Sleman, Pdmsleman.Or.Id
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid, Syamsul Anwar, resmi melepas 25 thalabah Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Tahun Pelajaran 2024/2025 dalam acara wisuda yang berlangsung di Kampus 1 PUTM, Hargobinangun, Pakem, Sleman, pada Sabtu (23/8/2025).
Dalam amanatnya, Syamsul Anwar menegaskan bahwa Muhammadiyah hadir sebagai organisasi Islam yang konsisten mengemban misi dakwah amar makruf nahi mungkar dengan spektrum yang luas, tidak terbatas pada aktivitas masjid semata.
Menurutnya, dakwah Muhammadiyah mencakup seluruh dimensi kehidupan masyarakat.
“Dakwah adalah keseluruhan usaha, upaya, program, dan perencanaan yang meliputi berbagai bidang kehidupan dalam rangka mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, yaitu masyarakat yang berkemajuan sebagaimana ditegaskan dalam Risalah Islam Berkemajuan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Syamsul menjelaskan bahwa dakwah Muhammadiyah berlaku di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga kebudayaan. Seluruhnya diarahkan untuk membangun peradaban yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Di samping itu, Muhammadiyah menekankan pentingnya pengkajian mendalam terhadap ajaran Islam, yang memerlukan keberlanjutan kaderisasi.
“Pada bidang pengkajian ini diperlukan kader-kader secara berkelanjutan. Muhammadiyah bisa saja mengambil dari luar, tetapi Muhammadiyah juga memerlukan kader yang lahir dari proses pendidikan yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah sendiri,” jelasnya.
Menurut Guru Besar UIN Sunan Kalijaga ini, PUTM hadir sebagai institusi strategis untuk mencetak kader ulama tarjih yang matang, membumi, dan siap berkontribusi dalam dakwah nyata di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa proses pengkaderan di lingkungan Muhammadiyah, termasuk Majelis Tarjih, dilakukan secara berjenjang, sehingga kaderisasi dapat berjalan berkesinambungan lintas generasi.
“Jadi ini merupakan hal yang sangat penting. Bahkan di Majelis Tarjih saja, perekrutan kader dilakukan lintas usia. Ada yang berusia 80, 70, 60, hingga ada juga yang masih 20-an sudah direkrut untuk berkiprah di Majelis Tarjih,” ungkapnya.
Syamsul juga menekankan kebutuhan mendesak Muhammadiyah terhadap kader-kader ketarjihan, khususnya di tingkat akar rumput. Hal ini sejalan dengan semakin berkembangnya jaringan pondok pesantren Muhammadiyah di berbagai daerah di Indonesia.
“Kita memerlukan kader-kader Tarjih karena sekarang ada ratusan pesantren yang memerlukan pembinaan. Jika pesantren-pesantren Muhammadiyah tidak diarahkan dengan ketarjihan yang kuat, maka ada risiko kehilangan ruhnya. Karena itu, keberadaan kader-kader Tarjih menjadi kebutuhan mendesak,” tegasnya.
Acara wisuda dan pelepasan thalabah PUTM ini tidak hanya menandai lahirnya kader ulama tarjih baru, tetapi juga menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah dalam memperkuat peran kaderisasi ulama di tengah dinamika masyarakat modern.
Kehadiran 25 thalabah yang dilepas diharapkan mampu memperluas jangkauan dakwah Islam berkemajuan serta menjaga kesinambungan tradisi tarjih dalam Persyarikatan.
rep (Athiful/KIM Depok)
![]()






