Pengurus Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman Periode 2026–2030 Dikukuhkan

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Sleman resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026–2030. Pengukuhan pengurus dilaksanakan di Aula SMK Muhammadiyah Prambanan, Kamis (13/8/2026), dan dirangkaikan dengan kegiatan Penguatan Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 120 kepala sekolah SD, SMP, SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Pengukuhan pengurus FGM Kabupaten Sleman dilakukan oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, H. Surakhmad, S.Pd., yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Mujiyono, M.Pd. dan Sri Maryani, M.Pd. Dalam sambutannya, perwakilan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman menyampaikan bahwa keberadaan Forum Guru Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai wadah kolaborasi, peningkatan kompetensi, serta penguatan profesionalisme guru dan kepala sekolah Muhammadiyah. Forum ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya berbagai inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman Nomor 130/KEP/III.4/F/2026 tentang Pengangkatan Pengurus Forum Guru Muhammadiyah Daerah Sleman Periode 2026–2030, ditetapkan Hasanuddin Salimi, M.Pd. sebagai Ketua Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman periode 2026–2030. Selain prosesi pengukuhan, kegiatan juga diisi dengan sesi penguatan bagi kepala sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Pada kesempatan tersebut hadir narasumber Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan materi bertajuk “Sinergi Sekolah Muhammadiyah, Melejitkan Potensi Keunggulan Menuju Sekolah Berkemajuan.” Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan menjadi momentum penting untuk memperkuat jaringan, kolaborasi, serta komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Dengan terbentuknya kepengurusan baru Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman periode 2026–2030, diharapkan berbagai program peningkatan mutu guru, pengembangan kompetensi, riset, inovasi pembelajaran, serta transformasi digital pendidikan Muhammadiyah dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Susunan Pengurus Inti Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman Periode 2026–2030 – Ketua : Hasanuddin Salimi, M.Pd.– Wakil Ketua Bidang SD/MI : Nurul Muslichatin, S.Pd., M.S.I.– Wakil Ketua Bidang SMP : Hendro Sucipto, S.Th.I., M.Pd.– Wakil Ketua Bidang SMA/SMK : Sigit Rohmadiantoro, S.Pd.T., M.Pd.– Sekretaris : Sri Nurul H.M.P., S.T.– Wakil Sekretaris : Suryatmanto, S.Pd.– Bendahara : Siti Latifah, S.Pd.– Wakil Bendahara : Wakhid Effendi, S.Pd. Susunan pengurus lengkap Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman Periode 2026–2030 sebagaimana tercantum dalam lampiran Surat Keputusan PDM Kabupaten Sleman. Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PDM Kabupaten Sleman menegaskan pentingnya penguatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi digital, serta budaya riset dan inovasi dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan. Hal tersebut disampaikan oleh Mujiyono, M.Pd. saat memberikan sambutan dalam kegiatan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Sleman.Dalam sambutannya, Mujiyono menyampaikan apresiasi kepada FGM Kabupaten Sleman yang telah berhasil menyusun berbagai program secara kolaboratif sebagai upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah. Menurutnya, kolaborasi antarguru dan sekolah menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.Beliau menegaskan bahwa penyusunan program yang efektif harus diawali dengan analisis kebutuhan yang komprehensif. Setiap sekolah perlu mengidentifikasi kebutuhan yang ada, menentukan prioritas berdasarkan tingkat urgensi, serta memetakan berbagai potensi yang dimiliki untuk dikembangkan menjadi kekuatan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.“Program yang baik lahir dari pemahaman yang tepat terhadap kebutuhan dan potensi sekolah. Dengan demikian, setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.Lebih lanjut, Mujiyono menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari perkembangan teknologi yang sangat cepat, perubahan karakter peserta didik akibat masifnya penggunaan teknologi digital, hingga semakin ketatnya persaingan antar sekolah. Kondisi tersebut menuntut guru dan sekolah Muhammadiyah untuk terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, dan menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran.Sebagai langkah strategis, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman mendorong pengembangan program Muhammadiyah Teacher Digital, yaitu program yang berfokus pada peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya penguatan program Muhammadiyah Teacher Research and Innovation guna membangun budaya riset dan inovasi di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Melalui program tersebut, guru diharapkan mampu melakukan penelitian sederhana dan menghasilkan inovasi yang dapat digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan pendidikan secara ilmiah dan berkelanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Mujiyono juga mengajak seluruh sekolah Muhammadiyah untuk mulai mengubah paradigma dalam pengelolaan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak semata-mata diukur dari banyaknya jumlah peserta didik yang dimiliki, tetapi lebih pada kualitas layanan pendidikan yang mampu diberikan kepada masyarakat.“Fokus utama yang perlu diperkuat adalah peningkatan mutu guru, pengembangan pembelajaran yang berkualitas, serta penciptaan lingkungan sekolah yang unggul dan berkarakter,” tegasnya.Menutup sambutannya, Mujiyono berharap seluruh hasil diskusi, paparan, dan rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut dapat menjadi pijakan bersama dalam menyusun program kerja yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah. Ia juga mengajak seluruh guru dan kepala sekolah Muhammadiyah untuk terus memperkuat kolaborasi, berbagi praktik baik, dan bersama-sama mewujudkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, serta mampu menjawab tantangan zaman. Sambutan senada juga disampaikan oleh Dr. Yudi Wardhana ketua FGM DIYKegiatan Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antarpendidik sekaligus merumuskan langkah-langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Rep  H. Wahdan Arifudin SPd, KS SMPM 2 Godean

Loading

Prof. Dr. Dody Hartanto: Sekolah Muhammadiyah Harus Adaptif Hadapi Perubahan Generasi dan Era Digital

Prambanan, Pdmsleman.Or.Id Perubahan karakter generasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut sekolah untuk terus bertransformasi. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd dalam kegiatan Seminar Sinergi Sekolah Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Sleman di Aula SMK Muhammadiyah Prambanan, Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang diikuti oleh kepala sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman tersebut menjadi wadah penguatan sinergi sekaligus peningkatan kapasitas kepemimpinan pendidikan Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan perubahan zaman dan perkembangan teknologi. Dalam pemaparannya, Prof. Dody menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan karakter peserta didik yang berasal dari Generasi Z dan Generasi Alfa. Menurutnya, generasi saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. “Anak-anak saat ini hidup di era digital. Mereka memperoleh informasi dengan sangat cepat. Karena itu, sekolah tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama tanpa melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan dan karakter generasi masa kini,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa teknologi dan AI bukanlah ancaman bagi dunia pendidikan. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Yang terpenting adalah membimbing peserta didik agar mampu menggunakan teknologi secara bijak, berpikir kritis, serta tetap memiliki kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah. Lebih lanjut, Prof. Dody menyampaikan bahwa terdapat empat pilar utama yang harus menjadi fokus pengembangan sekolah Muhammadiyah. Keempat pilar tersebut meliputi penguatan guru, pengembangan kurikulum dan pembelajaran, penciptaan lingkungan belajar yang positif, serta penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik. “Karakter dan spiritualitas merupakan kekuatan utama sekolah Muhammadiyah. Kita tidak hanya ingin menghasilkan anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, integritas, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keislaman yang kuat,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dody juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Menurutnya, kepala sekolah harus mampu membaca perubahan sosial, kebutuhan masyarakat, serta membangun berbagai inovasi untuk meningkatkan daya tarik dan kualitas sekolah. Ia mencontohkan sejumlah sekolah Muhammadiyah yang berhasil berkembang karena mampu melakukan diversifikasi program unggulan, membangun jejaring yang luas, dan menghadirkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antarsekolah dan pemanfaatan potensi yang dimiliki Muhammadiyah harus terus diperkuat. Selain itu, transformasi digital juga menjadi salah satu agenda penting yang harus segera diwujudkan oleh sekolah. Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan data, pembelajaran, dan layanan pendidikan dinilai menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda lagi. “Sekolah harus mulai membangun budaya digital yang sehat. Guru perlu terus belajar dan mengembangkan kompetensinya agar mampu mendampingi siswa menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya. Prof. Dody juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang kuat dengan alumni sebagai bagian dari pengembangan sekolah. Alumni yang telah berhasil di berbagai bidang dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung program pendidikan, termasuk melalui beasiswa, pendampingan karier, maupun penguatan jejaring sekolah. Seminar berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi mengenai strategi pengembangan sekolah Muhammadiyah di tengah perubahan generasi, transformasi digital, dan tantangan persaingan pendidikan yang semakin dinamis. Para peserta yang terdiri atas kepala sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah se-Sleman tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Melalui seminar ini, FGM Sleman berharap lahir berbagai gagasan dan langkah strategis untuk memperkuat mutu pendidikan Muhammadiyah. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, sekolah Muhammadiyah diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, berkemajuan, serta siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan. Menutup paparannya, Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap hadir dan mengikuti kegiatan hingga selesai meskipun cuaca pada pagi hari kurang mendukung. Ia menegaskan pentingnya memanfaatkan waktu dan kesempatan untuk terus belajar, berkolaborasi, serta mengembangkan sekolah Muhammadiyah agar semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.Prof. Dody juga menyampaikan harapannya agar sinergi yang terbangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada seminar semata, tetapi dapat diwujudkan dalam program-program nyata di sekolah masing-masing. Ia mendoakan seluruh kepala sekolah dan warga Muhammadiyah yang hadir senantiasa diberikan kemudahan, keberkahan, serta kesuksesan dalam mengemban amanah memajukan pendidikan Muhammadiyah.“Semoga ikhtiar yang kita lakukan bersama menjadi jalan lahirnya sekolah-sekolah Muhammadiyah yang semakin unggul, berkemajuan, dan mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat dan bangsa,” pungkasnya. Rep H. Wahdan Arifudin S.Pd KS SMPM 2 Godean

Loading

Jambore Media AfiliasiMu #3 Tekankan Penguatan Jurnalisme Muhammadiyah di Era Digital

Jakarta, Pdmsleman.or.Id Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Jambore Media AfiliasiMu #3 di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), 12–13 Agustus 2026. Mengusung tema “Penguatan Media AfiliasiMu di Era Digital”, kegiatan ini menjadi ruang bertemunya para pengelola media Muhammadiyah dari berbagai daerah sekaligus memperkuat jejaring komunikasi Persyarikatan. Sekitar 50 media afiliasi Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti jambore tersebut. Forum ini diarahkan tidak sekadar sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman, peningkatan kapasitas, serta pembahasan tantangan media Muhammadiyah menghadapi perubahan teknologi dan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi. Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sapta Candra, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya UMJ sebagai tempat penyelenggaraan Jambore Media AfiliasiMu #3. Menurutnya, UMJ terbuka terhadap berbagai kegiatan Muhammadiyah, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan penguatan media afiliasi. Dalam sambutannya, Sapta menitipkan pesan agar insan media Muhammadiyah tetap memegang prinsip jurnalistik dalam setiap pemberitaan. Ia menekankan pentingnya verifikasi, klarifikasi dan tabayun sebelum informasi disampaikan kepada publik. “Kami menitip pesan kepada media afiliasi Muhammadiyah untuk mengedepankan verifikasi, klarifikasi dan tabayun dalam pemberitaannya,” ujarnya. Pesan tersebut dinilai semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital. Perkembangan media sosial membuat informasi dapat beredar dengan sangat cepat, sementara kebenaran sebuah informasi belum tentu terjamin. Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah, Roni Tabroni, menyebut Jambore Media AfiliasiMu #3 memiliki keistimewaan tersendiri. Setidaknya terdapat dua momentum penting yang berlangsung bersamaan dalam kegiatan tersebut. Keistimewaan pertama adalah jambore kali ini beririsan dengan peringatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah yang jatuh pada 13 Agustus 2026. Peringatan tersebut dikaitkan dengan tanggal kelahiran Majalah Suara Muhammadiyah, media yang telah diterbitkan Muhammadiyah sejak 1915. Roni menjelaskan, MPI PP Muhammadiyah sejak 2024 telah mengusulkan agar tanggal lahir Suara Muhammadiyah diperingati sebagai Hari Pers Muhammadiyah. Usulan tersebut kemudian mendapat sambutan positif dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Bahkan, menurut Roni, Haedar menambahkan unsur literasi sehingga menjadi Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah. “Pak Haedar menyambut baik hari lahir SM diperingati sebagai Hari Pers Muhammadiyah. Bahkan beliau menambahkan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah,” kata Roni. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat panjangnya perjalanan pers Muhammadiyah dalam menyampaikan gagasan, dakwah, pendidikan dan informasi kepada masyarakat. Di tengah perubahan teknologi, warisan tersebut dituntut terus beradaptasi dengan berbagai platform komunikasi baru. Keistimewaan kedua adalah penyerahan Kartu Wartawan Utama Khusus (KWUK) kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Menurut Roni, proses pengajuan kartu tersebut telah berlangsung sejak 2023 dan melewati berbagai tahapan serta dinamika di Dewan Pers. “Pengajuan ini telah melewati dua periode pengurus Dewan Pers, dari pengajuan manual hingga digital. Alhamdulillah KWUK untuk Ketua Umum telah terbit,” ungkap Roni. Ia menilai pemberian kartu tersebut memiliki arti tersendiri karena Haedar memiliki perjalanan panjang di dunia jurnalistik, khususnya bersama Suara Muhammadiyah. Kiprah tersebut telah dimulai sejak masa mahasiswa dan berlangsung hingga sekarang. “Hingga sekarang Pak Haedar tidak pernah keluar dari box redaksi Majalah Suara Muhammadiyah,” jelasnya. Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dadang Kahmad dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa Jambore Media AfiliasiMu bukan sekadar pertemuan para pengelola media. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa media memiliki posisi penting dalam gerakan Muhammadiyah di tengah perubahan zaman. Dadang mengingatkan bahwa pola masyarakat memperoleh informasi telah berubah drastis. Jika sebelumnya masyarakat mengandalkan surat kabar, radio dan televisi, kini informasi hadir dalam hitungan detik melalui telepon genggam. Bahkan setiap orang dapat menjadi pembuat sekaligus penyebar informasi. Dalam situasi tersebut, Muhammadiyah, menurut Dadang, tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi. Persyarikatan harus mampu menjadi produsen informasi yang berkualitas, terpercaya, mencerahkan dan membawa kemaslahatan. “Media Muhammadiyah harus hadir bukan sekadar untuk memberitakan kegiatan rutin, tetapi harus menjadi ruang bagi gagasan, ilmu pengetahuan, dakwah, pendidikan, kebudayaan, dan pembelaan terhadap kepentingan umat,” katanya. Ia menekankan media Muhammadiyah harus mampu menghadirkan informasi yang cepat sekaligus benar. Popularitas dan jumlah pengikut tidak boleh menggeser kualitas serta tanggung jawab jurnalistik. Di tengah banjir informasi, Dadang mengingatkan masih banyak beredar hoaks, provokasi dan informasi yang tidak terverifikasi. Karena itu, prinsip tabayyun harus menjadi etika utama dalam pengelolaan media Muhammadiyah. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital juga memberikan peluang besar. Kehadiran kecerdasan buatan (AI), media sosial, video pendek, podcast, live streaming dan berbagai platform digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan dakwah dan pemikiran Muhammadiyah. Namun, pengelola media tidak cukup hanya menguasai kamera, desain, penyuntingan, algoritma dan media sosial. Mereka juga membutuhkan wawasan keislaman dan kemuhammadiyahan, kemampuan jurnalistik, literasi digital, integritas serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat. Dadang berharap Jambore Media AfiliasiMu menjadi ruang belajar bersama. Bukan hanya membahas bagaimana membuat konten viral, tetapi bagaimana menghasilkan konten yang bernilai dan memberikan manfaat. Ke depan, ia mendorong terbentuknya ekosistem media Muhammadiyah yang kuat dan terintegrasi, mulai dari tingkat pusat, wilayah, daerah, perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, amal usaha, organisasi otonom hingga komunitas kader. “Satu gerakan, banyak kanal; banyak kanal, satu nilai,” tegasnya. Menurut Dadang, banyaknya media dan platform komunikasi tidak menjadi persoalan selama semuanya membawa nilai yang sama, yakni Islam Berkemajuan, dakwah yang mencerahkan, ilmu pengetahuan, kemanusiaan, kebangsaan dan kemaslahatan. Ia berharap jambore menghasilkan tiga capaian utama, yakni peningkatan kapasitas, peningkatan kualitas konten, dan peningkatan kolaborasi. Dengan demikian, Media AfiliasiMu tidak hanya menjadi jaringan media Muhammadiyah, tetapi berkembang menjadi kekuatan komunikasi digital yang mampu memperluas gagasan Islam Berkemajuan kepada masyarakat. Jambore Media AfiliasiMu #3 pun resmi dibuka. Dua hari pertemuan tersebut diharapkan menjadi titik penguatan baru bagi media Muhammadiyah untuk menghadapi era digital tanpa kehilangan karakter jurnalistik, nilai Persyarikatan dan tanggung jawab kepada publik.

Loading

Bedah Buku Ijtihad Jurnalistik, Menelusuri Perjalanan Mustofa W. Hasyim Bersama Muhammadiyah

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Perjalanan panjang Mustofa W. Hasyim sebagai jurnalis, sastrawan, sekaligus warga Muhammadiyah kembali menjadi bahan refleksi dalam Bedah Buku Ijtihad Jurnalistik: Hidup Bermuhammadiyah dan Bersama Suara Muhammadiyah. Kegiatan tersebut digelar di Grha Suara Muhammadiyah, Jalan KH Ahmad Dahlan No. 107, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Selasa (11/8/2026). Pada kesempatan kali ini PDM Sleman mendapat kehormatan menghadiri undangan acara tersebut yang diwakili oleh H. Darojat Noor A dari unsur  pimpinan dan Arief Hartanto dari MPI PDM Sleman bersama undangan lainnya. Bedah buku tersebut diselenggarakan PT Syarikat Cahaya Media (Suara Muhammadiyah) dalam rangka milad ke-111 Suara Muhammadiyah sekaligus menyongsong Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah. Buku karya Mustofa W. Hasyim itu merekam perjalanan panjang penulis dalam dunia jurnalistik dan kiprahnya di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Dalam perjalanan hidupnya, Mustofa dikenal tidak hanya menjalankan profesi jurnalistik, tetapi juga aktif dalam berbagai aktivitas Persyarikatan. Kiprahnya bermula dari organisasi otonom Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, hingga berbagai aktivitas lain yang memiliki keterkaitan dengan gerakan tersebut. Ia juga dipercaya menginisiasi sejumlah kegiatan dan pernah mendapat amanah sebagai Ketua Umum Ikatan Jurnalis Muhammadiyah. Pengalaman panjang tersebut menjadi bagian penting dari buku yang dibedah. Ijtihad Jurnalistik tidak sekadar menghadirkan cerita perjalanan seorang wartawan, tetapi juga memuat pengalaman, pemikiran, serta refleksi selama menjalani kehidupan jurnalistik sekaligus menjadi bagian dari Muhammadiyah dan Suara Muhammadiyah. Salah satu pelajaran penting yang dapat ditarik dari perjalanan sosok yang akrab disebut pak Mus adalah mengenai tanggung jawab seorang jurnalis dalam mengelola informasi. “ Jurnalisme bukan semata-mata tentang seberapa cepat seorang wartawan memperoleh dan menyampaikan berita. Lebih dari itu, wartawan dituntut mampu menyeleksi, memeriksa, menimbang, dan menentukan kapan sebuah informasi layak diketahui public”. Tidak setiap informasi yang diterima harus langsung dipublikasikan. Ada informasi yang memang penting untuk segera disampaikan karena menyangkut kepentingan masyarakat luas. Namun, terdapat pula kabar yang masih membutuhkan verifikasi atau belum tepat disampaikan kepada publik. Kemampuan menyaring informasi menjadi semakin penting karena berita dapat membawa dampak luas terhadap masyarakat. Informasi yang belum matang, terlebih berkaitan dengan persoalan sosial dan politik, berpotensi menimbulkan keresahan apabila disampaikan tanpa pertimbangan yang memadai. Isngadi Marwah Atmadja   Redaktur Eksekutif di Suara Muhammadiyah dalam sambutannya  menandaskan “ pengalaman Mustofa W. Hasyim menjadi pelajaran berharga bagi generasi jurnalis. Informasi dipandang bukan sekadar bahan pemberitaan, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab”. Bedah buku menghadirkan tiga narasumber, yakni Mustofa W. Hasyim selaku penulis, Dr. Immawan Wahyudi, yang menceritakan suka duka selama berkiprah di redaksi Suara Muhammadiyah dari jatuh dan bangunnya membangun jalinan literasi di SM bersama pak Mus dan Drs. H. Akhid Widi Rahmanto, salah satu murid pengajian binaan pak Mus di Kotagede yang dengan berbagai cerita menarik masa kecil yang membekas dan menjadi bekal dalam kiprahnyha di Masyarakat dan Muhammadiyah . Diskusi dipandu moderator Rizki Putra Dewantoro dari Suara Muhammadiyah. Kegiatan tersebut juga diikuti unsur Persyarikatan Muhammadiyah, organisasi otonom, perguruan tinggi Muhammadiyah, serta wartawan dan media. Dalam daftar undangan, terdapat perwakilan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari berbagai daerah di DIY, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Tapak Suci, Hizbul Wathan, serta kalangan akademisi dan media. Melalui buku ini, perjalanan Mustofa W. Hasyim menjadi bagian dari catatan penting tentang hubungan antara jurnalistik, sastra, dan pengabdian di Muhammadiyah. Pengalaman panjang tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pembaca, terutama generasi muda yang ingin memahami dunia jurnalistik sekaligus dinamika kehidupan Persyarikatan. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pandu Teladan Sd Muh Condongcatur Kembali Membuat Kehebohan!, ISC Momentum Berani Mendunia, Tetap Indonesia!

Suasana penuh kebanggaan, haru, dan semangat menyelimuti Apel Penyambutan Peserta International Scout Camp (ISC) dan Edu Trip Thailand, Malaysia, dan Singapura Tahun 2026 yang berlangsung di halaman SD Muhammadiyah Condongcatur, Qabilah Ahmad Dahlan dan Siti Walidah pada Senin 27 Shafar 1448 atau 10 Agustus 2026. Apel tersebut menjadi momentum istimewa untuk menyambut kepulangan para Pandu Teladan setelah mengikuti perjalanan internasional selama sepuluh hari, 18–27 Juli 2026. Apel penyambutan semakin istimewa karena diikuti dan disaksikan oleh sekitar 1.000 siswa-siswi SD Muhammadiyah Condongcatur. Hadir dalam kegiatan tersebut Ayahanda Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir sebagai tuan rumah Ibu Estri Rukmiyanti, M.Pd., Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur, bersama segenap guru dan karyawan. Hadir pula Ramanda Dede Dian, M.Pd., Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan DIY, para pelatih Ramanda Dr. Margono Wisanto, M.Si. dan Ramanda Selamet Untung, M.Pd., serta pendamping Bunda Esty Pujilestari, M.Pd. Para orang tua dan keluarga peserta juga hadir untuk memberikan dukungan sekaligus menyaksikan secara langsung momentum penyematan Brevet International Scout Camp (ISC) kepada para peserta orang tua masing-masing. Suasana apel semakin terasa khidmat ketika para Pandu Teladan berdiri dengan penuh percaya diri di hadapan keluarga besar sekolah. Setelah menjalani perjalanan panjang di tiga negara, mereka kembali bukan sekadar membawa kenangan perjalanan, tetapi juga pengalaman, wawasan, persahabatan, dan nilai-nilai baru yang diperoleh selama mengikuti ISC dan Edu Trip. Dalam amanatnya, Ayahanda Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta yang telah berani menjadi delegasi dalam kegiatan internasional tersebut. Beliau menegaskan bahwa menjadi seorang delegasi bukanlah tugas yang mudah. Seorang delegasi tidak cukup hanya mengenal lingkungan baru, melihat budaya yang berbeda, atau mengenal pakaian dan kebiasaan masyarakat negara lain. Lebih dari itu, seorang delegasi harus memiliki keberanian untuk menerima, memahami, dan menghargai perbedaan. Pengalaman bertemu dengan peserta dari berbagai latar belakang, menurut beliau, harus menjadi proses pembelajaran untuk membuka wawasan, membangun toleransi, serta memahami bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehidupan global. Para peserta juga diingatkan bahwa selama menjalankan tugas sebagai delegasi, mereka tidak hanya membawa nama pribadi dan sekolah. Mereka membawa nama Kepanduan Hizbul Wathan, Muhammadiyah, dan Indonesia. Karena itu, setiap sikap dan perilaku yang ditunjukkan selama berada di luar negeri menjadi bagian dari wajah Indonesia di mata masyarakat internasional. Karakter, kesopanan, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan menghargai orang lain menjadi bagian penting dari seorang Pandu Teladan. Dalam amanatnya, Ayahanda Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag. menitipkan tiga pesan utama, yaitu Inspirasi, Motivasi, dan Integrasi. Inspirasi, artinya pengalaman yang diperoleh selama perjalanan harus mampu menjadi sumber inspirasi bagi teman, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Para peserta diharapkan tidak menyimpan pengalaman tersebut hanya untuk diri sendiri, tetapi mampu menceritakan dan membagikan pengetahuan yang bermanfaat kepada orang lain. Motivasi, artinya pengalaman internasional harus menjadi dorongan untuk terus belajar, berprestasi, meningkatkan kemampuan, dan berani memiliki cita-cita yang lebih tinggi. Sementara Integrasi, artinya pengalaman global harus dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Para peserta harus mampu mengambil nilai-nilai positif dari perjalanan tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sebagai pelajar, anggota Hizbul Wathan, kader Muhammadiyah, dan generasi Indonesia. Ketiga pesan tersebut menjadi bekal agar perjalanan ISC tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi mampu menghasilkan perubahan positif dalam diri para peserta. Penyematan Brevet International Scout Camp menjadi salah satu momen penting dalam apel penyambutan. Brevet tersebut bukan sekadar tanda bahwa peserta pernah mengikuti kegiatan internasional, tetapi menjadi simbol atas keberanian, perjuangan, kedisiplinan, pengalaman, dan tanggung jawab yang telah mereka jalani. Di balik brevet tersebut terdapat perjalanan panjang. Ada proses belajar, beradaptasi dengan lingkungan baru, berkomunikasi dengan peserta dari berbagai negara, mengikuti kegiatan kepanduan, mengenal budaya lain, serta belajar hidup bersama dalam keberagaman. Karena itu, brevet yang tersemat di dada diharapkan menjadi pengingat bahwa pengalaman internasional harus melahirkan karakter yang semakin kuat. Setelah rangkaian apel penyambutan, para Pandu Teladan kemudian menampilkan keterampilan Drumband yang membawakan semangat lagu Maju Tak Gentar yang ditabuh dengan penuh semangat dan bangga. Perjalanan ISC dan Edu Trip Thailand, Malaysia, dan Singapura pada 18–27 Juli 2026.dimulai pada Sabtu, 18 Juli 2026, ketika kontingen dilepas dari Bandara Internasional Yogyakarta (NYIA). Pelepasan berlangsung penuh haru dan kebanggaan karena dihadiri oleh pimpinan sekolah, guru, serta para orang tua dan keluarga peserta. Doa dan dukungan keluarga mengiringi langkah para Pandu Teladan menuju Thailand untuk mengikuti ISC sekaligus melaksanakan rangkaian Edu Trip ke Thailand, Malaysia, dan Singapura. Setelah menempuh perjalanan, kontingen tiba di Thailand pada Ahad, 19 Juli 2026. Keesokan harinya, Senin, 20 Juli 2026, kegiatan International Scout Camp resmi dibuka di Sport Center, Pondok Bangloom Sangkhom Islam Wittaya School, Sadao, Songkhla. Pembukaan dilakukan oleh Gubernur Organisasi Administratif Songkhla, Tuan Supis Pitaktham. Pembukaan tersebut menjadi awal perjumpaan para Pandu dari berbagai negara dalam suasana persaudaraan internasional. Para peserta tidak hanya mengikuti berbagai kegiatan kepanduan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan budaya, karakter, dan keunggulan masing-masing negara. Kontingen Hizbul Wathan Indonesia dari Daerah Istimewa Yogyakarta turut memperkenalkan Indonesia melalui berbagai aktivitas yang menunjukkan kekayaan budaya dan semangat kepanduan. Interaksi dengan peserta dari berbagai negara memberikan pengalaman berharga tentang keberagaman, kerja sama, persahabatan, dan pergaulan global. Pada hari berikutnya, kegiatan peserta terbagi menjadi dua kelompok. Sebagian peserta mengikuti kegiatan outbound di Camp Militer Thaen Muk Champ, sementara peserta lainnya mengikuti rangkaian Edu Trip menuju The Way to Folklore Museum, Samila Beach, dan Central Mosque. Perpaduan antara kegiatan kepanduan, petualangan, pendidikan, dan pengenalan budaya membuat perjalanan ISC semakin bermakna. Para peserta belajar bahwa kegiatan internasional bukan hanya tentang melihat tempat baru, tetapi juga tentang keberanian beradaptasi, membangun komunikasi, bekerja sama, dan menghargai perbedaan. Puncak kegiatan International Scout Camp ditandai dengan acara penutupan pada 23 Juli 2026. Acara diawali dengan penampilan panggung dari masing-masing kontingen. Kontingen Hizbul Wathan Indonesia dari D.I. Yogyakarta tampil penuh percaya diri melalui Aksa Semaphore Dance yang dikemas secara atraktif dan enerjik. Penampilan tersebut berhasil mencuri perhatian dan mendapatkan apresiasi berupa sorak-sorai meriah dari para penonton yang memadati Sport Centre. Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang membanggakan bagi kontingen Indonesia karena mampu memperkenalkan kreativitas kepanduan sekaligus menunjukkan semangat budaya dan karakter generasi muda Indonesia di hadapan peserta internasional. Setelah rangkaian International Scout Camp berakhir, perjalanan dilanjutkan dengan …

Loading

Pengajian Aisyiyah Turi Tekankan Pentingnya Menghiasi Diri dengan Iman

Turi Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Turi kembali menggelar pengajian rutin Ahad Pon 9 Agustus 2026 bertempat di masjid at Taqwa Sidoharjo Bangunkerto Turi Sleman yang diikuti para anggota dan jamaah di lingkungan persyarikatan. Rangkaian pengajian diawali pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Aisyah, menyanyikan Mars Aisyiyah, serta sambutan Ketua PCA Turi, Musfirah, MP. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diikuti jamaah dengan antusias.  Kegiatan tersebut diisi tausiyah oleh Ustaz. Subagyo, S.Ag., M.Si., yang mengajak jamaah memperkuat iman dengan membiasakan diri bersyukur dan bersabar dalam menjalani kehidupan. Dalam ceramahnya, Ustaz   Subagyo mengingatkan jamaah agar tidak menganggap bulan Safar sebagai bulan yang membawa kesialan. Menurutnya, setiap bulan dalam kalender Islam memiliki kedudukan yang baik dan tidak selayaknya dikaitkan dengan anggapan-anggapan yang tidak memiliki dasar. Ia kemudian mengaitkan pembahasan tersebut dengan tema pentingnya menghiasi kehidupan dengan iman kepada Allah SWT. Iman, menurutnya, tidak cukup hanya diyakini dalam hati, tetapi harus tercermin melalui sikap dan perilaku sehari-hari. “Orang yang beriman itu harus mampu bersyukur dan bersabar,” pesannya kepada jamaah. Syukur diwujudkan dengan menyadari berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT, kemudian menggunakan nikmat tersebut untuk melakukan kebaikan. Kesehatan, waktu, harta, keluarga maupun kesempatan untuk beribadah merupakan nikmat yang harus dimanfaatkan secara benar. Menurut dia, ketika seseorang memperoleh kesehatan, maka kesehatan itu semestinya digunakan untuk beribadah, menuntut ilmu dan membantu sesama. Demikian pula ketika memperoleh rezeki lebih, hendaknya tidak hanya dinikmati untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi terhadap kiprah Aisyiyah yang selama ini bergerak dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial dan kesehatan. Ia mendorong para kader Aisyiyah untuk terus bersemangat melakukan amal usaha dan pelayanan kepada masyarakat tanpa dibatasi usia. Selain syukur, kesabaran menjadi bagian penting dari kehidupan orang beriman. Ustaz   Subagyo menjelaskan bahwa ujian kehidupan dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari persoalan kesehatan, keluarga, ekonomi hingga persoalan lainnya. Semua itu harus dihadapi dengan kesabaran dan tetap mengharap pertolongan Allah SWT. “Sabarnya itu merupakan kekuatan jiwa dalam menghadapi ujian Allah,” tuturnya. Ia juga mengingatkan jamaah agar menjaga salat lima waktu. Menurutnya, kehidupan yang tertib dalam menjalankan ibadah menjadi salah satu cerminan kualitas keimanan seseorang. Pengajian juga tidak seharusnya membuat seseorang meninggalkan kewajiban salat ketika waktunya telah tiba. Selain itu, jamaah diajak membangun akhlak terpuji, antara lain rendah hati, menjaga kehormatan diri, senang membantu orang lain dan tidak memiliki sifat fasik maupun takabur. Keimanan, kata dia, harus melahirkan pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan. Di akhir tausiyah, Ustaz  . Subagyo mengajak seluruh jamaah untuk terus memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan menjadi pribadi yang ahli bersyukur, sabar, rendah hati dan berakhlak baik. Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti dalam forum pengajian, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, organisasi dan masyarakat. Dengan iman yang diwujudkan melalui amal nyata, keberadaan Aisyiyah diharapkan semakin memberikan manfaat bagi umat dan lingkungan sekitar.  Rep Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Jama’ah Tani Muhammadiyah Cabang Sleman Gelar Praktik Lapang Tanam Bawang Merah di Ngelo

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Jama’ah Tani Muhammadiyah (JATAM) Sleman menggelar kegiatan praktik lapang tanam bawang merah di wilayah Ngelo, Pandowoharjo, Sleman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan kapasitas petani, pengembangan pertanian produktif, sekaligus membangun kemandirian ekonomi warga melalui sektor pertanian. Kegiatan praktik lapang tersebut dihadiri oleh unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Sleman, Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Sleman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Lurah Pandowoharjo serta Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sleman yakni – PDM Sleman : H.Arif Sulistyo, SE, MPM PDM Sleman : Slamet Suhartono, JATAM Kab Sleman : Dwi Sumartono, PCM Sleman : Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM, Lurah Pandowoharjo: H.Catur Sarjumiharta dan PPL PPL Pandowoharjo : Faiqul Helmi, PCA Sleman – Ibu Ambar MPM PWM DIY : Nur Cahyoprobo Dalam praktik lapang ini, para peserta secara langsung mengikuti proses penanaman bawang merah, mulai dari persiapan lahan, penataan dan penanaman benih, hingga pemahaman mengenai teknik budidaya yang baik. Pendampingan dari PPL diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan teknis kepada para petani agar proses budidaya dapat dilakukan secara lebih efektif dan menghasilkan produksi yang optimal. Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bersama antara petani, pendamping pertanian, dan unsur Persyarikatan Muhammadiyah. Melalui praktik langsung di lapangan, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat melihat dan mempraktikkan teknik budidaya bawang merah secara langsung. Kehadiran MPM PDM Sleman dan JATAM Sleman menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam mengembangkan gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Pertanian dipandang memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan praktik lapang di Ngelo ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring petani Muhammadiyah di Sleman. Ke depan, kegiatan serupa dapat dikembangkan melalui pendampingan berkelanjutan, penguatan kapasitas petani, pengelolaan hasil produksi, hingga pengembangan akses pasar. Menurut Hj.NettyPurwanti selaku Ketua Tim Pelaksana Kegiatan menyatakan bahwa Melalui semangat “bertani, belajar, dan bergerak bersama”, Jama’ah Tani Muhammadiyah Sleman berupaya menghadirkan gerakan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Slamet Suhartono

Loading

Ustadz H. Hadi Suprapto: Aqidah Adalah Ikatan Kokoh antara Manusia dan Allah SWT

Godean, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi (Jihadi) pada Ahad, 9 Agustus 2026, pukul 06.00–07.30 WIB di Masjid Al Huda, Pandean VII, Sidoluhur, Godean, Sleman, Yogyakarta. Kajian yang dihadiri jamaah dari berbagai ranting Muhammadiyah di wilayah Godean tersebut menghadirkan Ustadz H. Hadi Suprapto, BA sebagai pemateri. Dalam kajiannya, Ustadz H. Hadi Suprapto menjelaskan pentingnya aqidah sebagai fondasi utama kehidupan seorang Muslim. Menurutnya, aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti ikatan atau simpul yang sangat kuat. Karena itu, aqidah bukan sekadar pengetahuan atau hafalan, melainkan keyakinan yang mengikat hati manusia dengan Allah SWT. “Aqidah adalah ikatan yang tidak boleh terputus sampai akhir hayat. Seorang mukmin harus menjaga ikatan tersebut dalam seluruh aspek kehidupannya,” jelas beliau. Lebih lanjut, beliau menerangkan bahwa inti aqidah Islam terletak pada kalimat tauhid Laa ilaaha illallah, yang bermakna tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah SWT. Kalimat tersebut merupakan pernyataan penghambaan total kepada Allah sekaligus penolakan terhadap segala bentuk penyekutuan kepada-Nya. Dalam pemaparannya, Ustadz Hadi juga mengingatkan bahwa setiap manusia pada hakikatnya telah mengikrarkan pengakuan kepada Allah SWT sejak alam ruh. Oleh karena itu, syahadat yang diucapkan seorang Muslim merupakan bentuk peneguhan kembali atas perjanjian tersebut. Beliau menekankan bahwa iman merupakan cahaya kehidupan. Hati yang dipenuhi iman akan memiliki arah, keteguhan, dan kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Sebaliknya, hati yang kosong dari iman akan mudah terombang-ambing oleh godaan dan tantangan zaman. “Aqidah yang kuat akan melahirkan istiqamah. Dengan istiqamah kita mampu menghadapi berbagai persoalan hidup, menjaga nilai-nilai Islam, serta tetap teguh di tengah berbagai godaan dunia,” tuturnya. Kajian berlangsung dengan penuh perhatian dari jamaah. Peserta tampak antusias mengikuti uraian materi yang mengajak umat Islam untuk terus memperkuat aqidah, menjaga keimanan, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Kajian Ahad Pagi (Jihadi) ini, PCM Godean berharap jamaah semakin memahami pentingnya aqidah sebagai pondasi kehidupan, sehingga mampu menjadi pribadi Muslim yang kokoh, istiqamah, dan senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam hingga akhir hayat.  Dalam penjelasannya, Ustadz H. Hadi Suprapto juga menegaskan bahwa aqidah adalah perkara yang wajib diyakini keberadaannya oleh hati dan hati nurani seorang mukmin. Aqidah tidak dibangun semata-mata berdasarkan apa yang dapat dilihat oleh mata atau didengar oleh telinga, melainkan berdasarkan keyakinan yang kokoh terhadap wahyu Allah SWT. Beliau menjelaskan bahwa banyak perkara dalam aqidah yang bersifat gaib, seperti keberadaan Allah SWT, malaikat, hari akhir, surga, neraka, serta qada dan qadar. Meskipun tidak dapat dilihat secara langsung, seluruhnya wajib diimani karena telah diberitakan oleh Allah dan Rasul-Nya. “Aqidah adalah keyakinan yang tertanam kuat dalam hati. Dasarnya bukan sekadar penglihatan dan pendengaran, tetapi keimanan yang lahir dari hati yang menerima kebenaran wahyu Allah,” ungkapnya. Menurut beliau, hati memiliki peran yang sangat penting dalam keimanan. Ketika hati dipenuhi keyakinan kepada Allah SWT, maka seluruh perilaku manusia akan mengikuti keyakinan tersebut. Sebaliknya, apabila hati kosong dari iman, maka seseorang akan mudah terpengaruh oleh keraguan dan berbagai penyimpangan. Oleh karena itu, umat Islam perlu senantiasa memelihara dan memperkuat aqidah melalui pembelajaran agama, tadabbur Al-Qur’an, memperbanyak ibadah, serta bergaul dengan lingkungan yang dapat menumbuhkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam kajian tersebut, Ustadz H. Hadi Suprapto menjelaskan bahwa keimanan dan aqidah yang kuat akan melahirkan keteguhan dalam menjalani kehidupan. Seorang Muslim hendaknya memiliki pendirian yang kokoh, tidak mudah goyah oleh berbagai pengaruh, godaan, maupun tekanan yang datang silih berganti. Beliau mengingatkan bahwa kehidupan selalu menghadirkan ujian. Namun, orang yang memiliki aqidah yang benar akan tetap teguh memegang prinsip-prinsip Islam. Keteguhan itu bukan karena kekuatan dirinya semata, melainkan karena keyakinannya kepada Allah SWT. Sikap jujur juga menjadi salah satu buah dari keimanan. Kejujuran merupakan cerminan hati yang bersih dan keyakinan yang lurus. Oleh karena itu, seorang mukmin harus berusaha menjaga kejujuran dalam perkataan maupun perbuatan, serta menjauhkan diri dari sikap berpura-pura atau mencari pujian manusia. Dengan aqidah yang kokoh, kejujuran yang terjaga, dan istiqamah dalam beramal, seorang Muslim akan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan serta tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT. Rep H Wahdan Arifudin SPd  PCM Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

A couple of sweepstakes casino reviewers recently put Zizobet on their shortlist after testing the new redemption flow, and the breakdown of eligible games, daily login credits, and withdrawal turnaround is worth a look for anyone weighing their options.
Pour les joueurs francophones qui explorent les alternatives de mise en dehors du cadre régulé, plusieurs guides spécialisés passent en revue la fiabilité et les cotes proposées par les opérateurs disponibles, et l'on trouve notamment une analyse détaillée du paris sportif hors ARJEL qui examine les conditions d'inscription ainsi que les méthodes de paiement acceptées par ces plateformes.
Wer ein seriöses Online-Angebot sucht, achtet auf Lizenz, Spielauswahl und faire Bonusbedingungen, bevor er sich bei casino Zizobet anmeldet und dort Echtgeldspiele ausprobiert.
Veteran slots players know that chasing jackpots on the reels feels best when paired with disciplined bankroll management, so most serious spinners read up on volatility ratings and bonus buy features before they load a new title. Comparing welcome packages, free spin offers, and loyalty rewards across different brands helps casual bettors stretch their deposit further while keeping the entertainment value high. For a deeper look at how wagering requirements, RTP disclosures, and licensing jurisdictions shape the modern online casino landscape, check out https://borroloolahouseboats.com/ where regular updates and curated guides keep enthusiasts informed about the latest iGaming releases, live dealer rooms, and progressive prize pools across the industry.
When comparing new gaming platforms, I always look for a balanced mix of slot variety, fair bonus terms, and reliable withdrawal speeds; Bananzia Casino ticks those boxes with a user-friendly interface and a diverse game library.
Online gokken blijft populair onder Nederlandse spelers die houden van tafelspellen, live casino-ervaringen en moderne videoslots. Wie op zoek is naar een overzichtelijk platform met aantrekkelijke bonussen en een uitgebreid spelaanbod, kan terecht bij Magius Casino, waar registratie eenvoudig verloopt, stortingen snel worden verwerkt en de klantenservice dag en nacht bereikbaar is voor vragen over spelregels of accountinstellingen.
Steeds meer Nederlanders ontdekken de spanning van online gokken, waarbij ze op zoek gaan naar een betrouwbaar platform met een uitgebreid aanbod. Nyx Bets Casino voldoet aan deze wens met een ruime collectie gokkasten, tafelspellen en live casinospellen, aangevuld met aantrekkelijke bonussen en een gebruiksvriendelijke interface.
Modern casino reviewers tend to weigh bonus wagering terms, slot RTP listings, and live dealer game variety before publishing their take, and Odinfortune often pops up in those side-by-side breakdowns.
Australian players looking for a polished online gaming hub often compare what Zoome brings to the table against locally licensed competitors, noting its broad pokies catalogue, AUD-friendly banking, and a loyalty setup that feels tuned to the way punters in Sydney, Melbourne, and Perth tend to play across long weekend sessions.
Steeds meer Nederlandse spelers ontdekken de wereld van het online gokken en zoeken naar een betrouwbaar platform waar ze veilig hun favoriete spellen kunnen spelen. Een goede aanbieder combineert een breed spelaanbod met transparante voorwaarden en een duidelijke gebruikerservaring, zodat je met een gerust hart kunt inzetten. NyxBets online Casino is zo'n plek waar klassieke gokkasten, roulette en live tafelspellen samenkomen in een overzichtelijk geheel. Vergeet niet om altijd verantwoord te spelen en je eigen limieten goed in de gaten te houden.
Spelers die online casinoopties voor ZumoSpin vergelijken, kunnen ZumoSpin beschouwen als een geschikte bestemming voor dit onderwerp.
Wie in Nederland graag een gokje waagt online, let tegenwoordig scherp op betrouwbaarheid, snelle uitbetalingen en een overzichtelijk spelaanbod; een platform als KIKI weet daar met transparante voorwaarden en een breed scala aan slots en live tafelspelenvolop op in te spelen.
Players looking for hassle-free ways to enjoy classic table games and slots online often compare welcome bonuses and payout speeds before signing up, and a solid resource like ModernGhana - bingo sites no ID verification UK can help simplify the decision when you want to skip lengthy signup checks and get straight to the action.
Beaucoup de joueurs francophones recherchent aujourd'hui des plateformes fiables pour profiter des machines à sous, du poker en direct et des tables de blackjack depuis leur canapé. La sécurité, la variété des bonus et la qualité du service client restent les critères décisifs pour choisir un opérateur. Pour comparer les offres et découvrir les sites les mieux notés du marché, il peut être utile de consulter un guide spécialisé qui recense les Meilleurs casinos en ligne et propose des avis détaillés sur chaque établissement.
Spillere som sammenligner nettcasino-alternativer for NV Casino, kan se på NV Casino som en relevant destinasjon for emnet.
Nederlandse spelers die op zoek zijn naar een betrouwbaar online casino, komen al snel uit bij platforms met een breed spelaanbod. Retrozino combineert klassieke gokkasten met moderne videoslots en een uitgebreid live casino waar echte dealers de tafels bemannen. Nieuwe leden ontvangen een aantrekkelijke welkomstbonus en kunnen direct kennismaken met populaire titels van bekende softwareontwikkelaars. Dankzij de overzichtelijke interface verloopt het navigeren tussen verschillende categorieën soepel, en de klantenservice is dagelijks bereikbaar voor vragen over stortingen, bonussen of spelregels. Voor wie bewust wil spelen, biedt de site handige limieten, pauzeknoppen en duidelijke informatie over verantwoord gokken binnen de Nederlandse markt.