Syawwalan dan Peresmian Sekretariat PRM dan PRA Sidorejo Godean

 Godean, Pdmsleman.Or.Id Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Syawwalan yang dirangkaikan dengan peresmian Sekretariat Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sidorejo. Acara ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM),  Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Godean, Lurah Sidorejo, Dukuh Pare 2 dan Pare 3, tokoh masyarakat, anggota PRM PRA Sidorejo serta tokoh masyarakat sekitar. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, dan diakhiri dengan tausiyah serta doa bersama. Bertempat di rumah H. Kuswanto, Dusun Pare 2 Sidorejo Godean Sleman Yogyakarta Ahad, 29 Maret 2026 telah diresmikan kantor sekretariat Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Sidorejo oleh ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean Haris Darmawan, S.Pd Menurut ketua panitia Drg. Sri Wijayanti menyampaikan bahwa “tujuan peresmian sekretariat ini adalah untuk meningkatkan gerak langkah dakwah berkemajuan di Sidorejo dan pelaksanaan peresmian ini bertepatan dengan kajian penguatan ideologi Muhammadiyah tiap Ahad Kliwon yang dibimbing oleh H. Hadi Suprapto”.  Adanya kantor ini merupakan kebaikan H. Kuswanto untuk dapat digunakan dalam kegiatan PRM PRA Sidorejo. Dilaporkan juga kegiatan lain diantaranya pengajian rutin Jumat Wage, pengajian tiap Sabtu pagi di Masjid Prawirosetiko dan kajian Ahad kliwon ini serta kegiatan per majelis. Lurah Sidorejo, Isharyanto mengapresiasi  kegiatan PRM PRA agar lebih baik lagi karena sebelumnya belum memiliki sekretariat saat ini sudah akan diresmikan kantor sekretariat dan di Sidorejo sudah ada tanah wakaf Muhammadiyah di Dusun Ganjuran akan lebih membawa manfaat bagi masyarakat. “Terimakasih kepada Bapak Kuswanto atas kesediaan memanfaatkan untuk sekretariat sebagai penguatan dakwah Muhammadiyah di Sidorejo”. Selanjutnya Haris Darmawan, S.Pd menyampaikan dalam sambutan bahwa” kantor sekretariat PRM PRA Sidorejo merupakan yang pertama di Cabang Muhammadiyah Godean dan menjadi penting untuk lebih menunjukkan eksistensinya lagi walau gerak langkah baik PRM PRA Sidorejo sudah real ada  dan eksis namun dakwah kepada jamaah harus lebih ditingkatkan”. Adapun tanah wakaf di Ganjuran nanti insyaAllah untuk pemanfaatan panti asuhan, diharapkan dapat dirintis dan dikelola oleh PRM PRA Sidorejo mengingat dakwah tidak hanya pengajian saja namun juga pemberdayaan bagi warga masyarakat tidak mampu juga peningkatan ekonomi warga masyarakat pungkas Haris. Acara Syawwalan semakin terasa khidmat dengan tausiyah yang mengangkat tema pentingnya akhlaq bagi seorang warga Muhammadiyah. Dalam tausyiyah Hadi Suprapto menyampaikan ada 3 perkara yang hendaklah kamu bisa melakukan, Pertama, memberi orang yang tidak pernah member, Kedua, ampunilah orang yang menyakiti dan Ketiga, menjadi penghubung menyambung silaturahmi. Selain itu, setelah doa oleh Drs. H. Moh. Fatchan dan pengguntingan pita masuk kantor sekretariat,  suasana keakraban juga terlihat saat ramah tamah dan makan bersama yang menjadi penutup kegiatan ini. Rep H Wahdan Arifusin SPd   PCM Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pesan Khatib Sholat Ied di Lapangan Sumbersari : 3 Peran Umat Alumni Madrasah Ramadhan

Moyudan.Pdmsleman.Or.id Ramadhan telah memberi kesempatan kepada umat untuk memperbaiki diri, mengantarkan umat pada hari kemenangan. Berkat rahmat Allah SWT., umat mampu menahan lapar, dahaga, mengendalikan hawa nafsu hingga memperbanyak ibadah. Allah SWT. telah memberikan kehidupan, kesehatan, dan kesempatan menyambut Idul FItri dengan kebersihan hati. Ustad Heru Suprayitno menegaskan Idul Fitri bukan sekedar perayaan, tetapi awal dari ujian sesungguhnya. Bukan hanya merayakan kemenangan tetapi juga harus merenungkan apa yang harus dilakukan pasca Ramadan. Sebagai insan bertaqwa, sebagai alumni madrasah Ramadan, ada 3 JJJKperan penting umat. Pertama berperan untuk diri sendiri. Ramadan telah membentuk diri kita disiplin sholat, disiplin membaca Qur’an, disiplin menahan amarah, memperbanyak sedekah, serta manjauhi maksiat. “Kita harus menjadikan ibadah dan amal baik sebagai bagian dari hidup kita, bukan sekedar ritual musiman, dengan tetap istiqomah. Jangan biarkan semangat Ramadan mati begitu saja. Khusus kaum muda, remaja masjid, teruslah bersemangat mengurus kegiatan di masjid, jangan jauhkan dirimu dari masjid.” tegasnya. Kedua, berperan untuk keluarga, membangun rumah tangga dengan nilai-nilai Ramadan. Karena keluarga adalah benteng utama dalam membentuk peradaban. Jika ingin membangun bangsa yang kuat, mulailah dari keluarga yang kuat. Ramadan telah mengajarkan kepada kita arti kasih sayang, kebersamaan, dan tanggung jawab. Maka, setelah Ramadhan, kita harus terus membimbing keluarga dalam kebaikan, jangan biarkan rumah tangga diisi dengan kemaksiatan, pertengkaran dan kelalaian. Jadikan rumah tangga sebagai tempat penuh dengan ketenangan, ketaqwaan dan keberkahan. Sebagai suami, jadilah pemimpin yang adil dan bertanggung jawab. Sebagai istri, jadilah pendamping yang sholihah penuh kasih sayang. Sebagai orang tua, jadilah teladan bagi anak-anaknya. “Kita didik anak-anak menjadi generasi unggul dan kuat, kuat fisik, mental, ekonomi dan kuat keimanannya,” tegas khatib.Kedepan, anak-anak kita menghadapi tantangan yang tidak mudah, diperlukan mental kuat dengan terus memohon pertolongan Allah dengan sabar dan doa. Ketiga, berberan untuk bangsa, menjadi umat yang bermanfaat. Menukil Hadits Riwayat Ahmad, Khoirunnaas anfa’uhum linnaas. “Sebaik-baik umat adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.” Bangsa kita tidak hanya membutuhkan umat soleh individu, tetapi juga Soleh sosial yang peduli sesama dan peduli sosial. “Jangan hanya sibuk dengan ibadah pribadi, tetapi melupakan tanggungjawab sosial. Jangan hanya mencari pahala untuk diri sendiri, tetapi lupa menegakkan keadilan dan membela kebenaran di masyarakat,” tegasnya. Qur’an Al-Maidah: 2 mengajarkan umat untuk saling tolong-menolong dalam hal kebaikan dan taqwa, jangan bertolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. Di sinilah pentingnya sebuah organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, sebagai sarana untuk bersama-sama mencapai tujuan mulia dengan dakwah yang lebih baik, lebih terarah dan sistematis. Karena kebaikan yang tak terorganisir akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir. “Idul Fitri bukan akhir perjalanan ibadah, melainkan awal tantangan baru. Ramadhan telah menempa kita menjadi pribadi yang lebih baik, dan harus kita jaga dan kita terapkan nilai-nilai yang telah kita pelajari,” pungkasnya.Rep Sugiyanto Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Sholat Idul Fitri 1447 H di Minomartani, Angkat Filosofi Puasa sebagai Jalan Menuju Kemenangan

Pdmsleman,Or.Id   Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H berlangsung khidmat di Lapangan Masjid Jami At-Taqwa Minomartani, Jalan Piranha Raya No. 7 Mlandangan, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (20/3/2026) pagi. Sejak pukul 06.00 WIB, ribuan jamaah telah memadati lokasi untuk menunaikan ibadah sekaligus menyimak khutbah Idul Fitri yang penuh makna. Bertindak sebagai imam adalah Ustadz Miftahus Surur, S.E., M.E., AWP-S, sementara khutbah disampaikan oleh Ustadz Drs. Agus Triyanta, M.A., M.H., Ph.D. dengan tema “Sebagai Layaknya Orang yang Lulus Ujian”. Dalam khutbahnya, Agus Triyanta menegaskan bahwa Idul Fitri merupakan momentum kemenangan setelah umat Islam menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. “Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan, karena umat Islam merayakan kemenangan setelah menahan berbagai dorongan nafsu dan godaan syaitan,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar ritual ibadah, melainkan sebuah proses pendidikan spiritual yang mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, dan ketahanan dalam menghadapi ujian kehidupan. “Puasa adalah pelajaran bahwa untuk mencapai kesuksesan tidak ada jalan pintas, tidak ada shortcut. Semua harus melalui proses dan perjuangan,” tegasnya. Lebih lanjut, ia mengkritisi fenomena masyarakat modern yang cenderung menginginkan hasil instan tanpa melalui proses yang benar. Menurutnya, puasa menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati hanya dapat diraih melalui usaha dan pengorbanan yang sungguh-sungguh. Dalam penjelasannya, ia juga mengaitkan puasa dengan konsep ketakwaan sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an. “Tujuan utama puasa adalah agar kita menjadi insan yang bertakwa, dan ketakwaan itulah yang akan mengantarkan pada kebahagiaan sejati,” ungkapnya. Ia menambahkan, kebahagiaan yang hakiki bukan terletak pada materi, jabatan, atau popularitas, melainkan pada kedekatan dengan Allah SWT. “Orang yang bertakwa akan merasakan kebahagiaan sejati, karena ia mampu menerima segala ketentuan Allah dengan lapang dada,” jelasnya. Menutup khutbah, jamaah diajak menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal untuk kembali kepada fitrah, memperbaiki diri, serta menjaga nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari. Suasana haru dan khusyuk terasa saat doa dipanjatkan bersama, memohon agar seluruh amal ibadah diterima dan diberikan kesempatan bertemu Ramadhan berikutnya. Pelaksanaan Sholat Idul Fitri ini berlangsung tertib dan lancar, serta menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Minomartani dan sekitarnya. Berikut khutbah lengkapnya Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Tempat Sholat Idul Fitri 1447 H Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman tahun 2026

Tempat Sholat Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman tahun 2026 siap menjadi pusat kebersamaan umat dalam menyambut hari kemenangan. Ratusan titik lokasi tersebar di berbagai kapanewon, menghadirkan kemudahan bagi masyarakat untuk menunaikan ibadah dengan khusyuk dan tertib. Dengan imam dan khatib yang kompeten, diharapkan pelaksanaan sholat Id berlangsung penuh hikmah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi momentum meningkatkan ketakwaan. Mari hadir bersama keluarga, menjaga ketertiban, dan menghidupkan semangat Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin.

Loading

PCNA Turi Luncurkan Program “Pusat Belajar Keluarga” Lewat Kajian Kemuslimahan yang Inspiratif

Turi , Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Turi sukses menyelenggarakan kegiatan “Kajian Kemuslimahan & Launching Program Pusat Belajar Keluarga” pada Sabtu (14/03/2026). Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Turi, acara ini dihadiri oleh 25 peserta yang berasal dari berbagai organisasi lintas sektoral, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap penguatan peran perempuan dan keluarga. Kegiatan ini merupakan buah manis dari kerja sama antara PCNA Turi dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kolaborasi ini terwujud melalui salah satu dosen UMY, yakni Yunda Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I., yang merupakan Kepala Departemen Dakwah dan Pendidikan PCNA Turi sekaligus juga bertindak sebagai narasumber utama.  Dalam penyampaiannya, Anisa DM membawakan materi mendalam mengenai strategi menghidupkan bulan suci melalui framework Ramadan yang mindful (sadar penuh), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan). Selain itu, Yunda Anisa juga menekankan “ pentingnya empat pilar bagi wanita untuk meraih surga, yakni menjaga salat wajib, menunaikan puasa Ramadan, menjaga kehormatan diri, serta taat kepada suami”.  Suasana diskusi berlangsung sangat dinamis; para peserta tidak hanya menyimak secara pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam memberikan pertanyaan serta umpan balik yang kritis selama sesi materi berlangsung. Meski Ketua PCNA Turi, Yunda Dyah Harumming Kinanti, berhalangan hadir secara fisik, esensi kepemimpinannya tetap terasa kental. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan moril serta sumbangsih konsep yang ia rancang sejak awal. Hal ini didukung penuh oleh kerja keras jajaran Pimpinan Harian (PH) PCNA Turi yang bahu-membahu dalam mempersiapkan segala aspek teknis demi terwujudnya acara yang bermanfaat ini. Melalui peluncuran “Pusat Belajar Keluarga” hasil kolaborasi dengan akademisi UMY ini, PCNA Turi berharap dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi para perempuan di wilayah Turi dan sekitarnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam aspek keagamaan maupun dalam membina ketahanan keluarga. Rep Nana  PCNA Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Tingkatkan Motivasi Berprestasi, SMK Muhammadiyah 2 Turi Bersama Akademisi UAD

 Turi, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah 2 Turi menggelar kegiatan peningkatan motivasi berprestasi bagi siswa dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yaitu Dr. Sutipyo Ru’ya, M.Si. dan Dr. Yusron Masduki, M.A. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari ikhtiar sekolah dalam menumbuhkan semangat berprestasi siswa agar memiliki bekal yang lebih kuat untuk bersaing di masa depan pada Rabu 11 Maret 2026 bertempat di UAD.  Acara yang diikuti oleh siswa dan guru berlangsung dengan penuh antusias. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat membangun karakter siswa yang unggul, percaya diri, serta memiliki motivasi belajar yang tinggi.  Dalam penyampaian materinya, Dr. Yusron Masduki menekankan pentingnya peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Ia berpesan agar guru menerapkan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) sehingga proses belajar menjadi lebih hidup dan mampu mendorong keterlibatan aktif siswa.  Selain itu, Dr. Yusron juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus meningkatkan semangat berprestasi. Ia menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan siswa  yaitu “ menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik, membangun growth mindset, belajar dari kegagalan, fokus pada proses pembelajaran, serta melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan”.  Sementara itu, Dr. Sutipyo Ru’ya menjelaskan “ konsep sederhana dalam menghadapi kehidupan melalui tiga prinsip utama, yaitu Risk (risiko), Uncertainty (ketidakpastian), dan Hope (harapan). Menurutnya, setiap individu perlu berani menghadapi risiko, siap menerima ketidakpastian, serta tetap menjaga harapan sebagai kekuatan untuk terus melangkah menuju kesuksesan”.  Pamuji SS, S.Si  selaku Kepala Sekolah menyampaikan “ kami berharap melalui kegiatan ini, SMK Muhammadiyah 2 Turi berharap siswa semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan prestasi, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan lanjutan”. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inspiratif dan berorientasi pada masa depan siswa. Rep Pamuji S.Si  SMKM 2 Turi Editor  Arief Hartanto  

Loading