Pesantren Ramadhan di SMP Muhammadiyah 2 Godean

Godean, Pdmsleman.Or.Id Suasana Ramadhan yang penuh berkah terasa hangat di lingkungan SMP Muhammadiyah 2 Godean melalui kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H pada Jum’at, 6 Maret 2026 yang diselenggarakan dengan berbagai rangkaian kegiatan pembinaan keislaman bagi para siswa. Kegiatan ini dipusatkan di Masjid At Tauhid yang berada di lingkungan sekolah yang beralamat di Sembuh Lor, Sidomulyo, Godean, Sleman Yogyakarta. Pesantren Ramadhan tahun ini mengambil tema “Dengan Ramadhan kita raih ilmu dan kebersamaan” diawali dengan kegiatan Pra-Ramadhan yang dilaksanakan jelang memasuki bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan bekal spiritual dan pemahaman kepada seluruh murid agar dapat menyambut dan menjalani Ramadhan dengan lebih baik, penuh kesadaran ibadah, serta meningkatkan akhlak dan kepedulian sosial. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah aksi berbagi takjil on the road yang dilaksanakan di gerbang sekolah pinggir jalan utama barat perikanan Godean. Dalam kegiatan ini, para siswa yang tergabung dalam IPM Ranting SMP Muhammadiyah 2 Godean membagikan 90an paket takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan berbagi tersebut dipimpin oleh Ketua IPM, Candra Nugraha, dengan pendampingan pembina IPM, Danang Dwi Cahyono, S.Pd. dan waka kesiswaan Lathifah Mutiq, S.Pd.I. Melalui kegiatan ini, para siswa dilatih untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kepada sesama, terutama di bulan suci Ramadhan. Setelah kegiatan berbagi takjil, rangkaian acara dilanjutkan dengan pengajian menjelang berbuka puasa yang disampaikan oleh Arif Jatmiko, S.Si. dan didampingi seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 2 Godean. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas fenomena remaja masa kini, tantangan yang dihadapi generasi muda, serta bagaimana seorang pelajar muslim seharusnya bersikap di tengah arus perubahan zaman. Para siswa diajak untuk tetap menjaga akhlak, memperkuat iman, serta bijak dalam menggunakan teknologi dan pergaulan. Setelah berbuka puasa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah yang dipimpin oleh imam Idrus Aqibuddin, M.Pd., Guru Ismuba. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan kultum sebelum sholat tarawih oleh Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Godean, Wahdan Arifudin, S.Pd yang mengangkat tema berbakti kepada orang tua. Dalam kultumnya, beliau mengajak para siswa untuk meneladani kisah keteladanan Uwais Al Qarni, salah satu tokoh dari kalangan Khairu Tabi’in, yang dikenal luas karena pengabdian dan kecintaannya yang luar biasa kepada sang ibu. Melalui kisah tersebut, para siswa diingatkan bahwa ridha Allah sangat erat kaitannya dengan ridha orang tua, sehingga berbakti kepada orang tua merupakan salah satu jalan menuju keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Kegiatan Pesantren Ramadhan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, serta akhlak mulia dalam diri para siswa. Dengan demikian, Ramadhan benar-benar menjadi momentum untuk membentuk generasi pelajar yang berilmu, beriman, dan berkarakter serta menjadikan Muhago Tumbuh yakni menumbuhkan generasi yang:✨ Takwa✨ Unggul✨ Mandiri✨ Ber-Akhlak✨ Ulet✨ HebatMenumbuhkan akhlak mulia,menumbuhkan jiwa kepemimpinan,menumbuhkan budaya literasi,dan menumbuhkan karakter sejak dini.Bersama MUHAGO (SMP Muhammadiyah 2 Godean),kita tumbuh — pelan tapi pasti,kuat dalam nilai,siap menghadapi masa depan. Aamiin Rep  H. Wahdan A  S.Pd  SMPM 2 Godean

Loading

Festival Anak Sholeh Angkatan Muda Muhammadiyah Tegaltirto 

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka Syiar  Islam, tawadhu terhadap  ilmu serta menyemarakkan bulan Suci  Ramadhan  Panitia  Gema Ramadhan 1447 H Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM)  Ranting  Tegaltirto menyelenggarakan Lomba Festival Anak Sholeh pada hari Ahad 8 Maret 2026 bertempat di Komplek Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Berbah, Sleman, Yogyakarta. Wakil Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegaltirto H. Heriyanto menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Panitia Penyelenggara Festival Anak Sholeh AMM Ranting Tegaltirto atas terselenggaranya kegiatan dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadhan 1447 H. Kegiatan lomba selain sebagai Syiar Islam namun juga sebagai ajang menyalurkan kemampuan , memupuk bakat minat para santri TPA untuk menunjukkan kemampuan. Langkah presentasi akan menjadi kenangan dan bekal dalam menyongsong kehidupan bermasyarakat yang akan datang.“Semoga para Santri TPA akan menjadi penerus Syiar Islam juga dalam berkemajuan Muhammadiyah.” Ketua Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Tegaltirto Andrian Eka Putra Puwadi menyampaikan bahwa Festival Anak Sholeh tidak hanya sekedar perlombaan tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.“Melalui kegiatan ini pihaknya berusaha menanamkan nilai-nilai keislaman  dan kemuhammadiyahan kepada anak anak sejak dini agar tumbuh menjadi generasi yang beriman berilmu dan berakhlak mulia.” Ketua Panitia Gema Ramadhan  1447 H AMM Ranting Tegaltirto Syerin Anasya Maharani  menyampaikan bahwa festival Anak Sholeh merupakan rangkaian tiga kegiatan  Ramadhan tahun 1447 H, kegiatan pertama adalah Pengajian Dan buka bersama yang berlangsung pada hari Ahad 22 Februari 2026 di Gedung Serbaguna Tegaltirto dengan menampilkan Kak Jack Saparow. Kegiatan kedua sekarang ini Festival Anak Sholeh dengan  menggelar delapan jenis  Lomba.Adapun macam lomba adalah lomba Dai Cilik, Lomba Tartil Al Qur’an, Lomba Gerakan Sholat, lomba Adzan,  Lomba Hafalan Surat Al Qur’an, Lomba cerdas Cermat Al Qur’an, Lomba  Mewarnai dan lomba Kaligrafi. Lomba tersebut diikuti oleh 261 Santriwan dan Santriwati kontingen dari TPA Masjid se Kalurahan Tegaltirto.” Suksesnya kegiatan Festival Anak Sholeh merupakan partisipasi dan kerjasama pengurus Remaja Masjid TPA se Kalurahan Tegaltirto . Juga terimakasih  panitia  yang telah berkontribusi secara aktif  sehingga acara berjalan lancar.” Tutur Syerin. Selanjutnya Syerin juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan yang merupakan penutup ataupun puncak kegiatan Gema Ramadhan 1447 H adalah Gema Takbir  yang diselenggarakan pada hari terakhir bulan Ramadhan malam hari Raya Idul Fitri .“Dimana malam itu diadakan lomba Takbir , pembagian hadiah serta penutupan rangkaian Kegiatan  Gema Ramadhan tahun 1447 H.” Fajar H dari seksi acara menyampaikan bahwa kegiatan  Festival Anak Sholeh AMM Ranting Tegaltirto memilih diselenggarakan pada bulan Ramadhan merupakan kesepakatan dari hasil  pengamatan bahwa kegiatan Santri TPA akan sangat berhasil dan mendapatkan dukungan penuh dari Pengurus TPA dan Takmir Masjid ketika kegiatan diadakan pada bulan Romadhon.” Semangat berjuang dan berkorban serta berkegiatan akan terlihat pada bulan Ramadhan.” Jelas Fajar. Kusnadi  Berbah

Loading

Penguatan Etika Politik Dalam Islam

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Program Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Universitas Yogyakarta kini mengembangkan model skema khsus. Terdapat 14 skema khusus yang dikembangkan oleh UMY untuk 2026 ini, di antaranya adalah penguatan institusi Muhammadiyah di level Cabang Ranting, pembinaan kaum diabilitas, Pendampingan Koperasi Merah Putih dll. Demikian dijelaskan oleh dr. drg. Laelia Dwi Anggraini sp., KGA. Ketika mendampingi sejumlah dosen UMY di Muhammadiyah Cabang Tempel beberapa Ahad lalu. Khusus untuk Cabang Tempel, UMY menurunkan 10 dosen dengan  focus utaama adalah penguatan kelembagaan dan manajemen organisasi Muhammadiyah. Salah satu dosen pengabdi adalah Muhammad Zahrul Anam, M. Si, yang juga dosen Hubungan Internasional. Dalam paparannya tentang “Penguatan Etika dan Moral Berpolitik dalam Islam” di hadapan  Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempel, Zahrul menengarai “ banyaknya politisi yang kehilangan pijakan etika dan moral, sehingga banyak terjadi penyalah gunaan kekuasaan atau kinerja yang tidak maksimal”. Meski Muhamadiyah bukan Gerakan politik, namun banyak kader Muhammadiyah yang bermain di arena politik. Kader kader ini mestinya senantiasa berpijak pada Erika dan moral politik sesuai dengan pedoman Islam. Zahrul Anam menyampaikan bahwa salah satu tantangan di PCM Tempel adalah lemahnya implementasi etika politik Islam, yang sering tergerus oleh politik transaksional dan pragmatisme elektoral. “Tujuan program ini adalah untuk memperkuat pemahaman tentang prinsip-prinsip etika politik Islam yang terdapat dalam Alquran dan Hadis, seperti amanah, keadilan, dan kejujuran, serta menumbuhkan perilaku politik yang berlandaskan pada nilai-nilai profetik,” jelas Zahrul. Tetapi, tantangan yang dihadapi oleh kelompok akar rumput adalah money politics. Mereka banyak yang berpikir jangka pendek untuk mendapatkan keuntungan finansial pada pemilu. “Penegakkan etika politik Islam memerlukan komitmen yang kuat dari umat Islam untuk menjauhi perilaku-perilaku yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam termasuk melakukan jual-beli suara dalam pemilu”, jelas Zahrul. Tidak mudah untuk menenggakkan idealisme etika politik Islam di tengah-tengah godaan gemerlap politik. Namun, pilihan untuk mengambil keuntungan politik sesaat menjadi penyebab tercerabutnya politik dari moralitas. Oleh karena itu, pengajian di Muhammadiyah menjadi instrumen yang cukup efektif untuk penguatan ideologi dan pengetahuan tentang politik Islam.  Dalam rangkan abdimas ini UMY juga menyerahkan hibah kepada PCM Tempel berupa modal untuk perternakan kambing. Rep Roy Tempel Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

397 Jamaah Haji 2026 KBIHU Aisyiyah Sleman Berkenalan dengan Petugas Kloter

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sleman, Sebanyak 397 calon jamaah haji tahun 2026 yang tergabung dalam KBIHU Aisyiyah Sleman mengikuti kegiatan bimbingan manasik dengan agenda perkenalan bersama petugas kloter pada Ahad (8/3/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Agung Sleman mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan jamaah menjelang keberangkatan ibadah haji. Agenda utama pertemuan saat ini adalah memperkenalkan para petugas kloter yang akan mendampingi jamaah selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Bendahara KBIHU Aisyiyah Sleman, Hj. Sri Hartatik, menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mempererat silaturrahim sekaligus membangun komunikasi awal antara jamaah dan petugas kloter. Menurutnya, kedekatan dan kekompakan sejak awal akan sangat membantu kelancaran serta kenyamanan jamaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji. “Melalui pertemuan ini diharapkan terjalin silaturrahim yang baik antara jamaah dengan petugas kloter, sehingga dapat meningkatkan kekompakan satu kloter demi kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan ibadah haji,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kloter 3 Sleman, Minanur Rahman, memberikan arahan kepada para jamaah agar menjaga kekompakan dalam kelompoknya, baik di tingkat regu, rombongan, maupun kloter. Ia menekankan bahwa kebersamaan dan kedisiplinan jamaah menjadi faktor penting dalam kelancaran perjalanan ibadah haji. Selain itu, ia juga mengingatkan jamaah untuk mempersiapkan kondisi fisik dengan baik menjelang keberangkatan. Para jamaah dianjurkan menjaga kesehatan dengan pola hidup yang sehat serta rutin berolahraga guna menjaga kebugaran tubuh. Pertemuan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang perkenalan seluruh petugas yang akan mendampingi jamaah selama di Tanah Suci. Para petugas tersebut terdiri dari Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), serta Petugas Haji Daerah (PHD). Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para jamaah semakin mengenal petugas yang akan mendampingi mereka serta mampu membangun koordinasi yang baik dalam satu kloter, sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman. Rep Mif_KBIHU Aisyiyah Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Saatnya Warga Muhammadiyah Harus Melek Hukum Dan Digital

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Di tengah derasnya arus informasi yang membanjiri gawai masyarakat, diperlukan sikap hati hati dan mitigasi untuk membaca, memahami dan menerukan atau menindaklanjuti  setiap informasi yang masuk. Jika tidak, maka warga Masyarakat akanmudah terjebak dalam beritah bohong, hoak, fitnah penipuan, bahkan yang lebih parah adalah tindakan melanggar hukum. Mengantisipasi hal tersebut, Tanto Lailam S.H LLM (Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) membeberkan pandangan dan sarannya untuk warga Muhammadiyah di kapanewon Tempel, sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat skema khusus UMY Sabtu lalu. Program pengabdian ini merupakan solusi atas ketimpangan informasi di era digitial yang memberikan pengaruh signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Era digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, berinteraksi, dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam paparannya Tanto mengemukakan “ Berbagai informasi yang valid dan hoax – deepfake saling bersaing untuk mempengaruhi masyarakat. Hoax merupakan informasi yang direkayasa untuk menutupi informasi sebenarnya atau upaya penutarbalikan fakta menggunakan informasi yang seolah-olah meyakinkan tetapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya”. Hoax juga bisa diartikan sebagai tindakan mengaburkan informasi yang sebenarnya, dengan cara membanjiri suatu media dengan pesan yang salah agar bisa menutupi pesan yang benar. Berdasarkan riset Mafindo, tema politik tercatat menjadi tema disinformasi yang menonjol, yaitu sebanyak 773 hoaks atau 48,5 persen dari total hoaks setahun terakhir. Sementara itu, dalam kasus deepfake yang seolah merupakan video yang sangat realistis, tetapi sepenuhnya palsu dan digunakan untuk menipu publik atau merusak reputasi seseorang, termasuk tokoh-tokoh politik dan tokoh masyarakat, seperti halnya video deepfake Prabowo, Jokowi, Sri Mulyani. Untuk mengatasi persoalan di masyarakat tersebut, workshop membangun kesadaran hukum dan politik menjadi semakin penting agar masyarakat tidak hanya aktif secara digital, tetapi juga cerdas, kritis, dan bertanggung jawab secara hukum dan etika. Kesadaran hukum membantu masyarakat memahami hak dan kewajiban, mencegah pelanggaran hukum (seperti ujaran kebencian, hoaks, dan kejahatan siber), serta mendorong kepatuhan pada aturan hukum yang berlaku. Kesadaran politik mendorong partisipasi yang sehat dalam proses demokrasi dan tatanan masyarakat yang baik dan berkeadilan. Untuk membangun kesadaran hukum dan politik masyarakat di era digital, beberapa point penting dibawah ini menjadi acuan meliputi Pola pendidikan dan sosialisasi literasi digital berbasis Masyarakat, Pendidikan politik berbasis masyarakat melalui kempanye publik di media social dan Gotong royong di masyarakat untuk saling menginformasikan dan mengingatkan mengenai konten-konten hukum dan politik yang sekiranya menimbulkan kontroversi. Rep  : Roy Tempel Editor  Arief Hartanto MPI PDM sleman

Loading

Celengan Wakaf, Inovasi Pemberdayaan Ekonomi Jamaah Aisyiyah di Tempel Sleman

Tempel, Pdmsleman.Or.Id  Gagasan pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf mulai diperkenalkan kepada masyarakat akar rumput di Kabupaten Sleman guna mendorong lahirnya model pendanaan ekonomi syariah yang berkelanjutan bagi anggota organisasi perempuan Muhammadiyah. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Dr. Yuli Utami, S.Ag., M.Ec., dosen Fakultas Ekonomi UMY saat memberikan pemaparan konsep celengan wakaf pada Sabtu lalu di hadapan pengurus Aisyiyah Cabang Tempel, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada penguatan organisasi Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting. Dalam paparannya, Yuli menjelaskan bahwa celengan wakaf merupakan konsep sederhana namun memiliki dampak jangka panjang bagi penguatan ekonomi masyarakat. Melalui mekanisme ini, wakaf tunai dihimpun dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota lembaga keuangan rintisan, kemudian dikelola sebagai dana abadi untuk pembiayaan usaha berbasis syariah. “Celengan wakaf ini pada dasarnya adalah cara kolektif menghimpun wakaf tunai dari anggota. Dana tersebut kemudian menjadi modal abadi yang dapat digunakan untuk pembiayaan usaha syariah bagi masyarakat,” ujar Yuli dalam pemaparannya. Ia menilai, model ini dapat menjadi solusi bagi organisasi di tingkat ranting dan cabang yang selama ini masih bergantung pada iuran dan infak anggota untuk menjalankan berbagai kegiatan organisasi. Menurut Yuli, ketergantungan pada iuran rutin seringkali membuat gerak organisasi menjadi terbatas. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembiayaan yang tidak membebani anggota secara langsung, namun tetap mampu menopang kegiatan organisasi secara berkelanjutan. “Selama ini kemandirian organisasi di tingkat cabang dan ranting masih mengandalkan iuran dan infak anggota. Padahal, jika dikelola dengan konsep wakaf produktif, dana kecil yang terkumpul bisa menjadi sumber pembiayaan jangka panjang,” jelasnya. Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, tim pengabdian masyarakat UMY juga memberikan simulasi praktik pembiayaan berbasis ekonomi syariah kepada para peserta. Beberapa skema yang diperkenalkan antara lain pembiayaan mudharabah, musyarakah, murabahah, hingga ijarah. Simulasi tersebut dilakukan agar para peserta tidak hanya memahami konsep wakaf produktif, tetapi juga mampu mengelola dana secara profesional sesuai prinsip ekonomi syariah. Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Para ibu anggota Aisyiyah aktif mengajukan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan praktik pembiayaan usaha kecil, pengelolaan dana wakaf, hingga kemungkinan penerapan konsep tersebut di lingkungan mereka. Diskusi bahkan berlangsung hingga menjelang waktu berbuka puasa, menandakan besarnya minat peserta untuk memahami sistem ekonomi syariah yang lebih aplikatif bagi masyarakat. Program pengabdian ini juga mendapat dukungan dari pihak kampus. Kepala Sub Direktorat Pengabdian Masyarakat UMY, Dr. drg. Laelia Dwi Anggaeni, Sp.KGA., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan UMY pada tahun ini. Menurutnya, UMY menjalankan berbagai program pengabdian melalui dua skema besar, yakni skema reguler dan skema khusus. “UMY meluncurkan 14 program pengabdian masyarakat dalam skema khusus. Ada program di Desa Binaan Wirokerten, Wirobrajan, pendampingan Koperasi Merah Putih, edukasi mitigasi bencana, pendampingan bagi penyandang disabilitas, hingga penguatan organisasi Muhammadiyah seperti di PCM Tempel, Cangkringan, dan Tamantirto,” jelas dr. Lia. Ia menambahkan, beberapa tim pengabdian bahkan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di lembaga pemasyarakatan. “Bahkan ada tim yang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Lapas Wirogunan. Ini menunjukkan komitmen UMY untuk hadir di berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya. Melalui program seperti celengan wakaf ini, UMY berharap literasi keuangan syariah di tengah masyarakat semakin meningkat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi jamaah, khususnya di lingkungan organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Loading

Ketua PCM Turi Ajak Maksimalkan Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Turi, Pdmsleman.Or.Id Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi, Drs. Bambang Rahmanto, mengajak umat Islam untuk memaksimalkan berbagai amalan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan materi dalam kegiatan Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Bangunkerto 1 dan Bangunkerto 2, Kecamatan Turi, Sleman. Dalam kesempatan tersebut, Bambang Rahmanto menekankan pentingnya memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadhan sebagai momentum meraih keutamaan Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan. “Sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah kesempatan yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal ibadah. Jangan sampai kesempatan ini terlewat begitu saja,” ujarnya di hadapan para peserta Baitul Arqam. Ia menjelaskan beberapa amalan sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten setiap malam selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Salah satunya adalah bersedekah setiap hari meskipun dengan nominal kecil. “Sedekahkan kepada siapa saja setiap hari minimal Rp1.000 dalam sepuluh malam terakhir. Jika Lailatul Qadar jatuh pada malam tersebut, maka pahala sedekah itu seakan-akan dilakukan selama 84 tahun,” jelas Bambang Rahmanto. Selain sedekah, ia juga menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan shalat sunnah minimal dua rakaat setiap malam. Menurutnya, amalan sederhana namun dilakukan dengan istiqamah dapat menjadi ladang pahala besar apabila bertepatan dengan malam Lailatul Qadar. “Kerjakan shalat sunnah minimal dua rakaat setiap malam. Jika malam itu adalah Lailatul Qadar, maka seolah-olah kita melakukan shalat selama 84 tahun,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya membaca Al-Qur’an, salah satunya dengan membaca Surat Al-Ikhlas minimal tiga kali setiap malam. “Jika kita membaca Surat Al-Ikhlas tiga kali setiap malam dan itu bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka pahalanya seperti mengkhatamkan Al-Qur’an selama puluhan tahun,” tambahnya. Lebih lanjut, Bambang Rahmanto mendorong umat Islam untuk memahami makna dan keagungan Lailatul Qadar dengan membaca tafsir Surat Al-Qadar. Menurutnya, pemahaman yang mendalam akan membuat seseorang lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah. Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak hanya menunggu malam ke-27 Ramadhan untuk memperbanyak ibadah. Sebab, Lailatul Qadar bisa terjadi pada malam mana pun di sepuluh malam terakhir. “Jangan menunggu malam tertentu saja. Jadikan seluruh sepuluh malam terakhir sebagai target ibadah kita,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Bambang Rahmanto juga mengingatkan doa yang dianjurkan Rasulullah SAW ketika mencari Lailatul Qadar, yaitu “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” yang berarti, Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku. Selain memperbanyak ibadah, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dengan istirahat yang cukup, seperti melakukan tidur siang sejenak atau qailulah, serta menjaga pola makan agar tidak berlebihan. Bambang Rahmanto juga mengajak umat Islam untuk melibatkan keluarga dalam ibadah malam, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Ia menutup pesannya dengan mengingatkan agar seluruh amal ibadah dilakukan dengan ikhlas dan tidak dipamerkan di media sosial. “Biarlah ibadah itu menjadi rahasia indah antara kita dengan Allah. Yang paling penting adalah kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya,” pungkasnya.

Loading

Baitul Arqam ‘Aisyiyah Turi Perkuat Kader Perempuan Berkemajuan

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Bangunkerto I dan II, Turi, Sleman menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam sebagai upaya memperkuat kaderisasi dan memperdalam pemahaman keislaman bagi anggota ‘Aisyiyah. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kartopranjanan Ngentak pada 6–7 Maret 2026 ini dihadiri berbagai unsur pimpinan Muhammadiyah serta tokoh masyarakat setempat. Sejumlah tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan PCM Turi, PCA Turi, dukuh setempat, PRM Ngentak, serta unsur masyarakat seperti RW, RT, dan takmir masjid. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan gerakan dakwah perempuan Muhammadiyah di tingkat akar rumput. Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan yang dipandu oleh panitia. Rangkaian pembukaan meliputi tilawah Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, serta Mars ‘Aisyiyah, sebelum dilanjutkan dengan sambutan dari para pimpinan organisasi. Ketua PRA Ngentak, Siti Kusniah, S.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Baitul Arqam menjadi sarana penting untuk memperkuat ideologi serta komitmen kader dalam menjalankan dakwah Islam. “Melalui kegiatan ini kami berharap para kader ‘Aisyiyah semakin memahami nilai-nilai perjuangan organisasi dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya. Sementara itu Ketua PCA Turi, Sri Winarti, M.Pd, menyampaikan bahwa kaderisasi merupakan ruh gerakan ‘Aisyiyah yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, kader ‘Aisyiyah tidak hanya dituntut aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, berilmu, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Kader ‘Aisyiyah harus memiliki iman yang kuat, ikhlas dalam beramal, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” kata Sri Winarti. Kegiatan Baitul Arqam tersebut menghadirkan berbagai materi yang bertujuan memperkaya wawasan peserta, di antaranya dinamika perjuangan ‘Aisyiyah, ibadah praktis, kepemimpinan dalam organisasi, hingga motivasi perempuan inspiratif dan risalah perempuan berkemajuan. Materi-materi tersebut disampaikan oleh sejumlah narasumber dari unsur pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah seperti dengan materi PHIWM / Kepemimpinan, Motifasi Perempuan Inspiratif, Kreatif, Produktif dan Risalah Perempuan Berkemajuan, ke Aisyiyahan dengan pemateri MPK PDA Sleman, Firra Berlinawati, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog, PCM TURI Drs. Bambang, Hj. Sri W Mpd. Turi, Pdmsleman.Mu.Or.Id Selain materi kelas, peserta juga mengikuti kegiatan spiritual seperti shalat tahajud, shalat subuh berjamaah, kultum, serta aktivitas kebersamaan berupa senam dan outbound untuk mempererat ukhuwah di antara peserta. Dalam perspektif organisasi, kader ‘Aisyiyah merupakan penerus, pelopor, sekaligus penggerak amal usaha yang memiliki peran strategis dalam menyebarkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir kader-kader perempuan Muhammadiyah yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara benar, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, empati sosial, serta semangat berkhidmat bagi umat. Kegiatan Baitul Arqam tersebut ditutup dengan pembagian santunan hari raya kepada 18 Duafa dan 5 anak yatim. Eni S salah satu panitia berpesan kepada para peserta agar terus aktif dalam gerakan dakwah dan kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungan masing-masing. Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat peran ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam yang berkontribusi dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Rep : Eni S  PCA Turi Editor  ARief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pengajian Ramadhan PDM Sleman Tekankan Penguatan Akidah untuk Kemandirian Ekonomi Umat

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman melalui Hendro Sucipto Ketua MPKSDI selaku menggelar pengajian Ramadhan bertema “Aqidah Islam untuk Penguatan Ekonomi Umat” pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman ini dihadiri Sekda Sleman Drs. Susmiarto MM bersama ratusan warga Muhammadiyah dari berbagai unsur, mulai dari pengurus Daerah, Cabang dan ranting, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), kepala sekolah, hingga organisasi otonom. Suasana pengajian terasa hangat dan khidmat sejak awal acara. Para peserta tampak memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperkuat keimanan sekaligus memperdalam pemahaman tentang pentingnya kemandirian ekonomi umat yang berlandaskan akidah Islam. Ketua PDM Sleman, H. Harjaka, M.A., membuka kegiatan tersebut. Dalam tausiah singkatnya, ia mengingatkan bahwa Ramadhan bukan hanya momentum memperbanyak ibadah ritual, tetapi juga kesempatan membersihkan hati dan memperteguh komitmen dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna. “Ramadhan mengajarkan kita untuk menata hati, memperkokoh akidah, serta menjaga istiqomah dalam setiap langkah kehidupan,” ujar Harjaka. Menurutnya, kekuatan spiritual menjadi fondasi penting bagi umat Islam untuk membangun kehidupan sosial dan ekonomi yang sehat. Pengajian tersebut juga dihadiri Sekda Sleman Drs. Susmiarto MM, Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman Hj. Hanik Rosyada beserta jajaran. Kehadiran unsur Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah menambah semangat kebersamaan dalam kegiatan yang menjadi bagian dari agenda Ramadhan PDM Sleman. Narasumber utama dalam pengajian ini adalah Dr. H. Riduwan, S.E., M.Ag., Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam paparannya, Riduwan menekankan bahwa penguatan akidah harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi umat. Ia mengajak warga Muhammadiyah di Sleman untuk memperkuat koordinasi dalam mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang ada di lingkungan persyarikatan. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki jaringan besar yang dapat menjadi kekuatan kolektif apabila dikelola dengan baik. “Kita perlu membangun etos kerja yang unggul, mengembangkan usaha yang profesional, tetapi tetap berpegang pada nilai-nilai Islam. Bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga sarana ibadah dan pemberdayaan umat,” jelas Riduwan. Sementara itu, narasumber lainnya, Nur Aisyah Haifani, S.T. dari Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) DIY, menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kewirausahaan di tengah masyarakat. Ia menilai, kemandirian ekonomi umat hanya dapat terwujud apabila semangat usaha terus ditularkan dan dikembangkan. “Semangat ekonomi harus hidup di tengah masyarakat. Jika umat memiliki kemandirian ekonomi, maka kekuatan sosial dan dakwah juga akan semakin kokoh,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyosialisasikan beberapa program, di antaranya program WisataMu serta layanan perjalanan umroh melalui SCM. Program tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperluas layanan bagi warga Muhammadiyah sekaligus mendukung penguatan ekonomi berbasis jamaah. Pengajian Ramadhan ini kemudian ditutup dengan buka puasa bersama dan ramah tamah. Suasana kebersamaan tampak terasa hangat ketika para peserta saling berbincang dan bertukar gagasan. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ruang menimba ilmu, tetapi juga mempererat ukhuwah di antara warga Muhammadiyah Sleman dalam menyongsong masa depan umat yang lebih mandiri dan berdaya. Rep Totok Yudo Priambodo Sekretariat PDM Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading