Sleman, Pdmsleman.Or.Id Penguatan kapasitas digital sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman mendapat dukungan nyata dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY) melalui penyelenggaraan Pelatihan Pengelolaan Media Sosial (Medsos), Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Laboratorium Ekonomi Program Studi Ekonomi FEB UMY, Gedung Ki Bagus Hadikusumo E4 lantai 2, ini diikuti 30 guru dan staf pengelola media sosial SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Melalui fasilitas akademik dan pendampingan dosen, FEB UMY mengambil peran strategis dalam transfer pengetahuan dan keterampilan digital bagi pengelola media sekolah. Program ini merupakan kolaborasi antara tim pengabdian masyarakat Program Studi Ekonomi FEB UMY dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman. Sinergi kampus–persyarikatan tersebut dirancang sebagai model penguatan kapasitas digital marketing pendidikan yang aplikatif. Pelatihan berlangsung selama tiga jam dengan pendekatan kuliah interaktif, praktikum, diskusi kelompok, simulasi, serta studi kasus yang relevan dengan konteks pengelolaan kanal resmi sekolah. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Ekonomi FEB UMY yang juga Ketua Program Studi Ekonomi FEB UMY, Dr. Dyah Titis Kusuma Wardani, S.E., MIDEC, menegaskan bahwa peran FEB UMY tidak berhenti pada penyediaan ruang dan narasumber, tetapi juga pada perancangan kurikulum pelatihan yang berbasis kebutuhan riil sekolah. “Melalui kolaborasi ini, kami mendorong peningkatan kompetensi guru dan staf agar mampu mengelola media sosial secara strategis, memproduksi konten yang efektif, serta membaca metrik kinerja untuk memperkuat reputasi sekolah,” jelasnya. Pada kesempatan tersebut, FEB UMY juga menyerahkan hibah sarana pendukung kepada MPI PDM Sleman sebagai mitra pengabdian masyarakat. Materi pelatihan difokuskan pada pemilihan platform media sosial yang relevan untuk institusi pendidikan, strategi produksi konten kreatif (foto, video, dan narasi), penguatan engagement audiens, serta analisis performa kanal digital. Sesi pertama diampu Rayna Aksan, praktisi pemasaran digital dan media sosial, dilanjutkan sesi kedua oleh Hussein sebagai fasilitator konten kreatif. Peserta memperoleh praktik langsung pengemasan konten visual, penyusunan kalender editorial, teknik storytelling institusional, hingga pengenalan analitik akun. Praktik pengeditan video pendek untuk promosi sekolah juga diberikan guna merespons tren konsumsi konten audiovisual di Instagram, Facebook, dan TikTok. Ketua MPI PDM Sleman, Arief Hartanto, menekankan bahwa transformasi pengelolaan media sosial merupakan bagian dari syiar Muhammadiyah yang berkemajuan. “Media sosial tidak lagi sekadar etalase informasi, tetapi instrumen syiar digital yang berdampak bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah.,” ujarnya. Wakil Ketua PDM Sleman, Eko Sumardianto menilai inisiatif kolaboratif FEB UMY dan MPI PDM Sleman sebagai langkah konkret membangun ekosistem komunikasi publik sekolah Muhammadiyah. Menurutnya, pengelolaan media sosial yang profesional akan meningkatkan kesadaran publik, menarik minat calon peserta didik, serta memperkuat kepercayaan orang tua. “Reputasi lembaga kini dibentuk melalui jejak digital yang konsisten, informatif, dan etis,” katanya. Pelatihan ini menyasar guru dan staf yang bertanggung jawab langsung atas akun resmi sekolah Muhammadiyah di Sleman. Dengan dukungan keilmuan dan pendampingan FEB UMY, program ini diharapkan mempercepat peningkatan kualitas komunikasi digital sekolah Muhammadiyah sehingga reputasi lembaga dan kesadaran publik terhadap pendidikan Muhammadiyah semakin menguat. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()