Turi, Pdmsleman.Or.Id
Kegiatan Syiar Bermuhammadiyah Kapanewon Turi digelar Ahad Kliwon, 22 Februari 2026, bertepatan 5 Ramadhan 1447 H, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ngablak, Bangunkerto, Turi.
Pengajian berlangsung pukul 06.00–07.40 WIB ini menghadirkan Ustadz dr. Agus Widiyatmoko, Sp.PD., M.Kes., dosen FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus dokter di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Ketua PCM Turi Drs. Bambang Rahmanto menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa kepada segenap jama’ah dan terima kasih kepada keluarga SMPM 1 Turi selaku penyelenggara kegiatan yang diikuti jamaah lintas ranting Muhammadiyah, Aisyiyah dan AUM se-Kapanewon.
Dalam tausiahnya, dr. Agus menekankan bahwa tubuh manusia merupakan amanah dari Allah SWT yang wajib dirawat, bukan sekadar dimanfaatkan. “Tubuh adalah amanah Allah, bukan milik kita sepenuhnya. Cara kita makan, beristirahat, dan beribadah menentukan kualitas kesehatan dan kekuatan ibadah,” ujarnya. Pesan ini mengaitkan dimensi spiritual dengan tanggung jawab medis, terutama di bulan Ramadhan ketika pola hidup umat berubah signifikan.
Ia menjelaskan puasa sebagai “terapi dari langit” yang memberi jeda pada sistem metabolisme sekaligus menguatkan disiplin spiritual. Menurutnya, puasa yang dijalankan dengan adab makan yang benar saat sahur dan berbuka dapat membantu proses reset metabolik. “Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi melatih kendali diri, memperbaiki pola makan, dan menata niat ibadah. Jika adabnya benar, dampak kesehatannya nyata,” kata dr. Agus.
Topik diabetes juga menjadi sorotan utama. Ia mengingatkan bahwa diabetes kerap datang perlahan tanpa gejala mencolok, sehingga dikenal sebagai “pembunuh senyap”. Dampaknya bisa serius, mulai dari gangguan saraf mata hingga komplikasi ginjal dan pembuluh darah. “Diabetes bukan sekadar penyakit, tapi pesan lembut agar kita memperbaiki gaya hidup. Kontrol gula darah, aktivitas fisik, dan kepatuhan berobat adalah bagian dari ikhtiar,” tuturnya. Ia mengimbau jamaah dengan riwayat diabetes untuk tetap berpuasa secara aman dengan konsultasi medis, penyesuaian obat, dan pemantauan gula darah.
Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menguatkan literasi kesehatan jamaah sekaligus memperteguh nilai dakwah berkemajuan. Pesan-pesan praktis seperti makan sesuai tuntunan sunnah, porsi seimbang, tidak berlebihan saat berbuka, serta menjaga hidrasi menjadi penekanan. Di akhir pengajian, dr. Agus mengajak jamaah menutup dengan doa agar diberi kesehatan untuk menguatkan ibadah. “Mari merawat amanah-Nya. Sehatkan tubuh agar ibadah lebih kuat dan konsisten,” ucapnya.
Kegiatan Syiar Bermuhammadiyah Kapanewon Turi ini diharapkan menjadi ruang edukasi rutin yang memadukan nilai keislaman dengan pengetahuan kesehatan, sehingga jamaah mampu menjalani Ramadhan secara aman, produktif, dan bermakna.
Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()




