![]()
Author Archives: Arief Hartanto
KAJIAN AHAD PAGI | Ustad. Dr. dr. Yaltafit Abror Jeem, M.Sc. | 5 April 2026
NGAGLIK BERKEMAJUAN https://www.youtube.com/watch?v=1ohG8-VpNWA
![]()
200 Rider BikersMu Klaten Melaju Bersama Dakwah Gelar Syawalan dan Baksos di PCM Turi dan Watupurbo
![]()
Syawalan & Parenting SD Muhammadiyah Semingin: Kolaborasi Kunci Lahirkan Generasi Sholih
Moyudan, PdmSleman.Or.Id Kebersamaan yang hangat tercipta di Aula KHA Dahlan, Sabtu (4/4/2026), saat SD Muhammadiyah Semingin menggelar Syawalan dan Parenting yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga pengingat akan satu hal penting, yakni menjalin Silaturahmi dan Meraih Ridha Ilahi.Pengawas Sekolah Dasar Moyudan, Suranti,M.Pd dalam sambutannya menegaskan bahwa kesuksesan pendidikan anak adalah hasil dari kerja sama erat antara sekolah, paguyuban orang tua, dan pengurus komite. “Kepala sekolah, guru, dan pegawai tidak bisa bekerja sendiri. Mereka butuh dukungan dari orang tua, komite, serta pengurus Pendidikan Dasar Menengah Muhammadiyah,” ujar Suranti.Ia pun menekankan bahwa sinergi ini harus terus dipupuk demi kemajuan SD Muhammadiyah Semingin.Acara yang dihadiri oleh pengurus komite, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan, Lurah Sumbersari, hingga para wali murid kelas 1–6 ini juga menghadirkan tausiyah inspiratif dari Ketua PWM Sleman, H. Harjaka, S.Ag., S.Pd., M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, Harjaka menyampaikan bahwa memilih sekolah Muhammadiyah adalah langkah tepat. Sebab, anak-anak tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga agama, budi pekerti, akhlakul karimah, dan karakter mulia. “Murid di Muhammadiyah dididik agama dan budi pekerti. Harapannya, mereka kelak menjadi anak sholih dan sholihah. Anak-anak inilah yang akan mendoakan orang tuanya,” paparnya.Harjaka juga mengajak seluruh orang tua untuk menjadi teladan dalam ibadah, aktif di masjid, serta mendampingi anak-anak dalam menegakkan sholat fardhu dan sunnah. Menurutnya, generasi muda yang gemar berkegiatan di masjid adalah investasi strategis bagi pembinaan umat dan regenerasi.Sementara itu, Drs. H. Sarjono,,M.Si perwakilan dari Bidang Pendidikan Dasar & Menengah (Diksdakmen) PCM Moyudan, memberikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih SD Muhammadiyah Semingin. Namun, ia mengingatkan agar semangat inovasi tidak pernah padam. “Guru-guru harus terus berkreasi dalam pembelajaran. Dukungan orang tua, PCM, PWM, dan pemerintah kalurahan juga sangat penting. Kembalikan kejayaan sekolah ini yang telah melahirkan tokoh-tokoh nasional, salah satunya Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah,” tegasnya.Pesan penuh semangat itu pun menjadi penutup yang menggerakkan. Harapannya, melalui Syawalan dan Parenting ini, komunikasi dan kolaborasi antara sekolah, orang tua, serta pemangku kebijakan akan semakin erat—demi lahirnya generasi penerus yang cerdas, berakhlak, dan membanggakan.Reporter: Edy S Moyudan
![]()
200 Rider BikersMu Klaten Melaju Bersama Dakwah Gelar Syawalan dan Baksos di PCM Turi dan Watupurbo
Turi, Pdmsleman.Or.Id 200an riders Komunitas Bikers Muhammadiyah (BikersMu) Chapter Klaten menggelar kegiatan Touring Syawalan dan Taddabur Alam pada Ahad (5/4/2026) dengan rangkaian kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah Turi, Sleman. Menurut Ketua Panitia acara Touring Eko Teguh Wibawanto Kegiatan ini diawali dengan perjalanan dari Klaten menuju lokasi bakti sosial di Masjid Shirothol Mustaqim Ngentak, kemudian dilanjutkan dengan pengajian dan halal bihalal serta ditutup dengan refreshing di Grojogan Watu Purbo. Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kegiatan sosial yang dilakukan oleh BikersMu Klaten. Ia menilai kegiatan ini menjadi bentuk nyata silaturahmi sekaligus dakwah sosial yang menyentuh masyarakat. “Alhamdulillah kami dari PCM Turi merasa senang dengan adanya kegiatan silaturahmi dan bakti sosial dari BikersMu Klaten ini. Ini bukan sekadar touring, tetapi juga membawa nilai dakwah dan kepedulian sosial,” ujar Bambang Rahmanto. Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara komunitas seperti BikersMu dengan struktur Muhammadiyah di tingkat cabang sangat penting dalam memperluas manfaat bagi umat. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mempererat hubungan antar daerah. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk menggabungkan hobi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya. Ketua LDK PDM Klaten dalam tausiyahnya mengingatkan semua peserta untuk selalu menguatkan iman dan dakwah salah satunya melalui BikersMU dan janganlah kita meninggalkan generasi yang lemah iman dan ilmu karena tantangan kehidupan tidak semakin ringan karenanya bekali anak-anak kita dengan iman dan ilmu. Sementara itu, kegiatan bakti sosial dipusatkan di Masjid Shirothol Mustaqim Ngentak, sebagaimana hasil koordinasi antara BikersMu Klaten dengan BikersMu Sleman dan PCM Turi sebagai tuan rumah. Setelah pelaksanaan bakti sosial, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Grojogan Watu Purbo dikawal dari Polsek Turi dan KOKAM Turi melalui jalan-jalan pedesaan yang menghijau asri dalam suasana kebersamaan sekaligus refleksi spiritual di tengah keindahan alam. Selain sebagai ajang silaturahmi pasca Idul Fitri, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di kalangan anggota BikersMu. Dengan menggabungkan touring, dakwah, dan aksi sosial, BikersMu Klaten menunjukkan bahwa komunitas otomotif juga dapat berperan aktif dalam kegiatan keumatan. Kegiatan ditutup dengan menikmati suasana alam di kawasan Grojogan Watu Purbo Merdikorejo Tempel dan sebelum rombongan kembali ke Klaten sejumlah BikersMU Wedi Klaten menyempatkan mampir ke kediaman Lina Seragam di Ngentak Bangunkerto Turi, salah satu warga dari Wedi Lina Wahyu Triningsih yang kini membuka usaka konveksi di Turi yang dulunya juga aktivis dari Klaten . Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan penuh keakraban, mencerminkan semangat Syawalan dengan silaturahmi dan ukhuwah. Arief Hartanto Turi
![]()
Panitia Shalat Ied Lapangan Sumbersari Tasyarufkan Hasil Infak
Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 yang berlangsung pada Jum’at ( 20/3/2026 ) telah berjalan dengan sukses, namun hasil infak tidak langsung di Tasyarufkan ke Masjid atau lembaga.Untuk itu pada Jum’at ( 3/4/2026 ) Panitia melakukan musyawarah membahas pentayarufan hasil infak tersebut, yang digelar di rumah Bapak H. Jazuli Sombangan, Sumbersari. Dalam laporannya Bendahara Panitia melaporkan bahwa pada pelaksanaan Sholat Ied di lapangan Sumbersari memperoleh 31.102.000 rupiah.Selanjutnya dengan kemufakatan seluruh Panitia hasil infak tersebut di Tasyarufkan untukBiaya penyelenggaraan Rp 2.550.000, PCM Moyudan Rp 5.000.000, PRM Tegalrejo Patran, PRM Klisat, PRM Semingin Nasri, PRM Tiwir dan PRM Sombangan masing-masing menerima 300.000 rupiah. Selanjutnya untuk tujuh Taman Pendidikan Al Qur’an ( TPA) se- Wilayah Sumbersari mendapat bagian masing-masing 500.000 rupiah. Sedangkan untuk SD Muhammadiyah Semingin mendapat 2.000.000 rupiah, TK Kartini Semi Asri, Paud Kuncup Mekar, Paud Tunas Bangsa dan Paud Aisyiyah Arum Sari, Masing-masing memperoleh 500.000 rupiah. Untuk tempat Ibadah masjid An Nashr, Masjid Makmur, dan Masjid Dakawon mendapat banyak 3.000.000 rupiah. Sedangkan Mushala Al Ikhlas, Mushalla Persatuan, dan Mushalla Jetis masing-masing Rp 1.500.000 rupiah. Untuk kelompok pembust shif dan pengedar infak Rp 1.000.000, sisa 52.000 rupiah untuk Kas Panitia. Selanjutnya Panitia merencanakan, untuk pelaksanaan sholat Idul Adha 1447.Rep Sugiyanto+ Moyudan
![]()
Pendidikan Anak Dan Kaderisasi Dini Muhammadiyah
Tempel, Pdmsleman.Or.Id Dua dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melakukan pengabdian masyarakat Kepada para pimpinan ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah di lingkungan ranting Merdikorejo Tempel Sleman. Pengabdian masyarakat yang digelar di Aula SD Muhammadiyah Gondang legi ini, mendapatkan antusias luar biasa dari 60 orang peserta pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah Merdikorejo. Pada kesempatan ini, Dr. Siti Syah Handayani, dosen prodi Manajemen memberikan uraian tentang pendidikan anak secara Islami, bagaimana Islam meberikan panduan untuk mendidik anak. Dalam era gempuran media sosial yang bertubi tubi, bisa jadi anak lebih didoktrin oleh konten media sosial yang tidak jelas arahnya ketimbang didikan orang tua yang pasti jelas tujuannya. Maka orang tua memegang peran penting dalam membangun karakter anak. Pertama, adalah kewajiban orang tua mendidik anaknya sebagaiama al Qur’an telah menggariskannya. “Dalam Pandangan Islam, Anak adalah titipan Alloh, anak adalah ladang pahala, anak juga merupakan ujian keimanan sekaligus menjadi perhiasan dunia. Maka perlu kehati-hatian orang tua untuk memberikan input dan asupan nilai pada pemikiran anaknya”. Beberapa karakter dan prinsip yang harus diberikan kepada anak anak antara lain pendidikan tentang ketauhidan, pengenalan tentang moral, adab dan soppan sanntun, serta membangun karakter anak dengan nilai kejujuran, disiplin, tanggungjawab, mandiri, dan menghargai orang lain. Sementara itu Dr. Sugeng Riyanto, dosen hubungan internasional membeberkan tentang “ pentingnya pengenalan tentang Muhammadiyah sejak dini sebagai awal pengkaderan di lingkungan warga Muhammadiyah. Hal ini dapat dilakukan melalui audio visul dengan memasang symbol Muhammadiyah di rumah, mengajak anak ke situs situs dan amal usaha Muhammadiyah, serta mengajak mereka dalam kegiatan dan aktifitas Muhammadiyah”. Ketua Pimpinan Rantig Muhammadiyah Merdikorejo, Ida Eri Kurniawati S. Pd. sangat menyambut baik program ini dan berharap ada kelanjutan di masa yang akan datang. Pada kesempatan ini diserahkan pula hibah dari UMY berupa 1 speaker aktif dan beberapa gulung tikar sebagai sarana penjunjang kegiatan Aisyiyah maupun Muhammadiyah di Merdikorejo. Rep S Roy PCM Tempel Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Kuatkan Manajemen Organisasi Muhammadiyah, 7 Prinsip Ajaran KH Ahmad Dahlan
Tempel, Pdmsleman.Or.id Kolaborasi antara dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Akademi Manajemen Putrajaya (AMPJ) terjalin dalam program pengabdian masyarakat. Dr. Sugeng Riyanto dari FISIPOL UMY dan Muhammad Ichsan SE MM dari AMPJ, membagikan keilmuannya dalam workshop penguatan manajemen organisasi kepada para pimpinan ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Ranting Merdikorejo Tempel Sleman pada Jumat 3 April 2026. Workshop yang dilaksanakan di Aula SD Muhammadiyah Gondanglegi ini menitik beratkan pada manajeman organisasi Muhammadiyah yang berbasis pada 7 prinsip ajaran KH Ahmad Dahlan. Dalam paparannya Muhammad Ichsan menjabarkan 7 prinsip tersebut antara lain ” hidup adalah pertaruhan, bahaya takabur, hati hati dengan kebiasaan, pemurnian keyakinan, teguh pendirian, pengorbanan pemimpin, dan belajar dan beramal “. Sementara itu Sugeng Riyanto menekankan kembali bahwa “ Muhammadiyah adalah sebuah gerakan, jadi pengurusnya harus menjadi mesin penggerak, yang memberi energi bagi laju roda organisasi. Maju mundurnya Muhammadiyah di tingkat manapun tergantung pada gerak dari para manajer atau pengurusnya. Pengurus Muhammadiyah harus menjadi ujung tombak, bahkan ujung tombok, kadang malah menerima resiko sasaran tembak. Tetapi itulah ajaran Kyai Dahlan, hidup adalah pertaruhan, hidup hanya sekali, jadi harus memberikan kemanfaatan”. Pengabdian dalam skema khusus ini mendapat sambutan yang antusias dari sekita 60 pimpinan ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah yang terundang. Selain memberikan pembekalan, dalam pengabdian ini UMY juga memberikan hibah berupa 2 ekor kambing betina indukan senilai 4.025.000 rupiah untuk dikembangbiakkan sehingga hasilnya diharapkan mampu memberikan kontribusi pendanaan dalam kegiatan Muhammadiyah di lingkup Ranting Merdikorejo. Rep S Roy PCM Tempel Editor Arief hartanto MPI PDM Sleman
![]()
PCM Turi Sukses Kembangkan Program Ternak Ayam “Kokam” (Komersial Kampung)
Turi, Pdmsleman.Or.Id Sejahtera dan menyejahterakan itulah kalimat yang dijadikan slogan kelompok ternak PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Turi. Program Ketahanan Pangan yang marak dikampanyekan akhir-akhir ini menginspirasi warga Muhammadiyah Turi untuk berjaringan dalam sektor pertanian dan peternakan. Pasalnya, lebih dari 60% profesi penduduk Turi berprofesi sebagai petani dan peternak yang didukung dengan area pertanian dan peternakan yang potensial. Majlis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PCM telah berhasil menggagas dan mewujudkan progam peternakan ayam “KOKAM” (Komersial Kampung) berbasis jaringan atau kelompok. Program ini sudah berjalan lancar di Batch 1 yang menggelontorkan bantuan DOC (Day-old Chicken) Elba kepada anggota ternaknya dengan sistem undian. Menurut Udin, selaku koordinator program “KOKAM”, ternak ini dinilai efektif karena selain penerapan “portfolio management” juga dapat memberikan wahana edukasi kepada warga Muhammadiyah bukan hanya sekedar teoritis namun juga aksi nyata walaupun dalam sekala kecil atau UMKM. Batch 1 program ternak ini dimulai akhir Desember 2025, peternak yang memperoleh bantuan skala 50 ekor DOC ayam Elba dari Majlis Ekonomi saja sudah dapat mencetak pulet (calon induk betina) di usia 2-3 bulan dengan harga penjualan Rp 6.500 – Rp 7.000 per minggu. Artinya, peternak warga Muhammadiyah ini dapat melakukan “creating value” kepada hewan ternaknya hanya dalam 2-3 bulan. Jika dihitung-hitung dengan jumlah panen misal 60% ayam betina (pulet) dari 50 ekor bantuan DOC dari Majlis Ekonomi saja, ayam sudah bisa dijual dengan harga Rp 80.000 – 85.000 umur 3 bulannya yakni dengan penjualan sebesar 2jt belum termasuk ayam Elba jantannya. Menurut informasi Mastoni, selaku penerima bantuan DOC Elba untuk membesarkan 50 ekor DOC elba sampai umur 2 bulan hanya dibutuhkan pakan sekitar 1 sak atau 50 kg. Faktanya, bisa panen di usia 2 bulan atau 1 bulan lebih cepat dengan harga maksimal Rp52.000/ekor Elba betina. Artinya, penjualan dari 50% total ayam yang keluar betina bisa Rp 1.300.000 (belum termasuk pejantannya). Harga pakan per sak saat ini Rp 450.000 – 470.000 dengan berat 50kg. Keuntungan setelah dikurangi harga pakan yang diperolehnya Rp.850.000 (belum dikurangi vitamin, sekam, dll) selama 2 bulan. Atas dasar keberhasilan simulasi bisnis di batch awal ini yang telah diprakarsai dan didukung penuh oleh Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata PCM Turi, Mawardi selaku ketua menuturkan selain kita sudah berhasil dengan produk beras “BERMUTU” saatnya kita akan kembangkan produk lokal lainnya yakni produk ayam dengan pemuliaan galur dan masih dalam proses riset warga Muhammadiyah Turi yang tergabung dalam kelompok TernakMU. “Tujuannya ringkas, kita akan gerakkan roda ekonomi umat melalui produk kita sendiri untuk memenuhi kebutuhan pasar”. Bambang Rahmanto, selaku ketua umum PCM Turi pun gayung bersambut dan tertarik menghadiri rapat kelompok TernakMU PCM Turi pada tanggal 1/4/2026 di Lungguhrejo bahkan juga terlibat menjadi peternak praktis untuk mengawal dan mendukung penuh program Majlis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata PCM Turi. Bambang Rahmanto yang akrab dipanggil Bara ini berharap “ kegiatan ternak ini semoga akan terus bertambah banyak pesertanya dan dapat menyejahterakan umat melalui perputaran roda ekonominya dimulai dari lingkungan yang kecil dan dimilai dari sekarang”. Dalam rapat tersebut diskusi teknis juga sangat interaktif dengan juga dihadirkan narasumber Agung Sulistyo, Peternak Senior Ayam Layer (petelur merah) berpengalaman yang memiliki ternak dengan kapasitas sekitar ribuan ekor dan Fajar, peternak senior ayam kampung modern yang merupakan warga Muhammadiyah Turi. Mawardi juga menegaskan kemandirian ekonomi umat itu perlu dikondisikan yakni diberikan pembinaan, konsolidasi, dan stimulasi agar inkubasi bisnis warga Muhammadiyah itu lebih berkemajuan. Rep Udin MEK PCM Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Di Mata Anak Muda, Muhammadiyah Bukan Sekadar Organisasi
Di Mata Anak Muda, Muhammadiyah Bukan Sekadar Organisasi — Arif Jamali Muis —- Di tengah dunia yang bergerak cepat, ketika perhatian anak muda mudah berpindah dan kepercayaan terhadap institusi semakin menipis, Muhammadiyah justru masih berdiri dengan daya tarik yang tidak kecil. Ini bukan sesuatu yang biasa. Banyak organisasi besar kehilangan relevansinya di mata generasi baru. Tetapi Muhammadiyah tampaknya tetap punya daya pikat. Laporan survei yang diterbitkan Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahamd Dahlan (UAD) berjudul Muhammadiyah di Mata Anak Muda memberi gambaran yang menarik sekaligus menggugah. Sebanyak 91 persen responden menyatakan bangga terhadap Muhammadiyah. Lebih dari itu, 82,8 persen menjadikannya rujukan terpercaya untuDi Mata Anak Muda, Muhammadiyah Bukan Sekadar Organisasi: Antara Kepercayaan, Kinerja, dan Harapan Baru Liputan Khusus Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan gaya hidup generasi muda, tidak banyak organisasi yang mampu tetap relevan. Banyak yang perlahan ditinggalkan, dianggap usang, atau sekadar simbol masa lalu. Namun, di antara dinamika itu, Muhammadiyah justru menunjukkan fenomena berbeda—ia tetap hidup, bahkan dipercaya. Sebuah laporan survei dari Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan menghadirkan potret yang tak hanya menarik, tetapi juga menggugah cara pandang. Dalam laporan bertajuk “Muhammadiyah di Mata Anak Muda”, mayoritas responden menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap Muhammadiyah. Sebanyak 91 persen responden mengaku bangga terhadap Muhammadiyah. Lebih dari sekadar kebanggaan, 82,8 persen menjadikannya rujukan terpercaya dalam isu-isu terkini. Angka lainnya tak kalah mencolok: 89,3 persen melihat Muhammadiyah sebagai pemersatu bangsa, 87,3 persen menilai sebagai panutan dalam politik nasional, dan 82,6 persen percaya pada kinerja pejabat publik yang berasal dari organisasi ini. Namun, di balik angka-angka impresif tersebut, tersimpan cerita yang lebih dalam: tentang bagaimana anak muda hari ini membaca Muhammadiyah—bukan dari simbol, tetapi dari dampak nyata. Dari Simbol ke Manfaat Nyata Menariknya, generasi muda tidak lagi menempatkan Muhammadiyah dalam bingkai perdebatan identitas keagamaan. Hal-hal yang dulu sering menjadi sorotan publik, seperti perbedaan penentuan awal puasa atau jumlah rakaat tarawih, justru tidak lagi dominan dalam ingatan mereka. Sebaliknya, yang paling diingat adalah kontribusi konkret. Sebanyak 44,1 persen responden mengasosiasikan Muhammadiyah dengan sekolah dan kampus berkualitas. Sementara 42,3 persen melihatnya sebagai organisasi Islam yang modern dan rasional. Ini menjadi penanda penting: telah terjadi pergeseran cara pandang. Muhammadiyah tidak lagi sekadar dikenal, tetapi dirasakan. Ia hadir dalam ruang-ruang kehidupan sehari-hari—di bangku sekolah, di layanan kesehatan, hingga dalam aktivitas sosial masyarakat. Amal Usaha yang Menjadi Wajah Nyata Kepercayaan itu bukan tanpa alasan. Amal usaha Muhammadiyah menjadi wajah yang paling nyata dari nilai-nilai yang selama ini diusung. Sebanyak 88,1 persen responden menilai sekolah dan kampus Muhammadiyah worth it. Di sektor kesehatan, 86,1 persen menilai layanannya sangat baik, dan 80,5 persen menyebutnya terjangkau. Di sinilah kekuatan utama Muhammadiyah terlihat: ia tidak hanya berbicara, tetapi bekerja. Tidak hanya menyuarakan nilai, tetapi menghadirkannya dalam bentuk layanan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketika Kepercayaan Bertemu Sikap Kritis Meski demikian, generasi muda tidak serta-merta memberikan kepercayaan tanpa batas. Survei yang sama juga mencatat adanya respons kritis, terutama ketika Muhammadiyah bersentuhan dengan isu konsesi tambang. Tingkat penolakan mencapai 46 persen. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sinyal. Anak muda tetap mendukung Muhammadiyah, tetapi mereka juga mulai lebih peka terhadap isu lingkungan dan potensi konflik kepentingan. Di titik ini, terlihat jelas bahwa relasi antara Muhammadiyah dan generasi muda bukan hubungan pasif. Ia adalah hubungan yang hidup—dipenuhi apresiasi, tetapi juga diwarnai ekspektasi. Antara Kualitas dan Akses Catatan lain muncul di sektor pendidikan. Meski dinilai berkualitas, sekitar 31 persen responden di wilayah perkotaan merasa biaya pendidikan Muhammadiyah belum sepenuhnya terjangkau. Hal ini menjadi pengingat bahwa identitas Muhammadiyah sejak awal tidak hanya dibangun dari kualitas, tetapi juga dari keberpihakan. Ia tumbuh sebagai gerakan yang menghadirkan layanan modern tanpa meninggalkan akses bagi masyarakat luas. Jika kualitas terus meningkat namun akses semakin terbatas, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar citra, melainkan jati diri. Harapan yang Tidak Berlebihan Di balik semua penilaian itu, tersimpan satu benang merah: harapan. Sebanyak 89,4 persen responden menilai Muhammadiyah mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Bahkan 87,8 persen melihat organisasi ini ramah terhadap seni, musik, dan media populer—ruang-ruang yang selama ini menjadi dunia anak muda. Namun harapan itu sederhana: Muhammadiyah diminta tetap menjadi dirinya sendiri. Tetap rasional, membumi, tidak kaku, dan terus menghadirkan manfaat. Bagi generasi muda, Muhammadiyah bukan sekadar organisasi keagamaan. Ia adalah representasi bagaimana agama seharusnya hadir di ruang publik—tidak hanya sebagai wacana, tetapi sebagai solusi. Cermin yang Perlu Dijaga Laporan ini pada akhirnya bukan hanya tentang pujian. Ia adalah cermin—yang memantulkan bahwa Muhammadiyah masih dicintai, tetapi juga sedang diawasi. Masih dipercaya, tetapi sekaligus diuji. Dalam dunia yang terus berubah, sejarah memang bisa membuat sebuah organisasi bertahan. Namun hanya relevansi dan konsistensi yang mampu membuatnya tetap dicintai lintas generasi. Dan di mata anak muda hari ini, pesan itu terdengar jelas:Muhammadiyah tidak perlu menjadi sempurna.Ia hanya perlu tetap menjadi Muhammadiyah yang mereka percaya.
![]()