Siapa Pemakmur Masjid-masjid Allah, Ust Ahmad Fauzi Satriyono, S.Ag, M.A.

“Syarat menjadi penghuni surga adalah salah satunya menjadi pemakmur masjid. Menjadi pemakmur masjid itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah sebagaimana terdapat dalam Surat At-Taubah ayat 18, pemakmur masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan shalat, menunaikan zakat, serta tidak takut kepada siapa pun selain Allah. Mereka adalah orang-orang yang menjaga, membangun, dan meramaikan masjid dengan aktivitas ibadah.” Hal di atas disampaikan oleh Ustadz H. Ahmad Fauzi Satriyono, S.Ag, M.A. dalam Pengajian Ahad Pagi atau Jihadi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean tadi pagi Ahad, 10 Mei 2026 dan rutin dilaksanakan setiap Ahad Pagi di Masjid Al Huda Godean Sleman Yogyakarta mulai jam 06.00-07.15 tepat. Pengajian dihadiri lebih dari 300 orang jamaah yang rutin hadir dari sekitar masjid Al Huda Godean dan masyarakat umum. Selanjutnya disampaikan bahwa perbuatan pemakmur masjid diantaranya Pertama, Iman dan Takwa: Memiliki keimanan yang baik dan takut hanya kepada Allah. Kedua, Mendirikan Shalat: Senantiasa mendirikan shalat, terutama berjamaah di masjid. Ketiga, Menunaikan Zakat: Mengeluarkan zakat sebagai bentuk kepedulian sosial. Keempat, Aktivitas fisik dan ruhiyah: Membangun, membersihkan, merawat, dan memakmurkan masjid dengan taklim, zikir, serta bacaan Al-Qur’an. Kelima, Istiqomah: Menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan yang bermanfaat. Allah menjanjikan pahala besar, termasuk dibangunkan istana di surga, bagi mereka yang memakmurkan rumah-Nya. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Seorang wanita yang biasa menyapu masjid wafat, Rasul menanyakannya ketika dikatakan bahwa ia wafat, Rasul berkata, “Mengapa kamu tak mengabariku agar Aku sholatkan? tunjukkan di mana kuburnya maka Rasul mendatangi kuburan itu, lalu sholat di atasnya. jelas Ustadz Ahmad Fauzi Satriyono. Kontributor: Wahdan Arifudin, MPI PDM Sleman

Loading

Workshop Resensi Buku dan Public Speaking IPM SMP Muhammadiyah 3 Depok

Depok, Pdmsleman.Or.Id Kemampuan literasi dan komunikasi publik menjadi bekal penting bagi pelajar dalam menghadapi perkembangan era digital. Untuk memperkuat kemampuan tersebut, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 3 Depok (Mugadeta) Kabupaten Sleman menggelar Workshop Resensi Buku dan Public Speaking di Meeting Room, pada Jumat (8/5/2026). Sekretaris Forum Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Sleman, Athiful Khoiri, menekankan bahwa budaya literasi perlu dibangun tidak hanya melalui kebiasaan membaca, tetapi juga kemampuan memahami dan menyampaikan kembali gagasan secara runtut kepada publik. “Pelajar hari ini perlu memiliki kemampuan membaca yang baik sekaligus keterampilan berbicara yang terarah. Dua hal tersebut penting untuk membangun kepercayaan diri dan kemampuan berpikir kritis,” ujarnya. Pada sesi resensi buku, peserta dikenalkan pada teknik dasar mengulas buku secara sistematis, mulai dari memahami isi bacaan, menemukan pesan utama, hingga menyusun ulasan yang singkat namun menarik. Peserta juga diajak memahami pentingnya membaca secara mendalam agar mampu menghasilkan pandangan dan argumentasi yang kuat. “Melalui resensi, pelajar belajar menyusun cara berpikir yang runtut. Mereka tidak hanya membaca, tetapi juga memahami, menilai, lalu menyampaikan kembali isi buku dengan bahasa yang baik,” katanya. Selain itu, dalam materi public speaking, peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik komunikasi di depan umum, penguasaan vokal, pengelolaan rasa gugup, hingga cara menyampaikan pesan secara efektif kepada audiens. Athiful menjelaskan bahwa kemampuan berbicara di depan publik menjadi salah satu kompetensi penting bagi generasi muda, terutama di tengah arus informasi digital yang berkembang sangat cepat. Menurutnya, pelajar perlu dibiasakan menyampaikan gagasan secara santun, terstruktur, dan bernilai positif. “Public speaking bukan hanya soal berbicara, tetapi bagaimana menyampaikan ide dengan jelas dan mampu memberi pengaruh baik kepada orang lain,” katanya. Workshop berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif mengikuti sesi diskusi dan praktik singkat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya IPM Mugaedeta dalam menghadirkan ruang pengembangan diri bagi pelajar melalui kegiatan edukatif yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Melalui workshop tersebut, diharapkan para peserta dapat semakin termotivasi untuk mengembangkan budaya literasi, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membangun karakter pelajar yang percaya diri, kritis, dan berkemajuan. Rep Giek Moyudan

Loading

SD Muhammadiyah Banyuraden Ikuti Program Istura di Gedung Agung Yogyakarta

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Sebanyak 75 siswa kelas 4 dan 5 SD Muhammadiyah Banyuraden, Sleman mengikuti Program Istana untuk Rakyat (Istura) di Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung Yogyakarta, Kamis (7/5/2026).  Kegiatan edukatif tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan literasi sejarah, wawasan kebangsaan, serta pendidikan karakter bagi peserta didik. Melalui program tersebut, para siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung salah satu Istana Kepresidenan Republik Indonesia yang memiliki nilai historis penting dalam perjalanan bangsa.  Gedung Agung Yogyakarta merupakan satu dari lima Istana Kepresidenan resmi Republik Indonesia bersama Istana Merdeka, Istana Bogor, Istana Cipanas, dan Istana Tampaksiring. Dalam kegiatan kunjungan, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Gedung Agung yang pernah menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia ketika ibu kota negara dipindahkan ke Yogyakarta pada tahun 1946.  Pada masa revolusi tersebut, Presiden Soekarno menggunakan Gedung Agung sebagai tempat berkantor sekaligus kediaman resmi selama pemerintahan berada di Yogyakarta. Selain mempelajari sejarah pemerintahan Republik Indonesia, para siswa juga diajak mengunjungi sejumlah ruangan bersejarah yang berada di kawasan istana, di antaranya Ruang Garuda, Ruang Diponegoro, Ruang Jamuan VVIP, Ruang Kesenian, serta Ruang Sudirman yang menjadi lokasi pelantikan Jenderal Besar Sudirman sebagai Panglima TNI pada 3 Juni 1947. Kepala SD Muhammadiyah Banyuraden, Maria Ulfa, menyampaikan bahwa Program Istura memberikan pengalaman pembelajaran yang kontekstual dan mendalam bagi siswa karena materi sejarah tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga melalui pengamatan langsung terhadap situs bersejarah nasional. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter peserta didik, khususnya dalam menanamkan nilai nasionalisme, penghargaan terhadap perjuangan bangsa, serta kecintaan terhadap sejarah Indonesia. “Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat bermakna bagi siswa. Anak-anak dapat melihat secara langsung berbagai ruang dan peninggalan sejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan Republik Indonesia,” ujarnya. Menurutnya, hal ini menjadi sarana pembelajaran untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan menumbuhkan semangat cinta tanah air sejak dini. Ia menambahkan, sekolah terus mendorong pelaksanaan pembelajaran berbasis pengalaman sebagai upaya memperkaya pengetahuan siswa sekaligus membangun karakter generasi muda yang berintegritas, berwawasan luas, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan. “Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan sejarah, tetapi juga mampu memahami makna perjuangan para pendiri bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keberlangsungan Republik Indonesia,” tandasnya. Rep Athiful  Depok

Loading

Muhammadiyah Gamping Perkuat Kaderisasi Ranting Melalui Refreshing Ideologi 

Gamoing, Pdmsleman.or.Id . Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gamping, Muhaimin, menegaskan pentingnya penguatan kaderisasi dalam kegiatan Refreshing Ideologi Muhammadiyah, di Kantor PCM Gamping, pada Sabtu (2/5/2026). Menurutnya, kegiatan yang difasilitasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini difokuskan untuk memperkuat pemahaman ideologi dan konsolidasi organisasi di tingkat ranting sebagai ujung tombak gerakan Muhammadiyah di masyarakat. Ia menekankan bahwa kaderisasi menjadi isu strategis yang harus ditangani secara sistematis dan berkelanjutan. Menurut Muhaimin, tantangan regenerasi organisasi memerlukan pendekatan yang adaptif dan inovatif. “Pengkaderan merupakan persoalan serius. Karena itu, diperlukan program-program kreatif untuk menarik keterlibatan pemuda dalam Muhammadiyah. Organisasi otonom seperti Pemuda dan Nasyiatul ‘Aisyiyah harus hadir di tingkat ranting,” tegasnya. Ia menambahkan, penguatan peran organisasi otonom di tingkat ranting menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan gerakan sekaligus memperluas jangkauan dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat.  “Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk memastikan organisasi tetap relevan dan responsif terhadap dinamika sosial,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, Muhaimin mendorong pimpinan ranting untuk tidak hanya memahami nilai-nilai ideologis Muhammadiyah, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam program kerja yang berdampak langsung pada masyarakat. (Athiful/KIM Depok)

Loading

Hadirilah Hari BerMuhammadiyah se-Sleman Bersama Din Syamsuddin dan Ust Mujiman

Sleman, PdmSleman.or.id Warga Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman bersiap menyambut gelaran akbar Semarak dan Pengajian Hari Ber-Muhammadiyah se-Sleman yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan ini akan berlangsung di Lapangan Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Mengusung tema “Umat Bersatu, Islam Kuat: Ikhtiar Muhammadiyah Menjaga Persatuan di Tengah Gejolak Dunia dan Perang Narasi”, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus merespons tantangan global yang kian kompleks, termasuk derasnya arus informasi dan pertarungan narasi di era digital. Acara ini akan menghadirkan tokoh nasional dan juga tokoh perdamaian dunia yaitu Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, M.A. serta dai inspiratif Ustadz Mujiman yang keduanya Insya Allah akan memberikan tausiyah kebangsaan dan keumatan. Kehadiran keduanya diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif umat untuk tetap bersatu, cerdas dalam menyikapi informasi, serta kokoh dalam menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman bersama panitia lokal dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Mlati. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat Muhammadiyah dalam membangun gerakan yang solid, terarah, dan berdampak luas bagi masyarakat. Selain sebagai forum pengajian, Hari Ber-Muhammadiyah juga menjadi ajang silaturahmi lintas cabang, amal usaha, serta warga persyarikatan dari berbagai kalangan. Momentum ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat peran Muhammadiyah sebagai pilar persatuan umat di tengah dinamika zaman. Panitia mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat umum untuk hadir dan meramaikan kegiatan ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama menjaga persatuan dan memperkuat kontribusi umat bagi bangsa. “Mari hadir, bersatu, dan kuatkan langkah dalam ber-Muhammadiyah, catat waktunya, Sabtu, 23 Mei 2026 di Lapangan Sendangadi Mlati yang masih se-komplek dengan SMP Muhammadiyah 1 Mlati, Jalan Magelang barat Jalan utara makam Pahlawan nasional Wahidin Sudiro Husodo.” ungkap salah satu panitia, H. Muh. Yusuf Sugeng Suryono, M.S.I Kontributor: Wahdan Arifudin, S.Pd, MPI PDM Sleman

Loading

Pelatihan TOT SATUMU PDM Sleman Perkuat Transformasi Digital Keanggotaan Muhammadiyah

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman menggelar Pelatihan Training of Trainers (TOT) aplikasi SATUMU pada Sabtu 2 Mei 2026 di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dari wilayah Kapanewon Minggir, Moyudan, dan Godean. Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua PCM yang menegaskan urgensi pelatihan dalam mendukung tertib administrasi keanggotaan di lingkungan Muhammadiyah. “Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan proses pendataan, migrasi, hingga penerbitan e-KTAM dapat berjalan lebih cepat dan terstruktur,” ujarnya. Perwakilan PDM Sleman, Arif Mahfud, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam mendukung transformasi digital organisasi. “Kami menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian penting dari upaya Muhammadiyah dalam bertransformasi secara digital. Peran agen dan verifikator sangat krusial dalam menjaga validitas data keanggotaan,” ungkapnya. Sementara itu, perwakilan PWM DIY, Cahyono, dalam arahannya menekankan bahwa digitalisasi merupakan kebutuhan mendesak bagi organisasi modern. “Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Aplikasi SATUMU menjadi instrumen penting dalam membangun sistem keanggotaan yang modern, terintegrasi, dan akuntabel,” tegasnya. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas agen dan verifikator dalam mengoperasikan aplikasi SATUMU, khususnya terkait proses migrasi data anggota dan penerbitan e-KTAM di tingkat cabang dan ranting. Dengan peningkatan kompetensi tersebut, diharapkan administrasi keanggotaan Muhammadiyah dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Materi pelatihan disampaikan oleh tim TOT aplikasi SATUMU dari MPI PP Muhammadiyah. Para pemateri memberikan pendampingan teknis sekaligus pemahaman mendalam terkait implementasi aplikasi di lapangan. Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta aktif menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, mulai dari proses migrasi data anggota, verifikasi data, hingga teknis penerbitan e-KTAM. Tim pemateri pun memberikan solusi praktis untuk menjawab permasalahan tersebut. Melalui forum diskusi tersebut, diharapkan tercipta kesamaan persepsi serta peningkatan kemampuan teknis para agen dan verifikator. Dengan demikian, implementasi aplikasi SATUMU di tingkat cabang dan ranting dapat berjalan optimal, berkelanjutan, serta mampu mendukung sistem administrasi keanggotaan Muhammadiyah yang lebih tertib dan modern. Rep  : Totok SE PDM Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Bimtek Satumu PCM Moyudan, Minggir, dan Godean: Percepat Digitalisasi Muhammadiyah

Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Sabtu (2/5/2026), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan, Minggir, dan Godean melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) aktivasi platform Satumu yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai bagian dari upaya percepatan digitalisasi organisasi. Dalam sambutan pembuka, H. Arif Mahfud, S.Ag, M.S.I selaku sekretaris PDM Sleman menegaskan bahwa peningkatan tata kelola organisasi menjadi salah satu program unggulan PDM Sleman. Menurutnya, kehadiran platform Satumu yang terintegrasi dengan e-KTAM merupakan langkah strategis untuk mempermudah masyarakat bergabung dan mengakses layanan Muhammadiyah. “Program ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya jumlah anggota Muhammadiyah, sebagaimana sempat viral beberapa waktu lalu terkait fenomena ‘login Muhammadiyah’ yang muncul dari perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan penggunaan metode KHGT atau Kalender Hijriyah Global Tunggal,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Farid Setiawan, S.Pd, M.Pd.I wakil ketua PWM Daerah Istimewa Yogyakarta dalam arahannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Bimtek Satumu atau Satu Data Muhammadiyah yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional ini menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi digital di lingkungan Muhammadiyah. Farid Setiawan mengapresiasi langkah PDM Sleman yang menjadikan digitalisasi sebagai program unggulan melalui platform “Satu Data Muhammadiyah” (Satumu). “Digitalisasi adalah realitas yang kita hadapi sehari-hari. Dengan Satumu, kita mendapatkan akses data yang cepat, akurat, dan memudahkan dalam memetakan jumlah serta sebaran jamaah. Di sinilah peran agen dan verifikator menjadi sangat penting,” jelasnya. Farid juga menegaskan bahwa transformasi dari sistem manual menuju digital akan berjalan lebih mudah jika dimulai dari fondasi yang kuat, salah satunya melalui aktivasi Satumu di tingkat cabang dan ranting. Saat ini, tingkat aktifasi di Daerah Istimewa Yogyakarta masih berada di angka 29 persen per 1 Mei 2026. Ia berharap hingga akhir Mei seluruh agen dan verifikator di tingkat cabang dan ranting dapat terverifikasi. “Khusus di Sleman, masih terdapat satu PCM yang belum aktif dan sekitar 121 ranting yang belum melakukan aktivasi. Ini menjadi pekerjaan bersama yang harus segera dituntaskan,” tambahnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh PCM dan PRM semakin siap dalam mengoptimalkan peran agen dan verifikator, sehingga proses digitalisasi Muhammadiyah dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Transformasi dari manual ke digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan, sejalan dengan semangat Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkemajuan. Kontributor: Wahdan Arifudin, S.Pd. PCM Godean

Loading

Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gigi di SD Muhammadiyah Dadapan Bersama Alumni FKG UGM 86 dan PDGI Sleman

Turi, Pdmsleman.Or.Id Alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) angkatan 1986 bekerja sama dengan Bidang Pengabdian Masyarakat Persatuan Dokter Gigi Indonesia Cabang Sleman menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut bagi siswa-siswi SD Muhammadiyah Dadapan, Kamis (30/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diisi dengan berbagai agenda edukatif dan preventif, di antaranya SiGiBer (Sikat Gigi Bersama) serta TAF (Topikal Aplikasi Fluoride). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak usia sekolah dasar. TAF sendiri merupakan tindakan pengolesan fluoride pada permukaan gigi guna memperkuat email gigi dan mencegah terjadinya karies atau gigi berlubang. Prosedur ini dikenal aman, tidak menimbulkan rasa sakit, dan efektif sebagai langkah pencegahan dini terhadap masalah kesehatan gigi pada anak. Kegiatan ini melibatkan sekitar 70 alumni FKG UGM angkatan 1986, didukung oleh 40 tenaga dari PDGI Sleman serta sejumlah personel dari Puskesmas Turi. Kolaborasi lintas elemen ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Sleman. Ketua PDGI Sleman drg. Isa Dharmawijaya, M.Kes, FISQUA menyatakan “selamat dan turut mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial di SD Muhammadiyah Dadapan Wonokerto Turi, selamat bernostalgia di Jogja dengan tetap berkiprah kepada masyarakat”. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Dadapan, Lutfi Andari KS, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “ terimakasih kepada para alumni FKG UGM dan PDGI Sleman atas terpilihnya Sd MuDa sebagai sasaran baksos, terimakasih atas edukasi yang diberikan dan tentunya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan kami semua. Alhamdulillah anak-anak senang dan antusias mengikuti semua rangkaian acara hingga selesai”.  Selain kegiatan pelayanan kesehatan, panitia juga memberikan plakat sebagai bentuk kenang-kenangan kepada pihak sekolah. Tak hanya itu, bantuan berupa infak pembangunan sebesar Rp10.000.000 turut diserahkan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan fasilitas pendidikan di SD Muhammadiyah Dadapan.

Loading

SD Muhammadiyah Semingin Borong Tiga Piala dalam FLS2N Tingkat Kapanewon Moyudan

Moyudan, Pdmsleman.or.id Prestasi membanggakan kembali diukir oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah Semingin dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kapanewon Moyudan tahun 2026. Dalam kompetisi yang diikuti oleh 21 sekolah dasar se-Kapanewon Moyudan ini, kontingen SD Muhammadiyah Semingin berhasil membawa pulang tiga piala dari berbagai cabang lomba. Capaian gemilang tersebut dipersembahkan oleh Ananda Ahmad, yang berhasil meraih Juara 2 pada cabang lomba Melukis/Gambar Bercerita.,   Ananda Fatimah, yang menyabet gelar Juara Harapan 2 dalam cabang lomba Menyanyi. dan Ananda Reza dan Ananda Vino, yang tampil kompak hingga meraih Juara Harapan 2 pada cabang lomba Pantomim. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari kreativitas dan kerja keras siswa di bawah bimbingan para guru dan dukungan penuh dari pihak sekolah yang memang memiliki perhatian khusus pada pengembangan minat dan bakat siswa. Kepala SD Muhammadiyah Semingin, Eni Purwaningsih, S.H., S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan bangga yang mendalam atas torehan prestasi anak didiknya. Beliau menilai hasil ini adalah buah dari semangat pantang menyerah. “Alhamdulillah, anak-anak kita berhasil meraih tiga piala di FLS2N tingkat Kapanewon Moyudan. Semoga prestasi ini menginspirasi siswa yang lain untuk terus berkarya. Tetap semangat anak-anakku,” ujar Eni Purwaningsih memberikan motivasi. Prestasi ini juga tidak luput dari apresiasi para pengurus Komite Sekolah. Pihak komite menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para siswa dan berharap agar kerja sama antara sekolah, orang tua, dan siswa terus terjalin kuat demi meningkatkan prestasi di masa mendatang. Capaian di tingkat Kapanewon ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi SD Muhammadiyah Semingin untuk terus mencetak generasi yang unggul, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga dalam bidang seni dan budaya di wilayah Sleman.   Rep Sugiyanto  Moyudan

Loading

Rakor LPCRPM PDM Sleman menghadapi CRM Award 2027

Sleman, Pdmsleman.Or.id Wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman H. Nasirun menyampaikan bahwa pertemuan ini berada di wilayah kota Yogyakarta yakni difasilitasi oleh Bank BSI Jalan Jendral Sudirman Yogyakarta dan berharap akan lebih maju dan sukses termasuk menghadapi CRM Award 2027 di Gombong Jawa Tengah yang akan datang. “Dalam CRM Award untuk cabang unggulan sudah terpilih 3 cabang yaitu: PCM Sleman, PCM Gamping dan PCM Kalasan, sedangkan 3 ranting dan 3 masjid unggulan akan diadakan lomba kepada tiap PCM se-Sleman untuk menyiapkannya.” Kegiatan rakor LPCRPM atau Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman bersama 17 (tujuh belas) ketua dan sekretaris Pimpinan Muhammadiyah Cabang se-Sleman berlangsung pada Ahad 26 April 2026 di Kantor BSI Jalan Jendral Sudirman Yogyakarta. Selain membahas CRM Award 2027 juga dibahas tentang pengaktifan dan penunjukan agen dalam aplikasi Satumu, pembahasan KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta serta Proposal bantuan ke PKU Yogyakarta dan Gamping dan pihak bank BSI penyampaian promo dan layanan BSI tentang tabungan haji dan umroh, menabung dan cicil emas, gadai emas dan produk layanan lainnya. Sebagaimana dalam cita-cita utama Muhammadiyah adalah terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, yaitu masyarakat utama, adil, dan makmur yang diridhai Allah SWT. “Tahun ini kita bertekad Sleman juara dalam LPCR atau CRM Award” Ujar Nasirun. Untuk pemilihan ranting dan masjid unggul se Sleman, disampaikan bahwa masing-masing cabang untuk memilih mana ranting dan masjid unggul yakni sampai 16 Mei 2026 dengan kriteria yang sudah maju sebelumnya tidak boleh maju. Tandas Prawoto Umar Said, S.Ag, MKM, ketua LPCRPM PDM Sleman. Selanjutnya Heru Prasetyo, dari anggota LPCR PDM Sleman menyampaikan bahwa dalam best of the best di Banjarmasin tahun sebelumnya ketiganya dari Sleman. Untuk ranting Margokaton masih boleh ikut karena tahun sebelumnya belum juara 1 dan 2.“Data-data masuk sicara, data yang masuk adalah keunggulan yakni berdasar kriteria cabang unggul yakni:adanya program yang saling bersinergi baik dengan cabang, aum dan lazismu. Memiliki SK PCM, Kantor harus milik sendiri dan tidak numpang AUM, memiliki kajian rutin, memiliki masjid unggulan sebagai pusat dakwah, pelatihan dan memiliki korps mubaligh, dll Selanjutnya disampaikan kriteria cabang, ranting dan masjid unggulan secara lengkap adalahsebagai berikut: Kriteria Cabang Unggulan: Kriteria Ranting Unggulan: Kriteria Masjid Makmur dan Memakmurkan : Reportase: H Wahdan Arifudin S.Pd PCM Godean Editor: Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading