Makkah, Pdmsleman.Or.Id
Hari ke-13, Senin, 2 Juni 2025, jamaah haji Kloter 67 SOC melanjutkan perjalanan spiritual mereka di Makkah dengan penuh semangat dan harapan. Hari ini menjadi momen penting bagi mereka untuk melakukan ibadah dan kegiatan pribadi, serta memperdalam pemahaman tentang makna haji yang sesungguhnya.
Sebelum melaksanakan shalat dhuhur, jamaah berkumpul untuk mendengarkan kultum yang disampaikan oleh Ustadz Uki Sukiman. Dalam ceramahnya, Ustadz Uki menekankan pentingnya takwa sebagai landasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. “Hidup di dunia ini adalah bekal untuk akhirat. Oleh karena itu, kita harus senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT,” ujarnya. Pesan ini menjadi pengingat bagi jamaah untuk tidak hanya fokus pada ritual haji, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepribadian yang lebih baik.
Setelah kultum, jamaah haji Kloter 67 SOC melanjutkan dengan screening kesehatan yang dilakukan oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Kegiatan ini sangat penting menjelang armuzna, di mana jamaah akan menghadapi serangkaian kegiatan di Arafah dan Mina. Tim kesehatan memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. “Kesehatan adalah modal utama untuk melaksanakan ibadah dengan baik. Pastikan untuk menjaga stamina dan mengonsumsi makanan yang bergizi,” kata salah satu anggota TKHI. Dengan pemahaman ini, jamaah diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi tantangan di depan.
Selanjutnya, dalam kajian tahsin yang dipandu oleh Ustadz Ruswanto, jamaah mendapatkan bimbingan mengenai Al-Qur’an dan tata cara ibadah haji. Ustadz Ruswanto menjelaskan bahwa pemahaman yang mendalam tentang Al-Qur’an akan memperkaya pengalaman spiritual jamaah selama haji. “Setiap ayat yang kita baca harus kita resapi dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat kita berada di tanah suci ini,” ujarnya. Kajian ini memberikan kesempatan bagi jamaah untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an mereka dan memahami lebih dalam tentang makna ayat-ayat yang berkaitan dengan ibadah haji.
Menjelang maghrib, Pak Aleq memberikan informasi penting mengenai kegiatan haji di Arafah dan Mina. Ia menjelaskan tentang tenda-tenda yang akan digunakan selama di Mina, serta skema murur yang dirancang untuk mengurangi kepadatan di Muzdalifah. “Penting bagi kita untuk memahami hukum-hukum yang terkait dengan ibadah haji agar pelaksanaan ibadah kita sesuai dengan syariat,” tegas Pak Aleq. Informasi ini sangat berharga bagi jamaah, karena dapat membantu mereka merencanakan dan melaksanakan ibadah dengan lebih baik.
Reportase Imam Subarkah Jama’ah KBIHU Aisyiyah
![]()









