![]()
Category Archives: Turi
200 Rider BikersMu Klaten Melaju Bersama Dakwah Gelar Syawalan dan Baksos di PCM Turi dan Watupurbo
Turi, Pdmsleman.Or.Id 200an riders Komunitas Bikers Muhammadiyah (BikersMu) Chapter Klaten menggelar kegiatan Touring Syawalan dan Taddabur Alam pada Ahad (5/4/2026) dengan rangkaian kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah Turi, Sleman. Menurut Ketua Panitia acara Touring Eko Teguh Wibawanto Kegiatan ini diawali dengan perjalanan dari Klaten menuju lokasi bakti sosial di Masjid Shirothol Mustaqim Ngentak, kemudian dilanjutkan dengan pengajian dan halal bihalal serta ditutup dengan refreshing di Grojogan Watu Purbo. Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kegiatan sosial yang dilakukan oleh BikersMu Klaten. Ia menilai kegiatan ini menjadi bentuk nyata silaturahmi sekaligus dakwah sosial yang menyentuh masyarakat. “Alhamdulillah kami dari PCM Turi merasa senang dengan adanya kegiatan silaturahmi dan bakti sosial dari BikersMu Klaten ini. Ini bukan sekadar touring, tetapi juga membawa nilai dakwah dan kepedulian sosial,” ujar Bambang Rahmanto. Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara komunitas seperti BikersMu dengan struktur Muhammadiyah di tingkat cabang sangat penting dalam memperluas manfaat bagi umat. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mempererat hubungan antar daerah. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk menggabungkan hobi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya. Ketua LDK PDM Klaten dalam tausiyahnya mengingatkan semua peserta untuk selalu menguatkan iman dan dakwah salah satunya melalui BikersMU dan janganlah kita meninggalkan generasi yang lemah iman dan ilmu karena tantangan kehidupan tidak semakin ringan karenanya bekali anak-anak kita dengan iman dan ilmu. Sementara itu, kegiatan bakti sosial dipusatkan di Masjid Shirothol Mustaqim Ngentak, sebagaimana hasil koordinasi antara BikersMu Klaten dengan BikersMu Sleman dan PCM Turi sebagai tuan rumah. Setelah pelaksanaan bakti sosial, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Grojogan Watu Purbo dikawal dari Polsek Turi dan KOKAM Turi melalui jalan-jalan pedesaan yang menghijau asri dalam suasana kebersamaan sekaligus refleksi spiritual di tengah keindahan alam. Selain sebagai ajang silaturahmi pasca Idul Fitri, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di kalangan anggota BikersMu. Dengan menggabungkan touring, dakwah, dan aksi sosial, BikersMu Klaten menunjukkan bahwa komunitas otomotif juga dapat berperan aktif dalam kegiatan keumatan. Kegiatan ditutup dengan menikmati suasana alam di kawasan Grojogan Watu Purbo Merdikorejo Tempel dan sebelum rombongan kembali ke Klaten sejumlah BikersMU Wedi Klaten menyempatkan mampir ke kediaman Lina Seragam di Ngentak Bangunkerto Turi, salah satu warga dari Wedi Lina Wahyu Triningsih yang kini membuka usaka konveksi di Turi yang dulunya juga aktivis dari Klaten . Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan penuh keakraban, mencerminkan semangat Syawalan dengan silaturahmi dan ukhuwah. Arief Hartanto Turi
![]()
PCM Turi Sukses Kembangkan Program Ternak Ayam “Kokam” (Komersial Kampung)
Turi, Pdmsleman.Or.Id Sejahtera dan menyejahterakan itulah kalimat yang dijadikan slogan kelompok ternak PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Turi. Program Ketahanan Pangan yang marak dikampanyekan akhir-akhir ini menginspirasi warga Muhammadiyah Turi untuk berjaringan dalam sektor pertanian dan peternakan. Pasalnya, lebih dari 60% profesi penduduk Turi berprofesi sebagai petani dan peternak yang didukung dengan area pertanian dan peternakan yang potensial. Majlis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PCM telah berhasil menggagas dan mewujudkan progam peternakan ayam “KOKAM” (Komersial Kampung) berbasis jaringan atau kelompok. Program ini sudah berjalan lancar di Batch 1 yang menggelontorkan bantuan DOC (Day-old Chicken) Elba kepada anggota ternaknya dengan sistem undian. Menurut Udin, selaku koordinator program “KOKAM”, ternak ini dinilai efektif karena selain penerapan “portfolio management” juga dapat memberikan wahana edukasi kepada warga Muhammadiyah bukan hanya sekedar teoritis namun juga aksi nyata walaupun dalam sekala kecil atau UMKM. Batch 1 program ternak ini dimulai akhir Desember 2025, peternak yang memperoleh bantuan skala 50 ekor DOC ayam Elba dari Majlis Ekonomi saja sudah dapat mencetak pulet (calon induk betina) di usia 2-3 bulan dengan harga penjualan Rp 6.500 – Rp 7.000 per minggu. Artinya, peternak warga Muhammadiyah ini dapat melakukan “creating value” kepada hewan ternaknya hanya dalam 2-3 bulan. Jika dihitung-hitung dengan jumlah panen misal 60% ayam betina (pulet) dari 50 ekor bantuan DOC dari Majlis Ekonomi saja, ayam sudah bisa dijual dengan harga Rp 80.000 – 85.000 umur 3 bulannya yakni dengan penjualan sebesar 2jt belum termasuk ayam Elba jantannya. Menurut informasi Mastoni, selaku penerima bantuan DOC Elba untuk membesarkan 50 ekor DOC elba sampai umur 2 bulan hanya dibutuhkan pakan sekitar 1 sak atau 50 kg. Faktanya, bisa panen di usia 2 bulan atau 1 bulan lebih cepat dengan harga maksimal Rp52.000/ekor Elba betina. Artinya, penjualan dari 50% total ayam yang keluar betina bisa Rp 1.300.000 (belum termasuk pejantannya). Harga pakan per sak saat ini Rp 450.000 – 470.000 dengan berat 50kg. Keuntungan setelah dikurangi harga pakan yang diperolehnya Rp.850.000 (belum dikurangi vitamin, sekam, dll) selama 2 bulan. Atas dasar keberhasilan simulasi bisnis di batch awal ini yang telah diprakarsai dan didukung penuh oleh Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata PCM Turi, Mawardi selaku ketua menuturkan selain kita sudah berhasil dengan produk beras “BERMUTU” saatnya kita akan kembangkan produk lokal lainnya yakni produk ayam dengan pemuliaan galur dan masih dalam proses riset warga Muhammadiyah Turi yang tergabung dalam kelompok TernakMU. “Tujuannya ringkas, kita akan gerakkan roda ekonomi umat melalui produk kita sendiri untuk memenuhi kebutuhan pasar”. Bambang Rahmanto, selaku ketua umum PCM Turi pun gayung bersambut dan tertarik menghadiri rapat kelompok TernakMU PCM Turi pada tanggal 1/4/2026 di Lungguhrejo bahkan juga terlibat menjadi peternak praktis untuk mengawal dan mendukung penuh program Majlis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata PCM Turi. Bambang Rahmanto yang akrab dipanggil Bara ini berharap “ kegiatan ternak ini semoga akan terus bertambah banyak pesertanya dan dapat menyejahterakan umat melalui perputaran roda ekonominya dimulai dari lingkungan yang kecil dan dimilai dari sekarang”. Dalam rapat tersebut diskusi teknis juga sangat interaktif dengan juga dihadirkan narasumber Agung Sulistyo, Peternak Senior Ayam Layer (petelur merah) berpengalaman yang memiliki ternak dengan kapasitas sekitar ribuan ekor dan Fajar, peternak senior ayam kampung modern yang merupakan warga Muhammadiyah Turi. Mawardi juga menegaskan kemandirian ekonomi umat itu perlu dikondisikan yakni diberikan pembinaan, konsolidasi, dan stimulasi agar inkubasi bisnis warga Muhammadiyah itu lebih berkemajuan. Rep Udin MEK PCM Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Syawalan Bersama Prof. Drh. H. Agung Budiyanto, Halal Bil Halal & Pamitan Jama’ah Haji PCM Turi
Muhammadiyah Turi
![]()
Pengajian Syawalan PCM Turi, Teguhkan dan Spirit Kepedulian Sosial
Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi menggelar Pengajian Syawalan, Halal Bihalal, serta pamitan jamaah haji pada Ahad Kliwon, 10 Syawal 1447 H atau 29 Maret 2026 bertempat di Gedung DakwahMu di Ngablak Bangunkerto Turi. Kegiatan yang dihadiri sekitar 500an jamaah ini berlangsung khidmat dengan menghadirkan narasumber utama Prof. Drh. H. Agung Budiyanto. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan DR. H. Agus Nugroho Setiawan PCM Turi yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Syawal sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan amal ibadah pasca-Ramadan. “Atas nama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi, kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga amal ibadah kita selama Ramadan diterima Allah dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadan yang akan datang,” ujarnya sebagaimana disampaikan kepada contributor Arief Hartanto. Sambutan juga disampaikan perwakilan pemerintah kapanewon yang diwakili Panewu Anom Turi Muh. Yunan Nurtrianto, S.STP, M.Sc. Ia memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah Turi atas kontribusinya dalam mendukung program pemerintah, sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama mengatasi persoalan sosial. Hadir juga sejumlah Lurah dan Kapolsek dan Danramil Turi dalam kesempatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Muhammadiyah Turi yang telah membantu program pemerintah. Namun, kami juga mengajak untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi masyarakat sangat dibutuhkan melalui kegiatan pemberdayaan dan kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Memasuki sesi inti, pengajian disampaikan oleh Prof. Drh. H. Agung Budiyanto yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Syawal merupakan refleksi dari keberhasilan pembinaan spiritual selama bulan suci. “Ramadan itu membentuk karakter. Setelah Ramadan, manusia seharusnya lebih cepat mendekat kepada Allah, lebih rendah hati, dan tidak merasa paling hebat. Kita ini sejatinya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. “Apa yang ada di sisi kita akan lenyap, sedangkan yang ada di sisi Allah itulah yang kekal. Maka setiap aktivitas harus bernilai akhirat,” lanjutnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya mengendalikan emosi sebagai bentuk kekuatan sejati. “Orang kuat itu bukan yang menang berkelahi, tetapi yang mampu menahan amarah,” ujarnya, mengutip hadis Nabi. Rangkaian acara dilanjutkan dengan ikrar halal bihalal yang berlangsung penuh haru. Seluruh jamaah saling memaafkan atas kesalahan yang disengaja maupun tidak, sebagai wujud pembersihan hati di bulan Syawal. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk pamitan jamaah haji PCM Turi tahun 1447 H. Perwakilan jamaah, Sri Ismawati, SE., menyampaikan permohonan doa restu kepada seluruh hadirin. “Kami memohon doa agar diberikan kesehatan, kelancaran, dan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sempurna serta kembali dengan predikat haji mabrur,” tuturnya. Ia menyebutkan sebanyak 14 calon jamaah haji dari keluarga Muhammadiyah Turi dijadwalkan berangkat pada 23 April 2026. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah serta sarapan pagi Soto Bersama seluruh jama’ah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen jamaah dalam meningkatkan kualitas ibadah serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Rep n Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H Jumat 20 Maret 2026 Lapangan Ngablak Bangunkerto PRM Sidoharjo
Muhammadiyah Turi
![]()
PCNA Turi Luncurkan Program “Pusat Belajar Keluarga” Lewat Kajian Kemuslimahan yang Inspiratif
Turi , Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Turi sukses menyelenggarakan kegiatan “Kajian Kemuslimahan & Launching Program Pusat Belajar Keluarga” pada Sabtu (14/03/2026). Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Turi, acara ini dihadiri oleh 25 peserta yang berasal dari berbagai organisasi lintas sektoral, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap penguatan peran perempuan dan keluarga. Kegiatan ini merupakan buah manis dari kerja sama antara PCNA Turi dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kolaborasi ini terwujud melalui salah satu dosen UMY, yakni Yunda Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I., yang merupakan Kepala Departemen Dakwah dan Pendidikan PCNA Turi sekaligus juga bertindak sebagai narasumber utama. Dalam penyampaiannya, Anisa DM membawakan materi mendalam mengenai strategi menghidupkan bulan suci melalui framework Ramadan yang mindful (sadar penuh), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan). Selain itu, Yunda Anisa juga menekankan “ pentingnya empat pilar bagi wanita untuk meraih surga, yakni menjaga salat wajib, menunaikan puasa Ramadan, menjaga kehormatan diri, serta taat kepada suami”. Suasana diskusi berlangsung sangat dinamis; para peserta tidak hanya menyimak secara pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam memberikan pertanyaan serta umpan balik yang kritis selama sesi materi berlangsung. Meski Ketua PCNA Turi, Yunda Dyah Harumming Kinanti, berhalangan hadir secara fisik, esensi kepemimpinannya tetap terasa kental. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan moril serta sumbangsih konsep yang ia rancang sejak awal. Hal ini didukung penuh oleh kerja keras jajaran Pimpinan Harian (PH) PCNA Turi yang bahu-membahu dalam mempersiapkan segala aspek teknis demi terwujudnya acara yang bermanfaat ini. Melalui peluncuran “Pusat Belajar Keluarga” hasil kolaborasi dengan akademisi UMY ini, PCNA Turi berharap dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi para perempuan di wilayah Turi dan sekitarnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam aspek keagamaan maupun dalam membina ketahanan keluarga. Rep Nana PCNA Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Tingkatkan Motivasi Berprestasi, SMK Muhammadiyah 2 Turi Bersama Akademisi UAD
Turi, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah 2 Turi menggelar kegiatan peningkatan motivasi berprestasi bagi siswa dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yaitu Dr. Sutipyo Ru’ya, M.Si. dan Dr. Yusron Masduki, M.A. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari ikhtiar sekolah dalam menumbuhkan semangat berprestasi siswa agar memiliki bekal yang lebih kuat untuk bersaing di masa depan pada Rabu 11 Maret 2026 bertempat di UAD. Acara yang diikuti oleh siswa dan guru berlangsung dengan penuh antusias. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat membangun karakter siswa yang unggul, percaya diri, serta memiliki motivasi belajar yang tinggi. Dalam penyampaian materinya, Dr. Yusron Masduki menekankan pentingnya peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Ia berpesan agar guru menerapkan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) sehingga proses belajar menjadi lebih hidup dan mampu mendorong keterlibatan aktif siswa. Selain itu, Dr. Yusron juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus meningkatkan semangat berprestasi. Ia menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan siswa yaitu “ menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik, membangun growth mindset, belajar dari kegagalan, fokus pada proses pembelajaran, serta melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan”. Sementara itu, Dr. Sutipyo Ru’ya menjelaskan “ konsep sederhana dalam menghadapi kehidupan melalui tiga prinsip utama, yaitu Risk (risiko), Uncertainty (ketidakpastian), dan Hope (harapan). Menurutnya, setiap individu perlu berani menghadapi risiko, siap menerima ketidakpastian, serta tetap menjaga harapan sebagai kekuatan untuk terus melangkah menuju kesuksesan”. Pamuji SS, S.Si selaku Kepala Sekolah menyampaikan “ kami berharap melalui kegiatan ini, SMK Muhammadiyah 2 Turi berharap siswa semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan prestasi, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan lanjutan”. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inspiratif dan berorientasi pada masa depan siswa. Rep Pamuji S.Si SMKM 2 Turi Editor Arief Hartanto
![]()
Ketua PCM Turi Ajak Maksimalkan Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Turi, Pdmsleman.Or.Id Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi, Drs. Bambang Rahmanto, mengajak umat Islam untuk memaksimalkan berbagai amalan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan materi dalam kegiatan Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Bangunkerto 1 dan Bangunkerto 2, Kecamatan Turi, Sleman. Dalam kesempatan tersebut, Bambang Rahmanto menekankan pentingnya memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadhan sebagai momentum meraih keutamaan Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan. “Sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah kesempatan yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal ibadah. Jangan sampai kesempatan ini terlewat begitu saja,” ujarnya di hadapan para peserta Baitul Arqam. Ia menjelaskan beberapa amalan sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten setiap malam selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Salah satunya adalah bersedekah setiap hari meskipun dengan nominal kecil. “Sedekahkan kepada siapa saja setiap hari minimal Rp1.000 dalam sepuluh malam terakhir. Jika Lailatul Qadar jatuh pada malam tersebut, maka pahala sedekah itu seakan-akan dilakukan selama 84 tahun,” jelas Bambang Rahmanto. Selain sedekah, ia juga menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan shalat sunnah minimal dua rakaat setiap malam. Menurutnya, amalan sederhana namun dilakukan dengan istiqamah dapat menjadi ladang pahala besar apabila bertepatan dengan malam Lailatul Qadar. “Kerjakan shalat sunnah minimal dua rakaat setiap malam. Jika malam itu adalah Lailatul Qadar, maka seolah-olah kita melakukan shalat selama 84 tahun,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya membaca Al-Qur’an, salah satunya dengan membaca Surat Al-Ikhlas minimal tiga kali setiap malam. “Jika kita membaca Surat Al-Ikhlas tiga kali setiap malam dan itu bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka pahalanya seperti mengkhatamkan Al-Qur’an selama puluhan tahun,” tambahnya. Lebih lanjut, Bambang Rahmanto mendorong umat Islam untuk memahami makna dan keagungan Lailatul Qadar dengan membaca tafsir Surat Al-Qadar. Menurutnya, pemahaman yang mendalam akan membuat seseorang lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah. Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak hanya menunggu malam ke-27 Ramadhan untuk memperbanyak ibadah. Sebab, Lailatul Qadar bisa terjadi pada malam mana pun di sepuluh malam terakhir. “Jangan menunggu malam tertentu saja. Jadikan seluruh sepuluh malam terakhir sebagai target ibadah kita,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Bambang Rahmanto juga mengingatkan doa yang dianjurkan Rasulullah SAW ketika mencari Lailatul Qadar, yaitu “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” yang berarti, Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku. Selain memperbanyak ibadah, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dengan istirahat yang cukup, seperti melakukan tidur siang sejenak atau qailulah, serta menjaga pola makan agar tidak berlebihan. Bambang Rahmanto juga mengajak umat Islam untuk melibatkan keluarga dalam ibadah malam, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Ia menutup pesannya dengan mengingatkan agar seluruh amal ibadah dilakukan dengan ikhlas dan tidak dipamerkan di media sosial. “Biarlah ibadah itu menjadi rahasia indah antara kita dengan Allah. Yang paling penting adalah kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya,” pungkasnya.
![]()
Baitul Arqam ‘Aisyiyah Turi Perkuat Kader Perempuan Berkemajuan
Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Bangunkerto I dan II, Turi, Sleman menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam sebagai upaya memperkuat kaderisasi dan memperdalam pemahaman keislaman bagi anggota ‘Aisyiyah. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kartopranjanan Ngentak pada 6–7 Maret 2026 ini dihadiri berbagai unsur pimpinan Muhammadiyah serta tokoh masyarakat setempat. Sejumlah tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan PCM Turi, PCA Turi, dukuh setempat, PRM Ngentak, serta unsur masyarakat seperti RW, RT, dan takmir masjid. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan gerakan dakwah perempuan Muhammadiyah di tingkat akar rumput. Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan yang dipandu oleh panitia. Rangkaian pembukaan meliputi tilawah Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, serta Mars ‘Aisyiyah, sebelum dilanjutkan dengan sambutan dari para pimpinan organisasi. Ketua PRA Ngentak, Siti Kusniah, S.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Baitul Arqam menjadi sarana penting untuk memperkuat ideologi serta komitmen kader dalam menjalankan dakwah Islam. “Melalui kegiatan ini kami berharap para kader ‘Aisyiyah semakin memahami nilai-nilai perjuangan organisasi dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya. Sementara itu Ketua PCA Turi, Sri Winarti, M.Pd, menyampaikan bahwa kaderisasi merupakan ruh gerakan ‘Aisyiyah yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, kader ‘Aisyiyah tidak hanya dituntut aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, berilmu, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Kader ‘Aisyiyah harus memiliki iman yang kuat, ikhlas dalam beramal, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” kata Sri Winarti. Kegiatan Baitul Arqam tersebut menghadirkan berbagai materi yang bertujuan memperkaya wawasan peserta, di antaranya dinamika perjuangan ‘Aisyiyah, ibadah praktis, kepemimpinan dalam organisasi, hingga motivasi perempuan inspiratif dan risalah perempuan berkemajuan. Materi-materi tersebut disampaikan oleh sejumlah narasumber dari unsur pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah seperti dengan materi PHIWM / Kepemimpinan, Motifasi Perempuan Inspiratif, Kreatif, Produktif dan Risalah Perempuan Berkemajuan, ke Aisyiyahan dengan pemateri MPK PDA Sleman, Firra Berlinawati, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog, PCM TURI Drs. Bambang, Hj. Sri W Mpd. Turi, Pdmsleman.Mu.Or.Id Selain materi kelas, peserta juga mengikuti kegiatan spiritual seperti shalat tahajud, shalat subuh berjamaah, kultum, serta aktivitas kebersamaan berupa senam dan outbound untuk mempererat ukhuwah di antara peserta. Dalam perspektif organisasi, kader ‘Aisyiyah merupakan penerus, pelopor, sekaligus penggerak amal usaha yang memiliki peran strategis dalam menyebarkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir kader-kader perempuan Muhammadiyah yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara benar, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, empati sosial, serta semangat berkhidmat bagi umat. Kegiatan Baitul Arqam tersebut ditutup dengan pembagian santunan hari raya kepada 18 Duafa dan 5 anak yatim. Eni S salah satu panitia berpesan kepada para peserta agar terus aktif dalam gerakan dakwah dan kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungan masing-masing. Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat peran ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam yang berkontribusi dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Rep : Eni S PCA Turi Editor ARief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()