UMY dan PCM Godean Perkuat Sinergi Dakwah Berkemajuan Melalui Masjid, AUM dan Pemberdayaan Masyarakat

Godean, PdmSleman.Or.Id– Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar Silaturahmi di Pengajian Rutin Ahad Pagi atau Jihadi serta penyerahan dosen dan tendik UMY yang tinggal di Cabang Muhammadiyah Godean berlangsung di Masjid Al Huda Pandean VII Sidoluhur Godean Sleman Yogyakarta (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan persyarikatan dalam mengembangkan dakwah Islam berkemajuan di tengah masyarakat. Dalam sambutannya, Haris Darmawan, S.Pd selaku Ketua PCM Godean menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kehadiran tim dosen serta civitas akademika UMY yang berkenan menjalin kerja sama dengan Muhammadiyah Godean. Kehadiran UMY diharapkan dapat memberikan penguatan dalam bidang dakwah, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). “Kolaborasi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dengan persyarikatan di tingkat cabang merupakan langkah strategis untuk mempercepat kemajuan dakwah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan dukungan keilmuan dan pengalaman akademik yang dimiliki UMY, berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan berkelanjutan” ungkap Haris Dalam tausiyahnya, Ustadz Gita Danupranata, S.E., M.M. menegaskan bahwa seluruh Amal Usaha Muhammadiyah didirikan bukan semata-mata sebagai lembaga pelayanan, melainkan sebagai instrumen dakwah yang bertujuan menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Oleh karena itu, sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, maupun lembaga sosial Muhammadiyah harus senantiasa menjaga ruh persyarikatan dan nilai-nilai dakwah dalam setiap aktivitasnya. “Amal usaha Muhammadiyah harus menjadi corong dakwah Persyarikatan. Keberadaannya bukan hanya untuk melayani masyarakat, tetapi juga untuk menyebarluaskan nilai-nilai Islam yang berkemajuan dan mencerahkan,” papar Ustadz Gita. Selain membahas peran amal usaha, Ustadz Gita Danupranata yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta juga menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini, termasuk masalah lingkungan, pengelolaan sampah, pendidikan, dan penguatan karakter generasi muda.Muhammadiyah diharapkan mampu hadir sebagai bagian dari solusi melalui gerakan dakwah yang membumi dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa tujuan tertinggi dakwah Islam adalah menghadirkan rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, dakwah Muhammadiyah harus diwujudkan dalam bentuk karya nyata yang memberikan manfaat bagi sesama manusia, lingkungan, dan kehidupan secara luas. Pada kesempatan tersebut juga ditekankan pentingnya mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban umat. Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga harus menjadi pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelayanan sosial, konsultasi masyarakat, dan penguatan ukhuwah Islamiyah. “Apabila persoalan masyarakat dapat dibahas dan dicarikan solusi di masjid, maka masjid benar-benar akan menjadi pusat kehidupan umat sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW,” jelasnya. Ustadz Gita Danupranata yang juga aktif di lingkungan Majelis Tabligh Muhammadiyah mengajak seluruh jamaah untuk memberi ruang yang lebih luas kepada generasi muda dalam memakmurkan masjid. Menurutnya, banyak anak muda memiliki potensi besar, namun sering kali belum mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dan mengembangkan kreativitasnya dalam kegiatan masjid. “Anak-anak muda bukan tidak mau ke masjid. Mereka perlu diberikan kepercayaan, kesempatan, dan panggung untuk berkontribusi. Jika itu dilakukan, masjid akan menjadi lebih hidup dan dekat dengan generasi penerus,” tuturnya. Dalam sesi dialog, peserta juga membahas tantangan organisasi Muhammadiyah, khususnya terkait kader yang kurang aktif setelah terpilih menjadi pimpinan. Menanggapi hal tersebut, Ustadz Gita Danupranata menekankan pentingnya pendekatan silaturahmi, komunikasi personal, dan budaya saling menguatkan dalam organisasi. “Jangan mudah meninggalkan kader yang mulai jarang hadir. Datangi, ajak berbicara, dan bangun kembali semangat perjuangannya. Muhammadiyah dibangun dengan ukhuwah dan kebersamaan,” pesannya. Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan dakwah Muhammadiyah, keberkahan amal usaha, kesehatan seluruh warga persyarikatan, serta kemajuan bangsa dan umat. Sebagai simbol penguatan kerja sama, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyerahkan bantuan dan cendera mata secara simbolis oleh Sub Direktorat Dakwah dan Internalisasi AIK, Ustadz Mukhlis Rahmanto, Lc., M.A., Ph.D kepada PCM Godean. Penyerahan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi dakwah, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan program-program Muhammadiyah yang berkemajuan. Melalui kolaborasi yang terus dibangun antara UMY dan PCM Godean, diharapkan lahir berbagai program inovatif yang mampu memperkuat dakwah Islam, memakmurkan masjid, mengembangkan amal usaha, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kegiatan ini cukup meriah dan dihadiri oleh 400an jamaah termasuk 20 orang dosen dan tendik dari UMY Yogyakarta. Rep H. Wahdan Arifudin SP.d PCM Godean

Loading

Tryout dan Baksos SMP Muhammadiyah 2 Godean

Godean, Pdmsleman.Or.Id Sabtu Pagi yang cerah 22 Februari 2025 di kampus SMP Muhammadiyah 2 Godean yang beralamat di Sembuh Lor Sidomulyo Godean Sleman telah sukses dan lancar digelar kegiatan pengabdian masyarakat dan sukses SPMB (SistemPenerimaan Murid Baru) 2025 berupa Tryout dan Bakti Sosial. Acara Tryout diikuti oleh 521 siswa kelas 6 SD/MI se Sleman Barat dan sekitarnya.Adapun peringkat tertinggi diraih dengan skor 89, 44 atas nama Surya Prasetya Kusuma Aryanta dari SD N Susukan Margokaton Seyegan. Dalam acara bakti sosial diserahkan secara simbolis kepada 3 orang perwakilan orang tua didampingi siswa dari 27 orang tua/wali kelas 6 yang mendapat undangan khusus untuk menerima paket baksos. Acara digelar mulai jam 07.00 sampai jelang Adzan Dzuhur. Dengan rangkaian setelah siswa mengerjakan soal tryout berbasis literasi numerasi dilanjutkan pentas unjuk siswa dan gelar karya P5 yang menampilkan kreasi cukup menarik yakni kreasi pakaian yang terbuat dari bahan plastik bungkus aneka warna dikombinasi bahan lain yang cukup mendapat aplaous dari hadirin siswa dan orang tua kelas 6 SD/MI, Ditampilkan juga praktek kewirausahaan dari masing-masing perwakilan kelas 7, 8 dan 9 yang menjual produk berbagai olahan dan minuman sehat. Menurut ketua Panitia Khalida Puspita, S.Pd peserta terdiri dari 521 siswa kelas 6 SD/MI melampaui target yang ditetapkan yakni 500. Acara full doorprize dan juga uang pembinaan, sertifikat dan piala bagi 3 peringkat terbaik tryout serta hadiah utama berupa TV dan 2 sepeda. Selanjutnya dalam sambutan Wahdan Arifudin, S.Pd selaku kepala sekolah menyampaikan terima kasih atas kerjasama segenap pihak baik guru karyawan, siswa, orang tua, komite sekolah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean dan Majelis Dikdasmen dan PNF serta para sponsor yang turut mendukung acara ini. “Ini adalah ajang pengabdian masyarakat terutama bagi siswa SD/MI untuk mengasah dan melatih kemampuan soal berbasis literasi numerasi. Selain itu juga dikemas dengan baksos berupa pemberian paket baksos untuk 27 perwakilan orang tua siswa kelas 6 SD/MI. Semoga dengan sinergi semua pihak dapat bermanfaat bagi kita semua dan mendapat ridho Allah dalam mengemban amanah di sekolah SMP Muhammadiyah 2 Godean ini”. Dalam sambutan ketua PCM Godean Haris Darmawan menyampaikan petikan Surat An Nisa ayat 9, Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. “Bekal yang penting dari kita adalah membekali dengan ilmu. Menjadi tanggung jawab kita adalah membekali bersama-sama anak-anak kita ke depan harus lebih baik. Masa depan bukan soal duniawi tapi ukhrowi untuk menyiapkan masa depan untuk keselamatan akhirat. Karena anak sholih yang mendoakan orang tua itulah yang penting. Untuk itu melalui SMP Muhammadiyah 2 Godean sebagai solusi untuk mendidik anak-anak menjadi sholih dan sholihah bahkan di sekolah ini ada siswa yang sudah hafal juz 30 dan baru saja di wisuda oleh PDM Sleman belum lama ini”. Haris Darmawan mengajak untuk jangan meninggalkan generasi yang lemah serta dengan bakti sosial inipun menjadi sesuatu yang seiring dengan ghiroh Muhammadiyah untuk selalu berbagi dan bertaawun.” pungkasnya “Sukses untuk SMP Muhammadiyah 2 Godean dan barokah selalu. Aamiin. Pengirim : Humas SMP Muhammadiyah 2 Godean Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading