Dorong Lahirnya Amal Usaha, Dosen UMY Pacu PRA Trihanggo Segera Buka Toko

Gamping.PDMSLEMAN.OR.ID Pagi menjelang siang PRA Trihanggo mengupgrade keilmuan kembali untuk peningkatan kapasitas dakwah ekonomi. Selasa 31/03 dii Aula Kantor Bersama Muhammadiyah Gamping. 11 Ibu-ibu hadir dengan semangatnya menerima materi dari para narasumber. Acara ini diselenggarakan oleh UMY dalam rangka Pengabdian Dosen Tahun 2026. Peserta kali ini sengaja sedikit agar kualitas pertemuan menghasilkan kelompok belajar yang benar-benar menghasilkan output berdampak ke masyarakat. Hadir dalam pembukaan acara, Trimani, S.Pd I selaku Ketua PRA.  Ketua pelaksana kegiatan, Drs.  Juhari SA, M. Si. menjelaskan bahwa sudah waktunya perempuan berkemajuan seperti ‘Aisyiyah Trihanggo merancang dengan prinsip keberlanjutan dan penguatan ekonomi jangka panjang, real action membuat toko. Sedangkan Dr.  Oktiva Anggraeni, S.IP, S. Pd, M. Si sebagai anggota Tim Dosen memaparkan Business Plan.  Memasuki sesi utama, tim pengabdian memberikan Pelatihan Inisiasi Pembentukan dan Penguatan Usaha Ekonomi Pada Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Trihanggo Selatan.   Tim menjelaskan  pemahaman mengenai pentingnya inventaris potensi usaha, perencanaan dan pencatatan keuangan yang sistematis, penyusunan anggaran usaha, hingga integrasi aspek lingkungan dan sosial dalam pengelolaan bisnis. Materi yang disampaikan diharapkan mampu mendorong ibu-ibu ‘Aisyiyah untuk lebih adaptif terhadap konsep usaha kelompok berkelanjutan. Hal ini dikuatkan dalam pelatihan tersebut oleh Nisfatul Izzah, S. E, MA sebagai Narsum,  Pada penghujung acara sebelum makan siang, dibentuklah Kelompok Usaha yang mengelola toko, lengkap dengan struktur pengurusnya, agar kemudian bisa dipantau oleh Tim Pengabdi. Ditutup dengan foto bersama dan beberapa peserta meminta selfie narasumber. (red-ay). #dosenumy #ekonomiislam #pdmsleman #pcmgamping #pratrihanggo

Loading

Pengajian Syawalan PCM Turi, Teguhkan dan Spirit Kepedulian Sosial

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi menggelar Pengajian Syawalan, Halal Bihalal, serta pamitan jamaah haji pada Ahad Kliwon, 10 Syawal 1447 H atau 29 Maret 2026 bertempat di Gedung DakwahMu di Ngablak Bangunkerto Turi. Kegiatan yang dihadiri sekitar 500an jamaah ini berlangsung khidmat dengan menghadirkan narasumber utama Prof. Drh. H. Agung Budiyanto. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan DR. H. Agus Nugroho Setiawan PCM Turi yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Syawal sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan amal ibadah pasca-Ramadan. “Atas nama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi, kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga amal ibadah kita selama Ramadan diterima Allah dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadan yang akan datang,” ujarnya sebagaimana disampaikan kepada contributor Arief Hartanto. Sambutan juga disampaikan perwakilan pemerintah kapanewon yang diwakili Panewu Anom Turi Muh. Yunan Nurtrianto, S.STP, M.Sc. Ia memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah Turi atas kontribusinya dalam mendukung program pemerintah, sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama mengatasi persoalan sosial. Hadir juga sejumlah Lurah dan Kapolsek dan Danramil Turi dalam kesempatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Muhammadiyah Turi yang telah membantu program pemerintah. Namun, kami juga mengajak untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi masyarakat sangat dibutuhkan melalui kegiatan pemberdayaan dan kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Memasuki sesi inti, pengajian disampaikan oleh Prof. Drh. H. Agung Budiyanto yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Syawal merupakan refleksi dari keberhasilan pembinaan spiritual selama bulan suci. “Ramadan itu membentuk karakter. Setelah Ramadan, manusia seharusnya lebih cepat mendekat kepada Allah, lebih rendah hati, dan tidak merasa paling hebat. Kita ini sejatinya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. “Apa yang ada di sisi kita akan lenyap, sedangkan yang ada di sisi Allah itulah yang kekal. Maka setiap aktivitas harus bernilai akhirat,” lanjutnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya mengendalikan emosi sebagai bentuk kekuatan sejati. “Orang kuat itu bukan yang menang berkelahi, tetapi yang mampu menahan amarah,” ujarnya, mengutip hadis Nabi. Rangkaian acara dilanjutkan dengan ikrar halal bihalal yang berlangsung penuh haru. Seluruh jamaah saling memaafkan atas kesalahan yang disengaja maupun tidak, sebagai wujud pembersihan hati di bulan Syawal. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk pamitan jamaah haji PCM Turi tahun 1447 H. Perwakilan jamaah, Sri Ismawati, SE., menyampaikan permohonan doa restu kepada seluruh hadirin. “Kami memohon doa agar diberikan kesehatan, kelancaran, dan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sempurna serta kembali dengan predikat haji mabrur,” tuturnya. Ia menyebutkan sebanyak 14 calon jamaah haji dari keluarga Muhammadiyah Turi dijadwalkan berangkat pada 23 April 2026. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah serta sarapan pagi Soto Bersama seluruh jama’ah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen jamaah dalam meningkatkan kualitas ibadah serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Rep n Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Syawwalan dan Peresmian Sekretariat PRM dan PRA Sidorejo Godean

 Godean, Pdmsleman.Or.Id Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Syawwalan yang dirangkaikan dengan peresmian Sekretariat Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sidorejo. Acara ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM),  Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Godean, Lurah Sidorejo, Dukuh Pare 2 dan Pare 3, tokoh masyarakat, anggota PRM PRA Sidorejo serta tokoh masyarakat sekitar. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, dan diakhiri dengan tausiyah serta doa bersama. Bertempat di rumah H. Kuswanto, Dusun Pare 2 Sidorejo Godean Sleman Yogyakarta Ahad, 29 Maret 2026 telah diresmikan kantor sekretariat Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Sidorejo oleh ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean Haris Darmawan, S.Pd Menurut ketua panitia Drg. Sri Wijayanti menyampaikan bahwa “tujuan peresmian sekretariat ini adalah untuk meningkatkan gerak langkah dakwah berkemajuan di Sidorejo dan pelaksanaan peresmian ini bertepatan dengan kajian penguatan ideologi Muhammadiyah tiap Ahad Kliwon yang dibimbing oleh H. Hadi Suprapto”.  Adanya kantor ini merupakan kebaikan H. Kuswanto untuk dapat digunakan dalam kegiatan PRM PRA Sidorejo. Dilaporkan juga kegiatan lain diantaranya pengajian rutin Jumat Wage, pengajian tiap Sabtu pagi di Masjid Prawirosetiko dan kajian Ahad kliwon ini serta kegiatan per majelis. Lurah Sidorejo, Isharyanto mengapresiasi  kegiatan PRM PRA agar lebih baik lagi karena sebelumnya belum memiliki sekretariat saat ini sudah akan diresmikan kantor sekretariat dan di Sidorejo sudah ada tanah wakaf Muhammadiyah di Dusun Ganjuran akan lebih membawa manfaat bagi masyarakat. “Terimakasih kepada Bapak Kuswanto atas kesediaan memanfaatkan untuk sekretariat sebagai penguatan dakwah Muhammadiyah di Sidorejo”. Selanjutnya Haris Darmawan, S.Pd menyampaikan dalam sambutan bahwa” kantor sekretariat PRM PRA Sidorejo merupakan yang pertama di Cabang Muhammadiyah Godean dan menjadi penting untuk lebih menunjukkan eksistensinya lagi walau gerak langkah baik PRM PRA Sidorejo sudah real ada  dan eksis namun dakwah kepada jamaah harus lebih ditingkatkan”. Adapun tanah wakaf di Ganjuran nanti insyaAllah untuk pemanfaatan panti asuhan, diharapkan dapat dirintis dan dikelola oleh PRM PRA Sidorejo mengingat dakwah tidak hanya pengajian saja namun juga pemberdayaan bagi warga masyarakat tidak mampu juga peningkatan ekonomi warga masyarakat pungkas Haris. Acara Syawwalan semakin terasa khidmat dengan tausiyah yang mengangkat tema pentingnya akhlaq bagi seorang warga Muhammadiyah. Dalam tausyiyah Hadi Suprapto menyampaikan ada 3 perkara yang hendaklah kamu bisa melakukan, Pertama, memberi orang yang tidak pernah member, Kedua, ampunilah orang yang menyakiti dan Ketiga, menjadi penghubung menyambung silaturahmi. Selain itu, setelah doa oleh Drs. H. Moh. Fatchan dan pengguntingan pita masuk kantor sekretariat,  suasana keakraban juga terlihat saat ramah tamah dan makan bersama yang menjadi penutup kegiatan ini. Rep H Wahdan Arifusin SPd   PCM Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pesan Khatib Sholat Ied di Lapangan Sumbersari : 3 Peran Umat Alumni Madrasah Ramadhan

Moyudan.Pdmsleman.Or.id Ramadhan telah memberi kesempatan kepada umat untuk memperbaiki diri, mengantarkan umat pada hari kemenangan. Berkat rahmat Allah SWT., umat mampu menahan lapar, dahaga, mengendalikan hawa nafsu hingga memperbanyak ibadah. Allah SWT. telah memberikan kehidupan, kesehatan, dan kesempatan menyambut Idul FItri dengan kebersihan hati. Ustad Heru Suprayitno menegaskan Idul Fitri bukan sekedar perayaan, tetapi awal dari ujian sesungguhnya. Bukan hanya merayakan kemenangan tetapi juga harus merenungkan apa yang harus dilakukan pasca Ramadan. Sebagai insan bertaqwa, sebagai alumni madrasah Ramadan, ada 3 JJJKperan penting umat. Pertama berperan untuk diri sendiri. Ramadan telah membentuk diri kita disiplin sholat, disiplin membaca Qur’an, disiplin menahan amarah, memperbanyak sedekah, serta manjauhi maksiat. “Kita harus menjadikan ibadah dan amal baik sebagai bagian dari hidup kita, bukan sekedar ritual musiman, dengan tetap istiqomah. Jangan biarkan semangat Ramadan mati begitu saja. Khusus kaum muda, remaja masjid, teruslah bersemangat mengurus kegiatan di masjid, jangan jauhkan dirimu dari masjid.” tegasnya. Kedua, berperan untuk keluarga, membangun rumah tangga dengan nilai-nilai Ramadan. Karena keluarga adalah benteng utama dalam membentuk peradaban. Jika ingin membangun bangsa yang kuat, mulailah dari keluarga yang kuat. Ramadan telah mengajarkan kepada kita arti kasih sayang, kebersamaan, dan tanggung jawab. Maka, setelah Ramadhan, kita harus terus membimbing keluarga dalam kebaikan, jangan biarkan rumah tangga diisi dengan kemaksiatan, pertengkaran dan kelalaian. Jadikan rumah tangga sebagai tempat penuh dengan ketenangan, ketaqwaan dan keberkahan. Sebagai suami, jadilah pemimpin yang adil dan bertanggung jawab. Sebagai istri, jadilah pendamping yang sholihah penuh kasih sayang. Sebagai orang tua, jadilah teladan bagi anak-anaknya. “Kita didik anak-anak menjadi generasi unggul dan kuat, kuat fisik, mental, ekonomi dan kuat keimanannya,” tegas khatib.Kedepan, anak-anak kita menghadapi tantangan yang tidak mudah, diperlukan mental kuat dengan terus memohon pertolongan Allah dengan sabar dan doa. Ketiga, berberan untuk bangsa, menjadi umat yang bermanfaat. Menukil Hadits Riwayat Ahmad, Khoirunnaas anfa’uhum linnaas. “Sebaik-baik umat adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.” Bangsa kita tidak hanya membutuhkan umat soleh individu, tetapi juga Soleh sosial yang peduli sesama dan peduli sosial. “Jangan hanya sibuk dengan ibadah pribadi, tetapi melupakan tanggungjawab sosial. Jangan hanya mencari pahala untuk diri sendiri, tetapi lupa menegakkan keadilan dan membela kebenaran di masyarakat,” tegasnya. Qur’an Al-Maidah: 2 mengajarkan umat untuk saling tolong-menolong dalam hal kebaikan dan taqwa, jangan bertolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. Di sinilah pentingnya sebuah organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, sebagai sarana untuk bersama-sama mencapai tujuan mulia dengan dakwah yang lebih baik, lebih terarah dan sistematis. Karena kebaikan yang tak terorganisir akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir. “Idul Fitri bukan akhir perjalanan ibadah, melainkan awal tantangan baru. Ramadhan telah menempa kita menjadi pribadi yang lebih baik, dan harus kita jaga dan kita terapkan nilai-nilai yang telah kita pelajari,” pungkasnya.Rep Sugiyanto Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Ribuan Jamaah Ikuti Sholat Idul Fitri 1447 H PRM Sidoharjo, Angkat Tema Tiga Tanda Diterimanya Amal Ramadhan

Turi, Pdmsleman.Or.Id  Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sidoharjo berlangsung khidmat di Lapangan Ngablak, Bangunkerto, Turi. Ribuan jamaah memadati lokasi sejak pagi hari untuk menunaikan ibadah sekaligus mendengarkan khutbah yang sarat makna spiritual. Bertindak sebagai khatib, Candra Setiawan, S.Ag., dari PUTM Ngipiksari, Hargobinangun, Pakem, menyampaikan khutbah bertema “Tiga Tanda Diterimanya Amal Ramadhan”. Dalam penyampaiannya, ia mengajak jamaah melakukan refleksi mendalam atas ibadah yang telah dijalani selama bulan suci. “Satu bulan yang lalu kita menyambut Ramadhan dengan penuh semangat untuk memperbaiki diri. Namun kini yang terpenting adalah bagaimana menjaga konsistensi amal setelahnya,” ungkapnya dalam khutbah. Ia menekankan bahwa keberhasilan Ramadhan tidak diukur dari banyaknya ibadah semata, tetapi dari keberlanjutan amal tersebut. Mengutip hadis Nabi, ia menyampaikan, “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada akhirnya,” sebagai pengingat pentingnya istiqamah. Lebih lanjut, khatib menjelaskan tiga indikator diterimanya amal Ramadhan. Pertama, meningkatnya kualitas spiritual setelah Ramadhan. “Orang yang menang bukanlah yang pakaiannya baru, tetapi yang ketaatannya bertambah,” jelasnya mengutip ulama. Kedua, dimudahkan dalam melakukan kebaikan berikutnya. Ia menjelaskan bahwa amal saleh akan melahirkan amal saleh lainnya sebagai bentuk taufik dari Allah. “Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan setelahnya,” paparnya. Adapun tanda ketiga adalah hadirnya ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup. Amal yang diterima akan memberikan dampak positif, baik secara spiritual maupun dalam kehidupan sehari-hari. Menutup khutbah, jamaah diajak untuk terus menjaga semangat ibadah, memperbanyak doa, serta berharap agar seluruh amal Ramadhan diterima oleh Allah SWT. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti lapangan saat doa dipanjatkan bersama, menandai berakhirnya rangkaian ibadah Idul Fitri dengan penuh makna. rep Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading