Turi, Pdmsleman.Or.Id Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi, Drs. Bambang Rahmanto, mengajak umat Islam untuk memaksimalkan berbagai amalan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan materi dalam kegiatan Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Bangunkerto 1 dan Bangunkerto 2, Kecamatan Turi, Sleman. Dalam kesempatan tersebut, Bambang Rahmanto menekankan pentingnya memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadhan sebagai momentum meraih keutamaan Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan. “Sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah kesempatan yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal ibadah. Jangan sampai kesempatan ini terlewat begitu saja,” ujarnya di hadapan para peserta Baitul Arqam. Ia menjelaskan beberapa amalan sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten setiap malam selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Salah satunya adalah bersedekah setiap hari meskipun dengan nominal kecil. “Sedekahkan kepada siapa saja setiap hari minimal Rp1.000 dalam sepuluh malam terakhir. Jika Lailatul Qadar jatuh pada malam tersebut, maka pahala sedekah itu seakan-akan dilakukan selama 84 tahun,” jelas Bambang Rahmanto. Selain sedekah, ia juga menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan shalat sunnah minimal dua rakaat setiap malam. Menurutnya, amalan sederhana namun dilakukan dengan istiqamah dapat menjadi ladang pahala besar apabila bertepatan dengan malam Lailatul Qadar. “Kerjakan shalat sunnah minimal dua rakaat setiap malam. Jika malam itu adalah Lailatul Qadar, maka seolah-olah kita melakukan shalat selama 84 tahun,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya membaca Al-Qur’an, salah satunya dengan membaca Surat Al-Ikhlas minimal tiga kali setiap malam. “Jika kita membaca Surat Al-Ikhlas tiga kali setiap malam dan itu bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka pahalanya seperti mengkhatamkan Al-Qur’an selama puluhan tahun,” tambahnya. Lebih lanjut, Bambang Rahmanto mendorong umat Islam untuk memahami makna dan keagungan Lailatul Qadar dengan membaca tafsir Surat Al-Qadar. Menurutnya, pemahaman yang mendalam akan membuat seseorang lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah. Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak hanya menunggu malam ke-27 Ramadhan untuk memperbanyak ibadah. Sebab, Lailatul Qadar bisa terjadi pada malam mana pun di sepuluh malam terakhir. “Jangan menunggu malam tertentu saja. Jadikan seluruh sepuluh malam terakhir sebagai target ibadah kita,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Bambang Rahmanto juga mengingatkan doa yang dianjurkan Rasulullah SAW ketika mencari Lailatul Qadar, yaitu “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” yang berarti, Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku. Selain memperbanyak ibadah, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dengan istirahat yang cukup, seperti melakukan tidur siang sejenak atau qailulah, serta menjaga pola makan agar tidak berlebihan. Bambang Rahmanto juga mengajak umat Islam untuk melibatkan keluarga dalam ibadah malam, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Ia menutup pesannya dengan mengingatkan agar seluruh amal ibadah dilakukan dengan ikhlas dan tidak dipamerkan di media sosial. “Biarlah ibadah itu menjadi rahasia indah antara kita dengan Allah. Yang paling penting adalah kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya,” pungkasnya.
![]()