Aisyiyah Kalasan Terus Gencarkan Gerakan Kepedulian Lingkungan

Kalasan, Pdmsleman.Or.id Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kalasan melalui Lembaga Lingkungan Hidup Dan Penanggulangan Bencana LLHPB menyelenggarakan program pengelolaan sampah Selasa 23 September 2025 bertempat di Ruang Rapat Sumanggem Lantai 2 Kapanewon Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Ketua LLHPB Aisyiyah Kapanewon Kalasan  Hj. Tri Lestari menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan  PCA kapanewon Kalasan melalui LLHPB diikuti pengurus  dan anggota Aisyah se kapanewon Kalasan  beserta guru PAUD dan TK.  Kegiatan ini terlaksana atas dukungan dari pemerintah Kapanewon Kalasan melalui Kepala Jawatan Sosial Budi Santoso, S.IP” Semoga kegiatan memberikan manfaat untuk menjaga bumi menjadi lebih.” Ujar Tri Ketua  PCA Kapanewon Kalasan Fatmah Ismiyati  mengapresiasi kegiatan LLHPB PCA Kalasan yang dalam kegiatannya malah lebih aktif dibanding tingkat Daerah. Dikatakan bahwa Aisyiyah paling awal merespon adanya kasus ditutupnya TPA Piyungan. Dengan gerak cepat Aisyiyah mengadakan pelatihan, bimtek, sosialisasi pengelolaan sampah kepada warganya,  khususnya yang ada  kaitannya dengan lingkungan hidup.Khususnya tentang  pemilahan sampah dapur yang bisa diberdayakan dan bermanfaat bagi  warga masyarakat pada umumnya.”Seperti pembuatan pupuk, pembuatan  sabun, bahkan pembuatan minuman kesehatan”.  Jelas Fatma. Aisyiyah Kalasan juga selalu bekerjasama dengan pihak terkait khususnya dengan pejabat setempat yaitu kapanewon , Dinas Lingkungan Hidup serta komunitas lain yang tidak mengikat “Dengan  diadakan bernacam macam  kegiatan di harapkan anggota Aisyiyah bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari hari.” Pungkasnya. Panewu Kalasan Samino, SIP. M.Ec.Dev menyampaikan terimakasih kasih kepada pengurus dan anggota Aisyiyah yang telah memberikan kontribusi kepada lingkungan dengan berbagai kegiatan bagi warga masyarakat. Pihak pemerintah  Kapanewon akan selalu mendukung dengan memberikan fasilitasi kegiatan untuk program yang sudah di rencanakan. ” Terlebih kegiatan yang bersinggungan dan mendukung program pemerintah  dalam upaya pengelolaan sampah untuk menuju zero waste.” Sebagai pemateri Endah Widarningsing ketua PSM Bima Jaya Mandiri yang juga merupakan pengurus LLHPB  Aisyiyah Kapanewon Kalasan, yang juga merupakan pengusaha daur ulang sampah Plastik menyampaikan bahwa  pengelolaan sampah organik adalah sangat penting. Seperti diketahui sampah organik cepat membusuk bila tidak segera di tangani. Banyak cara yang bisa di pakai dalam penanganan sampah organik.Bisa dibuat pupuk kompos, bisa di kubur langsung dalam tanah atau di lakukan fermentasi. Bisa juga dibuat Eco Enzym dengan mempergunakan kulit buah yang bersih dan segar. Adapun bahan untuk membuat  eco Enzym selain kulit buah ditambah molase dan air. Dengan perbandingan satu bagian molase, 3 bagian bahan organik dan 10 bagian air. Ketiga bahan tersebut dimasukkan dalam wadah dari plastik bukan kaca atau logam. “Wadah di tutup rapat dilakukan fermentasi selama 90 hari baru bisa di panen.” Jelas Endah. Setelah dipanen evo Enzym bisa langsung dipergunakan sesuai kebutuhan, namun bisa juga diolah lagi sebagai produk turunan eco Enzym. Produk turunan bisa berupa hand sanitizer, sabun dan lainnya. Untuk membuat sabun bisa di tambahkan bahan Metil Ester Sulfonat (MES). MES sendiri merupakan bahan baku utama dalam pembuatan sabun jenis deterjen yang ramah linkungan, terbuat dari turunan minyak nabati seperti minyak kelapa sawit dan berfungsi sebagai surfaktan. ” Pemakaian MES dalam pembuatan sabun organik karena terbuat dari nabati mudah terdegradasi tidak mencemari lingkungan ” tambahnya. Pada kesempatan itu Endah juga memberikan materi cara pembuatan minuman Juspro berbahan buah segar dan kulitnya bisa di pergunakan untuk pupuk  dan  membuat sabun Biowash. “Fungsinya hampir sama dengan Eco Enzym namun ini fermentasi  cuma 3 hari atau 72 jam dengan menggunakan tambahan probiotik, Promic.” Ucap Endah. Untuk membuat Juspro bahanya adalah satu bagian Promic , 5 bagian buah segar ditambah 25 bagian air matang.” Harus menggunakan air matang karena hasilnya akan dikonsumsi sebagai minum kesehatan.” Adapun bahan dan perbandingan untuk membuat Biowash adalah  satu bagian Promic, 5 bagian kulit buah dan 25 bagian air . Dilakukan fermentasi 3 harivatau 72 hari. Kusnadi KIM Berbah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kolaborasi Efektif Menguatkan Sinergi, Cabang Dan Ranting Semakin Berarti

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kunjungan silaturahmi  ke Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) dan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Sleman yang berlangsung di SMK Muhammadiyah 1 Sleman, Ahad pagi 14 September 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh cabang dan ranting di Sleman, serta pengurus dari Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Muhammad Arif Darmawan, S.Pd., Ketua PWPM DIY, dan M. Qomarudin, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan PWPM DIY didampingi oleh Dr. Iwan Setiawan, Wakil Ketua PWM DIY. Turut hadir pula Ketua PWNA DIY, Dr. Syahdara Anisa Makruf, sementara seperti dari PDPM Sleman hadir Prakasa Radya Sulendra sebagai Ketua, dan Shofi Nuria Melati sebagai Ketua PDNA dan H Arief Sulistyo dan Eko Sumardiyanto mewakili PDM Sleman. Dalam sambutannya, Arif  Darmawan menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah untuk memperkuat sinergi di tingkat cabang dan ranting. “Sleman telah mencapai 100% Musyawarah Cabang (Musycab), ini merupakan pencapaian luar biasa yang harus kita jaga dan kembangkan bersama,” ujarnya. Acara inti berupa sharing keaktifan dan keunggulan masing-masing cabang menjadi momen penting untuk saling belajar dan memperkuat jaringan. Setiap cabang memaparkan program unggulan yang telah dijalankan, serta tantangan yang dihadapi dalam menggerakkan kader di wilayahnya. Selain itu, kegiatan ini juga diwarnai dengan pembacaan deklarasi anti miras, narkoba, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak. Deklarasi ini menjadi komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi muda di Sleman. “Kami bertekad untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan kekerasan yang merugikan perempuan dan anak-anak,” tegas Shofi Nuria Melati, Ketua PDNA Sleman. Prakasa Radya Sulendra, Ketua PDPM Sleman, menambahkan bahwa sinergi antara Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah sangat strategis dalam membangun karakter dan kapasitas kader. “Kolaborasi ini bukan hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” katanya. Kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar pengurus dan anggota dari berbagai cabang. Dengan dukungan penuh dari PWM dan PWNA DIY, diharapkan sinergi ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Sleman. Rep Arif Nurman Hakim Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Nuansa Merah Putih Selimuti Pengajian Jumat Legi Aisyiyah Seyegan

Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Seyegan menggelar Pengajian Rutin Jumat Legi pada hari Jumat tanggal 22 Agustus 2025 di masjid Al Kautsar Mrincingan Margomulyo Seyegan. Suasana berbeda dari biasanya, kurang lebih 900 orang  jamaah Aisyiyah yang hadir dari seluruh wilayah Seyegan ini terlihat didominasi pakaian bernuansa merah putih.  “Pengajian kali ini mengambil tema merah putih sebagai bentuk rasa nasionalisme jamaah Aisyiyah Seyegan di bulan kemerdekaan”, ungkap Hj. Sarju, Ketua PCA Seyegan dalam sambutannya.  Hadir sebagai pembicara Wakil Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman Hj. Sri Sumiyarsi, M.Pd.I menyampaikan pentingnya peran perempuan dalam mengisi kemerdekaan di antaranya perempuan berperan sebagai ibu dari anak-anaknya, pendamping suaminya, dan juga sebagai ibu dari masyarakat. Dalam memaknai kemerdekaan tidak lepas dari kemerdekaan dalam menyembah Allah, sebagaimana termaktub dalam Al Qur’an surat Adz Dzariyat ayat 56 yaitu Allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada Allah. PCA Seyegan juga selalu bekerjasama dengan lembaga lain, termasuk dengan LAZISMU Seyegan. Salah satu agenda yang dimasukkan dalam rangkaian pengajian Jumat legi kali ini yaitu Pentasarufan Dana Pendidikan dari LAZISMU Seyegan untuk murid TK Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA). Ketua LAZISMU Seyegan, H. Wahyu Purhantara menyampaikan bahwa di bulan kemerdekaan ini LAZISMU mentasarufkan dana pendidikan dalam bentuk Subsidi SPP untuk murid TK ABA dengan total dana yang disalurkan Rp.10.220.000,- diterimakan kepada 37 murid dari 12 TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) yang ada di Seyegan. “Harapan kami dengan subsidi SPP ini tidak ada lagi murid yang menunggak pembayaran SPP sehingga operasional sekolah bisa tetap berjalan” tambahnya .  Acara Pengajian Jumat Legi yang menjadi program Majelis Tabligh dan Ketarjihan PCA Seyegan ini selalu mendapatkan respon positif dari jamaah, terbukti banyaknya jamaah yang hadir.  Ditambah dengan adanya Bazaar murah dari UMKM binaan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PCA Seyegan yang menyediakan berbagai macam olahan makanan yang bisa menjadi pilihan oleh-oleh pulang dari pengajian.  (Dhian Navitri/PCA Seyegan) Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Gebyar Hari Anak Nasional 2025: 1.700 Siswa PAUD Asiyiyah se Kabupaten Sleman Bersama Bupati dan Senator DIY

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Milad Aisyiyah 108 yang dirangkai dengan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap tanggal 23 Juli diperingati Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sleman melalui Majelis PAUD Dasar dan Menengah bersama Pimpinan Daerah Ikatan Guru ‘Asiyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Pawai Defile bertema “Anak Hebat, Indonesia Kuat, Menuju Indonesia Emas 2045” dan dimeriahkan Senam Massal Guru dan Anak Cinta Indonesia. Acara yang berlangsung di Lapangan Pemda Sleman ini dihadiri oleh sekitar 1.700 anak usia dini dari berbagai lembaga PAUD Aisyiyah se-Kabupaten Sleman pada Rabu 23 Kuli 2025. Hari Anak Nasional merupakan momen penting untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen bangsa bahwa anak-anak adalah generasi penerus yang harus dilindungi dan dibina. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat kebersamaan, serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas dan keceriaan mereka. Tema yang diusung, “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, mencerminkan harapan untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter mulia. Acara dimulai dengan Pawai Defile yang menampilkan berbagai kostum kreatif dari anak-anak PAUD utusan IGABA perwakilan per kapanewon dengan aksinya yang lucu dan menarik berjalan Bersama dihadapan para juri. Selain senam, acara ini juga diisi dengan pentas kreativitas anak yang menampilkan berbagai bakat, mulai dari penyerahan buket bunga kepada para tamu undangan  dan lantuan ayat al Qur’an dari anak didik PAUD kapanewon Sleman. Hanik Rosyada MA selaku Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sleman dan Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah PDA Sleman berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen semua pihak dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak Indonesia, khususnya anak usia dini. Dalam sambutannya Syauqi Soeratno, MM senator anggota DPD RI dari Yogyakarta menekankan pentingnya peran orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendukung tumbuh kembang anak. “Anak-anak adalah harapan kita semua. Kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan mendukung,” ujarnya.  “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, bahagia, cerdas, dan berkarakter mulia,” ungkap Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sleman Harda Kiswaya SE, M.Si juga menekankan pentingnya evaluasi peran pendidikan di semua jenjang, mulai dari PAUD hingga SMP. “Dinas pendidikan diharapkan dapat mengembangkan tema-tema tematik yang dapat menyambungkan agenda kegiatan pembinaan anak dari daerah hingga pusat,” tambahnya. Turut hadir  Anggota DPD RI. Syauqi Soeratno MM, ketua PDM Sleman H. Harjaka S.Pd, S,Ag, MA, PDA Aisyiyah, Kepala Dinas Pendidikan Sleman Mustadi, S.Sos, M.M.. DPRD Sleman H. Banudoyo Manggolo S.Kom, Hasil lomba defile adalah diperoleh kontingen IGABA Mlati sebagai juara 1, Berbah juara 2, Ngaglik juara 3 sedangkan Tempel dan Cangkringan sebagai juara harapan 1 dan 2. Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan hak dan perlindungan anak, serta menumbuhkan iman , semangat nasionalisme dan karakter anak sejak usia dini. Kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebagai langkah konkret untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Kabupaten Sleman.

Loading

Kontingen Aisyiyah Sleman Juara Konten Kreatif Video Dalam Jambore Nasional Aisyiyah Cadre Camp

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Jambore Aisyiyah Cadre Camp (ACC) yang berlangsung pada Sabtu- Ahad  5-6 Juli 2025 di Bumi Perkemahan Jaka Garong, Sleman meninggalkan banyak cerita momen berharga. Salah satunya dari kontingen bagi anggota Aisyiyah Sleman. Sebagaimana disampaikan Waridil Khotimah S.Pd dari Majelis Kader PDA Sleman, dalam kegiatan ini kontingen PDA Sleman hadir diantara ratusan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia apalagi bertempat di Kabupaten Sleman. Dalam kegiatan ini PDA Sleman menugaskan sejumlah anggota Aisyiyah untuk bergabung dalam kegiatan ini diantaranya Margiyanti S.Pd dan Endri dan sejumlah anggota lainnya. Menurut Margiyanti meskipun awalnya ragu, akhirnya memutuskan untuk ikut serta.”  Kecintaan saya terhadap camping sejak kecil membuat saya bersemangat, meskipun saya belum sepenuhnya memahami kegiatan yang akan dilaksanakan”. Setelah bergabung dalam grup WhatsApp peserta, kami mulai menerima informasi dan petunjuk teknis yang cukup banyak. Jambore ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh MPK pusat, dan mendengar kata “nasional” tentu membuat kami merasa bahwa ini adalah event yang sangat penting. “ Masalah muncul dimana awalnya, suami tidak mengizinkan, tetapi setelah berbicara, beliau akhirnya mendukung keputusan saya untuk ikut acara ini “ tambahnya. Bersama delapan teman dari berbagai daerah seperti Pakem, Ngaglik, Minggir, dan Sleman, kami siap berpartisipasi. Dari Pakem, Ismiyati, Suhartini; Ngaglik Syaadah dan Rahma, Sleman oleh Margiyanti, Saerani serta Wiwik dari Minggir. Meskipun kesibukan masing-masing membuat kami sulit untuk bertemu, kami berhasil berkumpul di rumah Ibu Margiyanti untuk membahas persiapan. Dalam pertemuan sepakat untuk memilih Margiyanti sebagai ketua regu, nama regu “Fathonah”. Salah satu tugas dalam kegiatan adalah membuat konten video tentang tokoh yang menjadi nama regu kami, yaitu Ibu Fathonah. Mencari waktu untuk wawancara dengan beliau ternyata tidak mudah, tetapi pada tanggal 16 Juni, kami berhasil melakukannya. Wawancara berjalan lancar dan hasilnya diunggah ke TikTok dan Instagram, mendapatkan banyak perhatian dari netizen. Hari H pun tiba pada tanggal 5 Juli, kontingen Aisyiyah Sleman hadir di Garongan dengan berbagai perlengkapan. Mbak Endri telah menyiapkan bunga merah putih dan oleh-oleh khas Slondok, sementara saya membawa nasi crispy. Acara pembukaan di pagi hari diikuti dengan berbagai rangkaian kegiatan, termasuk pensi yang melibatkan kolaborasi dari lima kabupaten. Meskipun kami tidak meraih juara, penampilan kami berhasil menghibur semua peserta. Malam itu,  ada beberapa peserta yang memilih tidur di luar tenda di bawah sinar bulan yang indah. Pagi harinya, kami melaksanakan sholat tahajud dan subuh berjamaah, diikuti dengan lomba nasi goreng. Kami memilih untuk tidak ribet dan hanya memasak nasi goreng, sementara sarapan nasi pecel dibeli matang. Hari kedua diisi dengan lomba jelajah alam. Regu kami, dengan nomor urut 35, berhasil menyelesaikan semua pos dalam waktu yang cukup baik. Banyak cerita lucu dan yel-yel kreatif yang menghibur kami sepanjang perjalanan. Momen tak terlupakan terjadi ketika kami mendapatkan buah nangka gratis dari seorang petani di tengah perjalanan. Setelah melewati berbagai tantangan, kami tiba di tenda utama dengan total langkah 10.050 dan jarak 6,93 km. Saat acara penutupan, kami sudah merasa lelah dan pesimis. Namun, ketika nama regu “Fathonah” diumumkan sebagai juara 1 untuk kategori konten kreatif video, kami terkejut dan langsung berlari ke panggung. Semua lelah dan ngantuk kami hilang seketika, digantikan dengan tawa bahagia dan haru. Alhamdulillah, pengalaman ini menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi kami semua. Rep   Margiyanti Aisyiyah Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

LAZISMU PEDULI GURU HONORER

Berbah. Pdmsleman.Or.Id Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Kabupaten Sleman pada Kamis dan Jum’at, 19 dan 20 Juni 2025 adakan koordinasi dalam upaya untuk lebih mengoptimalkan peran LazisMu sebagai jembatan antara muzakki (pemberi zakat) dan mustahik (penerima zakat) dalam menjalankan berbagai programnya. Untuk wilayah Timur dilaksanakan di Kantor Layanan LazisMu (KKL) Berbah pada Kamis, 19 Juni 2025, dengan menghadirkan KKL Berbah, Cangkringan, Kalasan, MBS Prambanan, Ngaglik, Ngemplak, Prambanan, dan SMK Muhammadiyah Prambanan. Syinta Brata, S.Si. (Ketua LazisMu) Kabupaten Sleman dalam pengantarnya menyampaikan bahwa peran LazisMu dalam mengorganisir kegiatan bantuan sosial khususnya di Sleman belum maksimal. Dari kegiatan yang dilakukan selama Ramadhan, Idiul Fitri dan Idul Qurban hendaknya menjadi bahan evaluasi untuk lebih ditingkatkan lagi. Banyak yang telah dilakukan di masing-masing KKL namun mohon lebih difokuskan terhadap bantuan sebagai bentuk kepedulian LazisMu kepada guru-guru Honorer di Kabupaten Sleman yang honornya masih jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Di Kabupaten Sleman ada 123 guru honorer yang mengabdi di Muhammadiyah, meliputi Kapanewon Turi, Tempel, Sleman, Seyegan, Prambanan, Pakem, Moyudan, Minggir, Godean, Gamping, Cangkrigan dan Berbah. Bantuan yang dapat diberikan kepada mereka  baru sekedar sembako dan sedikit uang transport.  Dalam koordinasi tersebut, masing-masing KKL menyampaikan kendala yang dihadapi di wilayahnya, mengapa perannya tidak bisa maksimal. Sebagian besar karena terbatasnya tenaga relawan pelaksana KKL. Kalau ditambah personalianya beban anggarannya belum mencukupi. Harapannya ada solusi. Rep M.A. Sanusi, KIM T  Berbah 

Loading

STEPS2 ALLAH LONDON KEMBALI BERBAGI HEWAN QURBAN 

Pdmsleman.or.id Sabtu 7 Juni 2025 di hari Tasyrik jamaah muallaf Steps2 Allah London kembali berbagi hewan qurban 4 sapi dan 20 ekor kambing dialokasikan di SD Muhammadiyah 2 Pakem, jamaah Gungan Cangkringan dan jamaah kompleks SMK Muhammadiyah Mlati. Dr. M.Hilal selaku ustadz dan koordinator kegiatan muallaf menyampaikan hewan qurban itu melalui wakil ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman, Siti Aminah Masykur. Sasaran penerima hewan qurban diutamakakan masyarakat lereng gunung merapi dan pinggiran. Dari para penerima mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Indonesia khususnya wilayah Sleman utara lereng Merapi. Semoga saudara-saudara kita yang di London makin sehat, makin kuat akidahnya dan semakin dekat dengan Allah. Semarak kegiatan qurban di SD M Pakem juga di iringi dengan lomba mewarnai untuk anak TK dan SD serta pentas seni religi. PD PM dan PD NA kabupaten Sleman bekerja sama mengelola pembagian daging qurban ke masyarakat. Rep Hanik R

Loading

Mencicipi Lezatnya Daging  Kurban Dari Muslim London

Berbah, Pdmsleman.Or.id Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Berbah mengundang Pengurus PCA dan relawan Lazismu Berbah untuk silaturahmi menjalin keakraban sambil menikmati lezatnya daging korban dari saudara muslim yang ada di London.Silaturahmi berlangsung di Rumah Tahfidz Aisyiyah (RTA) Berbah padukuhan Krikilan, Tegaltirto, Berbah, Sleman hari Ahad jam 10.00 tanggal 8 Juni 2025. Ketua PCA Berbah Hj. Isrodah, SPd menyampaikan Rumah Tahfidz Aisyiyah Berbah yang diresmikan pemakaiannya pada pada hari Rabu 26 Maret 2025. Bertepatan dengan 26 Ramadhan 1446 H merupakan rumah wakaf dari ibu Betty. Selain dipergunakaan sebagai rumah Tahfidz juga dipakai untuk berkegiatan Aisyiyah. Juga dipergunakan sebagai kantor Biro Keluarga Sakinah Aisyiyah (BIKSA) yang diperuntukan sebagai tempat konsultasi masyarakat yang mengalami masalah dalam rumah tangga baik anak, dewasa dan orang tua. Banyak hal terjadi dalem kehidupan berumah tangga, seperti perundungan, KDRT, perselingkuhan, permasalahan ekonomi dan lainnya.” BIKSA mencoba hadir sebagai tempat curahan hati, mencari solusi agar rumah tangga kembali harmonis menjadi keluarga sakinah” Disampaikan oleh ketua LBSO PDA Sleman Hj. Yuliani Murtiningsih, SPd bahwa Idul Qurban kali ini Muhammadiyah mendapatkan sodakoh Kurban dari Kelompok Muslim Steps 2 Allah yang ada di London berupa 4 ekor sapi dan beberapa ekor kambing. Kesemua juga sudah di salurkan ke tempat tempat yang membutuhkan. Sebagian dari daging kurban tersebut kita nikmati bersama untuk makan bersama ibu Aisyiyah dan relawan Lazismu PCM Berbah. Penyaluran hewan kurban merupakan bagian hubungan yang sudah terjalin lama antara Steps2Allah di London dengan Muhammadiyah. Hubungan itu terjalin melalui Muhammad Hilal salah satu cicit Pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan.“Semoga amal kebaikan saudara muslim kita mendapatkan pahala yang besar dari Allah” ungkap Hj. Yuli. Steps2Allah sendiri merupakan komunitas muslim yang ada di London, berdiri dari tahun 2005. Oleh 6 orang,pada sebuah rumah di Islington, London. Pertemuan tersebut adalah untuk merayakan peristiwa penting seorang saudara baru masuk Islam.Orang tersebut adalah bernama Simon namun ketika memeluk agama Islam berganti nama Saifullah. Peristiwa besar tersebut menginisiasi pertemuan untuk mengadakan pertemuan rutin setelah pertemuan itu. Dalam perkembangan waktu banyak orang berkumpul sehingga rumah tersebut diberi nama DARUSSALAM (tempat tinggal yang damai) Komunitas muslim mualaf tersebut diberi nama Steps2Allah. Dengan berkembangnya komunitas Steps2Allah terbentuklah penggalangan dana. Yang dana tersebut dipergunakan untuk membantu anggota yang membutuhkan. Pada selanjutnya dana tersebut dipergunakan untuk membantu saudara lain baik yang ada di London maupun yang berada di belahan dunia yang lain. Bantuan dana tersebut juga dirasakan oleh yang berada di Indonesia khususnya warga Muhammadiyah Berbah.Beberapa tahun yang lalu pernah mendapat kurban dua ekor sapi. Penyembelihan dilakukan di SD Muhammadiyah Karangharjo.“Juga pada saat bulan Ramadhan kemaren mendapatkan takjil buka puasa yang diselenggarakan rumah Tahfidz ini juga” pungkas Hj. Yuli. Sodakoh daging kurban yang sudah dimasak dinikmati bersama pengurus Aisyiyah dan relawan Lazismu Berbah. Selain itu juga di sodakohkan kepada warga sekitar RTA.Disamping itu PCA Berbah menyampaikan bingkisan kepada tetangga kiri kanan RTA dalam rangka menyambut hari Raya idul Qurban 1446 Hijriyah. Kusnadi Berbah

Loading

STEPS2ALLAH LONDON Berbagi HEWAN Qurban ke Pelosok Sleman Indonesia BersamaAisyiyah, PDPM dan PDNA Sleman

sLEMAN, pDMSLEMAN.oR.iD Atas nama Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman, mengucapkan terima kasih kepada para Sohibul  atas kepercayaannya yang diberikan kepada kami pengurus, untuk menyalurkan hewan kurban pada momen hari raya Idul Adha 1446 H, dan terima kasih kepada seluruh PDPM dan PDNA Kabupaten dalam sinerginya, makna berkurban dalam Islam mencerminkan dimensi sosial yang sangat tinggi. Daging kurban yang dibagikan menjadi sarana mempererat hubungan antar sesama manusia” ujar  Hanik Rosyadah, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman. Ibu Aminah Masykur, juga menyampaikan bahwa berdasarkan dana yang disalurkan oleh Sohibul Steps2Allah London Tahun ini mencapai 4 lembu dan 22 kambing, sehingga dapat dilakukan pemerataan sampai pelosok-pelosok, seperti Cangkringan, Pakem daerah Turgo dan di Mlati serta dilakukan serentak. Untuk lembu dan kambing yang disalurkan gemuk-gemuk dan dagingnya bagus-bagus, masyarakat sangat bahagia saat menerimanya. Dengan berkurban, seorang Muslim belajar untuk berbagi rezeki dan kebahagiaan, terutama kepada mereka yang jarang merasakan nikmatnya makan daging. Maka, makna berkurban juga adalah wujud solidaritas dan empati kepada yang membutuhkan,” pungkas Ketua PDPM Sleman Mas Prakarsa, yang dalam pelaksanaanya juga ikut menyembelih hewan kurban. Dikatakannya, pelaksanaan tahun ini terasa sangat Istimewa karena dikerjakan dan dikoordiir oleh rekan-rekan muda yang sangat semangat dalam pelaksanaanya, sehingga mampu menjadikan Kurban tahun ini menjadi salah satu yang semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya. “Alhamdulillah, tahun ini lebih banyak hewan yang kita qurbankan, Insya Allah tahun depan lebih banyak lagi orang yang berkurban”Arif Hakim. Selain pembagian hewan kurban juga mengadakan lomba melukis dan mewarnai sera pentas seni oleh SD Muhammadiyah 2 Pakem sehingga acara terasa sangat seru dan membagiakan. Kegembiraan terpancar pada raut wajah anak-anak, guru-guru, relawan serta warga masyrakat yang hadir dalam pelaksanaan diberbagai daerah tersebut. Memaknai IdulAdha ini dengan menunjukkan kepeduliannya, berbagi, membangun kebersamaan, serta mempererat persaudaraan antar umat beragama yang hidup berdampingan.

Loading

Kokohkan Kemandirian, IGABA Lantik Pengurus Baru

Sleman, Bertempat di aula BAPPEDA Pemda Sleman Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten pada hari Rabu 5 Juni 2025 melantik pengurus baru IGABA ( Ikatan Guru aisyiyah Bustanul Athfal ) periode 2025 – 2029. Hadir dalam acara Bunda PAUD Kabupaten Sleman ibu Mila Harda Kiswaya ( istri bupati Sleman ), Sugeng Syaifullah,S.HI, M.Pd Dinas Pendidikan Sleman, Ali Affandi S.Ag dari Kemenag Sleman, Kus Indarti wakil IGABA DIY dan tamu undangan lainnya. Dalam sambutan pengantar Hanik Rosyada selakyu Ketua Aisyiyah daerah sleman menyampaikan bahwa ” Aisyiyah adalah pelopor Pendidikan kaum perempuan dan anak. Sejak tahun 1919 sebelum negeri ini merdeka Nyi Ahmad Dahlan telah mengawali perkumpulan Sopo Tresno Wanito dan kelompok sinau anak-anak yang disebut Frobel”. Pada perkembangannya di Sleman telah ada 199 lembaga PAUD dan TK ada didalamnya. Bahkan PP Aisyiyah baru saja ground breaking untuk menfirikan TK ABA Semesta di Bodeh Ambarketawang Gamping. Layanan pendidikan anak usia dini yang global dan multi baik bahasa, budaya, agama namun tetap menuju akhlak mulia cerdas berdasarkan Al Qur’an dan Sunah Rasul. Bunda PAUD Mila Harda Kiswaya menguatkan peran Aisyiyah dalam pendidikan di Sleman. Generasi emas yang ditarget tahun 2045 terwujud memerlukan peran dan perjuangan TK ABA. Di telapak kakimu terbentang surgaDitanganmulah nasib bangsa mari beramal dan berdarma bakti penuh karunia. Dilantik oleh bunda Naryatun selaku ketua majlis PAUDASMEN bunda Retnoningsih,.S.Pd.AUD dari TK ABA Dadapan Godean beserta jajaran pimpinan. Selamat bekerja mengabdi untuk bangsa melalui jalur pendidikan Anak Usia Dini. Rep Hanik Rosyada M.Pd

Loading