Rakerda LAZISMU Sleman 2026 Fokus Perkuat Kepercayaan, Digitalisasi, dan Pemberdayaan Umat

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Sleman menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 29 Agustus 2026. Rakerda mengusung tema “Membangun Kepercayaan dengan Pelayanan yang Optimal dan Berkemajuan”. Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk menyusun arah kebijakan, program kerja, strategi penghimpunan dana ZISKA, penguatan tata kelola, hingga penetapan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) LAZISMU Sleman tahun 2026. Rakerda kali ini bukan sekadar agenda rutin organisasi namun Rakerda diarahkan menjadi ruang konsolidasi strategis untuk menerjemahkan hasil Rapat Kerja Wilayah LAZISMU DIY ke dalam program yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Ketua LAZISMU Sleman, H. Darojat Noor Akhmad, S.Ag.,  memimpin sejumlah agenda penting, termasuk laporan pertanggungjawaban tahun 2025. Sementara itu, materi mengenai arah kebijakan LAZISMU DIY disampaikan Manager Regional LAZISMU DIY Marzuki, S.E., sedangkan strategi fundraising menjadi materi yang disampaikan Ketua LAZISMU Bantul Zainal Arifin. Penghimpunan ZIS 2025 Capai Rp. 19,4 Miliar Salah satu data penting yang menjadi bahan evaluasi Rakerda adalah capaian penghimpunan dan penyaluran ZIS LAZISMU se-Sleman sepanjang 2025. Darojat NA menyampaikan “ laporan dalam materi Rakerda, total penerimaan ZIS tercatat Rp19.419.657.023, sedangkan penyaluran mencapai Rp18.411.956.269. Data tersebut masih berstatus unaudited sebagaimana dicantumkan dalam dokumen Rakerda”. Kontributor penerimaan terbesar berasal dari KLL Depok dengan Rp. 5,10 miliar, disusul KLL MBS Prambanan sekitar Rp. 3,14 miliar dan KLL Gamping sekitar Rp. 3,05 miliar. KLL Moyudan tercatat menghimpun sekitar Rp. 1,11 miliar, sementara KLL Sleman Kota mencapai sekitar Rp. 1,17 miliar. Memasuki semester pertama 2026, LAZISMU se-Sleman mencatat penerimaan ZIS sebesar Rp. 9,315 miliar, dengan pengeluaran ZIS mencapai Rp.10,422 miliar. Data tersebut menjadi bagian dari evaluasi kinerja organisasi sekaligus pijakan dalam menyusun program kerja berikutnya. Akuntabilitas Menjadi Perhatian Penguatan tata kelola keuangan juga menjadi salah satu agenda utama. Dalam laporan exit meeting audit 2025, LAZISMU Sleman mencantumkan sejumlah rekomendasi terkait pengelolaan kas, rekening, persediaan, aset tetap, perencanaan dan penganggaran, serta pengembangan sumber daya manusia. Rekomendasi tersebut antara lain mendorong pengaturan batas maksimum saldo kas, cash opname secara berkala, penataan pedoman pengelolaan rekening berdasarkan jenis dana, serta penguatan pencatatan dan pengendalian aset. Di sisi sumber daya manusia, terdapat dorongan untuk memperjelas indikator kinerja atau KPI, jalur karier, pelatihan dan pengembangan kompetensi amil. Penguatan akuntabilitas sejalan dengan prinsip pengelolaan zakat di Indonesia. UU Nomor 23 Tahun 2011 mengatur aspek pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan dan pelaporan zakat. Regulasi tersebut juga menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang memiliki kepastian hukum. (Database Peraturan | JDIH BPK) Digitalisasi dan Fundraising Jadi Strategi 2026 Tantangan penghimpunan dana umat di era digital juga menjadi perhatian LAZISMU Sleman. Komisi 3 Rakerda secara khusus membahas penghimpunan, kerja sama, media dan transformasi digital. Sejumlah target telah disiapkan, mulai dari penguatan database muzaki, pengelolaan relasi donatur, optimalisasi website dan payment link, hingga pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan donasi. Dalam dokumen Rakerda, kontribusi digital ditargetkan tumbuh dan memberikan kontribusi minimal 20 persen terhadap total penghimpunan tahunan. LAZISMU juga merencanakan penguatan crowdfunding, pembuatan kampanye digital bersama, kolaborasi dengan influencer atau brand ambassador program, serta pengembangan infrastruktur keamanan data. Integrasi data penghimpunan, penyaluran, kelembagaan, SDM amil dan keuangan melalui sistem informasi zakat ditargetkan berjalan maksimal pada akhir 2026. Langkah tersebut relevan dengan perkembangan pengelolaan zakat nasional yang juga mendorong modernisasi, digitalisasi, pengelolaan berbasis data, transparansi dan akuntabilitas. (Baznas) Dari Penghimpunan ke Pemberdayaan Rakerda LAZISMU Sleman tidak hanya membahas bagaimana dana ZIS dihimpun, tetapi juga bagaimana dana tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Komisi 4 menempatkan pendistribusian dan pendayagunaan sebagai bagian penting dari program 2026. Beberapa bidang yang disiapkan meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dakwah dan lingkungan. Program yang tercantum antara lain Beasiswa Mentari, Beasiswa Sang Surya, Peduli Guru, rehabilitasi sekolah, LAZISMU Goes to Campus/School, layanan kesehatan dan mobile clinic, pencegahan stunting, pemberdayaan UMKM, Ternak Mandiri, Tani Bangkit, pemberdayaan disabilitas, Sayangi Lansia, pendampingan mualaf, Peduli Anak Yatim hingga program lingkungan seperti penanaman pohon. Arah tersebut sejalan dengan prinsip pendayagunaan zakat yang tidak berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi juga dapat diarahkan untuk usaha produktif bagi peningkatan kualitas kehidupan mustahik sesuai ketentuan yang berlaku. (Baznas) Pada akhirnya, Rakerda LAZISMU Sleman 2026 diarahkan untuk menghasilkan program yang terukur, terintegrasi dan berkelanjutan. Hasil sidang komisi menjadi dasar penyusunan program kerja dengan fokus pada integrasi kelembagaan, SDM, digitalisasi, keuangan, penghimpunan, distribusi, program dan kemitraan. Dengan target tersebut, tema membangun kepercayaan melalui pelayanan optimal dan berkemajuan bukan hanya menjadi slogan Rakerda. Bagi LAZISMU Sleman, tema itu menjadi tantangan untuk memperkuat profesionalitas amil, meningkatkan transparansi pengelolaan dana umat, memperluas penghimpunan ZISKA, sekaligus memastikan setiap dana yang dipercayakan masyarakat dapat memberikan manfaat yang semakin nyata bagi penerima manfaat. Dalam kali kesempatan ini juga Penerima penghargaan Lazismu Sleman Award yakni KL Lazismu dengan Penghimpunan ZIS terbaik kepada Lazismu Depok, KL Lazismu dengan Pelaporan ZIS tercepat kepada Lazismu Prambanan dan KL Lazismu dengan Penghimpunan dana bencana terbaik kepada Lazismu Berbah. Rep Eko Sumardiyanto PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kajian Iftitah Sabtu Pon, Meneladani Rasulullah SAW Melalui Kepedulian terhadap Lingkungan

Godean, Pdmsleman.Or.Id Warga RT 06 Pandean VII, Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, Sleman, kembali menggelar pertemuan rutin malam Sabtu Pon yang dilaksanakan di rumah Bapak Sularno pada Jumat malam (28/8/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut diawali dengan Kajian Iftitah yang disampaikan oleh Bapak Sulis. Pada momentum bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, Bapak Sulis mengajak warga untuk memahami makna keteladanan Rasulullah secara lebih luas. Menurutnya, peringatan Maulid tidak hanya menjadi sarana mengenang sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk mengimplementasikan nilai-nilai ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kajian tersebut, Bapak Sulis menjelaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan utama bagi umat manusia, termasuk dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin yang menghadirkan kemaslahatan dan menjaga keseimbangan alam. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya berupaya menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan dan tidak menjadi penyebab kerusakan. Beliau mengaitkan hal tersebut dengan firman Allah SWT dalam Surat Ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat ulah tangan manusia. Ayat tersebut menjadi peringatan agar manusia senantiasa menjaga bumi dan memperbaiki keadaan, bukan justru memperparah kerusakan yang ada. “Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Sebagai pengikut beliau, kita tidak boleh menjadi perusak lingkungan, tetapi harus menjadi bagian dari solusi bagi berbagai persoalan yang terjadi di sekitar kita,” tuturnya. Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai tersebut, Bapak Sulis menyampaikan tiga langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, menjaga dan menahan air. Menurutnya, air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga keberlangsungannya. Masyarakat perlu menjaga daerah resapan air dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana agar ketersediaan air tetap terjaga bagi generasi mendatang. Kedua, menanam pohon. Ia mengajak warga untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan yang dimiliki untuk ditanami pohon atau tanaman yang bermanfaat. Penghijauan tidak harus dilakukan dalam skala besar, tetapi dapat dimulai dari lingkungan rumah masing-masing. “Sejengkal tanah yang kita miliki hendaknya dimanfaatkan untuk menanam. Tidak harus pohon besar, tanaman kecil pun dapat memberikan manfaat bagi lingkungan,” jelasnya. Ketiga, mengelola sampah secara bertanggung jawab. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti masih adanya anggapan bahwa sampah bukan lagi menjadi urusan seseorang setelah dibuang keluar rumah. Padahal, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari rumah tangga. Warga didorong untuk membiasakan memilah sampah organik dan anorganik serta mendukung upaya daur ulang. Menurutnya, kesadaran tersebut harus dimiliki oleh seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah, mulai dari masyarakat, petugas pengangkut, hingga pengelola akhir sampah. Bapak Sulis juga mengingatkan bahwa kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari akhlak Islam yang diajarkan Rasulullah SAW. Oleh karena itu, menjaga lingkungan tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi. Kajian Iftitah yang disampaikan dalam pertemuan rutin malam Sabtu Pon tersebut mendapat perhatian dari warga yang hadir. Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi, kegiatan rutin ini juga menjadi media pembinaan keagamaan dan sosial bagi masyarakat RT 06 Pandean VII. Melalui kajian tersebut, warga diajak menjadikan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat komitmen untuk meneladani Rasulullah SAW dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan menjaga sumber daya air, menanam pohon, serta mengelola sampah dengan baik, masyarakat diharapkan dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman serta menjadi bagian dari upaya menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Rep  H Wahdan Arifudin SPd  PCM Godean

Loading

Muhammadiyah Sampaikan Tahniah Muktamar ke-35 NU, Dorong Penguatan Ukhuwah dan Kemaslahatan Bangsa

YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan selamat Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. “Atas nama PP Muhammadiyah, saya sebagai Ketua Umum dengan kerendahan hati dan kebahagiaan menyampaikan selamat dan tahniah atas pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama,” ucap Haedar pada Kamis (27/8). Mengangkat tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Hikmah untuk Kemaslahatan Bangsa”, Haedar menyebut bahwa tema tersebut mengandung makna yang begitu luhur.  “Maka kami mendoakan dan penuh harap semoga Muktamar Nahdlatul Ulama berjalan dengan lancar, baik, dimudahkan Allah, serta memberi kemaslahatan terbaik dalam seluruh keputusannya bagi kemajuan Nahdlatul Ulama, Umat, Bangsa, dan Kemanusiaan Semesta,” ujar Haedar. Haedar juga berharap Muktamar ke-35 NU dapat menjadi momentum untuk memperkokoh ukhuwah antara NU dengan berbagai organisasi Islam, organisasi keagamaan, serta seluruh komponen bangsa. Menurutnya, penguatan ukhuwah tersebut penting agar seluruh elemen bangsa dapat terus membangun sinergi dalam menebarkan kemaslahatan dan kebajikan dengan semangat Islam rahmatan lil ‘alamin. “Semoga Allah melimpahkan rahmat, ridho, dan berkahnya bagi pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Loading

Raih Penghargaan Achmad Bakrie XXII, Haedar Nashir Tegaskan Jalan Sunyi Muhammadiyah

JAKARTA— Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menerima Penghargaan Bidang Pemikiran Sosial dalam malam Penganugerahan Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 Pada Rabu (26/8) di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Haedar menerima penghargaan tersebut atas kontribusinya dalam pemikiran sosial, moderasi, dan pengembangan gagasan Islam Berkemajuan dalam kehidupan keumatan dan kebangsaan. Dalam pidatonya, Haedar tidak menempatkan penghargaan itu sebagai pencapaian pribadi. Ia memaknainya sebagai apresiasi terhadap Muhammadiyah dan kerja panjang persyarikatan bagi masyarakat dan bangsa. Menurut Haedar, banyak kerja Muhammadiyah berlangsung jauh dari sorotan. Namun, melalui jalan tersebut Muhammadiyah terus bergerak membebaskan, memberdayakan, memajukan, dan mendampingi masyarakat dengan spirit Islam Berkemajuan. Haedar juga menyinggung pentingnya wasathiyah atau posisi umat tengahan. Sikap tersebut tidak berarti menjauh dari kehidupan bersama, tetapi mendorong keterbukaan, persaudaraan, dan kerja sama dengan berbagai komponen bangsa. “Seluruh komponen bangsa adalah saudara. Kita akan menjadi kuat dan dalam kebersamaan kita akan menjadi maju,” kata Haedar. Semangat tersebut sejalan dengan konsep ummatan wasathan dalam QS. Al-Baqarah ayat 143. Bagi Muhammadiyah, nilai wasathiyah menjadi dasar untuk membangun kehidupan yang seimbang sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah kemajemukan bangsa. Pandangan itu juga menjadi bagian dari Islam Berkemajuan yang dikembangkan Muhammadiyah. Islam tidak berhenti pada gagasan, tetapi diwujudkan melalui kerja pendidikan, kesehatan, sosial, pemberdayaan, dan kemanusiaan. Haedar turut mengapresiasi keluarga almarhum Achmad Bakrie yang konsisten memberikan perhatian kepada ilmuwan dan pemikiran. Menurutnya, banyak kerja intelektual berlangsung jauh dari perhatian publik meski memberi dampak penting bagi kemajuan bangsa. Dalam kesempatan tersebut, Haedar juga menyinggung tradisi pertanggungjawaban yang dijaga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Ia mengenang cerita Aburizal Bakrie saat memberikan bantuan kepada sejumlah organisasi keagamaan dan sosial. “Satu-satunya yang memberi laporan tebal itu ‘Aisyiyah,” ujar Haedar. Bagi Haedar, pengalaman tersebut menunjukkan tradisi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam menjaga amanah serta mempertanggungjawabkan setiap kerja kemasyarakatan.“Itu bentuk dari tradisi kami untuk bertanggung jawab bukan hanya kepada Allah, tetapi juga kepada masyarakat,” katanya. Dewan juri menilai Haedar layak menerima Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 atas konsistensinya mengembangkan pemikiran moderasi dan Islam Berkemajuan yang terhubung dengan kehidupan sosial dan kebangsaan. Haedar dinilai sebagai “Intelektual Indonesia Penggerak Moderasi dan Islam Berkemajuan.”Kiprahnya tidak hanya berlangsung di ruang akademik, tetapi juga melalui Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang aktif dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Selain Haedar, Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 diberikan kepada Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo pada Bidang Sains dan Teknologi, Prof. drg. Ika Dewi Ana pada Bidang Kesehatan, serta Butet Kartaredjasa pada Bidang Seni dan Budaya. Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 mengusung tema “Aksi Nyata untuk Indonesia” sebagai apresiasi kepada tokoh yang dinilai memberikan kontribusi nyata melalui ilmu pengetahuan, pemikiran, karya, dan pengabdian kepada masyarakat.

Loading

Maulid Nabi, Haedar Nashir Dorong Umat Tegakkan Moral Publik dan Praksis Kemanusiaan

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk mengaktualisasikan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan nyata. Menurutnya, Maulid Nabi tidak semestinya berhenti sebagai seremonial keagamaan, tetapi harus menjadi jalan untuk menegakkan moral publik dan memperkuat praksis kemanusiaan. Haedar mengatakan, peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk mengambil nilai dan keteladanan Nabi Muhammad sebagai uswah hasanah atau teladan terbaik dalam kehidupan. “Perayaan Maulid itu harus membekas dan mewujud dalam kehidupan umat yang merayakannya dengan menjadikan Nabi Muhammad sebagai uswah hasanah yang luhur,” ujar Haedar pada Selasa (25/8). Menurutnya, keteladanan Nabi Muhammad tidak hanya relevan dalam kehidupan personal, tetapi juga dalam berbagai urusan muamalah-dunyawiyah, baik di tingkat keumatan, kebangsaan, maupun kemanusiaan semesta yang berorientasi pada rahmatan lil ‘alamin. Karena itu, Haedar mendorong agar peringatan Maulid Nabi menjadi sarana untuk mentransformasikan nilai-nilai risalah dan keteladanan Rasulullah ke dalam kehidupan nyata. “Nilai ajaran Islam yang sempurna maupun keteladanan utama Nabi Muhammad yang mulia tidak akan berjalan sendiri tanpa diaktualisasikan dalam kehidupan nyata umat Islam saat ini,” tuturnya.Keteladanan untuk Moral PublikHaedar menilai keteladanan Nabi Muhammad yang dikenal memiliki akhlak agung harus menjadi inspirasi bagi para tokoh dan umat Islam dalam membangun kehidupan yang bermoral. Keteladanan tersebut tercermin dalam cara berpikir, berkata, dan bertindak, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, maupun relasi antarmanusia. Menurut Haedar, kebutuhan terhadap keteladanan moral semakin penting di tengah berbagai persoalan yang masih terjadi di Indonesia. Ia menyoroti maraknya korupsi, penyalahgunaan jabatan, perusakan alam, narkoba, serta berbagai kejahatan dan persoalan sosial yang merugikan kehidupan bersama. “Korupsi bahkan makin parah karena meluas melibatkan para aktor di lembaga pendidikan tinggi. Begitu pula dengan dunia media sosial yang masih diwarnai narasi-narasi hoaks, kebencian, saling hujat, kata-kata kotor, dan permusuhan,” jelasnya. Haedar menegaskan, kunci utama kehidupan terletak pada kualitas manusianya. Sistem kehidupan yang baik membutuhkan manusia yang memiliki integritas dan moral yang baik. Sebaliknya, sistem dapat rusak ketika dijalankan oleh manusia yang mengalami kerusakan moral. Karena itu, menurutnya, berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks membutuhkan patokan nilai moral yang jelas mengenai mana yang baik dan buruk sebagai standar kehidupan publik. “Di sinilah pentingnya para tokoh dan umat beragama di berbagai lembaga publik memberi teladan nilai luhur, bagaimana menjadikan agama secara nyata sebagai dasar moral pencerahan akhlak kolektif di ruang publik,” kata Haedar. Ia menekankan bahwa moralitas publik tidak boleh berhenti pada narasi normatif maupun retorika keagamaan. Akhlak harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memperlihatkan keselarasan antara perkataan dan perbuatan.Maulid sebagai Momentum Praksis KemanusiaanSelain menegakkan moral publik, Haedar menyebut Maulid Nabi dapat dijadikan momentum untuk mentransformasikan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan. Menurutnya, keteladanan Rasulullah harus mendorong umat untuk berpihak kepada mereka yang lemah dan mengalami berbagai persoalan kehidupan. Salah satunya melalui kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Haedar, berbagai bencana seperti gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, dan erupsi gunung berapi membutuhkan kepedulian serta gotong royong seluruh elemen masyarakat. “Memang menjadi kewajiban konstitusional bagi pemerintah untuk melakukan usaha pencegahan, rehabilitasi, dan mitigasi bencana. Peran masyarakat juga sangat diperlukan, termasuk dari organisasi keagamaan yang melibatkan para tokoh dan umat beragama dalam melakukan tugas kemanusiaan tersebut,” ujarnya. Haedar menegaskan, kerja-kerja kemanusiaan harus dilandasi jiwa luhur sebagai panggilan Ilahi dan bentuk kesalehan yang autentik, bukan sekadar pencitraan sosial keagamaan. Ia mengingatkan pesan Nabi Muhammad yang diriwayatkan Muslim bahwa Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Semangat tersebut, lanjut Haedar, juga sejalan dengan nilai-nilai Surah Al-Ma’un yang menempatkan kepedulian terhadap kaum miskin, anak yatim, dan kelompok yang lemah sebagai bagian penting dari keberagamaan. “Bukti para tokoh dan umat muslim yang tinggi kesalehannya diuji selain dalam menegakkan moralitas publik juga dalam melakukan praksis kemanusiaan membela mereka yang lemah (dhu’afa), tertindas (mustadh’afin), dan mengalami masalah atau menderita dalam hidupnya,” ungkapnya. Haedar juga mengutip hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan Ahmad bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Menurutnya, pesan tersebut menunjukkan bahwa kualitas keberagamaan harus tercermin dari manfaat nyata yang diberikan kepada sesama.Agama Harus DibumikanLebih lanjut, Haedar menegaskan bahwa kesalehan dan kebajikan keberagamaan tidak semata-mata diukur dari besarnya jumlah umat atau status mayoritas. Yang lebih penting adalah kualitas keberagamaan yang mampu menghadirkan moralitas dan praksis sosial yang luhur di ruang publik. “Agama dan keberagamaan tidak dijadikan alat komodifikasi yang di tengah buaian narasi-narasi teologis di dunia maya. Agama mesti dibumikan sebagai praksis nilai pembebasan, pemberdayaan, kemajuan, dan segala tindakan luhur kehidupan bersama di dunia nyata,” tegasnya. Karena itu, Haedar mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk membuktikan kesalehan melalui tindakan nyata. Keteladanan Rasulullah, menurutnya, harus hadir dalam upaya membangun moral publik sekaligus memperkuat kepedulian dan kerja-kerja kemanusiaan. “Karenanya, mari wujudkan perayaan Maulid Nabi untuk dijadikan jalan nyata dalam membuktikan kesalehan menegakkan moral publik dan praksis sosial kemanusiaan di negeri tercinta,” pungkas Haedar. Ia mengingatkan pesan Al-Qur’an dalam Surah Ash-Shaff ayat 2–3 agar umat Islam tidak mengatakan sesuatu yang tidak dikerjakan. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai agama harus dibuktikan melalui amal dan tindakan nyata dalam kehidupan.

Loading

Pengajian PERAK PCM Godean, Meraih Kebahagiaan dengan Syukur dan Meneladani Rasulullah SAW

Godean, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean kembali menyelenggarakan Pengajian PERAK (Pengajian Malam Rabu Kliwon) Selasa 25 Agustus 2026 di Masjid Nurul Islam, Juragan, Sidoluhur, Godean, Sleman, Yogyakarta. Pengajian menghadirkan Ustadz Drs. H. Purwono, M.A., yang dikenal pula sebagai Syekh Poerji, sebagai mubalig. Kegiatan pengajian berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Jamaah dari masjid Nurul Islam dan berbagai unsur warga Muhammadiyah Cabang Godean dan ranting hadir untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mengikuti kajian keislaman, terutama PRM Sidoluhur Selatan yang jadi tuan rumah. Dalam kajiannya, Ustadz Purwono mengangkat sejumlah pesan penting mengenai hakikat kebahagiaan, pentingnya bersyukur kepada Allah SWT, tauhid, kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW, keteladanan Rasulullah, serta tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat. Kebahagiaan Berawal dari SyukurUstadz Purwono mengajak jamaah memahami bahwa setiap manusia pada dasarnya menginginkan kehidupan yang bahagia. Namun, kebahagiaan tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya harta, kedudukan, maupun berbagai fasilitas duniawi. Menurutnya, salah satu kunci kebahagiaan adalah bersyukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang telah diberikan. Ucapan Alhamdulillah harus diikuti kesadaran bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah dan harus digunakan untuk kebaikan.Rasa syukur juga akan membantu seseorang melihat kehidupan secara lebih positif. Sekalipun nikmat yang diterima terasa kecil, seorang muslim tetap harus mampu mensyukurinya. Dengan bersyukur, hati menjadi lebih tenang dan manusia tidak mudah larut dalam keluhan. Tauhid sebagai Dasar KehidupanDalam kajian tersebut, Ustadz Purwono juga menekankan pentingnya menjaga kemurnian tauhid. Seorang muslim harus meyakini bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah dan tidak boleh menyekutukan-Nya dengan apa pun.Beliau mengingatkan prinsip yang terkandung dalam firman Allah:“Wa’budullāha wa lā tusyrikū bihi syai’an.”Artinya, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.” Tauhid tidak berhenti pada pengakuan lisan, tetapi harus diwujudkan dalam seluruh kehidupan. Keimanan kepada Allah harus tercermin dalam ibadah, akhlak, pekerjaan, kehidupan keluarga, maupun hubungan dengan masyarakat. Mengapa Kita Mencintai Rasulullah SAW?Ustadz Purwono kemudian mengajak jamaah memahami alasan seorang muslim harus mencintai Rasulullah Muhammad SAW.Rasulullah SAW adalah utusan Allah yang menyampaikan risalah Islam kepada umat manusia.  Melalui beliau, manusia mendapatkan petunjuk tentang keimanan, ibadah, akhlak, dan tata kehidupan yang sesuai dengan tuntunan Allah SWT.Kecintaan kepada Rasulullah juga berkaitan erat dengan dua kalimat syahadat. Seorang muslim bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Syahadat bukan sekadar kalimat yang diucapkan, tetapi merupakan ikrar iman dan komitmen untuk mentauhidkan Allah sekaligus mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.Karena itu, semakin kuat kecintaan seseorang kepada Rasulullah, seharusnya semakin kuat pula keinginannya untuk mengikuti ajaran dan keteladanan beliau. Rasulullah sebagai Teladan TerbaikUstadz Purwono mengingatkan jamaah bahwa Rasulullah Muhammad SAW merupakan uswatun hasanah, teladan terbaik bagi umat manusia.Hal tersebut ditegaskan Allah SWT dalam QS Al-Ahzab ayat 21:“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” Keteladanan Rasulullah mencakup seluruh aspek kehidupan. Rasulullah memberikan contoh dalam shalat dan ibadah, dalam kehidupan keluarga, dalam memperlakukan sahabat, dalam bermasyarakat, serta dalam menunjukkan kasih sayang kepada sesama.Karena itu, cinta kepada Rasulullah tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan. Cinta tersebut harus dibuktikan dengan mengikuti sunnah, meneladani akhlak, memperbanyak shalawat, serta menjalankan ajaran yang dibawa beliau. Rasulullah Mencintai UmatnyaDalam kajian tersebut juga disampaikan gambaran tentang besarnya kecintaan Rasulullah SAW kepada umatnya.Rasulullah membedakan antara para sahabat yang hidup dan berjumpa langsung dengan beliau dengan umat yang datang setelah masa beliau. Dalam konteks ini dikenal istilah ashabi untuk para sahabat dan ikhwani yang menggambarkan saudara-saudara beliau dari kalangan umat yang beriman meskipun tidak pernah berjumpa langsung dengan Rasulullah. Pesan tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memiliki perhatian dan kecintaan yang sangat besar kepada umatnya.Maka, umat Islam pun harus membalas kecintaan tersebut dengan beriman kepada beliau, mengikuti petunjuknya, menjaga sunnahnya, serta berusaha menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Kepemimpinan adalah AmanahUstadz Purwono juga mengingatkan tentang tanggung jawab manusia sebagai pemimpin.Setiap manusia memiliki amanah sesuai dengan kedudukannya. Terlebih seseorang yang mendapatkan kepercayaan sebagai pemimpin, ia tidak boleh menjadikan jabatan sebagai sumber kebanggaan semata.  Kepemimpinan adalah amanah dari Allah SWT yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.Seorang pemimpin harus berusaha menjadi sumber kebaikan dan kemaslahatan bagi orang-orang yang dipimpinnya.  Jangan sampai kekuasaan, jabatan, atau pengaruh yang dimiliki justru menjadi sebab munculnya kesengsaraan bagi orang lain.Tanggung jawab kepemimpinan tersebut dimulai dari lingkungan yang paling dekat, yaitu keluarga.Keluarga sebagai Amanah PertamaKeluarga merupakan tempat pertama untuk membangun keimanan dan akhlak.  Seorang kepala keluarga memiliki tanggung jawab untuk membimbing, melindungi, mendidik, dan mengarahkan anggota keluarganya menuju kebaikan.Keluarga bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak-anak dan generasi berikutnya.Karena itu, Ustadz Purwono mengajak jamaah untuk tidak menunggu menjadi orang besar dalam melakukan kebaikan.  Perubahan harus dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, dan selanjutnya lingkungan masyarakat.Jika keluarga mampu dibangun dengan iman, kasih sayang, keteladanan, dan tanggung jawab, maka akan lahir masyarakat yang lebih baik. Mengambil Ibrah dari Berbagai KisahDalam kajian tersebut, Ustadz Purwono juga menyampaikan sejumlah kisah dan contoh kehidupan sebagai bahan renungan bagi jamaah.Kisah-kisah tersebut mengajarkan bahwa setiap tindakan manusia memiliki konsekuensi.  Karena itu, seseorang harus berhati-hati dalam berbicara, mengambil keputusan, menggunakan kekuasaan, maupun memperlakukan orang lain.Jangan sampai persoalan kecil berkembang menjadi konflik besar karena ketidakmampuan mengendalikan emosi dan perkataan. Sebaliknya, setiap persoalan hendaknya diselesaikan dengan kebijaksanaan, kesabaran, dan mengutamakan kemaslahatan. Berbagai kisah tersebut bukan sekadar cerita, tetapi harus diambil ibrah atau pelajaran untuk memperbaiki kehidupan. Muhammadiyah Harus Menjadi Gerakan KebaikanPesan-pesan tersebut menjadi relevan dalam kehidupan persyarikatan Muhammadiyah. Setiap warga Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk menjadikan persyarikatan sebagai sarana dakwah dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Silaturahmi, kebersamaan, saling menghormati, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan menjadi modal penting untuk membangun persyarikatan yang semakin kuat. Kegiatan Pengajian PERAK PCM Godean tidak hanya menjadi forum untuk menambah wawasan keislaman, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah dan membangun kesadaran bersama. Melalui kajian tersebut, jamaah diajak untuk terus melakukan perubahan dan perbaikan, dimulai dari diri sendiri, keluarga, kemudian masyarakat. Pada akhirnya, kebahagiaan yang sejati bukan hanya kebahagiaan duniawi, tetapi kebahagiaan yang membawa keberkahan dan keselamatan hingga akhirat. Jalan menuju kebahagiaan tersebut antara lain ditempuh dengan bersyukur kepada Allah SWT, menjaga tauhid, mencintai dan meneladani Rasulullah SAW, menjalankan amanah, memperbaiki keluarga, serta memberikan …

Loading

Rakor PDM Sleman Bahas Penguatan Persyarikatan, Pendidikan, dan Optimalisasi Program Lazismu

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihadiri Ketua dan Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Sleman serta Organisasi Otonom (Ortom) tingkat daerah. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 4 RS UAD Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Selasa (25/8/2026). Dalam rakor tersebut, Sekretaris PDM Sleman, H. Arif Mahfud, S.Ag., M.S.I., menyampaikan berbagai perkembangan program Persyarikatan, evaluasi bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelayanan sosial, hingga penguatan peran Lazismu dalam mendukung gerakan dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Pada awal penyampaiannya, Arif Mahfud menjelaskan bahwa Muhammadiyah Sleman terus berupaya membangun sinergi antar unsur Persyarikatan melalui berbagai program yang melibatkan amal usaha, perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah, dan masyarakat. Menurutnya, seluruh potensi yang dimiliki Muhammadiyah harus dapat digerakkan secara bersama-sama untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penguatan pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan unit-unit usaha yang dikelola warga Muhammadiyah. Saat ini telah dibentuk wadah usaha bersama yang mengembangkan berbagai sektor usaha produktif, seperti budidaya lele, usaha sablon, dan berbagai usaha ekonomi kreatif lainnya. Selain itu, Muhammadiyah Sleman juga terus mengembangkan program sosial dan pendidikan masyarakat. Di antaranya adalah layanan pembelajaran membaca Al-Qur’an secara gratis yang dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai unsur Persyarikatan dan perguruan tinggi Muhammadiyah. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan masyarakat sekaligus menjadi sarana dakwah yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Dalam bidang pendidikan, Arif Mahfud menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di lingkungan sekolah Muhammadiyah. “Secara umum, jumlah peserta didik pada jenjang Sekolah Dasar mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, pada jenjang SMP, SMA, dan SMK masih terdapat tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama”. Menurutnya, berbagai faktor seperti persaingan antar sekolah, perubahan preferensi masyarakat, kondisi demografi, serta belum optimalnya sinergi antara TK ABA dengan sekolah Muhammadiyah menjadi beberapa penyebab yang perlu segera dicarikan solusi. Oleh karena itu, seluruh PCM, majelis pendidikan, dan pengelola sekolah diminta untuk memperkuat koordinasi dalam upaya meningkatkan jumlah peserta didik di seluruh amal usaha pendidikan Muhammadiyah. Dalam kesempatan tersebut, Arif Mahfud juga memaparkan data sumber daya manusia Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Saat ini terdapat sekitar 2.416 guru dan 689 tenaga kependidikan yang bertugas di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Jumlah tersebut merupakan kekuatan besar yang harus terus dibina dan diberdayakan untuk mendukung kemajuan pendidikan Muhammadiyah. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam aspek kaderisasi. Berdasarkan hasil pembinaan dan kunjungan ke berbagai sekolah, masih ditemukan sejumlah guru yang belum aktif mengikuti kegiatan Persyarikatan maupun pengajian Muhammadiyah. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis agar guru dan tenaga kependidikan semakin memahami ideologi, nilai, dan gerakan Muhammadiyah sebagai bagian dari dakwah Persyarikatan. Pada sesi berikutnya, Darojat Noor Ahmad, S.Ag selaku ketua Lazismu Sleman menyampaikan perkembangan program Lazismu Kabupaten Sleman. “ Salah satu program prioritas yang sedang diperkuat adalah bantuan kesejahteraan bagi guru-guru Muhammadiyah yang masih menerima honor relatif rendah”. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara Lazismu dan Majelis Pendidikan sebagai bentuk kepedulian terhadap para pendidik yang telah mengabdikan diri di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Selain itu, Lazismu juga mengembangkan gerakan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah melalui masjid-masjid Muhammadiyah serta amal usaha Muhammadiyah. Gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Persyarikatan untuk memperkuat penghimpunan dana umat yang selanjutnya akan disalurkan dalam berbagai program pendidikan, sosial, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Darojat mengapresiasi partisipasi berbagai sekolah dan amal usaha Muhammadiyah yang telah mendukung program penghimpunan dana melalui Lazismu. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian yang tinggi dalam membangun kemandirian Persyarikatan. Dalam rakor tersebut juga disampaikan bahwa berbagai persoalan organisasi yang sempat dihadapi Lazismu telah ditindaklanjuti melalui mekanisme organisasi dan proses pembenahan internal. PDM Sleman berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan sehingga seluruh program dapat berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Menutup pertemuan Arif Mahfud mengajak seluruh pimpinan cabang, majelis, lembaga, ortom, dan amal usaha Muhammadiyah untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan program Persyarikatan. “Keberhasilan Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh satu unsur, tetapi oleh kerja sama seluruh komponen Persyarikatan. Mari kita optimalkan seluruh potensi yang kita miliki untuk membangun pendidikan, pelayanan sosial, ekonomi umat, dan dakwah yang semakin berkemajuan,” ujarnya.  Rapat koordinasi berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan menghasilkan berbagai masukan strategis sebagai bahan penyusunan program kerja Muhammadiyah Kabupaten Sleman ke depan. Termasuk CRM Award atau Cabang dan Ranting Award 2027 yang akan diselenggarakan di Gombong Jawa Tengah dimana Sleman mengajukan 3 PCM yang akan maju seleksi di tingkat Provinsi/Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yakni PCM Sleman, PCM Gamping dan PCM Kalasan ujar H. Nasirun. Melalui rakor ini, PDM Sleman berharap seluruh unsur Persyarikatan semakin solid dalam mewujudkan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Rep H. Wahsan Arifudin S.Pd  PCM Godean

Loading

Pelatihan Digital Marketing Dorong Peternak Ayam PCM Turi Melek Pemasaran Digital

 Turi, Pdmsleman.Or.Id Majelis Ekonomi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Kelompok 005 menggelar pelatihan digital marketing bagi para peternak ayam di wilayah Turi, Sleman. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Masjid Sirotholmustaqim, Ngentak, Bangunkerto, Turi, Sleman. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha peternakan lokal agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Selama ini, pemasaran hasil peternakan masih banyak mengandalkan jaringan pelanggan dan pasar di sekitar wilayah tempat usaha. Ketua Majelis Ekonomi PCM Turi, Marwadi, mengatakan penguasaan pemasaran digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha, termasuk para peternak ayam. Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang bagi peternak untuk memperkenalkan produk secara lebih luas sekaligus membangun jaringan pasar baru. “Peternak tidak cukup hanya menghasilkan produk yang baik. Mereka juga perlu mengetahui bagaimana cara memperkenalkan dan memasarkannya kepada konsumen melalui media digital,” ujar Marwadi. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Shofi, seorang content creator yang berpengalaman dalam pengelolaan konten digital. Materi yang disampaikan tidak hanya berupa teori, tetapi diarahkan pada praktik yang dapat diterapkan langsung oleh para peserta dalam mengembangkan usaha mereka. Shofi memberikan pemahaman mengenai cara membuat konten yang menarik, mengemas informasi produk, serta memanfaatkan berbagai platform digital untuk menjangkau calon konsumen. Peserta juga dikenalkan dengan pentingnya foto dan video produk yang menarik, penyusunan informasi yang jelas, serta konsistensi dalam mengelola akun media sosial. Salah satu fokus pelatihan adalah pemanfaatan marketplace sebagai sarana pemasaran. Para peternak didorong untuk mulai mengenalkan produk ternak maupun produk olahan berbahan dasar ayam melalui platform perdagangan digital. Dengan cara tersebut, pemasaran tidak lagi terbatas pada konsumen yang berada di sekitar Turi. Selain marketplace, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya membangun jaringan usaha melalui platform digital. Jaringan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dengan konsumen, pelaku usaha kuliner, maupun mitra bisnis dari luar wilayah Sleman. Pelatihan juga membahas perubahan perilaku konsumen di era digital. Konsumen saat ini cenderung mencari informasi produk sebelum melakukan pembelian. Karena itu, pelaku usaha perlu mampu menyajikan informasi yang mudah dipahami, mulai dari jenis produk, kualitas, harga, hingga cara pemesanan. Kolaborasi antara Majelis Ekonomi PCM Turi dan KKN UMY Kelompok 005 tersebut mendapat perhatian positif dari peserta. Kehadiran mahasiswa KKN menjadi bagian dari pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam mengenalkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kegiatan ekonomi warga. Melalui kegiatan ini, para peternak ayam diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kemampuan dalam memasarkan produk, tetapi juga mulai membangun pola pengelolaan usaha yang lebih profesional. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat memperluas pasar, meningkatkan penjualan, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga. Sinergi antara Muhammadiyah dan perguruan tinggi melalui kegiatan KKN juga diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Pendampingan dan praktik secara berkelanjutan dinilai penting agar pengetahuan yang diperoleh peserta benar-benar dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Majelis Ekonomi PCM Turi berharap kemampuan digital yang diperoleh para peternak dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha secara bertahap. Dengan semakin luasnya akses pasar, produk peternakan warga Turi diharapkan mampu menjangkau konsumen di luar wilayah Sleman dan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi keluarga maupun masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi masyarakat dapat dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Muhammadiyah melalui Majelis Ekonomi, mahasiswa KKN UMY, dan pelaku usaha lokal bersama-sama mendorong lahirnya pelaku ekonomi yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Rep Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kunjungan Kader Muda Muhammadiyah Kalasan ke Edufarm Centre Mentari

Kalasan Pdmsleman.Or.Id Pada hari Kamis, 20 Agustus 2026, Kader Muda Muhammadiyah, yang terdiri dari para siswa SMA Muhammadiyah Kalasan berjumlah 41 siswa, didampingi beberapa guru pendamping, berkunjung ke Edufarm Mentari PCM Kalasan. Rombongan disambut oleh jajaran Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP)PCM Sleman sebagai pengelola langsung Edufam Menyati ini.  Supadi Sungkono, S.Pd., selalu guru pembimbing menyampaikan bahwa ” kunjungan ini dimaksudkan sebagai kegiatan Outing Class untuk lebih mengenal budidaya tanaman sayur, buah, dan tanaman yang dikelola oleh Edufarm, sekaligus memperluas wawasan materi pelajaran yang diperoleh di sekolah”. Sementara itu, H. Maryanto selaku Ketua MEBP PCM Kalasan dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan para siswa dan guru SMA Muhammadiyah Kalasan. Menurutnya, sudah selayaknya Kader Muda Muhammadiyah memanfaatkan kesempatan untuk belajar di Edufarm, salah satu unit usaha MEBP agar menjadi generasi yang tangguh. Hal ini juga merupakan bentuk saling support antarberbagai elemen Persyarikatan Muhammadiyah agar bisa saling menguatkan. Maryanto menjelaskan bahwa program-program MEBP selama ini mampu mensupport program-program PCM Kalasan dari segi pendanaan, di samping juga sebagai upaya dakwah yang mencerahkan dan mensejahterakan.  Rombongan mendapatkan penjelasan langsung dari pengelola Edufarm, Bapak Suhardi, yang juga sebagai anggota MEBP PCM Kalasan. Beliau mengenalkan berbagai tanaman sayur dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi, seperti jenis bayam brasil, seledri, dan lain-lain. Suhardi menguraikan tentang prinsip ketahanan pangan yang efisien dan efektif dengan prinsip, ‘Menanam apa yang kita makan, dan makan apa yang kita tanam.’ Hal ini dapat dilakukan dengan cara budidaya bertanam yang efekktif dan efisien dengan system urban farming. Model ini tidak mensyaratkan lahan petanian yang luas, cukup membudidayakan tanaman buah dan sayur dengan model pot, polybag, dan hydrophonik. Cara bertanan yang benar akan menghasilkan tanaman buah dan sayur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam keluarga. Para siswa ini juga dikenalkan cara menyemai bibit, melakukan pemupukan, dan perawatan lain secara praktis.  Kunjungan serupa juga dilakukan oleh para siswa SD Muhammadiyah Bayen di bawah bimbingan Sutarlan, M.Pd., selaku Kepala Sekolah. Pada hari yang sama juga ikut berkunjung ibu-ibu Aisiyah PCA Kalasan. Tentu saja hal ini dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mencoba mencukup Sebagian kebutuhan sayur dan buah di rumah masing-masing secara mandiri.  Rep R Sarno Sudibyo PCM KAlasan

Loading

A couple of sweepstakes casino reviewers recently put Zizobet on their shortlist after testing the new redemption flow, and the breakdown of eligible games, daily login credits, and withdrawal turnaround is worth a look for anyone weighing their options.
Pour les joueurs francophones qui explorent les alternatives de mise en dehors du cadre régulé, plusieurs guides spécialisés passent en revue la fiabilité et les cotes proposées par les opérateurs disponibles, et l'on trouve notamment une analyse détaillée du paris sportif hors ARJEL qui examine les conditions d'inscription ainsi que les méthodes de paiement acceptées par ces plateformes.
Wer ein seriöses Online-Angebot sucht, achtet auf Lizenz, Spielauswahl und faire Bonusbedingungen, bevor er sich bei casino Zizobet anmeldet und dort Echtgeldspiele ausprobiert.
Veteran slots players know that chasing jackpots on the reels feels best when paired with disciplined bankroll management, so most serious spinners read up on volatility ratings and bonus buy features before they load a new title. Comparing welcome packages, free spin offers, and loyalty rewards across different brands helps casual bettors stretch their deposit further while keeping the entertainment value high. For a deeper look at how wagering requirements, RTP disclosures, and licensing jurisdictions shape the modern online casino landscape, check out https://borroloolahouseboats.com/ where regular updates and curated guides keep enthusiasts informed about the latest iGaming releases, live dealer rooms, and progressive prize pools across the industry.
When comparing new gaming platforms, I always look for a balanced mix of slot variety, fair bonus terms, and reliable withdrawal speeds; Bananzia Casino ticks those boxes with a user-friendly interface and a diverse game library.
Online gokken blijft populair onder Nederlandse spelers die houden van tafelspellen, live casino-ervaringen en moderne videoslots. Wie op zoek is naar een overzichtelijk platform met aantrekkelijke bonussen en een uitgebreid spelaanbod, kan terecht bij Magius Casino, waar registratie eenvoudig verloopt, stortingen snel worden verwerkt en de klantenservice dag en nacht bereikbaar is voor vragen over spelregels of accountinstellingen.
Steeds meer Nederlanders ontdekken de spanning van online gokken, waarbij ze op zoek gaan naar een betrouwbaar platform met een uitgebreid aanbod. Nyx Bets Casino voldoet aan deze wens met een ruime collectie gokkasten, tafelspellen en live casinospellen, aangevuld met aantrekkelijke bonussen en een gebruiksvriendelijke interface.
Modern casino reviewers tend to weigh bonus wagering terms, slot RTP listings, and live dealer game variety before publishing their take, and Odinfortune often pops up in those side-by-side breakdowns.
Australian players looking for a polished online gaming hub often compare what Zoome brings to the table against locally licensed competitors, noting its broad pokies catalogue, AUD-friendly banking, and a loyalty setup that feels tuned to the way punters in Sydney, Melbourne, and Perth tend to play across long weekend sessions.
Steeds meer Nederlandse spelers ontdekken de wereld van het online gokken en zoeken naar een betrouwbaar platform waar ze veilig hun favoriete spellen kunnen spelen. Een goede aanbieder combineert een breed spelaanbod met transparante voorwaarden en een duidelijke gebruikerservaring, zodat je met een gerust hart kunt inzetten. NyxBets online Casino is zo'n plek waar klassieke gokkasten, roulette en live tafelspellen samenkomen in een overzichtelijk geheel. Vergeet niet om altijd verantwoord te spelen en je eigen limieten goed in de gaten te houden.
Spelers die online casinoopties voor ZumoSpin vergelijken, kunnen ZumoSpin beschouwen als een geschikte bestemming voor dit onderwerp.
Wie in Nederland graag een gokje waagt online, let tegenwoordig scherp op betrouwbaarheid, snelle uitbetalingen en een overzichtelijk spelaanbod; een platform als KIKI weet daar met transparante voorwaarden en een breed scala aan slots en live tafelspelenvolop op in te spelen.
Players looking for hassle-free ways to enjoy classic table games and slots online often compare welcome bonuses and payout speeds before signing up, and a solid resource like ModernGhana - bingo sites no ID verification UK can help simplify the decision when you want to skip lengthy signup checks and get straight to the action.
Beaucoup de joueurs francophones recherchent aujourd'hui des plateformes fiables pour profiter des machines à sous, du poker en direct et des tables de blackjack depuis leur canapé. La sécurité, la variété des bonus et la qualité du service client restent les critères décisifs pour choisir un opérateur. Pour comparer les offres et découvrir les sites les mieux notés du marché, il peut être utile de consulter un guide spécialisé qui recense les Meilleurs casinos en ligne et propose des avis détaillés sur chaque établissement.
Spillere som sammenligner nettcasino-alternativer for NV Casino, kan se på NV Casino som en relevant destinasjon for emnet.
Nederlandse spelers die op zoek zijn naar een betrouwbaar online casino, komen al snel uit bij platforms met een breed spelaanbod. Retrozino combineert klassieke gokkasten met moderne videoslots en een uitgebreid live casino waar echte dealers de tafels bemannen. Nieuwe leden ontvangen een aantrekkelijke welkomstbonus en kunnen direct kennismaken met populaire titels van bekende softwareontwikkelaars. Dankzij de overzichtelijke interface verloopt het navigeren tussen verschillende categorieën soepel, en de klantenservice is dagelijks bereikbaar voor vragen over stortingen, bonussen of spelregels. Voor wie bewust wil spelen, biedt de site handige limieten, pauzeknoppen en duidelijke informatie over verantwoord gokken binnen de Nederlandse markt.