Yogyakarta, Pdmsleman.Or.id
Senin, 11 Agustus 2025 bertempat di Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Rektor UAD Yogyakarta digelar Stadium General Sekolah Ideologi Muhammadiyah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Program ini bertujuan untuk membentuk kader-kader Muhammadiyah yang militan dan tercerahkan dengan mengangat tema “ Dari kelas ke Gerakan :Ideologi Sebagai penjaga Arah Gerak Persyarikatan”.
Prof. Dr. Muchlas, M.T. Rektor UAD menyampaikan dalam sambutan, “ Kegiatan ini dalam rangka membentuk kader kader persyarikatan tentu kami sangat mendukung untuk mengawal persyarikatan Muhammadiyah. Treatment secara formal mungkin Sekolah ideologi angkatan pertama hendaknya terus dikembangkan tidak hanya bagi kepala sekolah tapi untuk diaspora di Muhammadiyah di masa yang akan datang”.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Ikhwan Ahada, S.Ag, M.A. juga menyampaikan bahwa “ sekolah Ideologi ini kita upayakan dengan kesungguhan agar kepemimpinan Muhammadiyah di DI Yogyakarta bisa diupayakan meningkat. Selain upaya Yogyakarta sebagai mercusuar Muhammadiyah tetapi juga dalam kuantitas meningkat”.
Sekolah Ideologi ini sebagai penguat pilar dan peneguh di Muhammadiyah, angkatan pertama ini sebagai pilot projek yang tidak boleh gagal. Setahun kedepan diharapkan memiliki perwira perwira yang akan menjaga aspek aspek kualitas tapi juga kuantitas.
Dengan DPT di Daerah Istimewa Yogyakarta hanya sekitar 400 ribu saja yang ke Muhammadiyah dan masih terus diperjuangkan dan mewujud dalam kehidupan. Maka representasi harus lebih banyak kuantitas. Mampu menghadirkan sosok kader satu tahun kedepan bahwa alumni nanti memiliki kader yang berkarakter kemajuan dan memiliki wajah bagi 5 daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kepada Prof Haedar Nashir kita punya harapan yang lebih karena beliau tidak hanya dikenal di tingkat nasional tetapi juga internasional.
Terimakasih kepada UAD Yogyakarta, kepada MPKSDI atau Majelis Pemberdayaan Kader dan Sumberdaya Insani PWM Daerah Istimewa Yogyakarta”
Prof. Dr. Haedar Nashir sebagai keynote speecs dalam sekolah Ideologi Muhammadiyah ini menyampaikan beberapa hal diantaranya bahwa “ sekolah Ideologi Muhammadiyah ini tidak hanya penting tetapi sangat penting. Ideologi itu suatu cita-cita dan strategi untuk mencapainya. Didalamnya ada system”.
Hal pertama, faham agama, yakni faham keislaman yakni konstruksi nilai, ajaran yang akan kita amalkan dalam kehidupan. Tarjih memformulasikan agama sebagai suatu pedoman yang diturunkan melalui Nabi Muhammad sebagai petunjuk untuk keselamatan dunia dan akhirat.
Muhammadiyah merespon dinnul Islam bukan hanya sebagai perintah dan larangan tetapi sebagai irsyaddah.
Berarti pelajari secara luas Al Quran dan hadist. Pelajari di Tarjih Muhammadiyah dan Tafsir At Tanwir. Sehingga banyak pimpinan Muhammadiyah hanya belajar hitam dan putih saja. Orang
Muhammadiyah dalam memahami dengan pendekatan bayanni atau verbal, tarjih memahami tidak hanya satu pendekatan tetapi dengan bayanni, burhani dan irfani. Secara lengkap bisa dipelajari dan dicermati dalam putusan-putusan tarjih Muhammadiyah. Sehingga lahirlah Islam berkemajuan, bukan sebagai mahzab tetapi perspektif atau pandangan keislaman. Pungkas Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si
Dalam stadium general ini disematkan jas bagi peserta Sekolah Ideologi Muhammadiyah angkatan pertama oleh Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Ikhwan Ahada, S.Ag, M.A. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah serta ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Serta dihadiri oleh rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Aisyiyah atau Unisa Yogyakarta serta ratusan undangan perwakilan dari PDM, PDA, serta kepala sekolah SD, SMP, SMA/SMK Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rep H. Wahdan Ariffudin S.Pd KS SMPM 2 Godean
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman.
![]()






