Jihadi TV https://www.youtube.com/watch?v=ocrZ8S94E7s
![]()
Jihadi TV https://www.youtube.com/watch?v=ocrZ8S94E7s
![]()
Turi,Pdmsleman.or.Id Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kapanewon Turi kembali menunjukkan komitmennya dalam dakwah sosial melalui kegiatan Bakti Sosial dan Pendistribusian Daging Kurban 2026. Mengusung tema “Semangat Kurban, Menyatukan Umat dalam Kepedulian”, program ini menyasar masyarakat fakir, miskin, dan dhuafa di wilayah Sleman serta Kulon Progo yang selama ini relatif minim menerima distribusi daging kurban. Kegiatan yang dilaksanakan pada 27–28 Mei 2026 tersebut merupakan kolaborasi antara Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Turi dan Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Turi. Program ini tidak hanya menjadi sarana penyaluran daging kurban, tetapi juga wahana pembinaan kader muda Muhammadiyah agar memiliki kepekaan sosial dan jiwa kepemimpinan yang kuat. Ketua panitia, Sidik Budiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilandasi semangat meneladani Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. Selain itu, kurban menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat sebagaimana disampaikan kepada redaksi pada Rabu 3 Juni 2026. “Melalui program ini, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus membentuk karakter kader muda Muhammadiyah yang peduli, disiplin, dan siap mengabdi kepada umat,” ujarnya . Program tebar daging kurban tahun ini memperoleh dukungan luas dari berbagai elemen Persyarikatan Muhammadiyah, takmir masjid, donatur, serta para sahibul kurban. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp6.878.800, berasal dari kas AMM Turi, PCM Turi, PRM, PKU Muhammadiyah Sleman, dan sejumlah donatur perseorangan. Selain dukungan dana, AMM Turi juga menerima puluhan paket daging kurban dari berbagai masjid dan kelompok masyarakat, antara lain dari Ledoknongko, Ganggong, Ngentak, Dadapan, Masjid Kelor, Masjid Ngablak, hingga Masjid Randusongo. Daging kurban kemudian disalurkan kepada warga di sejumlah wilayah, seperti Kawedan, Tegalrejo (Ngepreh), Donomulyo, Daren, kelompok dhuafa pengajian Surodadi, hingga jamaah di Ngroto, Banjarsari, Kalibawang, Kulon Progo. Sebagian paket juga diberikan kepada anggota AMM yang terlibat aktif dalam kegiatan sosial tersebut. Ketua PCPM Turi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program ini. Menurutnya, kepercayaan para sahibul kurban menjadi amanah yang harus dikelola secara profesional dan tepat sasaran. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para sahibul kurban dan seluruh donatur yang telah mempercayakan pengelolaan daging dan hewan kurban kepada PCPM dan PCNA Turi. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan yang telah diberikan ” . Melalui kegiatan ini, AMM Turi berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial yang menjadi ruh ibadah kurban terus tumbuh di tengah masyarakat. Tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi penerima manfaat, tetapi juga memperkuat peran kader Muhammadiyah sebagai pelopor gerakan sosial yang mencerahkan dan memberdayakan umat. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Jihadi TV https://www.youtube.com/watch?v=mRBg_dxPSBY
![]()
KIAIMU
![]()
Moyudan, Pdmsleman.Or,Id Pelaksanaan Idul Adha 1447 H di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman berjalan lancar. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah hewan kurban yang disembelih mencapai 89 ekor sapi dan 165 ekor domba atau kambing. Penyembelihan tersebar di beberapa masjid dan musholla se-Sumbersari. Sebagian besar dilaksanakan pada Rabu, ( 27/5/2026, dan sisanya pada Kamis, 28 /5/2026. Carik Sumbersari yang juga Bendahara PRM Sombangan Raya, Junaidi, mengatakan angka tersebut membuktikan kesadaran warga untuk beribadah kurban semakin meningkat. “Ini juga menunjukkan bahwa tingkat perekonomian di Sumbersari lebih baik dibanding sebelumnya,” ujarnya. Pemerintah Kalurahan Sumbersari memberikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara atas dedikasi dan integritasnya. Berkat kerja panitia, pelaksanaan Idul Kurban di wilayahnya berjalan lancar tanpa hambatan. Untuk tahun mendatang, Pemkal Sumbersari berharap para dukuh dapat melaporkan jumlah hewan kurban yang akan disembelih dari masing-masing padukuhan. Langkah ini bertujuan agar pemantauan dan pendataan oleh pemerintah kalurahan menjadi lebih akurat.Rep Sugiyanto Moyudan
![]()
![]()
Suasana khidmat dan menggema takbir dan tahmid meliputi Lapangan Ngablak, Bangunkerto, Turi, Sleman, Yogyakarta, pada Rabu pagi, 27 Mei 2026 atau bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriyah. Ribuan umat Muslim tumpah ruah memenuhi area lapangan untuk melaksanakan Sholat Idul Adha yang dimulai pukul 07.00 WIB. Acara yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sidoharjo. Lantunan takbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilhamd” berkumandang dahsyat, mengubah lapangan terbuka tersebut menjadi lautan getaran iman. Bertindak selaku Imam dan khotib adalah Ustaz Purnomo, S.Pd.I, memimpin jama’ah yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang. Mereka datang dari berbagai kawasan di sekitar antara lain Kawedan, Ngablak, Ledok Nongko, Bangunsari, Ngentak, Tepan, hingga Sidoarjo. Sejak pukul 06.30 WIB, jemaah sudah mulai berdatangan dan mengatur barisan saf yang rapat dan lurus, mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah pengumuman jumlah hewan kurban dari para jemaah. Total hewan kurban yang terkumpul sangat luar biasa, yakni 6 ekor lembu dan 18 ekor domba. Rinciannya, Jemaah Kawedan menyumbang 6 lembu, Ngablak 4 lembu, Ledok Nongko 4 lembu dan 8 domba, Bangunsari total 7 lembu, Ngentak 6 lembu, Tepan 3 lembu, serta Sidoarjo 3 lembu dan 2 domba. Ketua panitia menyampaikan bahwa ini adalah wujud nyata ketakwaan dan rasa syukur jamaah kepada Allah Subhanahu wa taala. Dalam khutbahnya, Ustaz Purnomo mengangkat tema esensi pengorbanan yang mengutip Surat Al-Hajj ayat 37 yang menegaskan bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah daging dan darah hewan kurban, melainkan ketakwaan dari hati para hamba-Nya. Jemaah juga diajak meneladani kishero Nabi Ibrahim dan Ismail yang menunjukkan puncak ketaatan dan kesabaran. “Ketika Ibrahim mendapat mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail menjawab dengan tegas: ‘Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.’ Inilah teladan keluarga idaman,” ujar khotib . Pimpinan ranting Muhammadiyah Sidoarjo, Gesang Subagio, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang mendukung jalannya acara. Beliau khususnya berterima kasih kepada Kelurahan Bangunkerto, para sohibul kurban, serta seluruh panitia dan jemaah yang telah berpartisipasi aktif. Infak yang terkumpul pada hari itu mencapai Rp11.184.800, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian social yang nantinya akan kembali ditasyarufkan kepada masjid dan mushola asal jama’ah dan untuk penyelenggaran hari besar Islam. Arief Hartanto Turi
![]()
Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Badan Kerjasama Sekolah (BKS) Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan hari Senin 25 Mei 2026 berhasil menyelenggarakan Syarat atau Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan bagi siswa-siswi kelas VI SD Muhammadiyah se Kapenewon Moyudan. UKT diselenggarakan di Kompleks SD Muhammadiyah Semingin, Sumbersari, Moyudan, Sleman sebagai tahapan dalam system kenaikan jenjang Kepanduan Hizbul Wathan berdasarkan tingkat usia. Athfal dari usia (7 – 10 tahun) ke remaja (Pengenal 11 – 15 tahun). UKT dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar Dan Menengah (Dokdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan Drs. H. Djemidi. Dalam amanatnya menekankan bahwa Hizbul Wathan di lingkungan Lembaga atau AUM agar ditingkatkan kegiatannya. HW itu lebih tua dari Pramuka dan telah membawa kadernya menjadi Pahlawan Nasional, Jendral Sudirman. Berdasarkan laporan yang dibacakan oleh Ketua BKS PCM Moyudan Agus Maryanto, S.Ag. S.Pd. SD, tercatat 154 siswa-siswi yang ikut serta UKT itu datang dari 8 SD Muhammadiyah yang ada di Kapanewon Moyudan. Antara lain SD Muhammadiyah Ngijon 1, SD Muhammadiyah Ngijon 2, SD Muhammadiyah Karanganjir, SD Muhammadiyah Saren, SD Muhammadiyah Gamplong, SD Muhammadiyah Kedungbanteng 1, SD Muhammadiyah Kedungbanteng 2 dan SD Muhammadiyah Semingin. Agus Maryanta lebih lanjut melaporkan bahwa UKT kali ini meliputi praktek Ibadah Sholat berjama’ah, Kompetensi Dasar Hizbul Wathan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), Tali-temali dan Hasta Karya dari bahan janur untuk kemudian dibuat karya seni keris-kerisan, cambuk dan belalang. Dalam laporannya kepada para siswa Agus Mariyanta menegaskan agar para siswa mengerjakan tugas atau kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dengan suasana rileks dan penuh gembira, karena kegiatan ini bisa dijadikan refreshing atau penyegaran setelah para siswa merampungkan menyelesaikan ujian akhir. Drs. Suparman selaku koordinator UKT tahun ini merupakan salah satu pembina HW di Moyudan, lebih lanjut menjelaskan bahwa “hasta karya dari bahan janur sengaja diangkat sebagai salah satu materi UKT. Ini dimaksudkan disamping untuk melestarikan karya seni tradisional atau warisan nenek moyang, juga dimaksudkan agar generasi muda bisa mengapresiasi dan mencintai karya-karya seni tradisional dari bahan janur agar tidak punah”. Selain itu Suparman yang juga Wakil Ketua Majelis Kader Dan Sumber Daya Insani ( MPKSDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Moyudan ini menegaskan terdapat nilai-nilai pendidikan yang tinggi di dalam proses pembuatankarya seni dari janur ini. Antara lain melatih kesabaran dan ketelitian. Di dalam kehidupan itu perlu proses perjuangan yang panjang untuk mencapai cita-cita yang diinginkan, tidak bisa ujuk-ujuk atau langsung sukses, tegasnya. Jangan suka menerabas dan melanggar norma-norma kehidupan, ikuti proses yang ada, ujarnya. Ini sangat tepat dalam menanggulangi budaya generasi muda sekarang yang menginginkan apa-apa serba cepat dan instan ini. Demikian pesan-pesan dari Suparman di sela-sela para siswa sedang suntuk atau asyik mengerjakan tugas-tugas hasta karya. Panitia yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Pembina Hizbul Wathan SD Muhammadiyah se Moyudan terkesan bersemangat dan berharap kegiatan serupa bisa dilangsungkan kembali tahun depan. Rep Suparman Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
NGAGLIK BERKEMAJUAN
![]()
Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ( UMY) terus mendorong pengembangan teknologi tepat guna untuk menjawab persoalan lingkungan dan energi. Salah satu inovasinya adalah tungku pembakar sampah dan kompor berbahan minyak jelantah. Hal tersebut diungkapkan oleh Ir. Aris Widyo Nugroho Ph.D dosen Prodi Teknik Mesin UMY, saat menyerahkan hibah peralatan tersebut ke Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( PRM) Sombangan Raya pada Ahad, ( 24/5/2026 ). Peralatan diterima langsung oleh ketua Takmir Masjid Al Falah Sombangan Sumbersari, Moyudan, Sleman. Dalam kesempatan tersrbut Aris juga menyebut bahwa dalam tim pengabdian masyarakat terdiri beberapa dosen dan mahasiswa. Selain dirinya, Ir. Sunardi, Ph.D, Aditya Kurniawan, ST, dan M Krisna dari unsur mahasiswa. Aris menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari program rutin pengabdian dosen dan mahasiswa UMY kepada masyarakat, yang bertujuan menghadirkan solusi praktis untuk persoalan lingkungan dan energi di tengah komunitas. “Masjid pada even tertentu menghasilkan cukup banyak sampah. Dengan alat ini residu bisa dikurangi dan pembakaran bisa berlangsung lebih tuntas,” ujar Aris. Aris menjelaskan bahwa tungku dirancang untuk mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus memanfaatkan limbah minyak jelantah atau oli bekas. “Selama ini kedua jenis limbah tersebut sering dibuang sembarangan dan mencari lingkungan,” tambahnya. Ia menjelaskan, tungku pembakar ssmpah dikembangkan dengan sistem pembakaran yang lebih efisien dan minim asap, sehingga bisa digunakan di lingkungan padat penduduk. Sementara itu, kompor berbahan bakar minyak jelantah atau oli bekas diolah menjadi bahan bakar alternatif yang bersih dan ekonomis untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi ganda, mengurangi pencemaran lingkungan dari sampah. Selain itu juga sekaligus membantu masyarakat menekan biaya energi rumah tangga. UMY berharap inovasi ini bisa diadopsi oleh masyarakat luas, kelompok usaha mikro, hingga lembaga sosial yang aktif dalam pengelolaan sampah dan pemberdayaan warga. – Rep Sugiyanto Moyudan
![]()