Pelatihan TOT SATUMU PDM Sleman Perkuat Transformasi Digital Keanggotaan Muhammadiyah

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman menggelar Pelatihan Training of Trainers (TOT) aplikasi SATUMU pada Sabtu 2 Mei 2026 di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dari wilayah Kapanewon Minggir, Moyudan, dan Godean. Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua PCM yang menegaskan urgensi pelatihan dalam mendukung tertib administrasi keanggotaan di lingkungan Muhammadiyah. “Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan proses pendataan, migrasi, hingga penerbitan e-KTAM dapat berjalan lebih cepat dan terstruktur,” ujarnya. Perwakilan PDM Sleman, Arif Mahfud, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam mendukung transformasi digital organisasi. “Kami menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian penting dari upaya Muhammadiyah dalam bertransformasi secara digital. Peran agen dan verifikator sangat krusial dalam menjaga validitas data keanggotaan,” ungkapnya. Sementara itu, perwakilan PWM DIY, Cahyono, dalam arahannya menekankan bahwa digitalisasi merupakan kebutuhan mendesak bagi organisasi modern. “Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Aplikasi SATUMU menjadi instrumen penting dalam membangun sistem keanggotaan yang modern, terintegrasi, dan akuntabel,” tegasnya. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas agen dan verifikator dalam mengoperasikan aplikasi SATUMU, khususnya terkait proses migrasi data anggota dan penerbitan e-KTAM di tingkat cabang dan ranting. Dengan peningkatan kompetensi tersebut, diharapkan administrasi keanggotaan Muhammadiyah dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Materi pelatihan disampaikan oleh tim TOT aplikasi SATUMU dari MPI PP Muhammadiyah. Para pemateri memberikan pendampingan teknis sekaligus pemahaman mendalam terkait implementasi aplikasi di lapangan. Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta aktif menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, mulai dari proses migrasi data anggota, verifikasi data, hingga teknis penerbitan e-KTAM. Tim pemateri pun memberikan solusi praktis untuk menjawab permasalahan tersebut. Melalui forum diskusi tersebut, diharapkan tercipta kesamaan persepsi serta peningkatan kemampuan teknis para agen dan verifikator. Dengan demikian, implementasi aplikasi SATUMU di tingkat cabang dan ranting dapat berjalan optimal, berkelanjutan, serta mampu mendukung sistem administrasi keanggotaan Muhammadiyah yang lebih tertib dan modern. Rep  : Totok SE PDM Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gigi di SD Muhammadiyah Dadapan Bersama Alumni FKG UGM 86 dan PDGI Sleman

Turi, Pdmsleman.Or.Id Alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) angkatan 1986 bekerja sama dengan Bidang Pengabdian Masyarakat Persatuan Dokter Gigi Indonesia Cabang Sleman menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut bagi siswa-siswi SD Muhammadiyah Dadapan, Kamis (30/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diisi dengan berbagai agenda edukatif dan preventif, di antaranya SiGiBer (Sikat Gigi Bersama) serta TAF (Topikal Aplikasi Fluoride). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak usia sekolah dasar. TAF sendiri merupakan tindakan pengolesan fluoride pada permukaan gigi guna memperkuat email gigi dan mencegah terjadinya karies atau gigi berlubang. Prosedur ini dikenal aman, tidak menimbulkan rasa sakit, dan efektif sebagai langkah pencegahan dini terhadap masalah kesehatan gigi pada anak. Kegiatan ini melibatkan sekitar 70 alumni FKG UGM angkatan 1986, didukung oleh 40 tenaga dari PDGI Sleman serta sejumlah personel dari Puskesmas Turi. Kolaborasi lintas elemen ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Sleman. Ketua PDGI Sleman drg. Isa Dharmawijaya, M.Kes, FISQUA menyatakan “selamat dan turut mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial di SD Muhammadiyah Dadapan Wonokerto Turi, selamat bernostalgia di Jogja dengan tetap berkiprah kepada masyarakat”. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Dadapan, Lutfi Andari KS, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “ terimakasih kepada para alumni FKG UGM dan PDGI Sleman atas terpilihnya Sd MuDa sebagai sasaran baksos, terimakasih atas edukasi yang diberikan dan tentunya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan kami semua. Alhamdulillah anak-anak senang dan antusias mengikuti semua rangkaian acara hingga selesai”.  Selain kegiatan pelayanan kesehatan, panitia juga memberikan plakat sebagai bentuk kenang-kenangan kepada pihak sekolah. Tak hanya itu, bantuan berupa infak pembangunan sebesar Rp10.000.000 turut diserahkan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan fasilitas pendidikan di SD Muhammadiyah Dadapan.

Loading

SD Muhammadiyah Semingin Borong Tiga Piala dalam FLS2N Tingkat Kapanewon Moyudan

Moyudan, Pdmsleman.or.id Prestasi membanggakan kembali diukir oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah Semingin dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kapanewon Moyudan tahun 2026. Dalam kompetisi yang diikuti oleh 21 sekolah dasar se-Kapanewon Moyudan ini, kontingen SD Muhammadiyah Semingin berhasil membawa pulang tiga piala dari berbagai cabang lomba. Capaian gemilang tersebut dipersembahkan oleh Ananda Ahmad, yang berhasil meraih Juara 2 pada cabang lomba Melukis/Gambar Bercerita.,   Ananda Fatimah, yang menyabet gelar Juara Harapan 2 dalam cabang lomba Menyanyi. dan Ananda Reza dan Ananda Vino, yang tampil kompak hingga meraih Juara Harapan 2 pada cabang lomba Pantomim. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari kreativitas dan kerja keras siswa di bawah bimbingan para guru dan dukungan penuh dari pihak sekolah yang memang memiliki perhatian khusus pada pengembangan minat dan bakat siswa. Kepala SD Muhammadiyah Semingin, Eni Purwaningsih, S.H., S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan bangga yang mendalam atas torehan prestasi anak didiknya. Beliau menilai hasil ini adalah buah dari semangat pantang menyerah. “Alhamdulillah, anak-anak kita berhasil meraih tiga piala di FLS2N tingkat Kapanewon Moyudan. Semoga prestasi ini menginspirasi siswa yang lain untuk terus berkarya. Tetap semangat anak-anakku,” ujar Eni Purwaningsih memberikan motivasi. Prestasi ini juga tidak luput dari apresiasi para pengurus Komite Sekolah. Pihak komite menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para siswa dan berharap agar kerja sama antara sekolah, orang tua, dan siswa terus terjalin kuat demi meningkatkan prestasi di masa mendatang. Capaian di tingkat Kapanewon ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi SD Muhammadiyah Semingin untuk terus mencetak generasi yang unggul, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga dalam bidang seni dan budaya di wilayah Sleman.   Rep Sugiyanto  Moyudan

Loading

Rakor LPCRPM PDM Sleman menghadapi CRM Award 2027

Sleman, Pdmsleman.Or.id Wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman H. Nasirun menyampaikan bahwa pertemuan ini berada di wilayah kota Yogyakarta yakni difasilitasi oleh Bank BSI Jalan Jendral Sudirman Yogyakarta dan berharap akan lebih maju dan sukses termasuk menghadapi CRM Award 2027 di Gombong Jawa Tengah yang akan datang. “Dalam CRM Award untuk cabang unggulan sudah terpilih 3 cabang yaitu: PCM Sleman, PCM Gamping dan PCM Kalasan, sedangkan 3 ranting dan 3 masjid unggulan akan diadakan lomba kepada tiap PCM se-Sleman untuk menyiapkannya.” Kegiatan rakor LPCRPM atau Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman bersama 17 (tujuh belas) ketua dan sekretaris Pimpinan Muhammadiyah Cabang se-Sleman berlangsung pada Ahad 26 April 2026 di Kantor BSI Jalan Jendral Sudirman Yogyakarta. Selain membahas CRM Award 2027 juga dibahas tentang pengaktifan dan penunjukan agen dalam aplikasi Satumu, pembahasan KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta serta Proposal bantuan ke PKU Yogyakarta dan Gamping dan pihak bank BSI penyampaian promo dan layanan BSI tentang tabungan haji dan umroh, menabung dan cicil emas, gadai emas dan produk layanan lainnya. Sebagaimana dalam cita-cita utama Muhammadiyah adalah terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, yaitu masyarakat utama, adil, dan makmur yang diridhai Allah SWT. “Tahun ini kita bertekad Sleman juara dalam LPCR atau CRM Award” Ujar Nasirun. Untuk pemilihan ranting dan masjid unggul se Sleman, disampaikan bahwa masing-masing cabang untuk memilih mana ranting dan masjid unggul yakni sampai 16 Mei 2026 dengan kriteria yang sudah maju sebelumnya tidak boleh maju. Tandas Prawoto Umar Said, S.Ag, MKM, ketua LPCRPM PDM Sleman. Selanjutnya Heru Prasetyo, dari anggota LPCR PDM Sleman menyampaikan bahwa dalam best of the best di Banjarmasin tahun sebelumnya ketiganya dari Sleman. Untuk ranting Margokaton masih boleh ikut karena tahun sebelumnya belum juara 1 dan 2.“Data-data masuk sicara, data yang masuk adalah keunggulan yakni berdasar kriteria cabang unggul yakni:adanya program yang saling bersinergi baik dengan cabang, aum dan lazismu. Memiliki SK PCM, Kantor harus milik sendiri dan tidak numpang AUM, memiliki kajian rutin, memiliki masjid unggulan sebagai pusat dakwah, pelatihan dan memiliki korps mubaligh, dll Selanjutnya disampaikan kriteria cabang, ranting dan masjid unggulan secara lengkap adalahsebagai berikut: Kriteria Cabang Unggulan: Kriteria Ranting Unggulan: Kriteria Masjid Makmur dan Memakmurkan : Reportase: H Wahdan Arifudin S.Pd PCM Godean Editor: Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman Rapat Koordinasi dan Capacity Building di Sragen

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sabtu – Ahad, 25-26 April 2026 dalam rangka menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, dan merumuskan langkah nyata dalam memajukan Pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Sleman selenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi, Kunjungan Studi Tiru, dan Capacity Building di Sragen dan Sarangan, Magetan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Jajaran Pimpinan dan Anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman dari berbagai Bidang. Melalui paparannya H. Surakhmad, S.Pd. Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman menegaskan kepada seluruh Pimpinan dan Anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman ” untuk bersama-sama Mewujudkan Sekolah Muhammadiyah Daerah Sleman sebagai sekolah yang Berkarakter, Berdaya Saing, dan Berdampak bagi Umat dan Bangsa”. Pada kegiatan ini Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman didampingi oleh Jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sleman. Suharno, SP., MSi, (Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Sragen) dalam sambutannya mengucapkan terima kasih menyampaikan rasa bangga atas dipilihnya PDM Sragen sebagai tempat untuk belajar bersama oleh rombongan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman beserta PDM dan PDA Kabupaten Sleman. Dipaparkan juga oleh K.H. Ali Rosyidi, S.Pd.I., M.M Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sragen “melalui kegiatan kunjungan ini tentang bagaimana perjuangan dan upayanya melalui prinsip Gandeng dan Gendong untuk mengokohkan, menguatkan, melanjutkan perjuangan pendahulu di Persyarikatan Muhammadiyah yang mengelola 256 sekolah dari berbagai jenjang; TK ABA PAUD, SD/MI,SMP/MTs, SMA/K serta beberapa Pondok Pesantren Muhammadiyah sehingga muncul kemudian, SD Birul Walidain Muhammadiyah, SMP Al Qolam Muhammadiyah Gemolong, dan SMA Trensains sebagai sekolah unggulan di bawah binaan PDM Kabupaten Sragen”. Setelah selesai menyelesaikan lawatannya ke PDM Kabupaten Sragen, kemudian Majelis Dikdasmen dan PNF Kabupaten Sleman melanjutkan perjalanan ke Sarangan, Magetan untuk melakukan Rapat Koordinasi Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Sleman guna Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja dan Penyusunan Program Kerja Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Sleman Tahun 2026. Rep Fathan Majelis Dikdasmen

Loading

Strategic Talent Mapping for Transformatif School SMP Muhammadiyah se-Sleman

Pacitan, Pdmsleman.Or.Id Badan Kerjasama Sekolah atau BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman mengadakan Empowering Leadership di Pacitan mulai Jum’at 24-25 April 2026 diikuti oleh kepala sekolah SMP Muhammadiyah se Sleman dan didampingi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Dalam sambutan pembuka ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman, Hendro Sucipto, M.Pd menyampaikan tujuan adanya penguatan kepemimpinan yakni bagaimana sekolah bisa memetakan kekuatan sekolah, checking program menghadapi SPMB yang akan datang. Selanjutnya ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, M.A., menyampaikan ucapan terima kasih dan sangat mengapresiasi karena BKS melaksanakan kegiatan penguatan terkait strategi mencari bakat-bakat baik kepada guru karyawan, murid dan steakholder terkait.“Juga kepada PDM Pacitan atas partisipasi dalam kegiatan ini, kita bersama-sama memajukan pendidikan Muhammadiyah.” Selanjutnya, Ediyanto, M.Pd, M.H.I, wakil ketua PDM Pacitan menyampaikan khutbah pembuka yang cukup dalam, diantaranya beliau menyampaikan : “Serasa surga bocor karena merasa satu frekuensi kita berada di sini, kita ini mantu nalar, menganyam pikiran.” Disampaikan pula mengutip kata-kata pusaka moral Ahmad Dahlan :“Allah tahu bahwa diriku kuat. Karenanya aku diberikan beban yang berat. Akan kulalui hari-hariku dengan tabah dan ikhlas karena itu pertanda bahwa suksesku sudah dekat.” “lebih baik kekurangan dari pada terlena dalam kemewahan.” tambah Ediyanto “Kita lihat sekolah kita ada yang sehat, setengah sehat, ada yang di ICU, semoga segera sehat,” “Mata boleh basah, badan boleh lelah, jalan boleh tertimbun sampah, luka boleh berdarah, jiwa tak boleh menyerah.” Dunia pendidikan hari ini sangat ngeri, nanti apabila tidak menguasai teknologi akan dikuasai orang lain dan asing. Untuk itu menurut Ediyanto yang juga pernah menjadi kepala sekolah menyampaikan paling tidak ada 4 pelajaran saja yang kita pelajari ; mengenal hitungan, jagongan atau petungan, ketrampilan dan mengenal agama. “Jika bisa menguasai 4 hal ini maka kita akan lebih sukses dan dibutuhkan manfaatnya oleh masyarakat.” Kita menghadapi persoalan pendidikan apabila tidak kita tunaikan akan menjadi hutang pendidikan kita kepada generasi saat ini dan mendatang jika tidak kita maksimalkan kemampuan murid-murid kita. “Hidup ini penuh masalah, tetapi masalah jangan dijadikan alasan utk berbahagia sedangkan kehadiran masalah baru akan mendatangkan kebahagiaan baru” pungkas Ediyanto dengan penuh semangat. Rep H Wahdan Arifudin S.PD

Loading

Perayaan Hari TBC Sedunia: Kolaborasi Lintas Sektor, Perkuat Aksi Eliminasi TB di DIY

Seminar Perayaan Hari TBC Sedunia 2026 dengan tema penguatan kolaborasi lintas sektor dan lintas program dalam eliminasi TBC diselenggarakan di RS PKU Muhammadiyah Gamping secara hybrid, menggabungkan pertemuan luring dan daring. Kegiatan ini diikuti sekitar 170 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia yang terdiri dari tenaga kesehatan di rumah sakit, puskesmas, klinik, akademisi, organisasi masyarakat, serta perwakilan instansi pemerintah seperti dinas kesehatan dan dinas sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan melalui pembaruan kebijakan serta tata laksana TBC, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan lintas program dalam percepatan eliminasi TBC di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, M.PH, menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi. “Perayaan Hari TBC Sedunia ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Eliminasi TBC tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melibatkan semua pihak secara terintegrasi,” ujarnya. Hal senada disampaikan Ketua MPKU PWM DIY, dr. Masykur Rahmat, MARS, yang menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung program pemerintah. “MPKU berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan DIY dan seluruh jejaring layanan. Penguatan peran komunitas menjadi kunci agar upaya eliminasi TBC dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” katanya. Dalam sesi materi, Kepala Bidang P2P Dinkes DIY, dr. Ari Kurniawati, MPH, mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam percepatan eliminasi TBC. “Keterlibatan Muhammadiyah dan Aisyiyah sebagai bagian dari tim percepatan eliminasi TBC sangat membantu dalam penemuan kasus dan edukasi masyarakat,” jelasnya. Pembaruan tata laksana TBC disampaikan oleh dr. Ardorisye Saptaty Fornia, Sp.P., M.Kes yang menekankan pentingnya pemahaman tenaga kesehatan terhadap perubahan regimen terapi. “Ada pembaruan dalam tata laksana TBC, termasuk perubahan dosis dan regimen terapi yang perlu dipahami tenaga kesehatan agar pengobatan lebih efektif,” ujarnya. Sementara itu, dr. Rina Triasih, M.Med (Paed)., Ph.D., Sp.A(K), menyoroti pentingnya pendekatan komprehensif dalam diagnosis TBC anak. “Diagnosis TBC anak tidak bisa hanya bergantung pada skoring. Pendekatan harus komprehensif agar penanganan lebih tepat,” katanya. Penguatan layanan di tingkat primer juga menjadi perhatian melalui paparan dr. Nadia Nur Azizah yang menekankan peran fasilitas kesehatan tingkat pertama. “Fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam penemuan dan pengobatan kasus TBC sejak dini untuk memutus rantai penularan,” ungkapnya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan DIY berkolaborasi dengan MPKU PWM DIY dan RS PKU Muhammadiyah Gamping sebagai bagian dari Perayaan Hari TBC Sedunia 2026. Pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada upaya percepatan eliminasi TBC melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan lintas program, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam implementasi kebijakan dan tata laksana TBC terbaru. Dengan semangat kolaborasi yang kuat, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong langkah nyata menuju eliminasi TBC di DIY dan Indonesia.

Loading

Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja Berakhlak dan Sehat: Perspektif Islam dalam Kesehatan Reproduksi

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman menggelar seminar kesehatan reproduksi bertajuk “Remaja Berakhlak dan Sehat: Perspektif Islam dalam Kesehatan Reproduksi” di Hall Baroroh, Gedung Siti Walidah Lantai 4 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti ratusan pelajar perwakilan SMU/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Seminar tersebut bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi yang selaras dengan nilai-nilai akhlakul karimah. Penyelenggara menilai, remaja saat ini menghadapi tantangan serius, baik dari sisi kesehatan fisik maupun degradasi moral akibat arus informasi yang tidak terbendung. Dalam sesi pemaparan, Anjarwati, S.SiT., MPH menjelaskan dari perspektif medis bahwa pemahaman terhadap fungsi organ reproduksi menjadi dasar penting bagi remaja. “Edukasi kesehatan reproduksi tidak boleh dianggap tabu. Justru dengan pemahaman yang benar, remaja dapat menjaga diri dari risiko penyakit maupun perilaku yang merugikan,” ujarnya. Sementara itu, Royan Utsany, Lc., M.S.I menyoroti aspek keislaman dalam menjaga kehormatan diri. Ia menegaskan bahwa kesehatan fisik harus berjalan beriringan dengan kekuatan iman. “Remaja harus memiliki benteng akhlak. Menjaga kehormatan diri bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga perintah syariat yang melindungi manusia dari kerusakan,” katanya. Materi edukasi juga diperkuat oleh Bhakti Gusti Walinegoro, S.IP., MPP yang memperkenalkan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta sebagai institusi pendidikan yang mengintegrasikan ilmu kesehatan dengan nilai-nilai Islam. Ia mendorong peserta untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan akademik yang mendukung pembentukan karakter. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Dr. Ismarwati, S.ST., S.KM., M.PH dari Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY, Dr. Yuli Isnaeni, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom dari unsur rektorat UNISA, serta jajaran pimpinan PDA Sleman dan Majelis Dikdasmen. Ketua PDA Sleman, Dra. Hj. Hanik Rosyada, M.Ag dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda secara menyeluruh. “Melalui seminar ini, kita ingin mencetak remaja Muhammadiyah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik dan memiliki benteng iman yang kuat,” tuturnya. Ia menambahkan, peran keluarga, sekolah, dan organisasi seperti ‘Aisyiyah sangat strategis dalam membentuk karakter remaja di tengah tantangan globalisasi. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, termasuk diskusi interaktif yang membahas isu-isu aktual seputar pergaulan remaja dan kesehatan reproduksi. Panitia berharap, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan terselenggaranya seminar ini, PDA Sleman berharap para pelajar mampu menjadi agen perubahan yang mempromosikan gaya hidup sehat dan berakhlak di lingkungan sebaya. Edukasi berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berdaya saing di masa depan. Agustina Suprobowati  Sekretaris Majelis Kesehatan. PDA Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Istiqamah Pasca Ramadhan, Kunci Diterimanya Amal, Kajian PRM-PRA Girikerto di Masjid Aisyah Turi

Turi, Pdmsleman.Or.Id Semangat menuntut ilmu dan menjaga konsistensi ibadah pasca Ramadhan menjadi penekanan utama dalam Kajian Ahad Legi yang diselenggarakan PRM dan PRA Girikerto di Masjid Aisyah, Ponosaran, Girikerto, Turi, Ahad (19/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ustadz H. Wildan Wahid, SHI dari PDM Sleman yang menyampaikan pentingnya istiqamah dalam beramal sebagai tanda diterimanya ibadah selama bulan suci Ramadhan. Dalam tausiyahnya, Ustadz Wildan menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa berjalan menuju majelis ilmu, maka dimudahkan jalannya menuju surga” (HR Muslim). Selain itu, ia juga mengingatkan hadits lain, “Barangsiapa dikehendaki Allah menjadi orang baik, Allah akan memahamkannya terhadap ilmu.” Menurutnya, kemudahan melangkah menuju majelis ilmu merupakan salah satu tanda kebaikan yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Lebih lanjut, Ustadz Wildan mengaitkan momentum pasca Ramadhan dengan kualitas ketakwaan seorang muslim. Ia menyampaikan pandangan ulama, Ibnu Rajab Al-Hambali, bahwa tanda diterimanya amal adalah dengan terus melanjutkan amal tersebut setelah Ramadhan. “Ketika Ramadhan, kita merasa ringan beribadah karena suasana yang mendukung. Namun setelah Ramadhan berlalu, di situlah ujian sesungguhnya, apakah kita tetap istiqamah atau justru menurun,” ujarnya. Ia mengajak jamaah untuk melakukan evaluasi diri dengan membandingkan kualitas ibadah sebelum Ramadhan (bulan Sya’ban) dan setelahnya (bulan Syawwal). “Jika ibadah kita di bulan Syawwal lebih baik dibanding Sya’ban, maka itu tanda adanya peningkatan ketakwaan,” imbuhnya. Dalam kajian tersebut, Ustadz Wildan juga menyoroti pentingnya amal yang dilakukan secara konsisten, meskipun sedikit. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW ketika ditanya tentang amal yang paling dicintai Allah, yakni amal yang dikerjakan terus-menerus walaupun kecil. “Tidak harus semua amalan kita lakukan sekaligus. Pilih yang mampu kita jaga kontinuitasnya,” jelasnya. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah shalat rawatib. Menurutnya, shalat merupakan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat, sehingga perlu disempurnakan dengan shalat sunnah rawatib. “Shalat wajib sering kali belum sempurna karena kurang khusyuk atau gerakan yang belum sesuai sunnah. Maka shalat rawatib berfungsi menutup kekurangan tersebut,” terang Ustadz Wildan. Ia menjelaskan bahwa jumlah rakaat shalat rawatib muakkadah berkisar antara 10 hingga 12 rakaat, dan jika ditambah dengan yang ghairu muakkadah bisa mencapai 20 rakaat. Dari sekian banyak amalan sunnah, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan shalat qabliyah Subuh (shalat fajar). “Keutamaannya luar biasa, lebih baik dari dunia dan seisinya,” tegasnya. Ustadz Wildan juga memberikan solusi bagi yang tertinggal shalat fajar, yakni dapat menggantinya setelah matahari terbit (syuruk), namun tidak dilakukan secara rutin. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam syariat sekaligus pentingnya menjaga amalan tersebut. Kajian yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh jamaah dengan antusias, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas keimanan dan keilmuan masyarakat Girikerto. Kegiatan ini turut meriahkan dengan Kegiatan pendukung: Pemeriksaan kesehatan dan bazar UMKM jamaah. Reportase H. Dr. Ir. Agus Nugroho Setiawan PCM Turi editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading