Sri Mularsih, Warga Barak Seyegan Guru SD Muhammadiyah Dadapan Turi Raih Hadiah Umroh MSE # 1

 Sleman, Pdmsleman.Or,Id  Riuh rendah kegembiraan mewarnai penutupan perhelatan akbar Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 yang digelar di Sleman City Hall (SCH). Di tengah ribuan pasang mata yang menanti, satu nama muncul sebagai pemenang hadiah utama berupa paket Umroh ke Tanah Suci. Ia adalah Sri Mularsih, seorang guru bahasa Inggris di SD Muhammadiyah Dadapan, Turi, Sleman yang berasal dari Seyegan. Bagi Sri, hadiah ini bukan sekadar keberuntungan dalam sebuah undian, melainkan jawaban atas doa dan dedikasinya selama ini di dunia pendidikan persyarikatan. Warga Barak, Margoluwih Seyegan ini mengaku sangat terkejut dan bersyukur atas amanah besar yang diterimanya. “Senang banget, Alhamdulillah.,” ungkap Sri dengan nada haru saat diwawancarai usai menerima konfirmasi kemenangannya. Ia menuturkan bahwa selama hidupnya, ia hampir tidak pernah mendapatkan doorprize dalam acara apa pun. Namun, kali ini Allah memberikan hadiah yang luar biasa langsung melalui wasilah Muhammadiyah. Keikutsertaan Sri dalam acara MSE #1 bermula dari instruksi kunjungan bagi para guru Muhammadiyah serta keinginannya mengikuti agenda “Senam Bahagia Muhammadiyah ‘Aisyiyah” di Lapangan Denggung. Berbekal kupon yang ia peroleh dari kegiatan tersebut, Sri tidak menyangka bahwa langkah kakinya menuju arena expo akan membawanya hingga ke Baitullah. “Selain mengikuti senam, saya juga penasaran ingin melihat langsung keseruan Muhammadiyah Sleman Expo yang pertama ini. Saya berkeliling melihat stan-stan dari berbagai sekolah dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya,” jelasnya. Bagi Sri, MSE #1 bukan sekadar pameran biasa. Ia melihat kreativitas yang luar biasa dari para siswa, mulai dari pameran karya seni hingga produk UMKM yang dipasarkan oleh warga persyarikatan. Hal ini baginya menunjukkan bahwa potensi ekonomi dan pendidikan di Sleman sangatlah besar jika dikelola dengan semangat kebersamaan. Sebagaimana dituturkan kepada Ibni Hafzah Wahidatul Azizah dari Sekretariat PDM Sleman pada Senin 12 Januari 2026. Sebagai bagian dari pejuang pendidikan di bawah bendera Muhammadiyah, Sri Mularsih menaruh harapan besar bagi masa depan organisasi. Ia berharap kegiatan seperti MSE dapat terus berkelanjutan untuk mempererat silaturahmi antarwarga dan menguatkan kemandirian ekonomi umat. “Semoga semakin banyak anak-anak yang sekolah di Muhammadiyah. Saya juga berharap AUM-AUM di luar sektor pendidikan bisa semakin maju dan sejahtera untuk kepentingan umat,” harapnya menutup pembicaraan. Eko Sumardiyanto selaku Ketua Panitia MSE#1 dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman menyampaikan bahwa “ hadiah Umroh ini merupakan bentuk apresiasi bagi warga yang telah ikut serta menyemarakkan syiar Islam melalui MSE #1. Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah ingin menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan di atas mimbar, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi dan apresiasi bagi mereka yang berkhidmat di jalur pendidikan dan social”. Rep : Ibni Hafzah Wahidatul Azizah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Peran KOKAM Sleman Kawal Syiar Muhammadiyah Sleman Expo #1

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Daerah Kabupaten Sleman menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda besar persyarikatan berupa perhelatan akbar Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1, jajaran KOKAM Sleman menginstruksikan pengamanan penuh guna memastikan kelancaran acara yang menjadi pusat perhatian warga Muhammadiyah di Bumi Sembada tersebut. Agenda yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 Januari 2026, ini dipusatkan di Sleman City Hall (SCH). Sebagai garda terdepan dalam pengamanan dan pelayanan Muhammadiyah, KOKAM mengambil peran strategis dalam menjaga ketertiban serta kenyamanan para pengunjung dan peserta expo. Komandan KOKAM Sleman, Pupud Purnomo, secara resmi menginstruksikan kepada seluruh jajaran anggota KOKAM di wilayah Kabupaten Sleman untuk terjun langsung membantu Pengamanan (PAM) selama kegiatan berlangsung. Instruksi ini dikeluarkan sebagai bentuk kesiapsiagaan organisasi dalam mengawal marwah persyarikatan. “Mohon untuk seluruh anggota KOKAM se-Kabupaten Sleman untuk bisa membantu PAM dalam kegiatan Muhammad Sleman Expo #1. Kehadiran kita sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap rangkaian acara berjalan dengan tertib dan kondusif,” tegas Pupud Purnomo dalam keterangannya, Sabtu (10/1). Selain fokus pada area pameran di Sleman City Hall, tugas besar menanti pada hari terakhir rangkaian acara. Pada hari Minggu, 11 Januari 2026, ribuan warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah memadati Lapangan Denggung, Sleman, untuk mengikuti agenda “Senam Bahagia Muhammadiyah ‘Aisyiyah”. “Untuk kegiatan Senam Bahagia di Lapangan Denggung, dibutuhkan minimal 60 personel KOKAM yang bertugas khusus di area tersebut. Fokus kita adalah pengaturan arus massa dan pengawalan jalannya acara agar tetap aman dan nyaman bagi seluruh peserta,” tambah Pupud. Mengenai ketentuan teknis di lapangan, pimpinan KOKAM menetapkan penggunaan atribut resmi sesuai dengan prosedur yang berlaku. Seluruh personel diwajibkan mengenakan Pakaian Dinas Siaga (PDS) KOKAM Lengkap atau menyesuaikan dengan kondisi lapangan, dengan kewajiban utama mengenakan sepatu demi menjaga profesionalisme dan performa saat bertugas. Keterlibatan KOKAM dalam Muhammadiyah Sleman Expo #1 ini bukan sekadar tugas pengamanan, melainkan manifestasi dari semangat Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). MSE #1 sendiri merupakan ajang unjuk kekuatan ekonomi, pendidikan, dan kreativitas warga Muhammadiyah Sleman, sehingga stabilitas di lokasi acara menjadi prioritas utama. Dengan koordinasi yang solid antar-cabang dan ranting di bawah komando KOKAM Daerah Sleman, diharapkan perhelatan perdana expo ini sukses secara penyelenggaraan dan memberikan dampak luas bagi syiar Islam berkemajuan. Pupud menutup instruksinya dengan pesan semangat bagi para personel yang bertugas di lapangan. “Naṣrun mina-llāhi wa fatḥun qarīb, wa baśyiri-l-mu’minīn,” pungkasnya.  Rep & Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Ahmad Syauqi Soeratno, Muhammadiyah Sleman Expo Wujud Syiar Kemajuan  

Sleman, pdmsleman.Or.Id Tokoh nasional sekaligus aktivis Muhammadiyah, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M., anggota DPD RI menghadiri perhelatan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 yang digelar di Atrium Rama, Sleman City Hall (SCH). Kehadiran Syauqi tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga memberikan pesan mendalam mengenai posisi strategis Muhammadiyah di ruang publik dan pentingnya keberlanjutan amal usaha. Dalam testimoninya di hadapan ribuan pengunjung, Syauqi Soeratno menekankan bahwa “Expo” bukan sekadar pameran biasa, melainkan sebuah bentuk “eksposisi” atau upaya menampilkan posisi Muhammadiyah kepada dunia luar. Menurut Syauqi, MSE menjadi wadah bagi sekolah-sekolah, amal usaha Muhammadiyah (AUM), dan organisasi otonom (ortom) untuk menunjukkan kemajuan yang telah dicapai. Ia menegaskan bahwa menampilkan kemajuan ini adalah bagian dari syiar Islam yang berkemajuan. “Ekspo ini menampilkan posisi kita (Muhammadiyah) ke eksternal. Ini penting untuk syiar, bukan untuk ria atau sombong. Syiar itu maknanya empat: dakwah, berbagi ilmu, berbagi jejaring, dan berbagi manfaat,” ujar Syauqi. Ia merasa bangga melihat Sleman City Hall seolah-olah menjadi “milik” Muhammadiyah dan Aisyiyah Sleman selama kegiatan berlangsung. Selain mengapresiasi pameran, Syauqi juga mengajak warga Muhammadiyah yang hadir untuk berpartisipasi dalam agenda besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, yakni pembangunan gedung kantor PDM yang baru. Ia mengemas ajakannya dengan gaya yang relevan bagi pengunjung mal. “Bagi Bapak Ibu yang rajin ke mal, itu baik-baik saja. Tapi pastikan investasi akhirat tetap jalan. PDM Sleman sedang memiliki program pengadaan tanah untuk gedung kantor. Jika belanja di mal dapat diskon, sisihkan diskonnya untuk investasi tanah ini. Satu meter hanya Rp750.000,” ajaknya .Ia menyebut partisipasi ini sebagai investasi yang tidak akan lekang oleh waktu karena akan terus bermanfaat bagi persyarikatan. Syauqi juga menyoroti peran strategis Muhammadiyah dalam membantu akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Ia menceritakan pengalamannya bertemu dengan wali murid di area parkir yang berterima kasih karena anak mereka mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Ia mengungkapkan bahwa Muhammadiyah saat ini proaktif mengawal program beasiswa dari pemerintah, seperti PIP untuk siswa sekolah dan KIP Kuliah untuk mahasiswa. “Bersyukurlah menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. Kita punya petugas yang bertugas mencari informasi beasiswa agar biaya pendidikan tidak lagi menjadi beban berat bagi orang tua,” ungkapnya . Suasana formal berubah menjadi hangat dan haru ketika panitia memberikan kejutan ulang tahun kepada Syauqi Soeratno yang genap berusia 55 tahun tepat pada hari tersebut. Diiringi lagu “Selamat Ulang Tahun” dari grup band Jamrud, Syauqi menerima simbolis hadiah berupa senjata tradisional sebagai kiasan untuk terus berjuang dalam dakwah dan menyampaikan aspirasi masyarakat . “Saya tidak menyangka sama sekali. Terima kasih atas doanya. Semoga kita semua, khususnya warga Sleman, selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” tutur Syauqi. Kehadiran Syauqi Soeratno di MSE #1 mempertegas pesan bahwa Muhammadiyah harus terus hadir di tengah masyarakat dengan membawa solusi nyata, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pemberdayaan umat. Rep  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading