Jejaring AmbulanMU Sleman dan RS PKU Muhammadiyah Sleman Tingkatkan Penanganan Gawat Darurat dan Keselamatan Lalu Lintas

Facebook
Twitter
LinkedIn

Sleman,Pdmsleman.Or.Id

Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penanganan gawat darurat serta pemahaman tertib berlalu lintas, Ambulanmu Sleman bekerja sama dengan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sleman menggelar kegiatan pelatihan dan gathering yang berlangsung di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sleman pada Sabtu 30 Agustus .

 Acara ini diikuti oleh para relawan ambulan dan tenaga medis yang mengenakan seragam FORPAM Sleman abu-abu biru lengkap dengan rompi wilayah dan identitas tim lapangan (TL).

Direktur RS PKU Muhammadiyah Sleman, dr. Safiqulatif Abdillah, MMR., Sp.PA, yang diwakili oleh Manajer Pelayanan dr. Ihsan, menyampaikan komitmen rumah sakit dalam memberikan layanan kemanusiaan terbaik. “Ambulan merupakan garda terdepan dalam layanan kesehatan pra rumah sakit sehingga harus berdaya dan memiliki keilmuan yang mumpuni,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihak rumah sakit akan memberikan pelatihan stabilisasi dan ambulasi pasien secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Sambutan dari FORPAM Sleman disampaikan oleh Ndan Darojat “ kami memberikan apresiasi tinggi kepada para relawan ambulan yang telah standby di titik aksi pada malam sebelumnya dan juga menyampaikan terima kasih atas undangan dan fasilitas yang diberikan oleh RS PKU Muhammadiyah Sleman, yang sangat mendukung kelancaran kegiatan ini”.

Salah satu materi penting yang disampaikan dalam pelatihan adalah tentang keselamatan berkendara (safety driving) oleh Ipda Jarot Windarto dari Unit Kamsel Satlantas Polresta Sleman. Ia menekankan bahwa “biasanya kecelakaan berawal dari pelanggaran,” sehingga penting untuk menjunjung tinggi etika berlalu lintas.

Ipda Jarot juga menjelaskan berbagai jenis sirine yang digunakan ambulan, antara lain sirine Hi-Lo untuk menjemput pasien, yelp 1 untuk membawa pasien dalam kondisi stabil, yelp 2 untuk pasien urgent, dan sirine panjang yang digunakan saat membawa jenazah.

Selain itu, Gugun dari Jasa Raharja Kanwil DIY memberikan informasi penting mengenai titik rawan kecelakaan di wilayah DIY, yang paling tinggi berada di daerah Depok.

 Ia juga menyampaikan bahwa biaya ambulan dari tempat kejadian perkara (TKP) ke rumah sakit maksimal sebesar Rp 500.000,- akan dicover oleh Jasa Raharja dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat yang membutuhkan layanan ambulan dalam kondisi darurat.

Materi terakhir disampaikan oleh dr. Briliant dari RS PKU Muhammadiyah Sleman yang membahas teknik stabilisasi pasien dan penilaian jalan nafas. Penanganan yang tepat pada tahap awal ini sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa pasien sebelum tiba di rumah sakit.

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis para relawan dan tenaga medis, tetapi juga memperkuat sinergi antara Ambulanmu Sleman dan RS PKU Muhammadiyah Sleman dalam memberikan layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan aman. Dengan pelatihan berkelanjutan dan pemahaman tertib berlalu lintas, diharapkan angka kecelakaan dan kesalahan penanganan pasien dapat diminimalisir.

Sebagai garda terdepan dalam layanan kesehatan pra rumah sakit, ambulan dan relawan harus selalu siap dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Kegiatan seperti ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional dan humanis di Sleman.

Rep  : Juang Mahrom AmbiulanMU Tempel

Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Leave a Replay