Sebagaimana putusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang telah menetapkan Idul Adha 2023 atau 10 Zulhijah 1444 H jatuh pada Rabu, 28 Juni 2023. PP Muhammadiyah tentang Hari Raya Idul Adha 1444 H sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2023 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1444 H. Maklumat tertanggal 21 Januari 2023 tersebut resmi dirilis pada Senin, 6 Februari 2023 lalu. Hal ini berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Idul Adha 2023 jatuh pada Rabu, 28 Juni 2023. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman seperti tahun-tahun sebelumnya mengkoordinasikan pelaksanaan Shalat Idul Adha 1444 H dengan Pimpinan Cabang dan Ranting terkait tempat, Imam dan khatib yang akan dilaksanakan pada Hari Rabu Tanggal 28 Juni 2023 di wilayah masing-masing.
Sleman, Pdmsleman.Or.Id PDM Sleman periode 2022-2027 terus berbenah, kali ini melakukan pembinaan perdana setelah pengukuhan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman terhadap kepala sekolah SD/MI, SMP dan SMA/SMK Muhammadiyah se-Sleman pada Sabtu 24 Juni 2023 bertempat di aula SD Muhammadiyah Sleman.Dalam sambutannya ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, MA. Menyampaikan bahwa“Barang siapa berjuang untuk kaya maka pasti akan miskin. Jika berjuang untuk dipuji pasti akan hina jika berjuang karena Allah pasti akan kaya dan mendapat ridho Allah” selanjutnya ketua PDM Sleman memberikan tips-tips diantaranya Ada konsep “SLEMAN” untuk sekolah Muhammadiyah di Sleman yakni:S semangat berkompetisiL lemah lembut terhadap murid dengan personal approach, mencegah tiidak ada tawuran dllE empati, peduliM menyenangkan siswaA Amanah, disini ada 3 tipe guru yang disampaikan yakni guru makruh guru yang tidak diharapkan, kemudian ada guru Mubah yakni guru yang hadir ataupun tidak maka tidak membawa pengaruh serta guru wajib ialah guru yang sangat ditunggu kehadirannya.N nasib murid diutamakan H. Arif Mahfud, S.Ag, M.Si selaku sekertaris PDM Sleman menyampaikan bahwa ada 8 program prioritas PDM Sleman yakni: Selanjutnya H. Surakhmat, S.Pd selaku ketua Majelis Dikdasmen yang baru didampingi anggota Dikdasmen menegaskan bahwa tugas kita menegakkan AUM untuk tetap berjalan dan sekolah Muhammadiyah harus menjadikan ajaran Muhammadiyah dalam kesehariannya.Ada 6 bidang dalam Dikdasmen: Acara dilanjutkan masukan-masukan oleh perwakilan-perwakilan sekolah. Kedepan semoga sekolah semakin unggul, mandiri, berdaya saing dan berkemajuan Reportase : H. Wahdan Arifudin S.Pd, Sekretaris MPI PDM Sleman, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Tempel Editor : Arief Hartanto, SE
Konsolidasi Organisasi dan Capacity Building Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kabupaten Sleman yang dihelat pada Sabtu-Ahad 10 – 11 Juni 2023 di Karanganyar dengan peserta terdiri dari Anggota Pimpinan PDM Kabupaten Sleman, Ketua Majelis/Lembaga PDM Kabupaten Sleman serta Anggota Pleno PDA Kab. Sleman periode 2022-2027. Baca Juga Pimpinan PDM dan PDA Kabupaten Sleman Resmi Dikukuhkan Dalam kesempatan itu pula Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pengembangan Cabang-Ranting dan Pembinaan Masjid turut hadir secara langsung sekaligus memberikan pencerahan. Pada saat bersamaan dilanjutkan dengan diskusi tentang bagaimana sejarah Muhammadiyah dan tarikan dalam politik dari masa ke masa. Selain daripada itu, topik diskusi bersambung dengan bagaimana Muhammadiyah mengambil sikap secara tepat yang dikemas dalam diskusi dengan tema “Muhammadiyah di Tengah Pusaran Politik Nasional 2024”. Dalam kesempatan itu Dahlan Rais merunutkan sejarah Muhammadiyah dalam persinggungannya dengan politik nasional sejak awal berdirinya dengan melewati gelombang masa kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, Reformasi sampai saat ini. Dunia dakwah dan politik ini berbeda, namun keduanya saling membutuhkan untuk mewujudkan tujuannya. Betapa persinggungan politik dengan Muhammadiyah tidak bisa dinafikan, hubungan Muhammadiyah dengan partai politik tidak boleh terputus dalam konteks dakwah. “Dakwah juga memerlukan kekuasaan untuk proses akselerasi namun jika ada jarak akan ada kendala, Kalau kekuasaan dan dakwah sejalan, maka akan lebih maksimal” tandasnya. Peran Muhammadiyah di panggung politik dengan tujuan agar dakwah pencerahan Muhammadiyah juga bisa berjalan secara maksimal. (Arief Hartanto/Cris) https://suaramuhammadiyah.id/2023/06/12/dahlan-rais-muhammadiyah-harus-cerdas-di-tengah-pusaran-politik/
SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Musyawarah Daerah (Musyda) Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Sleman telah berakhir. Hasil Musyda menetapkan H Harjaka, SPd., SAg., MA sebagai Ketua dan H Arif Mahfud, SAg., MA sebagai Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman periode 2022-2027. Sementara, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman terpilih yakni Dra Hj Hanik Rosyadah, MAg dan Sekretaris Dra Retno Endah Sawitri, MAg. Dengan terpilihnya pimpinan PDM dan PDA Kabupaten Sleman tersebut, maka secara resmi dikukuhkan pada Kamis (1/6) bertempat di Masjid Agung Sleman Dr Wahidin Sudiro Husodo. Kegiatan tersebut digabungkan dengan pelepasan 180 jamaah calon haji warga Muhammadiyah dibawah naungan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Aisyiyah Sleman. Turut hadir Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Arif Jamali Muis, SPd., MPd, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah DIY, Hj Widiastuti, SAg., MM, Bupati Sleman, Dra Hj Kustini Sri Purnomo, Mantan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo, MSi, Calon DPD DIY utusan Muhammadiyah, Ir Ahmad Syauqi Soeratno, MM, dan beberapa tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Harjaka mengatakan bahwa pengukuhuhan PDM Kabupaten Sleman ini akan menjadi momentum untuk bergerak bersama di dalam memajukan Persyarikatan Muhammadiyah yang ada di Wilayah Kabupaten Sleman. Pada saat bersamaan, PDM Kabupaten Sleman akan berusaha mengaktualisasikan program yang telah tersusun dalam Musyda. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin dengan pimpinan baru yang baru saja dikuhuhkan pada hari ini. Berbagai program kerja dan kebijakan strategis dalam jangka lima tahun ke depan, Insyaallah akan kami tunaikan dengan penuh tanggung jawab dan sebaik-baik mungkin. Sehingga dampaknya dapat memberikan manfaat bagi seluruh warga Persyarikatan serta masyarakat lainnya,” ujarnya. Menurut Harjaka, selama lima tahun ke depan, bidang pendidikan menjadi salah satu fokus utama yang akan dikerjakan oleh PDM Kabupaten Sleman. Mengingat pendidikan itu sebagai landasan fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “PDM Kabupaten Sleman akan memperbaiki sistem pendidikan yang ada di Wilayah Sleman. Karena di Sleman ini dari SD/MI sampai SMA/K tercatat kurang lebih ada 300 sekolah. Di mana ada beberapa sekolah terbagi menjadi beberepa kelompok, ada kelas A, kelas B, Kelas C, dan Kelas D. Nah, nanti akan kami buat kelas A bisa dijadikan contoh bagi kelas yang lainnya,” katanya. Selain daripada hal tersebut, PDM Kabupaten Sleman juga berusaha akan meningkatkan sistem dakwah digital. Mengingat hari ini dunia dipersaksikan dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi berkat internet yang melahirkan perubahan-perubahan besar dalam jagat kehidupan. Maka, di sini, PDM Kabupaten Sleman berkomitmen menghadirkan sistem dakwah digital sebagai wujud aklimatisasi perubahan zaman superkompleks. “Sekarang ini, zaman sudah digital. Maka kita harus betul-betul harus mencari metode-metode yang tepat untuk dakwah kepada generasi muda yang sekarang sudah digitalisasi,” katanya. Sementara itu, Hanik menuturkan bahwa pelaksanaan program kerja PDA Kabupaten Sleman merupakan bentuk kolaborasi dengan program Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sleman. Dengan kolaborasi ini, Hanik berharap dapat memberikan kemudahan untuk menjalankan program kerja yang telah ditetapkan dalam Musyda Aisyiyah. Lebih lanjut, membantu kinerja Pemda Kabupaten Sleman. “Semua program Aisyiyah kami lakukan sinergi dengan program Pemda Kabupaten Sleman. Dari bidang pendidikan, agama, sosial, dan lain-lainnya. Karena kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dan kerja sama dari pihak luar,” tuturnya. Hanik berharap lima tahun ke depan, PDA yang dikomandoinya dapat menjalankan amanah dan menunaikan program kerja sebaik-baiknya. “Mohon doa restu agar kami dapat menunaikan amanah Persyarikatan dengan penuh tanggung jawab dan dimudahkan langkahnya,” ucapnya. Di sisi lain, Wakil Ketua KBIHU Sleman, Hj Sunarti, SPd mengatakan terkait pelepasan jamaah calon haji, pihaknya berharap seluruh rangkaian peribadatan haji dapat berjalan dengan sukses. “Insyaallah kami akan memberangkatkan sebanyak 180 jamaah calon haji. Usia tertua 93 tahun dan yang paling muda 18 tahun. Kami berharap seluruh jamaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan penuh khusyuk dan khidmat sehingga pulang nanti dapat menjadi haji mabrur,” katanya. (Cris)