Museum Muhammadiyah, Merawat Dan Merekonstruksi Sejarah Dari Muhammadiyah Untuk Indonesia

Bantul, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah menggelar acara Museum Muhammadiyah Talk’s  “Museum Muhammadiyah dari Muhammadiyah untuk Indonesia”  yang dilaksanakan pada Kamis, 19 September 2024 Waktu 14.00 – 18.00 WIB di Museum Muhammadiyah Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta yang berada di kompleks Kampus UAD. Dalam kali ini hadir berbagai kalangan seperti Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Lembaga Budaya, Seni dan Olahraga PP ’Aisyiyah, Majelis PAUD Dikdasmen PP ‘Aisyiyah. Majelis Pustaka dan Informasi PWM DIY, Rektor UAD, H. Azman Latif Ketua Pembina Harian UAD ,Lembaga Seni dan Budaya PWM DIY, Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kabupaten Kota se Yogyakarta, Forkom Museum Bantul, Dinas Kebudayaan DIY dan Bantul,   para pemerhati museum. Museum Muhammadiyah didirikan untuk merekam jejak langkah dengan melestarikan tinggalan sejarah yang disajikan dalam peragaan komunikatif dan edukatif agar dapat menuai hikmah bersama. Berbekal nilai luhur dan pengalaman sejarah Muhammadiyah pengunjung diharapkan dapat membentangkan cakrawala wawasan ke depan dengan lebih bijaksana dan berpartisipasi dalam gerak sejarah Muhammadiyah berikutnya. MPI PDM Sleman hadir dalam kesempatan ini diwakili oleh Arief Hartanto dan DR. Sutipyo R S.Ag hadir diantara ratusan peserta yang memenuhi ruang Amphiteater Museum Muhammadiyah sore itu. Dalam sambutannya kepala Museum Muhammadiyah  Affan Kurniawan ST MT  yang juga Ketua MPI PWM DIY menuturkan sebagaimana tema acara ini “ MuseumMu didirikan guna merawat dan merekonstruksi sejarah Muhammadiyah agar menjadi memori kolektif umat Islam Indonesia dan bangsa Indonesia, sekaligus  Museum Muhammadiyah sebagai tempat penelitian, edukasi dan pariwisata”. Museum ini berdiri pada 14 November 2022 dengan berbagai perjuangannya terutama di masa Covid dan akhirnya bisa dibangun salah satunya untuk menyambut pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah di Solo. Peran Museum Muhammadiyah menurut Prof. Muclhas MT  Rektor UAD sekaligus Ketua MPI PP Muhammadiyah yang dalam sambutannya mengutarakan bahwa “ fungsi museum Muhammadiyah ini  sebagai sarana untuk memberikan informasidan tafsir yang benar tentang Muhammadiyah,  karena selama ini mengalami salah tafsir tentang sejarah Muhammadiyah”. Di lantai 1 museum berisi kiprahnya pendirian Muhammadiyah dan berdirinya negara dimana dari awal kemerdekaan  Muhammadiyah  turut mengantarkan ke kemerdekaan Indonesia. Muhammadiyah memang tidak terlalu kaya dengan artefak, di museum ini dibuat dengan pendekatan sebagai museum gerakan persyarikatan Muhammadiyah dengan banyak definisi gerakan Muhammadiyah didalamnya. Ke depan museum diharapkan bisa menjadi satu sarana pendidikan yang menarik bagi anak muda, hal ini ditandai dengan adanya lokasi instagramable spot, dan terungkap juga dalam koleksinya bahwa Aisyiyah menjadi gerakan perempuan pertama yang melakukan konggres pertama perempuan di Indonesia. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian venue lantai 3, 4 museim Muhammadiyah yang berisi perjuangan Muhammadiyah di masa kini dan tantangan ke depan. Acara berikutnya dilanjutkan dengan diskusi tentang Museum bersama narasumber Widiyastuti, S.S., M.Hum, dari MPI PP Muhammadiyah dan Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A dan Ria Putri Palupijati. Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A menuturkan bahwa “ Museum Muhammadiyah menjadi anak bungsu dari 42 Museum yang ada di Yogyakarta, namun memiliki resources sumber daya manusia handal untuk pengelolaan dan materinya serta pangsa pasar yang jelas  apalagi Yogyakarta menjadi ibukota dan tempat kelahiran Muhammadiyah, ini merupakan potensi yang sangat besar”. Selain itu penting untuk meningkatkan kualitas museum itu melalui penyampaian pesan yang terkandung dalam benda koleksi di museum, melalui para edukator inilah informasi serta nilai-nilai berharga dari setiap objek dapat dipahami dan diteladani oleh pengunjung dan juga dengan pendekatan yang lebih menyenangkan. Reportase   Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

LazisMu PDM Sleman Gelar Kegiatan Fundraising Strategies

Sleman, Pdmsleman.Or.Id LazisMu PDM Sleman menggelar kegiatan Fundraising Strategies pada Senin, 9 September 2024, bertempat di Café Soewaramoe SM Tower Malioboro di Ruang Meeting Lt.8, yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh ketua Kantor Layanan Lazismu (KLL) se-Kabupaten Sleman, serta dihadiri Lazismu Wilayah dan perwakilan MPI PDM Sleman. Acara dimulai dengan Shalat Isya’ di Musholla SM Tower dan santap malam di Café yang berada di lantai 8 Gedung SM Tower Malioboro. Pimpinan LazisMu Sleman, Syinta Brata, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan test ombak apakah para pengurus KLL Lazismu se-Sleman ingin maju dan berkembang. “Fundraising dalam penghimpunan zakat infak shodaqoh di Sleman sangat penting dan alhamdulillah tahun kemarin berhasil terkumpul dana sekitar Rp. 11 Milyard berdasarkan audit,” ujarnya. H. Nasirun, wakil ketua PDM Sleman, menekankan bahwa sinergi penghimpunan dan pengelolaan ZIS dengan pimpinan keberhasilannya tidak bisa dipisahkan. “Tingkat daerah dengan PDM jangan sampai terpisah, hal itu ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan, begitu juga dengan cabang dan ranting,” ujarnya. Kegiatan ini juga diisi dengan materi Fundraising Strategies “Fundraiser Hebat, Fundraiser Berstrategi” oleh Ronny Megas Soekamo, Supervisor Trainer Lazismu Jateng. Menurutnya, menjadi amil yang handal dan professional harus dibekali dengan ilmu dan mental serta mindset menjadi amil sebuah kebanggaan dan focus serta punya teknik komunikasi dalam efektif fundraising. Selain itu, materi Digital Marketing juga disampaikan oleh Yosep Andi Setyawan, Sekretaris HIPMI DPC Bantul, yang merupakan pakar pemasaran online handal serta membukakan wawasan mengenai digital marketing dalam pengelolaan Lazismu. Peserta sangat antusias dengan materi yang disampaikan dan akan ditindaklanjuti dengan kegiatan teknis secara lebih detail dan mendalam di bulan Oktober mendatang. “Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan para pengurus KLL Lazismu se-Sleman dalam menghimpun dan mengelola zakat infak shodaqoh,” ujar Brata kepada Arief Hartanto MPI PDM Sleman disela acara. Kegiatan Fundraising Strategies ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam meningkatkan kemampuan para pengurus KLL Lazismu se-Sleman dalam menghimpun dan mengelola zakat infak shodaqoh, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat infak shodaqoh dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Reportase/Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Sosialisasi Wakaf PDM Sleman: Meningkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat

Sleman, Pdmsleman.Or.Id PDM Sleman melalui Majelis Pemberdayaan Wakaf PDM Sleman mengadakan acara sosialisasi wakaf di Aula Lantai 3 Sekretariat Daerah Pemkab Sleman pada Sabtu 7 September 2024. Ketua MPW Majelis Pemberdayaan Wakaf PDM Sleman, H. R. Agung Nugraha, S.Ag. MA, menyampaikan bahwa “sosialisasi wakaf ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya wakaf dan bagaimana cara mengelolanya dengan baik”. Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa “wakaf adalah salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi”. Dalam acara ini, beberapa materi disampaikan oleh narasumber, antara lain Dr. Yuli Utami, S.Ag, M.Ec, yang membahas tentang wakaf di Muhammadiyah. Muhammad Sulthoni, Lc, MA, membahas tentang fiqh, regulasi wakaf, dan SIMAM. Prof. Dr. H. Dudung Abdurrahman dan Fahmi Medias, SE.I, MSI, membahas tentang model wakaf Muhammadiyah. Peserta acara ini terdiri dari Ketua PDM Sleman, Anggota Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman, Ketua PCM se Kabupaten Sleman, Ketua dan Sekretaris MPW PCM Se Kabupaten Sleman, Ketua PDA Kabupaten Sleman, dan Ketua PCA Se-Kabupaten Sleman. Dengan adanya acara ini, diharapkan masyarakat dan warga persyarikatan di Kabupaten Sleman dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam pengelolaan wakaf, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Materi Sosialisasi Reportase  Bahari AW MPW PCM Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

29.475 KM Jantera Dakwah Sosial Relawan AmbulanMU Sleman

Turi, Pdmsleman.Or.Id Sebanyak 70 relawan AmbulanMU se-Sleman menghadiri acara Upgrading dengan tema “Dakwah Sosial Melalui AmbulanMU” di Embung Kaliaji, Wonokerto, Turi, Sleman Jum’at Sabtu 06-07 September 2024. Acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar relawan dan meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan dakwah sosial. “Acara ini merupakan wujud komitmen kami untuk meningkatkan kemampuan relawan dalam melakukan dakwah sosial,” kata Ketua Panitia, Nathan Saputra. “Kami berharap acara ini dapat mempererat tali silaturahmi antar relawan dan meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan dakwah sosial.” Dalam acara ini, relawan AmbulanMU Sleman juga melaporkan hasil kerja mereka selama bulan lalu. “Kami telah menangani 879 pasien, 46 jenazah, dan 48 kegiatan sosial,” kata Ketua FORPAM, Bp Darojat Nur Ahmad. “Kami juga telah menempuh jarak sejauh 29.475 kilometer dalam melakukan dakwah sosial.” Acara ini dibuka secara simbolik oleh PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) dengan meluncurkan api unggun. Materi pertama disampaikan oleh Dr Ghojali, AI Islam & Kemuhammadiyahan dan sejarah dakwah sosial. Beliau menjelaskan tentang prinsip humanis, liberasi, dan transedensi dalam melakukan dakwah sosial. Materi kedua disampaikan oleh LRB (Lembaga Resiliansi Bencana) PDM Sleman dengan materi potensi bencana Gempa megathrust. M. Fauzan Yakhsya S.Hum menjelaskan tentang pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Acara ini dihadiri oleh beberapa undangan, termasuk PWM DIY Dr Ghojali Nur Ahmad, MPKS PWM Zainal Arifin, MPKS PDM Sleman Suparlan, PCM – PCA Turi, Forkom Kapanewon Turi, Muspika Kalurahan Wonokerto, PMI, Ortom, dan KOKAM. Dengan adanya acara ini, diharapkan relawan AmbulanMU Sleman dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan dakwah sosial dan mempererat tali silaturahmi antar relawan. “Dakwah Sosial Melalui AmbulanMU” merupakan tema yang tepat untuk acara ini, karena menggambarkan komitmen relawan AmbulanMU Sleman dalam melakukan dakwah sosial dan membantu masyarakat. Reportase Juang Mahron Ambulanmu Tempel Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Wakaf Uang Dan Wakaf Melalui Uang

Pakem, Pdmsleman.Or.Id Wakaf uang adalah perbuatan mewakafkan harta berupa uang yang disetorkan melalui Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang. (LKS-PWU) dimana dananya tetap di bank sebagai dana abadi. Uang tersebut dikembangkan oleh Bank (bersama Nadzir) dan hasilnya yang ditasharufkan untuk kemaslahatan umat baik bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi maupun sosial. “ Disamping itu, ada juga nomenklatur wakaf melalui uang, dimana seseorang mewakafkan uang kepada Nadzir untuk langsung dimanfaatkan untuk keperluan wakaf, seperti pembelian tanah, pembelian material untuk bangunan dan semacamnya yang bersifat jangka panjang” . Hal tersebut disampaikan oleh R. Agung Nugraha ketika mensosialisasikan platform WAKAFMU, salah satu program Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman dalam rangkaian kunsiroh bertempat di SMP Muhammadiyah Pakem. Untuk memasifkan WAKAFMU tersebut, pada kesempatan ini secara simbolis diserahkan poster peraga sosialisasi oleh PDM Sleman kepada tiga cabang. PDM Sleman melaksanakan Kunjungan Silaturahmi (Kunsiroh) pada tanggal 31 Agustus 2024 dengan sasaran dan audien PCM Pakem, PCM Ngaglik dan PCM Turi lengkap dengan organisasi otonom dan Amal Usaha yang ada di tiga cabang tersebut.  Sebagai pemateri, H. Nasirun, selaku wakil ketua PDM yang membidangi Majelis Pendayagunaan Wakaf, LazisMu dan LPCRM, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan ke 6 dari tujuh putaran yang direncanakan. Titik tekan yang disampakan antara lain : Optimalisasi dan penguatan Cabang, ranting dan ortom,  Pengamanan asset wakaf Muhammadiyah termasuk masjid Muhammadiyah didalamnya, Pengadaan tanah dan pembangunan gedung PDM, Pembentukan Korp Muballigh Mujammadiyah di setiap cabang, Sikap Muhammadiyah Sleman terkait maraknya Minuman keras, hingga posisi Muhammadiyah Sleman dalam Pemilihan Kepala Daerah. Reportase  (RAN) Editor  Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Muhammadiyah Sleman Sambut Tim Asesor Penilaian Cabang Unggulan 2024

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sabtu 31 Agustus 2024  Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman  bertempat di Gedung PDM Sleman  menyambut kedatangan Tim Asesor Penilaian Cabang Unggulan Tahun 2024 di beberapa cabang Muhammadiyah di wilayah Sleman. Cabang-cabang yang dinilai adalah Muhammadiyah Minggir, Gamping, dan Kalasan, serta Pimpinan Ranting Wonokerto 2 Turi, Nogotirto Gamping, Masjid Al Barokah Pakem, Al Hikmah Sleman, dan Baiturrahman Depok. Penilaian ini akan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus hingga 1 September 2024. Dr. Yayan Suryana, Wakil Ketua PWM DIY, menyampaikan bahwa penilaian ini merupakan bentuk ikhtiar Muhammadiyah dalam mendata kekuatan dakwah Muhammadiyah di tingkat cabang. “Dengan penilaian ini, kita dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan dakwah Muhammadiyah di setiap cabang, sehingga kita dapat memotivasi generasi muda untuk berdakwah dengan lebih baik,” ujarnya. Dalam sambutannya, DR. Ikhwan Ahada Ketua PWM DIY menekankan pentingnya perluasan ladang dakwah Muhammadiyah. “Muhammadiyah akan tetap eksis jika semua organ dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, kita perlu terus meningkatkan kualitas dakwah kita dan memperluas jangkauan kita,” katanya. Penilaian ini juga bertujuan untuk memotivasi cabang-cabang Muhammadiyah untuk meningkatkan kinerja dan kualitas dakwah mereka. Dengan demikian, diharapkan Muhammadiyah dapat terus menjadi organisasi dakwah yang efektif dan efisien dalam menyebarkan ajaran Islam. Dalam kesempatan ini, Tim Asesor Penilaian Cabang Unggulan juga akan melakukan penilaian terhadap dokumentasi berdirinya cabang dan ranting Muhammadiyah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua cabang dan ranting memiliki dokumentasi yang lengkap dan akurat, sehingga dapat memudahkan penilaian dan evaluasi di masa depan. Nampak hadir pula dari PWM dr. Faesol beserta team, PDM Sleman hadir H. Sudarto, H. Nasirun dan Drs. H. Hadi Supanan. , Ketua Hj. Hanik R dan Jajaran PDA Sleman Dengan adanya penilaian ini, diharapkan Muhammadiyah dapat terus meningkatkan kualitas dakwahnya dan menjadi organisasi dakwah yang lebih kuat dan efektif.   Reportase  M. Ridwan,  SE PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Anggota MPI PDM Sleman Sutipyo R, Dosen FIAI UAD Raih Gelar Doktor ke 17 FITK UIN Sunan Kalijaga

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Ujian Terbuka Promosi Doktor ke 17 diselenggarakan pada Selasa 27 Agustus 2024 di Aula Pertemuan Lantai 3 Gedung PPG FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang digelar untuk Promosi memperoleh Gelar Doktor dalam Bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam oleh Sutipyo R. S.Ag, M.Si  ( Dosen FIAI UAD Yogyakarta). Dengan judul disertasi “ Peran Iklim Madrasah Terhadap Perilaku Perundungan Siber Dengan Mediasi Kepribadian Islami Pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri Di Daerah Istimewa Yogyakarta” berhasil dipertahankan promovendus di depan para penguji. Adapun sidang penguji terdiri dari Ketua Sidang Prof. Dr. Abdul Munip, M.Ag.,  Sekretaris Sidang Sibawaihi, M.Ag., M.A., Ph.D dengan Promotor 1/ Penguji Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag., Promotor 2/Penguji: Prof. Dr. Suyadi, M.A. serta Penguji Dr. Ichsan, M.Pd, Prof. Dr. Sri Sumarni, M.Pd. dan Prof. Dr. Alif Mu’arifah, M.Si. dan Prof. Dr. Maragustam, Μ.Α. Menurut Sutipyo “ Berkembang pesatnya teknologi informasi dan komunikasi berdampak positif bagi kehidupan, namun dampak negatif juga tidak dapat dihindari seperti maraknya perilaku perundungan siber. Perundungan siber berdampak terutama pada psikologis korban serta pelakunya”. Dalam temuannya berdasarkan riset 330 responden Siswa madrasah di Yogyakarta bahwa iklim madrasah dan kepribadian Islami berperan secara langsung dan signifikan menurunkan perundungan siber pada siswa MAN di DIY, diantaranya : Temuan penelitian ini memiliki implikasi praktis bahwa iklim madrasah dan kepribadian Islami dapat dijadikan sebagai program untuk menurunkan perilaku perundungan siber. Dengan keberhasilannya ini menjadikan Sutipyo R, S.Ag, M.Si sebagai Doktor ke 16 yang diluluskan dari Program Studi Doktoral PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pria kelahiran Sumenep ini  beristri  Amrih Latifah, S.Ag., MSI dengan dua orang putra dan seorang putri Muhammad Farid, Hafid Ulinnuha dan Rufaidah Lailatul Qadiyah yang beralamat di Sukoharjo Ngaglik Seman . Sejarah Pendidikan di SDN Tanamerah 1 Saronggi Sumenep, 1985, 2. SMPN Saronggi Sumenep, 1988, SMA Yayasan Pesentren Sumenep, 1991,  Prodi Pendidikan Agama Islam, Fak. Tarbiyah UII, 1998, Psikologi Sains, Fakultas Psikologi UAD, 2013. Karirnya dimulai sejak Dosen tidak tetap di Prodi PAI Universitas Islam Indonesia, 2008, Dosen tidak tetap di Prodi Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yogyakarta, 2009,  Dosen tidak tetap di Akademi Keperawatan Karya Bhakti Husada, Bantul, 2010, Dosen tetap di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Wates, 2010-2014 dan Dosen tetap di Prodi PAI Universitas Ahmad Dahlan, 2014- sekarang Ditengah kesibukannya yang padat mengajar, Sutipyo masih menyempatkan waktunya untuk berkhidmat sebagai anggota di MPI PDM Sleman periode 2023-2027. Salah satunya adalah Pelatihan Jurnalistik Berkemajuan 2024 di Aula PDM Sleman, kerja sama MPI PDM, Dikdasmen PNF Sleman dengan Tim PKM UAD yang diketuai oleh Sutipyo R., S.Ag., M.Si dengan 75 peserta pelatihan. Di akhir ujian dan pengumuman ujian Doktoral ini Prof. Sumitro berharap dan menguatkan untuk terus melanjutkan penelitian dan mengembangkan serta perdalam ilmu dengan landasan pemahaman Al Qur’an dan Sunnah yang dihubungkan dengan disiplin ilmu masing-masing seperti ilmu pendidikan. Reportase  Arief Hartanto  MPI PDM Sleman

Loading

134 SK GTP Muhammadiyah Sleman Angkatan 1 Tahun 2024, Upaya Wujudkan Guru Tetap Persyarikatan Berkualitas

Sleman, Pdmslemna.Or.Id Selasa 27 Agustus 2024,Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman bersama Majelis Dikdasmen dan PNF yang diketuai H.Surakhmad, S.Pd melaporkan bahwa SK GTP (Guru Tetap Persyarikatan) angkatan 1 tahun 2024 telah diluncurkan. Sebanyak 136 SK Guru Tetap Persyarikatan telah siap untuk memulai tugasnya sebagai pendidik di sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Dalam acara peluncuran yang berlangsung di SMK Muhammadiyah 1 Sleman, Wakil Ketua PDM Drs AS Ardani menyampaikan sambutan yang menginspirasi. Ia mengatakan bahwa ada tiga tipe orang bekerja, yaitu orang terbaik, orang baik, dan orang yang bekerja di AUM (Asal Usaha Muhammadiyah ) yang merusak. “Kita harus menjadi orang terbaik, bukan hanya orang baik. Orang baik hanya melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi orang terbaik melakukan pekerjaan dengan sangat baik dan memiliki komitmen yang tinggi,” kata Drs AS Ardani. Dengan diluncurkannya SK GTP angkatan 1 tahun 2024, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman serta dapat menjadi contoh bagi guru-guru lainnya dan dapat meningkatkan prestasi siswa-siswi di sekolah. “Kita harus memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Dengan demikian, kita dapat menciptakan generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia,” . Peluncuran SK GTP angkatan 1 tahun 2024 ini juga dihadiri oleh pimpinan sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman, serta perwakilan dari Majelis Dikdasmen dan PNF. Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah dan menciptakan generasi yang lebih baik. Dengan demikian, Muhammadiyah Sleman terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah dan menciptakan generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia. Reportase M. Ridwan, SE PDM Sleman Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

DR. Tafsir “ Dakwah Lewat Kekuasaan Sangat Penting”

Sleman, Pdmsleman.Or.Id PDM Sleman Gelar Pengajian Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman Bertempat di aula lantai 3 Sekretariat Daerah  Kabupaten Sleman pada Ahad 25 Agustus 2024. Pengajian Pimpinan kali ini  dihadiri oleh Pimpinan PDM, PDA, Pimpinan Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah baik tingkat Daerah, Cabang serta Ortom, kegiatan ini diikuti dengan sangat antusias oleh peserta yang hadir sekitar 135 orang Pimpinan yang terdiri dari PDM, PCM, PCA, PM, NA, BKS se Muhammadiyah Sleman. Dalam kesempatan itu hadir Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah D.I.Y Dr.Muh Ikhwan Ahada,M.Ag serta Dr. Tafsir,S.Ag.,MA memberikan materi dalam kegiatan terbut. Dr. Ikhwan Ahada dalam kesempatan kali ini menyampaikan bahwa “  GJDJ ( Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah )  yakni usaha Muhammadiyah untuk membina sekelompok orang atau keluarga yang tempat tinggalnya saling berdekatan dengan Komponen GJDJ terdiri dari pamong atau pembina jamaah, anggota jamaah, dan aktivitas dakwah. Oleh karenanya harus diterjemahkan dengan memperluas dakwah secara makro sehingga Islam harus hadir berdiaspora dalam semua lini kehidupan kekinian”. Berikutnya Muhammadiyah di Cabang dan Ranting diharapkan berkreasi dengan dakwah komunitas, sesuai dengan kondisi Cabang dan Ranting masing-masing serta  Cabang dan Ranting selalu melaksanakan dakwahnya dengan berpegangan Risalah Islam Berkemajuan (RIB). Sementara pencerahan dari Ketua PWM Jateng DR. Tafsir menekankan betapa Definisi fiqih yang berkembang selama ini perlu ditata ulang, karena masyarakat yang sudah kuat kulturnya sulit menerima perubahan pemahaman. “ Dakwah lewat kekuasaan sangatlah penting, karena lebih luas jangkauannya dan lebih tinggi daya pengaruhnya terhadap rakyat/maayarakat” tambahnya. Selain itu dakwah lewat pilar pendidikan dan pilar kesehatan relarif sudah cukup, tapi dakwah lewat pilar Ekonomi masih sangat kurang, maka kedepan dakwah melalui pilar ekonomi ini harus ditingkatkan. Reportase HM. Nasirun PDM Sleman. Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading