Aisyiyah Kalasan Terus Gencarkan Gerakan Kepedulian Lingkungan

Facebook
Twitter
LinkedIn

Kalasan, Pdmsleman.Or.id

Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kalasan melalui Lembaga Lingkungan Hidup Dan Penanggulangan Bencana LLHPB menyelenggarakan program pengelolaan sampah Selasa 23 September 2025 bertempat di Ruang Rapat Sumanggem Lantai 2 Kapanewon Kalasan, Sleman, Yogyakarta.

Ketua LLHPB Aisyiyah Kapanewon Kalasan  Hj. Tri Lestari menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan  PCA kapanewon Kalasan melalui LLHPB diikuti pengurus  dan anggota Aisyah se kapanewon Kalasan  beserta guru PAUD dan TK.  Kegiatan ini terlaksana atas dukungan dari pemerintah Kapanewon Kalasan melalui Kepala Jawatan Sosial Budi Santoso, S.IP
” Semoga kegiatan memberikan manfaat untuk menjaga bumi menjadi lebih.” Ujar Tri

Ketua  PCA Kapanewon Kalasan Fatmah Ismiyati  mengapresiasi kegiatan LLHPB PCA Kalasan yang dalam kegiatannya malah lebih aktif dibanding tingkat Daerah. Dikatakan bahwa Aisyiyah paling awal merespon adanya kasus ditutupnya TPA Piyungan. Dengan gerak cepat Aisyiyah mengadakan pelatihan, bimtek, sosialisasi pengelolaan sampah kepada warganya,  khususnya yang ada  kaitannya dengan lingkungan hidup.
Khususnya tentang  pemilahan sampah dapur yang bisa diberdayakan dan bermanfaat bagi  warga masyarakat pada umumnya.”Seperti pembuatan pupuk, pembuatan  sabun, bahkan pembuatan minuman kesehatan”.  Jelas Fatma.

Aisyiyah Kalasan juga selalu bekerjasama dengan pihak terkait khususnya dengan pejabat setempat yaitu kapanewon , Dinas Lingkungan Hidup serta komunitas lain yang tidak mengikat 
“Dengan  diadakan bernacam macam  kegiatan di harapkan anggota Aisyiyah bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari hari.” Pungkasnya.

Panewu Kalasan Samino, SIP. M.Ec.Dev menyampaikan terimakasih kasih kepada pengurus dan anggota Aisyiyah yang telah memberikan kontribusi kepada lingkungan dengan berbagai kegiatan bagi warga masyarakat. Pihak pemerintah  Kapanewon akan selalu mendukung dengan memberikan fasilitasi kegiatan untuk program yang sudah di rencanakan. 
” Terlebih kegiatan yang bersinggungan dan mendukung program pemerintah  dalam upaya pengelolaan sampah untuk menuju zero waste.”

Sebagai pemateri Endah Widarningsing ketua PSM Bima Jaya Mandiri yang juga merupakan pengurus LLHPB  Aisyiyah Kapanewon Kalasan, yang juga merupakan pengusaha daur ulang sampah Plastik menyampaikan bahwa  pengelolaan sampah organik adalah sangat penting. Seperti diketahui sampah organik cepat membusuk bila tidak segera di tangani. Banyak cara yang bisa di pakai dalam penanganan sampah organik.
Bisa dibuat pupuk kompos, bisa di kubur langsung dalam tanah atau di lakukan fermentasi. Bisa juga dibuat Eco Enzym dengan mempergunakan kulit buah yang bersih dan segar.

Adapun bahan untuk membuat  eco Enzym selain kulit buah ditambah molase dan air. Dengan perbandingan satu bagian molase, 3 bagian bahan organik dan 10 bagian air. Ketiga bahan tersebut dimasukkan dalam wadah dari plastik bukan kaca atau logam. 
“Wadah di tutup rapat dilakukan fermentasi selama 90 hari baru bisa di panen.” Jelas Endah.

Setelah dipanen evo Enzym bisa langsung dipergunakan sesuai kebutuhan, namun bisa juga diolah lagi sebagai produk turunan eco Enzym. Produk turunan bisa berupa hand sanitizer, sabun dan lainnya.

Untuk membuat sabun bisa di tambahkan bahan Metil Ester Sulfonat (MES). MES sendiri merupakan bahan baku utama dalam pembuatan sabun jenis deterjen yang ramah linkungan, terbuat dari turunan minyak nabati seperti minyak kelapa sawit dan berfungsi sebagai surfaktan. 
” Pemakaian MES dalam pembuatan sabun organik karena terbuat dari nabati mudah terdegradasi tidak mencemari lingkungan ” tambahnya.

Pada kesempatan itu Endah juga memberikan materi cara pembuatan minuman Juspro berbahan buah segar dan kulitnya bisa di pergunakan untuk pupuk  dan  membuat sabun Biowash. 
“Fungsinya hampir sama dengan Eco Enzym namun ini fermentasi  cuma 3 hari atau 72 jam dengan menggunakan tambahan probiotik, Promic.” Ucap Endah.

Untuk membuat Juspro bahanya adalah satu bagian Promic , 5 bagian buah segar ditambah 25 bagian air matang.
” Harus menggunakan air matang karena hasilnya akan dikonsumsi sebagai minum kesehatan.”

Adapun bahan dan perbandingan untuk membuat Biowash adalah  satu bagian Promic, 5 bagian kulit buah dan 25 bagian air . Dilakukan fermentasi 3 harivatau 72 hari.

Kusnadi KIM Berbah

Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Leave a Replay