleh Wakif (pemberi wakaf), Bapak Suratno, di hadapan Kepala KUA Turi yang bertindak sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW).Hadir dalam acara tersebut Ketua PCM Turi, Drs. Bambang Rahmanto, yang secara simbolis menerima amanah tersebut. Selain itu, hadir pula dua orang saksi yang menguatkan keabsahan prosesi tersebut, yakni Abu Mustofa dan Tri Murtolo.Ketua PCM Turi, Drs. Bambang Rahmanto, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga Bapak Suratno. Menurutnya, setiap jengkal tanah yang diwakafkan ke Muhammadiyah adalah investasi akhirat yang akan terus mengalir pahalanya.“Kami atas nama Persyarikatan Muhammadiyah mengucapkan jazakumullah khairan katsiran kepada Bapak Suratno. Amanah berupa tanah sawah seluas 584 meter persegi ini akan kami jaga dan kami kelola sesuai dengan peruntukannya demi kemaslahatan umat, khususnya di wilayah Turi,” ujar Bambang Rahmanto di sela-sela acara.Lokasi tanah yang berada di Somoitan, Girikerto, dikenal sebagai kawasan yang subur. Muhammadiyah Turi berkomitmen untuk memastikan lahan tersebut tetap produktif. Pengelolaan aset wakaf dalam Muhammadiyah tidak hanya berhenti pada legalitas administratif, tetapi juga pada optimalisasi fungsi lahan untuk mendukung program-program dakwah, sosial, maupun pendidikan.Penambahan aset ini menambah daftar panjang inventaris wakaf yang dikelola oleh PCM Turi. Hal ini sekaligus menjadi motivasi bagi warga Muhammadiyah lainnya untuk terus gemar berwakaf, mengingat wakaf merupakan salah satu pilar kekuatan ekonomi dan dakwah Islam yang berkelanjutan.Wakaf warga Somoitan ini untuk amal usaha Muhammadiyah, yang hasil/ manfaatnya untuk kemakmuran Masjid Umar bin Khattab Somoitan sebagaimana disampaikan Bahari AW dari KUA Turi pada Senin. Kepala KUA Turi selaku PPAIW dalam sambutannya mengingatkan pentingnya legalitas dalam setiap transaksi wakaf. Dengan adanya Akta Ikrar Wakaf (AIW), maka status tanah tersebut telah sah secara hukum negara dan terlindungi dari sengketa di masa depan.“Langkah yang diambil PCM Turi dan Bapak Suratno hari ini adalah teladan yang baik. Tertib administrasi wakaf sangat penting agar niat mulia wakif tetap terjaga dan manfaatnya bisa dirasakan lintas generasi,” ungkapnya. Rep- Editor arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading