Bantul, Pdmsleman.Or.Id
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean menyelenggarakan Pengajian Rihlah Jihadi pada Ahad, 27 September 2026, di Pantai Goa Cemara, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kegembiraan ini dihadiri sekitar 300 jamaah yang terdiri atas unsur PCM, PRM, Aisyiyah, Ortom, dan warga Muhammadiyah se-Kapanewon Godean.
Ketua PCM Godean, Haris Darmawan, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah yang mengikuti kegiatan Rihlah Jihadi. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi dan mempererat ukhuwah, tetapi juga menjadi media untuk meningkatkan wawasan keislaman dan kemuhammadiyahan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Acara inti menghadirkan Dr. Fajar Junaidi sebagai narasumber. Dalam materinya yang bertema dakwah di era digital, ia mengajak warga Muhammadiyah untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah yang efektif dan menjangkau berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
“Media sosial saat ini bukan hanya alat komunikasi, tetapi sudah menjadi aset yang sangat berharga. Jika dikelola dengan baik, media sosial dapat menjadi sarana dakwah yang luar biasa,” ungkap Fajar Junaidi.
Ia menjelaskan beberapa prinsip penting dalam bermedia sosial. Pertama, media sosial harus dipandang sebagai aset yang perlu dirawat dan dikembangkan. Kedua, setiap akun perlu memiliki strategi agar jumlah pengikut (followers) terus bertambah sehingga jangkauan informasi dan dakwah semakin luas.
Fajar Junaidi juga menekankan pentingnya membedakan akun pribadi dengan akun organisasi atau institusi. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki jumlah anggota yang sangat besar sehingga seharusnya mampu menjadi kekuatan dalam mengembangkan akun-akun media sosial Muhammadiyah maupun Aisyiyah.
“Kalau warga Muhammadiyah yang jumlahnya jutaan dapat bersama-sama mendukung akun organisasi, maka jangkauan dakwah digital Muhammadiyah akan semakin besar. Kuncinya adalah konsisten membuat dan mengunggah konten,” jelasnya.
Ia mendorong agar pengelolaan media sosial organisasi melibatkan generasi muda, termasuk anak-anak dan cucu-cucu warga Muhammadiyah yang lebih akrab dengan teknologi digital. Dengan demikian, akun organisasi dapat lebih aktif, kreatif, dan mengikuti perkembangan zaman.
Selain itu, Fajar Junaidi mengingatkan pentingnya menjaga jejak digital. Setiap unggahan akan meninggalkan rekam jejak yang dapat dilihat banyak orang dalam jangka panjang. Oleh karena itu, warga Muhammadiyah diharapkan mampu menghadirkan konten-konten yang positif, edukatif, dan mencerahkan.
Bahkan selama kegiatan berlangsung, peserta diajak memanfaatkan momen kebersamaan di Pantai Goa Cemara untuk membuat dokumentasi dan konten yang dapat dibagikan melalui media sosial sebagai bagian dari syiar dan dakwah digital.
Sesi diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Salah satu peserta menanyakan tentang efektivitas penggunaan Story dan Status WhatsApp dalam menyebarkan informasi kegiatan. Menanggapi hal tersebut, Fajar Junaidi menjelaskan bahwa WhatsApp merupakan salah satu media yang sangat strategis karena digunakan oleh hampir semua kalangan masyarakat.
“Poster pengajian, kegiatan sosial, maupun agenda Muhammadiyah dapat dibagikan melalui grup dan status WhatsApp. Cara ini sederhana, tetapi dampaknya cukup besar dalam memperluas jangkauan informasi,” terangnya.
Pertanyaan lain muncul terkait maraknya informasi hoaks di media sosial. Menjawab hal tersebut, Fajar Junaidi mengajak jamaah untuk membiasakan budaya tabayun dan literasi digital sebelum membagikan suatu informasi.
“Jika menemukan informasi yang meragukan, jangan langsung diteruskan. Periksa sumbernya, kritisi isinya, dan bila perlu laporkan jika terbukti mengandung hoaks atau menyesatkan,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, ia juga membagikan pengalaman mengenai waktu yang efektif untuk mengunggah konten. Menurutnya, waktu istirahat dan jam makan sering menjadi momen yang baik karena banyak pengguna media sosial sedang aktif membuka perangkat mereka.
Lebih jauh, Fajar Junaidi menegaskan bahwa membuat konten sederhana berupa ajakan kepada kebaikan juga merupakan bagian dari dakwah. Dokumentasi pengajian, poster kegiatan, video inspiratif, maupun pesan-pesan keislaman dapat menjadi sarana menyebarkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan.
“Di era digital ini, dakwah tidak harus selalu dilakukan dari mimbar. Melalui media sosial, setiap orang dapat menjadi penyampai kebaikan. Terlebih untuk menjangkau Generasi Z dan Generasi Alpha yang sangat dekat dengan dunia digital,” tuturnya.
Kegiatan Rihlah Jihadi PCM Godean semakin semarak dengan pembagian lebih dari 70 doorprize kepada para peserta. Berbagai hadiah yang dibagikan menambah antusiasme jamaah dan menciptakan suasana yang meriah, hangat, serta penuh kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, PCM Godean berharap warga Muhammadiyah semakin melek digital dan mampu menjadikan media sosial sebagai sarana dakwah yang mencerahkan, memperkuat syiar Islam, serta memperluas manfaat Muhammadiyah bagi masyarakat luas.
Rep H. Wahdan Arifudin S.Pd PCM Godean
![]()









