![]()
Category Archives: Berita
Study Inspirasi Lazismu Berbah Ke Lazismu PDM Wonosobo
Ketua Lazismu PCM Berbah H. Ardi Sehami memimpin sejumlah 22 orang,yang terdiri dari pengurus, Sopir ambulan, admin dan relawan melakukan kunjungan peningkatan kapasitas ke Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo.Berangkat dari Kantor Lazismu atau Gedung Dakwah Hj. Amronah jam 23.30 menuju Wonosobo. Perjalanan sekitar 3 jam sampai di Masjid Muhammad Al Fatih Wonosobo jam 02.30. Rombongan beristirahat sejenak menunggu Sholat Subuh berjamaah dilanjutkan kajian dari pengasuh pondok Masjid Muhammad Al Fatih ustadz Irfan Rizki Haas.” Seusai kajian, menikmati sarapan dan bersih bersih, kita bersama menuju Lazismu PDM Wonosobo guna mendapatkan inspirasi kegiatan dari Lazismu PDM Wonosobo.” Ungkap H. Ardi Sehami seusai berpamitan kepada Ustadz Irfan Sabtu 29 Agustus 2026. Sekitar jam 08.30 rombongan Lazismu Berbah diterima di aula pertemuan Lazismu PDM Wonosobo oleh pengurus PDM dan direktur operasional Lazismu Wonosobo. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo yang diwakili Kus Mulyanto mengucapkan selamat datang kepada rombongan Lazismu PCM Berbah. Mudah-mudahan silaturahmi kita akan mendapatkan keberkahan menjadi media sharing tambahan ilmu yang barokah.PDM memiliki 17 cabang namun baru ada 7 layanan Lazismu, sepuluh cabang belum ada pelayanan lazismu namun pengelolaan zakat infak sodakoh sudah dilakukan oleh para sesepuh yang agak susah menerima pemahaman. Mereka masih bergerak dengan nama Bapeluhzam.Kami merasa bangga mendapatkan kunjungan dari Lazismu PCM Berbah dengan anggota yang meriah dalam mengelola Lazismu.“Di Lazismu PDM Wonosobo satu cabang jumlah pelayanan sekitar 3 orang.” Ungkap Ketua Badan Pengawas Lazismu Wonosobo. Mewakili PDM Wonosobo menyambut baik dengan rasa bahagia, senang kedatangan bapak ibu di Wonosobo, untuk bersama sama melakukan sharing membahas diskusi mengenai pengelolaan Lazismu.” Semoga dan kami yakin diskusi ini akan membawa manfaat bagi kita semua.” Ketua Lazismu Berbah H. Ardi Sehami berterimakasih atas sambutan hangat dari PDM Wonosobo.Selanjutnya Ardi menyampaikan kegiatan yang ada di Lazismu Berbah salah satu yang menjadi layanan utama adalah dua unit ambulan yang melayani semua masyarakat baik warga Muhammadiyah ataupun warga lain termasuk warga non muslim.Kita juga mempunyai kegiatan usaha ayammu yang bisa bersaing dengan harga yang lebih murah.” Sehingga kita mendapatkan komplain dari pedagang sekitar.” Jelas Ardi. Kekuatan kita yang lain adalah dalam pengumpulan dana seperti ketika donasi untuk bencana banjir di Aceh mendapatkan 340 juta rupiah terbesar di DIY.” Selanjutnya kami ingin mendapatkan informasi kegiatan dari PDM Wonosobo untuk inspirasi yang kita terapkan di Lazismu Berbah.” Pungkas Ardi. Direktur Lazismu Wonosobo Tabah Setyo Pambudi menyampaikan bahwa mayoritas penduduk di Wonosobo adalah petani yang sebagian pemahaman kurang dalam bidang agama.Kami mendapatkan kebebasan penggajian karyawan menentukan sendiri disesuaikan dengan kinerja selama tidak melanggar norma rambu rambu tata kelola perserikatan.Dari amil tersebut bisa membuat Bumal sebuah toko minimarket yang disondingkan dengan PKU Muhammadiyah, juga sebuah Kantin.Dari kedua usaha tersebut kita membiayai pembangunan gedung Lasismu pagu anggaran 1 milyar.” Kita berusaha tidak bersinggungan dengan perbankkan.” program beasiswa kuliah sedang membiayai 15 mahasiswa. Sedangkan beasiswa Mentari dari TK sampai SMA. Pada bidang ekonomi sedang mendampingi petani produksi gula dengan memberikan pendampingan dengan penambahan pohon kelapa genjah jenis Enthog yang bisa produksi di tahun ketiga.” Masih banyak kegiatan yang dilakukan oleh Lazismu PDM Wonosobo.” Jelas Tabah. Dalam dua tahun ini PDM secara laporan keuangan satu atap dengan Lazismu. Semua tata kelola keuangan pengeluaran dan pendapatan masuk di Lazismu menjadi Infak terikat kelembagaan.“Di Jawa Tengah sedang dilakukan sistem managerial PDM.” Selanjutnya acara dilanjutkan diskusi interaktif yang harapannya bisa meningkatkan amal usaha Lazismu.Pada akhir pertemuan kedua lembaga saling memberikan cenderamata. Kusnadi Berbah
![]()
Pengajian Ahad Wage PCM Mlati Dihadiri Ratusan Jamaah, Dorong Masjid Makmur dan Memakmurkan
Mlati, Pdmsleman.or.id Lebih dari 600 jamaah memadati Masjid Al Hanif, Warak Kidul, Sumberadi, Mlati, Sleman, Ahad (30/8/2026). Kehadiran warga dari berbagai ranting Muhammadiyah di wilayah Mlati tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Pengajian Ahad Wage PCM-PCA Mlati yang kali ini diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sumberadi. Pengajian yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 10.30 WIB itu menghadirkan Kompol (Purn) Drs. H. M. Jamaluddin Ahmad, S.Psi., Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai pembicara utama. Jamaluddin juga dikenal sebagai Direktur SDI AIK RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Antusiasme jamaah terlihat sejak pagi. Berdasarkan catatan panitia, jumlah peserta yang mengisi presensi mencapai 410 orang. Namun, kehadiran riil diperkirakan melampaui 600 orang. Hal itu terlihat dari habisnya 500 paket konsumsi yang telah disediakan panitia, sehingga harus ditambah sekitar 100 porsi lagi. Jamaah berasal dari sembilan ranting Muhammadiyah di wilayah PCM Mlati. Selain itu, kegiatan juga dihadiri unsur PCM dan PCA Mlati, PDM Sleman, warga persyarikatan, jamaah tetap Masjid Al Hanif, serta berbagai unsur amal usaha Muhammadiyah dan organisasi otonom. Pengajian Ahad Wage kali ini tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman keagamaan. Sejumlah kegiatan pendukung juga disiapkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Sebanyak 13 pelaku UMKM terlibat dalam kegiatan tersebut, sementara layanan potong rambut gratis dimanfaatkan oleh 21 orang dan pemeriksaan kesehatan diikuti 91 jamaah. Suasana semakin semarak dengan penampilan siswa-siswi TK ABA Sumberadi. Mereka tampil dalam tiga sesi, mulai dari paduan suara menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah-Aisyiyah, pertunjukan pencak silat Tapak Suci, hingga permainan angklung. Panitia juga menyediakan puluhan doorprize berupa barang serta voucher belanja untuk mendukung pelaku UMKM yang berpartisipasi. Kegiatan sosial turut mewarnai acara melalui pentasyarufan dana Lazismu Mlati kepada perwakilan anak yatim di Sumberadi. Puncak kegiatan berlangsung ketika Jamaluddin Ahmad menyampaikan tausiyah bertema “Masjid Makmur Memakmurkan”. Dalam ceramahnya, ia mengajak warga Muhammadiyah untuk tidak hanya merasa bangga dengan banyaknya bangunan masjid, tetapi juga memikirkan bagaimana masjid benar-benar hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan masjid yang tersebar di berbagai tempat patut disyukuri. Namun, kondisi tersebut juga menyisakan pekerjaan besar karena belum semua masjid mampu menjadi pusat kehidupan umat. “Makmur memakmurkan, dari masjid kita bangkit, dan apa pun masalahnya masjid solusinya,” menjadi tiga gagasan penting yang disampaikan Jamaluddin dalam upaya mewujudkan masjid yang benar-benar berfungsi bagi jamaah dan masyarakat. Ia menjelaskan, salah satu ciri masjid yang makmur adalah memiliki jamaah yang aktif dan terus bertambah. Masjid, menurutnya, tidak seharusnya hanya ramai pada waktu-waktu tertentu, tetapi menjadi tempat yang selalu hidup dengan aktivitas ibadah. “Jadi masjid itu dipenuhi jamaah untuk melakukan salat,” tegasnya. Jamaluddin juga menyinggung hasil penelitian LPCRPM terhadap 1.106 masjid Muhammadiyah. Berdasarkan penelitian tersebut, rata-rata jumlah jamaah masjid Muhammadiyah berada di kisaran 30 orang. Meski demikian, terdapat sejumlah masjid dengan jumlah jamaah yang sangat besar, salah satunya Masjid Al-Jihad di Banjarmasin yang disebut memiliki ratusan hingga sekitar seribu jamaah. Selain jumlah jamaah, masjid yang makmur juga perlu memiliki kegiatan pengajian secara rutin. Pengajian tidak hanya ditujukan bagi kalangan bapak-bapak dan ibu-ibu, tetapi juga perlu dikembangkan untuk anak-anak dengan kemasan yang menarik, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Menurut Jamaluddin, masjid juga harus mampu menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata. Kegiatan sosial, bantuan bagi warga yang membutuhkan, parenting, hingga berbagai program yang memperkuat kehidupan keluarga dapat menjadi bagian dari peran masjid di tengah masyarakat. Hal penting lainnya adalah kemampuan masjid dalam mengelola infak, sedekah, dan zakat. Dana yang dihimpun, menurutnya, perlu memberi manfaat kepada jamaah dan masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, keberadaan masjid tidak hanya menjadi pusat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang kuat. Jamaluddin juga memberikan perhatian khusus terhadap generasi muda. Ia menilai masjid harus menjadi ruang yang terbuka bagi anak-anak muda untuk berkreasi dan menyampaikan gagasan. Ide-ide kreatif generasi muda dapat menjadi energi baru dalam memajukan kegiatan dan kehidupan masjid. “Masjid harus bisa menampung keinginan anak-anak muda,” demikian salah satu penekanan dalam materi pengajian tersebut. Orang tua pun diharapkan membiasakan anak-anak untuk mengenal dan mencintai masjid sejak dini. Pengajian Ahad Wage di Masjid Al Hanif Sumberadi ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat dikemas sebagai ruang perjumpaan yang lebih luas. Di satu sisi, jamaah memperoleh penguatan spiritual melalui tausiyah. Di sisi lain, masyarakat juga dapat menikmati layanan kesehatan, dukungan bagi UMKM, kegiatan sosial, serta penampilan anak-anak. Dengan keterlibatan berbagai unsur persyarikatan dan masyarakat, kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa masjid dapat berkembang sebagai pusat ibadah, pendidikan, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pembinaan generasi muda. Pesan “masjid makmur memakmurkan” yang disampaikan dalam Pengajian Ahad Wage PCM Mlati pun menjadi ajakan bersama agar kemakmuran masjid tidak hanya diukur dari bangunannya, melainkan dari hidupnya jamaah, ramainya kegiatan, tumbuhnya generasi muda, serta semakin besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat. Rep H.Dedy Widayatno.S.Ag Ket.MPKU PCM Mlati Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Polresta Sleman Lantik 153 Siswa SD Muhammadiyah Jadi Anggota Patroli Keamanan Sekolah
Depok, Pdmsleman. .Or.Id Polresta Sleman melantik 153 siswa SD Muhammadiyah Condongcatur dan SD Muhammadiyah Kompleks Kolombo sebagai anggota Patroli Keamanan Sekolah Tahun 2026 di halaman Mapolresta Sleman, Sabtu (29/8/2026). Wakapolresta Sleman, AKBP Sudarmawan, memimpin upacara pelantikan dengan didampingi Kasat Lantas Polresta Sleman serta jajaran Kanit Lantas. Sudarmawan mengatakan pelantikan PKS menjadi bagian dari upaya membangun kedisiplinan, kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas, serta karakter tertib dan bertanggung jawab sejak usia sekolah. “PKS menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami pentingnya disiplin, tata tertib, dan keselamatan. Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan sejak dini agar tumbuh menjadi kebiasaan positif,” katanya. Menurut Sudarmawan, anggota PKS tidak hanya menjalankan tugas di lingkungan sekolah, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk memberikan contoh perilaku tertib kepada teman sebaya. “Kami berharap para anggota PKS dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus teladan dalam kedisiplinan, baik di sekolah maupun lingkungan masyarakat,” ujarnya. Sudarmawan menegaskan, Polresta Sleman akan terus mendukung pembinaan pelajar sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan dan keselamatan bersama. Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur, Estri Rukmiyanti, mengatakan pelantikan tersebut menjadi tahap penting setelah siswa mengikuti proses pembinaan PKS. “Anak-anak tidak hanya belajar mengenai lalu lintas, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, keberanian, kepedulian, serta bagaimana melayani dan membantu orang lain dengan sikap yang baik,” katanya. Estri juga mengapresiasi pendampingan Polresta Sleman dalam memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa. Menurutnya, keterlibatan kepolisian memperkuat pendidikan karakter yang selama ini dikembangkan sekolah. “Kami berharap pengalaman ini membentuk siswa menjadi pribadi yang lebih disiplin, percaya diri, dan mampu membawa kebiasaan tertib dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga kami dorong untuk menjadi contoh yang baik bagi teman-temannya,” tegasnya. Pelantikan tersebut menegaskan kolaborasi sekolah dan kepolisian dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini di Kabupaten Sleman. Rep Athiful/ Depok
![]()
Peringati Milad Muhammadiyah ke-114 PCM Berbah Akan Droping Air Bersih 411 Tangki ke Gunung Kidul
Berbah, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah, Sleman, Yogyakarta melalui Lazismu Berbah dalam rangka memperingati Muktamar Muhammadiyah ke-114 berencana menyalurkan bantuan air bersih di daerah bencana kekeringan di Gunung kidul. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama dalam mengurangi penderitaan saudara yang baru mengalami ujian bencana kekeringan. Penyaluran bantuan air bersih akan dilakukan pada hari Ahad Pon 13 September 2026 di wilayah PCM Kapanewon Tepus, Gunung Kidul, Yogyakarta.Target 411 tangki air bersih Insyaallah akan bisa tercapai. Karena sampai saat ini dari donasi sudah terkumpul 334 tangki.” Donasi bantuan air bersih melalui Lazismu Berbah masih terbuka sampai hari penyerahan.” Jelas Saifu Rijal Kepala Kantor Lazismu Berbah, saat diselenggarakan rapat koordinasi pengurus Lazismu Berbah yang bertempat di wisata alam Posong desa Tlahab, Kecamatan Kledung , Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sabtu siang tanggal 29 Agustus 2026. Lebih lanjut Saifu menjalaskan kenapa pertemuan di selenggarakan d wisata alam Posong di ketinggian 1823 m dari permukaan laut (dpl). Karena pada saat tersebut Lazismu bersama pengurus sedang tadabbur alam, mengagumi ciptaan Allah di Posong Temanggung. Di tengah hamparan kebun tembakau dan kopi diapit gunung Sindoro dan Sumbing yang perkasa. Selain melakukan bantuan air bersih 411 tangki juga akan dilakukan penyantunan pakaian layak pakai kepada warga yang membutuhkan.Bantuan tersebut akan diserahkan bersamaan dengan pengajian yang diselenggarakan oleh PCM kapanewon Tepus. Adapun dakwah pengajian akan disampaikan oleh ustadz Ahmad Muhajir Hanifi, yang juga merupakan ketua PCM Berbah.” Untuk selanjutnya setelah penyerahan bantuan secara simbolis, total donasi penyaluran ke masing-masing penerima akan di kelola oleh PCM Tepus yang lebih menguasai kewilayahan.” Tambah Saifu Rijal. Ketua Lazismu Berbah H. Ardi Sehami menyampaikan bahwa kegiatan Droping air dan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan seperti bantuan kepada duafa, pada saat bencana banjir, gempa bumi dan kebencanaan lainnya. Penyaluran bantuan tersebut sudah merupakan program Lazismu Berbah sebagai kepanjangan tangan pergerakan organisasi Muhammadiyah. Target Droping air pada angka 411 bukan hanya merupakan deretan angka biasa. Namun angka tersebut lebih dari semangat dakwah Muhammadiyah yang tahun ini merupakan Milad Muhammadiyah ke-114. Angka Milad tersebut di balik menjadi semangat target donasi droping air bersih 411 Lazismu Berbah.” Semoga kegiatan tersebut memberikan banyak manfaat kepada sesama sebagai bentuk jabaran slogan Lazismu Berbakti untuk negeri.” Ujar H. Ardi. Ketua panitia penyaluran bantuan air bersih ke Gunung Kidul Purnomo menyakinkan bahwa penggalangan donasi yang sudah berjalan beberapa waktu akan sesuai target. Sebagai upaya menambah semarak Syiar Dakwah Muhammadiyah, pada saat penyerahan bantuan di Kapanewon Tepus diharapkan semua pengurus PCM dan Lazismu beserta relawan bisa ikut hadir.” Semoga kegiatan tersebut akan berjalan lancar dan memberikan kemanfaatan bagi semua.” Ungkap Purnomo. Rep Kusnadi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
FGM DIY Gelar Workshop Penguatan Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran, Dorong Sekolah Muhammadiyah Adaptif terhadap Perkembangan Zaman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Forum Guru Muhammadiyah (FGM) D.I. Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Penguatan Pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) dalam Pembelajaran sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapan guru Muhammadiyah dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, bertempat di Aula SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Workshop terselenggara atas kerja sama FGM D.I. Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Siber Muhammadiyah (SIBERMU). Workshop diikuti oleh para guru dari berbagai sekolah Muhammadiyah se-D.I. Yogyakarta, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K). Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi para pendidik untuk mengenal sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran. Kehadiran AI dinilai memberikan peluang besar bagi dunia pendidikan, sekaligus menghadirkan tantangan yang harus direspons secara bijak dan profesional oleh para guru. Dalam sambutannya, Ketua FGM D.I. Yogyakarta, Dr. Yudi Wardana, M.Si., menegaskan bahwa sekolah Muhammadiyah harus terus melakukan pembenahan dan beradaptasi dengan perubahan zaman, “Sekolah Muhammadiyah harus berbenah dan mampu menjawab tantangan zaman.” Menurutnya, perkembangan teknologi, khususnya AI, tidak dapat dihindari. Karena itu, guru Muhammadiyah perlu memiliki kemampuan untuk memahami, menguasai, dan memanfaatkan teknologi tersebut sebagai bagian dari penguatan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan diharapkan tidak sekadar mengikuti tren teknologi, tetapi benar-benar diarahkan untuk mendukung guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Kolaborasi dengan UAD dan SIBERMU dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang semakin kuat. Sinergi antara organisasi profesi guru dan perguruan tinggi Muhammadiyah diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi serta meningkatkan kapasitas pendidik dalam menghadapi transformasi digital. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti rangkaian acara dengan aktif, mulai dari sesi pembukaan, pemaparan materi, hingga diskusi dan penguatan pemanfaatan AI dalam konteks pembelajaran. Melalui workshop ini, FGM D.I. Yogyakarta berharap para guru Muhammadiyah tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pendidik yang adaptif, inovatif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bertanggung jawab. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen FGM D.I. Yogyakarta untuk terus bergerak bersama, menguatkan pendidikan, dan mencerahkan umat, serta mendorong sekolah-sekolah Muhammadiyah di D.I. Yogyakarta agar senantiasa siap menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital. FGM DIY — Bergerak Bersama, Menguatkan Pendidikan, Mencerahkan Umat. Rep Eko Priyo AN MPd. FGM Sleman
![]()
Pengajian Ahad Pagi PCM Godean, Ilmu Harus Mengantarkan Manusia Semakin Dekat kepada Allah
Godean, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean kembali menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi/Jihadi di Masjid Al Huda Godean, Sleman, Yogyakarta, Ahad (30/8/2026). Pengajian rutin yang berlangsung setiap Ahad pagi tersebut dilaksanakan pukul 06.00–07.15 WIB dengan menghadirkan Ustadz Prof. Dr. Mochlasin, M.Ag sebagai pemateri. Kajian kali ini membahas tafsir Surah Al-Baqarah ayat 26–29, sekaligus mengantarkan jamaah pada pemahaman tentang ayat 30 mengenai penciptaan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Kajian menekankan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai jalan untuk memperkuat iman, mengenali kebesaran Allah SWT, menjauhi kefasikan, serta menjalankan amanah sebagai khalifah. Ilmu Pengetahuan Harus Memperkuat Keimanan Mengawali kajian, Prof. Mochlasin menjelaskan bahwa Islam memiliki sejarah panjang dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Para ulama dan ilmuwan muslim terdahulu telah memberikan kontribusi besar melalui berbagai karya ilmiah yang ditulis dalam bahasa Arab. Salah satu tokoh yang dikenal luas adalah Ibnu Sina, di samping banyak ilmuwan muslim lainnya. Semangat keilmuan tersebut, menurut beliau, perlu terus diwarisi oleh umat Islam. Ilmu tidak boleh berhenti hanya pada kemampuan intelektual atau pencapaian duniawi. Ilmu seharusnya membawa manusia untuk semakin mengenal Allah SWT. Semakin luas ilmu seseorang dalam memahami kehidupan dan alam semesta, semestinya semakin kuat pula keimanannya. Berbagai fenomena alam, keteraturan kehidupan, serta proses penciptaan manusia merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah yang harus direnungkan. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dan iman bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Justru ilmu dapat menjadi jalan untuk semakin memahami kebesaran Allah SWT. Tiga Ciri Orang Fasik Memasuki pembahasan Surah Al-Baqarah ayat 27, Prof. Mochlasin menjelaskan karakter orang-orang fasik. Al-Qur’an menyebutkan tiga ciri utama. Pertama, mereka yang membatalkan perjanjian dengan Allah setelah perjanjian itu diteguhkan. Manusia pada hakikatnya memiliki ikatan dengan Allah sebagai Penciptanya. Hal tersebut antara lain tergambar dalam Surah Al-A’raf ayat 172 tentang persaksian manusia terhadap Allah sebagai Rabb mereka. Namun, manusia dapat mengingkari perjanjian tersebut ketika tidak mau beriman dan tidak menaati petunjuk-Nya. Kedua, memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambung. Hal ini mencakup hubungan manusia dengan Allah atau hablum minallah dan hubungan manusia dengan sesama atau hablum minannas. Dalam hubungan dengan Allah, salah satu bentuknya adalah menjaga shalat. Shalat menjadi sarana utama komunikasi seorang hamba dengan Allah SWT. Karena itu, seorang mukmin harus menjaga shalat wajib dan memperkuatnya dengan berbagai ibadah sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, serta amal saleh lainnya. Sementara dalam hubungan dengan manusia, seorang muslim diperintahkan menjaga silaturahmi, berlaku jujur, menepati janji, menghormati sesama, dan tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Kecurangan dalam perdagangan, kebohongan, memutus silaturahmi, dan berbagai bentuk kezaliman merupakan perilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ketiga, melakukan kerusakan di muka bumi. Kerusakan tidak hanya berupa kerusakan fisik terhadap lingkungan, tetapi juga dapat berbentuk kerusakan sosial, ekonomi, moral, dan kemanusiaan. Korupsi, manipulasi, penipuan, penyalahgunaan jabatan, eksploitasi alam secara berlebihan, serta tindakan yang menyebabkan masyarakat semakin menderita merupakan contoh perilaku yang dapat masuk dalam kategori membuat kerusakan. Allah kemudian menyebutkan bahwa orang-orang yang memiliki sifat tersebut adalah orang-orang yang merugi. Kerugian itu bukan hanya dalam kehidupan dunia, tetapi juga kerugian di akhirat. “Kaifa Takfuruuna Billah”: Bagaimana Manusia Mengingkari Allah? Pada Surah Al-Baqarah ayat 28, Allah SWT berfirman: “Kaifa takfuruuna billaahi wa kuntum amwaatan fa ahyaakum tsumma yumiitukum tsumma yuhyiikum tsumma ilaihi turja’uun.” Prof. Mochlasin menjelaskan penggunaan kata “kaifa” yang berarti “bagaimana”. Dalam konteks ayat tersebut, kata tanya ini bukan sekadar pertanyaan untuk memperoleh jawaban, tetapi mengandung makna keheranan dan penegasan terhadap sikap manusia yang mengingkari Allah. Seakan-akan Allah bertanya kepada manusia, “Bagaimana mungkin kalian mengingkari Allah, padahal kalian sebelumnya tidak ada, kemudian Allah menciptakan dan menghidupkan kalian?” Manusia tidak muncul dengan sendirinya. Kehidupan manusia berlangsung melalui proses biologis, tetapi seluruh proses tersebut berada dalam kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Ayat ini kemudian menggambarkan perjalanan manusia: mati, dihidupkan, dimatikan, kemudian dihidupkan kembali, dan akhirnya dikembalikan kepada Allah SWT. Dengan demikian, kehidupan dunia bukanlah akhir dari perjalanan manusia. Kematian bukanlah akhir keberadaan manusia, karena setelah kematian manusia akan dibangkitkan dan mempertanggungjawabkan seluruh amalnya di hadapan Allah SWT. Alam Semesta adalah Tanda Kekuasaan Allah Selanjutnya Prof. Mochlasin mengaitkan pembahasan dengan Surah Al-Baqarah ayat 29 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi untuk manusia. Bumi yang ditempati manusia sesungguhnya hanyalah bagian kecil dari alam semesta. Di dalamnya terdapat berbagai ciptaan Allah yang luar biasa: langit, bumi, gunung, lautan, tumbuhan, hewan, serta berbagai benda langit yang menunjukkan keteraturan dan kebesaran Sang Pencipta. Ketika manusia mempelajari alam semesta, semestinya ilmu tersebut membawa manusia kepada pengakuan atas kekuasaan Allah. Penelitian terhadap alam bukan hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk meningkatkan rasa syukur dan keimanan. Karena itu, tanda-tanda kebesaran Allah dapat ditemukan baik melalui ayat-ayat Al-Qur’an maupun melalui ayat-ayat kauniyah yang terbentang di alam semesta. Allah Menciptakan Bumi untuk Dimanfaatkan, Bukan Dirusak Allah SWT menyediakan berbagai sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun, pemberian tersebut sekaligus merupakan amanah. Manusia tidak boleh menggunakan sumber daya alam secara serakah dan berlebihan. Manusia juga tidak diperbolehkan melakukan fasad, yaitu membuat kerusakan di muka bumi. Kerusakan lingkungan, pencemaran, eksploitasi berlebihan, dan berbagai bentuk pengrusakan alam merupakan bentuk kegagalan manusia dalam menjalankan amanah sebagai khalifah. Persoalan kemiskinan dan kelaparan yang masih terjadi di berbagai tempat juga perlu dilihat secara kritis. Allah telah menyediakan sumber daya yang sangat luas, tetapi ketidakadilan, keserakahan, korupsi, dan kesalahan manusia dalam mengelola sumber daya dapat menyebabkan sebagian masyarakat tidak mendapatkan haknya. Karena itu, tugas manusia bukan sekadar memanfaatkan bumi, tetapi memakmurkan bumi dan mewujudkan keadilan. Perbedaan Manusia adalah Sunnatullah Prof. Mochlasin juga menyinggung keberagaman manusia. Allah menciptakan manusia dalam berbagai bangsa, suku, bahasa, budaya, dan kondisi kehidupan. Perbedaan tersebut merupakan bagian dari sunnatullah. Keberagaman seharusnya tidak menjadi sumber permusuhan, tetapi menjadi sarana untuk saling mengenal, belajar, dan bekerja sama dalam kebaikan. Manusia boleh memiliki perbedaan identitas sosial dan budaya, tetapi semuanya tetap merupakan makhluk Allah SWT. Karena itu, perbedaan harus dikelola dengan keadilan, penghormatan, dan persaudaraan. Manusia sebagai Khalifah di Muka Bumi Rangkaian pembahasan tersebut kemudian mengantarkan jamaah kepada ayat berikutnya, yaitu Surah Al-Baqarah ayat 30 tentang kehendak Allah menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Manusia diberikan kedudukan dan amanah yang besar. Ia tidak hanya menjadi penghuni bumi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mengelola, menjaga, dan …
![]()
Rakerda LAZISMU Sleman 2026 Fokus Perkuat Kepercayaan, Digitalisasi, dan Pemberdayaan Umat
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Sleman menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 29 Agustus 2026. Rakerda mengusung tema “Membangun Kepercayaan dengan Pelayanan yang Optimal dan Berkemajuan”. Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk menyusun arah kebijakan, program kerja, strategi penghimpunan dana ZISKA, penguatan tata kelola, hingga penetapan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) LAZISMU Sleman tahun 2026. Rakerda kali ini bukan sekadar agenda rutin organisasi namun Rakerda diarahkan menjadi ruang konsolidasi strategis untuk menerjemahkan hasil Rapat Kerja Wilayah LAZISMU DIY ke dalam program yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Ketua LAZISMU Sleman, H. Darojat Noor Akhmad, S.Ag., memimpin sejumlah agenda penting, termasuk laporan pertanggungjawaban tahun 2025. Sementara itu, materi mengenai arah kebijakan LAZISMU DIY disampaikan Manager Regional LAZISMU DIY Marzuki, S.E., sedangkan strategi fundraising menjadi materi yang disampaikan Ketua LAZISMU Bantul Zainal Arifin. Penghimpunan ZIS 2025 Capai Rp. 19,4 Miliar Salah satu data penting yang menjadi bahan evaluasi Rakerda adalah capaian penghimpunan dan penyaluran ZIS LAZISMU se-Sleman sepanjang 2025. Darojat NA menyampaikan “ laporan dalam materi Rakerda, total penerimaan ZIS tercatat Rp19.419.657.023, sedangkan penyaluran mencapai Rp18.411.956.269. Data tersebut masih berstatus unaudited sebagaimana dicantumkan dalam dokumen Rakerda”. Kontributor penerimaan terbesar berasal dari KLL Depok dengan Rp. 5,10 miliar, disusul KLL MBS Prambanan sekitar Rp. 3,14 miliar dan KLL Gamping sekitar Rp. 3,05 miliar. KLL Moyudan tercatat menghimpun sekitar Rp. 1,11 miliar, sementara KLL Sleman Kota mencapai sekitar Rp. 1,17 miliar. Memasuki semester pertama 2026, LAZISMU se-Sleman mencatat penerimaan ZIS sebesar Rp. 9,315 miliar, dengan pengeluaran ZIS mencapai Rp.10,422 miliar. Data tersebut menjadi bagian dari evaluasi kinerja organisasi sekaligus pijakan dalam menyusun program kerja berikutnya. Akuntabilitas Menjadi Perhatian Penguatan tata kelola keuangan juga menjadi salah satu agenda utama. Dalam laporan exit meeting audit 2025, LAZISMU Sleman mencantumkan sejumlah rekomendasi terkait pengelolaan kas, rekening, persediaan, aset tetap, perencanaan dan penganggaran, serta pengembangan sumber daya manusia. Rekomendasi tersebut antara lain mendorong pengaturan batas maksimum saldo kas, cash opname secara berkala, penataan pedoman pengelolaan rekening berdasarkan jenis dana, serta penguatan pencatatan dan pengendalian aset. Di sisi sumber daya manusia, terdapat dorongan untuk memperjelas indikator kinerja atau KPI, jalur karier, pelatihan dan pengembangan kompetensi amil. Penguatan akuntabilitas sejalan dengan prinsip pengelolaan zakat di Indonesia. UU Nomor 23 Tahun 2011 mengatur aspek pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan dan pelaporan zakat. Regulasi tersebut juga menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang memiliki kepastian hukum. (Database Peraturan | JDIH BPK) Digitalisasi dan Fundraising Jadi Strategi 2026 Tantangan penghimpunan dana umat di era digital juga menjadi perhatian LAZISMU Sleman. Komisi 3 Rakerda secara khusus membahas penghimpunan, kerja sama, media dan transformasi digital. Sejumlah target telah disiapkan, mulai dari penguatan database muzaki, pengelolaan relasi donatur, optimalisasi website dan payment link, hingga pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan donasi. Dalam dokumen Rakerda, kontribusi digital ditargetkan tumbuh dan memberikan kontribusi minimal 20 persen terhadap total penghimpunan tahunan. LAZISMU juga merencanakan penguatan crowdfunding, pembuatan kampanye digital bersama, kolaborasi dengan influencer atau brand ambassador program, serta pengembangan infrastruktur keamanan data. Integrasi data penghimpunan, penyaluran, kelembagaan, SDM amil dan keuangan melalui sistem informasi zakat ditargetkan berjalan maksimal pada akhir 2026. Langkah tersebut relevan dengan perkembangan pengelolaan zakat nasional yang juga mendorong modernisasi, digitalisasi, pengelolaan berbasis data, transparansi dan akuntabilitas. (Baznas) Dari Penghimpunan ke Pemberdayaan Rakerda LAZISMU Sleman tidak hanya membahas bagaimana dana ZIS dihimpun, tetapi juga bagaimana dana tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Komisi 4 menempatkan pendistribusian dan pendayagunaan sebagai bagian penting dari program 2026. Beberapa bidang yang disiapkan meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dakwah dan lingkungan. Program yang tercantum antara lain Beasiswa Mentari, Beasiswa Sang Surya, Peduli Guru, rehabilitasi sekolah, LAZISMU Goes to Campus/School, layanan kesehatan dan mobile clinic, pencegahan stunting, pemberdayaan UMKM, Ternak Mandiri, Tani Bangkit, pemberdayaan disabilitas, Sayangi Lansia, pendampingan mualaf, Peduli Anak Yatim hingga program lingkungan seperti penanaman pohon. Arah tersebut sejalan dengan prinsip pendayagunaan zakat yang tidak berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi juga dapat diarahkan untuk usaha produktif bagi peningkatan kualitas kehidupan mustahik sesuai ketentuan yang berlaku. (Baznas) Pada akhirnya, Rakerda LAZISMU Sleman 2026 diarahkan untuk menghasilkan program yang terukur, terintegrasi dan berkelanjutan. Hasil sidang komisi menjadi dasar penyusunan program kerja dengan fokus pada integrasi kelembagaan, SDM, digitalisasi, keuangan, penghimpunan, distribusi, program dan kemitraan. Dengan target tersebut, tema membangun kepercayaan melalui pelayanan optimal dan berkemajuan bukan hanya menjadi slogan Rakerda. Bagi LAZISMU Sleman, tema itu menjadi tantangan untuk memperkuat profesionalitas amil, meningkatkan transparansi pengelolaan dana umat, memperluas penghimpunan ZISKA, sekaligus memastikan setiap dana yang dipercayakan masyarakat dapat memberikan manfaat yang semakin nyata bagi penerima manfaat. Dalam kali kesempatan ini juga Penerima penghargaan Lazismu Sleman Award yakni KL Lazismu dengan Penghimpunan ZIS terbaik kepada Lazismu Depok, KL Lazismu dengan Pelaporan ZIS tercepat kepada Lazismu Prambanan dan KL Lazismu dengan Penghimpunan dana bencana terbaik kepada Lazismu Berbah. Rep Eko Sumardiyanto PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Kajian Iftitah Sabtu Pon, Meneladani Rasulullah SAW Melalui Kepedulian terhadap Lingkungan
Godean, Pdmsleman.Or.Id Warga RT 06 Pandean VII, Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, Sleman, kembali menggelar pertemuan rutin malam Sabtu Pon yang dilaksanakan di rumah Bapak Sularno pada Jumat malam (28/8/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut diawali dengan Kajian Iftitah yang disampaikan oleh Bapak Sulis. Pada momentum bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, Bapak Sulis mengajak warga untuk memahami makna keteladanan Rasulullah secara lebih luas. Menurutnya, peringatan Maulid tidak hanya menjadi sarana mengenang sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk mengimplementasikan nilai-nilai ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kajian tersebut, Bapak Sulis menjelaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan utama bagi umat manusia, termasuk dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin yang menghadirkan kemaslahatan dan menjaga keseimbangan alam. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya berupaya menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan dan tidak menjadi penyebab kerusakan. Beliau mengaitkan hal tersebut dengan firman Allah SWT dalam Surat Ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat ulah tangan manusia. Ayat tersebut menjadi peringatan agar manusia senantiasa menjaga bumi dan memperbaiki keadaan, bukan justru memperparah kerusakan yang ada. “Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Sebagai pengikut beliau, kita tidak boleh menjadi perusak lingkungan, tetapi harus menjadi bagian dari solusi bagi berbagai persoalan yang terjadi di sekitar kita,” tuturnya. Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai tersebut, Bapak Sulis menyampaikan tiga langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, menjaga dan menahan air. Menurutnya, air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga keberlangsungannya. Masyarakat perlu menjaga daerah resapan air dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana agar ketersediaan air tetap terjaga bagi generasi mendatang. Kedua, menanam pohon. Ia mengajak warga untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan yang dimiliki untuk ditanami pohon atau tanaman yang bermanfaat. Penghijauan tidak harus dilakukan dalam skala besar, tetapi dapat dimulai dari lingkungan rumah masing-masing. “Sejengkal tanah yang kita miliki hendaknya dimanfaatkan untuk menanam. Tidak harus pohon besar, tanaman kecil pun dapat memberikan manfaat bagi lingkungan,” jelasnya. Ketiga, mengelola sampah secara bertanggung jawab. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti masih adanya anggapan bahwa sampah bukan lagi menjadi urusan seseorang setelah dibuang keluar rumah. Padahal, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari rumah tangga. Warga didorong untuk membiasakan memilah sampah organik dan anorganik serta mendukung upaya daur ulang. Menurutnya, kesadaran tersebut harus dimiliki oleh seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah, mulai dari masyarakat, petugas pengangkut, hingga pengelola akhir sampah. Bapak Sulis juga mengingatkan bahwa kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari akhlak Islam yang diajarkan Rasulullah SAW. Oleh karena itu, menjaga lingkungan tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi. Kajian Iftitah yang disampaikan dalam pertemuan rutin malam Sabtu Pon tersebut mendapat perhatian dari warga yang hadir. Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi, kegiatan rutin ini juga menjadi media pembinaan keagamaan dan sosial bagi masyarakat RT 06 Pandean VII. Melalui kajian tersebut, warga diajak menjadikan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat komitmen untuk meneladani Rasulullah SAW dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan menjaga sumber daya air, menanam pohon, serta mengelola sampah dengan baik, masyarakat diharapkan dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman serta menjadi bagian dari upaya menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Rep H Wahdan Arifudin SPd PCM Godean
![]()
Wisuda ‘Aisyiyah Senior School Sa’adah Angkatan 02 | 23 Agustus 2026
Aisyiyah Senior School Sa’adah PCA Sleman
![]()