Sleman, Pdmsleman.Mu.Or.Id
Dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru serta mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan, telah diselenggarakan Seminar Pendidikan dan Sosialisasi Regulasi Guru dengan tema “Meningkatkan Profesionalisme Guru demi Terciptanya Pendidikan Bermutu untuk Semua” pada Senin, 15 Desember 2025 bertempat di Hotel Ramada by Wyndham Jl. Magelang KM 14 Sleman Yogyakarta
Kegiatan ini diikuti oleh Dinas Pendidikan DIY, Kepala Sekolah, dan guru SMP dan SMA di Yogyakarta sejumlah 100 peserta. Seminar ini bertujuan memberikan sosialisasi regulasi guru untuk meningkatkan profesionalisme demi terciptanya pendidikan bermutu untuk semua khususnya guru dan kepalasekolah SMP SMA di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu juga memperkuat profesionalisme guru dalam meningkatkan mutu pendidikan sebagai fondasi utama tercapainya pembelajaran bermutu di sekolah. Tujuan lain adalah menjaring ide dan gagasan dari penggerak pendidikan di sekolah yang ada di Yogyakarta terkait peluang dan tantangan yang dihadapi dalam profesionalisme guru dan kepala sekolah dalam peningkatan mutu.
Dalam sambutannya, Direktur Pusat Studi Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA menyambut gembira karena dapat bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah khususnya Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru yakni tentang Kebijakan dan Peningkatan Profesionalisme Guru.
“ Peningkatan profesionalisme menjadi tugas kita bersama karena kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru, jika guru berkualitas maka tentu pendidikan akan berkualitas maju. Mutu pendidikan terus kita perjuangkan walaupun pemerintah menghadapi dua tantangan sekaligus dalam pendidikan,yang pertama akses pendidikan yang merata dari Miangas sampai Pulau Rote, akses sarana prasarana dan yang kedua mutu pendidikan, hal ini menjadi penting dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru, ungkap Bachtiar Dwi Kurniawan.
Sebagai nara sumber, dihadirkan staf khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Arif Jamali Muis, S.Pd, M.Pd memaparkan hal sangat penting terkait pendidikan agar bermutu yakni ‘guru harus kompeten dan sejahtera, tanpa itu maka proses pembelajaran, proses pendidikan itu tidak akan berjalan dengan baik, guru itu harus kompeten, hampir 90 persen program kementerian dikdasmen tahun 2025 ini untuk menunjang agar guru kompeten dan sedikit banyak agar guru sejahtera; pembelajaran mendalam, pelatihan guru, pelatihan stem dll semua itu agar guru-guru kompeten. Termasuk tahun 2026 ada beasiswa guru yang belum S1 dan D-4. Ada sekitar 150.000 guru se-Indonesia yang belum S1. Maka akan dibuka beasiswa jika mungkin bisa ditempuh 1 tahun maka yang bersangkutan kira-kira bisa menyelesaikan S1. Dan diharapkan nantinya akan mendapat tunjangan sertifikasi, papar Arif Jamali Muis
Berbagai kebijakan dan regulasi guru, termasuk standar kompetensi, pengembangan keprofesian berkelanjutan, serta implikasi regulasi terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Peserta diajak untuk memahami regulasi tidak hanya sebagai aturan atau beban administratif, tetapi sebagai instrumen untuk melindungi profesi guru dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Selanjutnya FGD/Forum Group Diskusi menghadirkan tiga nara sumber yaitu Fatur Rahman, M.Si dengan materi Profesionalisme dan kepemimpinan adaptif, membangun budaya kerja postitif di lingkungan sekolah, Paparan kedua oleh Nurwanto, S.Ag, M.A., M.Ed., Ph.D dengan materi Penguatan karakter dan etika profesi guru dari regulasi ke Implementasi. Paparan ketiga oleh Dr. H. Ridwan Furqoni, S.Pd. I, M.P.I. Praktisi, dan kepala sekolah menyampaikan materi tentang Membangun pendidikan berkeadilan.
Fatur Rahman, M.Si, merupakan praktisi pendidikan dan Majelis Dikdasmen dan PNF PWM D.I. Yogyakarta menyampaikan kepada peserta siapkah kita menjadi bagian perubahan itu ? Bagaimana respon kita? Apakah bersikap resisten, cemas atau sekedar kepatuhan adminstratif saja? Diperlukan kepemimpinan adaptif yaitu kemampuan pemimpin sekolah untuk menavigasi perubahan, ketidakpastian dan kompleksitas dengan cara membantu warga sekolah untuk belajar, menyesuaikan diri dan menemukan solusi bersama bukan sekedar menerapkan aturan atau prosedur. Bagaimana kepemimpinan adaptif meningkatkan profesionalisme guru? Profesionalisme guru bukan hasil dari perintah/intruksi, bukan karena pengawasan ketat dan bukan dari insentif administrative, melainkan hasil dari focus pada identitas bukan sekedar target, kesadaran terhadap makna dan tujuan pendidikan serta kompetensi yang berkembang.
Nurwanto, S.Ag, M.A., M.Ed, Ph.D dalam paparan kedua menyampaikan bahwa penerapan kebijakan beban kerja, kinerja, kesejahteraan dan karakter/etik ditentukan oleh kesiapan budaya, kepemimpinan etis, dan system sekolah disamping regulasi yang berorientasi mutu dan berkeadilan.
Sedangkan Dr. H. Ridwan Furqoni, S.Pd. I, M.P.I. menyampaikan ketidakadilan/kesenjangan terhadap guru baik dalam status dan perlindungan kerja; perbedaan hak antara guru ASN dan honorer, GTY, GTT, perlindungan hokum, jenjang karir dll. Adapun solusi dalam membangun pendidikan berkeadilan diantaranya; peningkatan anggaran pendidikan, pemberlakuan keadilan bagi guru negeri dan swasta,peningkatan kompetensi guru, pendidikan agar tidak formalistic dan lebih subtantif dan bermakna serta perlindungan hokum bagi pendidik
Acara diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan seputar implementasi regulasi di sekolah, tantangan yang dihadapi guru, serta solusi untuk menyelaraskan kebijakan dengan praktik pembelajaran di kelas. Hal ini menunjukkan antusiasme peserta dalam upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sebagai pendidik.
Melalui seminar dan sosialisasi ini, diharapkan para kepala sekolah dan guru mampu mengimplementasikan regulasi secara tepat dan berintegritas, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada mutu. Dengan demikian, upaya pendidikan bermutu untuk semua dapat terwujud secara berkelanjutan.
Rep H. Wahdan Arifudin S.Pd SMPM 2 Godean MPI PDM Sleman
![]()






