Buka Akses Pendidikan, Korkom IMM UIN Sunan Kalijaga Selenggarakan Bimtest Masuk UIN

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (KORKOM IMM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Tes Masuk UIN Sunan Kalijaga 2026 pada hari ini, Jum’at (3/7). Acara pembukaan formal tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti serentak oleh para peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan akademik tahunan yang dinantikan ini dirancang untuk berlangsung secara intensif selama lima hari kedepan, terhitung mulai hari ini hingga Selasa, 7 Juli 2026 mendatang guna mengawal kesiapan calon mahasiswa baru. Ketua Panitia Pelaksana, Immawan Syaifudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa agenda tahun ini mengusung tema “Optimalisasi Potensi untuk Generasi Berprestasi”. Melalui tema tersebut, momentum ini menjadi pijakan strategis dalam mengoptimalisasikan gerakan intelektual profetik guna mengonstruksikan manifestasi potensi transformatif serta mewujudkan akselerasi generasi unggul yang berdaya saing global. “Semoga BIMTES ini menjadi wadah untuk memperluas wawasan, meningkatkan kesiapan menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, dan membangun semangat belajar yang tinggi,” harap Immawan Syaifudin dalam sambutannya. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua KORKOM IMM UIN Sunan Kalijaga, Immawan Ajizul Ismail. Beliau menekankan bahwa bimbingan tes ini merupakan bentuk kepedulian nyata dan ikhtiar berkala yang dihadirkan setiap tahun untuk mendampingi calon mahasiswa baru. “Bimbingan Tes (Bimtes) IMM merupakan ikhtiar tahunan yang dihadirkan untuk membantu calon mahasiswa baru dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi perguruan tinggi. Melalui pembahasan materi, pengenalan pola soal, strategi pengerjaan ujian, serta pendampingan mentor yang berpengalaman, diharapkan peserta memiliki bekal yang lebih matang, rasa percaya diri yang lebih kuat, dan kesiapan yang lebih baik untuk meraih hasil terbaik,” jelas Immawan Ajizul Ismail. Acara ini secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) IMM Kabupaten Sleman, Immawan Muhammad Miftahudin Al Kamal. Beliau mengapresiasi penuh langkah progresif yang diinisiasi oleh KORKOM IMM UIN Sunan Kalijaga dalam memfasilitasi calon mahasiswa baru. “Bimtes ini merupakan langkah partisipatif dari IMM UIN Sunan Kalijaga untuk memberikan fasilitas dan pendampingan seluas-luasnya kepada calon mahasiswa baru UIN Suka. Dengan adanya acara ini, kami berharap teman-teman yang mengikutinya bisa diikuti dengan maksimal dan memanfaatkan fasilitas yang ada sehingga nantinya dapat bermanfaat dan memberikan hasil yang maksimal. Diharapkan peserta bisa mencari hal sebanyak-banyaknya,” tegas Immawan Muhammad Miftahudin Al Kamal. Rangkaian kegiatan diawali dengan agenda pembukaan pada hari ini secara daring melalui Zoom Meeting yang diikuti serentak oleh peserta dari berbagai daerah. Setelah itu, seluruh peserta akan mengikuti sesi pre-test untuk mengukur kemampuan awal mereka. Agenda kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi bimbingan ujian secara intensif oleh para mentor. Di sela-sela kegiatan, terdapat pula sesi sharing session sebagai wadah diskusi interaktif. Menjelang akhir rangkaian, peserta akan mengikuti post-test sebagai bentuk evaluasi belajar, hingga akhirnya ditutup dengan agenda penutupan secara formal. Melalui struktur kegiatan yang padat dan terukur ini, diharapkan seluruh fasilitas serta pendampingan yang diberikan oleh KORKOM IMM UIN Sunan Kalijaga dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin demi kelolosan calon mahasiswa baru di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Reporter Jihan Aulia Rahmah

Loading

Mengapa Rokok Haram menurut Muhammadiyah: Telaah Medis dan Syariat

Ir. H. Zen Zainul HP.,CWC.,CHt Keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah pada tahun 2010 sempat mengejutkan banyak pihak.Melalui Fatwa Nomor 6/SM/MTT/III/2010, Muhammadiyah secara resmi mengubah pandangan hukum rokok yang sebelumnya berkategori makruh (sebaiknya dihindari) menjadi HARAM (mutlak dilarang).Langkah berani ini tidak diambil secara tergesa-gesa, melainkan melalui kajian mendalam yang mengintegrasikan realitas medis modern dengan prinsip-prinsip hukum Islam (maqasid asy-syariah).Berikut adalah narasi detail mengenai alasan kuat di balik fatwa haram tersebut: Secara medis, sebatang rokok adalah “bom waktu” bagi tubuh.Rokok mengandung ribuan zat kimia beracun, termasuk tar, nikotin, karbon monoksida, hingga arsenik yang memicu berbagai penyakit mematikan seperti kanker, jantung, dan stroke.Dalam perspektif Islam, tubuh adalah amanah dari Allah yang wajib dijaga kesehatannya. Menghisap rokok secara sengaja dinilai sama saja dengan menimbun racun yang merusak organ tubuh secara perlahan. Tindakan ini secara tegas dilarang dalam Al-Qur’an: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan…” (QS. Al-Baqarah: 195). Islam membagi segala sesuatu di dunia ini menjadi dua kategori besar:Thayyibat (yang baik, suci, dan bermanfaat) danKhabaits (yang buruk, kotor, dan menjijikkan).Muhammadiyah menilai rokok tidak memiliki unsur kebaikan (thayyib) sedikit pun bagi tubuh. Dari segi bau yang mengganggu, asap yang mengotori udara, hingga dampak buruk zat adiktif di dalamnya, rokok diposisikan berada dalam rumpun yang sama dengan narkoba.Berdasarkan kaidah fikih, segala sesuatu yang masuk dalam kategori khabaits hukum asalnya adalah dilarang, sesuai firman Allah: “..dan yang menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk…” (QS. Al-A’raf: 157). Salah satu poin krusial dalam fatwa Muhammadiyah adalah perhatian terhadap aspek sosial. Perokok tidak hanya merusak dirinya sendiri, tetapi juga merenggut hak sehat orang-orang di sekitarnya. Asap rokok yang dihirup oleh anak-anak, istri, atau rekan kerja (perokok pasif) justru menyimpan bahaya medis yang tidak kalah mengerikan.Islam sangat melarang tindakan yang merugikan orang lain. Muhammadiyah menyandarkan argumen ini pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menjadi kaidah hukum Islam fundamental: “Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (dharar) dan tidak boleh membalas dampak buruk (dhirar).” (HR. Ibn Majah). Dari sisi ekonomi, rokok dinilai sebagai bentuk pembakaran harta demi sesuatu yang tidak membawa manfaat, baik untuk kebutuhan pokok keluarga (pangan, pendidikan, kesehatan) maupun untuk urusan akhirat.Ketika seseorang memprioritaskan membeli rokok di atas kebutuhan gizi keluarganya, ia telah terjebak dalam perilaku tabzir (hambur-hambur harta).Dalam Al-Qur’an, orang-orang yang melakukan pemborosan secara sengaja disebut sebagai “saudara-saudara setan” (QS. Al-Isra: 27). Nikotin di dalam rokok menciptakan efek kecanduan yang sangat kuat. Ketergantungan ini tidak hanya merusak fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi mental dan psikis perokok. Ketika tidak merokok, seseorang bisa menjadi gelisah, mudah marah, dan kehilangan fokus. Belenggu adiksi ini dinilai merenggut kemerdekaan diri seorang muslim untuk hidup sehat dan prima, serta berpotensi merusak kontrol diri yang seharusnya dijaga dalam Islam. Melalui fatwa ini, Muhammadiyah ingin menegaskan bahwa hukum Islam bersifat adaptif dan responsif terhadap kemaslahatan manusia.Ketika sains dan kedokteran modern telah sepakat bahwa rokok adalah sumber penyakit dan kematian, maka syariat Islam hadir untuk melindungi jiwa (hifz an-nafs) dan harta (hifz al-mal) umat manusia dengan menyatakan rokok sebagai hal yang diharamkan.

Loading

PRM Ngentak Gelar Safari TernakMU, Dorong Gerakan 1000 Ternak untuk Kemandirian Umat

Turi, Pdmsleman.Or.Id PRM Ngentak, Bangunkerto, Turi, menyelenggarakan kegiatan bertajuk Safari TernakMU pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan ini digelar di Pendopo Masjid Sirotul Mustaqim Ngentak dengan menghadirkan jamaah dan pengurus Muhammadiyah, termasuk rombongan dari tamu undangan dari PCM Magelang. Di hariri oleh Pengurus PCM Magelang, PCM Turi, dan PRM Ngentak, pertemuan ini juga menghadirkan H. Akhmad Khairudin, M.B.A., Ketua TernakMU, komunitas Ternak Warga Muhammadiyah, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan konsep microfarming dan ternak berjamaah sebagai model peternakan non-kapitalis. Menurutnya, konsep ini menekankan semangat saling menguatkan antarpelaku ternak yang terkonsolidasi secara sistematis. Dengan pola tersebut, kekuatan peternak tidak lagi berdiri sendiri, tetapi tumbuh sebagai kekuatan berjaringan yang lebih kuat, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi umat. “Sudah saatnya warga Muhammadiyah tidak menggantungkan diri pada kebijakan negara dan bantuan-bantuan lainnya. Kita harus cepat bergerak dan mandiri,” ujarnya dalam kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini, TernakMU memperkenalkan inisiatif Gerakan 1000 Ternak bagi warga Muhammadiyah di Yogyakarta dan sekitarnya. Gerakan tersebut diarahkan untuk mendorong kemandirian umat, memperkuat ekonomi jamaah, serta berkontribusi pada upaya swa sembada pangan berbasis komunitas. Gerakan 1000 Ternak pada mulanya Adalah inisiatif  Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PCM Turi melalui wadah komunitas ternak, TernakMU. Program ini menjadi wujud bahwa Muhammadiyah mampu bersinergi antarpelaku ternak, berinovasi dalam menciptakan produk komersial berbasis hasil ternak. Selain pemaparan materi, kegiatan Safari TernakMU juga berlangsung meriah dengan pemberian doorprize berupa DOC (Day-old Chicken) ayam Elba dan KUB, serta kandang ayam skala mikro bagi peserta yang hadir. Doorprize tersebut diharapkan dapat menjadi trigger semangat jamaah untuk mulai mencoba beternak dari  langkah kecil awal untuk cita-cita yang besar. Antusias peserta Safari TernakMU mulai terlihat saat sesi tanya jawab. Pertanyaan teknis dan non teknis menjadi suasana interaktif di akhir presentasi konsep microfarming dan ternak berjamaah ini. Selain itu testimoni peserta ternak dari TernakMU PCM Turi yang hadir dan saat ini telah berhasil dalam batch sebelumnya juga berbagi pengalaman dan “transfer knowledge” kepada para peserta yang masih awam untuk mejelaskan bahwa konsep ternak ini sangat mudah dan praktis, bahkan tidak mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk memulainya. Karena pembesaran 30 ekor DOC  hanya disiapkan tempat skala rumah tangga dengan penerangan Listrik tidak lebih dari 40 watt dan pakan starter yang tidak melebihi 1 sak sampai 2 bulan. Ketua PCM Turi, Drs. Bambang Rahmanto, yang akrab disapa pak Bara, menyampaikan bahwa dirinya bergabung dalam komunitas TernakMU dan terjun melakukan ternak dengan metode microfarming ini dan telah  merasakan langsung hasilnya. Menurutnya, pola beternak yang dikembangkan TernakMU memberikan peluang ekonomi yang realistis bagi warga Muhammadiyah. “Setelah ikut serta dalam program TernakMU ini, saya merasakan keuntungan yang rasional hanya dengan beternak kurang dari dua bulan untuk mencetak pullet ayam Elba namun hasil penjualan dan biaya yang saya keluarkan memberikan margin yang signifikan. Harapannya, konsep ternak ini perlu kami tularkan dan dikembangkan kepada jamaah dan warga Muhammadiyah lainnya agar keberkahan ini terus mengalir,” ungkap Bara. Melalui Safari TernakMU, PRM Ngentak bersama PCM Turi berharap gerakan peternakan berjamaah ini dapat diperluas ke berbagai ranting dan cabang Muhammadiyah di Yogyakarta dan sekitarnya. Dengan semangat ta’awun, inovasi, dan kemandirian, Gerakan 1000 Ternak diharapkan menjadi salah satu model pemberdayaan ekonomi umat yang produktif dan berkelanjutan.  Rep H. Khaoirudin  Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PRM Tamanmartani Utara Perkuat Semangat Muharram dan Program Masjid Dampingan

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tamanmartani Utara menggelar kajian rutin yang dilanjutkan dengan rapat kerja pada Senin (29/6/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 19.45 WIB tersebut berlangsung di kediaman H. Taufiq Sukmawan, Kenaji, Tamanmartani, Kalasan, dan dihadiri pengurus serta warga Muhammadiyah setempat. Kajian malam itu disampaikan oleh Drs. H. Agus Jati Susilo dengan mengangkat tema muhasabah atau introspeksi diri dalam menyambut datangnya bulan Muharram. Menurutnya, pergantian tahun Hijriah hendaknya menjadi momentum bagi setiap muslim untuk memperbaiki kualitas diri dan meningkatkan amal kebaikan. “Mari menjadikan Muharram sebagai momentum memperbaiki diri. Barang siapa hari ini lebih baik dari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung. Jika hari ini sama dengan kemarin, maka ia merugi. Dan apabila hari ini lebih buruk dari kemarin, maka ia termasuk orang yang celaka,” tuturnya di hadapan jamaah. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat dalam berjuang di jalan dakwah, tetap istiqamah, serta bersabar menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, amal yang dilakukan secara konsisten akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan amal yang banyak tetapi tidak berkelanjutan. Suasana kajian berlangsung khidmat. Para jamaah tampak mengikuti materi dengan penuh perhatian dan antusias hingga akhir sesi. Setelah kajian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja PRM Tamanmartani Utara. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah tindak lanjut program masjid dampingan yang menjadi perhatian ranting. Dalam rapat tersebut, pengurus membahas langkah-langkah penguatan pembinaan di Masjid Tamanan Pabrik, sebuah masjid wakaf Muhammadiyah yang berada di wilayah setempat. Pengurus bersepakat untuk segera menjalin koordinasi dengan takmir masjid guna menyinergikan berbagai program pembinaan, kegiatan dakwah, serta upaya memakmurkan masjid. Program ini diharapkan mampu memperkuat fungsi masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan umat, pendidikan, dan pembinaan masyarakat. Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Melalui kajian dan rapat kerja tersebut, PRM Tamanmartani Utara berharap lahir semangat baru bagi seluruh kader dan warga Muhammadiyah untuk terus bergerak aktif dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Rep  Tomy Nugroho PRM Tamanmartani Utara Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PRM Wedomartani Barat Resmikan Kebun Buah Unggul dan Gelar Giat Tanam Pohon

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wedomartani Barat bekerja sama dengan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Giat Tanam Pohon dan Peresmian Kebun Buah Unggul pada Sabtu, 27 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Jl. Saren, Wedomartani, Ngemplak, Sleman ini menjadi wujud nyata komitmen Muhammadiyah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf untuk kemaslahatan umat. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Junaidi, S.ST, Ketua Majelis Lingkungan Hidup PDM Sleman, Kusno Wibowo, ST., M.Si, dan Agus Kurniawan, S.Hut., M.Sc.dari BRIN sebagai pemateri Sosialisasi Penghijauan. Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh jajaran pengurus Muhammadiyah, warga sekitar, serta para relawan yang turut berpartisipasi dalam penanaman pohon. Dalam sambutannya, Ketua PRM Wedomartani Barat, M. Yusuf Hendri Wibowo, ST. menyampaikan bahwa masih banyak tanah wakaf milik Muhammadiyah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, program Kebun Buah Unggul menjadi salah satu langkah strategis agar aset wakaf dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Melalui program ini, kami berharap tanah wakaf Muhammadiyah tidak hanya terjaga keberadaannya, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi sarana pelestarian lingkungan,” ungkapnya. Kepala DLH Kabupaten Sleman, Junaidi, S.ST, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kegiatan menanam pohon sebagai budaya. Ia menjelaskan bahwa pohon memiliki banyak manfaat, mulai dari menghasilkan oksigen, menjaga keseimbangan ekosistem, menyerap karbon, hingga membantu mencegah banjir dan longsor. Oleh karena itu, gerakan menanam pohon perlu terus digalakkan sebagai investasi bagi generasi mendatang. Sementara itu, Ketua MLH PDM Sleman, Kusno Wibowo, ST., M.Si, menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan di tengah kondisi bumi yang semakin memprihatinkan. Menurutnya, kualitas udara bersih semakin menurun akibat polusi, sementara sumber-sumber air juga terus mengalami penyusutan. Karena itu, gerakan penghijauan harus menjadi tanggung jawab bersama sebagai upaya menjaga keberlangsungan kehidupan. Pada sesi Sosialisasi Penghijauan, Agus Kurniawan, S.Hut., M.Sc. mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga lingkungan melalui berbagai kegiatan penghijauan. Ia menegaskan bahwa setiap pohon yang ditanam merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, maupun generasi yang akan datang. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Kebun Buah Unggul sebagai simbol dimulainya pemanfaatan lahan wakaf Muhammadiyah secara produktif. Selanjutnya, seluruh peserta melakukan penanaman pohon secara bersama-sama sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, PRM Wedomartani Barat berharap semangat menjaga lingkungan dan mengoptimalkan pemanfaatan tanah wakaf dapat terus berkembang di tengah masyarakat. Sinergi antara Muhammadiyah, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata, baikdalamaspeklingkungan, sosial, maupunekonomi. Rep Yusuf HW MLH PDM PRM Wedomartani Barat Ngemplak Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Sinergi Kokam, Banser, dan Garfa Amankan Gebyar Muharam MUI Depok

Depok, Pdmsleman.Or.Id Sinergi Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dan Garda Fatayat (Garfa) turut mengamankan pelaksanaan Gebyar Muharam 1448 Hijriah yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kapanewon Depok, Jumat (26/6/2026). Kehadiran personel dari ketiga organisasi tersebut mendukung kelancaran kegiatan sehingga ratusan jemaah dapat mengikuti rangkaian acara dengan aman dan tertib. Senior Kokam Depok, Sukirman, mengatakan keterlibatan Kokam dalam pengamanan merupakan bagian dari pengabdian organisasi kepada masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang memperkuat persatuan umat. “Menjaga keamanan kegiatan masyarakat merupakan salah satu bentuk pelayanan kami. Ketika situasi berlangsung tertib dan kondusif, masyarakat dapat beribadah serta mengikuti kegiatan dengan lebih tenang dan khusyuk,” ujarnya. Ia menjelaskan, pengamanan dilaksanakan secara terpadu bersama Banser dan Garfa dengan mengedepankan koordinasi, komunikasi, dan semangat saling membantu. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kapanewon Depok, Sunhaji, menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh personel Kokam, Banser, dan Garfa yang telah berperan aktif mengawal pelaksanaan Gebyar Muharam hingga berjalan lancar. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pengabdian seluruh personel yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan umat, di mana berbagai organisasi dapat bersinergi dalam satu tujuan, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya. Menurutnya, kolaborasi antarelemen umat merupakan modal sosial yang sangat penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. MUI akan terus mendorong terjalinnya kerja sama yang baik dengan berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan sebagai bagian dari upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga kerukunan, serta mendukung pembangunan Kabupaten Sleman yang religius, aman, dan berkeadaban. Rep Athiful Depok

Loading

Kajian Subuh di Masjid Baiturrahim Turi, Ustadz Asep Wawan: Jadikan Allah Satu-satunya Sandaran Hidup

Turi, Pdmsleman.Or.Id Masjid Baiturrahim Turi, Sleman, kembali menggelar Kajian Sabtu Pagi pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selepas salat Subuh, pukul 04.40 hingga 05.40 WIB tersebut menghadirkan penceramah dari Bandung, Ustadz Asep Wawan Sopian, S.Hum., dan diikuti jamaah dari berbagai wilayah di Kecamatan Turi dan sekitarnya. Dalam tausiyahnya, Ustadz Asep mengajak umat Islam untuk menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya tempat bersandar dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, ketergantungan kepada selain Allah hanya akan mendatangkan kekecewaan. “Jadikan Allah sebagai sandaran kita, karena bersandar pada selain Allah dan bersandar pada dunia hanya akan mendapatkan kekecewaan,” ujarnya di hadapan jamaah. Ia menekankan pentingnya sikap istiqamah dalam beribadah dan terus memperbaiki diri. Salah satu bentuk permohonan yang dianjurkan Rasulullah SAW, kata dia, adalah meminta kesehatan yang disertai afiat, yakni kesehatan yang membawa keberkahan dan ketenangan. Ustadz Asep mengutip doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, yakni Allahumma inni as’alukal ‘afwa wal ‘afiyata fid dunya wal akhirah, yang berarti, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan serta perlindungan di dunia dan akhirat.” “Kita tidak hanya meminta sehat badan, tetapi juga afiat. Ada keberkahan, ketenangan pikiran, dan ketenteraman hati dalam menjalani kehidupan,” katanya. Menurutnya, kesehatan fisik tidak akan berarti apabila tidak digunakan untuk kebaikan. Ia mencontohkan seseorang yang sehat, namun enggan memakmurkan masjid atau masih terjebak dalam perilaku yang tidak terpuji seperti ghibah. Pada kesempatan tersebut, Ustadz Asep juga mengingatkan jamaah agar meningkatkan kualitas ibadah, khususnya salat. Ia menyebutkan bahwa ibadah tidak boleh sekadar menjadi rutinitas, tetapi harus menghadirkan kedekatan hati dengan Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa setan senantiasa menggoda manusia, termasuk ketika melaksanakan salat. Bahkan, dalam hadis disebutkan adanya setan bernama Khanzab yang bertugas mengganggu kekhusyukan orang yang sedang salat. “Gangguan pertama adalah menghadirkan berbagai persoalan dunia dalam pikiran sehingga seseorang tidak khusyuk. Karena itu, kita harus memahami makna bacaan salat agar hati benar-benar menghadap kepada Allah,” jelasnya. Gangguan berikutnya adalah rasa mengantuk dan keinginan menguap saat salat. Selain itu, setan juga menggoda manusia dengan membuat pandangan mata melirik ke berbagai arah. Untuk menghindari hal tersebut, ia mengingatkan pentingnya menjaga pandangan tetap tertuju ke tempat sujud sebagaimana makna yang terkandung dalam Surah Al-Mu’minun ayat 1-2 tentang keberuntungan bagi orang-orang yang khusyuk dalam salatnya. Kajian Sabtu Pagi di Masjid Baiturrahim Turi rutin digelar sebagai sarana memperkuat keimanan dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Pengurus masjid berharap kegiatan tersebut terus menjadi wadah pembinaan spiritual bagi umat serta mengajak masyarakat untuk semakin memakmurkan masjid melalui kajian-kajian keislaman yang terbuka untuk umum.

Loading

KBIHU ‘Aisyiyah Sleman Gelar Grand Opening Manasik Haji 2027 dan Sambut Kepulangan Jamaah Haji 2026

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) ‘Aisyiyah Kabupaten Sleman menggelar Grand Opening Bimbingan Manasik Haji Tahun 1448 H/2027 M yang dirangkai dengan acara Mangayubagya Kepulangan Jamaah Haji Tahun 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 26 Juni 2026, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Beran Lor, Tridadi, Sleman. Nampak hadir pula dalam acara ini Ketua PDM Sleman H. Harjaka S.Pd MA dan Hj. Hanik Rosyada Ketua PDA Sleman beserta undangan dan pengurus KBIHU Aisyiyah Sleman beserta jajaran para pembimbing haji yang selama ini mendampingi proses ibadah sejak di tanah air hingga di Tanah Suci. Acara ini menjadi momentum penting bagi KBIHU ‘Aisyiyah dalam mempersiapkan calon jamaah haji tahun 2027 sekaligus menyambut para jamaah yang telah menunaikan ibadah haji pada musim haji 2026. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mempererat silaturahmi antar jama.ah, pengurus, serta Ketua KBIHU ‘Aisyiyah Kabupaten Sleman, Prof. Dr. H. Sukamta menyampaikan bahwa kehadiran seluruh calon jamaah haji  2026, serta para penasihat dan pengurus KBIHU dapat menjadi sarana memperkuat pembinaan dan semangat kebersamaan dalam penyelenggaraan ibadah haji.  Rangkaian acara  dimulai pukul 12.45 WIB dengan registrasi peserta. Selanjutnya kegiatan  dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh H. Kadarisno. Para peserta juga  mengikuti menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan persyarikatan Muhammadiyah. Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah penyampaian testimoni oleh Ketua ALBHA 2026, H. Arif Kurniawan S.Ag MH, yang memberikan gambaran pengalaman memgikuti proses bimbingan haji di KBIHU Aisyiyah yang terstruktur dan menjadi bekal yang sangat berarti dalam melaksanakan ibadah haji dan sekaligus motivasi bagi calon jamaah yang  berangkat pada musim haji berikutnya. Pada kesempatan tersebut juga menyampaiakan dana wakaf tanah KBIHU Aisyiyah Albha 2026 sebesar Rp. 80.107.000,- dan  SAR 11.816 Ketua KBIHU  memberikan pengarahan sekaligus melakukan pengukuhan Pengurus ALBHA 2026 dan dalam kesempatan itu juga diserahkan buku kenang-kenangan Jama’ah haji Aisyiyah 2026. Tausiyah dari Ustadz Prof. Assoc. H. Wawan Gunawan Abdul Wahid. Tausiyah tersebut  menyampaikan agar senantiasa melaksanakan ibadah haji sesuai dengan tuntunan yang benar, salah satu mengenai badal haji hanya bisa dilaksanakan oleh ahli waris yang telah melaksanakan Haji dan bukan oleh orang lain. Selain itu kajian juga memberikan penguatan spiritual bagi jamaah yang baru kembali dari Tanah Suci maupun calon jamaah yang tengah mempersiapkan diri menuju ibadah haji. Melalui kegiatan ini, KBIHU ‘Aisyiyah Sleman menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan dan pembinaan yang optimal bagi jamaah haji, mulai dari masa persiapan keberangkatan hingga pascakepulangan dari Tanah Suci. Acara tersebut juga menjadi simbol keberlanjutan pembinaan haji yang berorientasi pada peningkatan kualitas ibadah dan penguatan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Rep H. Broto Purwanto MM. Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading