Pelatihan Manajemen Qurban Perdana: Langkah Nyata JagalMu PDM Sleman Menyongsong Idul Adha

Sleman, 17 Mei 2025 — Suasana Sabtu pagi di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman tampak berbeda dari biasanya. Sekitar 75 peserta dari berbagai kalangan berkumpul untuk mengikuti Pelatihan Manajemen Qurban yang digagas oleh JagalMu PDM Sleman. Acara ini merupakan kegiatan perdana yang dipimpin langsung oleh Ustadz Muhammad Hasan selaku Ketua JagalMu, sebuah tim khusus yang dibentuk untuk meningkatkan kapasitas jagal dan panitia qurban di lingkungan Muhammadiyah Sleman. Dibuka sejak pukul 07.30 WIB dengan proses registrasi, para peserta tampak antusias dan siap mengikuti pelatihan yang berlangsung seharian penuh. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan acara, lantunan tilawah yang syahdu, lalu disusul sambutan dari berbagai pihak, menandai semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini. Ustadz Muhammad Hasan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan pelaksanaan ibadah qurban yang sesuai syariat, profesional, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keberkahan. “Pelatihan ini bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi juga tentang keilmuan, pengelolaan yang amanah, serta tanggung jawab moral kita terhadap ibadah besar ini,” ujar Ustadz Hasan penuh semangat. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PDM Sleman, Bapak H. Harjaka, yang memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif JagalMu. Ia menegaskan bahwa pelatihan seperti ini merupakan wujud nyata dari dakwah Muhammadiyah yang bersifat praktis dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Senada dengan itu, Ustadz Irfan Haris selaku Dewan Pembina Syariah JagalMu LP4H PDM Sleman, menekankan pentingnya menempatkan aspek fikih sebagai landasan dalam seluruh rangkaian kegiatan qurban. “Keabsahan ibadah sangat ditentukan oleh ilmu. Maka, kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya menyempurnakan ibadah qurban umat,” ujarnya. Materi Komprehensif dari Para Ahli Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemberian materi inti. Materi pertama dibawakan oleh Ustadz Nurhadi yang membahas Fiqh Qurban. Ia menyampaikan secara rinci ketentuan syariat dalam berqurban, mulai dari jenis hewan yang sah, waktu penyembelihan, hingga adab-adab saat pelaksanaan. Peserta tampak khusyuk mencatat dan aktif bertanya, mencerminkan semangat belajar yang tinggi. Sesi berikutnya diisi oleh Ustadz Tri Hartanto yang mengangkat tema Manajemen Qurban dan Teknik Sembelih. Ia tak hanya menyampaikan teori, tetapi juga berbagi pengalaman lapangan yang sangat aplikatif. Yang menarik, Ustadz Tri juga memimpin layanan asah bilah gratis untuk para peserta, menjadikan pelatihan ini tidak hanya bersifat edukatif tapi juga fungsional. Materi kedua yang disampaikan oleh Mas Agung membahas secara teknis tentang Handling, Sembelih, dan Kelet Kambing. Ia menjelaskan secara detail cara memperlakukan hewan dengan tenang, cara mengikat, serta teknik menyembelih yang efisien namun tetap sesuai syariat dan etika penyembelihan. Simulasi Merobohkan Sapi dan Asah Pisau yang Mengedukasi Bagian yang paling ditunggu-tunggu peserta adalah simulasi penyembelihan yang dikemas secara interaktif dan aplikatif. Dalam Materi 3, Ustadz Husen memimpin praktik yaitu simulasi merobohkan sapi menggunakan media manusia relawan yaitu dengan metode Burley dan metode Rope Sgueeze. Selain itu, peserta diajarkan menyembelih sapi menggunakan media gedebok dan goni, dengan tiga teknik utama: dorong, tarik, dan perpaduan dorong-tarik. Latihan ini memberi bekal teknis yang sangat berguna bagi para jagal pemula maupun yang sudah berpengalaman. Kemudian Mas Agus melanjutkan sesi Materi 4 dengan tema Cek Ketajaman dan Asah Pisau. Ia menekankan pentingnya menggunakan alat yang tajam demi meminimalisir rasa sakit hewan dan mempermudah proses penyembelihan. Para peserta diberikan kesempatan untuk langsung mencoba mengasah pisau mereka dengan pendampingan langsung. Semangat yang Tak Surut Hingga Penutup Setelah sesi praktik selesai, peserta diajak menikmati makan siang bersama. Suasana keakraban dan kekeluargaan terasa kental. Beberapa peserta bahkan menyampaikan rasa syukurnya bisa mengikuti kegiatan ini. “Awalnya saya ragu ikut, tapi ternyata ilmunya banyak sekali dan langsung bisa dipraktikkan. InsyaAllah tahun ini saya lebih siap jadi panitia qurban di masjid,” ungkap Pak Joko, salah satu peserta dari Moyudan. Acara ditutup secara resmi pada siang hari dengan evaluasi dan penyampaian kesan-pesan dari beberapa peserta. Panitia juga membagikan Buku Saku Juru Sembelih Halal Jagal Muhammadiyah PDM Sleman sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi aktif peserta. Pelatihan Manajemen Qurban JagalMu ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak yang menjadi sponsor kegiatan, di antaranya: Langkah Awal yang Menjanjikan Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi menjadi awal dari gerakan pembinaan jagal dan pengelola qurban yang profesional, syar’i, dan berkelanjutan. Ketua JagalMu, Ustadz Hasan, menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin dan menjangkau lebih banyak peserta di masa mendatang. “Pelatihan ini adalah permulaan. Ke depan, JagalMu siap mendampingi masjid-masjid, mushalla, dan komunitas dalam menyelenggarakan ibadah qurban yang lebih baik,” pungkasnya. Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, JagalMu PDM Sleman menunjukkan bahwa ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, melainkan juga momentum untuk menyembelih ego, meningkatkan kompetensi, dan menebar manfaat bagi sesama. reupload https://dmikabsleman.wordpress.com/2025/05/17/pelatihan-manajemen-qurban-perdana-langkah-nyata-jagalmu-pdm-sleman-menyongsong-idul-adha/

Loading

PDM SLeman Lantik 5 Kepala Sekolah Dasar Muhammadiyah

Sleman,Pdmsleman.Or.Id Bertempat di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman pada hari Kamis, 27 Maret 2025 dilakukan kegiatan pelantikan sejumlah Kepala Sekolah di lingkungan SD Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Adapun para terlantik adalahDewi Susiloningsih, S.Pd sebagai Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Mlangi, Agus Maryanto, S.Ag., S.Pd.SD sebagai Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Saren, Musrin, S.Ag., S.Pd. sebagai Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Karanganjir, Nur Hayati, S.Ag., M.M. sebagai Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Mantaran serta Hardika Putri Ana Sari, S.Pd sebagai Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Gendol 7. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Sleman pada kesempatan itu juga mengucapkan terima kasih kepada ur Wijiyanto, S.T. yang telah mengabdi di persyarikatan Muhammadiyah. Dalam amanahnya, Ketua PDM Sleman H. Harjaka menyampaikan mengenai teori nativisme, yang isinya “Manusia lahir sudah membawa bakat, oleh karena itu, pembelajaran harus bisa memancing siswa yang dididik”. Maka dari itu sebagai kepala sekolah harus bisa memahami karakter-karakter para murid untuk kemudian menyampaikan metode-metode pembelajaran kepada para guru dan dengan mengetahui teori-teori pendidikan, maka sudah bisa melaksanakan janji Kepala Sekolah yang ke-2. Untuk melaksanakan janji yang pertama yaitu dengan tak perlu ragu mengikuti sunnah-sunnah Rasul dengan berbuat baik bagi Allah kemudian bagi masyarakat. Yang terakhir, pesan dari H. Harjaka yaitu “janji yang telah dibaca bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya” Acara ditutup dengan do’a oleh H. Arief Sulistya, S.E. Rep ortase Ridwan W Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Sarasehan Ramadhan 1446 H PDM Sleman,  Bangun sinergisitas Kolaborasi Antar Majelis. Lembaga dan PCM

Gamping, Pdmsleman.or.Id Sabtu 15 Ramadhan 1446 H / 15 Maret 2026 PDM Sleman mengadakan sarasehan Ramadhan yang diikuti oleh Anggota PDM, Ketua PCM se Sleman, Ketua KL Lazismu se Sleman, dan Ketua Majlis Pendayagunaan wakaf PCM se Sleman bertempat di Gedung Siti Walidah Lt 3 PKU Muhammadiyah Gamping Sleman. H. Harjaka selaku ketua PDM membuka acara Sarasehan Ramadhan kali ini, sementara itu HM Nasirun wakil Ketua PDM yang membidangi LAZISMU, LPCR dan Majelis Wakaf berharap “ kegiatan ini digelar dalam rangka membangun sinergitas kolaborasi antar Majelis Lembaga dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah di Kabupaten Sleman”. Setelah itu dilakukan paparan dari LAZISMU PDM Sleman oleh ketua Syinta Brata, dilanjutkan dari LPCR oleh US Prawoto dan Majelis Wakaf oleh R. Agung N S.Ag secara berurutan. Dari LPCR Daerah menyampaikan bahwa pada Ramadhan tahun ini mengandekan segera jemput bola optimalisasi KTAnisasi bagi warga Muhammadiyah melalui pengajian-pengajian (terutama pengajian AHAD PAGI) yang ada di Cabang serta PCM agar menggerakkan pencarian Kartu Anggota Muhammadiyah baru bagi warga persyarikatan, minimal 3 orang/Ranting/Bulan. Disamping itu tiap PCM segera menentukan minimal 1 masjid Unggul untuk dibina oleh LPCR PM PDM Sleman. LAZISMU PDM Sleman berusaha mengumpulkan ZIS sesuai target yaitu minimal Rp. 21 milyar pada tahun ini, salah satunya dengan memaksimalkan pengumpulan ZIS terutama selama Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini melalui formula optimalisasi pengumpulan ZIS terutama di bulan Ramadhan dan Syawal tahun ini serta segera memaksimalkan personalia KIL bekerjasama dengan panitia sholat ledul Fitri, terutama yang dikelola oleh PCM dan PRM se Daerah Kabupaten Sleman, agar masuk administrasi LazisMU. Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman memulai Gerakan wakaf uang dan dimohon hadir membantu PCM yang mempunyai gerakan pengumpulan wakaf  dan mempunyai peta tanah wakaf setiap cabang. Dengan kegiatan ini diharapkan sinergitas kolaborasi antar Majelis Lembaga dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah di Kabupaten Sleman dapat semakin terpadu untuk menuju Sleman berkemajuan. Reportase H. Nasirun PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Mubaligh Hijrah MUlai Diterjunkan di Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Tabligh PWM DIY melakukan serah terima Mubaligh Hijrah (MH) Ramadhan kepada Majelis Tabligh PDM Sleman, Kamis, 27 Maret 2025 di PDM Sleman. Hadir dalam acara serah terima tersebut, Dr. Eko Harianto dan Dr. Fatkhurrahim dari PWM DIY. Sedangkan mewakili PDM Sleman, Drs. Sukirman, MA, M. Wildan Wahied, SHI, dan Musa Jundana, Lc. Dr. Eko Harianto mengatakan, program Mubaligh Hijrah itu sendiri merupakan kegiatan rutin Majelis Tabligh PWM DIY yang dilakukan setiap tahun pada bulan Ramadhan. Selain untuk memberikan pendampingan keagamaan bagi masyarakat, program ini menjadi ajang pengembangan diri para peserta, baik mental maupun spiritual, serta sebagai upaya kaderisasi mubaligh Muhammadiyah. Sebelum diterjunkan, para peserta tersebut mendapat pembekalan dari PWM DIY selama dua hari bersama sekitar 250 peserta Mubaligh Hijrah lainnya, yang kemudian akan diterjunkan ke seluruh wilayah DIY. PDM Sleman sendiri untuk tahun ini menerima 23 peserta MH yang terdiri dari 11 putra dan 12 putri. Mereka berasal dari beberapa pesantren seperti Al-Murtadlo Gunungkidul, Al-Manar Kulonprogo, MBS Muhiba Bantul, MAFAZA Bantul, serta perguruan tinggi seperti Unisa dan PUTM. Yang cukup membanggakan, sebagian peserta merupakan penghafal Al-Qur’an, mulai dari 2 juz, 5 juz, hingga hafidz 30 juz. Sehingga mereka telah siap untuk berkiprah mengamalkan ilmunya, baik sebagai imam shalat maupun mengajarkan Al-Qur’an. Dengan demikian, Drs. Sukirman, MA, dari PDM Sleman dalam sambutannya berharap, program Mubaligh Hijrah ini dapat meringankan beban panitia Ramadhan di masjid yang dituju, terutama dalam hal mengatasi kekurangan imam tarawih, serta melakukan pendampingan agama kepada anak-anak dan remaja selama Ramadhan. Untuk selanjutnya, hingga tanggal 25 Maret nanti, para peserta MH tersebut diterjunkan di berbagai masjid yang tersebar di lingkup PDM Sleman, meliputi PCM Sleman, Mlati, Ngaglik, Tempel dan Seyegan. Reportase H. Wildan Wahid PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Mengkaji Pendekatan Deep Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Istilah deep learning menjadi sangat popuer sejak disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI., Prof. Dr. Abdul Mu’ti. Sejak itu juga bermunculan spekulasi di kalangan masyarakat yang manyatakan bahwa deep learning merupakan kurikulum baru, hasil karya cipta menteri baru. Untuk memperjelas apa sebenarnya deep learning, maka Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Workshop. Workshop di adakan pada tanggal 17 Februari 2025 ini dihadiri oleh 300an guru Pendidikan Agama Islam dan pengawas PAI tingkat SMP se DIY. Untuk mengkaji pendeketan deep learning secara mendalam dihadirkan Arif Jamali Muis, M.Pd., sebagai Staf khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Acara ini juga dihadiri oleh Kakanwil Kemenag DIY, Dr. Ahmad Baheij, S.H., M.Hum. yang memberikan pembinaan kepada semua guru PAI. Kedua narasumber ini menegaskan bahwa deep learning bukan kurikulum baru sebagaimana dipersepsikan oleh masyarakat. Namun deep learning merupakan pendekatan dalam proses pembelajaran agar dihasilkan anak yang cerdas dan berkarakter. Dalam paparannya Arif Jamali mengatakan bahwa yang dimaksud dengan deep learning adalah pendekatan yang menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik dan terpadu. Pembelajaran yang Berkesadaran yaitu pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan. Pembelajaran yang Bermakna yaitupeserta didik dapat menerapkan pengetahuannya ke dalam situasi nyata. Proses belajar peserta didik tidak hanya sebatas memahami informasi/ penguasaan konten, namun berorientasi pada kemampuan mengaplikasi pengetahuan. Pembelajaran yang Menggembirakan yaitu pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi. Rasa senang dalam belajar membantu peserta didik terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan. Melalui pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, maka akan dihasilkan lulusan yang mempunyai delapan profil khusus, yaitu: 1) Keimanan dan Ketakwaanterhadap Tuhan YME yaitu Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan Tuhan serta menghayati nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. 2) Kewargaan yaitu individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab sosial, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait keberlanjutan manusia dan lingkungan. 3) Penalaran Kritis, yaitu individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah. 4) Kreativitas yaitu individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat. 5) Kolaborasi yaitu individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas. 6) Kemandirian yaitu individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang lain. 7) Kesehatan yaitu individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, kebiasaan hidup sehat, dan kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik, mental, dan sosial. 8) Komunikasi yaitu individu yang memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi. Sementara kerangka kerja pendekatan deep learning adalah seperti pada diagram berikut ini: Arif Jamali menegaskan bahwa tugas guru adalah mencerahkan siswa, sehingga ketika dalam pembelajaran siswa akan mengatakan: “Wow Ngono Toh Caranya” (Wow begitu toh Caranya) “Wow Ngono Toh Caranya” itu memberi arti siswa tercerahkan… Disarikan oleh DR. Sutipyo Ru’iya PAI UAD, MPI PDM Sleman

Loading

Pembinaan Kesehatan Dan Kesejahteraan Lansia Muhammadiyah Moyudan

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Sabtu 22 Februari 2025 udara cerah mengiringi kegiatan  pembinaan kesehatan Lansia Klinik Aisyiyah Moyudan. Kegiatan tersebut dikemas diawali Senam Lansia yang diikuti 65an orang dari lingkungan Muhammadiyah Moyudan dan sekitarnya, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan kesehatan dan  kesejahteraan oleh DR Triwshyuni Sukesi,M.Kes. Dalam pembinaannya, kata dosen UAD yang mukim di Jakal itu, bahwa “Lansia harus punya semangat untuk mandiri dan tidak boleh merasa sebagai orang yang sudah tidak berguna di masyarakat”. Lansia adalah merupakan orang yang telah sukses berjuang pada masanya dan tetap harus  semangat untuk hidup sehat, yang  harus ditumbuhkan dari  diri sendiri dengan menjalin komunikasi yang baik dalam komunitasnya, komunikasi yang baik ini yang akan membawa kebahagiaan di hari tua ini. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama MPKS PDM Sleman bekerjasama dengan Klinik Aisyiyah Moyudan. AS.Ardani Wakil PDM Sleman yang membidangi MPKS yang juga anggota BPH Klinik Aisyiyah dan Wahyu Purhantoro Ketua MPKS serta dr.   Alfu Rafdi Direktur Klinik Aisyiyah Moyudan hadir dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya,  dokter yang berasal di Godean itu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan dimasa yang akan datang setelah lebaran 1446 H kegiatan ini akan semakin diintensifkan. Reportase  AS Ardani PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

598 Atlet Tapak Suci Ikuti PDM Sleman Competition#2″ 2025

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Kejuaran Tapak Suci antar SD/MI,SMP/MTS,SMA/SMK/MA dan Umum se Kabupaten Sleman bertajuk “PDM Sleman Competition#2” 2025 digelar Lembaga Pengembangan Olahraga dan Majelis Dikdasmen PDM Sleman Selasa -Kamis/4 -6 Februari 2025 bertempat Sleman City Hall. Acara ini dibuka oleh Ketua PDM Sleman H. Harjaka MA pada Selasa 4 Februari 2025 yang mengutip hadist yang Diriwayatkan dari Umar Bin Khattab Ra. “Ajarkanlah kepada anak-anak kalian berenang, memanah, dan tetap duduk di punggung kuda yang sedang melompat.” Dan olahraga yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW itu juga memiliki peran penting dalam menanamkan kepercayaan diri pada anak dengan mempelajari cabang-cabang olahraga ini. Karena akan menimbulkan penyesalan pada diri anak ketika telah dewasa ia tidak dapat melakukannya. Muhammadiyah dalam menangkap hadits diatas maka didirikan perguruan pencak silat putra Muhammadiyah yang bernama Tapak Suci . Hadirnya Perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah sejak didirikan di Yogyakarta pada tahun 1963 secara konsisten berupa membantu pemerintah Indonesia dalam melayani pendidikan anak berbasis aktifitas jasmani melalui kurikulum pendidikan ragawi pencak silat yang dibersamai dengan penanaman tata nilai dan norma akhlaqul karimah melalui kurikulum pembinaan rohani. Menurut Ketua Panitia Junaidi A.Ma.Pd pada tournament kali ini “ menurut data panitia kejuaraan ini diikuti oleh 64 kontingen dengan jumlah peserta 598 atlet dengan rincian tingkat peserta SD 293, SMP 209, serta Peserta SMA/SMK 96 atlet”. Kejuaraan Pencak Silat Antar SD/MI,SMP/MTS,SMA/SMK/MA kategori tanding dan Seni kita wujudkan persemaian pesilat berbakat menuju sukses Provinsi D.I.Yogyakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya sebagai barometer olah raga Pencak Silat. Tujuan kegiatan ini adalah Ajang silaturahmi antar pesilat Tapak Suci Se- Kabupaten Sleman. memfasilitasi pembinaan pencak silat Tapak Suci melalui kompetisi, mengenalkan pencak silat khususnya Tapak Suci kepada masyarakat dan menyiapkan pesilat Tapak Suci dalam berprestasi. Berikut Data Hasil Kejuaraan dari panitia Reportase  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading