![]()
Category Archives: Berita
SMP Muhammadiyah 1 Gamping Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Dusun Sureng, Gunungkidul.
Gamping, Pdmsleman.Or.Id Kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih diwujudkan oleh SMP Muhammadiyah 1 Gamping melalui program MUTIARA (Muhiga Empati Sekitar Kita) yang saat ini berup aksi sosial penyaluran bantuan air bersih kepada warga Dusun Sureng, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2026 tersebut menjadi wujud nyata kepedulian keluarga besar SMP Muhammadiyah 1 Gamping terhadap masyarakat yang membutuhkan. Donasi Air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga Dusun Sureng dan warga di kapanewon lain yang terdampak. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan pendampingan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gamping yang turut membersamai kegiatan tersebut yakni Heru Prasetya, S.Pd. dan Muhammad Jadfan, serta Majelis Dikdasmen, PNF, dan Pontren PCM Gamping yang diwakili oleh Drs. H. Madiyono, M.Pd. Kehadiran jajaran PCM Gamping menjadi bentuk dukungan sekaligus penguatan sinergi dalam aksi sosial dan kemanusiaan yang dilakukan oleh SMP Muhammadiyah 1 Gamping. Sebelum menuju lokasi penyaluran, rombongan terlebih dahulu berkumpul di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul. Dari Kantor PDM, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Dusun Sureng dengan didampingi dan dikawal oleh Tim MDMC Gunungkidul bersama Tim LAZISMU Gunungkidul. Setibanya di Dusun Sureng, kegiatan dilanjutkan dengan ceremonial penyerahan bantuan air bersih. Rombongan SMP Muhammadiyah 1 Gamping bersama jajaran PCM Gamping, MDMC Gunungkidul, LAZISMU Gunungkidul, dan BPBD Gunungkidul yang disambut oleh Dukuh Sureng Sukatman, beserta perwakilan warga setempat. Kepala SMP Muhammadiyah 1 Gamping, Watini, S.Pd.Si., menyampaikan bahwa “kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sekolah sekaligus bagian dari pendidikan karakter bagi para peserta didik. “Kegiatan ini menjadi bentuk empati dan kepedulian SMP Muhammadiyah 1 Gamping kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan air bersih ini dapat memberikan manfaat dan meringankan kebutuhan warga Dusun Sureng dan warga di Kapanewon terdampak lainnya. Bagi anak-anak, kegiatan ini juga menjadi pembelajaran nyata tentang kepedulian, berbagi, dan membantu sesama,” ungkap Watini, S.Pd.Si. Menurut BPBD Gunungkidul, dari 18 kapanewon sebanyak 17 mengalami kekeringan. Bahkan Pemkab Gunungkidul menetapkan sebagai Darurat Kekeringan. Dalam ceremonial tersebut donasi air bersih diserahkan langsung ke Dukuh Sureng dan ada yang disalurkan melalui LAZISMU Gunungkidul untuk warga lain di kapanewon sekitar yang terdampak. Dalam prosesi tersebut, bantuan air bersih yang disalurkan mendapatkan dukungan armada dari BPBD Gunungkidul. Sebanyak 4 tangki air milik BPBD Gunungkidul sebagai penyerahan secara simbolis dalam rangka mendukung proses distribusi bantuan air bersih masyarakat Dusun Sureng. Dukungan armada tersebut menjadi bagian dari sinergi berbagai pihak dalam memastikan proses penyaluran bantuan dapat berjalan dengan lancar. BPBD Gunungkidul berperan dalam mendukung aspek transportasi dan distribusi air, sementara bantuan air bersih merupakan bagian dari aksi sosial yang digagas dan disalurkan oleh SMP Muhammadiyah 1 Gamping bersama pihak-pihak yang terlibat. Suasana penuh keakraban dan rasa syukur mewarnai prosesi penyerahan bantuan. Kehadiran warga Dusun Sureng menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan antusiasme masyarakat dalam menerima bantuan air bersih. Kegiatan sosial ini melibatkan perwakilan guru dan perwakilan anak IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) SMP Muhammadiyah 1 Gamping. Keterlibatan siswa IPM menjadi pengalaman pembelajaran langsung di tengah masyarakat sekaligus sarana untuk menumbuhkan nilai-nilai kepedulian, empati, solidaritas, dan semangat berbagi. Lebih dari sekadar menyalurkan bantuan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk belajar hadir di tengah masyarakat dan memahami persoalan yang dihadapi warga. Melalui pengalaman langsung tersebut, siswa diharapkan semakin memiliki kepekaan sosial dan terdorong untuk menjadi generasi yang peduli serta siap membantu sesama. Kegiatan penyaluran air bersih ini juga menjadi bukti pentingnya sinergi dan gotong royong dalam aksi kemanusiaan. SMP Muhammadiyah 1 Gamping bersinergi dengan PCM Gamping, MDMC Gunungkidul, LAZISMU Gunungkidul, dan BPBD Gunungkidul dalam mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. SMP Muhammadiyah 1 Gamping menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berdonasi dan membersamai kegiatan. Terima kasih disampaikan kepada PCM Gamping beserta Majelis Dikdasmen, PNF, dan Pontren, MDMC Gunungkidul, LAZISMU Gunungkidul, serta BPBD Gunungkidul atas dukungan, pendampingan, dan sinergi dalam proses penyaluran bantuan air bersih bagi warga Dusun Sureng. Bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan air bersih warga Dusun Sureng dan warga Kapanewon sekitar yang terdampak. Dukungan berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa persoalan kemanusiaan dapat dihadapi bersama melalui semangat kepedulian dan gotong royong. Bagi SMP Muhammadiyah 1 Gamping, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Kepedulian, kemanusiaan, gotong royong, dan semangat berbagi merupakan nilai-nilai penting yang harus terus ditanamkan kepada generasi muda. SMP Muhammadiyah 1 Gamping — Berbagi, Empati, dan Menginspirasi. Rep Watini, S.Pd.Si. KS SMP Muhiga) Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Panduan Imigrasi ke E-KTAM
https://drive.google.com/drive/folders/1eQS2Srgh_Id6VF0E64ZEf3JFZ7BORngz
![]()
Para Tokoh Apresiasi Buku Dadang Kahmad, Soroti Masa Depan Agama dan Peran Strategis Muhammadiyah
Bandung, Sejumlah tokoh mengapresiasi peluncuran buku Muhammadiyah dan Masa Depan Agama karya Dadang Kahmad, Guru Besar Sosiologi Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Peluncuran buku berlangsung di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Senin (5/10), bertepatan dengan Milad ke-74 Dadang Kahmad. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menilai buku tersebut relevan dengan tantangan kehidupan beragama di tengah masyarakat modern. Menurutnya, agama harus tetap hadir sebagai sumber nilai, menjadi “kanopi suci” di tengah kegersangan rohani, menjangkau generasi muda, serta mampu memberikan solusi atas persoalan masyarakat. Haedar menegaskan Muhammadiyah harus terus menghadirkan agama sebagai kekuatan yang memajukan dan menyejahterakan. “Muhammadiyah harus hadir sebagai kekuatan solutif, termasuk di Jawa Barat,” ujarnya. Ia juga mendorong Muhammadiyah memperkuat perspektif future studies agar mampu membaca perubahan dan mempersiapkan masa depan. Bagi Haedar, agama tidak cukup berhenti pada wacana, tetapi harus tercermin dalam perilaku sosial dan kerja nyata. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq melalui tayangan video turut mengapresiasi karya Dadang. Fajar mengenalnya sebagai akademisi, sosiolog, dan intelektual Muhammadiyah dari Jawa Barat yang memahami denyut kehidupan agama di tengah masyarakat Indonesia. “Saya mengapresiasi kehadiran buku beliau ini karena mencerminkan refleksi dan kedalaman pemikiran beliau, khususnya dalam melihat dinamika Muhammadiyah dan tantangan zaman,” ujar Fajar yang juga merupakan Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah. Fajar juga menilai buku tersebut menjadi kontribusi penting bagi dunia akademik, khususnya studi sosiologi agama yang bersinggungan dengan kehidupan kemasyarakatan dan keumatan. Pandangan tentang pentingnya membaca tantangan zaman tersebut sejalan dengan semangat Muhammadiyah Jawa Barat. Ketua PWM Jawa Barat menyampaikan bahwa gagasan dalam buku Dadang sejalan dengan visi Muhammadiyah Jawa Barat dalam mempersiapkan Persyarikatan menghadapi masa depan dan memastikan kehadirannya tetap relevan bagi masyarakat. Apresiasi juga datang dari kalangan akademik. Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Rosihon Anwar menyebut Dadang bukan hanya sebagai guru, tetapi juga sosok orang tua yang telah memberi kontribusi besar bagi UIN Bandung. “Bagi saya, Pak Dadang Kahmad bukan hanya guru, tetapi juga orang tua. Beliau sangat berkontribusi bagi UIN Bandung,” ujar Rosihon. Rosihon juga mengapresiasi pemikiran Dadang, termasuk dalam kajian Islam perkotaan, serta mendoakan agar Dadang diberikan umur panjang dan keberkahan. Sebagai penulis buku, Dadang Kahmad mengatakan Muhammadiyah dan Masa Depan Agama lahir dari refleksinya selama bertahun-tahun mengenai Muhammadiyah dan perubahan zaman. Menurutnya, jika pada masa Kiai Ahmad Dahlan tantangan utama adalah kemiskinan dan kebodohan fisik, kini masyarakat juga menghadapi “kemiskinan makna” di tengah kelimpahan materi serta “kebodohan digital” di tengah banjir informasi. Di tengah era disrupsi dan perkembangan kecerdasan buatan, Dadang mengajak Muhammadiyah kembali pada akar tajdid dan terus berdialog dengan perkembangan zaman. “Kekuatan Muhammadiyah bukan terletak pada besarnya aset fisik yang dimilikinya, melainkan pada kelenturan ideologisnya dalam berdialog dengan zaman tanpa kehilangan jati diri keislamannya,” tulis Dadang dalam bukunya. Acara di UMB tersebut turut dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Rektor UMB beserta jajaran, Rektor UHAMKA beserta jajaran, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung beserta jajaran, para rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Jawa Barat, serta pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Jawa Barat.
![]()
Di Tengah Kemajuan AI, Dadang Kahmad Dorong Islam Tetap Kuat dalam Prinsip dan Maju dalam Muamalah
Bandung — Muhammadiyah perlu menempatkan agama sebagai kekuatan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan zaman. Agama tidak cukup hanya dipertahankan dalam ruang normatif, tetapi harus hadir sebagai solusi atas persoalan masyarakat. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad menyampaikan pandangan tersebut saat meluncurkan bukunya yang berjudul “Muhammadiyah dan Masa Depan Agama” di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga kampus UM Bandung, Senin (05/10/2026). Buku yang diterbitkan Suara Muhammadiyah itu merupakan refleksi Dadang selama puluhan tahun berkecimpung di persyarikatan Muhammadiyah sekaligus sebagai akademisi bidang sosiologi agama. Dadang mengatakan, sebagaimana ditulis dalam buku tersebut, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu memunculkan pertanyaan tentang masa depan agama. Pertanyaan itu muncul sejak era positivisme, revolusi industri, teknologi informasi, hingga perkembangan kecerdasan buatan atau AI saat ini. Menurutnya, setidaknya ada tiga kelompok dalam merespons modernisasi, sains, dan teknologi. Pertama, kelompok yang menolak modernisasi dan memilih mempertahankan kehidupan dalam ortodoksi. Mereka cenderung menarik diri dari perkembangan zaman dan tidak beradaptasi dengan perubahan. Kedua, kelompok yang larut dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi hingga semakin menjauh dari agama. Menurut Dadang, fenomena agnostisisme dan ateisme menjadi salah satu contohnya. Ketiga, kelompok yang mampu beradaptasi. Kelompok ini tetap kuat dalam prinsip agama, tetapi terbuka terhadap perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi untuk kemajuan kehidupan. “Ortodoksi dalam ibadah, tetapi kuat dan maju dalam muamalah. Teknologi, AI, dan berbagai kecanggihan zaman dimanfaatkan untuk kemajuan agama. Islam berkemajuan relevan dengan posisi ini,” ujar Dadang. Ia menilai posisi tersebut sejalan dengan karakter Muhammadiyah yang tetap berpegang pada prinsip keagamaan, sekaligus mendorong kemajuan dalam kehidupan sosial. Dadang mengatakan, buku tersebut lahir dari pengalaman panjangnya sebagai warga Muhammadiyah dan pengajar. Ia aktif di Muhammadiyah sejak 1980-an, mulai dari tingkat ranting hingga Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menilai buku Muhammadiyah dan Masa Depan Agama relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurut Herry, buku tersebut mengajak pembaca merenungkan kembali posisi agama, Islam, dan Muhammadiyah dalam menghadapi masa depan yang ditandai perkembangan teknologi digital yang semakin masif. Dia mengatakan persyarikatan Muhammadiyah memiliki peran yang sangat penting untuk terus menghadirkan pencerahan, pembaruan, dan kemajuan. Hal itu juga tercermin dalam pembahasan buku karya Dadang Kahmad ini yang menyentuh persoalan lingkungan, pendidikan, dan tantangan teknologi digital. Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad beserta keluarga, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Ketua PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, dan Rektor Uhamka Jakarta Gunawan Suryoputro. Hadir pula Ketua PWM Jawa Barat Ahmad Dahlan beserta jajaran pleno PWM Jawa Barat, Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Azrul Tanjung, dan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ujung Berung Tatang Zakaria. Hadir anggota Dewan Pendidikan Nasional (DPN) Tiar Anwar Bachtiar, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Muchlas Rowi. Dari kalangan perguruan tinggi, hadir Rektor UAD Muchlas, Rektor UMMI Reny Sukmawani, Rektor UM Kuningan, dan Ketua Stikes Muhammadiyah Ciamis. Turut hadir Ketua Senat UIN Sunan Gunung Djati Bandung Mahmud, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Rosihon Anwar, Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung Ahmad Sarbini, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung Wahyudin Darmalaksana dan para kolega dosen. Hadir pula para pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah Jawa Barat serta pimpinan majelis dan lembaga PWM Jawa Barat.
![]()
PRM Tamanmartani Utara Perkuat Syiar Dakwah melalui Kajian Rutin di Masjid Nurul Jannah
Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tamanmartani Utara terus memperkuat syiar dakwah melalui program masjid binaan. Langkah tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Takmir Masjid Nurul Jannah, Tamanan Pabrik, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, dengan menggelar kajian rutin, Senin (5/10/2026). Kajian yang berlangsung di Masjid Nurul Jannah tersebut menghadirkan Ustadz Drs. H. Agus Jati Susilo sebagai narasumber. Materi yang disampaikan mengangkat tafsir Surat Al-Alaq ayat 1-5, khususnya mengenai makna perintah Iqra’ dan relevansinya dalam kehidupan umat Islam. Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua PRM Tamanmartani Utara yang diwakili Wawan Purwanto. Ia menyampaikan apresiasi kepada Takmir Masjid Nurul Jannah dan seluruh jamaah yang telah menyambut baik program kolaborasi tersebut. “Program ini merupakan bagian dari program unggulan PRM Tamanmartani Utara, yaitu program Masjid Binaan. Tujuannya adalah untuk memakmurkan masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah mahdhah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan pemberdayaan masyarakat. Alhamdulillah, kita mulai dari Masjid Nurul Jannah ini dengan kajian bersama,” ujar Wawan. Menurutnya, program masjid binaan tidak berhenti pada kegiatan kajian. PRM Tamanmartani Utara juga akan mendorong berbagai bentuk sinergi melalui sejumlah kegiatan lain, seperti kajian remaja, pembinaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Memasuki acara inti, Ustadz Agus Jati Susilo mengajak jamaah merenungkan kembali wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yakni Surat Al-Alaq ayat 1-5. Ayat tersebut diawali dengan perintah membaca atau Iqra’. Menurut Agus, perintah tersebut memiliki makna yang luas dan tidak sebatas aktivitas membaca tulisan. “Iqra’ bukan sekadar membaca tulisan, tetapi membaca secara luas. Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan,” jelasnya. Ia kemudian menguraikan tiga pesan penting yang dapat dipetik dari Surat Al-Alaq. Pertama, perintah membaca merupakan kunci untuk memperoleh ilmu. Membaca menjadi pintu bagi manusia untuk mengenali, memahami, dan mengembangkan pengetahuan. Karena itu, tradisi belajar perlu terus dijaga dalam kehidupan seorang muslim. Kedua, manusia diperintahkan membaca dua jenis ayat, yakni ayat qauliyah dan kauniyah. Ayat qauliyah merupakan ayat-ayat Allah yang tertulis dalam Al-Qur’an. Sementara ayat kauniyah berupa tanda-tanda kebesaran Allah yang dapat ditemukan di alam semesta maupun dalam diri manusia. “Seorang muslim harus mampu membaca keduanya agar imannya semakin kuat,” terangnya. Ketiga, ilmu yang diberikan Allah kepada manusia merupakan nikmat yang patut disyukuri. Rasa syukur tersebut tidak cukup hanya diucapkan, tetapi diwujudkan melalui kemauan untuk terus belajar, mengamalkan ilmu, dan membagikannya kepada orang lain. Kajian berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh antusias. Jamaah Masjid Nurul Jannah mengikuti materi dengan seksama. Interaksi juga berlangsung aktif melalui sesi tanya jawab yang menjadi bagian dari kegiatan. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal sinergi antara PRM Tamanmartani Utara dan Takmir Masjid Nurul Jannah dalam menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pembinaan umat. Melalui program masjid binaan, PRM Tamanmartani Utara berharap kegiatan dakwah dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak jamaah. Sinergi tersebut juga diharapkan menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain di wilayah Tamanmartani untuk mengembangkan kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan secara bersama-sama. Rep Tomy Nugroho PRM Taman Martani Kalasan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
SIRAH NABAWI | Umul Mukminin #6 | Bersama Ustad Ahmad Afandi
![]()
🔴LIVE | “Pelatihan MC dan Protokoler PCM Depok” | Trainer : Sinta Maharani, S.Sos., M.I.Kom
![]()
Kajian Fiqh di Masjid Al-Islam Turi Bahas Haramnya Kezaliman dan Hak Sesama
Turi, Pdmsleman.Or.Id Masjid Al-Islam, Randusongo, Donokerto, Turi, Sleman, menjadi lokasi pelaksanaan Kajian Fiqh yang menghadirkan Ustadz Darussalam, LC. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam Jumat Pahing, 1 Oktober 2026, mulai pukul 19.30 hingga 21.00 WIB. Kajian yang terbuka untuk umum itu mengangkat tema “Pengertian Dhalim dan Macamnya & Konsultasi Masalah Agama Islam.” Kegiatan diselenggarakan dengan dukungan MTT PDM Sleman/Ponpes Al-Bayan Minggir Sleman serta PCM Turi dan PRM Randusongo. Materi kajian yang disiapkan menempatkan persoalan kezaliman sebagai salah satu pembahasan penting dalam kehidupan seorang muslim. Dalam bahan kajian disebutkan bahwa secara bahasa, dhalim berkaitan dengan makna kegelapan, sedangkan secara istilah dimaknai sebagai tindakan tidak adil, melampaui batas, atau meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. Materi tersebut membagi kezaliman menjadi tiga bentuk. Pertama, kezaliman kepada Allah SWT yang disebut sebagai bentuk paling besar, antara lain berupa syirik, mengingkari ketuhanan Allah, serta tidak mensyukuri nikmat-Nya. Dalam materi tersebut juga dikutip Surah Luqman ayat 13 yang menyebut mempersekutukan Allah sebagai kezaliman yang besar. Kedua, kezaliman terhadap diri sendiri. Bentuknya antara lain melakukan kemaksiatan dan perbuatan yang merusak diri. Materi kajian mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan Allah pada akhirnya membawa kerugian bagi pelakunya sendiri, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Sementara bentuk ketiga adalah kezaliman terhadap sesama manusia atau makhluk. Jenis ini disebut sebagai bentuk yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contoh yang dicantumkan dalam materi meliputi penipuan, pencurian, fitnah, ghibah, korupsi, kekerasan, mengambil hak orang lain, catcalling, hingga bullying. Pembahasan juga menekankan bahwa persoalan kezaliman tidak hanya berkaitan dengan hubungan seseorang dengan Allah, tetapi juga menyangkut hubungan antarmanusia. Ketika seseorang mengambil hak orang lain, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan penyesalan pribadi. Hak yang berkaitan dengan orang lain juga harus diperhatikan. Hal tersebut diperkuat dengan sejumlah hadis yang dicantumkan dalam bahan kajian. Salah satunya menerangkan peringatan Rasulullah SAW agar umat menjauhi kezaliman karena kezaliman menjadi kegelapan pada hari kiamat. Materi juga mengingatkan pentingnya berhati-hati terhadap doa orang yang terzalimi. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Mu’adz RA, Rasulullah SAW memberikan pesan agar menjauhi harta yang bukan menjadi hak dan memperingatkan bahwa doa orang yang terzalimi tidak memiliki penghalang antara dirinya dengan Allah. Selain membahas konsep dan dalil tentang kezaliman, agenda kajian juga menyediakan ruang konsultasi masalah agama Islam. Dengan demikian, jamaah dan masyarakat yang hadir memiliki kesempatan untuk memperoleh penjelasan keagamaan berkaitan dengan persoalan yang mereka hadapi. Penyelenggara membuka kegiatan tersebut bagi masyarakat umum. Kehadiran kajian di Masjid Al-Islam Randusongo diharapkan menjadi ruang pembelajaran keislaman sekaligus penguatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya berlaku adil, menjaga hak orang lain, dan menghindari berbagai bentuk kezaliman dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kajian fiqh tersebut, pembahasan tentang dhalim tidak berhenti pada pemahaman istilah dan dalil, tetapi diarahkan pada kesadaran untuk menjaga hubungan dengan Allah sekaligus menghormati hak sesama manusia. Rep H. Agus Nugroho S PCM Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
MENJAGA AKHLAK DENGAN MELURUSKAN NIAT
Ari Wibowo, S.H.I., S.H., M.H. Masjid Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo Kab Sleman 2 Oktober 2026
![]()