Pengajian Rutin Ahad Pon PCA Tempel Milad 113 Muhammadiyah, Angkat Tema Empat Kunci Kebahagiaan Dalam Hidup

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tempel kembali menggelar pengajian rutin Ahad Pon pada Ahad, 7 Desember 2025 di Balai Desa Pondokrejo. Kegiatan yang berlangsung hikmad ini dihadiri oleh sekitar 360 jama’ah dari seluruh Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Kecamatan Tempel. Acara diawali dengan pembacaan kalam Ilahi yang dibacakan oleh santri TPA Al Muttaqien Plotengan, atas nama Azalea, Annisa dan Haura. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Aisyiyah oleh Paduan Suara PRA Pondokrejo. Lurah Pondokrejo,  R Widayatma S.E. dalamsambutannya menyampaikan “ Saya mengucapkan selamat Milad Muhammadiyah ke-113. Saya merasa bahagia dan bangga dapat membersamai jamaah dalam majelis ilmu ini, serta berharap kegiatan pengajian seperti ini dapat terus memperkuat silaturahmi dan meningkatkan kualitas keimanan masyarakat”.. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Perwakilan Ketua PCA Tempel,  Siti Rofiah. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan terima kasih atas kehadiran jamaah dari seluruh PRA dan dukungan yang selalu diberikan pada setiap kegiatan PCA Tempel. Diinformasikan juga bahwa “ dalam rangka menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke-113, PCA Tempel akan menyelenggarakan Pasar Murah Mu, sebuah kegiatan sosial yang diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau”. Memasuki inti acara, tausiah pengajian disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Agus Triyanta, MA, MH, Ph.D. pembina Pondok Baitul Qowwam yang juga anggota PCM Muhammadiyah Tempel. Dalam ceramahnya  menguraikan tentang empat kunci kebahagiaan dalam hidup, yaitu: Ustadz Agus menekankan bahwa keempat hal tersebut merupakan anugerah besar yang patut disyukuri, dan umat Islam perlu terus berusaha meraih serta menjaganya. Pengajian rutin Ahad Pon ini berlangsung dengan penuh keteduhan dan diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan peran sosial di masyarakat. Semarak Milad Muhammadiyah ke-113 pun semakin terasa melalui rangkaian kegiatan yang inspiratif dan bermanfaat. Rep : Pamuji Subekti S.SI  PCA Tempel MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Perlindungan Hukum Bagi Perempuan dan Anak

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman melalui Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) sukses menggelar Seminar Panel bertajuk “Penguatan Kesadaran Hukum dan Akses Keadilan untuk Perempuan dan Anak”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 November 2025, di Pendopo Rumas Dinas Bupati Sleman ini, tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi momen penting peluncuran sentra layanan hukum bagi masyarakat. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB tersebut, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pakar hukum. Pembicara utama dalam seminar panel ini meliputi Endang Wihdatiningtyas, S.H. (Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY sekaligus eks komisioner Bawaslu RI), Dwi Retno Widati, S.T., S.H., MPA dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DIY, serta Ari Wibowo, S.H.I., M.H. (Ketua MHH Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman dan Pakar Hukum Pidana FH UII). Materi “Perlindungan Hukum Bagi Perempuan dan Anak” yang disampaikan oleh Ari Wibowo, Ketua Majelis Hukum dan HAM (MHH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman & Dosen FH UII, menggarisbawahi “ urgensi perlindungan khusus karena perempuan dan anak dianggap sebagai kelompok rentan dengan keterbatasan fisik, mental, dan sosial, yang membutuhkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi”.. Landasan hukum perlindungan ini berakar pada konvensi internasional seperti CEDAW (Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan) dan CRC (Hak Anak). Di tingkat nasional, berbagai instansi seperti Kemen PPPA, Komnas Perempuan, KPAI, dan UPTD PPA memiliki peran . Materi ini secara rinci membahas tiga payung hukum utama di Indonesia yakni UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT: Mengatur kekerasan Fisik, Psikis, Seksual, dan Penelantaran dalam lingkup rumah tangga. Korban KDRT berhak atas perlindungan menyeluruh, layanan kesehatan, kerahasiaan identitas, pendampingan hukum dan sosial, serta dukungan spiritual. UU No. 12 Tahun 2022 tentang TPKS: Payung hukum yang melindungi korban kekerasan seksual dan mengidentifikasi sembilan jenis utama TPKS, termasuk pelecehan nonfisik dan kekerasan berbasis elektronik. Korban TPKS dijamin haknya atas perlindungan, layanan terpadu, kerahasiaan identitas, pendampingan, dan restitusi. UU No. 23 Tahun 2002 jo. UU No. 35 Tahun 2014 jo. UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak: Mendefinisikan anak sebagai individu di bawah 18 tahun (termasuk dalam kandungan). Undang-undang ini mengatur tindak pidana terhadap anak (fisik, psikis, eksploitasi, penelantaran) dan menjamin hak anak korban atas bantuan hukum dan pemulihan komprehensif. Penutup materi menekankan Peran Aktif Masyarakat sebagai tanggung jawab bersama dimana Masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kesadaran, melaporkan kasus kekerasan, memberikan dukungan psikologis dan sosial, serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak.  Rep  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Seminar Panel “Penguatan Kesadaran Hukum dan Akses Keadilan untuk Perempuan dan Anak” PD Aisyiyah Sleman

Sleman. Pdmsleman.Or.Id  Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman melalui Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) sukses menggelar Seminar Panel bertajuk “Penguatan Kesadaran Hukum dan Akses Keadilan untuk Perempuan dan Anak”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 November 2025, di Pendopo Rumas Dinas Bupati Sleman ini, tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi momen penting peluncuran sentra layanan hukum bagi masyarakat. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB tersebut, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pakar hukum. Pembicara utama dalam seminar panel ini meliputi Endang Wihdatiningtyas, S.H. (Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY sekaligus eks komisioner Bawaslu RI), Dwi Retno Widati, S.T., S.H., MPA dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DIY, serta Ari Wibowo, S.H.I., M.H. (Ketua MHH Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman dan Pakar Hukum Pidana FH UII). Seminar ini diikuti oleh kurang lebih 150 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai tingkatan organisasi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sleman, seperti BIKSA PCA, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Sleman, MHH PCA se-Sleman, LHKP PCM se-Sleman, hingga MKS PCA se-Kabupaten Sleman. Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman, H. Harda Kiswoyo, dan turut dihadiri oleh Ketua PDA Sleman, Hj. Sunarti. Dalam kesempatan istimewa ini, Ketua PWA DIY, Endang Wihdatiningtyas, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi tonggak bersejarah bagi ‘Aisyiyah Sleman. “Dalam kesempatan kali ini Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah sekaligus melaunching Pos Bantuan Hukum (PosBakum) MHH PDA Sleman,” ujar Endang. Peluncuran PosBakum ini merupakan wujud nyata komitmen ‘Aisyiyah dalam memberikan akses keadilan dan pendampingan hukum, khususnya bagi kelompok rentan, yaitu perempuan dan anak. PosBakum MHH PDA Sleman diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan konsultasi dan bantuan hukum. Bupati Sleman, , dalam sambutannya, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif ‘Aisyiyah Sleman dalam menyelenggarakan seminar ini dan mendirikan PosBakum. Beliau menegaskan bahwa kegiatan yang bertujuan meningkatkan literasi hukum dan akses keadilan seperti ini perlu terus ditindaklanjuti dan dikembangkan. “Kegiatan seperti ini perlu terus ditindaklanjuti, terutama untuk Sleman. Diharapkan PosBakum ‘Aisyiyah Sleman bisa jadi pelopor pembentukan Masdarkum di masyarakat,”  serta mendorong agar PosBakum ‘Aisyiyah Sleman dapat segera berkolaborasi erat dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Sleman.  Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus-kasus hukum yang melibatkan perempuan dan anak di wilayah Sleman.  Dukungan terhadap langkah strategis ini juga datang dari Kanwil Kemenkumham DIY, yang disampaikan oleh Dwi Retno Widati, S.T., S.H., MPA. Dalam penyampaian materinya, Dwi Retno menyambut baik langkah progresif ‘Aisyiyah dan mengumumkan rencana kerja sama yang lebih luas di masa depan. “Kanwil Kemenkumham akan melakukan MoU dengan ‘Aisyiyah DIY dalam program-program kegiatan hukum, terutama berkolaborasi dengan PosBakum PWA DIY,” ungkap Dwi Retno. Kerja sama ini menandai pengakuan resmi dan dukungan institusional pemerintah terhadap peran strategis ‘Aisyiyah sebagai organisasi masyarakat yang aktif dalam penegakan dan penyuluhan hukum. PosBakum PWA DIY, melalui kolaborasi ini, akan memiliki jangkauan dan sumber daya yang lebih besar dalam memberikan pelayanan hukum gratis kepada masyarakat. Seminar panel ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan para peserta, memperkuat pemahaman mereka mengenai isu-isu hukum yang krusial, dan bagaimana peran aktif ‘Aisyiyah dapat menjadi solusi. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, dikoordinasikan dengan baik, sebagaimana disampaikan oleh Nur Uswatun Khasanah, S.E. dari PDA Sleman. Pelaksanaan seminar dan peluncuran PosBakum ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan kesadaran hukum di Kabupaten Sleman, menjamin bahwa setiap perempuan dan anak memiliki akses yang setara terhadap keadilan dan perlindungan hukum.  Rep   Nur Uswtun K  SE PDA Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Apel Milad 60 KOKAM Sleman, Tangguh, Sinergi Menjaga dan Membangun Negeri

Prambanan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Sleman melalui Bidang KOKAM dan SAR gelar peringatan Milad ke-60 Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) pada Ahad, 2 November 2025 di SMK Muhammadiyah Prambanan mengusung tema “KOKAM Tangguh, Sinergi Menjaga dan Membangun Negeri”. Dihadiri sekitar 300 Anggota KOKAM se Kabupaten Sleman, acara dirangkai dengan pengucapan  Janji Setia Melati KOKAM, Amanat apel oleh Didik Kusnanto, M.Pd, Sekretaris BPO KOKAM Nasional , menyanyikan Indonesia Raya,  Mars Muhammadiyah dan Mars KOKAM dan selanjutnya sarasehan. Komandan KOKAM Sleman Pupud Purnomo, menuturkan selain kegiatan seremonial, panitia juga menyiapkan Lomba KOKAM antar cabang se-Sleman, di antaranya lempar pisau Acara Milad 60 KOKAM kali ini dirangkai dalam sejumlah kegiatan akan dimulai Apel Akbar KOKAM se-Sleman yang diikuti seluruh anggota bersama dilanjutkan Ketua PDPM Sleman, Prakasa Radya Sulendra, menyatakan bahwa milad kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas dan loyalitas kader. “Melalui peringatan milad ini, kita ingin menunjukkan bahwa KOKAM Sleman siap bersinergi menjaga negeri dan berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat,” ujarnya. Sementara Didik Kusnanto dalam sarasehan menyampaikan pentingnya untuk selalu menjalin silaturahmi sesama anggota KOKAM dan akhirnya tercipta satu perasaan persahabatan dan kekeluargaan diantara sesama selain itu  KOKAM kader Muhammadiyah yang mampu menggabungkan kekuatan fisik, kedisiplinan, dan kekuatan akhlak”. Dalam kesempatan acara tersebut hadir jajaran PDM Sleman H. Darojat Noor A yang juga KOKAM senior, Sutriyanta, jajaran Pemuda Muhammadiyah Daerah, Komandan Wilayah KOKAM DIY Rizal Ismail, KOKAM senior M. Hidayatul Abror, jajaran PCM Prambanan dan SMKM Prambanan serta dari Kapanewon , Kalurahan dan Polsek setempat. Reportase n Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Milad ke-60 KOKAM Sleman, Wujudkan Semangat “KOKAM Tangguh, Sinergi Menjaga dan Membangun Negeri”

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Sleman melalui Bidang KOKAM dan SAR akan menggelar peringatan Milad ke-60 KOKAM pada Ahad, 2 November 2025 di SMK Muhammadiyah Prambanan. Acara yang mengusung tema “KOKAM Tangguh, Sinergi Menjaga dan Membangun Negeri” ini diharapkan menjadi momentum penguatan militansi dan sinergi kader dalam menjaga serta membangun bangsa. Menurut Komandan KOKAM Sleman Pupud Purnomo, Ketua Bidang KOKAM & SAR PDPM Sleman, seluruh Komandan KOKAM se-Kabupaten Sleman diwajibkan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. “Kegiatan ini bersifat wajib bagi seluruh cabang KOKAM sebagai bentuk syiar dan konsolidasi organisasi,” tuturnya. Rangkaian kegiatan akan dimulai pukul 06.30 WIB dengan Apel Akbar KOKAM se-Sleman yang diikuti seluruh anggota dengan seragam PDS lengkap. Usai apel, acara akan dilanjutkan sarasehan bersama Didik Kusnanto, M.Pd, yang merupakan Sekretaris BPO KOKAM Nasional. Selain kegiatan seremonial, panitia juga menyiapkan Lomba KOKAM antar cabang se-Sleman, di antaranya lempar pisau dan tarik tambang. Setiap cabang diwajibkan mengirimkan dua peserta untuk lomba lempar pisau dan delapan peserta untuk tarik tambang. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan sportivitas di kalangan kader KOKAM. Ketua PDPM Sleman, Prakasa Radya Sulendra, menyatakan bahwa milad kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas dan loyalitas kader. “Melalui peringatan milad ini, kita ingin menunjukkan bahwa KOKAM Sleman siap bersinergi menjaga negeri dan berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat,” ujarnya. Milad ke-60 KOKAM Sleman ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan, namun juga wadah konsolidasi, pembinaan kader, serta penguatan ideologi perjuangan Muhammadiyah di kalangan pemuda, KOKAM Sleman meneguhkan komitmen untuk terus hadir di garda terdepan dalam dakwah sosial, kemanusiaan, dan bela negara. Rep  Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

KOKAM Berbah Gelar Pelatihan Damkar dan Gergaji Mesin, Tingkatkan Kapasitas Tanggap Darurat

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Bidang KOmando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) dan Search And Rescue (SAR) Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PC PM) Kapanewon Berbah menggelar pelatihan penanggulangan kebakaran dan penggunaan gergaji mesin (chain saw). Kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 26 Oktober 2025 di SMK Muhammadiyah Berbah ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan teknis para relawan. Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman dimana acara dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti secara antusias oleh para anggota. “Kami menyelenggarakan acara teori dan praktek penggunaan gergaji mesin (senso) ini sebagai bentuk kesiapsiagaan ,” ujar Panca Septiana dari Bidang Kokam dan SAR PC PM Berbah kepada Arief Hartanto pada Senin pagi. Adapun sebagai pemateri pada kesempatan ini adalah Sutiyono dan Sutaryanto pengurus LPB Sleman dan juga penggiat kerelawanan yang sudah malang melintang dalam dunia kebencanaan baik di tingkat Sleman maupun nasional. “ Kegiatan ini menitikberatkan pada dua kompetensi utama yakni pertama, teknik pemadaman kebakaran yang mencakup prosedur standar penanganan awal insiden kebakaran dan kedua, pelatihan intensif penggunaan gergaji mesin, yang merupakan alat vital dalam operasi SAR,  terutama untuk membuka akses di lokasi bencana yang terhalang reruntuhan atau pohon tumbang” tutur Sutiyono. Pelatihan semacam ini dinilai krusial mengingat posisi strategis Kapanewon Berbah dan potensi risikonya. Dengan pembekalan keterampilan teknis ini, diharapkan relawan KOKAM dan SAR dapat merespon insiden dengan lebih cepat, efektif, dan aman. “ Kegiatan ini merupakan implementasi dari semangat fastabiqul khoirot, yakni berlomba-lomba dalam kebaikan  yang terus digaungkan Muhammadiyah. Melalui pelatihan berkelanjutan, PC PM Berbah berkomitmen untuk mencetak relawan yang terampil dan siap diterjunkan dalam berbagai situasi darurat, sehingga kontribusinya bagi keselamatan masyarakat menjadi semakin nyata dan berdampak. Rep n Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

 ‘Aisyiyah Turi Gelar Musypimcab, Perkuat Peran Perempuan untuk Turi Berkeadilan

Turi,Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kapanewon Turi telah menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) I periode 2022-2027 di SMK Muhammadiyah 1 Turi pada Sabtu 25 Oktober 2025. Acara yang dihadiri oleh 76 orang perwakilan dari seluruh ranting, pimpinan cabang, dan lembaga ini bertujuan untuk mengevaluasi program serta menajamkan visi organisasi ke depan. Hadir juga dalam kegiatan ini unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi Drs. Bambang Rahmanto,  Panewu Turi  Joko Susilo, SP, M.Si, tokoh masyarakat, TNI, Polri, serta ortom Muhammadiyah seperti Nasyiatul ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan Kokam Turi. Dalam pidato pembukaannya, Ketua PCA Turi, Sri Winarti, M.Pd., menekankan pentingnya momentum ini untuk bermuhasabah dan memperkuat komitmen. “Kita tidak hanya ingin menjadi organisasi yang baik, tetapi organisasi yang adil dan berkemajuan,” tegasnya. Musypimcab kali ini mengusung tema  “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan untuk Mewujudkan Turi Berkeadilan.” Perempuan berkemajuan adalah mereka yang maju dalam segala aspek, bebas dari diskriminasi, dan memiliki ciri beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, serta berpikiran terbuka. Sementara ‘berkeadilan’ berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya, tidak berat sebelah, dan memenuhi hak serta kewajiban setiap pihak. “Dalam konteks perempuan, berkeadilan berarti mengakui dan memenuhi hak-hak perempuan secara utuh sesuai syariat, baik hak dalam pendidikan, ekonomi, maupun peran publik,” jelasnya. Ia juga mengingatkan para kader bahwa amal di organisasi adalah investasi akhirat dan mendorong semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Secara rinci, Musypimcab ini mengulas capaian berbagai program unggulan PCA Turi. Di antaranya adalah  Pendampingan Mualaf  yang telah berjalan sejak 2018,  Pengajian Dhuafa  rutin setiap Jumat Legi yang disertai pembagian sembako, serta  Pembinaan Guru KB-TK ABA  untuk memantapkan ideologi. Tutur Eni Sulistyowati SE  salah satu panitia kepada Arief Hartanto pada Sabtu sore. Selain itu, berbagai majelis dan lembaga di bawah PCA Turi juga menunjukkan kinerja yang aktif. Mulai dari Majelis Tabligh dengan pengajian keliling, Majelis Kesehatan yang rutin mengadakan pemeriksaan, Majelis Kesejahteraan Sosial dengan penyantunan duafa dan disabilitas, hingga Lembaga Penanggulangan Bencana yang aktif dalam sosialisasi. Agenda musyawarah ditutup dengan tekad kolektif untuk terus berkontribusi nyata yakni menghadirkan Islam yang ramah, mencerahkan, dan memberdayakan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar ranting dan lembaga, sehingga ‘Aisyiyah Turi semakin dinamis dan mampu menjawab tantangan sosial di masyarakat.

Loading

Pertemuan Antar Cabang Majelis Pembinaan Kader Aisyiyah Zona Utara Sleman Bahas Penguatan Sistem Perkaderan tingkat Cabang dan Ranting. 

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman menggelar pertemuan antar cabang (PAC) se-Zona Utara pada Ahad, 12 Oktober 2025, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi, Ngablak, Bangunkerto, Turi.Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pukul 08.30–11.30 WIB ini mengundang seluruh anggota MPK PCA (Pimpinan Cabang Aisyiyah) dan PRA (Pimpinan Ranting Aisyiyah) dari wilayah Turi, Tempel, Pakem, dan Cangkringan.Ketua MPK PDA Sleman Waridil Khotimah, S.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sinkronisasi dan koordinasi perkaderan lintas jenjang sesuai sistem perkaderan ‘Aisyiyah. “Pertemuan ini diharapkan memperkuat pemahaman dan komitmen kader terhadap visi-misi perjuangan Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan,” ujarnya.Dalam sistem perkaderan yang telah dirumuskan MPK ‘Aisyiyah, perkaderan tidak hanya berfungsi sebagai proses regenerasi kepemimpinan, tetapi juga sebagai upaya membentuk kader yang memiliki kompetensi, integritas, dan semangat juang untuk menggerakkan organisasi, umat, dan bangsa. Pendekatan yang digunakan mencakup perkaderan Utama seperti Baitul Arqam dan pelatihan instruktur, serta perkaderan Fubgsional melalui Kajian, pembinaan keluarga sakinah, dan dakwah jamaah.Sementara itu, berdasarkan kurikulum Baitul Arqam yang digunakan dalam pembinaan kader, materi yang disampaikan tidak hanya menekankan ideologi Muhammadiyah dan Aisyiyah, tetapi juga mencakup kepemimpinan transformatif, manajemen konflik, kewirausahaan, hingga kecakapan digital. Dengan demikian, kader yang terbentuk diharapkan mampu menjawab tantangan zaman secara kontekstual dan progresif. Di zona Sleman Timur yang meliputi Ngemplak, Kalasan, Prambanan, Berbah pada hari yang sama juga diselenggarakan acara serupa.Sekretaris MPK PDA Sleman, Widayatun, S.Ag., M.Psi., menambahkan bahwa pertemuan zona ini juga menjadi sarana silaturahmi dan berbagi praktik baik antar cabang dan ranting, agar kegiatan perkaderan di setiap wilayah berjalan seragam dan berkesinambungan. “Kami ingin memastikan semangat kaderisasi tetap hidup di semua tingkatan, dari daerah hingga ranting,” ujarnya.Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meneguhkan komitmen kader perempuan ‘Aisyiyah di Sleman untuk terus berdakwah, berjuang, dan berkontribusi bagi masyarakat berkemajuan sesuai nilai-nilai Islam yang mencerahkan.Rep-Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Musypimcab I ‘Aisyiyah Tempel Dorong Peran Perempuan Berkemajuan Menuju Tempel Berkeadilan

 Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kapanewon Tempel menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) I periode 2022–2027 di Gedung Darul Ulum pada Ahad (28/9/2025) atau bertepatan dengan 5 Rabi’ul Akhir 1447 H. Dengan mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Tempel Berkeadilan”, kegiatan ini dihadiri 96 peserta yang mewakili pimpinan cabang, ranting, dan undangan dari berbagai elemen masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan registrasi pukul 07.00 WIB, dilanjutkan pra-acara, dan pembukaan pada pukul 08.30 WIB. Prosesi pembukaan diawali dengan Kalam Ilahi oleh Hj. Nurhayati, S.Sos., dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars ‘Aisyiyah yang dipandu Dra. Hj. Siti Salamah. NA :Amalia Rosyida  S. Psi selaku MC membawakan acara dengan apik kemudian dilanjutkan rangkaian acara pembukaan Rapat kerja kali ini. Dalam sambutannya, Ketua PCA Tempel, Hj. Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD., menegaskan bahwa forum Musypimcab bukan sekadar pertemuan organisatoris. “Musyawarah ini bukan hanya sekadar forum organisatoris, melainkan juga sarana silaturahmi, bertukar gagasan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah. Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat, memperkokoh langkah perjuangan, serta membawa kemajuan bagi umat, bangsa, dan persyarikatan,” ujarnya. Turut memberikan sambutan Ketua PCM Tempel, H. Supriyoto, M.Pd., serta Panewu Tempel, Dakiri, S.Sos., M.Si., yang hadir bersama Lurah Mororejo, H. Joko Ristanto. Panewu Tempel menekankan pentingnya sinergi program antara pemerintah kapanewon dengan ‘Aisyiyah. “Kami menyambut baik langkah-langkah ‘Aisyiyah yang peduli pada isu strategis seperti optimalisasi peran perempuan, pencegahan stunting, serta penanganan kenakalan remaja. Program-program ini sangat relevan untuk didukung bersama,” ungkapnya. Amanat sekaligus pembukaan Musypimcab disampaikan Dra. Retno Endah Sawitri, M.Ag., yang menegaskan komitmen ‘Aisyiyah dalam mendinamisasikan peran perempuan. “Realitas tantangan dan problematika umat saat ini semakin kompleks. Karenanya, ‘Aisyiyah harus hadir secara nyata dalam mengurai dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada. Sinergi yang kuat antara pimpinan organisasi, majelis, lembaga, dan seluruh warga ‘Aisyiyah menjadi kunci untuk mencapai tujuan organisasi sekaligus menegakkan amar ma’ruf nahi munkar,” tuturnya. Setelah pembukaan, sidang pleno dimulai dengan penjelasan tata tertib oleh Sekretaris PCA Tempel, Suyatmi, S.Pd. Sidang dibuka dengan pidato iftitah Ketua PCA Tempel, Hj. Sri Wasiati, S.Pd., kemudian dilanjutkan laporan pertanggungjawaban pimpinan cabang oleh Ervin Iswandayani, S.Pd. Sidang pleno juga mengesahkan anggota tambahan PCA Tempel periode 2022–2027. Agenda sidang semakin dinamis dengan presentasi dari sembilan ranting yang memaparkan perkembangan masing-masing, sekaligus memberikan tanggapan atas laporan PCA Tempel. Memasuki sesi sidang komisi, peserta dibagi ke dalam tiga komisi. Komisi A membahas percepatan strategi ‘Aisyiyah cabang yang dipimpin Hj. Sri Arumi, S.Pd.AUD. Komisi B mengulas penguatan ranting dan amal usaha menuju keunggulan, dipimpin Hj. Siti Rofingah, A.Md.Keb. Komisi C membahas penguatan ideologi, kepemimpinan, dan tata kelola organisasi, dipimpin Hj. Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD., dan Nur Kasihati, S.Ag., S.Pd.SD. Acara ditutup dengan pengesahan hasil sidang dan pidato penutup oleh Hj. Siti Rofingah, A.Md.Keb. Sebagai bentuk apresiasi, PCA Tempel memberikan penghargaan kepada tiga ranting terbaik, yaitu Ranting Margorejo, Ranting Lumbungrejo 2, dan Ranting Banyurejo. Acara ini mendapakan support dari 9 personil KOKAM Tempel yang membantu keamanan dan kelancaran acara. Musypimcab I ‘Aisyiyah Kapanewon Tempel 2022–2027 ini diharapkan menjadi tonggak strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun masyarakat berkemajuan serta menciptakan keadilan sosial di Tempel. Rep : Ervin Iswandayani, S.Pd PCA Tempel Editor  Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Kuatkan Jaringan Kaderisasi Antar Cabang Dan Ranting ‘Aisyiyah, MPK PDA Sleman Gelar Pertemuan Antar Cabang (PAC)

Sleman, Pdmsleman.Or.id Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Sleman menyelenggarakan kegiatan pertemuan antar cabang (PAC)  dilaksanakan pada hari Ahad 28 September 2025 pukul 09.00 – 12.00.  Adapun kegiatan ini terbagi dalam dua zona yaitu zona Tengah bertempat diruang pertemuan Aisyiyah Mlati yang dihadiri oleh anggota Pimpinan MPK Tingkat cabang dan ranting Sleman, Mlati, Seyegan, Ngaglik dan Depok, sekitar 50 orang. Sedangkan untuk zona barat bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Gamping yang dihadiri oleh anggota Pimpinan MPK Tingkat cabang dan ranting Moyudan, Minggir, Godean, Gamping, sekitar 58 orang.  Kegiatan PAC ini merupakan salah satu program kerja MPK PDA sleman yang bertujuan untuk memperkuat jaringan kaderisasi dan sistem perkaderan di Aisyiyah. Hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari Pimpinan Aisyiyah Daerah Sleman Hj Sunarti dan Dra Hj Suharti, dalam sambutannya menyampaikan “ apresiasi yang sangat baik tentang kegiatan PAC yang diadakan oleh MPK PDA Sleman, harapannya dapat memotivasi cabang maupun ranting untuk selalu berkembang dan Berkemajuan”. Kegiatan PAC yang berlangsung ini selain konsolidasi antar cabang dan ranting, juga ada materi yang disampaikan oleh MPK PDA Sleman yaitu tentang Sistem perkaderan Aisyiyah (SPA) dan konsep Baitul Arqom. Sementara Waridil Khotimah selaku ketua MPK PDA Sleman menuturkan bahwa kegiatan PAC ini menjadi salah satu sarana untuk memperkuat jaringan kaderisasi antar cabang dan ranting serta menyamakan persepsi tentang sistem perkaderan Aisyiyah. Melalui kegiatan ini harapannya bisa turut mewujudkan dan menumbuhkan semangat berorganisasi bagi seluruh kader Aisyiyah di kabupaten Sleman. “Semoga acara ini dapat bermanfaat dan tercapai sesuai tujuan yang diharapkan, masing-masing cabang juga ranting secara menyeluruh dapat menyelengarakan kegiatan Baitul Arqom”, pungkasnya. Kegiatan PAC berikutnya insya allah akan dilaksanakan dibulan Oktober yaitu di zona utara (Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan) dan zona timur (Ngemplak, Kalasan, Berbah, Prambanan), dengan harapan kegiatan bisa berjalan lancar seperti kegiatan PAC yang sudah berlangsung. Rep Amin Hasanah (AH) PDA Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading