Suasana religius menyelimuti Kantor DPU Sleman, Rabu pagi 10 Dzulhijjah 1447 H – 27 Mei 2026 Bertempat di Jalan Magelang, Bangun Rejo, Tridadi, Sleman, puluhan pegawai dan audiens umum tampak antusias mengikuti rangkaian sholat Idul Adha 1447 Hijriah yang dimulai pukul 06.30 WIB hingga selesai. Mengusung tema “Menjadi Ibrahim yang Taat dan Berjiwa Besar – Keajaibanpun Datang, dengan khatib Da’i Kampung , Randi Pratama, Lc.
Dalam tausiyahnya, Randi Pratama mengupas tuntas makna di balik Surat As-Shoffat ayat 102 yang menjadi ruh dari ibadah kurban dan haji. Ayat tersebut artinya Maka ketika anak itu sampai (pada umur) cukup berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ Dia (Ismail) menjawab: ‘Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar .
Menurut Randi, ayat ini bukan sekadar cerita sejarah, melainkan panggilan abadi bagi setiap Muslim untuk meneladani enam nilai luhur. Pertama,ketaatan kepada Allah tanpa syarat . “Nabi Ibrahim tetap menjalankan perintah Allah meskipun sangat berat. Ini menunjukkan bahwa seorang mukmin harus mendahulukan kebenaran dan perintah Allah di atas kepentingan pribadi,” .
Kedua, keikhlasan dalam berkorban, bahwa pengorbanan bukan hanya soal materi atau hewan kurban, tetapi juga kesiapan melepas sesuatu yang paling dicintai demi ridha Allah. Ketiga, kesabaran dan tawakal Sikap Nabi Ismail yang menjawab dengan tenang, “Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar,” mengajarkan keteguhan hati saat menghadapi ujian hidup.
Keempat, pendidikan keluarga yang baik bagaimana Nabi Ibrahim mengajak Ismail berdialog, bukan memaksa. Ini menunjukkan pentingnya komunikasi, keteladanan, dan pendidikan iman dalam keluarga .
Kelima, ujian hidup memiliki hikmah Randi mengutip bahwa Allah akhirnya mengganti Ismail dengan hewan sembelihan. Artinya, Allah melihat ketakwaan dan ketulusan hati manusia, bukan semata hasil akhirnya.
Keenam, ilai sosial dan kepedulian Dari peristiwa ini lahir ibadah kurban pada Idul Adha yang mengajarkan berbagi rezeki, membantu sesama, dan mempererat persaudaraan imbuhnya.
Dengan meneladani sosok Ibrahim yang taat dan berjiwa besar. “Keajaiban itu datang setelah ketaatan dan kesabaran diuji,” pungkas Randi .
Dengan meneladani sosok Ibrahim yang taat dan berjiwa besar. “Keajaiban itu datang setelah ketaatan dan kesabaran diuji,” pungkas Riandi Pratama,Lc pendiri Tabon Quran center ustadz.
Ditemui setelah acara Riandi menuturkan salah satu kerjasamanya dengan Sembada Farm Lukita Wahyu Permadi melakukan pendistribusian daging kurban kepada santri, jamaah Majlis taklim hingga warga sekitar .
![]()






