Ribuan Jama’ah Penuhi Lapangan Ngablak, Sholat Idul Adha 1447 H PRM Sidoharjo

 Suasana khidmat dan menggema takbir dan tahmid meliputi Lapangan Ngablak, Bangunkerto, Turi, Sleman, Yogyakarta, pada Rabu pagi, 27 Mei 2026 atau bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriyah. Ribuan umat Muslim tumpah ruah memenuhi area lapangan untuk melaksanakan Sholat Idul Adha yang dimulai pukul 07.00 WIB. Acara yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sidoharjo. Lantunan takbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilhamd” berkumandang dahsyat, mengubah lapangan terbuka tersebut menjadi lautan getaran iman. Bertindak selaku Imam dan khotib adalah Ustaz Purnomo, S.Pd.I, memimpin jama’ah yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang. Mereka datang dari berbagai kawasan di sekitar antara lain Kawedan, Ngablak, Ledok Nongko, Bangunsari, Ngentak, Tepan, hingga Sidoarjo. Sejak pukul 06.30 WIB, jemaah sudah mulai berdatangan dan mengatur barisan saf yang rapat dan lurus, mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah pengumuman jumlah hewan kurban dari para jemaah. Total hewan kurban yang terkumpul sangat luar biasa, yakni 6 ekor lembu dan 18 ekor domba. Rinciannya, Jemaah Kawedan menyumbang 6 lembu, Ngablak 4 lembu, Ledok Nongko 4 lembu dan 8 domba, Bangunsari total 7 lembu, Ngentak 6 lembu, Tepan 3 lembu, serta Sidoarjo 3 lembu dan 2 domba. Ketua panitia menyampaikan bahwa ini adalah wujud nyata ketakwaan dan rasa syukur jamaah kepada Allah Subhanahu wa taala. Dalam khutbahnya, Ustaz Purnomo mengangkat tema esensi pengorbanan yang mengutip Surat Al-Hajj ayat 37 yang menegaskan bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah daging dan darah hewan kurban, melainkan ketakwaan dari hati para hamba-Nya. Jemaah juga diajak meneladani kishero Nabi Ibrahim dan Ismail yang menunjukkan puncak ketaatan dan kesabaran. “Ketika Ibrahim mendapat mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail menjawab dengan tegas: ‘Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.’ Inilah teladan keluarga idaman,” ujar khotib  . Pimpinan ranting Muhammadiyah Sidoarjo,  Gesang Subagio,  menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang mendukung jalannya acara. Beliau khususnya berterima kasih kepada Kelurahan Bangunkerto, para sohibul kurban, serta seluruh panitia dan jemaah yang telah berpartisipasi aktif. Infak yang terkumpul pada hari itu mencapai Rp11.184.800, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian social yang nantinya akan kembali ditasyarufkan kepada masjid dan mushola asal jama’ah dan untuk penyelenggaran hari besar Islam. Arief Hartanto Turi

Loading

Haedar Nashir Serukan Kebangkitan Spiritualitas Takwa di Tengah Krisis Moral Bangsa

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak umat Islam menjadikan Iduladha sebagai momentum menghidupkan spiritualitas taqwa yang membumi dalam kehidupan pribadi, sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan universal. Haedar juga menegaskan bahwa Iduladha jangan dimaknai hanya sebagai ritual formal berupa salat Id dan penyembelihan hewan kurban. Di balik ibadah tersebut terdapat tujuan utama yang jauh lebih mendalam, yakni membentuk pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT. Menurut Haedar, seluruh ibadah dalam Islam, termasuk salat Iduladha dan kurban, sejatinya bermuara pada pembentukan manusia yang tunduk kepada Allah, menjalankan perintah-Nya, serta menjauhi segala larangan-Nya. “Allah menegaskan bahwa yang sampai kepada-Nya bukanlah daging dan darah hewan kurban, melainkan ketakwaan dari manusia yang melaksanakannya. Karena itu, substansi Iduladha adalah penguatan spiritualitas dan moralitas,” tuturnya pada Selasa (26/5). Haedar menjelaskan, keteladanan Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail merupakan gambaran spiritualitas taqwa yang sangat revolusioner. Ketiganya menunjukkan kepasrahan total kepada kehendak Allah SWT melalui pengorbanan yang luar biasa besar. “Nabi Ibrahim rela mengorbankan putra tercintanya atas perintah Allah. Siti Hajar menunjukkan keteguhan iman, sementara Nabi Ismail memperlihatkan kepatuhan yang sangat tinggi. Ketiganya menjadi uswah hasanah tentang bagaimana ketakwaan melahirkan jiwa pengorbanan dan kebajikan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa spiritualitas takwa akan melahirkan insan yang mampu membebaskan diri dari belenggu hawa nafsu, kerakusan duniawi, dan egoisme pribadi. Dari situlah muncul sikap ihsan atau kebajikan yang melampaui dalam kehidupan sehari-hari. Haedar menilai, jika nilai-nilai Iduladha benar-benar hidup dalam diri umat Islam, maka akan lahir pribadi-pribadi yang menghadirkan keshalehan sosial di tengah masyarakat. Baik sebagai rakyat biasa maupun pemimpin, insan yang bertakwa akan senantiasa takut kepada Allah sehingga menjauhi berbagai bentuk kemungkaran dan penyimpangan. “Insan yang memiliki spiritualitas takwa akan hidup dengan kejujuran, kesederhanaan, ketulusan, kesabaran, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap sesama. Mereka juga memiliki etos ilmu, berpikir positif, bekerja keras, dan menjadikan kehidupan dunia sebagai ladang amal menuju akhirat,” ungkapnya. Sebaliknya, Haedar mengingatkan bahwa manusia yang kehilangan nilai takwa akan mudah terjerumus pada perilaku koruptif, penyalahgunaan kekuasaan, kerakusan ekonomi, manipulasi sistem, serta tindakan yang merusak lingkungan dan kehidupan sosial. “Spiritualitas takwa membuat seseorang tidak akan korupsi, tidak semena-mena dalam kekuasaan, tidak anti kritik, tidak tamak, dan tidak merusak alam demi keuntungan sesaat,” tegasnya.Dalam konteks kehidupan modern, Haedar juga menyoroti pentingnya menghadirkan akhlak mulia di ruang publik dan media sosial. Menurutnya, insan bertaqwa akan menjaga tutur kata, menghindari ujaran kebencian, fitnah, hoaks, serta berbagai perilaku digital yang merusak persatuan dan peradaban.“Ketakwaan harus tercermin dalam cara bermedia sosial, dalam menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan membangun ukhuwah dengan nyata,” katanya. Haedar turut menyinggung berbagai problem kebangsaan yang masih dihadapi Indonesia, seperti kesenjangan sosial, korupsi, konflik sosial, dan perilaku ajimumpung yang terus merusak kehidupan bersama. Menurutnya, persoalan tersebut berakar pada kerakusan manusia yang kehilangan orientasi moral dan spiritual. Ketika kekayaan hanya dikuasai segelintir kelompok, sementara banyak rakyat hidup dalam kesulitan, maka nilai keadilan dan ketakwaan sejatinya sedang mengalami krisis. “Hasrat untuk menguasai segala sesuatu tanpa batas membuat manusia rela merugikan sesama dan merusak lingkungan. Karena itu bangsa ini membutuhkan kebangkitan spiritualitas taqwa yang melahirkan kebajikan nyata,” katanya. Haedar berharap Iduladha tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi benar-benar menjadi kekuatan transformasi moral bagi umat dan bangsa. Spiritualitas takwa, lanjutnya, harus menghadirkan sistem kehidupan yang lebih adil, berkeadaban, dan penuh kemaslahatan. “Ketakwaan bukan sekadar indah dalam kata-kata dan retorika, tetapi harus tampak nyata dalam tindakan, kebijakan, dan kehidupan sehari-hari. Jika spiritualitas taqwa tumbuh dalam kehidupan nyata, maka akan lahir budaya keshalehan yang menebarkan kebajikan bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan semesta,” tegas Haedar. Secara khusus, Haedar memberikan pesan kepada generasi milenial, generasi Z, dan generasi Alfa agar menjadikan Iduladha sebagai sarana pembentukan karakter unggul dan berkemajuan. Ia berharap generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang taat beragama, gemar membaca, mencintai ilmu pengetahuan, menguasai teknologi dan keahlian, memiliki etos kerja tinggi, mandiri, hemat, serta menjunjung tinggi akhlak dan etika. “Generasi muda jangan terjebak budaya instan, malas, hedonistik, dan gemar pamer kemewahan. Spiritualitas takwa harus melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, dan memberi manfaat bagi kehidupan,” pungkas Haedar.

Loading

Muhammadiyah DIY Siapkan 1412 Lokasi , PDM Sleman di 303 Sholat Idul Adha 1447 H/2026 M

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah akan jatuh pada rabu 27 Mei 2026 atau 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah besok sebagaimana maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tentang ketetapan Idul Adha 1447 H. Dalam release dari PWM DIY yang diterima menerangkan bahwa sebagai persiapan menyambut Hari Raya yang penuh makna ini, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) , Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) telah menyiapkan 1412 lokasi pelaksanaan sholat Idul Adha 1447 H yang tersebar di kota dan kabupaten se-DIY. Adapun rincian sebaran lokasi Sholat Id di DIY antara lain Kab. Bantul terdapat 294 lokasi, Kab. Gunungkidul terdapat 382 lokasi, Kota Jogja terdapat 244 Lokasi, Kab. Kulonprogo terdapat 189 Lokasi dan Kab. Sleman 303 Lokasi.  Ketua PWM DIY Ustadz Dr. HM IKhwan Ahada menyampaikan pesan Idul Adha 1447 H, momentum untuk meningkatkan kepekaan sosial kemanusiaan dan spiritual dan hendaknya tetap menjaga kebersamaan dan ukhuwah sehingga terlaksana peribadatan yang khusyu’ dan nyaman. Berikut daftar lokasinya  cekkk Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

UMY Kembangkan Tungku Pembakar Sampah dan Kompor Jelantah Untuk Masyarakat

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ( UMY) terus mendorong pengembangan teknologi tepat guna untuk menjawab persoalan lingkungan dan energi. Salah satu inovasinya adalah tungku pembakar sampah dan kompor berbahan minyak jelantah. Hal tersebut diungkapkan oleh Ir. Aris Widyo Nugroho Ph.D dosen Prodi Teknik Mesin UMY, saat menyerahkan hibah peralatan tersebut ke Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( PRM) Sombangan Raya pada Ahad, ( 24/5/2026 ). Peralatan diterima langsung oleh ketua Takmir Masjid Al Falah Sombangan Sumbersari, Moyudan, Sleman. Dalam kesempatan tersrbut Aris juga menyebut bahwa dalam tim pengabdian masyarakat terdiri beberapa dosen dan mahasiswa. Selain dirinya, Ir. Sunardi, Ph.D, Aditya Kurniawan, ST, dan M Krisna dari unsur mahasiswa. Aris menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari program rutin pengabdian dosen dan mahasiswa UMY kepada masyarakat, yang bertujuan menghadirkan solusi praktis untuk persoalan lingkungan dan energi di tengah komunitas. “Masjid pada even tertentu menghasilkan cukup banyak sampah. Dengan alat ini residu bisa dikurangi dan pembakaran bisa berlangsung lebih tuntas,” ujar Aris. Aris menjelaskan bahwa tungku dirancang untuk mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus memanfaatkan limbah minyak jelantah atau oli bekas. “Selama ini kedua jenis limbah tersebut sering dibuang sembarangan dan mencari lingkungan,” tambahnya. Ia menjelaskan, tungku pembakar ssmpah dikembangkan dengan sistem pembakaran yang lebih efisien dan minim asap, sehingga bisa digunakan di lingkungan padat penduduk. Sementara itu, kompor berbahan bakar minyak jelantah atau oli bekas diolah menjadi bahan bakar alternatif yang bersih dan ekonomis untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi ganda, mengurangi pencemaran lingkungan dari sampah. Selain itu juga sekaligus membantu masyarakat menekan biaya energi rumah tangga. UMY berharap inovasi ini bisa diadopsi oleh masyarakat luas, kelompok usaha mikro, hingga lembaga sosial yang aktif dalam pengelolaan sampah dan pemberdayaan warga. – Rep Sugiyanto Moyudan

Loading

Sambut Idul Adha, Masjid Baiturrahim Turi Gelar Kajian Kesiapan Hewan Kurban yang ASUH

Turi, Pdmsleman.Or.Id Memasuki 6 Dzulhijjah 1447 H bertepatan Sabtu Kliwon (23/5/2026), Masjid Baiturrahim yang berada di barat Perempatan Turi, Sleman, menggelar kajian pagi spesial bertajuk persiapan ibadah kurban. Acara yang berlangsung pukul 04.45-05.45 WIB itu menghadirkan narasumber drh. Adik Ismaryanto, Medik Veteriner Muda dari Puskesmas Hewan (Puskeswan). Dalam materinya, drh. Adik menekankan pentingnya kriteria hewan kurban yang tidak hanya sehat secara lahir, tetapi juga memenuhi standar ASUH: Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. “Hewan kurban harus memenuhi persyaratan syariat Islam, administrasi, dan teknis. Yang tak kalah penting, hewan tidak mengandung bibit penyakit seperti bakteri, virus, atau parasit, serta bebas dari residu obat dan cemaran logam berat,” papar drh. Adik di hadapan jamaah yang memenuhi area masjid. Mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban, narasumber juga mengingatkan soal kondisi hewan yang tidak cacat. “Jangan sampai hewan kurban buta, pincang, patah tanduk, atau putus ekornya. Ini syarat mutlak,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa sapi yang layak harus sudah *powel* (tumbuh sepasang gigi tetap di rahang bawah), sementara kambing/domba genap satu tahun. Tidak berhenti di situ, drh. Adik juga mengingatkan protokol ketat mengingat potensi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Berdasarkan Fatwa MUI No. 32 Tahun 2022, hewan yang menunjukkan gejala klinis PMK seperti lepuh pada mulut, lidah, teracak (kuku), atau mengeluarkan air liur berlebihan tidak boleh disembelih untuk kurban. Panitia Masjid Baiturrahim menyiapkan area pemotongan tertutup ( closed area ) dengan fasilitas disinfeksi kendaraan. “Kami juga wajibkan memiliki sertifikat veteriner (SV) atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari otoritas setempat,” ujar salah satu takmir. Kajian yang terbuka untuk umum ini diakhiri dengan imbauan membawa infaq terbaik untuk mendukung kelancaran pemotongan dan distribusi dagaing yang higienis. Warga tampak antusias mencatat poin-poin penting, terutama soal pemeriksaan *post mortem* seperti kewaspadaan terhadap cacing hati dan perubahan warna jantung ala “kulit macan” yang mengindikasikan penyakit. Dengan pemahaman ini, panitia berharap pelaksanaan kurban di Turi tahun ini berjalan lebih berkualitas, menyejahterakan hewan, dan menghasilkan daging yang benar-benar thayyib. Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Panitia Aidin Sumbersari Gelar Rakor Persiapan Sholat Idul Adha 1447 H

Moyudan Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Panitia Aidin Sumbersari menggelar rapat koordinasi untuk mempersiapkan pelaksanaan Sholat Ied. Rakor dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026, bertempat di kediaman Sarja Prihatin, Tiwir VIII, Sumbersari, Moyudan, Sleman. Hasil rapat menetapkan H. Muhammad Wazid, S.Ag, M.A. sebagai Imam dan Khotib Sholat Ied yang akan dilaksanakan di Lapangan Sumbersari, pada Rabu (27/5/2026 ) pukul 06.30 WIB. Selain itu, disepakati pula penunjukan petugas pembuatan shaf dan pengumpul infak yang dikoordinir oleh Takmir Masjid Al-Ikhsan Papungan. Persiapan ini dilakukan agar pelaksanaan Sholat Idul Adha di Sumbersari berjalan tertib, khidmat, dan lancar.

Loading

Masjid Al-Mukmin Plosorejo Gelar Pelatihan Juru Sembelih dan Asah Bilah Gratis

Ngaglik, Pdmsleman.Or.Id  Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, Masjid Al-Mukmin yang berlokasi di Plosorejo, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, menggelar acara pelatihan dan pengenalan alat serta asah bilah pada Sabtu (23/5/2026). Masjid binaan Ustaz Fathurrahman Al-Katitanji ini menghadirkan pemateri Ustaz Husein Ardiyanto, yang juga merupakan pengurus JagalMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman bidang dakwah dan pelatihan. Kegiatan yang berlangsung bakda Maghrib ini diawali dengan seminar bertajuk “Persiapan Alat Kurban: Antara Kompetensi, Higienitas, dan Keselamatan”. Dalam pemaparannya, Ustaz Husein menekankan empat kompetensi utama yang wajib dimiliki oleh juru sembelih (juleha), yakni pengetahuan tentang syariat penyembelihan, keterampilan teknis, pemahaman higienis dan sanitasi, serta kepedulian terhadap kesejahteraan hewan. “Pelaksanaan kurban bukan hanya soal memotong, tetapi juga soal menjaga kesehatan masyarakat dan kehormatan hewan kurban. Sanitasi yang baik akan menentukan kualitas dyang diterima mustahik,” ujar Ustadz Husein di hadapan puluhan peserta yang antusias. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai jenis pisau kurban, mulai dari pisau sembelih ( slaughter knife ), pisau  skinning untuk menguliti, pisau  boning  untuk memisahkan daging dari tulang, pisau dapur serbaguna, hingga kapak cacah tulang. Tak ketinggalan, teknik mengasah pisau yang benar serta cara merawat dan menyimpan pisau agar tetap tajam dan awet menjadi sesi yang paling dinanti. Memasuki bakda Isya hingga pukul 21.00 WIB, panitia membuka layanan asah bilah gratis. Tim Juleha Sleman yang berkolaborasi dengan JagalMu berhasil mengasah 113 alat kurban milik warga dan panitia masjid. Pisau-pisau yang semula tumpul kembali bercahaya dengan ketajaman optimal. Ketua panitia acara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim JagalMu dan Juleha Sleman. “Kami bersyukur, warga kini lebih paham pentingnya alat tajam yang higienis. Semoga kurban tahun ini lebih berkualitas,” tuturnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Masjid Al-Mukmin berharap dapat menjadi pusat edukasi kurban yang berkelanjutan di wilayah Sleman.   Editor Arief Hartanto MPI ODM Sleman

Loading

Hari Bermuhammadiyah Sleman Dihadiri 5.000 Jamaah, Perkuat Persatuan Umat di Tengah Gejolak Dunia

Mlati, Pdmsleman.Or.Id Semangat persatuan umat mewarnai pelaksanaan Hari Bermuhammadiyah yang digelar di Lapangan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Jumat (23/5). Kegiatan bertema “Umat Bersatu: Ikhtiar Muhammadiyah Menjaga Persatuan di Tengah Gejolak Dunia dan Perang Narasi” tersebut dihadiri sekitar 5.000 jamaah Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman. Sejak pagi, suasana acara berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Berbagai penampilan seni, kreativitas, serta pertunjukan budaya ditampilkan oleh siswa-siswi sekolah Muhammadiyah. Penampilan tersebut menjadi simbol semangat generasi muda Muhammadiyah dalam menjaga nilai kebersamaan, persatuan, dan dakwah yang menggembirakan. Ketua PCM dalam sambutannya menyampaikan laporan berbagai kegiatan Muhammadiyah di wilayahnya. Ia juga mengajak seluruh warga persyarikatan untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Momentum Hari Bermuhammadiyah ini harus menjadi penguat kebersamaan warga Muhammadiyah untuk terus hadir memberi manfaat bagi umat dan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua PDM Sleman, Harjaka, menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Sleman, Milad Aisyiyah, serta Hari Kebangkitan Nasional. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah harus menjadi pelopor kebangkitan bangsa di berbagai bidang kehidupan. “Muhammadiyah harus terus menjadi kekuatan moral dan sosial dalam membangun bangsa, terutama di tengah tantangan global dan perang narasi yang semakin kompleks,” ungkapnya. Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sleman melalui sambutan Bupati Sleman yang diwakili oleh Sekretaris Daerah. Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan penghargaan atas kontribusi Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. “Pemerintah Kabupaten Sleman mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah, untuk bersama-sama membangun Sleman yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera,” tuturnya. Pengajian pertama disampaikan oleh Mujiman yang menekankan pentingnya sikap saling menghargai dalam menghadapi perbedaan. Menurutnya, perbedaan seharusnya menjadi sarana untuk saling memahami dan memperkuat persatuan, bukan menjadi alasan untuk saling menjatuhkan. “Kita harus belajar memahami perbedaan agar menjadi kekuatan persatuan umat,” tegasnya. Puncak acara diisi tausiyah oleh Din Syamsuddin. Dalam pengajiannya, ia menyoroti pentingnya peran Muhammadiyah dalam menjaga persatuan bangsa di tengah gejolak dunia serta perang narasi yang berkembang di era digital saat ini. Ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk tetap berpegang teguh pada nilai Islam berkemajuan, moderat, dan membawa kedamaian bagi masyarakat luas. “Warga Muhammadiyah harus menjadi perekat persatuan bangsa dengan menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan meneduhkan,” pesannya. Kegiatan Hari Bermuhammadiyah ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi warga Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Selain itu, acara ini juga memperkuat komitmen persyarikatan dalam menjaga persatuan umat, memperkokoh nilai kebangsaan, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Rep  Totok Sekretariat PDM Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading