Silaturahmi Syawwal Keluarga Besar Muhammadiyah Sleman

Keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Pengajian Silaturahmi Syawwal yang dirangkai dengan acara pamitan haji, bertempat di Masjid Agung Sleman pada Ahad pagi sampai siang tanggal 12 April 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kehangatan, dihadiri oleh pimpinan daerah, warga persyarikatan, serta masyarakat sekitar. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya dan Sang surya, dilanjutkan dengan sambutan ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, H. Harjaka, S.Ag, S.Pd, M.A., menyampaikan bahwa menjadi warga Muhammadiyah itu harus mantab dan semangat. Alhamdulillah dari Sleman ada 390 orang calhaj dari KBIHU atau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh Aisyiyah dan berangkat dalam satu kloter. Harjaka menekankan bahwa biro haji dan umroh yang resmi di Muhammadiyah Sleman dan di Yogyakarta adalah KBIHU Aisyiyah. “Semoga menjadi haji yang mabrur membawa manfaat bagi masyarakat yang banyak”, tegas Harjaka Drs. Susmiarto,  M.M. selaku pemerintah mewakili bupati Sleman mengucapkan terimakasih dan mengucapkan taqobbalallahu minna waminkum mohon maaf lahir dan batin kedapan lebih baik lagi, peran Muhammadiyah sangat besar, indek 86,5 persen krn peran pendidikan di Muhammadiyah, kualitas harus ditingkatkan,  bidang kesehatan juga meningkat usia harapan hidup, kepada calon jamaah haji semoga dapat menunaikan segala sunah rukun dan wajib. Semoga Muhammadiyah Sleman makin semangat untuk membawa masyarakat lebih maju. Pengajian inti disampaikan oleh Muhammad Rofiq Muzzakir, Lc, M.A., Ph.D, sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang menyampaikan 3 hal yaitu: Pertama, siapa yang menguasai algoritma maka akan menguasai dunia, sekarang ini ada pengajian di roblox sambil main game. Bahkan Muhammadiyah sudah punya universitas siber Muhammadiyah bahkan mahasiswa sejak 4 tahun lalu ada 5.000 mahasiswa serta kuliah dengan virtual. Muhammadiyah masuk disitu melalui universitas siber. Serta kapling2 didunia digital. Muhammadiyah juga sudah mengeluarkan produk berupa kripto. Dulu yang berharga itu emas dan perak selama beberapa dekade tapi sejak terjadi peristiwa tahun 1971 perang vietnam. Uang dicetak tanpa melihat cadangan emas. Yang berharga bukan lagi barang bongkahan tapi algoritma kripto yang tercatat. Majelis tarjih menyebut bahwa kripto sebagai alat transaksi yang jika sudah nisob maka dizakati. Kedua, masalah kepadatan penduduk. Saat ini jumlah penduduk ada 8 milyar. Fatwa tarjih tentang pembayaran dam, setelah mengkaji bahwa penyembelihan hewan qurban bisa dialihkan ke tanah air. Problemnya karena jumlah jamaah haji di tanah suci meningkat jadi 1,6 juta jamaah sehingga terjadi problem. Melihat naas dalil tentang dam, perintah menyembelih hewan qurban awalnya untuk logistik jamaah haji, untuk fakir miskin di sekitar arab saudi. Tetapi saat ini sudah terjamin kedua hal itu. Sehingga diperluas untuk membantu masyarakat yang tidak mampu di tanah air. Data dari 200ribu. 27.000 memilih menyembelih hewan dam di tanah air. Tugas kita bersama adalah untuk mensuplai merata bagi fakir miskin untuk meningkatkan protein masyarakat. Ketiga, Memaknai Ulil Amri, secara ilmiah tafsir tentang Ulil Amri bersumber dari Surat Annisa ayat 59. Disampaikan juga asbabul nuzul ayat ini, secara umum bahwa barang siapa beriman, untuk taat kepada Allah, Rasul (Nabi Muhammad SAW), dan Ulil Amri (pemimpin/pemegang kekuasaan). Jika terjadi perselisihan, perkara wajib dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Ketaatan kepada pemimpin dibatasi selama tidak memerintahkan maksiat. Namun secara khusus asbabul nuzulnya tentang ulil amri itu bisa berupa ulama, pemimpin ormas Islam Muhammadiyah bisa disebut sebagai ulil amri dalam ibadah, para dokter juga ulil amri dibidang kesehatan, insyinyur juga ulil amri di bidang bangunan, kepala sekolah juga ulil amri serta bidang lain yang secara khosos Dengan terselenggaranya kegiatan silaturahmi syawwal 1447 H ini, keluarga besar Muhammadiyah Sleman meneguhkan kembali peran dakwahnya sebagai gerakan Islam yang berkemajuan, sekaligus menghadirkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat. Acara ini dihadiri 5.000 an jamaah yang terdiri dari berbagai unsur Muhammadiyah serta Amal Usaha Muhammadiyah sebagai kalender tahunan di Bulan Syawwal. Kontributor: Wahdan Arifudin

Loading

PCM Sleman Laksanakan Pembinaan Ustadz-Ustadzah, Cetak Generasi Muda Berkemajuan

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sleman menggelar kegiatan pembinaan dan pelatihan ustadz-ustadzah bagi generasi muda dalam rangka mencetak kader dakwah yang berakhlak dan berkemajuan. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Prima SR, Jalan Magelang Km 11, pada Sabtu (11/4/2026), dan diikuti sekitar 100 peserta dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) se-Kapanewon Sleman. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kader yang turut didukung melalui penyaluran bantuan dari Lazismu PKU. Kegiatan dikomandoi oleh Arif Hakim selaku perwakilan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Sleman yang menekankan pentingnya peran strategis generasi muda dalam dakwah di tengah masyarakat. Ketua PCM Sleman, Zahrul Mufrodi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kader muda Muhammadiyah harus mampu menjadi ustadz dan ustadzah yang tidak hanya cakap dalam ilmu, tetapi juga memiliki akhlak yang kuat. “Kader muda harus mampu menciptakan ustadz-ustadzah yang berakhlak, yang menebar kebaikan sebanyak-banyaknya di mana pun mereka berada. Dakwah bukan hanya soal ilmu, tetapi juga keteladanan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Ia menambahkan, pembinaan ini menjadi langkah konkret dalam menyiapkan generasi penerus Muhammadiyah yang mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam berkemajuan. Selain itu, dukungan moral dan material juga diberikan oleh Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sleman, Ibu Musabikah. Bantuan yang disalurkan kepada para peserta pelatihan disebut sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada generasi muda Muhammadiyah. “Ini adalah bentuk kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya, agar mereka semakin semangat dalam menuntut ilmu dan berdakwah,” ungkapnya. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas organisasi otonom Muhammadiyah, seperti Pemuda Muhammadiyah, KOKAM, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), AMM ranting, hingga para penggiat masjid. Kehadiran berbagai elemen tersebut memperkuat konsolidasi gerakan dakwah di kalangan generasi muda. Suasana penuh semangat tampak sepanjang kegiatan, dengan para peserta berkomitmen untuk mengamalkan nilai fastabiqul khairat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan motivasi baru dalam berdakwah di lingkungan masing-masing. “Kami bertekad untuk menghidupkan Sleman melalui kegiatan-kegiatan positif dan menjadikan masyarakat yang gemar menuntut ilmu,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, PCM Sleman bersama AMM berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak dakwah yang mencerahkan dan memajukan masyarakat Sleman.

Loading

Silaturrahmi Syawal dan Pamitan Haji Muhammadiyah Sleman 1447 H

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Silaturrahmi Syawal Keluarga Besar Muhammadiyah Kabupaten Sleman yang dirangkaikan dengan Pamitan Haji Muhammadiyah 1447 H. Acara ini berlangsung pada Ahad (12/4) pukul 07.30–11.00 WIB di Masjid Agung Sleman dr. Wahidin Sudiro Husodo dan dihadiri sekitar 6.000 jamaah warga Muhammadiyah Aisyiyah dari seluruh wilayah Sleman. Kegiatan diawali dengan pra-acara yang dimeriahkan oleh penampilan siswa-siswi SD Muhammadiyah Sleman, meliputi pertunjukan pianika, angklung, biola, tahfidz Al-Qur’an, serta berbagai penampilan lainnya yang menambah semarak suasana. Dalam sambutannya, Ketua PDM Sleman, H. Harjaka, MPd menyampaikan pentingnya menjaga kekuatan dan semangat Muhammadiyah dalam bersinergi untuk memajukan Kabupaten Sleman. Ia juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri serta memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh jamaah serta mendoakan agar para calon jamaah haji diberikan kelancaran dalam menunaikan ibadah serta menjadi haji yang mabrur. Sambutan dari Bupati Sleman yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Drs. Susmiarto MM menyampaikan harapan agar seluruh amal ibadah selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT. Sementara itu, sambutan dari Ketua PWM DIY yang diwakili oleh DR. H. Yayan Suryana menekankan bahwa tata kelola organisasi yang baik menjadi fondasi dalam membangun silaturahmi yang kokoh dan berkelanjutan. Acara inti diisi dengan pengajian oleh Muhammad Rofiq Muzakkir, Lc., M.A., Ph.D., Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam tausiyahnya menyoroti “pentingnya pemanfaatan kemajuan teknologi berbasis digital sebagai sarana dakwah yang efektif di era modern”. Pembicara juga mendorong seluruh jamaah, khususnya generasi penerus, untuk mampu mengikuti perkembangan zaman dengan bijak serta memanfaatkannya untuk kebaikan dan kemajuan umat. Selain itu, disampaikan bahwa jamaah haji asal Indonesia merupakan salah satu yang terbanyak di dunia, sehingga memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi positif selama pelaksanaan ibadah haji. Dalam konteks tersebut, beliau juga menganjurkan bagi jamaah haji untuk melaksanakan penyembelihan hewan qurban di Tanah Suci sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah haji. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin silaturrahmi yang semakin erat di antara warga Muhammadiyah serta meningkatnya semangat dalam berkontribusi bagi kemajuan umat dan masyarakat. Disela acara juga diramaikan dengan pemeriksaan kesehatan dari AUM kesehatan dan berbagai UMKM binaan Muhammadiyah Sleman yang menambah meriah suasana di seputar Masjid Agung Wahidinn Sudirohusodo Sleman. Rep  Totok Yudo P Editor  Arief H MPI PDM Sleman

Loading

Pengajian Ahad Pagi dan Syawalan Muhammadiyah Margokaton   di Masjid Syuhada sediakan 800 porsi sarapan. 

Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Pengajian Ahad Pagi dan Syawalan Muhammadiyah Margokaton  Seyegan digelar di Masjid Syuhada Planggok dengan  sediakan 800 porsi sarapan. Acara dibuka dengan pembacaan basmalah, diikuti dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Saudara Naufal Azam dan Saudara Azam, santri TPA Al Mubarok, Planggok.Dilanjutkan dengan pembacaan ikrar syawalan oleh Bapak Setyo Widianto, yang merupakan tradisi untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Ketua PRM Margokaton Nur Khaorudin memberikan sambutan mengenai pentingnya meningkatkan kualitas dan kuantitas anggota Muhammadiyah, serta apresiasi kepada para jamaah. Tausiyah disampaikan oleh Ustaz Isngadi Marwah Admaja, SHI, MH. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pentingnya silaturahmi (menyambung tali persaudaraan) yang dijamin dapat meluaskan rezeki dan memanjangkan umur. Beliau juga menyoroti pentingnya etika berkomunikasi antar generasi (terutama kepada generasi muda) agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Pengajian diakhiri dengan kegiatan pentasyarufan infak kepada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di lingkungan Margokaton, terdiri dari 1 SD Muhammadiyah, 2 Kelompok bermain Aisyiyah, 3 TK ABA, 7 TPA dan 3 Ortom di Margokaton. Pengajian yang dihadiri 980an jamaah ini berhasil mengumpulkan infak sebesar  3,5 juta rupiah. Rep Enkade Margokaton Seyegan

Loading