Pengajian Ahad Pagi dan Syawalan Muhammadiyah Margokaton   di Masjid Syuhada sediakan 800 porsi sarapan. 

Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Pengajian Ahad Pagi dan Syawalan Muhammadiyah Margokaton  Seyegan digelar di Masjid Syuhada Planggok dengan  sediakan 800 porsi sarapan. Acara dibuka dengan pembacaan basmalah, diikuti dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Saudara Naufal Azam dan Saudara Azam, santri TPA Al Mubarok, Planggok.Dilanjutkan dengan pembacaan ikrar syawalan oleh Bapak Setyo Widianto, yang merupakan tradisi untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Ketua PRM Margokaton Nur Khaorudin memberikan sambutan mengenai pentingnya meningkatkan kualitas dan kuantitas anggota Muhammadiyah, serta apresiasi kepada para jamaah. Tausiyah disampaikan oleh Ustaz Isngadi Marwah Admaja, SHI, MH. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pentingnya silaturahmi (menyambung tali persaudaraan) yang dijamin dapat meluaskan rezeki dan memanjangkan umur. Beliau juga menyoroti pentingnya etika berkomunikasi antar generasi (terutama kepada generasi muda) agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Pengajian diakhiri dengan kegiatan pentasyarufan infak kepada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di lingkungan Margokaton, terdiri dari 1 SD Muhammadiyah, 2 Kelompok bermain Aisyiyah, 3 TK ABA, 7 TPA dan 3 Ortom di Margokaton. Pengajian yang dihadiri 980an jamaah ini berhasil mengumpulkan infak sebesar  3,5 juta rupiah. Rep Enkade Margokaton Seyegan

Loading

Syawalan & Parenting  SD Muhammadiyah Semingin: Kolaborasi Kunci Lahirkan Generasi Sholih

Moyudan, PdmSleman.Or.Id  Kebersamaan yang hangat tercipta di Aula KHA Dahlan, Sabtu (4/4/2026), saat SD Muhammadiyah Semingin menggelar Syawalan dan Parenting yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga pengingat akan satu hal penting, yakni menjalin Silaturahmi dan Meraih Ridha Ilahi.Pengawas Sekolah Dasar Moyudan, Suranti,M.Pd dalam sambutannya menegaskan bahwa kesuksesan pendidikan anak adalah hasil dari kerja sama erat antara sekolah, paguyuban orang tua, dan pengurus komite. “Kepala sekolah, guru, dan pegawai tidak bisa bekerja sendiri. Mereka butuh dukungan dari orang tua, komite, serta pengurus Pendidikan Dasar Menengah Muhammadiyah,” ujar Suranti.Ia pun menekankan bahwa sinergi ini harus terus dipupuk demi kemajuan SD Muhammadiyah Semingin.Acara yang dihadiri oleh pengurus komite, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan, Lurah Sumbersari, hingga para wali murid kelas 1–6 ini juga menghadirkan tausiyah inspiratif dari Ketua PWM Sleman, H. Harjaka, S.Ag., S.Pd., M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, Harjaka menyampaikan bahwa memilih sekolah Muhammadiyah adalah langkah tepat. Sebab, anak-anak tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga agama, budi pekerti, akhlakul karimah, dan karakter mulia. “Murid di Muhammadiyah dididik agama dan budi pekerti. Harapannya, mereka kelak menjadi anak sholih dan sholihah. Anak-anak inilah yang akan mendoakan orang tuanya,” paparnya.Harjaka juga mengajak seluruh orang tua untuk menjadi teladan dalam ibadah, aktif di masjid, serta mendampingi anak-anak dalam menegakkan sholat fardhu dan sunnah. Menurutnya, generasi muda yang gemar berkegiatan di masjid adalah investasi strategis bagi pembinaan umat dan regenerasi.Sementara itu, Drs. H. Sarjono,,M.Si perwakilan dari Bidang Pendidikan Dasar & Menengah (Diksdakmen) PCM Moyudan, memberikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih SD Muhammadiyah Semingin. Namun, ia mengingatkan agar semangat inovasi tidak pernah padam. “Guru-guru harus terus berkreasi dalam pembelajaran. Dukungan orang tua, PCM, PWM, dan pemerintah kalurahan juga sangat penting. Kembalikan kejayaan sekolah ini yang telah melahirkan tokoh-tokoh nasional, salah satunya Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah,” tegasnya.Pesan penuh semangat itu pun menjadi penutup yang menggerakkan. Harapannya, melalui Syawalan dan Parenting ini, komunikasi dan kolaborasi antara sekolah, orang tua, serta pemangku kebijakan akan semakin erat—demi lahirnya generasi penerus yang cerdas, berakhlak, dan membanggakan.Reporter: Edy S Moyudan

Loading

200 Rider BikersMu Klaten Melaju Bersama Dakwah Gelar Syawalan dan Baksos di PCM Turi dan Watupurbo  

Turi, Pdmsleman.Or.Id 200an riders Komunitas Bikers Muhammadiyah (BikersMu) Chapter Klaten menggelar kegiatan Touring Syawalan dan Taddabur Alam pada Ahad (5/4/2026) dengan rangkaian kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah Turi, Sleman. Menurut Ketua Panitia acara Touring Eko Teguh Wibawanto Kegiatan ini diawali dengan perjalanan dari Klaten menuju lokasi bakti sosial di Masjid Shirothol Mustaqim Ngentak, kemudian dilanjutkan dengan pengajian dan halal bihalal serta ditutup dengan refreshing di Grojogan Watu Purbo.  Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kegiatan sosial yang dilakukan oleh BikersMu Klaten. Ia menilai kegiatan ini menjadi bentuk nyata silaturahmi sekaligus dakwah sosial yang menyentuh masyarakat. “Alhamdulillah kami dari PCM Turi merasa senang   dengan adanya kegiatan silaturahmi dan bakti sosial dari BikersMu Klaten ini. Ini bukan sekadar touring, tetapi juga membawa nilai dakwah dan kepedulian sosial,” ujar Bambang Rahmanto. Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara komunitas seperti BikersMu dengan struktur Muhammadiyah di tingkat cabang sangat penting dalam memperluas manfaat bagi umat. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mempererat hubungan antar daerah. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk menggabungkan hobi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya. Ketua LDK PDM Klaten dalam tausiyahnya mengingatkan semua peserta untuk selalu menguatkan iman dan dakwah salah satunya melalui BikersMU dan janganlah kita meninggalkan generasi yang lemah iman dan ilmu karena tantangan kehidupan tidak semakin ringan karenanya bekali anak-anak kita dengan iman dan ilmu. Sementara itu, kegiatan bakti sosial dipusatkan di Masjid Shirothol Mustaqim Ngentak, sebagaimana hasil koordinasi antara BikersMu Klaten dengan BikersMu Sleman dan PCM Turi sebagai tuan rumah. Setelah pelaksanaan bakti sosial, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Grojogan Watu Purbo dikawal dari Polsek Turi dan KOKAM Turi melalui jalan-jalan pedesaan yang menghijau asri dalam suasana kebersamaan sekaligus refleksi spiritual di tengah keindahan alam. Selain sebagai ajang silaturahmi pasca Idul Fitri, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di kalangan anggota BikersMu. Dengan menggabungkan touring, dakwah, dan aksi sosial, BikersMu Klaten menunjukkan bahwa komunitas otomotif juga dapat berperan aktif dalam kegiatan keumatan. Kegiatan ditutup dengan menikmati suasana alam di kawasan Grojogan Watu Purbo Merdikorejo Tempel dan sebelum rombongan kembali ke Klaten sejumlah BikersMU Wedi Klaten menyempatkan mampir ke kediaman Lina Seragam di Ngentak Bangunkerto Turi, salah satu warga dari Wedi Lina Wahyu Triningsih yang kini membuka usaka konveksi di Turi yang dulunya juga aktivis dari Klaten . Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan penuh keakraban, mencerminkan semangat Syawalan dengan silaturahmi dan ukhuwah. Arief Hartanto   Turi

Loading

Panitia Shalat Ied Lapangan Sumbersari Tasyarufkan Hasil Infak

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 yang berlangsung pada Jum’at ( 20/3/2026 ) telah berjalan dengan sukses, namun hasil infak tidak langsung di Tasyarufkan ke Masjid atau lembaga.Untuk itu pada Jum’at ( 3/4/2026 ) Panitia melakukan musyawarah membahas pentayarufan hasil infak tersebut, yang digelar di rumah Bapak H. Jazuli Sombangan, Sumbersari. Dalam laporannya Bendahara Panitia melaporkan bahwa pada pelaksanaan Sholat Ied di lapangan Sumbersari memperoleh 31.102.000 rupiah.Selanjutnya dengan kemufakatan seluruh Panitia hasil infak tersebut di Tasyarufkan untukBiaya penyelenggaraan Rp 2.550.000, PCM Moyudan Rp 5.000.000, PRM Tegalrejo Patran, PRM Klisat, PRM Semingin Nasri, PRM Tiwir dan PRM Sombangan masing-masing menerima 300.000 rupiah. Selanjutnya untuk tujuh Taman Pendidikan Al Qur’an ( TPA) se- Wilayah Sumbersari mendapat bagian masing-masing 500.000 rupiah. Sedangkan untuk SD Muhammadiyah Semingin mendapat 2.000.000 rupiah, TK Kartini Semi Asri, Paud Kuncup Mekar, Paud Tunas Bangsa dan Paud Aisyiyah Arum Sari, Masing-masing memperoleh 500.000 rupiah. Untuk tempat Ibadah masjid An Nashr, Masjid Makmur, dan Masjid Dakawon mendapat banyak 3.000.000 rupiah. Sedangkan Mushala Al Ikhlas, Mushalla Persatuan, dan Mushalla Jetis masing-masing Rp 1.500.000 rupiah. Untuk kelompok pembust shif dan pengedar infak Rp 1.000.000, sisa 52.000 rupiah untuk Kas Panitia. Selanjutnya Panitia merencanakan, untuk pelaksanaan sholat Idul Adha 1447.Rep Sugiyanto+ Moyudan

Loading

Pendidikan Anak Dan Kaderisasi Dini Muhammadiyah

 Tempel, Pdmsleman.Or.Id Dua dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melakukan pengabdian masyarakat Kepada para pimpinan ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah di lingkungan ranting Merdikorejo Tempel Sleman. Pengabdian masyarakat yang digelar di Aula SD Muhammadiyah Gondang legi ini, mendapatkan antusias luar biasa dari 60 orang peserta pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah Merdikorejo. Pada kesempatan ini, Dr. Siti Syah Handayani, dosen prodi Manajemen memberikan uraian tentang pendidikan anak secara Islami, bagaimana Islam meberikan panduan untuk mendidik anak. Dalam era gempuran media sosial yang bertubi tubi, bisa jadi anak lebih didoktrin oleh konten media sosial yang tidak jelas arahnya ketimbang didikan orang tua yang pasti jelas tujuannya. Maka orang tua memegang peran penting dalam membangun karakter anak. Pertama, adalah kewajiban orang tua mendidik anaknya sebagaiama al Qur’an telah menggariskannya. “Dalam Pandangan Islam, Anak adalah titipan Alloh, anak adalah ladang pahala, anak juga merupakan ujian keimanan sekaligus menjadi perhiasan dunia. Maka perlu kehati-hatian orang tua untuk memberikan input dan asupan nilai pada pemikiran anaknya”. Beberapa karakter dan prinsip yang harus diberikan kepada anak anak antara lain pendidikan tentang ketauhidan, pengenalan tentang moral, adab dan soppan sanntun, serta membangun karakter anak dengan nilai kejujuran, disiplin, tanggungjawab, mandiri, dan menghargai orang lain. Sementara itu Dr. Sugeng Riyanto, dosen hubungan internasional membeberkan tentang “ pentingnya pengenalan tentang Muhammadiyah sejak dini sebagai awal pengkaderan di lingkungan warga Muhammadiyah. Hal ini dapat dilakukan melalui audio visul dengan memasang symbol Muhammadiyah di rumah, mengajak anak ke situs situs dan amal usaha Muhammadiyah, serta mengajak mereka dalam kegiatan dan aktifitas Muhammadiyah”. Ketua Pimpinan Rantig Muhammadiyah Merdikorejo, Ida Eri Kurniawati S. Pd. sangat menyambut baik program ini dan berharap ada kelanjutan di masa yang akan datang. Pada kesempatan ini diserahkan pula hibah dari UMY berupa 1 speaker aktif dan beberapa gulung tikar sebagai sarana penjunjang kegiatan Aisyiyah maupun Muhammadiyah di Merdikorejo. Rep S Roy PCM Tempel Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kuatkan Manajemen Organisasi Muhammadiyah, 7 Prinsip Ajaran KH Ahmad Dahlan

Tempel, Pdmsleman.Or.id Kolaborasi antara dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Akademi Manajemen Putrajaya (AMPJ) terjalin dalam program pengabdian masyarakat. Dr. Sugeng Riyanto dari FISIPOL UMY dan Muhammad Ichsan SE MM dari AMPJ, membagikan keilmuannya dalam workshop penguatan manajemen organisasi kepada para pimpinan ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Ranting Merdikorejo Tempel Sleman pada Jumat 3 April 2026. Workshop yang dilaksanakan di Aula SD Muhammadiyah Gondanglegi ini menitik beratkan pada manajeman organisasi Muhammadiyah yang berbasis pada 7 prinsip ajaran KH Ahmad Dahlan. Dalam paparannya Muhammad Ichsan menjabarkan 7 prinsip tersebut antara lain ” hidup adalah pertaruhan, bahaya takabur, hati hati dengan kebiasaan, pemurnian keyakinan, teguh pendirian, pengorbanan pemimpin, dan belajar dan beramal “. Sementara itu Sugeng Riyanto menekankan kembali bahwa “ Muhammadiyah adalah sebuah gerakan, jadi pengurusnya harus menjadi mesin penggerak, yang memberi energi bagi laju roda organisasi. Maju mundurnya Muhammadiyah di tingkat manapun tergantung pada gerak dari para manajer atau pengurusnya. Pengurus Muhammadiyah harus menjadi ujung tombak, bahkan ujung tombok, kadang malah menerima resiko sasaran tembak. Tetapi itulah ajaran Kyai Dahlan, hidup adalah pertaruhan, hidup hanya sekali, jadi harus memberikan kemanfaatan”. Pengabdian dalam skema khusus ini mendapat sambutan yang antusias dari sekita 60 pimpinan ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah yang terundang. Selain memberikan pembekalan, dalam pengabdian ini UMY juga memberikan hibah berupa 2 ekor kambing betina indukan senilai 4.025.000 rupiah untuk dikembangbiakkan sehingga hasilnya diharapkan mampu memberikan kontribusi pendanaan dalam kegiatan Muhammadiyah di lingkup Ranting Merdikorejo. Rep S Roy PCM Tempel Editor  Arief hartanto MPI PDM Sleman

Loading

 Dorong Lahirnya Amal Usaha, Dosen UMY Pacu PRA Trihanggo Segera Buka Toko

Gamping.PDMSLEMAN.OR.ID Pagi menjelang siang PRA Trihanggo mengupgrade keilmuan kembali untuk peningkatan kapasitas dakwah ekonomi. Selasa 31/03 dii Aula Kantor Bersama Muhammadiyah Gamping. 11 Ibu-ibu hadir dengan semangatnya menerima materi dari para narasumber. Acara ini diselenggarakan oleh UMY dalam rangka Pengabdian Dosen Tahun 2026. Peserta kali ini sengaja sedikit agar kualitas pertemuan menghasilkan kelompok belajar yang benar-benar menghasilkan output berdampak ke masyarakat. Hadir dalam pembukaan acara, Trimani, S.Pd I selaku Ketua PRA.  Ketua pelaksana kegiatan, Drs.  Juhari SA, M. Si. menjelaskan bahwa sudah waktunya perempuan berkemajuan seperti ‘Aisyiyah Trihanggo merancang dengan prinsip keberlanjutan dan penguatan ekonomi jangka panjang, real action membuat toko. Sedangkan Dr.  Oktiva Anggraeni, S.IP, S. Pd, M. Si sebagai anggota Tim Dosen memaparkan Business Plan.  Memasuki sesi utama, tim pengabdian memberikan Pelatihan Inisiasi Pembentukan dan Penguatan Usaha Ekonomi Pada Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Trihanggo Selatan.   Tim menjelaskan  pemahaman mengenai pentingnya inventaris potensi usaha, perencanaan dan pencatatan keuangan yang sistematis, penyusunan anggaran usaha, hingga integrasi aspek lingkungan dan sosial dalam pengelolaan bisnis. Materi yang disampaikan diharapkan mampu mendorong ibu-ibu ‘Aisyiyah untuk lebih adaptif terhadap konsep usaha kelompok berkelanjutan. Hal ini dikuatkan dalam pelatihan tersebut oleh Nisfatul Izzah, S. E, MA sebagai Narsum,  Pada penghujung acara sebelum makan siang, dibentuklah Kelompok Usaha yang mengelola toko, lengkap dengan struktur pengurusnya, agar kemudian bisa dipantau oleh Tim Pengabdi. Ditutup dengan foto bersama dan beberapa peserta meminta selfie narasumber. (red-ay). #dosenumy #ekonomiislam #pdmsleman #pcmgamping #pratrihanggo

Loading

Pengajian Syawalan PCM Turi, Teguhkan dan Spirit Kepedulian Sosial

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi menggelar Pengajian Syawalan, Halal Bihalal, serta pamitan jamaah haji pada Ahad Kliwon, 10 Syawal 1447 H atau 29 Maret 2026 bertempat di Gedung DakwahMu di Ngablak Bangunkerto Turi. Kegiatan yang dihadiri sekitar 500an jamaah ini berlangsung khidmat dengan menghadirkan narasumber utama Prof. Drh. H. Agung Budiyanto. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan DR. H. Agus Nugroho Setiawan PCM Turi yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Syawal sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan amal ibadah pasca-Ramadan. “Atas nama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi, kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga amal ibadah kita selama Ramadan diterima Allah dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadan yang akan datang,” ujarnya sebagaimana disampaikan kepada contributor Arief Hartanto. Sambutan juga disampaikan perwakilan pemerintah kapanewon yang diwakili Panewu Anom Turi Muh. Yunan Nurtrianto, S.STP, M.Sc. Ia memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah Turi atas kontribusinya dalam mendukung program pemerintah, sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama mengatasi persoalan sosial. Hadir juga sejumlah Lurah dan Kapolsek dan Danramil Turi dalam kesempatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Muhammadiyah Turi yang telah membantu program pemerintah. Namun, kami juga mengajak untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi masyarakat sangat dibutuhkan melalui kegiatan pemberdayaan dan kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Memasuki sesi inti, pengajian disampaikan oleh Prof. Drh. H. Agung Budiyanto yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Syawal merupakan refleksi dari keberhasilan pembinaan spiritual selama bulan suci. “Ramadan itu membentuk karakter. Setelah Ramadan, manusia seharusnya lebih cepat mendekat kepada Allah, lebih rendah hati, dan tidak merasa paling hebat. Kita ini sejatinya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. “Apa yang ada di sisi kita akan lenyap, sedangkan yang ada di sisi Allah itulah yang kekal. Maka setiap aktivitas harus bernilai akhirat,” lanjutnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya mengendalikan emosi sebagai bentuk kekuatan sejati. “Orang kuat itu bukan yang menang berkelahi, tetapi yang mampu menahan amarah,” ujarnya, mengutip hadis Nabi. Rangkaian acara dilanjutkan dengan ikrar halal bihalal yang berlangsung penuh haru. Seluruh jamaah saling memaafkan atas kesalahan yang disengaja maupun tidak, sebagai wujud pembersihan hati di bulan Syawal. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk pamitan jamaah haji PCM Turi tahun 1447 H. Perwakilan jamaah, Sri Ismawati, SE., menyampaikan permohonan doa restu kepada seluruh hadirin. “Kami memohon doa agar diberikan kesehatan, kelancaran, dan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sempurna serta kembali dengan predikat haji mabrur,” tuturnya. Ia menyebutkan sebanyak 14 calon jamaah haji dari keluarga Muhammadiyah Turi dijadwalkan berangkat pada 23 April 2026. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah serta sarapan pagi Soto Bersama seluruh jama’ah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen jamaah dalam meningkatkan kualitas ibadah serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Rep n Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading