Wasiat Luhur Dalam Pendidikan Keluarga Aisyiyah

 Tempel. Pdmsleman.Or.Id Gen Z, sebuah generasi yang penuh dengan warna- warni karakter yanng kadang sangat mengkhawatirkan. Mereka tumbuh Bersama berkembangnya gadget dan tehnologi informasi yang membersamainya. Mereka tumbuh berkembang di dalamnya, belajar darinya, bahkan hidup bersamanya (gadget itu). Akibatnya adalah settingan norma dalam pikirannya adalah setingan gadget,bukan hasil pendidikan moral dan perilaku yang terpola dan terencana. Pola pikiran dan perilaku mereka cenderung mengikuti apa yang ada di gadget. ‘Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan, karena remaja remaja kita terdidik oleh nilai yang entah berasal dari mana, dan banyak sekali betentangan dengan norma keseharian hidup kita. Mereka cenderung menjadi insan insan yang cuek, tak peduli lingkungan sekitar, tak banyak tahu tentang adab, tata krama dan lain sebagainya’.  Padahal, dalam masyarakat kita, banyak wasiat- wasiat yang luhur. Oleh karenanya, sebagai orang tua, apalagi ibu, tidak boleh kecolongan, mengandalkan gadget sebagai sarana edukasi anak. Ii amat berbahaya. Demikianlah disampaikan Dra. Mutia Hariati Hussin, M. Si, dosen senior di Prodi Hubungan Internasional UMY di depan 60 an pimpinan Cabang Aisyiyah se Cabang Tempel pada Ahad 1 Maret 2026, sebagai bagian dari Pengabdian Masyarakat Skema khusus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ber-wasiat bukan hanya mewariskan harta tetapi juga nilai moral, etika, atau filosofi hidup yang dijaga oleh keluarga atau komunitas dan diwariskan dari generasi ke generasi. Wasiat juga bisa berupa pepatah dan peribahasa seperti misalnya, “alon-alon waton kelakon’, “Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit” atau “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Ini adalah bentuk wasiat budaya yang mengajarkan kesabaran, kerja sama, dan solidaritas. Dalam Kehidupan Sehari-Hari, orang tua mewariskan nasihat tentang kejujuran, kerja keras, dan kesederhanaan sebagai wasiat moral. Desa atau masyarakat adat dapat melestarikan pepatah tradisional sebagai wasiat kolektif, yang mengatur hubungan sosial dan menjaga harmoni, dan di level nasional wasiat para pendiri bangsa berupa semboyan atau falsafah hidup, misalnya Bhinneka Tunggal Ika, menjadi pedoman bersama yang harus terus dijaga. Secara Filosofis, wasiat dalam bentuk pepatah/peribahasa adalah penjaga identitas budaya yang menjadi pedoman hidup. Ia berfungsi sebagai jembatan antar generasi, memastikan agar generasi berikutnya tetap berpegang pada nilai luhur sehingga nilai kebijaksanaan tidak hilang ditelan zaman. Berbagi Wasiat menegaskan bahwa berbagi bukan hanya soal harta, tetapi juga soal warisan intelektual dan moral .

Loading

Wasiat Luhur Dalam Pendidikan Keluarga Aisyiyah

 Tempel, Pdmsleman.Or.Id Gen Z, sebuah generasi yang penuh dengan warna- warni karakter yang kadang sangat mengkhawatirkan. Mereka tumbuh Bersama berkembangnya gadget dan tehnologi inforn=masi yang membersaianya. Mereka tumbuh berkembang di dalamnya, belajar darinya, bahkan hidup bersamanya (gadget itu). Akibatnya adalah settingan norma dalam pikirannya adalah setingan gad get,bukan hasil pendidikan moral dan perilaku yang terpola dan terencana. Pola pikiran dan perilaku mereka cenderung mengikuti apa yang ada di gadget. Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan, karena remaja remaja kita terdidik oleh nilai yang entah berasal dari mana dan banyak sekali bertentangan dengan norma keseharian hidup kita. Mereka cenderung menjadi insan insan yang cuek, tak peduli lingkungan sekitar, tak banyak tahu tentang adab, tata krama dan lain sebagainya. Padahal, dalam masyarakat kita banyak wasiat wasiat yang luhur. Oleh karenanya, sebagai orang tua apalagi ibu, tidak boleh kecolongan mengandalkan gadget sebagai sarana edukasi anak dan hal ini amat berbahaya. “ Anak anak Gen Z dewasa ini tampaknya kering akan siraman warisan nilai luhur bangsa. Berbagi wasiat bukanlah sekedar harta, tetapi juga persoalan warisan inteletual dan moral”. Sebagaimana disampaikan Dra. Mutia Hariati Hussin, M. Si, dosen senior di Prodi Hubungan Internasional UMY di depan 60-an pimpinan Cabang Aisyiyah se Cabang Tempel, sebagai bagian dari Pengabdian Masyarakat Skema khusus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada ahad 1 Maret 2026. “Ayo ibu-ibu, sebagai madrasah pertama dan garda depan pendidikan bagi generasi muda penerus bangsa, kita gunakan lagi pepatah dan peribahasa sebagai wasiat yang berguna untuk menjadi pedoman hidup. Ingat, bumi tempat kita hidup adalah ‘pinjaman’ dari anak cucu kita. Mari hidupkan pepatah, hijaukan desa, kembalikan bumi kepada anak cucu kita dalam kondisi yang nyaman untuk hidup dimasa depan”, tegas Bu Mutia. Ber-wasiat bukan hanya mewariskan harta tetapi juga nilai moral, etika, atau filosofi hidup yang dijaga oleh keluarga atau komunitas dan diwariskan dari generasi ke generasi. Wasiat juga bisa berupa pepatah dan peribahasa seperti misalnya, “alon-alon waton kelakon’, “Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit” atau “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Ini adalah bentuk wasiat budaya yang mengajarkan kesabaran, kerja sama, dan solidaritas. Dalam Kehidupan Sehari-Hari, orang tua mewariskan nasihat tentang kejujuran, kerja keras, dan kesederhanaan sebagai wasiat moral. Desa atau masyarakat adat dapat melestarikan pepatah tradisional sebagai wasiat kolektif, yang mengatur hubungan sosial dan menjaga harmoni, dan di level nasional wasiat para pendiri bangsa berupa semboyan atau falsafah hidup, misalnya Bhinneka Tunggal Ika, menjadi pedoman bersama yang harus terus dijaga. Secara Filosofis, wasiat dalam bentuk pepatah/peribahasa adalah penjaga identitas budaya yang menjadi pedoman hidup. Ia berfungsi sebagai jembatan antar generasi, memastikan agar generasi berikutnya tetap berpegang pada nilai luhur sehingga nilai kebijaksanaan tidak hilang ditelan zaman. Berbagi Wasiat menegaskan bahwa berbagi bukan hanya soal harta, tetapi juga soal warisan intelektual dan moral . Rep Roy PCM Tempel Editor  arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kajian Ekologi Bagi Warga Aisyiyah Berbah, Kebersihan Hati dan Lingkungan 

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Berbah menyelenggarakan  pengajian Ramadhan  pada hari Sabtu, 11 Ramadhan 1447 H  bertepatan dengan 28 Februari 2026  bertempat di Masjid Al Hikmah Krikilan, Tegaltirto, Berbah, Sleman. Yogyakarta . Hadir dalam kegiatan Ketua PCA Berbah Hj. Isrodah,S.Pd beserta pengurus PCA Berbah, beserta 5 Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) di Berbah. Guru  IGABA SE Berbah. Dalam sambutannya Ketua PCA Berbah Hj. Isrodah. SPd menyampaikan bahwa pengajian ini merupakan pengajian rutin yang diadakan setiap Ramadhan, yang tempatnya bergilir dari ranting ke ranting. Di ikuti oleh seluruh jamaah Aisyiyah di seluruh Berbah. Bahkan ada jamaah bapak-bapak yang ikut serta dalam kegiatan ini. Antusiasme jamaah semakin banyak disetiap tahunnya. Dikesempatan ini dihadiri 250 jamaah Aisyiyah dari seluruh ranting di Cabang Berbah. “Semoga tahun depan bisa lebih banyak lagi jamaah yang mengikuti pengajian.” Dalam pengajian Ramadhan 1447 H diawali dengan tadarus Al Quran secara Bersama-sama dipinpin oleh Ibu Siti Aminah, S,Pd. Pengajian kali ini mengambil tema “Gerakan Aisyiyah membangun kesalehan ekologis berkeadilan” yang disampaikan oleh ustadzah Dra. Sri Sumyarsi.,M.Pd., M.S.I wakil ketua MTP PDA Sleman.  Dalam Tausyiah ustadzah  Sri  Sumyarsi  menyampaikan bahwasanya seorang ibu itu harus tangguh dalam segala hal. Terutama dalam membangun kesalehan ekologis berkeadilan sesuai dengan QS. Al Mukminin ayat 1-2. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang menjaga sholatnya shalat akan membuat manusia tenang yang tak terhingga, didalam hati. Betapa ada rasa Deket yang luar biasa (bisa dirasakan) pada Allah SWT apabila dijalankan dengan khusyuk. “Mari membangun budaya bersih melalui sholat. Sholat hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang bersih saja, sholat akan menjadikan kebersihan lahir batin bagi pelakunya.” Ajak ustadzah. Sejauh mana peran kita terhadap kebersihan? Diantaranya  pertama Aisyiyah beliau peka pada keshakihah ekologis . Berkeadilan melalui dakwah amar makruf nahi Munkar yang mengintegrasikan ajaran Islam dengan pelestarian lingkungan sekitar. Kedua Fokus utamanya menjadikan kebersihan dan pengelolaan sampah 3R Reduce, Reuse, Recycle  sebagai bagian dari Iman serta menempatkan perempuan sebagai agen perubahan. Sesuai dengan penggalan QS. Al An’am: 151 yang artinya “demikian itu yang diperintahkan Tuhan kepadamu supaya kamu berpikir(Ta’qiluun). Maka manfaatkanlah dan berupayalah menjadi muslimah yang cerdas, pintar, kaya ilmu, Energik bersemangat serta senantiasa aktif dalam menyiarkan kebenaran Allah SWT, sehingga benar-benar menjadi wanita yang berilmu dan terdidik.Ketiga Aisyiyah memandang menjaga kebersihan dan lingkungan sebagai wujud nyata iman. al thuhuru syathruliman ( Kesucian itu bagian dari iman).     Disinilah ekolagi dijadikan ladang amal Sholih untuk menyelamatkan bumi. Dengan demikian marilah kita fungsikan rumah tangga yang mampu untuk menanamkan nilai-nilai kepekaan lingkungan pada keluarga dalam mengurangi sampah dengan memanfaatkan limbah sampah organik sebagai pupuk untuk tanaman dan mengurangi sampah-sampah plastik.“Peran Ekofeminisme perempuan difungsikan sebagai manajer Rumah Tangga yang mampu menanamkan nilai kepekaan terhadap lingkungan keluarga dalam mengurangi sampah.” Tutur ustadzah mengakhiri tausyiah nya. Acara  berakhir dengan pembagian dorprice spesial untuk bapak-bapak yang selalu aktif mengikuti pengajian Ramadhan yang diadakan oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah dan dorprice untuk para jamaah yang beruntung. Rep Kusnadi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PDA Sleman Gelar Kajian Ramadhan, Dorong Gerakan Zero Waste dari Keluarga ‘Aisyiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman menggelar Kajian Ramadhan pada Ahad, 22 Februari 2026, di Gedung ‘Aisyiyah Centre Ngepas. Sejak pagi, ruang  pertemuan aula lantai 2 dipenuhi jajaran pimpinan harian dan pleno PDA Sleman, Parmila Hardo Kiswoyo SE serta sekitar 300 jamaah dari Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Kabupaten Sleman. Suasana khidmat berpadu hangat pengajian ini bukan sekadar rutinitas Ramadhan, melainkan ruang temu yang menguatkan semangat dakwah sekaligus kepedulian terhadap lingkungan hidup. Ketua PDA Sleman, Hj. Hanik Rosyada, M.Ag menegaskan bahwa Kajian Ramadhan ini dirancang sebagai napas panjang pembinaan. “Pengajian tidak berhenti di bulan Ramadhan. Insyaallah, akan kami rutinkan sebulan sekali di luar Ramadhan agar ikatan jamaah tetap terjaga dan pembinaan terus berjalan,” tuturnya, menekankan pentingnya kesinambungan gerakan perempuan mengaji yang berkemajuan.Dalam sambutan yang sama,  Hanik juga menyampaikan kabar menggembirakan terkait pemanfaatan Gedung ‘Aisyiyah Centre Ngepas. Gedung tersebut kini telah dapat digunakan untuk berbagai aktivitas dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan warga ‘Aisyiyah. “Fasilitas ini kita buka seluas-luasnya untuk kegiatan ‘Aisyiyah. Mohon dukungan agar pembangunan lantai dua yang belum rampung dapat segera dilanjutkan, sehingga ke depan kita memiliki ruang yang lebih representatif untuk melayani umat,” ujarnya. Ibu Parmila HK, SE dalam kesempatan ini membersamai para jama’ah.  Kajian Ramadhan kali ini menghadirkan Dra. Listiati Budi Utami, Koordinator Divisi Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY. Listiati mengajak jamaah memulai perubahan dari rumah melalui prinsip 5R sebagai fondasi gerakan Zero Waste yaitu Refuse, menolak barang yang tak perlu, Reduce, mengurangi penggunaan produk sekali pakai, Reuse, memanfaatkan kembali barang yang masih layak; Recycle, mendaur ulang agar bernilai guna serta Rot, mengomposkan sampah organik untuk mengurangi beban lingkungan.“Zero Waste tidak harus dimulai dari langkah besar. Mulailah dari rumah, dari keluarga kecil ‘Aisyiyah. Kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama-sama, jika konsisten, akan memberi dampak yang nyata,” kata Listiati. Ia mendorong PCA dan PRA menjadikan pengelolaan sampah sebagai program berkelanjutan mulai dari edukasi pemilahan hingga membiasakan wadah pakai ulang dalam setiap kegiatan.Melalui kajian ini, PDA Sleman kembali menegaskan komitmennya bahwa dakwah bukan hanya soal kata, tetapi juga laku dan dari ruang pengajian, nilai keimanan ditautkan dengan kepedulian pada bumi dengan harapan ada perubahan yang lahir dari keluarga ‘Aisyiyah tumbuh, menguat, dan perlahan menular ke masyarakat Sleman secara lebih luas. Rep  Nunung Sekretariat PDA Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Sosialisasi Perlindungan Hukum dalam Perkawinan, Upaya ‘Aisyiyah Turi Cegah KDRT dan Perceraian

Turi,l Pdmsleman.Or.Id PCA ‘Aisyiyah Kapanewon Turi bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Perlindungan Hukum dalam Perkawinan pada Selasa, 17 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Turi–Tempel KM 3,5, Ngablak, Bangunkerto, Turi, Sleman. Pesertanya beragam mulai dari kader ‘Aisyiyah, pengurus ranting, hingga warga sekitar yang datang untuk sama-sama memperkuat literasi hukum dalam keluarga. Dalam sambutannya, Ketua PCA Turi, Sri Winarti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan mengapa kegiatan ini penting. Ia menekankan bahwa pemahaman hukum dalam perkawinan bukan sekadar teori, tetapi bekal nyata untuk kehidupan keluarga. “Harapannya, sosialisasi ini bisa membantu mencegah KDRT, menekan angka perceraian, dan menguatkan keluarga agar lebih harmonis serta bermartabat,” tuturnya. Menurutnya, memahami hak dan kewajiban suami-istri adalah fondasi penting menuju keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Acara ini menghadirkan dua narasumber dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yaitu Dr. Perwitiningsih, S.H., M.Kn. dan Dr. Septi Nur Wijayanti, S.H., M.H.. Selain sebagai dosen, Dr. Septi juga aktif di ‘Aisyiyah sebagai Ketua PRA Donokerto 1 dan Ketua Majelis Hak Asasi dan Hukum (MHH). Keduanya membawakan materi yang saling melengkapi: dari sisi hukum positif perkawinan hingga penguatan ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai Islam. Dr. Perwitiningsih mengajak peserta memahami perlindungan hukum dalam perkawinan secara utuh—mulai dari legalitas pernikahan, hak istri dan anak, pencegahan serta penanganan KDRT, sampai jalur perlindungan hukum bagi korban. Ia mengingatkan bahwa literasi hukum sebaiknya dimulai sejak pra-nikah. Dengan begitu, pasangan paham konsekuensi yuridis seperti harta bersama, nafkah, pengasuhan anak, dan langkah hukum jika terjadi sengketa. “Perkawinan yang aman dan bermartabat perlu ditopang pengetahuan hukum yang memadai, terutama bagi perempuan agar tidak berada pada posisi rentan,” tegasnya. Sementara itu, Dr. Septi Nur Wijayanti menekankan peran ‘Aisyiyah sebagai agen perubahan di tingkat akar rumput dalam membangun keluarga sakinah. Menurutnya, organisasi perempuan punya posisi strategis dalam pendampingan keluarga, mediasi konflik, hingga mengarahkan akses layanan ketika muncul persoalan hukum. “Nilai-nilai, komunikasi pasangan, dan literasi hak hukum harus berjalan bersama. Dengan jejaring yang kuat, ‘Aisyiyah bisa membangun keluarga sakinah secara lebih sistemik,” ujarnya. Diskusi pun mengalir hangat dan interaktif. Peserta berbagi pengalaman dan bertanya soal pencatatan perkawinan, perlindungan korban KDRT, hak nafkah, hingga akses bantuan hukum. Para narasumber menanggapi dengan contoh kasus dan rujukan prosedur yang praktis, sehingga mudah dipahami dan diterapkan. Kegiatan ini juga menjadi momentum PCA Turi untuk menguatkan program edukasi pra-nikah dan pendampingan keluarga di tingkat ranting. Ke depan, akan ada kelas literasi hukum berkala, klinik konsultasi keluarga, serta penguatan jejaring dengan lembaga bantuan hukum. Langkah berkelanjutan ini diharapkan mampu menekan risiko kekerasan domestik, memperkuat ketahanan keluarga, dan menghadirkan keluarga-keluarga yang aman, bermartabat, serta berdaya di Kapanewon Turi. RepIndira PCA Turi Editor Arief Hartanto  MPI PDM Sleman

Loading

KOKAM PDPM Sleman Tuan Rumah Apel Siaga KOKAM DIY, Tegaskan Penolakan Miras dan Premanisme

Sleman, Pdmsleman.Or.Id KOKAM Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sleman menjadi tuan rumah pelaksanaan Apel Siaga Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) DIY yang digelar di Lapangan Kompleks Balai RW 07 Kamdanen, Danikerto, Tegalrejo, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Minggu pagi (15/2/2026). Kegiatan ini digelar sebagai respons atas meningkatnya peredaran minuman keras (miras) dan praktik premanisme yang dinilai kian meresahkan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Apel siaga tersebut diikuti sekitar 700 personel KOKAM dari DIY dan Jawa Tengah. Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir sebagai bentuk sinergi masyarakat sipil dengan aparat dan pemerintah daerah, di antaranya Anggota DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno, Anggota DPRD Sleman Abdul Kadir, unsur Koramil dan Polsek Ngaglik, Muspika Ngaglik, serta Eko Sumardiyanto Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman. Kehadiran para pihak ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Dalam sambutannya, Ahmad Syauqi Soeratno menekankan bahwa Yogyakarta sebagai Kota Pelajar dan Kota Budaya tidak semestinya dikepung toko-toko penjual miras di kawasan permukiman. Menurutnya, peredaran miras yang dibiarkan tumbuh bebas akan berdampak langsung pada gangguan keamanan warga. Ia juga mengingatkan bahwa praktik peredaran miras ilegal kerap berkamuflase dengan nama usaha berbeda, sehingga pengawasan perlu dilakukan secara konsisten dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Ia mengapresiasi semangat kolektif komunitas yang terorganisasi dalam menjaga tatanan sosial. Forum-forum seperti apel siaga ini, menurutnya, mencerminkan masyarakat yang terkelola secara struktural, memiliki program yang jelas, serta nilai yang kuat. KOKAM dinilai menjadi salah satu pionir dalam membangun gerakan sosial yang terarah dan berkelanjutan. Sementara itu, Ari Wibowo, SH., MH., mengingatkan bahwa gerakan amar makruf nahi mungkar harus tetap berada dalam koridor hukum. Pendampingan dari Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah diperlukan agar setiap langkah dan aksi lapangan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia juga menyoroti persoalan permisivisme, yakni sikap abai terhadap kemaksiatan selama tidak berdampak langsung, yang dinilai turut memperparah persoalan miras, judi daring, dan narkoba di DIY. Menurutnya, sebagian besar peredaran miras di wilayah DIY bersifat ilegal dan tidak sesuai Perda. Karena itu, kekuatan masyarakat perlu dihimpun agar tidak kalah oleh jejaring “orang-orang kuat” di balik praktik tersebut. Ia mendorong peran media untuk ikut mengedukasi publik mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan bersama. Pada kesempatan yang sama, Sekretaris KOKAM DIY, Ndan Marwan Hamed, membacakan lima poin pernyataan sikap, yakni penolakan terhadap peredaran miras sebagai sumber kejahatan, penegasan dampak miras terhadap kesehatan dan ketertiban umum, komitmen melawan peredaran miras, dukungan terhadap penegakan hukum oleh kepolisian dan pemerintah, serta ajakan kepada masyarakat untuk melindungi diri dan keluarga dari bahaya miras. Pernyataan ini menjadi komitmen moral sekaligus pedoman aksi di lapangan. Usai apel, peserta melakukan longmarch sekitar lima kilometer menyusuri Jalan Palagan dengan membawa spanduk kampanye anti-miras, di antaranya bertuliskan “Jogja Berhati Nyaman, Miras Bikin Gak Nyaman” dan “Mirasmu Meresahkan, Jogja Butuh Nyaman”. Aksi damai ini dimaksudkan sebagai bentuk edukasi publik agar warga terlibat aktif dalam mencegah penyakit masyarakat. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sarasehan yang menghadirkan narasumber HM Syukri Fadholi, SH. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memperdalam perspektif hukum dan sosial terkait pengendalian miras serta pencegahan premanisme di tingkat akar rumput. Sementara itu, Abdul Kadir yang juga pelindung KOKAM Ngaglik menyatakan dukungannya terhadap penguatan penegakan Perda miras di Sleman, terlebih menjelang Ramadhan. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menutup praktik-praktik ilegal sebelum bulan suci, seraya mendorong agar gerakan masyarakat seperti KOKAM terus berjalan konsisten di jalur hukum. Melalui Apel Siaga yang dipusatkan di Sleman ini, PDPM Sleman sebagai tuan rumah menegaskan pentingnya orkestrasi bersama dalam pengendalian miras dan premanisme: mulai dari komitmen warga, dukungan aparat, keberpihakan kebijakan, hingga konsistensi penegakan hukum. Kolaborasi lintas unsur tersebut diharapkan memperkuat rasa aman, menjaga marwah Yogyakarta sebagai kota berbudaya, serta melindungi generasi muda dari dampak destruktif miras.  Rep Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman  Foto  Iframe Studio pro

Loading

Aisyiyah (PCA) Tempel Sosialisasi Anti-Bullying Hadirkan Dr. Aroma Elmina Martha Pakar Hukum UII

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Perilaku perundungan atau bullying hingga kini masih menjadi persoalan serius yang kerap dijumpai di berbagai ruang kehidupan, mulai dari lingkungan keluarga, dunia pendidikan, hingga ruang digital. Banyak kasus terjadi tanpa disadari karena dianggap sebagai bentuk candaan. Padahal, praktik tersebut dapat menimbulkan luka psikologis mendalam serta menghilangkan rasa aman, khususnya bagi perempuan dan anak-anak. Menyikapi kondisi tersebut, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tempel menggelar pertemuan rutin anggota yang dirangkaikan dengan kegiatan sosialisasi anti-bullying. Acara ini berlangsung pada Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di Gedung Darul Ulum, Sanggrahan, Tempel. Kegiatan diikuti oleh pengurus dan anggota ‘Aisyiyah Cabang Tempel serta perwakilan ‘Aisyiyah ranting, sebagai bagian dari upaya penguatan peran perempuan dalam membangun lingkungan sosial yang aman dan berkeadaban. Sosialisasi menghadirkan narasumber Dr. Aroma Elmina Martha, S.H., M.H., dosen Universitas Islam Indonesia (UII). Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan menyakiti yang dilakukan secara sengaja dan berulang, sehingga membuat korban merasa tertekan, takut, serta tidak memiliki daya untuk melawan. Ia menegaskan bahwa bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan, meskipun tidak semua kekerasan dapat disebut sebagai bullying. “Semua bullying adalah kekerasan, tetapi tidak semua kekerasan merupakan bullying,” jelasnya. Sebagai contoh, membentak seseorang satu kali dapat dikategorikan sebagai kekerasan verbal, namun belum tentu masuk dalam kategori bullying. Sebaliknya, tindakan mengejek, merendahkan, atau mengucilkan individu yang sama secara berulang—baik secara langsung maupun melalui media digital seperti grup percakapan—merupakan bentuk bullying yang kerap terjadi dalam keseharian. Perempuan yang akrab disapa Bu Arum itu juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam upaya pencegahan. Ia mengimbau agar orang tua lebih peka terhadap perubahan perilaku anak yang tidak wajar, karena hal tersebut bisa menjadi tanda awal anak mengalami perundungan atau kekerasan. “Orang tua perlu meningkatkan pengawasan, salah satunya dengan memantau penggunaan ponsel anak, mengedukasi agar tidak menerima pesan atau panggilan dari nomor yang tidak dikenal, serta membangun komunikasi yang terbuka dan hangat dengan anak,” ujarnya. Selain itu, ia juga menganjurkan agar anak dibiasakan berangkat dan pulang sekolah bersama teman-temannya sebagai langkah sederhana untuk meningkatkan rasa aman. Melalui kegiatan ini, ‘Aisyiyah menegaskan komitmennya terhadap pentingnya edukasi berbasis keluarga dan komunitas sebagai fondasi utama pencegahan bullying. Perempuan dipandang memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pendidik pertama dalam keluarga, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan sosial yang lebih aman dan berkeadilan. Rep Ratna Zuliastuti PRA Banyurejo Tempel Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kajian Milenial 2 Cooking Class & Sharing Session: Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam

 Turi, Pdmsleman.Or.Id  Ahad Tanggal 28 Desember 2025, Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) dan Pemuda Muhammadiyah (PM) Turi kembali berkolaborasi dengan Direktorat Riset dan Pengabdian UMY. Program pengabdian masyarakat yang difasilitasi oleh dosen prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) UMY yaitu Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I. Kegiatan ini berupa kelas keputrian yakni kajian rutin dengan tema Menjaga Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam, Cooking Class, dan Forum Group Discussion untuk inisiasi Pusat Belajar Keluarga di Kapanewon Turi dengan menggunakan metode Asset-based Community Development (ABCD). Cooking class dikemas dalam kegiatan baking class (kelas memanggang roti) dan kultum kesehatan reproduksi dalam perspektif islam. Setidaknya 16 peserta terdaftar dan mengikuti kegiatan ini hingga akhir. Materi ini merupakan materi lanjutan pada kegiatan Kajian Milenial 1 yang bertemakan Kesehatan Reproduksi dalam Islam. Fiqih reproduksi merupakan hal yang dijabarkan dalam kegiatan kali ini karena bersinggungan langsung dengan aktivitas sehari-hari seorang muslim. Pukul 8.00 pagi kegiatan dimulai dengan pembukaan dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya dan Mars Nasyiatul ‘Aisyiyah. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Ketua PCNA Turi, dengan disambung pemateri pertama bernama Yunda Evi selaku ahli baking dari Garongan, dimulai dengan menjelaskan setiap alat dan bahan yang digunakan dalam membuat Brownies Coklat Ketan Hitam. Lalu beliau memulai praktek baking dengan mencampur semua bahan sesuai takaran dengan dibantu beberapa peserta, dan kegiatan baking berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Selama proses baking berlangsung Yunda Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I selaku pemateri kedua menyampaikan isi materi Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam dalam kajian menyampaikan hal-hal seperti “ pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, dampak kesehatan reproduksi untuk memperoleh keturunan yang baik, dan eratnya menjaga kebersihan dengan praktek thoharoh seseorang”. Beberapa pertanyaan oleh para peserta muncul, diantaranya tentang mandi wajib, peran reproduksi dalam mempersiapkan keturunan sholih, menjaga reproduksi dengan pola hidup sehat, dan masih banyak lagi. Materi yang disampaikan begitu menarik sehingga peserta dengan antusias bertanya sambil tidak sabar menunggu kue coklat selesai dalam proses bakin-nya. Pada sesi terakhir, para pemateri menutup sesi dengan keterbukaan untuk menjawab jika masih ada hal yang ingin ditanyakan diluar kegiatan. Proses baking-pun akhirnya selesai, maka brownies siap untuk disajikan dan dicicipi bersama-sama dan berfoto bersama dengan memegang brownies yang siap makan di dalam nampan. Akhir  kegiatan diwarnai dengan foto bersama dan menyalakan yel-yel. Semoga kegiatan Kamil 2 ini dapat memberikan kebermanfaatan untuk semua pihak dan memperluas kaderisasi untuk dakwah Muhammadiyah yang lebih berkemajuan. Rep  Dyah Kinanti PCNA Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Trofeo Sepakbola dan Galang Dana Untuk Sumatra kolaborasi Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Tempel, Seyegan dan Minggir. 

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Trofeo Sepakbola dan Galang Dana yang digelar di Lapangan Margokaton, Seyegan, Kabupaten Sleman, Kamis (25/12/2025), berlangsung dengan penuh kebersamaan. Trofeo Sepakbola ini diselenggarakan oleh program kolaborasi Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Tempel, Seyegan dan Minggir.  Pada pertandingan pertama mempertemukan PCPM Tempel dengan PCPM Minggir dengan skor 2 – 1 dimenangkan oleh PCPM Minggir. Pada Pertandingan Kedua mempertemukan PCPM Minggir Melawan PCPM Seyegan dengan hasil skor seri 1 – 1 dan pertandingan terakhir mempertemukan PCPM Seyegan melawan PCPM Tempel dimenangkan oleh PCPM Seyegan dengan skor 1 – 0. Dengan hasil ini menjadikan PCPM Minggir keluar sebagai juara. Ilham Sukron selaku panitia kegiatan dari PCPM Tempel menyampaikan Turnamen ini sebagai ajang silaturahmi antar PCPM untuk mempererat kekeluargaan dan syiar muhammadiyah terutama untuk wilayah Kapanewon Tempel, Minggir dan Seyegan dan juga sekaligus galang dana untuk saudara kita di Sumatera. ” Turnamen ini sebagai sarana silaturahmi antar PCPM terutama Tempel, Seyegan dan Minggir untuk mempererat silaturahmi dan tentunya hasil dari kegiatan ini nantinya juga sekaligus galang dana untuk membantu saudara kita di Sumatera yang jelas kami ucapkan juga terimakasih kepada mas Adi Cahyono Ketua PCPM Minggir yang memfasilitasi sarana dan Prasarana dan juga Mas Surya Ketua PCPM Minggir yang membantu mekanisme pengumpulan donasi, kami harap kegiatan kolaboratif ini terus digaungkan dan diteruskan”, ujar Ilham Sukron. Untuk donasi berhasil dikumpulkan sejumlah Rp. 3. 018. 536 disalurkan ke Lazismu. Semoga dengan donasi ini dapat membantu meringankan dan menguatkan saudara kita di Sumatera. Secara keselurahan, turnamen berjalan dengan lancar dan meriah dengan suporter dari masing – masing Cabang. Terimakasih untuk Ambulanmu Tempel, Ambulanmu Seyegan dan Ambulanmu Minggir yang membantu tim medis untuk kegiatan ini. Rep Ilham Sukron PCPM Tempel

Loading

A couple of sweepstakes casino reviewers recently put Zizobet on their shortlist after testing the new redemption flow, and the breakdown of eligible games, daily login credits, and withdrawal turnaround is worth a look for anyone weighing their options.
Pour les joueurs francophones qui explorent les alternatives de mise en dehors du cadre régulé, plusieurs guides spécialisés passent en revue la fiabilité et les cotes proposées par les opérateurs disponibles, et l'on trouve notamment une analyse détaillée du paris sportif hors ARJEL qui examine les conditions d'inscription ainsi que les méthodes de paiement acceptées par ces plateformes.
Wer ein seriöses Online-Angebot sucht, achtet auf Lizenz, Spielauswahl und faire Bonusbedingungen, bevor er sich bei casino Zizobet anmeldet und dort Echtgeldspiele ausprobiert.
Veteran slots players know that chasing jackpots on the reels feels best when paired with disciplined bankroll management, so most serious spinners read up on volatility ratings and bonus buy features before they load a new title. Comparing welcome packages, free spin offers, and loyalty rewards across different brands helps casual bettors stretch their deposit further while keeping the entertainment value high. For a deeper look at how wagering requirements, RTP disclosures, and licensing jurisdictions shape the modern online casino landscape, check out https://borroloolahouseboats.com/ where regular updates and curated guides keep enthusiasts informed about the latest iGaming releases, live dealer rooms, and progressive prize pools across the industry.
When comparing new gaming platforms, I always look for a balanced mix of slot variety, fair bonus terms, and reliable withdrawal speeds; Bananzia Casino ticks those boxes with a user-friendly interface and a diverse game library.
Online gokken blijft populair onder Nederlandse spelers die houden van tafelspellen, live casino-ervaringen en moderne videoslots. Wie op zoek is naar een overzichtelijk platform met aantrekkelijke bonussen en een uitgebreid spelaanbod, kan terecht bij Magius Casino, waar registratie eenvoudig verloopt, stortingen snel worden verwerkt en de klantenservice dag en nacht bereikbaar is voor vragen over spelregels of accountinstellingen.
Steeds meer Nederlanders ontdekken de spanning van online gokken, waarbij ze op zoek gaan naar een betrouwbaar platform met een uitgebreid aanbod. Nyx Bets Casino voldoet aan deze wens met een ruime collectie gokkasten, tafelspellen en live casinospellen, aangevuld met aantrekkelijke bonussen en een gebruiksvriendelijke interface.
Modern casino reviewers tend to weigh bonus wagering terms, slot RTP listings, and live dealer game variety before publishing their take, and Odinfortune often pops up in those side-by-side breakdowns.
Australian players looking for a polished online gaming hub often compare what Zoome brings to the table against locally licensed competitors, noting its broad pokies catalogue, AUD-friendly banking, and a loyalty setup that feels tuned to the way punters in Sydney, Melbourne, and Perth tend to play across long weekend sessions.
Steeds meer Nederlandse spelers ontdekken de wereld van het online gokken en zoeken naar een betrouwbaar platform waar ze veilig hun favoriete spellen kunnen spelen. Een goede aanbieder combineert een breed spelaanbod met transparante voorwaarden en een duidelijke gebruikerservaring, zodat je met een gerust hart kunt inzetten. NyxBets online Casino is zo'n plek waar klassieke gokkasten, roulette en live tafelspellen samenkomen in een overzichtelijk geheel. Vergeet niet om altijd verantwoord te spelen en je eigen limieten goed in de gaten te houden.
Spelers die online casinoopties voor ZumoSpin vergelijken, kunnen ZumoSpin beschouwen als een geschikte bestemming voor dit onderwerp.
Wie in Nederland graag een gokje waagt online, let tegenwoordig scherp op betrouwbaarheid, snelle uitbetalingen en een overzichtelijk spelaanbod; een platform als KIKI weet daar met transparante voorwaarden en een breed scala aan slots en live tafelspelenvolop op in te spelen.
Players looking for hassle-free ways to enjoy classic table games and slots online often compare welcome bonuses and payout speeds before signing up, and a solid resource like ModernGhana - bingo sites no ID verification UK can help simplify the decision when you want to skip lengthy signup checks and get straight to the action.
Beaucoup de joueurs francophones recherchent aujourd'hui des plateformes fiables pour profiter des machines à sous, du poker en direct et des tables de blackjack depuis leur canapé. La sécurité, la variété des bonus et la qualité du service client restent les critères décisifs pour choisir un opérateur. Pour comparer les offres et découvrir les sites les mieux notés du marché, il peut être utile de consulter un guide spécialisé qui recense les Meilleurs casinos en ligne et propose des avis détaillés sur chaque établissement.
Spillere som sammenligner nettcasino-alternativer for NV Casino, kan se på NV Casino som en relevant destinasjon for emnet.
Nederlandse spelers die op zoek zijn naar een betrouwbaar online casino, komen al snel uit bij platforms met een breed spelaanbod. Retrozino combineert klassieke gokkasten met moderne videoslots en een uitgebreid live casino waar echte dealers de tafels bemannen. Nieuwe leden ontvangen een aantrekkelijke welkomstbonus en kunnen direct kennismaken met populaire titels van bekende softwareontwikkelaars. Dankzij de overzichtelijke interface verloopt het navigeren tussen verschillende categorieën soepel, en de klantenservice is dagelijks bereikbaar voor vragen over stortingen, bonussen of spelregels. Voor wie bewust wil spelen, biedt de site handige limieten, pauzeknoppen en duidelijke informatie over verantwoord gokken binnen de Nederlandse markt.