Muspimcab PCM Kalasan, Mensinergikan Langkah untuk Gerakan Dakwah Muhammadiyah

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id PCM Kalasan menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Cabang pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 bertempat di Aula SD Muhammadiyah Kadisoka. Kegiatan tersebut dihadiri oleh segenap pengurus PCM, Perwakilan PCA, PRM se- Kalasan, dan Pemuda Muhammadiyah. Dalam kesempatan tersebut, juga hadir dan memberi sambutan, Ketua PDM Sleman yang diwakili oleh Ustadz Irfan Haris.  Dalam sambutannya Ustadz Irfan Haris menegaskan bahwa tantangan nyata di Muhammadiyah adalah masalah pengkaderan. Sehubungan dengan hal tersebut, beliau berharap PCM Kalasan mencermati permasalahan pengkaderan tersebut dengan memberdayakan semua majelis dan ortom dan mengoptimalkan peran Lazismu dalam penggalian dana masyarakat dan pentasarufannya untuk program-program PCM. “Sudah ada kesepakatan di tingkat PDM Sleman bahwa Lazismu itu adalah penyokong utama pembiayaan program PCM,” tegas pak Irfan Haris. Dalam Muspimcab PCM Kalasan itu juga disepakati secara mufakat bulat adanya pergantian Sekretaris I yang sebelumnya dijabat oleh Iswanto, S.Pd., M.Pd. diganti oleh Sumadi, S.T., M.B.A. Pergantian tersebut karena Iswanto, M.Pd. diangkat sebagai Kepala SD Muhammadiyah Sambisari. Menurut Wakil Ketua PCM Kalasan, Budi Sarwanto, M.Si., mekanisme penggantian tersebut sudah disesuaikan  dengan AD/ART dan sudah dikonsultasikan kepada PDM Sleman. Selanjutnya, Sekretaris baru per 9 Mei 2026 mulai menjalankan tugas kesekretarisan PCM Kalasan sambil menunggu SK pengesahan dari PDM Sleman. Sementara itu, penasihat PCM Kalasan, Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag. dalam sambutannya mengingatkan bahwa PCM Kalasan memiliki potensi strategis untuk berkembang lebih baik karena factor-faktor, antara lain: a) Secara geografis wilayah Kalasan sangat dekat dengan pusat Muhammadiyah yaitu Kota Yogyakarta. Kondisi ini tentu memungkinkan untuk melihat lebih dekat gerak langkah dinamika kemajuan pusat Muhammadiyah dalam gerakan dakwah dan juga komunikasi dengan berbagai pihak lebih mudah; b) Banyak kader-kader Muhammadiyah yang tinggal di Kalasan dan menduduki posisi strategis di berbagai struktur pengurus Muhammadiyah, baik di PDM, PWM, maupun di PP Muhammadiyah. Banyak di antara mereka juga bekerja di amal usaha Muhammadiyah yang cukup besar di Yogyakarta. Tentu saja ini bisa menjadi modal sumber daya untuk mengomunikasikan dan mengoordinasikan berbagai permasalahan PCM. Semoga ke depan PCM Kalasan bisa merangkul dan mensinergikan potensi tersebut untuk kemajuan PCM Kalasan. Ketua PCM, H. Sunandar, S.Psi., mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Muspimcab dan berharap kepada semua majelis dan ortom untuk meningkatkan kinerjanya. Di sela-sela memimpin koordinasi semua majelis dan ortom PCM Kalasan, beliau berpesan bahwa menjadi pengurus itu intinya rajin rapat dan rajin ngaji. Dari rapat inilah akan muncul ide atau gagasan, terutama untuk ngaji dan Gerakan-gerakan dakwah lainnya. (Sarno R. Sudibyo, M.Pd./ MPI PCM Kalasan).

Loading

Kajian dan Rapat PRM Tamanmartani Utara Bahas Sikap Warga Muhammadiyah terhadap Tradisi Sadranan serta Persiapan Ramadhan

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id PRM Tamanmartani Utara menyelenggarakan kegiatan kajian dan rapat rutin pada hari Senin, 2 Februari 2026, pukul 20.00 WIB, bertempat di rumah Bapak Heriyanto, Dalem Tamanmartani. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan warga Muhammadiyah PRM Tamanmartani Utara dengan suasana yang khidmat dan penuh keakraban. Acara diawali dengan kajian keislaman yang disampaikan oleh Drs. H. Agus Jati Susilo dari Cageran, Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Dalam kajiannya, beliau mengangkat tema “Sikap Warga Muhammadiyah terhadap Tradisi Sadranan”. Pemateri menjelaskan bagaimana warga Muhammadiyah sebaiknya menyikapi tradisi sadranan yang berkembang di masyarakat dengan tetap berpegang pada tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah, serta mengedepankan nilai dakwah, kebijaksanaan, dan akhlak mulia dalam bermasyarakat. Kajian ini memberikan pemahaman yang mencerahkan serta menjadi bahan refleksi bagi jamaah dalam menyikapi tradisi lokal secara bijak. Setelah kajian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat PRM Tamanmartani Utara. Rapat diawali dengan sambutan Ketua PRM Tamanmartani Utara, yang menekankan pentingnya kebersamaan, soliditas pengurus, serta kesiapan PRM dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Agenda utama rapat membahas rencana kegiatan Ramadhan, yang meliputi: Melalui rapat ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi warga Muhammadiyah maupun masyarakat sekitar. Kegiatan kajian dan rapat PRM Tamanmartani Utara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh program yang telah direncanakan mendapat kemudahan dan keberkahan dari Allah SWT. Rep Tomi Nugraha

Loading

PPTQM Darul Hikmah PCM Kalasan Menyabet Juara Ii Halal Busines Plan Competition Tingkat DIY Tahun 2025

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Duta PPTQM (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Muhammadiyah) Darul Hikmah PCM Kalasan akhirnya berhasil menyabet Juara II (Runner Up) dalam ajang Halal Busines Plan Competition tahun 2025 tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan oleh MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) DIY bersama mitra universitas, pemerintah, industry, dan NGO.   Mereka adalah Arif Setiawan, Muhammad Ikhsan Nur Purnadi, Husna Nurul Permata, Hikmah Adn, dan Rahma Shafa Hidayati dengan pendamping Pak Kurnia Wiryadimulya. Mereka mengangkat judul “Depo Air Mineral Isi Ulang Halal dan Higienis.” Tropi kejuaraan dan hadiah uang pembinaan dari MES dan Bank BPD Syariah Yogyakarta sebesar Rp2.500.000,00 diterima oleh Ketua PCM Kalasan, H. Sunandar, S.Psi., di Hotel Marriot Yogyakarta pada hari  Selasa, 4 November 2025. Menurut Kurnia Wiryadimulya, pendamping Tim, “ objek kajian yang dipaparkan merupakan depo air minum isi ulang TIRTO MART yang berlokasi di Jalan LPMP Glondong Tirtimartani, Kalasan”.  Tirto Mart merupakan salah satu amal usaha PRM Tirtomartani, Kalasan. Kurnia menambahkan bahwa Depo Air Minum Isi Ulang Tirto Mart sementara ini menjadi satu-satunya yang bersertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) wilayah DIY. Jaminan halal ini meliputi: proses produksi, bahan baku air, karbon aktif, filter, maupun hasil produksinya. Depo air minum isi ulang Tirto Mart ini berada di bawah pengawasan Lembaga Halal Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Proposal bisnis yang diajukan dalam kompetisi bergengsi tersebut adalah tentang rencana bisnis depo air minum isi ulang yang halal dan higienis. Dengan bantuan modal dari seorang donator sebesar Rp. 40.000.000 diproyeksikan akan bisa mengembalikan dana pinjaman bergulir itu sekitar tiga tahun dengan tetap menyisihkan biaya operasional dan pengembangan. Masyarakat konsumen yang dibidik adalah konsumen air isi ulang yang mengutamakan produk yang halal dan higienis dengan harga yang kompetitif. Mereka yakin bahwa produk air isi ulang bersertifikat halal ini prospektif karena merupakan jawaban atas kebutuhan produk makanan dan minuman yang halalan toyiban. Ketua PCM Kalasan, H. Sunandar menjelaskan bahwa pihaknya merasa merasa bangga terhadap capaian prestasi para santri PPTQM dan berharap ke depan bisa ditingkatkan lagi. “Selamat kepada para santri PPTQM Darul Hikmah, semoga capaian ini dapat meningkatkan citra PCM Kalasan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada PPTQM untuk mempercayakan putra-putrinya menjadi santri di PPTQM Darul Hikmah,” jelas Sunandar. Ketua PCM Kalasan itu menambahkan bahwa saat ini PPTQM Darul-Hikmah PCM Kalasan menambah unit usaha Produksi dan Pemasaran Aneka Roti untuk menambah bekal keterampilan bagi para santri di samping sebagai unit usaha pesantren. (H. Sarno R Sudibyo, M.Pd./MPI PCM Kalasan)

Loading

PCM Kalasan Kukuhkan Korps Mubaligh Muhammadiyah Kalasan

 Kalasan, Pdmsleman.Or.id PCM Kalasan mengukuhkan Korps Mubaligh Muhammadiyah Kalasan pada hari Sabtu pagi, 11 Oktober 2025 bersamaan dengan Pengajian Akbar yang diselenggarakan di Lapangan Bayen, Purwomartani, Kalasan dengan narasumber Prof. Dr. Ir. H. Sukamta, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Panewu, Kapolsek, dan Danramil Kapanewon Kalasan, KUA, Lurah Purwomartani, semua pengurus PCM, PRA, dan PRM, serta AUM, UMKM, dan masyarakat sekitar. Acara dimulai dengan membaca ayat suci Alquran oleh para santri TK ABA Duri, Purwomartani dibawah asuhan Ibu Yayuk Sri Wahyuni, berturut-turut melantunkan surat Al-Fil, Al-Ma’un, dan Al-Humazah. Ketua PCM Kalasan, H. Sunandar, S.Psi. dalam sambutannya menyatakan bahwa setelah digagas cukup lama akhirnya PCM Kalasan berhasil menginventarisasi kader Muhammadiyah yang potensial dalam wadah Korps Mubaligh Muhammadiyah Kalasan (KMMK). “Pengukuhan Korps Mubaligh Muhammadiyah Kalasan ini menjadi momen yang tepat untuk menginventarisasi dan mengkoordinasikan mubaligh Muhammadiyah Kalasan untuk mendukung dakwah Muhammadiyah yang mencerahkan dan mensejahterakan di wilayah Kalasan, “tegas Sunandar. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan SK PCM kepada Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah Kalasan, Haryadi, S.Ag. Sunandar menegaskan bahwa KMMK ini baru merupakan rintisan awal. Beliau berharap ke depan akan semakin berkembang dan semakin banyak yang bergabung dalam barisan KMMK sehingga mendukung aktivitas dakwah Muhammadiyah di Kalasan. Ketua KMMK, Haryadi, S.Ag., saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut yang akan dilakukan setelah pengukuhan adalah mengadakan rapat koordinasi, terutama dengan pengurus harian untuk memusyawarhkan hal-hal penting, mereinventarisasi anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah Kalasan berbasis ranting, dan selanjutnya mengadakan pelatihan untuk memantabkan dan menyamakan persepsi anggota KMMK. Tahun ini PCM Kalasan dipercaya oleh PDM Sleman dan PWM DIY untuk maju dalam lomba PCM Unggul tingkat nasional. Seleksi tahap pertama akan diselenggarakan pada tanggal 12 Oktober 2025 di UMS Surakarta. “Bismillah, mohon dukungan dan doa restu kepada keluarga besar Muhammadiyah Kalasan semoga dapat menambah pengalaman, wawasan, dan berkah, “ pesan Sunandar. PCM Kalasan akan terus mendorong dakwah yang mencerahkan dan mensejahterakan umat dengan mendorong semua majelis secara dinamis menjalankan fungsinya secara optimal. Prof. Dr. Sukamta dalam uraian pengajiannya mengangkat tema “Mantapkan hati ber-Muhammadiyah untuk meraih kehidupan yang berkah.” Wakil Ketua BPO PP Muhammadiyah ini menyoroti pentingnya segenap warga Muhammadiyah untuk meraih kehidupan yang berkah dengan memastikan bahwa hidupny harus bermakna, bermanfaat bagi kemaslahatan dirinya, keluarga, dan masyarakat sekitarnya sebagaimana tertuang dalam hadist nabi yang diriwayatkan oleh Tabrani yang artinya sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Menurut Sukamta, ber-Muhammadiyah itu memiliki setidaknya mengandung pengertian, mengamalkan Islam dengan pikiran yang maju, rasional, dan berkemjuan; tidak hanya dakwah bilisan, tetapi juga dengan dakwah bil-hal yang mampu memberi solusi secara nyata kebutuhan dan problema umat. Menurut Prof. Dr. Sukamto, yang juga sebagai Ketua PCM Ngaglik ini, tanda-tanda orang yang sudah mantab dalam ber-Muhammadiyah, antara lain: (1) Teguh akidahnya, tidak mudah goyah oleh pengaruh-pengaruh aliran lain; (2) Aktif mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-hari; (3) Disiplin beribadah dan bersosial; (4) Tidak mudah terpana (ora gumunan), tidak mudah terkejut (ora kagetan), dan tidak senang pamer (ora dumeh); dan (5) Mengabdi tanpa pamrih. Dalam hadist nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dijelaskan bahwa sesungguhnya Alloh tidak melihat rupa dan hartamu, tetapi melihat hati dan amalmu. Karena itu, Sukamta mengajak kepada seluruh jamaah untuk senantiasa meneguhkan hati dalm ber-Islam untuk meraih kehidupan yang berkah. Rep : H. Sarno R. Sudibyo, M.Pd./ MPI PCM Kalasan

Loading

Aisyiyah Kalasan Terus Gencarkan Gerakan Kepedulian Lingkungan

Kalasan, Pdmsleman.Or.id Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kalasan melalui Lembaga Lingkungan Hidup Dan Penanggulangan Bencana LLHPB menyelenggarakan program pengelolaan sampah Selasa 23 September 2025 bertempat di Ruang Rapat Sumanggem Lantai 2 Kapanewon Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Ketua LLHPB Aisyiyah Kapanewon Kalasan  Hj. Tri Lestari menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan  PCA kapanewon Kalasan melalui LLHPB diikuti pengurus  dan anggota Aisyah se kapanewon Kalasan  beserta guru PAUD dan TK.  Kegiatan ini terlaksana atas dukungan dari pemerintah Kapanewon Kalasan melalui Kepala Jawatan Sosial Budi Santoso, S.IP” Semoga kegiatan memberikan manfaat untuk menjaga bumi menjadi lebih.” Ujar Tri Ketua  PCA Kapanewon Kalasan Fatmah Ismiyati  mengapresiasi kegiatan LLHPB PCA Kalasan yang dalam kegiatannya malah lebih aktif dibanding tingkat Daerah. Dikatakan bahwa Aisyiyah paling awal merespon adanya kasus ditutupnya TPA Piyungan. Dengan gerak cepat Aisyiyah mengadakan pelatihan, bimtek, sosialisasi pengelolaan sampah kepada warganya,  khususnya yang ada  kaitannya dengan lingkungan hidup.Khususnya tentang  pemilahan sampah dapur yang bisa diberdayakan dan bermanfaat bagi  warga masyarakat pada umumnya.”Seperti pembuatan pupuk, pembuatan  sabun, bahkan pembuatan minuman kesehatan”.  Jelas Fatma. Aisyiyah Kalasan juga selalu bekerjasama dengan pihak terkait khususnya dengan pejabat setempat yaitu kapanewon , Dinas Lingkungan Hidup serta komunitas lain yang tidak mengikat “Dengan  diadakan bernacam macam  kegiatan di harapkan anggota Aisyiyah bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari hari.” Pungkasnya. Panewu Kalasan Samino, SIP. M.Ec.Dev menyampaikan terimakasih kasih kepada pengurus dan anggota Aisyiyah yang telah memberikan kontribusi kepada lingkungan dengan berbagai kegiatan bagi warga masyarakat. Pihak pemerintah  Kapanewon akan selalu mendukung dengan memberikan fasilitasi kegiatan untuk program yang sudah di rencanakan. ” Terlebih kegiatan yang bersinggungan dan mendukung program pemerintah  dalam upaya pengelolaan sampah untuk menuju zero waste.” Sebagai pemateri Endah Widarningsing ketua PSM Bima Jaya Mandiri yang juga merupakan pengurus LLHPB  Aisyiyah Kapanewon Kalasan, yang juga merupakan pengusaha daur ulang sampah Plastik menyampaikan bahwa  pengelolaan sampah organik adalah sangat penting. Seperti diketahui sampah organik cepat membusuk bila tidak segera di tangani. Banyak cara yang bisa di pakai dalam penanganan sampah organik.Bisa dibuat pupuk kompos, bisa di kubur langsung dalam tanah atau di lakukan fermentasi. Bisa juga dibuat Eco Enzym dengan mempergunakan kulit buah yang bersih dan segar. Adapun bahan untuk membuat  eco Enzym selain kulit buah ditambah molase dan air. Dengan perbandingan satu bagian molase, 3 bagian bahan organik dan 10 bagian air. Ketiga bahan tersebut dimasukkan dalam wadah dari plastik bukan kaca atau logam. “Wadah di tutup rapat dilakukan fermentasi selama 90 hari baru bisa di panen.” Jelas Endah. Setelah dipanen evo Enzym bisa langsung dipergunakan sesuai kebutuhan, namun bisa juga diolah lagi sebagai produk turunan eco Enzym. Produk turunan bisa berupa hand sanitizer, sabun dan lainnya. Untuk membuat sabun bisa di tambahkan bahan Metil Ester Sulfonat (MES). MES sendiri merupakan bahan baku utama dalam pembuatan sabun jenis deterjen yang ramah linkungan, terbuat dari turunan minyak nabati seperti minyak kelapa sawit dan berfungsi sebagai surfaktan. ” Pemakaian MES dalam pembuatan sabun organik karena terbuat dari nabati mudah terdegradasi tidak mencemari lingkungan ” tambahnya. Pada kesempatan itu Endah juga memberikan materi cara pembuatan minuman Juspro berbahan buah segar dan kulitnya bisa di pergunakan untuk pupuk  dan  membuat sabun Biowash. “Fungsinya hampir sama dengan Eco Enzym namun ini fermentasi  cuma 3 hari atau 72 jam dengan menggunakan tambahan probiotik, Promic.” Ucap Endah. Untuk membuat Juspro bahanya adalah satu bagian Promic , 5 bagian buah segar ditambah 25 bagian air matang.” Harus menggunakan air matang karena hasilnya akan dikonsumsi sebagai minum kesehatan.” Adapun bahan dan perbandingan untuk membuat Biowash adalah  satu bagian Promic, 5 bagian kulit buah dan 25 bagian air . Dilakukan fermentasi 3 harivatau 72 hari. Kusnadi KIM Berbah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Fenomena Umat Islam : Puasa Tetapi Tidak Shalat, Berhaji Tetapi Tidak Berzakat

Kalasan, Pdmsleman.Or.IdDi Sabtu pagi yang cerah, terlihat ratusan orang berbaju muslim berwajah ceria memadati Lapangan Bayen, Purwomartani, Kalasan untuk mengikuti pengajian akbar rutin yang diadakan oleh PCM Kalasan.Acara yang digelar pada tanggal 12 April 2025 dihadiri jajaran pimpinan Kapanewon Kalasan, pimpinan MWC NU Kalasan, pimpinan LDII Kalasan, pimpinan MTA Kalasan, pimpinan IPHI Kalasan, Pimpinan DMI Kalasan, pimpinan MUI Kalasan, AUM, AUA, Ortom, PRM PRA dan simpatisan Muhammadiyah di Wilayah Kapanewon Kalasan.H. Sunandar, S.Psi., Ketua PCM Kalasan, dalam sambutannya menginformasikan bahwa ” PCM Kalasan saat ini sedang menggalang dana untuk pengadaan AmbulanMU senilai 255.000.000 rupiah. AmbulanMU ini akan sangat membantu kegiatan sosial di wilayah Kapanewon Kalasan sehingga Ketua PCM Kalasan mengajak jama’ah sekalian untuk bisa berkolaborasi bersama dalam mewujudkan AmbulanMU ini”. Saat ini dana yang terkumpul masih kurang 200.825.000 rupiah. Jama’ah yang akan bersodaqoh dapat menghubungi bapak Aswino (0856 0037 2558) atau bapak Catur (W. 0895 2268 6633).Dalam acara tersebut, Panewu Kalasan, Joko Susilo, SP, M.Si. mengajak jama’ah sekalian untuk mempererat silaturahmi antar umat Islam di Kalasan. Pak Panewu juga mengajak jama’ah untuk menjaga nilai toleransi supaya umat Islam yang ada di Kalasan menjadi umat yg rohmatan lil alamin. Acara selanjutnya diisi oleh Ustadz Ikhwanu Shofa dari PWM Jawa Tengah.Ustadz Ikhwanu Shofa menyampaikan bahwa menurut catatan Mbah Hadjid, salah satu murid KH Ahmad Dahlan, KH Ahmad Dahlan selama hidup hanya mengajarkan sekitar 50 – 60 ayat Al Qur’an. Padahal ayat Al Qur’an ada 6.200 ayat. Meskipun yang KH. Ahmad Dahlan ajarkan cuman sedikit, tapi ternyata membuat Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sebesar ini. Kenapa bisa demikian ? Itu semua salah satunya karena dalam mengajarkan Al Qur’an KH. Ahmad Dahlan mempunyai 2 syarat pengajaran. Pertama adalah belum ganti ayat lain sampai sebelum jama’ahnya paham. KH. Ahmad Dahlan mengajarkan surat Al Maun pada murid-muridnya sampai dengan 3 bulan lamanya. Yang kedua adalah belum ganti ayat lain sebelum ayat yang diajarkan saat ini diamalkan. Prinsip ini yang akhirnya membuat murid-murid KH. Ahmad Dahlan menjadi santri amalan, bukan santri hafalan.Ustadz Ikhwanu Shofa juga menggaris bawahi penerapan rukun Islam yang tidak berurutan. Seperti kita ketahui, secara urutan Rukun Islam adalah Syahadat, Salat, Zakat, Puasa, dan Haji. Data Balitbang Kementerian Agama menunjukkan tingkat penunaian Rukun Islam berupa shalat di Indonesia di tahun 2024 adalah 38,9% dan tingkat penunaian puasa Ramadhan adalah 62,9%. Ini menunjukkan ada orang-orang yang berpuasa tetapi tidak melaksanakan shalat 5 waktu padahal secara urutan Rukun Islam sholat lebih dahulu daripada zakat.Menurut data Kementerian Agama, waiting list haji sebesar 5% dari jumlah umat Islam di Indonesia sedangkan tingkat penunaian zakat mal tidak pernah lebih dari 1% saja. Hal ini menunjukkan adanya umat Islam yang secara finansial mampu melaksanakan ibadah haji, tetapi tidak melaksanakan rukun islam yang lebih utama yang posisi sebelumnya yaitu zakat wabil khusus zakat mal. Oleh karena itu, penceramah mengajak umat Islam yang hartanya sudah memenuhi syarat zakat mal untuk mengeluarkan zakatnya. Penceramah juga mengajak pada ustadz dan da’i – da’i untuk mensosialisasikan masalah zakat ini agar makin tumbuh kesadaran masyarakat untuk berzakat yang mana zakat ini akan sangat bermanfaat untuk umat dan ini selaras dengan Gerakan Al Ma’un yang dirintis KH. Ahmad Dahlan. Kenapa surat Al Maun ? karena dengan A Maun ini kita membuktikan agama kita ini beneran atau cuma pura-pura, bukan masalah sholatnya, bukan masalah haknya saja, tapi bagamana sikap kita terhadap isu pengentasan kemiskinan, penanganan anak-anak yatim piatu, dan pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan. Penceramah juga memberikan tips untuk kita agar gemar bershadaqah dengan menargetkan minimal shadaqah yang dikeluarkan sebesar uang jajan yang dikeluarkan.Rep Hanif Rahmawan / MPI PCM Kapanewon Kalasan.Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Rihlah Bareng PRM Tamanmartani Utara: Memperkuat Ukhuwah dan Mengisi Waktu Luang

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Pada Ahad, 23 Februari 2025, PRM Tamanmartani Utara mengadakan kegiatan Rihlah Bareng di Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah. Acara ini diikuti oleh pengurus dan anggota PRM Tamanmartani Utara, serta beberapa tamu undangan. Acara dimulai dengan doa dan sambutan ketua PRM Tamanmartani Utara, Gunandar, ” kami menyampaikan terima kasih kepada semua yang hadir dan memberikan motivasi bagi pengurus dan anggota untuk terus memperkuat ukhuwah dan meningkatkan kualitas diri”. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan kajian yang disampaikan oleh Haryadi S.Ag, ” tentang macam-macam rihlah dan tujuan rihlah dalam Islam. Kajian ini sangat bermanfaat bagi para peserta untuk memahami lebih dalam tentang konsep rihlah dalam Islam”. Setelah kajian, acara dilanjutkan dengan kegiatan out bound ringan yang menyenangkan dan memperkuat kerja sama tim. Kegiatan out bound ini dipimpin oleh Mr. T, yang telah menyusun rangkaian kegiatan yang menarik dan menyenangkan. Para peserta melakukan berbagai kegiatan yang santai dan menyenangkan, seperti permainan tim dan aktivitas lainnya. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat ukhuwah, tetapi juga memperkuat mental dan membangun kepercayaan diri. Setelah kegiatan out bound, acara di Kemuning ditutup dengan sholat dan makan siang bersama. Para peserta kemudian melanjutkan perjalanan ke Masjid Yazid Solo untuk melakukan kegiatan lainnya. Kegiatan Rihlah Bareng PRM Tamanmartani Utara ini bertujuan untuk memperkuat ukhuwah dan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memperkuat ukhuwah dan meningkatkan kualitas diri. Reportase Tomi sekretaris PRM Tamanmartani Utara Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Agenda PRM Tamanmartani Utara: Kajian Rutin dan Rapat Pengurus

KAlasan, Pdmsleman.Or.Id PRM Tamanmartani Utara kembali melaksanakan agenda penting yang menggabungkan kajian rutin dan rapat pengurus, sebagai bagian dari kegiatan pengembangan spiritual dan organisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keagamaan serta mempererat kebersamaan antar anggota dan pengurus. Kajian ini diselenggarakan pada Senin, 17 Februari 2025 bertempat di Rumah H Mardiyono Kenaji Tamanmartani Kalasan Kajian Rutin: Sejarah Perjuangan Nabi Muhammad dan Pedoman Hidup Islami Muhammadiyah Acara dimulai dengan kajian rutin yang disampaikan oleh Drs. H. Agus Jati Susilo, seorang tokoh yang dikenal luas dalam kajian keagamaan dan dakwah. Dalam kajian kali ini, beliau menyampaikan materi yang sangat penting mengenai sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW. “Pemaparan ini mengungkapkan betapa besar pengorbanan dan keteguhan Nabi Muhammad dalam menyebarkan ajaran Islam, serta tantangan yang beliau hadapi dalam memperjuangkan agama ini sejak awal wahyu diturunkan”. Agus Jati juga menghubungkan perjuangan Nabi Muhammad dengan pedoman hidup Islami Muhammadiyah, yang menjadi dasar bagi gerakan Muhammadiyah dalam menjalankan misi dakwah dan pelayanan kepada umat. “Pedoman hidup ini menekankan pada pentingnya kedisiplinan dalam beribadah, berakhlak mulia, serta berkontribusi aktif dalam masyarakat untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik”. Pesan yang disampaikan sangat relevan untuk memotivasi seluruh anggota PRM Tamanmartani Utara untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek spiritual maupun sosial. Rapat Pengurus: Persiapan Rihlah PRM Tamanmartani Utara di Kemuning Setelah kajian rutin selesai, agenda dilanjutkan dengan rapat pengurus yang membahas berbagai hal penting terkait kegiatan organisasi. Salah satu pembahasan utama adalah persiapan untuk acara rihlah PRM Tamanmartani Utara yang akan dilaksanakan di Kemuning pada tanggal 23 Februari 2025. Rihlah ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar anggota, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk beristirahat dan merefleksikan perjalanan dakwah yang telah dilalui. Rapat pengurus tersebut juga membahas pembagian tugas dan persiapan logistik untuk kelancaran acara tersebut. Semua pengurus bekerja sama dengan penuh semangat, menyusun strategi dan memastikan agar acara berjalan dengan lancar. Rihlah ini diharapkan dapat memberi manfaat yang besar, tidak hanya untuk mempererat ukhuwah, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dalam meningkatkan kualitas dakwah dan pelayanan. Kegiatan kajian rutin dan rapat pengurus ini merupakan langkah positif dalam memperkuat komitmen dan semangat berorganisasi bagi anggota PRM Tamanmartani Utara. Melalui kajian-kajian seperti ini, diharapkan dapat menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri dalam menghadapi tantangan zaman. Selain itu, dengan adanya rapat pengurus yang terorganisir dengan baik, segala agenda organisasi dapat terlaksana dengan maksimal, seperti persiapan rihlah yang semakin mendekat. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi seluruh anggota PRM Tamanmartani Utara dan memperkuat kebersamaan dalam menjalankan tugas dakwah dan amal shalih. Reportase Tomy Nugraha PRM Tamanmartani Utara Editor  Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

BIKKSA Sabilun Najah dan GACA PCA Kalasan Harus Jadi Garda Terdepan Tangani Masalah Sosial

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id ‘Aisyiyah terus bergerak memberdayakan kaum perempuan. Gerakan pemberdayaan ini juga diikuti dengan literasi dalam segala bidang. Salah satu yang menjadi program unggulan ialah Perempuan ‘Aisyiyah Mengaji yang diselenggarakan tiap hari Kamis Wage di Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kalasan secara mobile dari ranting ke ranting. Perempuan ‘Aisyiyah Mengaji Kamis Wage  pada 6 Februari 2025  berlangsung dengan hikmad dan meriah yang dihadiri 320 jamaah dari berbagai kalangan terselenggara di Masjid Baiturrahman, Bayen, Purwomartani, Kalasan. Tidak hanya pengajian, agenda kali ini bersamaan dengan terbentuknya kepengurusan dan pengukuhan  BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah) dengan  nama Sabilun Najah dan dilanjutkan Pengukuhan Kepengurusan Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak (GACA) yang dikukuhkan oleh Ketua PCA Kalasan Dra Fatma Ismiyati. Hadir sebagai penceramah, Hj Dra. Hanik Rosyada M.Ag, Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman membawakan tema Pondasi Keluarga Sakinah. Menurutnya dengan adanya BIKKSA Sabilun Najah dan GACA PCA Kalasan dapat menjadi garda terdepan dalam menangani permasalahan sosial. “Terutama dalam membentuk keluarga sakinah, mawadah, dan warohmah serta melindungi dan mencintai anak anak dari bentuk kekerasan,” pesannya. Terakhir, Ia menyampaikan selamat atas terbentuknya BIKKSA Sabilun Najah Dan GACA PCA Kalasan semoga dapat mengemban amanah dan tugas. Sukses keluarga sakinah indikator sukses gerakan Aisyiyah. Reportase Yunida PCA Kalasan Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PCM Kalasan Kunsiroh Ke PRM Purwo Utara, Mendengar Permasalahan dan Kemajuan Dakwah Muhammadiyah Ranting

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Rabu, 5 Februari 2025 PCM Kalasan mengadakan Kunsiroh (Kunjungan silaturahim)  kepada PRM Purwo Utara mulai pukul 20.00, bertempat di Gedung PAUD/TPA  Bayen, Purwomartani, Kalasan. Hadir dalam kunsiroh itu Ketua PCM Kalasan, H. Sunandar, S.Psi., Wakil Ketua, Drs. Sugiyanto, M.Si., dan Sumaryatin, M.Pd., Sekretaris 1 dan 2, Iswanto, M.Pd., dan Supriyana, S.Pd., Bendahara 1 Catur Wibisana, dan Bendahara 2 Miskam. Rombongan diterima oleh pengurus PRM Purwo Utara, Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan beberapa anggota majelis/ bidang. Ketua PCM, H. Sunandar, S.Psi., dalam sambutan pengantarnya menjelaskan bahwa Kunsiroh merupakan program yang menjadi kesepakatan dalam rapat mingguan yang rutin digelar setiap hari Selasa sore bertujuan untuk lebih mendekatkan antara PCM dengan PRM se-Kapanewon Kalasan, sekaligus dijadikan ajang konsulidasi, evaluasi, dan mendengar secara langsung kondisi senyatanya dalam kegiatan dakwah Muhammadiyah di masyarakat sehingga tercipta harmonisasi program dakwah Muhammadiyah yang menggembirakan dan tepat sasaran. Sunandar meyakini bahwa dengan pertemuan-pertemuan yang rutin akan lahir gagasan dan ide cemerlang untuk memajukan cabang dan ranting Muhammadiyah di Kalasan. “Ber-Muhammadiyah itu intinya rapat, ngaji, rapat, ngaji. Insya Alloh akan banyak menebarkan manfaat dan kemaslahatan umat,” tegas Sunandar. Ketua PRM Purwo Utara, Wisnu Gesang dalam sambutan mangayubagyo para tamu menegaskan bahwa pihaknya menyambut gembira kegiatan kunsiroh dari PCM Kalasan dan akan dimanfaatkan sebagai media diskusi dan bertukar gagasan dalam banyak hal menyangkut dakwah Muhammadiyah di masyarakat wilayah Purwomartani Utara. Pihaknya juga selaras dengan Ketua PCM bahwa hanya dengan rapat dan ngaji akan bisa diwujudkan dakwah Muhammadiyah yang menggembirakan. Meski demikian, PRM Purwo Utara mengalami dinamisasi pergerakan persyarikatan, mengalami pasang surut dalam berkegiatan. Secara umum, kendala yang dihadapi adalah masalah pendanaan untuk kegiatan. Selama ini sumber pendanaan hanya mengandalkan sedekah pengurus dalam jumlah yang terbatas. Di samping itu, kebersamaan dan kekompakan para pengurus PRM perlu ditingkatkan. Sekretaris PRM Purwo Utara, Sriyana, menambahkan bahwa beliau berharap kunsiroh ini bisa menjadi ajang curhat mengenai capaian-capaian dakwah dan kendala-kendala yang ada. Sriyana menyadari sebagai pengurus PRM Purwo Utara yang bersentra di Bayen menjadi beban sekaligus tantangan yang mengasyikkan. Betapa tidak, karena Bayen dari dulu, sejak sebelum Kemerdekaan RI, warna Muhammadiyahnya sudah cukup kental. Karena itu, dinamisasi dan pasang surut perkembangan dakwah Muhammadiyah terkadang membahagiaan, tetapi lebih banyak menyesakkan hati. Beberapa fenomena yang mengiris hatinya misalnya: (1) Terjadi pengambilalihan pengelolaan masjid wakaf Muhammadiyah oleh ormas lain; (2) Minimnya partisipasi dan dukungan orang-orang yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah padahal sebenarnya bertempat tinggal di Bayen; dan (3) Terkadang terkendala dalam pencarian narasumber kegiatan pengajian; dan (4) Dukungan warga masyarakat, bahkan pengurus Muhammadiyah dalam kegiatan pengajian kurang greget. Menanggapi curhatan pengurus PRM Purwo Utara itu, beberapa Penguru PCM dan hadirin memberikan pertimbangan-pertimbangan, antara lain: (1) Kendala keuangan antara lain dapat diatasi dengan menjalin kerja sama yang harmonis dengan masjid-masjid arena Purwo Utara dalam penyelenggaraan sholat Iedul Fitri dan Iedul Adha sehingga PRM mendapat sharing dana infak. Di samping itu, bisa juga menggalakkan infak dan donatur lain; (2) Kasus pengambilalihan masjid wakaf Muhammadiyah. Pada dasarnya, dakwah Muhammadiyah itu seharusnya hadir untuk memberikan solusi yang secara riil dibutuhkan masyarakat. Biasanya kasus itu terjadi karena Muhammadiyah tidak bisa ‘ngopeni’ masjid tersebut sehingga pihak lainlah yang tampil. Dalam hal ini, PCM atau PRM tidak hadir saat masyarakat di sekitar masjid wakaf Muhammadiyah membutuhkan sosok yang dibutuhkan. Apabila hal ini terjadi, diperlukan pendekatan-pendekatan secara humanistik kepada tokoh-tokoh berpengaruh di masjid tersebut untuk mengingatkan dan menyadarkan bahwa masjid tersebut adalah masjid wakaf Muhammadiyah. Apabila sudah ada sinyal positif segera lakukan plangisasi masjid wakaf Muhammadiyah. Akan lebih baik, simbol-simbol yang bisa mengidentifikasikan ciri khas Muhammadiyah perlu dipasang di masjid tersebut, seperti Kalender Muhammadiyah, jam dinding atau jam digital berlogo Muhammadiyah, dsb.; (3) Krisis narasumber atau penceramah pengajian, baik untuk kebutuhan pengajian maupun khotbah Jumat. Dalam masalah ini, PCM perlu menyususn database ustadz-ustadz Muhammadiyah di Kalasan, lengkap dengan alamat dan nomor kontaknya. Data ini sangat stratejik dan multiguna mengingat banyak tokoh-tokoh agama dan akademikus Muhammadiyah yang tinggal di Kalasan. Apabila database ini tersusun dengan baik dan dikoordinasikan oleh PCM, disebarkan di masjid-masjid wakaf Muhammadiyah,  masyarakat akan mendapat kemudahan dalam mengakses dan berkomunikasi apabila membutuhkan. Potensi ini juga bisa dikembangkan misalnya dengan menyusun teks khotbah Jumat bagi masjid-masjid wakaf Muhammadiyah. Apabila hal ini terwujud, sdah pasti menjadi nilai plus, bahkan ikon PCM Kalasan; (4) Perbaikan fasilitas pengajian yang memadahi. Dalam pengajian-pengajian akbar yang di gelar PCM di tempat terbuka, sepert lapangan, fasilitas sound system kurang memadahi. Agar seluruh jamaah pengajian yang jumlahnya ribuan bisa mendengar dengan baik, setidaknya diperlukan tiga perangkat sound system yang terdistribusi di bagian depan, tengah, dan belakang. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa pesan pengajian itu sampai kepada para jamaah dengan baik; dan (4) Untuk menggerakkan warga Muhammadiyah yang bekerja di AUM dan juga masyarakat, diperlukan himbauan secara terus-menerus melalui media yang tepat. Di Kalasan sebenarnya sudah ada media pembinaan kepada seluruh pekerja di AUM Kalasan, yaitu setiap bulan sekali dengan tingkat kehadiran mencapai 95%. Tentu saja media ini bisa digunakan secara efektif untuk mendorong warga Muhammadiyah yang bekerja di AUM berpartisipasi secara aktif, baik sebagai peserta, bahkan penggerak dakwah Muhammadiyah di sekitar tempat tinggalnya masing-masing. Mari kita bergandeng tangan, saling menguatkan untuk mewujudkan dakwah Muhammadiyah yang solutif dan menggembirakan. Semoga lelah kita menjadi lillah semata mengharap ridlo Alloh Swt. Reportase : H. Sarno R Sudibyo, M.Pd./ MPI PCM Kalasan; https://pcmkalasan.or.id//)

Loading