Ari Wibowo, S.H.I., S.H., M.H. Masjid Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo Kab Sleman 2 Oktober 2026
![]()
Ari Wibowo, S.H.I., S.H., M.H. Masjid Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo Kab Sleman 2 Oktober 2026
![]()
Moyudan Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912. Karena pengaruh kekuasaan Kolonial Belanda organisasi tersebut sulit berkembang. Setelah proses panjang, akhirnya diterbitkan Besluit pada 22 Agustus 1924 No. 81, Muhammadiyah sebagai Badan Hukum diakui Pemerintah Hindia Belanda. Pada masa awal, aturan Hindia Belanda membatasi gerak Muhammadiyah. Namun dalam Kongres Budi Oetomo 1917 di kediaman KHA Dahlan, pendiri Muhammadiyah menyatakan organisasi harus berdiri tidak hanya di Yogyakarta, tapi di seluruh Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Nusantara. Setelah mendapat persetujuan, KHA Dahlan leluasa berdakwah ke berbagai tempat. Muhammadiyah di Moyudan dibawa Kiai AmirDikisahkan tahun 1924 Kiai Amir seorang pedagang kain dari Kauman Yogyakarta memasarkan kainnya di Pasar Ngijon. Selain pedagang juga ulama. Ia menyampaikan gagasan Muhammadiyah di Dusun Karang Kemasan (sekarang Kalurahan Sumberrahayu). Perkembangan tidak mulus. Pada 1927, Kiai Amir menyampaikan ide Muhammadiyah kepada masyarakat Kedungbanteng (sekarang Sumberagung) namun ditolak. Baru setelah tokoh ulama setempat Abdurrahman menerima, Muhammadiyah masuk ke Kedungbanteng sekaligus berdiri Ranting Muhammadiyah Kedungbanteng. Selanjutnya secara masif beberapa orang dari Godean, Minggir, menjadi pengurus Muhammadiyah Cabang Moyudan. Saat itu tiga wilayah masih satu kepengurusan termasuk dakwah dan pendidikan, hingga pasca kemerdekaan. Amal Usaha Berkembang1927 didirikan SD Muhammadiyah Ngijon 1 masih menumpang rumah warga. 1928 berdiri SD Muhammadiyah Gamplong. 1 April 1929 SD Muhammadiyah Kedungbanteng. 1 Juni 1934 SD Muhammadiyah Semingin. 1948 mendirikan SMP Muhammadiyah Gedongan (sekarang SMP Muhammadiyah 1 Minggir) menumpang di rumah Prawiro Suwarno dan Hisyam. Markas Askar Perang Sabil (APS)Karangkemasan dan Kedungbanteng menjadi tempat paling intensif Kiai Amir berdakwah. Tahun 1945-1949 Kedungbanteng menjadi markas Askar Perang Sabil (APS) wilayah Daleman Barat membawahi Tempel, Mlati, Seyegan, Minggir, Godean, Gamping, dengan Kiai Abdurrahman sebagai imam pasukan. Misi gerilya menyerang pos Belanda, salah satunya bumi hangus pos Jembatan Bantar penghubung Kulon Progo-Bantul-Sleman. Namun karena ada mata-mata, markas ditemukan Belanda. Muhammadiyah Cabang Moyudan DiakuiKarena administrasi belum tertib, Muhammadiyah Cabang Moyudan baru diakui 16 Oktober 1961 / 6 Jumadil Awal 1381 H melalui Surat Ketetapan PP Muhammadiyah No. 1517/A.Sumber berita: muhammadiyah or.id/sejarah-singkat-muhammadiyahRep. Sugiyanto
![]()
Yogyakarta, Pdmsleman,Or.Id Di balik megahnya ribuan sekolah, jaringan perguruan tinggi unggulan, hingga deretan rumah sakit yang tersebar di pelosok negeri, sebuah pertanyaan mendasar perlahan mengusik rumah besar Muhammadiyah: Apakah persyarikatan ini masih menjadi pelopor pembaruan, atau justru mulai nyaman dalam sangkar kebesarannya sendiri? Kegelisahan dan ikhtiar menjawab tantangan zaman itulah yang terangkum dalam buku terbaru bertajuk Reinventing Muhammadiyah: Desakan Pembaruan Gerakan Pembaharuan. Buku karangan puluhan penulis muda dan aktivis akar rumput Muhammadiyah dan editor Ahmad Faizin Karimi & David Efendi ini diluncurkan sekaligus didiskusikan secara mendalam dalam agenda yang digelar Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah di Aula Kantor PP Muhammadiyah Jl. K.H. Ahmad Dahlan No.103 Yogyakarta pada Rabu 30 September 2026. Dalam kegiatan menghadirkan Narasumber Dr. M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum , Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D, Dr. David Efendi, S.IP., M.A., M.A, Khafid Sirotudin, S.E., M.Si. , Yayum Kumai, M.A, Ahmad Farizin Karimi, M.Sos dengan Moderator DR. Iwan Setiawan S.Ag., M.S.I Dalam ksempatan ini hadir Majelis Pustaka dan Informasi PWM DIY, PDM Kabupaten Kota, PW IPM DIY, DPD IMM DIY, PC IMM, RUmah Baca Komunitas, Serikat Taman Pustaka, Forum TBM DIY dan 5 Kabupaten Kota, Himpusma, Kepala Perpustakaan PTMA, dan AUM SMA/K se DIY. Arief HArtanto turut hadir mewakili MPI PDM Sleman bersama para peserta bedah buku di Kantor PP Muhammadiyah Ahmad Dahlan. Membuka ruang diskursus kritis tersebut, M. Busyro Muqoddas, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum, HAM, dan Hikmah, menyampaikan catatan prolog yang tajam sekaligus mendalam. Dalam pandangannya, buku ini bukanlah sekadar himpunan tulisan biasa, melainkan sebuah “cermin yang jujur” bagi tubuh Persyarikatan. “Cermin yang baik bukanlah cermin yang selalu membuat kita tampak sempurna, melainkan cermin yang memperlihatkan wajah kita apa adanya—sehingga kita tahu bagian mana yang harus dirawat, diperbaiki, atau bahkan dibersihkan,” puji Busyro. Busyro menegaskan bahwa ruh tajdid (pembaruan) tidak boleh hanya ditembakkan ke luar atau masyarakat umum, melainkan wajib diarahkan ke dalam tubuh Muhammadiyah itu sendiri. Ia menyoroti potensi bahaya laten seperti fenomena rangkap jabatan, konflik kepentingan, hingga bahaya klik-isme dan neo-nepotisme yang perlahan dapat mengikis public trust (kepercayaan publik). Menurutnya, otokritik bukanlah bentuk pengkhianatan, melainkan wujud tertinggi dari rasa cinta kepada organisasi. Suara Akar Rumput dan Gagasan Segar Puluhan Penulis Buku setebal lebih dari 500 halaman yang disunting oleh Ahmad Faizin Karimi dan David Efendi ini menghimpun gagasan puluhan kader dari berbagai penjuru tanah air. Penulis seperti Dikdik Dahlan Lukman, Khafid Sirotudin, Yayum Kumai, hingga generasi muda Persyarikatan lainnya membedah berbagai persoalan nyata. Ada enam pilar utama yang disoroti: tata kelola organisasi, ideologi, ekosistem kaderisasi, ekologi-kesehatan, hukum-politik, hingga persoalan sosial-ekonomi. Di antara lembaran-lembaran kritikal tersebut, terselip kisah-kisah menarik yang menggugah ingatan sejarah dan realitas lapangan. Salah satunya disuarakan oleh Dikdik Dahlan Lukman yang mengurai catatan historis bertajuk “Mengapa Muhammadiyah Terlambat Kembali ke Pelayanan Haji?”. Ia mengingatkan kembali fakta bahwa K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1921 telah merintis Bahagian Penolong Hadji, bahkan generasi KH Moh Soedja pernah memiliki imajinasi besar membeli kapal haji sendiri. Namun, perjalanan sejarah kelembagaan membuat Muhammadiyah justru baru secara formal membentuk Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) pasca-Muktamar ke-48 tahun 2022. Tak kalah menghentak, kritik tajam juga muncul pada isu ekologi. Penulis seperti Yayum Kumai dan Trigus D. Susilo menyuarakan kegelisahan akar rumput terkait dinamika kemitraan serta isu konsesi tambang, yang dinilai berpotensi menguji independensi dan komitmen amar makruf nahi mungkar Muhammadiyah di hadapan kekuasaan. Epilog Fathul Wahid: Menjaga Inti, Membayangkan yang Paling Jauh Menutup seluruh dialektika pemikiran dalam buku ini, Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) sekaligus alumni Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., memberikan catatan epilog yang menyejukkan sekaligus visioner. Fathul Wahid mengingatkan pentingnya sikap “menjaga yang paling inti, membayangkan yang paling jauh”. Nilai-nilai dasar tauhid, keikhlasan, dan integritas gerakan merupakan inti yang tidak boleh bergeser sedikit pun. Namun dalam merespons perubahan peradaban, cara pandang dan ekosistem tata kelola Muhammadiyah harus berani membayangkan horizon masa depan yang jauh melampaui kebiasaan hari ini. Buku Reinventing Muhammadiyah pada akhirnya hadir bukan untuk memicu kegaduhan, melainkan sebagai panggilan kesadaran kolektif. Muhammadiyah yang berkemajuan adalah organisasi yang tidak takut pada kritik, melainkan terus belajar dan memperbarui dirinya demi kemaslahatan umat dan bangsa. Rep Editor MPI PDM Sleman.
![]()
KIAIMU
![]()
Gamping, Pdmsleman.Or.Id Sebagai bentuk dan upaya mempererat ukhuwah islamiyah antar jamaah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( PRM ) Balecatur Selatan rutin menggelar kegiatan pengajian keliling lapanan setiap akhir bulan. Untuk bulan sebtember 2026 ini, pengajian lapanan dilaksanakan di masjid Al Ikhlas 2 Temuwoh Kidul Balecatur Gamping pada hari Senin , 28 September 2026. Pengajian lapanan kali ini terasa istimewa dan meriah, karna dihadirkan hiburan musik orgen tunggal religi ” Nggayuh Suwargo ” dengan lagu – lagu religinya yang dimotori oleh H. Wawan, dengan alunan musik islami tersebut menambah khitmadnya suasana dan semangat jamaah yang hadir. Dalam sambutannya Ketua PRM Balecatur Selatan Lukman Johanudin menyampaikan ucapan “terima kasih kepada takmir masjid Al iklas 2 yang telah menerima silaturohim dari pengurus dan anggota PRM Balecatur Selatan, selain itu tujuan pengajian lapanan ini diadakan untuk mempererat silaturohim antar jamaah dengan pengurus PRM Balecatur Selatan agar ukhuwah islamiyah semakin kuat” ujarnya. Kajian inti disampaikan oleh Ustadz Imam Rosidi S.Ag. yang dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa “seorang muslim itu harus bahagia dan sehat jasmani rohaninya, mengapa kita harus sehat dan bahagia ? karena jika kita sehat dan bahagia dalam melakukan ibadah bisa maksimal, dan tentunya dengan hati yang iklas serta tidak lupa slalu ber syukur atas karuniaNya yang diberikan kepada kita”. Dan bagi kita semua terutama yang sudah menghinjak usia/ umur 50 tahun keatas, mari kita perbaiki ibadah kita, sodakoh kita. Terutama sholat 5 waktunya bagi laki – laki atau bapak- bapak diusahakan berjamaah di masjid, karena berpahala yang sangat besar. Pesan ustadz Imam. Pengajian berlangsung dengan khitmad, hangat dan penuh kekeluwargaan, ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Imam, dan dilanjut ramah tamah serta foto ber sama- sama pengurus PRM dan pengurus takmir masjid. Rep ; Antok Suranto ,PCM Gamping Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Gamping, Pdmsleman.Or.Id Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan Pelatihan Penyusunan Materi Ceramah dan Khutbah Berbasis Manhaj Tarjih Muhammadiyah pada Ahad, 16 Rabiul Akhir 1448 H bertepatan dengan 27 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Mitra Pimpinan Ranting Muhammadiyah Banyuraden, Cabang Gamping, Sleman, Yogyakarta ini melibatkan kolaborasi dari beberapa program studi di lingkungan UMS, yaitu Magister Hukum Ekonomi Syariah, Magister Teknik Industri, Teknik Industri (Program Sarjana), Psikologi (Program Sarjana), serta Hukum Ekonomi Syariah (Program Sarjana). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun materi dakwah, khususnya ceramah dan khutbah, agar memiliki landasan keilmuan yang kuat serta sesuai dengan prinsip Manhaj Tarjih Muhammadiyah. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai penyusunan materi dakwah yang sistematis, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, beberapa narasumber dari berbagai bidang keilmuan turut memberikan materi, di antaranya Muhammad Arsyad Arifi, Lc., Dr. Isman, SHI., SH., M.H, Sahman, Lc, M Bagus Sudinadji, S.Psi., serta Aad Satria Permadi, S.Psi., M.A., Ph.D. Para pemateri memberikan wawasan terkait pendekatan keislaman, penyusunan pesan dakwah, serta aspek psikologi komunikasi dalam menyampaikan ceramah kepada masyarakat. Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik penyusunan naskah ceramah dan khutbah berbasis nilai-nilai tarjih Muhammadiyah. Peserta diarahkan untuk mampu mengembangkan materi dakwah yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian pesan agama, tetapi juga memperhatikan konteks sosial dan kebutuhan umat. Melalui kegiatan PKM ini, UMS berharap dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang keagamaan dan dakwah. Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik UMS dalam mendukung penguatan peran masyarakat melalui pendekatan keilmuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan. Salah satu peserta pelatihan Rohmat Teguh mengatakan, “Pelatihan pembuatan khutbah dan kultum berbasis manhaj tarjih dari Tim PKM UMS ini sangat bermanfaat, Alhamdulillah pasca pelatihan saya bisa membuat buku ceramah dengan metode yang diajarkan”. Kegiatan Pelatihan Penyusunan Materi Ceramah dan Khutbah Berbasis Manhaj Tarjih Muhammadiyah menjadi langkah strategis dalam membangun kader dakwah yang memiliki kemampuan intelektual, komunikatif, serta mampu menyampaikan nilai-nilai Islam secara bijak dan kontekstual di tengah masyarakat. Rep Arsyad Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Moyudan, PdmSleman.Or.Id Program rutin Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) dalam rangka memotivasi ketahanan pangan dan olahan lokal diselenggarakan Lomba Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah (GLHA) dan Olahan Pangan Lokal (OPL). Lomba dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat Pimpinan Daerah hingga Pimpinan Pusat. KWT ‘Aisyiyah Sholihah Sidomulyo, Godean, Sleman mewakili Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Godean menjadi peserta lomba. Penilaian dilakukan oleh tim dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman, dan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta. Penilaian berlangsung pada Senin (28/9/2026). Kedatangan tim yuri disambut dengan nyanyian dan yel-yel oleh anggota KWT ‘Aisyiyah Sholihah. Ketua KWT Sidomulyo Susiyanti Nugroho membeberkan KWT Sholihah memiliki lahan demplot kurang lebih 600 meter persegi. Dari lahan tersebut ditanami berbagai jenis tanaman pangan antara lain jagung, ubi, talas, dan berbagai jenis sayuran. “Tanaman unggulan kami adalah lidah buaya (Aloe Vera),” ujarnya. Selanjutnya Susi menyebut guna memenuhi kebutuhan protein hewani KWT Sholihah juga memelihara ayam petelur dan budidaya ikan. “Kami juga memelihara magot sebagai makanan ayam, dan ikan,” imbuhnya. Ia menambahkan produk olahan Aloe Vera (lidah buaya) dibuat produk instan dan akan dikembangkan produk lain. Tri Maryati, MM, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prodi Manajemen menambahkan KWT ‘Aisyiyah Sholihah merupakan binaan UMY dalam program pengabdian masyarakat. “Dalam program tersebut kami memberikan sosialisasi dan pelatihan,” ucapnya. Setelah melakukan monitoring dan evaluasi tim yuri memberikan pesan yang disampaikan Indah. Dalam pesannya Indah menegaskan tanaman lidah buaya yang menjadi unggulan harus dirawat dengan baik. Sebaiknya pagar keliling ditanami tanaman hijau seperti singkong atau kelor. “Dengan demikian akan lebih nampak hijau dan asri dan tanaman akan terlindungi,” ungkapnya. Selanjutnya Indah menambahkan produk unggulan untuk segera diupayakan mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Indah menambahkan agar ibu-ibu KWT ‘Aisyiyah untuk berdaya, bergerak, dan berdampak. “Mangga lakukan kolaborasi dengan KWT-KWT lain agar bisa berkembang dan berdaya,” kata Indah. Ia menambahkan KWT untuk selalu memelihara, merawat, dan menjaga tanaman pangan agar lumbung hidup memiliki manfaat. “Luangkan waktu pagi untuk menyapa makhluk Allah,” imbuhnya. “Hasil dari merawat tanaman dan mengolah tanaman akan memiliki dampak yang positif bagi diri sendiri maupun lingkungan,” pungkasnya. Rep Sugiyanto Moyudan Editor Arief HArtanto MPI PDM Sleman
![]()
Ngemplak, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan LazisMu Ngemplak sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Sarasehan Ngopi Bareng Tokoh Muhammadiyah Ngemplak” yang berlangsung di Liema Coffee and Resto, Bimomartani, Ngemplak, Sleman pada Ahad (27/9). Acara ini digelar sebagai wadah silaturahmi sekaligus ruang dialogis antargenerasi di lingkungan persyarikatan. Kegiatan yang dikemas secara santai namun khidmat ini dihadiri oleh PDM Sleman, Drs. H. Ardani, MA serta jajaran pengurus, PCM Ngemplak, tokoh-tokoh senior Muhammadiyah setempat, serta perwakilan dari organisasi otonom (Ortom), Direktur RSUAD, Direktur TvMu, Direktur BMT Surya Martani. Ketua PCM Ngemplak, Dr. Djoko Santosa, M.Si, mengungkapkan bahwa esensi dari acara sarasehan ini adalah untuk memperkuat soliditas organisasi dan meneguhkan komitmen gerakan dakwah di tingkat cabang. Selain itu, momentum ini dimanfaatkan secara khusus untuk menyerap petuah, pengalaman, dan strategi dakwah dari para tokoh senior seperti Drs. H. Abdul Kasri. “Melalui konsep ‘Ngopi Bareng’ ini, kami ingin mencairkan sekat komunikasi agar gagasan-gagasan kemajuan organisasi dapat didiskusikan dengan lebih terbuka. Yang tidak kalah penting, kita di jajaran pengurus aktif sangat membutuhkan pasokan spiritual dan nasihat strategis dari para sesepuh yang telah meletakkan fondasi dakwah di Ngemplak,” ujar Dr. Djoko Santosa di sela-sela acara. Rangkaian acara diawali dengan sesi seremonial pembukaan, diikuti dengan forum silaturahmi interaktif sambil menikmati hidangan kopi bersama. Puncak acara diisi dengan “Forum Nasehat dari Sesepuh”, di mana para tokoh senior Muhammadiyah Ngemplak membagikan kilas balik perjuangan organisasi sekaligus memberikan arah pandang bagi kepengurusan saat ini dalam menghadapi tantangan zaman. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah (dhahar bareng) guna mempererat rasa kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, PCM Ngemplak berharap roda organisasi dapat bergerak lebih dinamis, adaptif, dan tetap bersandar pada nilai-nilai perjuangan para pendahulu. Sekretariat PCM Ngemplak Jl. Cangkringan KM 7, Kalibulus, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, DIY Telepon/WhatsApp: 0895-6111-27222 (M. Khusnudin, S.Pd – Sekretaris) Rep M. Afifudin Editor Arief Hartanto MP PDM Sleman
![]()
NGAGLIK BERKEMAJUAN
![]()
Drs H. Sukirman, M.A.
![]()