Berbah Sebuah terobosan dilakukan Kantor Urusan Agama (KUA) Berbah bagi calon pengantin yang daftar nikah salah satu persyaratan adalah menanam pohon minimal empat pohon untuk satu pasang pengantin. Dua pohan di tanam dirumah masing-masing dengan jenis pohon menurut selera mereka. “Untuk dua bibit pohon dititipkan di KUA Berbah ditentukan bibit pohon Alpukat.” Ucap Kepala KUA Berbah Dul Rohman SAg saat memberikan bantuan bibit Alpokat Senin 6 Juli 2026 di Kantor Lazismu Berbah, Sleman, Yogyakarta. Hadir dalam pemberian bantuan bibit tersebut Ketua Lazismu Berbah H. Ardi Sehami, Ketua PCM Berbah H. Achmad Muhajir Hanifi, Penyuluh Agama KUA Berbah, Kepala Kantor Lazismu Berbah Saifu Rijal beserta staf, Petani muda Prasetyo. Lebih lanjut Dul Rohman menjelaskan bahwa inisiasi membuat persyaratan untuk pendaftar nikah menanam pohon.Persyaratan tersebut bukan untuk memberatkan calon pasangan pengantin namun lebih sebagai bentuk ajakan peduli kepada lingkungan serta sebagai penanda atau pengingat hari pernikahan mereka.Diharapkan dari setiap pohon yang ditanam akan memberikan sokongan kehidupan bagi maklum hidup lain.Secara teori umum bahwa setiap pohon menghasilkan oksigen yang dibutuhkan manusia serta maklum lain. Pohon juga bisa menyerap carbon untuk mengurangi polusi udara.Dengan pilihan bibit Alpokat ketika berbuah memberikan nilai ekonomi yang tinggi. Bibit tanaman yang terkumpul akan diberikan kepada kelompok masyarakat, Takmir Masjid atau Mushola juga akan diberikan kepada ormas Islam untuk kemanfaatan jamaah.” Selain Alpokat mempunyai nilai ekonomi tinggi, Alpokat merupakan buah istimewa yang bisa dikonsumsi semua golongan umur, dari ibu hamil, bayi , anak anak dewasa dan lansia.” Ucap kepala KUA Berbah yang menyukai pertanian dan peternakan. Buah Alpokat yang lembut mengandung nutrisi yang bagus untuk perkembangan janin dan anak anak. Dengan kadar glikemik rendah buah Alpokat baik di konsumsi penderita diabetes.Pohon Alpokat juga bisa tumbuh optimal di wilayah Berbah dan sekitarnya. Dengan sinar matahari penuh sepanjang hari akan baik untuk pertumbuhan Alpokat. Dengan perawatan dan pemupukan yang seimbang diharapkan akan tumbuh dengan baik. Alpokat akan cepat berbuah bila berasal dari bibit okulasi atau sambung pucuk dan dipilih dari varitas bibit unggul.” Yang penting pohon Alpokat tidak tergenang air. Bila tergenang air cukup lama menyebabkan busuk akar.” Tutur Dul Rohman mengakhiri penjelasannya. Kusnadi Berbah
Turi, Pdmsleman.Or.Id Semarakkan Milad ‘Aisyiyah ke-109, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Turi menggelar Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Lomba Menyanyikan Mars ‘Aisyiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Ngablak, Bangunkerto, Turi, Ahad (5/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 11 Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Kapanewon Turi dengan antusiasme yang tinggi. Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PCA Turi memperkuat syiar Islam, membangun semangat kebersamaan, serta meningkatkan kualitas kader melalui kompetisi yang bernilai edukatif dan religius. Sejak acara dimulai pukul 13.00 WIB, suasana Gedung Dakwah Muhammadiyah dipenuhi semangat para peserta yang tampil percaya diri membawakan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an maupun Mars ‘Aisyiyah. Penampilan mereka mendapat perhatian penuh dari dewan juri yang dihadirkan dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA). Ketua PCA Turi, Hj. Sri Winarti, M.Pd., mengaku bersyukur atas sambutan luar biasa dari seluruh ranting. Menurutnya, kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan pada periode kepengurusan saat ini mampu menghadirkan semangat baru bagi kader-kader ‘Aisyiyah di Turi. “Alhamdulillah, antusias peserta dari 11 ranting sungguh luar biasa. Ini menjadi kegiatan pertama pada periode ini dan hasilnya benar-benar di luar perkiraan kami. Melihat semangat ibu-ibu ‘Aisyiyah tampil dengan penuh percaya diri membuat kami sangat terharu,” ujar Sri Winarti. Ia menambahkan, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk mencari juara, tetapi menjadi sarana membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat identitas organisasi melalui Mars ‘Aisyiyah. “Kami berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk melangkah pada program-program berikutnya. Semoga semangat menghafal Al-Qur’an, memahami nilai perjuangan ‘Aisyiyah, dan memperkuat dakwah kemanusiaan terus tumbuh di seluruh ranting,” tambahnya. Adapun kriteria penilaian lomba menyanyi meliputi aspek Perform, kekompakan, artikulasi, ketepatan nada dengan music serta harmonisasi ( olah Vokal) sedangkan untuk kriteria penilaian Lomba hafalan meliputi aspek tajwid, kefasihan, kelancaran dan adab. Kejuaraan akan diumumkan pada acara Puncak Milad, pada tanggal 25 Juli 2026. Sekaligus digelar senam Aisyiyah bersama, dan pembagian dana stimulan untuk pelaku UMKM ibu ibu Aisyiyah. PCA Turi berharap lomba serupa dapat menjadi agenda rutin pada peringatan Milad ‘Aisyiyah di tahun-tahun mendatang. Selain menjadi ajang silaturahmi antar-ranting, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang unggul, berakhlak mulia, serta semakin siap mengemban misi dakwah dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan cita-cita ‘Aisyiyah. Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh peserta, Milad ‘Aisyiyah ke-109 di PCA Turi menjadi momentum untuk memperkokoh ukhuwah, meningkatkan kualitas kader, serta memperluas manfaat gerakan dakwah bagi masyarakat. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Berbah, Pdmsleman.Or.Id Menyongsong Milad Muhammadiyah ke-114 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah menyelenggarakan khitan Ceria pada tanggal 20 Muharram 1448 H bertepatan pada hari Ahad 5 Juli 2026 di SD Muhammadiyah Bulu, Kampung Caren, Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Jogotirto Mitha Mayasari, SPsi ketua, Ketua PCA Berbah Isrodah,SPd, Ketua Lazismu Berbah H. Ardi Sehami, staf KUA Berbah Muhammad Darum,SAg, peserta Khitan berserta wali. Khitan Ceria yang bertemakan ” Mewujudkan Generasi Shalih, sehat dan Berakhlak Mulia” merupakan kerjasama PCM Berbah dengan tim Kesehatan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping sebagai tenaga medis Khitan dan perawatan. Kegiatan tersebut mendapatkan dukungan dari PKU Muhammadiyah Berbah, Lazismu Berbah, KOKAM Berbah, Pimpinan Cabang Aisiyah Berbah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jogotirto, Pimpinan Ranting Aisyiyah Jogotirto, Angkatan Muda Muhammadiyah Jogotirto, SMP Muhammadiyah Berbah, SD Muhammadiyah Bulu. Ketua panitia pelaksana Kegiatan Khitan Ceria Siswanto SAg menyampaikan bahwa Khitan Ceria merupakan ke kegiatan PCM Berbah yang di dukung semua anggota Muhammadiyah dan LAZISMU Berbah. Kegiatan ini merupakan rangkaian menyongsong Milad Muhammadiyah ke-114 yang nanti akan diperingati pada bulan November. Khitanan massal merupakan agenda tahunan PCM Berbah.“Peserta khitan kali ini ada 66 pendaftar, namun yang bisa hadir dan dikhitan ada 62 anak.” Tutur Siswanto. Peserta khitan selain mendapatkan pelayaran Khitan secara gratis juga mendapatkan bingkisan berupa Peci , Sarung, sertifikat dan uang santunan.Peserta Khitan tidak hanya anak anak dari wilayah Berbah namun berasal lintas Kapanewon bahkan dari Kabupaten Bantul juga dari Gunung Kidul.“Jangkauan pelayanan Khitan Ceria bukan hanya untuk warga Berbah, bahkan sampai Kabupaten Gunung Kidul dan Bantul.” Jelasnya. Ketua PCM Berbah Achmad Muhajir Hanafi menyampaikan terimakasih atas partisipasi dan dukungan dari semua anggota Muhammadiyah dengan donasi melalui Lazismu Berbah sehingga kegiatan Khitan Ceria bisa berlangsung dengan lancar.” Semoga amal baik tersebut mendapatkan balasan pahala dari Allah.” Kegiatan Khitan ceria merupakan kepedulian Muhammadiyah untuk jamaah yang memerlukan, sifatnya umum dan tidak mesti dari keluarga duafa.” Kegiatan Disamping membantu keluarga yang membutuhkan, namun kegiatan ini bisa sebagai ajang silaturahmi.” Kegiatan Khitan Ceria sebagai upaya Muhammadiyah membantu jamaah yang membutuh dan berkeinginan namun terkendala berbagai halangan. Khitan memang merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh anak laki laki. Disamping dianjurkan untuk kesehatan dari segi medis, Khitan juga merupakan ajaran dan sunah Nabi Muhammad SAW .“Diharapkan dengan berkhitan bisa lebih terjaga dari najis sehingga sholat kita lebih terjaga.” Ucap Muhajir mengakhiri penjelasannya. Sebenarnya , menurut pengakuan Muhammad Darum salah seorang staf KUA Berbah bahwa kegiatan Khitan masal yang sudah berlangsung beberapa tahun merupakan inisiatif darinya. Dia menyampaikan bahwa sebelum menjadi pegawai KUA Berbah dirinya berada pada Lembaga Lazismu Berbah menjabat sebagai Ketua.Khitan masal PCM dan Lazismu Berbah pertama kali diadakan pada tahun 2021 berlangsung di SMP Muhammadiyah Berbah 1.” Alhamdulillah semenjak itu Khitan masal tiap tahun terus diselenggarakan sampai saat ini.” Ucap Darum. Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Saifu Rijal. SH MM kepala Kantor Lazismu Berbah. Rep Kusnadi Berbah.
H. Agus Nugroho Setiawan Kajian Sabtu Pagi Masjid Baiturrahim Turi Sabtu, 4 Juli 2026 Setiap manusia pasti menginginkan surganya Allah SWT, namun apa yang dapat mengantarkan manusia pada surganya Allah SWT? Amal shalih? Ibadah? Pahala? Ternyata bukan itu semua. Sebaik apapun amal kita, sebanyak apapun pahala kita, tidak akan mampu membeli surganya Allah, tidak akan sebanding dengan surganya Allah. Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang akan masuk surga bukan karena amalnya, tetapi karena Rahmat Allah SWT, maka bertindaklah yang lurus, baik dan benar” (HR Muslim). Jika bukan karena amal kita, lalu apa manfaat kita melakukan banyak amal shalih? Allah SWT telah mengingatkan manusia akan hakikat penciptaan manusia sebagaimana firman-Nya “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku” (QS Adz-Dzariyat: 56). Maka ketika Allah dan Rasul-Nya berkehendak memberikan perintah kepada manusia untuk banyak beibadah dan beramal shalih, itu menunjukkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Ketaatan yang dilakukan oleh manusia, akan berbuah Rahmat dari Allah SWT yang akhirnya akan mengantarkan kepada Surga Allah SWT. Dengan demikian, ada banyak amal shalih yang dapat dilakukan oleh manusia sebagai wujud ketaatan. Amal atau perbuatan manusia secara umum ada 2 yaitu amal baik, yang bermuara pada balasan berupa pahala sehingga pada saatnya nanti manusia akan mendapat nikmat, dan amal buruk (dzalim) yang bermuara pada balasan berupa dosa sehingga pada saatnya nanti manusia akan mendapat adzab atau siksa. Untuk dapat beramal shalih sejatinya tidaklah sulit, asalkan memenuhi 2 persyaratan yaitu ada niat dan ikhlas karena Allah SWT, serta sesuai dengan tuntunan atau yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat. Al Fudhail bin Iyadh berkata jika tidak memenuhi 2 persayaratan tersebut, maka amalan tersebut tidak akan diterima. Amal shalih hanya bisa dilakukan di dunia, dan Ketika manusia sudah sampai ajal (maut) maka sudah tidak bisa lagi beramal. Imam Ahmad bin Hambal berkata “Dunia ini Adalah negeri beramal, sedangkan akhirat Adalah negeri balasan. Maka barang siapa yang tidak beramal di sini (dunia), maka dia pasti akan menyesal di sana”. Kita harus sadari, pahami, dan waspadai bahwa ada amalan-amalan (perbuatan) yang dapat membuat pahala-pahala yang kita kumpulkan dapat berkurang, bahkan hilang, musnah tak tersisa sehingga menjadi muflis (bangkrut). Ada banyak amalan (perbuatan) yang dapat menyebabkan terhapusnya pahala, antara lain murtad dan syirik, yang termasuk dalam dosa besar. Allah SWT berfirman “Barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya kemudian mati dalam keadaan kafir, maka mereka itulah orang-orang yang terhapus amalannya di dunia dan akhirat. Dan mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal berada di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 217). Demikain juga halnya dengan syirik, Allah SWT mengingatkan, “”Seandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am: 88). Perjalanan panjang kehidupan manusia dengan segala aktivitasnya selalu digoda setan, baik sebelum, selama, maupun setelah amal shalih itu dilakukan. Ketika suatu amal shalih sudah dilakukan setan masih menggoda manusia. Terkait dengan hal itu, ada amalan yang dapat menyebabkan pahala berkurang bahkan hilang, yaitu perbuatan sum’ah dan riya’. Sum’ah berarti pendengaran, yaitu beramal agar didengar dan dibicarakan orang lain, dengan harapan dipuji dan dianggap hebat oleh manusia, sedangkan riya’ berarti menampakkan amal agar dilihat orang lain. Riya’ adalah beribadah atau berbuat baik dengan maksud mencari pujian dari manusia, bukan karena Allah. Allah SWT mengingatkan, “Maka, celakalah bagi orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, dan orang-orang yang berbuat riya’.” (QS. Al Ma’un: 4-6). Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda bahwa di hari kiamat nanti akan didatangkan tiga orang: seorang mujahid, seorang alim yang mengajarkan ilmu, dan seorang dermawan. Mereka semua dimasukkan ke neraka karena beramal untuk manusia, bukan karena Allah. “Dikatakan padanya, ‘Kamu melakukan itu agar disebut pemberani, atau disebut alim, atau disebut dermawan, dan sungguh kamu telah mendapatkan itu (di dunia).’” (HR. Muslim, no. 1905). Tidak setiap aspek kehidupan termasuk beribadah, perlu disampaikan kepada orang lain. Belajarah dari Uwais Al-Qarni, tidak terkenal di dunia tapi terkenal di langit. Penghapus pahala lainnya adalah tidak ikhlas dan mengingat / mengungkit pemberian. Al-mann (mengungkit-ngungkit sedekah), dan al-adza (menyakiti perasaan penerima) juga dapat membatalkan amal dari sedekahnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tiga golongan yang Allah tidak terima amal ibadahnya, yang wajib dan yang sunah: anak yang durhaka kepada orang tuanya, orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya, dan orang yang mendustakan takdir.” (Hadits hasan, HR. Ibnu Abi ‘Ashim dalam kitab As-Sunnah no. 323, Ath-Thabrani dalam Al-Kabir no. 7547). Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan, amalan yang tidak disertai dengan keikhlasan dan tidak sesuai tuntunan Nabi (tidak ittiba’) ibarat seorang musafir yang membawa bekal kantong penuh pasir. Ia hanya memberatkan tubuhnya, tetapi tidak memberikan manfaat atau pahala sedikit pun saat menghadap Allah SWT. Masih ada beberapa amalan yang dapat menghapus pahala, antara lain durhaka kepada kedua orang tua, meninggalkan shalat wajib terutama shalat asar, bid’ah atau mengada-adakan dalam urusan agama, memelihara anjing, mengkonsumsi khamr (minuman keras), bermaksiat ketika sendiri atau sepi, menganggap dosa tersebut legal dan menceritakannya, serta membunuh tanpa hak. Oleh karena itu, hal yang penting untuk diperhatikan marilah kita berhati-hati dalam berkata dan bertindak, jangan sampai apa yang kita lakukan dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala amal shalih yang sudah kita lakukan.
Bantul, Pdmsleman.Or.Id Kontingen Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Sleman menunjukkan semangat kaderisasi dan prestasi membanggakan dalam kegiatan ‘Aisyiyah Cadre Camp (ACC) DIY 2026 yang digelar pada Sabtu–Ahad, 4–5 Juli 2026, di Bumi Perkemahan Kalakijo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang menjadi bagian dari pola kaderisasi ‘Aisyiyah ini bertujuan membentuk kader yang kokoh dalam ideologi, berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan. Sebanyak 22 regu dari lima Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah kabupaten dan kota se-DIY, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, serta organisasi otonom tingkat wilayah turut ambil bagian dalam perkemahan tersebut. PDA Sleman mengirimkan 24 peserta yang dibagi ke dalam tiga regu, masing-masing beranggotakan delapan orang. Kontingen ini merupakan gabungan kader dari berbagai Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah, yakni Turi, Cangkringan, Seyegan, Moyudan, Gamping, Kalasan, Berbah, dan Depok. Mereka juga diperkuat oleh kader dari organisasi otonom, yaitu Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA), Hizbul Wathan (HW), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Ketua Kontingen Sleman, Sulis dari PCA Seyegan, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ACC menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas kader sekaligus memperluas pengalaman dalam berorganisasi. “ACC bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi ruang belajar bersama untuk menguatkan ideologi, membangun kepemimpinan, dan mempererat ukhuwah antarkader ‘Aisyiyah se-DIY,” ujarnya. Adapun tiga regu yang mewakili PDA Sleman diberi nama tokoh-tokoh perempuan inspiratif dalam sejarah Muhammadiyah, yakni Regu Nyai Walidah, Regu Siti Bariyah, dan Regu Nyai Siti Baroroh Baried. Sementara itu, posisi sekretaris kontingen diamanahkan kepada Lala dari Hizbul Wathan. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari materi kaderisasi, permainan tim, hingga kegiatan jelajah alam yang dirancang untuk melatih kepemimpinan, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kontingen Sleman juga tampil memukau dalam pentas seni dengan menampilkan Senam Sleman Bangkit dan Tari Buto-Buto Galak. Penampilan tersebut berhasil memeriahkan suasana perkemahan dan mendapat apresiasi dari peserta serta panitia. Prestasi membanggakan pun berhasil diraih oleh kontingen PDA Sleman. Mereka keluar sebagai juara dalam beberapa cabang perlombaan, di antaranya lomba memasak, lomba Kue Ketangguhan Ideologi ‘Aisyiyah, dan lomba jelajah alam. Reporter kegiatan, Nisa Kamila, menilai capaian tersebut menjadi bukti semangat kebersamaan dan kualitas kader ‘Aisyiyah Sleman. “Prestasi yang diraih menunjukkan bahwa kader PDA Sleman tidak hanya unggul dalam kebersamaan dan kreativitas, tetapi juga memiliki daya juang dan semangat kaderisasi yang kuat,” ungkapnya. Keikutsertaan dalam ACC DIY 2026 diharapkan semakin memperkuat peran kader ‘Aisyiyah Sleman sebagai perempuan berkemajuan yang siap berkontribusi bagi masyarakat, persyarikatan, dan lingkungan. Jika diperlukan, saya juga dapat menyesuaikan berita ini ke format rilis media cetak, portal berita online, atau menambahkan kutipan dari Ketua PDA Sleman untuk memperkuat unsur jurnalistiknya. https://drive.google.com/drive/folders/1FnMffmjOl7UAm0CpOtbHO8BkxRpOSvcv Rep Nisa Kamila PDA Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Auditorium TK ABA Semesta Gamping penuh haru, Sabtu (4/7/2026). Silaturahmi orang tua/wali murid jadi saksi lahirnya sejarah baru. Ketua Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini menegaskan, TK ABA Semesta bukan sekolah baru. Ini mata rantai panjang pengabdian ‘Aisyiyah sejak 1919. “‘Aisyiyah pelopor pendidikan anak usia dini. Kini ada sekitar 20 ribu TK ABA tersebar hingga pelosok negeri,” tegasnya. Djohantini menyebut kehadiran ABA Semesta diharapkan jadi ruang lahirnya inovasi dan pengembangan model PAUD. “Banyak hal bisa didiskusikan untuk kebaruan layanan TK ABA ke depan,” ujarnya. Prestasi ‘Aisyiyah tak hanya di Indonesia. Layanan ABA juga sudah berkembang di Malaysia, Kairo, dan Australia, seiring Muhammadiyah-‘Aisyiyah punya cabang istimewa di berbagai negara. Apresiasi khusus diberikan kepada peserta didik angkatan pertama TA 2026/2027. Mereka disebut “assabiqunal awwalun” – generasi pertama yang membuka perjalanan sekolah. “Semoga kita mencetak generasi beriman, berakhlakul karimah, bermanfaat bagi bangsa, dan mampu lead the future untuk Indonesia,” pungkasnya. Melalui ABA Semesta, tradisi 1 abad pendidikan Islam berkemajuan terus berkembang. Unggul, inovatif, dan menyiapkan generasi berakhlak mulia berdaya saing global.Rep. Sugiyanto Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, menyebut kehadiran Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) sebagai wujud pembaharuan gerakan Muhammadiyah di bidang pendidikan yang unggul, dan diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya sekolah-sekolah Muhammadiyah berkualitas di berbagai daerah. Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat memberikan sambutan dalam Sarasehan Pendidikan di Komplek Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), Ahad (5/7) dan dihadiri lebih dari 250 peserta dari seluruh DIY.Prof. Dr. Abdul Mu’ti mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang terus berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan kunci membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing global.Karena itu, pemerintah terus mengembangkan berbagai model sekolah unggulan, mulai dari Sekolah Garuda, Garuda Transformasi, hingga Sekolah Nasional Terintegrasi yang akan dibangun secara bertahap di setiap kabupaten. Saat ini pemerintah tengah menuntaskan penyusunan kurikulum dan rekrutmen guru, sehingga beberapa Sekolah Nasional Terintegrasi ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran ini.Ia juga menegaskan pentingnya pendidikan dasar sebagai fondasi pembentukan karakter. Menurutnya, kebijakan wajib belajar kini diperluas menjadi 13 tahun dimulai dari taman kanak-kanak karena kualitas pendidikan usia dini sangat menentukan keberhasilan peserta didik pada jenjang berikutnya.Prof. Dr. Abdul Mu’ti mengingatkan agar pendidikan dasar tidak dipandang sebelah mata. Sebab, guru TK dan SD memegang peran strategis dalam membentuk kemampuan dasar, karakter, hingga kepercayaan diri anak. Selain peningkatan mutu pendidikan, ia menilai kesejahteraan guru juga harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk memperkuat kemandirian pendidikan melalui pengelolaan filantropi yang produktif sehingga mampu menopang kesejahteraan tenaga pendidik. “Yang menarik, meskipun kualitasnya bertaraf internasional, biaya pendidikan di MSUS tetap terjangkau. Inilah yang membedakan Muhammadiyah. Gedungnya megah, kualitasnya tinggi, tetapi tidak meninggalkan semangat pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Ustadz Dr. Ikhwan Ahada, mengatakan MSUS merupakan bagian dari transformasi pendidikan Muhammadiyah di DIY yang dibangun untuk menjawab tantangan pendidikan masa depan. Ia menjelaskan, PWM DIY tengah membangun ekosistem pendidikan yang berkesinambungan, mulai dari TK ABA Semesta, MSUS pada jenjang sekolah dasar, hingga pengembangan SMP Muhammadiyah Sapen Universal School.Menurut ustadz Ikhwan, pengembangan tersebut didukung potensi besar sekolah-sekolah Muhammadiyah di DIY, termasuk SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang telah ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi.Ia berharap MSUS menjadi model pengembangan pendidikan Muhammadiyah yang mampu melahirkan generasi unggul sekaligus memperkuat posisi DIY sebagai pusat pendidikan berkemajuan.
Ngaglik, Pdmsleman.Or.Id Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Ngaglik menyalurkan donasi sepatu kepada dua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah pada Ahad, 5 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan puncak dari gerakan pengumpulan donasi yang berlangsung selama dua pekan sejak pertengahan Juni. Penyerahan donasi dilakukan di dua lokasi, yakni LKSA Ashabul Kahfi di Moyudan dan LKSA Darussubusi di Kota Wates. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur AMM Ngaglik, mulai dari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM), Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA), Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), hingga Gerakan Shadaqah Sampah (GSS) Muhammadiyah Ngaglik dan PK IMM UII. Gerakan donasi ini berangkat dari inspirasi sederhana, setelah menonton film Children of Heaven di bioskop karya Hanung Bramantyo. Film tersebut mengisahkan perjuangan anak-anak dalam keterbatasan sepatu sekolah. Dari situ, muncul gagasan untuk menghadirkan gerakan nyata bertajuk SPPG, singkatan dari Sepatu Penggerak Potensi Generasi. Ketua Panitia, Dafa Isandi Ananto, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai aksi sesaat, melainkan bisa menjadi gerakan berkelanjutan. “Semoga ini jadi agenda tahunan. Tahun depan bisa kita tambahkan yang lain, bisa tas, bisa seragam. Yang kami berikan mungkin kecil dan sedikit, tapi semoga bisa memberi semangat belajar untuk adik-adik,” ujarnya. Menurut Dafa, sepatu bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi juga simbol dukungan terhadap semangat anak-anak untuk terus belajar dan berkembang. Ia menilai, bantuan sederhana dapat memiliki makna besar jika tepat sasaran dan dilakukan secara konsisten. Ketua PCPM Ngaglik, Muhammad Zulfi Ifani, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan kader sejak dini. Ia menekankan pentingnya menanamkan semangat ber-Muhammadiyah dalam setiap fase kehidupan. “Adik-adik, hari ini kami hadir sebagai sesama kader persyarikatan. Teruslah belajar, capailah mimpi-mimpi, tapi ingat untuk selalu aktif ber-Muhammadiyah di setiap fase umur adik-adik,” kata Ifani dalam sambutannya. Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh keakraban. Selain penyerahan donasi, para peserta juga berinteraksi langsung dengan anak-anak panti, berbagi cerita, dan memberikan motivasi. Bagi AMM Ngaglik, gerakan ini tidak hanya tentang bantuan materi, tetapi juga membangun kepedulian sosial di kalangan generasi muda Muhammadiyah. Melalui langkah kecil seperti donasi sepatu, mereka berharap dapat ikut mendorong lahirnya generasi yang lebih percaya diri, berdaya, dan memiliki harapan terhadap masa depan. Ke depan, gerakan SPPG diharapkan dapat terus berkembang, tidak hanya dalam bentuk donasi sepatu, tetapi juga kebutuhan lain yang menunjang pendidikan dan pengembangan potensi anak-anak. Rep Muhammad Zulfi Ifani PCPM Ngaglik,
Berbah, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah bekerjasama dengan PMI Sleman menyelenggarakan kegiatan Donor Darah pada hari Sabtu 4 Juli 2026 berlangsung di SD Muhammadiyah, Bulu beralamat di Caren, Jogotirto, Berbah , Sleman Yogyakarta. Selain PCM Berbah kegiatan tersebut didukung PMI Kapanewon Berbah, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Berbah, LAZISMU Berbah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jogotirto, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PCA) Jogotirto, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jogotirto Kokam Berbah, SMART SMP Muhammadiyah Berbah, juga SD Muhammadiyah Bulu. Kegiatan tersebut sebagai awal rangkaian Semarak Milad Muhammadiyah ke-114 yang diselenggarakan PCM Berbah. Donor darah merupakan aksi kemanusiaan untuk peduli sesama juga merupakan sodakhoh yang bisa menyelamatkan nyawa manusia. Setiap tetes darah yang didonorkan menjadi harapan bagi yang membutuhkan.” Harapannya kerjasama Muhammadiyah dengan PMI akan terus berlanjut untuk kemanusiaan, melalui Donor Darah,” ucap ketua LAZISMU Berbah H. Ardi Sehami. Lebih lanjut H. Ardi menambahkan bahwa mengawali rangkaian Semarak Milad Muhammadiyah ke 114 selain aksi Donor Darah juga akan diselenggarakan khitanan masal pada hari Ahad 5 Juli 2026 masih bertempat di SD Muhammadiyah Bulu dimulai pukul 07.00 WIB. Pada kesempatan tersebut ketua PMI Kapanewon Berbah Dodit Suhardo menyampaikan terimakasih kepada PCM Berbah yang telah menginiasi kerjasama dengan PMI menyelenggarakan Donor Darah guna mencukupi stok darah yang di PMI Kabupaten Sleman. Perlu di ketahui bahwa kebutuhan darah PMl Kabupaten Sleman berkisar 3000 kantong setiap bulannya.Untuk itu dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk turut serta dalam program kemanusiaan berupa Donor Darah.“Donor Darah merupakan aksi kemanusiaan yang semoga bisa diartikan sebagai sodakoh. Yang akan mendapatkan imbalan pahala dari Allah.” ucapnya. Pemerintah Kabupaten Sleman lewat APBD membiayai proses pengambilan darah serta pengolahan darah. Perlu menjadi perhatian bahwa untuk pengolahan darah, tiap kantong darah memerlukan biaya 499 ribu rupiah. Darah tersebut diberikan secara gratis untuk masyarakat Sleman yang membutuhkan, melalui Rumah Sakit yang bekerjasama dengan PMI Kabupaten Sleman.Program pelayanan darah gratis tersebut disiapkan dengan program Pelayanan Darah Sleman Gratis (LADAMANIS). PMI Kapanewon Berbah secara rutin menggelar Donor Darah tiap 3 bulan sekali dengan tempat berpindah di empat Kalurahan wilayah Kapanewon Berbah.PMI Sleman selalu bersedia kerjasama dengan kelompok manapun untuk pengambilan darah.” Semua itu sebagai upaya pemenuhan stok darah untuk program LADAMANIS.” jelas Dodit . Sementara itu ketua AMM Jogotirto Erlin Dwi Andriyanto yang biasa disapa Andri menyampaikan bahwa AMM Jogotirto selalu siap mendukung dan membantu semua program dari Muhammadiyah.Seperti saat ini dirinya bersama pengurus dan anggota AMM Jogotirto menyampaikan segala keperluan dalam aksi donor darah, baik berupa tempat serta sarana pendukungnya.” Kami senang bisa membantu kegiatan bapak bapak Muhammadiyah. Selain membantu kita bisa sambil belajar berkegiatan untuk estafet kepemimpinan di masa mendatang .”ujar Andri mewakili pengurus dan anggota AMM Jogotirto. rep Kusnadi Berbah Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman
Turi, pdmsleman.Or.Id Suasana Masjid Aisyiyah Ponosaran Lor, Girikerto, Turi tampak berbeda dari biasanya. Puluhan jamaah inti dan pengurus berkumpul dalam sebuah konsolidasi yang tidak sekadar membahas kegiatan keagamaan, tetapi mulai membuka arah baru gerakan ekonomi berbasis komunitas dan umat: Microfarming dan ternak berjamaah. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi PRM Girikerto dalam menyatakan dukungan terhadap Gerakan 1.000 Ternak yang diinisiasi oleh TernakMU, komunitas ternak berbasis Muhammadiyah di bawah naungan Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PCM Turi. Gerakan ini diproyeksikan sebagai model pemberdayaan ekonomi umat berbasis kolaborasi, bukan individualisme usaha. Ketua PRM Girikerto, H. Sumaryanto, SH., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar program peternakan, melainkan ruang tumbuhnya kemandirian ekonomi jamaah yang berakar pada nilai kebersamaan dan kebermanfaatan sosial. Antusiasme jamaah disebut meningkat seiring munculnya gagasan pemberdayaan yang lebih konkret dan aplikatif di tingkat akar rumput. Sementara itu, Sujatmoko selaku koordinator TernakMU Girikerto menekankan bahwa agenda ini tidak berhenti pada sesi presentasi semata. Lebih jauh, pertemuan ini menjadi ruang penguat silaturahmi warga Muhammadiyah Girikerto yang direkatkan melalui aktivitas produktif. Ia menegaskan bahwa TernakMU dirancang sebagai wasilah (perantara) untuk membangun ekosistem ekonomi berbasis kebersamaan, di mana ternak tidak hanya menjadi komoditas, tetapi juga sarana konsolidasi sosial. Dalam pemaparannya, H. Akhmad Khairudin, M.B.A., selaku Ketua TernakMU, menjelaskan bahwa filosofi gerakan ini berakar pada nilai Al-Ma’un yang menekankan keberpihakan pada kelompok kecil dan rentan. Ia menilai konsep microfarming sangat relevan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat Sleman, khususnya Turi saat ini, di mana lebih dari 60% warga berprofesi pada sektor pertanian dan peternakan. Menurutnya, skema ternak skala rumah tangga yang dilakukan secara berjamaah mampu membentuk kekuatan ekonomi kolektif yang lebih stabil dibandingkan usaha individual. Konsolidasi jaringan peternak kecil ini diproyeksikan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang terstruktur, adaptif, dan memiliki daya tahan terhadap fluktuasi pasar yang selama ini didominasi mekanisme kapitalisme. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah perlu tampil sebagai aktor pionir dalam penguatan ekonomi berbasis komunitas dan umat. Gerakan ini diposisikan bukan hanya sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai ekspresi nilai dakwah sosial yang menebar kebaikan dan kebermanfaatan. Nilai tersebut selaras dengan spirit “Sang Surya” yang menekankan keikhlasan dalam memberi tanpa mengharapkan kembali. Diskusi berlangsung dinamis ketika sesi tanya jawab dibuka. Jamaah menunjukkan antusiasme tinggi, terutama pada aspek teknis budidaya. Narasumber kemudian memaparkan data operasional terkait strain ayam kampung unggulan seperti Elba dan Kuntara 4 yang dikenal sebagai ayam kampung petelur dengan performa produksi stabil. Selain itu, dijelaskan pula bahwa siklus cashflow usaha berada pada rentang 2–3 bulan dengan potensi pendapatan yang relatif konsisten. Dalam paparan studi kelayakan, Khairudin menanggapi keraguan terkait isu penurunan profitabilitas sektor perunggasan akibat inflasi dan kenaikan harga pakan. Ia menegaskan bahwa asumsi tersebut tidak sepenuhnya tepat, dengan merujuk pada data performa beberapa batch TernakMU sebelumnya yang menunjukkan stabilitas pendapatan dalam enam bulan terakhir melalui testimoni peserta aktif. Sebagai penutup, kegiatan semakin menguatkan komitmen aksi nyata melalui pemberian stimulus berupa doorprize. Tercatat 30 DOC ayam Elba dan KUB dibagikan kepada dua peserta terpilih, satu ayam strain KOKAM (Komersial Kampung) karya TernakMU seekor jantan siap konsumsi usia tiga bulan berbobot kisaran 1-2 kilogram untuk satu peserta, serta satu fasilitas kandang sederhana untuk microfarming untuk peserta undian lainnya. Meskipun bernilai terbatas, stimulus ini diposisikan sebagai simbol dimulainya gerakan ekonomi nyata berbasis jamaah. Gerakan ini menegaskan satu pesan utama: setiap peserta tidak hanya pulang dengan pengetahuan, tetapi juga membawa “pekerjaan rumah” berupa komitmen untuk memulai aksi ekonomi produktif di lingkungan masing-masing. TernakMU Girikerto pun perlahan memposisikan diri sebagai model baru pemberdayaan ekonomi umat berbasis kolaborasi mikro yang terstruktur dan berkelanjutan. Rep M Khaoirudin Majelis Ekonomi PAriwisata PCM Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman