Moyudan , Pdmsleman.Or.Id
Alunan takbir, tahlil dan tahmid membahana di bumi sebagai pertanda wujud syukur kepada sang Pencipta. Rumput hijau menjadi tempat bersujud sebagai bukti penyerahan diri kepada Illahi Rabbi. Hal tersebut dilakukan ribuan umat Islam untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1446 H. Salah satunya yang bertempat di Lapangan Sumbersari, Moyudan, Sleman.
Sholat Ied yang berlangsung pada hari Jum’at ( 6/6/2025 ) dengan imam dan khatib H. Muhammad Qosim Ausath. S. Ag.
Dalam mengawali khotbahnya Qosim mengutarakan bahwa dalam shalat tersebut adalah untuk mengenang kembali sosok agung Ibrahim, AS, Khalilullah, Abu Anbiya, Rasul Ulul Azmi, dan seorang Bapak Tauhid yang diakui agama-agama besar dunia. Sosok pilihan Allah di dunia, dan salah satu orang shaleh di akhirat. Sebagaimana termsktub dalam Al Qur’an Surat Albakarah ayat 130.
Ibrahim disebut Bapak Tauhid karena ketegasannya, keistiqomahannya, dan revolusiiner dalam menyerukan keyakinan pada satu Tuhan di saat mayoritas mutlak manusia pada zamannya menyimpang dari Tauhid. ” Ibrahim muda lahir di tengah masyarakat yang kental dengan praktik zodiak, menyembah berhala dan bintang-bintang. Namun dengan akal jernihnya, Ibrahim muda tetap teguh dan kuat dalam pendirian.” Tandasnya.
Lebih lanjut Qosim mengungkapkan bahwa Tauhid yang lurus pasti akan melahirkan perbuatan lahir batin yang lurus. Sebab ia lahir dari cinta kepada Allah. Salah satu puncak ketulusan iman, adalah mendermakan yang terbaik yang dimilikinya untuk dipersembahkan kepada-Nya sesuai perintah Allah dalam Surat Al-Imran ayat 92.
” Pada praktiknya manusia tidak semudah membaca kisah dan berita. Faktanya, dalam hal berderma ini, kita semua tanpa kecuali memiliki watak buruk dalam jiwa.” Ujar QosimQosim.
Sifat tamak merasuki jiwa seseorang, padahal tamak muncul karena hawa nafsu.
Ketamakan adalah hasrat yang tak akan pernah terpuaskan, keinginan berlebih, yang tidak lagi mempedulikan etika dan dampaknya pada orang lain.
” Pada hari ini kita diperintahkan untuk berkurban, sebagai simbol menyembelih ketamakan terhadap segala sesuatu yang kita cintai di dunia ini.” Imbuh Qosim.
Di akhir khutbahnya Qosim mengajak jamaah untuk tunduk patuh dengan memelihara dan menjaga shalat 5 waktu. ” Dengan shalat melatih kita semua merendahkan diri, melatih kepstuhan hati, dan melatih menggunakan anggota badan untuk taat kepada Allah.” Pungkasnya.
( Sugiyanto PCM Moyudan)
![]()






