Godean, Pdmsleman.Or.Id
Pengajian Ahad Pagi atau Jihadi PCM Godean kembali dilaksanakan pada Ahad, 23 Agustus 2026, pukul 06.00–07.15 WIB. Kajian kali ini menghadirkan Ustadz Moh. Wildan Wahied, S.H.I. sebagai narasumber dengan pembahasan tentang kesempurnaan shalat, khususnya tuma’ninah dalam setiap gerakan shalat.
Dalam kajiannya, Ustadz Moh. Wildan menjelaskan bahwa ” shalat bukan sekadar rangkaian gerakan dan bacaan, tetapi ibadah yang harus dilakukan dengan tenang, tertib, dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah tuma’ninah, terutama ketika rukuk, i‘tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud.”
Beliau mengingatkan hadis tentang seseorang yang melaksanakan salat dengan tergesa-gesa. Rasulullah ﷺ memintanya mengulangi salatnya dan mengajarkan agar setiap gerakan dilakukan dengan tuma’ninah. Dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa ketenangan dalam salat merupakan bagian penting dalam menyempurnakan ibadah.
Sujud: Saat Terdekat Seorang Hamba dengan Allah
Salah satu bagian kajian yang menarik adalah pembahasan mengenai sujud. Ustadz Moh. Wildan menjelaskan bahwa sujud merupakan posisi yang sangat istimewa dalam salat. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa seorang hamba berada pada posisi paling dekat dengan Rabb-nya ketika sedang sujud, sehingga dianjurkan untuk memperbanyak doa.
Karena itu, sujud hendaknya tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Seorang muslim perlu memastikan posisi tubuhnya benar-benar tenang sebelum berpindah ke gerakan berikutnya.
Namun demikian, tuma’ninah tidak berarti harus sujud dalam waktu yang sangat lama. Yang menjadi ukuran adalah tercapainya ketenangan dan kesempurnaan posisi, bukan semata-mata lamanya waktu.
Imam Perlu Memperhatikan Kondisi Makmum
Dalam sesi tanya jawab, muncul pertanyaan mengenai sujud yang terlalu lama ketika salat berjamaah. Menanggapi hal tersebut, Ustadz Moh. Wildan menjelaskan bahwa imam hendaknya memperhatikan kondisi para makmum.
Rasulullah ﷺ mengajarkan agar seorang imam meringankan salat dengan tetap menjaga kesempurnaan rukun dan tuma’ninah, karena di antara makmum terdapat orang yang lemah, sakit, lanjut usia, maupun memiliki keperluan.
Dengan demikian, imam tidak perlu terburu-buru, tetapi juga tidak semestinya memperpanjang salat secara berlebihan sehingga menyulitkan makmum.
Tuma’ninah Bukan Sekadar Lamanya Gerakan
Di akhir penjelasan, Ustadz Moh. Wildan menegaskan bahwa inti tuma’ninah adalah ketenangan dan kesempurnaan dalam setiap gerakan salat. Sujud yang sempurna bukan berarti harus lama, tetapi dilakukan dengan posisi yang benar, tenang, bacaan yang baik, serta menghadirkan hati kepada Allah SWT.
Kajian tersebut menjadi pengingat bagi jamaah agar tidak hanya memperhatikan banyaknya ibadah, tetapi juga kualitas dan kesesuaiannya dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.
Pengajian Ahad Pagi atau Jihadi PCM Godean diharapkan terus menjadi ruang untuk meningkatkan pemahaman keislaman sekaligus memperbaiki kualitas ibadah jamaah dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga setiap shalat dan setiap sujud kita diterima oleh Allah SWT serta menjadi sarana semakin dekat kepada-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Rep H. Wahsan Arifudin S.Pd PCM Godean
![]()








