Kontingen PDA Sleman Tampil Gemilang di ‘Aisyiyah Cadre Camp DIY 2026

Bantul, Pdmsleman.Or.Id Kontingen Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Sleman menunjukkan semangat kaderisasi dan prestasi membanggakan dalam kegiatan ‘Aisyiyah Cadre Camp (ACC) DIY 2026 yang digelar pada Sabtu–Ahad, 4–5 Juli 2026, di Bumi Perkemahan Kalakijo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang menjadi bagian dari pola kaderisasi ‘Aisyiyah ini bertujuan membentuk kader yang kokoh dalam ideologi, berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan. Sebanyak 22 regu dari lima Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah kabupaten dan kota se-DIY, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, serta organisasi otonom tingkat wilayah turut ambil bagian dalam perkemahan tersebut. PDA Sleman mengirimkan 24 peserta yang dibagi ke dalam tiga regu, masing-masing beranggotakan delapan orang. Kontingen ini merupakan gabungan kader dari berbagai Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah, yakni Turi, Cangkringan, Seyegan, Moyudan, Gamping, Kalasan, Berbah, dan Depok. Mereka juga diperkuat oleh kader dari organisasi otonom, yaitu Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA), Hizbul Wathan (HW), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Ketua Kontingen Sleman, Sulis dari PCA Seyegan, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ACC menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas kader sekaligus memperluas pengalaman dalam berorganisasi. “ACC bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi ruang belajar bersama untuk menguatkan ideologi, membangun kepemimpinan, dan mempererat ukhuwah antarkader ‘Aisyiyah se-DIY,” ujarnya. Adapun tiga regu yang mewakili PDA Sleman diberi nama tokoh-tokoh perempuan inspiratif dalam sejarah Muhammadiyah, yakni Regu Nyai Walidah, Regu Siti Bariyah, dan Regu Nyai Siti Baroroh Baried. Sementara itu, posisi sekretaris kontingen diamanahkan kepada Lala dari Hizbul Wathan. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari materi kaderisasi, permainan tim, hingga kegiatan jelajah alam yang dirancang untuk melatih kepemimpinan, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kontingen Sleman juga tampil memukau dalam pentas seni dengan menampilkan Senam Sleman Bangkit dan Tari Buto-Buto Galak. Penampilan tersebut berhasil memeriahkan suasana perkemahan dan mendapat apresiasi dari peserta serta panitia. Prestasi membanggakan pun berhasil diraih oleh kontingen PDA Sleman. Mereka keluar sebagai juara dalam beberapa cabang perlombaan, di antaranya lomba memasak, lomba Kue Ketangguhan Ideologi ‘Aisyiyah, dan lomba jelajah alam. Reporter kegiatan, Nisa Kamila, menilai capaian tersebut menjadi bukti semangat kebersamaan dan kualitas kader ‘Aisyiyah Sleman. “Prestasi yang diraih menunjukkan bahwa kader PDA Sleman tidak hanya unggul dalam kebersamaan dan kreativitas, tetapi juga memiliki daya juang dan semangat kaderisasi yang kuat,” ungkapnya. Keikutsertaan dalam ACC DIY 2026 diharapkan semakin memperkuat peran kader ‘Aisyiyah Sleman sebagai perempuan berkemajuan yang siap berkontribusi bagi masyarakat, persyarikatan, dan lingkungan. Jika diperlukan, saya juga dapat menyesuaikan berita ini ke format rilis media cetak, portal berita online, atau menambahkan kutipan dari Ketua PDA Sleman untuk memperkuat unsur jurnalistiknya. https://drive.google.com/drive/folders/1FnMffmjOl7UAm0CpOtbHO8BkxRpOSvcv Rep Nisa Kamila PDA Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Dari 1919 ke Gamping 2026: TK ABA Semesta, Rantai Panjang ‘Aisyiyah Cetak Generasi Pemimpin Masa Depan

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Auditorium TK ABA Semesta Gamping penuh haru, Sabtu (4/7/2026). Silaturahmi orang tua/wali murid jadi saksi lahirnya sejarah baru. Ketua Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini menegaskan, TK ABA Semesta bukan sekolah baru. Ini mata rantai panjang pengabdian ‘Aisyiyah sejak 1919. “‘Aisyiyah pelopor pendidikan anak usia dini. Kini ada sekitar 20 ribu TK ABA tersebar hingga pelosok negeri,” tegasnya. Djohantini menyebut kehadiran ABA Semesta diharapkan jadi ruang lahirnya inovasi dan pengembangan model PAUD. “Banyak hal bisa didiskusikan untuk kebaruan layanan TK ABA ke depan,” ujarnya. Prestasi ‘Aisyiyah tak hanya di Indonesia. Layanan ABA juga sudah berkembang di Malaysia, Kairo, dan Australia, seiring Muhammadiyah-‘Aisyiyah punya cabang istimewa di berbagai negara. Apresiasi khusus diberikan kepada peserta didik angkatan pertama TA 2026/2027. Mereka disebut “assabiqunal awwalun” – generasi pertama yang membuka perjalanan sekolah. “Semoga kita mencetak generasi beriman, berakhlakul karimah, bermanfaat bagi bangsa, dan mampu lead the future untuk Indonesia,” pungkasnya. Melalui ABA Semesta, tradisi 1 abad pendidikan Islam berkemajuan terus berkembang. Unggul, inovatif, dan menyiapkan generasi berakhlak mulia berdaya saing global.Rep. Sugiyanto Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Sarasehan Pendidikan di DIY, Mendikdasmen Apresiasi Kehadiran Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) Sebagai Sekolah Unggul Nasional

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, menyebut kehadiran Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) sebagai wujud pembaharuan gerakan Muhammadiyah di bidang pendidikan yang unggul, dan diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya sekolah-sekolah Muhammadiyah berkualitas di berbagai daerah. Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat memberikan sambutan dalam Sarasehan Pendidikan di Komplek Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), Ahad (5/7) dan dihadiri lebih dari 250 peserta dari seluruh DIY.Prof. Dr. Abdul Mu’ti mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang terus berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan kunci membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing global.Karena itu, pemerintah terus mengembangkan berbagai model sekolah unggulan, mulai dari Sekolah Garuda, Garuda Transformasi, hingga Sekolah Nasional Terintegrasi yang akan dibangun secara bertahap di setiap kabupaten. Saat ini pemerintah tengah menuntaskan penyusunan kurikulum dan rekrutmen guru, sehingga beberapa Sekolah Nasional Terintegrasi ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran ini.Ia juga menegaskan pentingnya pendidikan dasar sebagai fondasi pembentukan karakter. Menurutnya, kebijakan wajib belajar kini diperluas menjadi 13 tahun dimulai dari taman kanak-kanak karena kualitas pendidikan usia dini sangat menentukan keberhasilan peserta didik pada jenjang berikutnya.Prof. Dr. Abdul Mu’ti mengingatkan agar pendidikan dasar tidak dipandang sebelah mata. Sebab, guru TK dan SD memegang peran strategis dalam membentuk kemampuan dasar, karakter, hingga kepercayaan diri anak. Selain peningkatan mutu pendidikan, ia menilai kesejahteraan guru juga harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk memperkuat kemandirian pendidikan melalui pengelolaan filantropi yang produktif sehingga mampu menopang kesejahteraan tenaga pendidik. “Yang menarik, meskipun kualitasnya bertaraf internasional, biaya pendidikan di MSUS tetap terjangkau. Inilah yang membedakan Muhammadiyah. Gedungnya megah, kualitasnya tinggi, tetapi tidak meninggalkan semangat pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Ustadz Dr. Ikhwan Ahada, mengatakan MSUS merupakan bagian dari transformasi pendidikan Muhammadiyah di DIY yang dibangun untuk menjawab tantangan pendidikan masa depan. Ia menjelaskan, PWM DIY tengah membangun ekosistem pendidikan yang berkesinambungan, mulai dari TK ABA Semesta, MSUS pada jenjang sekolah dasar, hingga pengembangan SMP Muhammadiyah Sapen Universal School.Menurut ustadz Ikhwan, pengembangan tersebut didukung potensi besar sekolah-sekolah Muhammadiyah di DIY, termasuk SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang telah ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi.Ia berharap MSUS menjadi model pengembangan pendidikan Muhammadiyah yang mampu melahirkan generasi unggul sekaligus memperkuat posisi DIY sebagai pusat pendidikan berkemajuan.

Loading

Terinspirasi Film, AMM Ngaglik Salurkan Donasi Sepatu ke Panti Asuhan

Ngaglik, Pdmsleman.Or.Id Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Ngaglik menyalurkan donasi sepatu kepada dua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah pada Ahad, 5 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan puncak dari gerakan pengumpulan donasi yang berlangsung selama dua pekan sejak pertengahan Juni. Penyerahan donasi dilakukan di dua lokasi, yakni LKSA Ashabul Kahfi di Moyudan dan LKSA Darussubusi di Kota Wates. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur AMM Ngaglik, mulai dari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM), Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA), Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), hingga Gerakan Shadaqah Sampah (GSS) Muhammadiyah Ngaglik dan PK IMM UII. Gerakan donasi ini berangkat dari inspirasi sederhana, setelah menonton film Children of Heaven di bioskop karya Hanung Bramantyo. Film tersebut mengisahkan perjuangan anak-anak dalam keterbatasan sepatu sekolah. Dari situ, muncul gagasan untuk menghadirkan gerakan nyata bertajuk SPPG, singkatan dari Sepatu Penggerak Potensi Generasi. Ketua Panitia, Dafa Isandi Ananto, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai aksi sesaat, melainkan bisa menjadi gerakan berkelanjutan. “Semoga ini jadi agenda tahunan. Tahun depan bisa kita tambahkan yang lain, bisa tas, bisa seragam. Yang kami berikan mungkin kecil dan sedikit, tapi semoga bisa memberi semangat belajar untuk adik-adik,” ujarnya. Menurut Dafa, sepatu bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi juga simbol dukungan terhadap semangat anak-anak untuk terus belajar dan berkembang. Ia menilai, bantuan sederhana dapat memiliki makna besar jika tepat sasaran dan dilakukan secara konsisten. Ketua PCPM Ngaglik, Muhammad Zulfi Ifani, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan kader sejak dini. Ia menekankan pentingnya menanamkan semangat ber-Muhammadiyah dalam setiap fase kehidupan. “Adik-adik, hari ini kami hadir sebagai sesama kader persyarikatan. Teruslah belajar, capailah mimpi-mimpi, tapi ingat untuk selalu aktif ber-Muhammadiyah di setiap fase umur adik-adik,” kata Ifani dalam sambutannya. Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh keakraban. Selain penyerahan donasi, para peserta juga berinteraksi langsung dengan anak-anak panti, berbagi cerita, dan memberikan motivasi. Bagi AMM Ngaglik, gerakan ini tidak hanya tentang bantuan materi, tetapi juga membangun kepedulian sosial di kalangan generasi muda Muhammadiyah. Melalui langkah kecil seperti donasi sepatu, mereka berharap dapat ikut mendorong lahirnya generasi yang lebih percaya diri, berdaya, dan memiliki harapan terhadap masa depan. Ke depan, gerakan SPPG diharapkan dapat terus berkembang, tidak hanya dalam bentuk donasi sepatu, tetapi juga kebutuhan lain yang menunjang pendidikan dan pengembangan potensi anak-anak. Rep Muhammad Zulfi Ifani PCPM Ngaglik,

Loading

Donor Darah PCM Berbah Awali Semarak Milad Muhammadiyah ke-114

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah bekerjasama dengan PMI Sleman menyelenggarakan kegiatan Donor Darah pada hari Sabtu 4 Juli 2026 berlangsung di SD Muhammadiyah, Bulu beralamat di Caren, Jogotirto, Berbah , Sleman Yogyakarta. Selain PCM Berbah kegiatan tersebut didukung PMI Kapanewon Berbah, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Berbah, LAZISMU Berbah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jogotirto, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PCA) Jogotirto, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jogotirto Kokam Berbah, SMART SMP Muhammadiyah Berbah, juga SD Muhammadiyah Bulu. Kegiatan tersebut sebagai awal rangkaian Semarak Milad Muhammadiyah ke-114 yang diselenggarakan PCM Berbah. Donor darah merupakan aksi kemanusiaan untuk peduli sesama juga merupakan sodakhoh yang bisa menyelamatkan nyawa manusia. Setiap tetes darah yang didonorkan menjadi harapan bagi yang membutuhkan.” Harapannya kerjasama Muhammadiyah dengan PMI akan terus berlanjut untuk kemanusiaan, melalui Donor Darah,” ucap ketua LAZISMU Berbah H. Ardi Sehami. Lebih lanjut H. Ardi menambahkan bahwa mengawali rangkaian Semarak Milad Muhammadiyah ke 114 selain aksi Donor Darah juga akan diselenggarakan khitanan masal pada hari Ahad 5 Juli 2026 masih bertempat di SD Muhammadiyah Bulu dimulai pukul 07.00 WIB. Pada kesempatan tersebut ketua PMI Kapanewon Berbah Dodit Suhardo menyampaikan terimakasih kepada PCM Berbah yang telah menginiasi kerjasama dengan PMI menyelenggarakan Donor Darah guna mencukupi stok darah yang di PMI Kabupaten Sleman. Perlu di ketahui bahwa kebutuhan darah PMl Kabupaten Sleman berkisar 3000 kantong setiap bulannya.Untuk itu dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk turut serta dalam program kemanusiaan berupa Donor Darah.“Donor Darah merupakan aksi kemanusiaan yang semoga bisa diartikan sebagai sodakoh. Yang akan mendapatkan imbalan pahala dari Allah.” ucapnya. Pemerintah Kabupaten Sleman lewat APBD membiayai proses pengambilan darah serta pengolahan darah. Perlu menjadi perhatian bahwa untuk pengolahan darah, tiap kantong darah memerlukan biaya 499 ribu rupiah. Darah tersebut diberikan secara gratis untuk masyarakat Sleman yang membutuhkan, melalui Rumah Sakit yang bekerjasama dengan PMI Kabupaten Sleman.Program pelayanan darah gratis tersebut disiapkan dengan program Pelayanan Darah Sleman Gratis (LADAMANIS). PMI Kapanewon Berbah secara rutin menggelar Donor Darah tiap 3 bulan sekali dengan tempat berpindah di empat Kalurahan wilayah Kapanewon Berbah.PMI Sleman selalu bersedia kerjasama dengan kelompok manapun untuk pengambilan darah.” Semua itu sebagai upaya pemenuhan stok darah untuk program LADAMANIS.” jelas Dodit . Sementara itu ketua AMM Jogotirto Erlin Dwi Andriyanto yang biasa disapa Andri menyampaikan bahwa AMM Jogotirto selalu siap mendukung dan membantu semua program dari Muhammadiyah.Seperti saat ini dirinya bersama pengurus dan anggota AMM Jogotirto menyampaikan segala keperluan dalam aksi donor darah, baik berupa tempat serta sarana pendukungnya.” Kami senang bisa membantu kegiatan bapak bapak Muhammadiyah. Selain membantu kita bisa sambil belajar berkegiatan untuk estafet kepemimpinan di masa mendatang .”ujar Andri mewakili pengurus dan anggota AMM Jogotirto. rep Kusnadi Berbah Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

PRM Girikerto Dukung Penuh Gerakan 1.000 Ternak untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Umat

Turi, pdmsleman.Or.Id Suasana Masjid Aisyiyah Ponosaran Lor, Girikerto, Turi tampak berbeda dari biasanya. Puluhan jamaah inti dan pengurus berkumpul dalam sebuah konsolidasi yang tidak sekadar membahas kegiatan keagamaan, tetapi mulai membuka arah baru gerakan ekonomi berbasis komunitas dan umat: Microfarming dan ternak berjamaah. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi PRM Girikerto dalam menyatakan dukungan terhadap Gerakan 1.000 Ternak yang diinisiasi oleh TernakMU, komunitas ternak berbasis Muhammadiyah di bawah naungan Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PCM Turi. Gerakan ini diproyeksikan sebagai model pemberdayaan ekonomi umat berbasis kolaborasi, bukan individualisme usaha. Ketua PRM Girikerto, H. Sumaryanto, SH., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar program peternakan, melainkan ruang tumbuhnya kemandirian ekonomi jamaah yang berakar pada nilai kebersamaan dan kebermanfaatan sosial. Antusiasme jamaah disebut meningkat seiring munculnya gagasan pemberdayaan yang lebih konkret dan aplikatif di tingkat akar rumput. Sementara itu, Sujatmoko selaku koordinator TernakMU Girikerto menekankan bahwa agenda ini tidak berhenti pada sesi presentasi semata. Lebih jauh, pertemuan ini menjadi ruang penguat silaturahmi warga Muhammadiyah Girikerto yang direkatkan melalui aktivitas produktif. Ia menegaskan bahwa TernakMU dirancang sebagai wasilah (perantara) untuk membangun ekosistem ekonomi berbasis kebersamaan, di mana ternak tidak hanya menjadi komoditas, tetapi juga sarana konsolidasi sosial. Dalam pemaparannya, H. Akhmad Khairudin, M.B.A., selaku Ketua TernakMU, menjelaskan bahwa filosofi gerakan ini berakar pada nilai Al-Ma’un yang menekankan keberpihakan pada kelompok kecil dan rentan. Ia menilai konsep microfarming sangat relevan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat Sleman, khususnya Turi saat ini, di mana lebih dari 60% warga berprofesi pada sektor pertanian dan peternakan. Menurutnya, skema ternak skala rumah tangga yang dilakukan secara berjamaah mampu membentuk kekuatan ekonomi kolektif yang lebih stabil dibandingkan usaha individual. Konsolidasi jaringan peternak kecil ini diproyeksikan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang terstruktur, adaptif, dan memiliki daya tahan terhadap fluktuasi pasar yang selama ini didominasi mekanisme kapitalisme. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah perlu tampil sebagai aktor pionir dalam penguatan ekonomi berbasis komunitas dan umat. Gerakan ini diposisikan bukan hanya sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai ekspresi nilai dakwah sosial yang menebar kebaikan dan kebermanfaatan. Nilai tersebut selaras dengan spirit “Sang Surya” yang menekankan keikhlasan dalam memberi tanpa mengharapkan kembali. Diskusi berlangsung dinamis ketika sesi tanya jawab dibuka. Jamaah menunjukkan antusiasme tinggi, terutama pada aspek teknis budidaya. Narasumber kemudian memaparkan data operasional terkait strain ayam kampung unggulan seperti Elba dan Kuntara 4 yang dikenal sebagai ayam kampung petelur dengan performa produksi stabil. Selain itu, dijelaskan pula bahwa siklus cashflow usaha berada pada rentang 2–3 bulan dengan potensi pendapatan yang relatif konsisten. Dalam paparan studi kelayakan, Khairudin menanggapi keraguan terkait isu penurunan profitabilitas sektor perunggasan akibat inflasi dan kenaikan harga pakan. Ia menegaskan bahwa asumsi tersebut tidak sepenuhnya tepat, dengan merujuk pada data performa beberapa batch TernakMU sebelumnya yang menunjukkan stabilitas pendapatan dalam enam bulan terakhir melalui testimoni peserta aktif. Sebagai penutup, kegiatan semakin menguatkan komitmen aksi nyata melalui pemberian stimulus berupa doorprize. Tercatat 30 DOC ayam Elba dan KUB dibagikan kepada dua peserta terpilih, satu ayam strain KOKAM (Komersial Kampung) karya TernakMU seekor jantan siap konsumsi usia tiga bulan berbobot kisaran 1-2 kilogram untuk satu peserta, serta satu fasilitas kandang sederhana untuk microfarming untuk peserta undian lainnya. Meskipun bernilai terbatas, stimulus ini diposisikan sebagai simbol dimulainya gerakan ekonomi nyata berbasis jamaah. Gerakan ini menegaskan satu pesan utama: setiap peserta tidak hanya pulang dengan pengetahuan, tetapi juga membawa “pekerjaan rumah” berupa komitmen untuk memulai aksi ekonomi produktif di lingkungan masing-masing. TernakMU Girikerto pun perlahan memposisikan diri sebagai model baru pemberdayaan ekonomi umat berbasis kolaborasi mikro yang terstruktur dan berkelanjutan. Rep M Khaoirudin Majelis Ekonomi PAriwisata PCM Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Buka Akses Pendidikan, Korkom IMM UIN Sunan Kalijaga Selenggarakan Bimtest Masuk UIN

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (KORKOM IMM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Tes Masuk UIN Sunan Kalijaga 2026 pada hari ini, Jum’at (3/7). Acara pembukaan formal tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti serentak oleh para peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan akademik tahunan yang dinantikan ini dirancang untuk berlangsung secara intensif selama lima hari kedepan, terhitung mulai hari ini hingga Selasa, 7 Juli 2026 mendatang guna mengawal kesiapan calon mahasiswa baru. Ketua Panitia Pelaksana, Immawan Syaifudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa agenda tahun ini mengusung tema “Optimalisasi Potensi untuk Generasi Berprestasi”. Melalui tema tersebut, momentum ini menjadi pijakan strategis dalam mengoptimalisasikan gerakan intelektual profetik guna mengonstruksikan manifestasi potensi transformatif serta mewujudkan akselerasi generasi unggul yang berdaya saing global. “Semoga BIMTES ini menjadi wadah untuk memperluas wawasan, meningkatkan kesiapan menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, dan membangun semangat belajar yang tinggi,” harap Immawan Syaifudin dalam sambutannya. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua KORKOM IMM UIN Sunan Kalijaga, Immawan Ajizul Ismail. Beliau menekankan bahwa bimbingan tes ini merupakan bentuk kepedulian nyata dan ikhtiar berkala yang dihadirkan setiap tahun untuk mendampingi calon mahasiswa baru. “Bimbingan Tes (Bimtes) IMM merupakan ikhtiar tahunan yang dihadirkan untuk membantu calon mahasiswa baru dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi perguruan tinggi. Melalui pembahasan materi, pengenalan pola soal, strategi pengerjaan ujian, serta pendampingan mentor yang berpengalaman, diharapkan peserta memiliki bekal yang lebih matang, rasa percaya diri yang lebih kuat, dan kesiapan yang lebih baik untuk meraih hasil terbaik,” jelas Immawan Ajizul Ismail. Acara ini secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) IMM Kabupaten Sleman, Immawan Muhammad Miftahudin Al Kamal. Beliau mengapresiasi penuh langkah progresif yang diinisiasi oleh KORKOM IMM UIN Sunan Kalijaga dalam memfasilitasi calon mahasiswa baru. “Bimtes ini merupakan langkah partisipatif dari IMM UIN Sunan Kalijaga untuk memberikan fasilitas dan pendampingan seluas-luasnya kepada calon mahasiswa baru UIN Suka. Dengan adanya acara ini, kami berharap teman-teman yang mengikutinya bisa diikuti dengan maksimal dan memanfaatkan fasilitas yang ada sehingga nantinya dapat bermanfaat dan memberikan hasil yang maksimal. Diharapkan peserta bisa mencari hal sebanyak-banyaknya,” tegas Immawan Muhammad Miftahudin Al Kamal. Rangkaian kegiatan diawali dengan agenda pembukaan pada hari ini secara daring melalui Zoom Meeting yang diikuti serentak oleh peserta dari berbagai daerah. Setelah itu, seluruh peserta akan mengikuti sesi pre-test untuk mengukur kemampuan awal mereka. Agenda kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi bimbingan ujian secara intensif oleh para mentor. Di sela-sela kegiatan, terdapat pula sesi sharing session sebagai wadah diskusi interaktif. Menjelang akhir rangkaian, peserta akan mengikuti post-test sebagai bentuk evaluasi belajar, hingga akhirnya ditutup dengan agenda penutupan secara formal. Melalui struktur kegiatan yang padat dan terukur ini, diharapkan seluruh fasilitas serta pendampingan yang diberikan oleh KORKOM IMM UIN Sunan Kalijaga dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin demi kelolosan calon mahasiswa baru di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Reporter Jihan Aulia Rahmah

Loading

PRM Ngentak Gelar Safari TernakMU, Dorong Gerakan 1000 Ternak untuk Kemandirian Umat

Turi, Pdmsleman.Or.Id PRM Ngentak, Bangunkerto, Turi, menyelenggarakan kegiatan bertajuk Safari TernakMU pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan ini digelar di Pendopo Masjid Sirotul Mustaqim Ngentak dengan menghadirkan jamaah dan pengurus Muhammadiyah, termasuk rombongan dari tamu undangan dari PCM Magelang. Di hariri oleh Pengurus PCM Magelang, PCM Turi, dan PRM Ngentak, pertemuan ini juga menghadirkan H. Akhmad Khairudin, M.B.A., Ketua TernakMU, komunitas Ternak Warga Muhammadiyah, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan konsep microfarming dan ternak berjamaah sebagai model peternakan non-kapitalis. Menurutnya, konsep ini menekankan semangat saling menguatkan antarpelaku ternak yang terkonsolidasi secara sistematis. Dengan pola tersebut, kekuatan peternak tidak lagi berdiri sendiri, tetapi tumbuh sebagai kekuatan berjaringan yang lebih kuat, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi umat. “Sudah saatnya warga Muhammadiyah tidak menggantungkan diri pada kebijakan negara dan bantuan-bantuan lainnya. Kita harus cepat bergerak dan mandiri,” ujarnya dalam kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini, TernakMU memperkenalkan inisiatif Gerakan 1000 Ternak bagi warga Muhammadiyah di Yogyakarta dan sekitarnya. Gerakan tersebut diarahkan untuk mendorong kemandirian umat, memperkuat ekonomi jamaah, serta berkontribusi pada upaya swa sembada pangan berbasis komunitas. Gerakan 1000 Ternak pada mulanya Adalah inisiatif  Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PCM Turi melalui wadah komunitas ternak, TernakMU. Program ini menjadi wujud bahwa Muhammadiyah mampu bersinergi antarpelaku ternak, berinovasi dalam menciptakan produk komersial berbasis hasil ternak. Selain pemaparan materi, kegiatan Safari TernakMU juga berlangsung meriah dengan pemberian doorprize berupa DOC (Day-old Chicken) ayam Elba dan KUB, serta kandang ayam skala mikro bagi peserta yang hadir. Doorprize tersebut diharapkan dapat menjadi trigger semangat jamaah untuk mulai mencoba beternak dari  langkah kecil awal untuk cita-cita yang besar. Antusias peserta Safari TernakMU mulai terlihat saat sesi tanya jawab. Pertanyaan teknis dan non teknis menjadi suasana interaktif di akhir presentasi konsep microfarming dan ternak berjamaah ini. Selain itu testimoni peserta ternak dari TernakMU PCM Turi yang hadir dan saat ini telah berhasil dalam batch sebelumnya juga berbagi pengalaman dan “transfer knowledge” kepada para peserta yang masih awam untuk mejelaskan bahwa konsep ternak ini sangat mudah dan praktis, bahkan tidak mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk memulainya. Karena pembesaran 30 ekor DOC  hanya disiapkan tempat skala rumah tangga dengan penerangan Listrik tidak lebih dari 40 watt dan pakan starter yang tidak melebihi 1 sak sampai 2 bulan. Ketua PCM Turi, Drs. Bambang Rahmanto, yang akrab disapa pak Bara, menyampaikan bahwa dirinya bergabung dalam komunitas TernakMU dan terjun melakukan ternak dengan metode microfarming ini dan telah  merasakan langsung hasilnya. Menurutnya, pola beternak yang dikembangkan TernakMU memberikan peluang ekonomi yang realistis bagi warga Muhammadiyah. “Setelah ikut serta dalam program TernakMU ini, saya merasakan keuntungan yang rasional hanya dengan beternak kurang dari dua bulan untuk mencetak pullet ayam Elba namun hasil penjualan dan biaya yang saya keluarkan memberikan margin yang signifikan. Harapannya, konsep ternak ini perlu kami tularkan dan dikembangkan kepada jamaah dan warga Muhammadiyah lainnya agar keberkahan ini terus mengalir,” ungkap Bara. Melalui Safari TernakMU, PRM Ngentak bersama PCM Turi berharap gerakan peternakan berjamaah ini dapat diperluas ke berbagai ranting dan cabang Muhammadiyah di Yogyakarta dan sekitarnya. Dengan semangat ta’awun, inovasi, dan kemandirian, Gerakan 1000 Ternak diharapkan menjadi salah satu model pemberdayaan ekonomi umat yang produktif dan berkelanjutan.  Rep H. Khaoirudin  Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PRM Tamanmartani Utara Perkuat Semangat Muharram dan Program Masjid Dampingan

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tamanmartani Utara menggelar kajian rutin yang dilanjutkan dengan rapat kerja pada Senin (29/6/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 19.45 WIB tersebut berlangsung di kediaman H. Taufiq Sukmawan, Kenaji, Tamanmartani, Kalasan, dan dihadiri pengurus serta warga Muhammadiyah setempat. Kajian malam itu disampaikan oleh Drs. H. Agus Jati Susilo dengan mengangkat tema muhasabah atau introspeksi diri dalam menyambut datangnya bulan Muharram. Menurutnya, pergantian tahun Hijriah hendaknya menjadi momentum bagi setiap muslim untuk memperbaiki kualitas diri dan meningkatkan amal kebaikan. “Mari menjadikan Muharram sebagai momentum memperbaiki diri. Barang siapa hari ini lebih baik dari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung. Jika hari ini sama dengan kemarin, maka ia merugi. Dan apabila hari ini lebih buruk dari kemarin, maka ia termasuk orang yang celaka,” tuturnya di hadapan jamaah. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat dalam berjuang di jalan dakwah, tetap istiqamah, serta bersabar menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, amal yang dilakukan secara konsisten akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan amal yang banyak tetapi tidak berkelanjutan. Suasana kajian berlangsung khidmat. Para jamaah tampak mengikuti materi dengan penuh perhatian dan antusias hingga akhir sesi. Setelah kajian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja PRM Tamanmartani Utara. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah tindak lanjut program masjid dampingan yang menjadi perhatian ranting. Dalam rapat tersebut, pengurus membahas langkah-langkah penguatan pembinaan di Masjid Tamanan Pabrik, sebuah masjid wakaf Muhammadiyah yang berada di wilayah setempat. Pengurus bersepakat untuk segera menjalin koordinasi dengan takmir masjid guna menyinergikan berbagai program pembinaan, kegiatan dakwah, serta upaya memakmurkan masjid. Program ini diharapkan mampu memperkuat fungsi masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan umat, pendidikan, dan pembinaan masyarakat. Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Melalui kajian dan rapat kerja tersebut, PRM Tamanmartani Utara berharap lahir semangat baru bagi seluruh kader dan warga Muhammadiyah untuk terus bergerak aktif dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Rep  Tomy Nugroho PRM Tamanmartani Utara Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading