Berbah, Pdmsleman.Or.Id
Majelis Ekonomi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah bekerjasama dengan Bank BPD DIY Syariah menyelenggaraka kegiatan pelatihan Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk Jamaah Muhammadiyah Berbah. Kegiatan berlangsung pada hari Sabtu pagi 17 Mei 2025 di PIAT UGM Tanjungtirto, Kalitirto, Berbah, Sleman,DIY.
Ketua panitia sekaligus Badan Pengurus Lazismu Berbah Muhammad Yunan Nurtriyanto menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan bisnis UMKM merupakan komitmen majelis ekonomi PCM Muhammadiyah menghadapi badai PHK yang terjadi di Yogyakarta. Pelatihan ini sebagai momentum bangkitnya pelaku usaha perserikatan Muhammadiyah sebagai pilihan di masa krisis ekonomi.
Pelatihan sepenuhnya mendapat suporting dari Bank BPD DIY Syariah
“Harapannya tidak hanya berhenti di pelatihan bisnis saja. Semoga pendampingan UMKM terus berlanjut” ucap Yunan.
Disampaikan Yunan pelatihan bisnis UMKM di ikuti para pelaku usaha jamaah Muhammadiyah Berbah baik dari anggota Muhammadiyah , Aisyiyah, Pemuda dan Nasyiatul Aisyiyah dari ranting yang ada di Berbah.
“Dengan kegiatan pelatihan dan support dari BPD DIY Syariah semoga usaha semakin baik sebagai modal menggerakkan Muhammadiyah” tambah Yunan.
Kegiatan berlangsung dari jam 9.00 sampai jam 12.00. di mulai dengan menyanyikan Indonesia Raya dan mars Muhammadiyah. Dan doa dari Ketua Majelis ekonomi PCM Berbah Siswanto SAg.
Pimpinan Unit Usaha Syariah bank BPD DIY Arif Wijayanto menyampaikan bahwa BPD DIY adalah yang dimiliki pemerintah propinsi, Kodya dan empat kabupaten di DIY. Jadi bank mempunyai kewajiban yang besar untuk membina dan membesarkan UMKM yang ada di DiY. Dengan slogan Kita Berkembang Bersama.
Begitu juga dengan UMKM yang merupakan warga Muhammadiyah Berbah, kerjasama dan pembinaan sodagar Muhammadiyah.
Harapannya dengan usaha yang baik dan berkembang akan memberikan kontribusi dalam melaksanan dakwah Muhammadiyah.
“Besarnya jamaah Muhammadiyah yang melakukan kegiatan usaha nantinya akan dilakukan pendataan pembinaan untuk menjadi pengusaha yang baik, dan ini semua akan menjadikan piloting sebagai acuan pelaku usaha se DIY yang akan menjadi program berkelanjutan dari BPD DIY Syariah” ucap Arif.
“Dalam proses pembinaan UMKM BPD akan melakukan identifikasi usaha selanjutnya akan dilakukan pendampingan, mentoring yang akan menggandeng pihak akademisi dari UMY dan UAD” tambahnya.
Yang harus diingat bahwa dalam kehidupan berusaha kalo mau berkembang dan tumbuh harus didukung dengan pencatatan yang baik dan mempunyai tabungan untuk kehidupan dan usaha kita.
BPD menawarkan QRIS untuk mempermudah transaksi non tunai
” selain mempermudah transaksi, penggunaan Qris juga sebagai kontrol keuangan dan juga menabung secara tidak kerasa.”
Menurut pengamatan Arif bahwa banyak masyarakat yang mempunyai usaha tetapi tidak berkembang dengan baik. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya budaya konsumtif yang tinggi, tidak mempunyai sefty keuangan, tidak menabung dan mencampurkan keuangan usaha dengan keuangan keluarga.
“Kalau masih mencampurkan keuangan usaha dan keluarga meski kelihatan bh usaha berjalan namun tidak sehat ketika diaudit dengan benar.” Terang Arif.
Wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Dr.H Riduwan, SE,MAg menyampaikan bahwa faktor ekonomi sangat besar perannya dalam kehidupan berumah tangga. Banyak terjadi berakhirnya rumah tangga akibat faktor ekonomi.
Maka pelatihan bisnis UMKM bisa menjadi salah satu pilihan untuk menopang kehidupan rumah tangga. Peran penting ibu sebagai pengendali keuangan keluarga menjadi sangat penting dalam kehidupan ekonomi keluarga.
Dalam kehidupan Islam mengajarkan untuk melaksanakan Islam secara kaffah baik dalam ibadah , kehidupan sehari hari ataupun dalam mencari ekonomi berdagang.
” Berdagang atau mencari nafkah merupakan ibadah Ghairu Mahdzah untuk kemaslahatan di dunia ” tutur Riduwan.
Dalam berdagang peran perbankkan sangat di perlukan untuk pengembangan usaha atau modal awal. Namun sebagai muslim harus memilih bank yang sesuai dengan akidah keislaman.
“Salah satu pilihan adalah bank Syariah yang lebih mengedepankan akidah ekonomi Syariah. Maka sangatlah penting untuk berhijrah secara ekonomi melalui bank Syariah”
Kusnadi KIM Berbah
![]()









