Milad ke-109 ‘Aisyiyah, PRA Wonokerto 2 Gelar Jalan Sehat Libatkan 250 Peserta Lintas Generasi

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Wonokerto 2, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, sukses menggelar kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Milad ke-109 ‘Aisyiyah pada Ahad (12/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Ash-Sholeh, Garongan tersebut diikuti sekitar 250 peserta, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Jalan sehat menjadi salah satu rangkaian peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang mengusung semangat hidup sehat, mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan kebersamaan warga Muhammadiyah Aisyiyah Wonokerto dan masyarakat sekitar. Ketua PRA Wonokerto 2, Hj. Sri Wulanti, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak sekadar mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial. “Milad ‘Aisyiyah kami maknai sebagai momentum untuk semakin mendekatkan organisasi dengan masyarakat. Jalan sehat ini menjadi ruang silaturahmi bagi seluruh warga, dari anak-anak hingga orang tua, sehingga kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipelihara,” ujar Sri Wulanti. Peserta menempuh rute yang dimulai dari Masjid Ash-Sholeh, melintasi wilayah Cepit, Gardu Projayan, kawasan permukiman Garongan, Pasar Ikan, hingga kembali finis di Masjid Ash-Sholeh. Selama perjalanan, panitia menyiapkan tiga pos pemeriksaan yang berada di Masjid Projayan, kawasan Pasar Ikan, dan Pos KKN RT 01. Setiap peserta memperoleh tanda berupa coretan stabilo dengan warna berbeda di masing-masing pos sebagai bukti telah menyelesaikan seluruh rute. Kegiatan dilakukan panitia yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengurus ‘Aisyiyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga KOKAM dan Linmas yang bertugas membantu pengamanan. Sekretaris panitia, Indryasari Widiyanti, A.Md.Kep, menjelaskan bahwa seluruh peserta juga diimbau membawa tumbler sebagai bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai. “Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Karena itu peserta diminta membawa botol minum sendiri, sementara panitia menyediakan air minum isi ulang dan teh manis di lokasi,” jelas Indryasari. Panitia menyediakan 10 dispenser jumbo air putih serta dua dispenser jumbo teh manis yang disiapkan secara gotong royong oleh para anggota ‘Aisyiyah. Selain itu, tersedia layanan kesehatan melalui tim P3K yang didukung kader ‘Aisyiyah dan mahasiswa KKN untuk mengantisipasi apabila ada peserta yang membutuhkan pertolongan. Setelah seluruh peserta mencapai garis finis, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian makanan ringan, sambutan dari Ketua PRA Wonokerto 2, sambutan Ketua PRM Wonokerto 2 Sarno, A.Md, pembacaan sejarah singkat berdirinya ‘Aisyiyah oleh Hj. Kusmiyati, S.Pd, serta pembagian puluhan doorprize yang disambut antusias peserta. Untuk mendukung kelancaran acara, panitia juga menyiapkan tiga lokasi parkir, dokumentasi kegiatan, konsumsi, petugas keamanan, serta pemasangan banner dan bendera Merah Putih, Muhammadiyah, dan ‘Aisyiyah di sepanjang lokasi kegiatan. Milad ke-109 ‘Aisyiyah menjadi pengingat perjalanan panjang organisasi perempuan Muhammadiyah yang sejak berdiri pada 19 Mei 1917 terus berkontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, pelayanan sosial, dan dakwah kemasyarakatan. Semangat tersebut diwujudkan PRA Wonokerto 2 melalui kegiatan sederhana namun sarat makna, yaitu mengajak masyarakat hidup sehat, memperkuat persaudaraan, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan. Rep Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman https://drive.google.com/drive/folders/1xea-U_NxMQXh9zazRj7LjX4K-OTeb-Pm?usp=sharing  

Loading

Kepala Sekolah Muhammadiyah Harus Menjadi Agen Transformasi di Era AI

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman melantik Estri Rukmiyati, M.Pd sebagai Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur dan Yuni Puspita Sari, M.Pd sebagai Kepala SD Muhammadiyah Sidoarum Godean pada Ahad (12/7/2026) bertempat di aula PDM Sleman. Pelantikan kepala sekolah SD Muhammadiyah Condong Catur dan SD Muhammadiyah Sidoarum berlangsung khidmat dan dalam kesempatan tersebut, hadir Arif Jamali Muis, S.Pd, M.Pd, direktur Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Drs. H. Gita Danupranata, S.E., M.M., wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta yang membidangi Majelis Dikdasmen dan PNF, Dr. H. Ahmad Muhammad, M.Ag, ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY, H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, M.A., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman beserta jajaran, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean dan Depok, Majelis Dikdasmen dan PNF, BPH atau Badan Pembina Harian SD SMP Muhammadiyah Godean serta perwakilan guru dari masing-masing sekolah yang dilantik. Dalam kesempatan tersebut hadirin mendapatkan pembinaan mengenai tantangan kepemimpinan pendidikan Muhammadiyah di era kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan perubahan karakter generasi peserta didik. Dalam pembinaannya, Arif Jamali Muis, S.Pd, M.Pd, selaku Direktur Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menegaskan bahwa kepala sekolah Muhammadiyah harus mampu menjadi agen transformasi yang menggerakkan perubahan di lingkungan sekolah. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan mutu akademik, tetapi juga kemampuan sekolah dalam merespons perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Guru dan kepala sekolah dituntut untuk terus belajar agar tidak tertinggal oleh perubahan zaman. “Anak-anak yang kita hadapi saat ini adalah Generasi Z dan Generasi Alpha. Mereka hidup di era digital dan kecerdasan artifisial. Nilai-nilai pendidikan tidak berubah, tetapi cara mendidik harus berubah mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya. Ia mencontohkan bagaimana teknologi AI saat ini mampu membantu penyusunan pidato, artikel, bahan ajar, hingga berbagai kebutuhan akademik lainnya. Karena itu, sekolah tidak boleh memandang teknologi sebagai ancaman, tetapi sebagai alat yang harus dipahami dan dimanfaatkan secara bijaksana. Meski demikian, ia menegaskan:“Bahwa pemanfaatan teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai utama pendidikan seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, dan akhlak mulia.” papar Arif Jamali Muis yang juga sekretaris PWM Daerah Istimewa Yogyakarta. “Nilai tetap harus dijaga. Yang berubah adalah metode dan pendekatannya,” tegas Arif. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa Muhammadiyah sesungguhnya memiliki modal yang sangat besar untuk menghadapi perubahan zaman. Modal tersebut antara lain Risalah Islam Berkemajuan yang diputuskan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta tahun 2022. Menurutnya, Risalah Islam Berkemajuan mengandung semangat pembaruan, optimisme, dan pola pikir bertumbuh (growth mindset) yang sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan masa kini. “Orang Muhammadiyah harus memiliki kegelisahan ketika melihat persoalan dan berusaha menghadirkan solusi. Itulah semangat Islam Berkemajuan,” jelas Arif Jamali Muis. Selain memiliki modal pemikiran, Muhammadiyah juga memiliki kekuatan berupa nama besar organisasi yang telah dipercaya masyarakat selama lebih dari satu abad. Karena itu, sekolah-sekolah Muhammadiyah harus menjaga kepercayaan tersebut melalui peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan yang profesional. Dalam pembinaan tersebut, para kepala sekolah juga diingatkan pentingnya membangun budaya apresiasi kepada peserta didik. Guru diharapkan mampu menjadi sosok yang tegas, berwibawa, namun tetap dekat dan humanis terhadap murid-muridnya. “Guru harus menjadi teladan. Tegas bukan berarti keras. Berwibawa bukan berarti menjaga jarak. Guru harus mampu membangun kedekatan yang positif dengan peserta didik,” katanya. Selain transformasi pendidikan, pembicara juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan sekolah Muhammadiyah. Ia mengajak seluruh unsur Persyarikatan, mulai dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Badan Pembina Harian, kepala sekolah, guru, alumni, hingga perguruan tinggi Muhammadiyah untuk membangun sinergi dalam memajukan amal usaha pendidikan. Mengutip pesan tokoh Muhammadiyah Prof. Malik Fadjar, ia mengingatkan bahwa konflik internal hanya akan menghambat kemajuan sekolah. Sebaliknya, budaya musyawarah dan kerja sama harus terus diperkuat sebagai karakter utama Muhammadiyah. “Sekolah tidak akan maju apabila pemimpinnya tidak memikirkannya dengan sungguh-sungguh. Kepala sekolah harus memiliki visi, mimpi, dan dedikasi yang kuat terhadap sekolah yang dipimpinnya,” ungkapnya. Menutup pembinaannya, ia mengajak seluruh kepala sekolah Muhammadiyah untuk terus memperkuat budaya mutu, memanfaatkan teknologi secara bijak, mengembangkan pola pikir bertumbuh, serta menjaga semangat Islam Berkemajuan dalam seluruh proses pendidikan. Empat pesan utama yang menjadi benang merah pembinaan tersebut adalah: bertransformasi menghadapi era AI, membangun growth mindset, memperkuat kolaborasi, dan memimpin sekolah dengan visi besar serta dedikasi jangka panjang demi kemajuan pendidikan Muhammadiyah. Rep H. Wadhan Arifudin S.Pd PCM Godean

Loading

Ratusan Tenaga Kesehatan Ikuti Webinar Nasional Modern Wound Care, Klinik Firdaus Perkuat Kompetensi Layanan Primer

Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terus ditunjukkan Klinik Pratama 24 Jam Firdaus melalui penyelenggaraan webinar nasional bertajuk “Mastering Modern Wound Care: Essential Skills for the Modern Clinician”. Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom ini diikuti ratusan tenaga kesehatan dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari dokter, perawat, hingga tenaga kesehatan lainnya. Webinar yang menjadi bagian dari program #FirdausMediTalk ini merupakan hasil kolaborasi Klinik Pratama 24 Jam Firdaus bersama Eduverse Health Institute and Training Center dengan dukungan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut juga telah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sehingga peserta berhak mendapatkan Satuan Kredit Profesi (SKP). Ketua Panitia, dr. Aryodipo Biru Bawono, mengatakan perkembangan ilmu perawatan luka berlangsung sangat cepat sehingga tenaga kesehatan perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya. Menurutnya, webinar ini menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan agar peserta mampu menerapkan praktik perawatan luka modern yang berbasis bukti ilmiah. “Perawatan luka terus berkembang dengan berbagai inovasi dan pendekatan terbaru. Melalui webinar ini, kami berharap peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif sekaligus mampu mengimplementasikan praktik terbaik dalam pelayanan sehari-hari demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien,” ujar dr. Aryodipo. Sementara itu, Kepala Klinik Pratama 24 Jam Firdaus, dr. Septrivia Fryzka, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan investasi penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang aman dan bermutu. Karena itu, klinik secara rutin menggelar pelatihan dan webinar sebagai bagian dari pengembangan profesional tenaga kesehatan. “Kami percaya bahwa peningkatan kompetensi tenaga kesehatan akan berdampak langsung pada peningkatan mutu pelayanan serta keselamatan pasien. Komitmen ini akan terus kami jaga melalui berbagai program edukasi yang berkelanjutan,” katanya. Apresiasi juga disampaikan Ketua MPKU PWM DIY, dr. Masykur Rahmat, MARS, yang menilai kolaborasi antar lembaga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, baik di lingkungan Muhammadiyah maupun secara nasional. Webinar menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman di bidang perawatan luka. dr. Budhi Arifin Noor, Sp.B., Subsp. BVE(K) mengupas mekanisme biologis penyembuhan luka hingga penerapannya dalam praktik klinis. Materi mengenai prinsip-prinsip modern wound management dan teknik dressing klinis disampaikan dr. Muhammad Ihsan Wahdono, Sp.B.P.R.E., M.Ked.Klin. Perspektif keperawatan disampaikan Fahni Haris, S.Kep., Ns., M.Kep., PhD melalui pembahasan kolaborasi perawat dalam mendukung pemulihan pasien, sedangkan Sukarni, S.Kep., Ns., M.Kep., PhD., WOCN membagikan praktik terbaik mengenai kesinambungan pelayanan perawatan luka berdasarkan pengalaman di PKU Muhammadiyah Kitamura. Melalui webinar nasional ini, Klinik Pratama 24 Jam Firdaus berharap dapat terus menjadi pusat pembelajaran bagi tenaga kesehatan sekaligus mendorong terwujudnya layanan primer yang profesional, berbasis ilmu pengetahuan, dan mengutamakan keselamatan serta kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Loading

 PCM Turi Matangkan Persiapan Kajian Ahad Kliwon dan Rumuskan Strategi Bangkitkan Sekolah Muhammadiyah

Turi, Pdmsleman.Or.Id   Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi menggelar Rapat Koordinasi bersama Majelis dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kapanewon Turi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ngablak, Bangunkerto, Rabu (8/7/2026) malam dengan tuan rumah dari PRM Sidoharjo dibawah pimpinan Gesang Subagyo. Rapat yang dipimpin Ketua PCM Turi, Drs. Bambang Rahmanto, tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari persiapan Kajian Rutin Ahad Kliwon pada 12 Juli 2026 hingga upaya meningkatkan kembali eksistensi sekolah-sekolah Muhammadiyah yang mengalami penurunan jumlah peserta didik baru. Dalam rapat koordinasi itu, seluruh majelis dan PRM se kapanewon Turi diminta menyukseskan Kajian Ahad Kliwon yang akan dipusatkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat ukhuwah, memperdalam pemahaman keislaman, sekaligus menghidupkan dakwah persyarikatan di tingkat cabang dan ranting. Ketua PCM Turi, Drs. Bambang Rahmanto, menegaskan bahwa keberhasilan kajian tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari semangat jamaah dalam menggerakkan dakwah Muhammadiyah. “Kajian Ahad Kliwon harus menjadi penggerak kebangkitan dakwah. Seluruh ranting perlu bersama-sama mengajak warga Muhammadiyah hadir sehingga kajian benar-benar menjadi ruang pembinaan umat yang hidup dan berkelanjutan,” ujarnya. Selain membahas persiapan kajian, rapat yang dipimpin Sekretaris PCM H. Suroyo S.Pd juga menyoroti kondisi beberapa sekolah Muhammadiyah yang mengalami penurunan penerimaan murid baru. Persoalan tersebut dinilai harus menjadi perhatian bersama seluruh unsur persyarikatan, bukan hanya pengelola sekolah. Peningkatan kualitas layanan pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan promosi, pelayanan kepada masyarakat, serta sinergi antara sekolah, majelis pendidikan dan majelis lain, dan warga Muhammadiyah. “Sekolah Muhammadiyah adalah amal usaha bersama. Kita perlu membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas, prestasi peserta didik, dan keterlibatan seluruh warga Muhammadiyah dalam mengenalkan keunggulan sekolah kepada masyarakat,” katanya. Rapat koordinasi juga menghasilkan komitmen untuk menggelorakan kembali kajian-kajian di tingkat ranting. Setiap PRM didorong menyelenggarakan pengajian secara rutin dengan materi yang relevan dan menghadirkan mubalig yang mampu membangun semangat keislaman serta kemuhammadiyahan. Melalui koordinasi yang semakin erat antara PCM, majelis, dan PRM, Muhammadiyah Turi optimistis mampu memperkuat dakwah, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menghadirkan kegiatan  yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rep Editor Arief Hartanto

Loading

MPI PDM Sleman Berduka Wafatnya Prof. Chamamah Soeratno

MPI ( Majelis Pustaka dan Informasi ) PDM Sleman turut berduka atas meninggalnya Prof. Dr. Chamamah Soeratno ( Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2000-2005 dan 2005-2010 ) wafat 7 Juli 2026 Di RSA UGM Insyaa Allaah husnul khatimah… Allaah memuliakannya di alam barzah dan menjafi ahlul jannah… Menjadi ahlul jannah, ilmu, dakwah, perjuangannya menjadi jariyah… Keluarga sabar, ikhlas, ridha..

Loading

KUA, PCM Berbah, Alpokat dan Calon Pengantin Baru

Berbah Sebuah terobosan dilakukan Kantor Urusan Agama (KUA) Berbah bagi calon pengantin yang daftar nikah salah satu persyaratan adalah menanam pohon minimal empat pohon untuk satu pasang pengantin. Dua pohan di tanam dirumah masing-masing dengan jenis pohon menurut selera mereka. “Untuk dua bibit pohon dititipkan di KUA Berbah ditentukan bibit pohon Alpukat.” Ucap Kepala KUA Berbah Dul Rohman SAg saat memberikan bantuan bibit Alpokat Senin 6 Juli 2026 di Kantor Lazismu Berbah, Sleman, Yogyakarta. Hadir dalam pemberian bantuan bibit tersebut Ketua Lazismu Berbah H. Ardi Sehami, Ketua PCM Berbah H. Achmad Muhajir Hanifi, Penyuluh Agama KUA Berbah, Kepala Kantor Lazismu Berbah Saifu Rijal beserta staf, Petani muda Prasetyo. Lebih lanjut Dul Rohman menjelaskan bahwa inisiasi membuat persyaratan untuk pendaftar nikah menanam pohon.Persyaratan tersebut bukan untuk memberatkan calon pasangan pengantin namun lebih sebagai bentuk ajakan peduli kepada lingkungan serta sebagai penanda atau pengingat hari pernikahan mereka.Diharapkan dari setiap pohon yang ditanam akan memberikan sokongan kehidupan bagi maklum hidup lain.Secara teori umum bahwa setiap pohon menghasilkan oksigen yang dibutuhkan manusia serta maklum lain. Pohon juga bisa menyerap carbon untuk mengurangi polusi udara.Dengan pilihan bibit Alpokat ketika berbuah memberikan nilai ekonomi yang tinggi. Bibit tanaman yang terkumpul akan diberikan kepada kelompok masyarakat, Takmir Masjid atau Mushola juga akan diberikan kepada ormas Islam untuk kemanfaatan jamaah.” Selain Alpokat mempunyai nilai ekonomi tinggi, Alpokat merupakan buah istimewa yang bisa dikonsumsi semua golongan umur, dari ibu hamil, bayi , anak anak dewasa dan lansia.” Ucap kepala KUA Berbah yang menyukai pertanian dan peternakan. Buah Alpokat yang lembut mengandung nutrisi yang bagus untuk perkembangan janin dan anak anak. Dengan kadar glikemik rendah buah Alpokat baik di konsumsi penderita diabetes.Pohon Alpokat juga bisa tumbuh optimal di wilayah Berbah dan sekitarnya. Dengan sinar matahari penuh sepanjang hari akan baik untuk pertumbuhan Alpokat. Dengan perawatan dan pemupukan yang seimbang diharapkan akan tumbuh dengan baik. Alpokat akan cepat berbuah bila berasal dari bibit okulasi atau sambung pucuk dan dipilih dari varitas bibit unggul.” Yang penting pohon Alpokat tidak tergenang air. Bila tergenang air cukup lama menyebabkan busuk akar.” Tutur Dul Rohman mengakhiri penjelasannya. Kusnadi Berbah

Loading

Semarak Milad ‘Aisyiyah ke-109, PCA Turi Gelar Lomba Tahfidz dan Mars ‘Aisyiyah

Turi, Pdmsleman.Or.Id Semarakkan Milad ‘Aisyiyah ke-109, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Turi menggelar Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Lomba Menyanyikan Mars ‘Aisyiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Ngablak, Bangunkerto, Turi, Ahad (5/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 11 Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Kapanewon Turi dengan antusiasme yang tinggi. Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PCA Turi memperkuat syiar Islam, membangun semangat kebersamaan, serta meningkatkan kualitas kader melalui kompetisi yang bernilai edukatif dan religius. Sejak acara dimulai pukul 13.00 WIB, suasana Gedung Dakwah Muhammadiyah dipenuhi semangat para peserta yang tampil percaya diri membawakan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an maupun Mars ‘Aisyiyah. Penampilan mereka mendapat perhatian penuh dari dewan juri yang dihadirkan dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA). Ketua PCA Turi, Hj. Sri Winarti, M.Pd., mengaku bersyukur atas sambutan luar biasa dari seluruh ranting. Menurutnya, kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan pada periode kepengurusan saat ini mampu menghadirkan semangat baru bagi kader-kader ‘Aisyiyah di Turi. “Alhamdulillah, antusias peserta dari 11 ranting sungguh luar biasa. Ini menjadi kegiatan pertama pada periode ini dan hasilnya benar-benar di luar perkiraan kami. Melihat semangat ibu-ibu ‘Aisyiyah tampil dengan penuh percaya diri membuat kami sangat terharu,” ujar Sri Winarti. Ia menambahkan, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk mencari juara, tetapi menjadi sarana membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat identitas organisasi melalui Mars ‘Aisyiyah. “Kami berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk melangkah pada program-program berikutnya. Semoga semangat menghafal Al-Qur’an, memahami nilai perjuangan ‘Aisyiyah, dan memperkuat dakwah kemanusiaan terus tumbuh di seluruh ranting,” tambahnya. Adapun kriteria penilaian lomba menyanyi meliputi aspek Perform, kekompakan, artikulasi, ketepatan nada dengan music serta harmonisasi ( olah Vokal)  sedangkan untuk  kriteria penilaian Lomba hafalan meliputi aspek tajwid, kefasihan, kelancaran  dan adab. Kejuaraan akan diumumkan pada acara Puncak Milad, pada tanggal 25 Juli 2026. Sekaligus digelar senam Aisyiyah bersama, dan pembagian dana stimulan untuk pelaku UMKM ibu ibu Aisyiyah. PCA Turi berharap lomba serupa dapat menjadi agenda rutin pada peringatan Milad ‘Aisyiyah di tahun-tahun mendatang. Selain menjadi ajang silaturahmi antar-ranting, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang unggul, berakhlak mulia, serta semakin siap mengemban misi dakwah dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan cita-cita ‘Aisyiyah. Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh peserta, Milad ‘Aisyiyah ke-109 di PCA Turi menjadi momentum untuk memperkokoh ukhuwah, meningkatkan kualitas kader, serta memperluas manfaat gerakan dakwah bagi masyarakat. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading