Yogyakarta, Pdmsleman.or.Id
Menyambut aksi damai yang direncanakan berlangsung pada tanggal 1 September 2025, berbagai pihak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan koordinasi intensif untuk mengantisipasi pergerakan massa. Salah satunya adalah rapat posko dukungan kesehatan yang digelar di kantor Dinas Kesehatan DIY pada 31 Agustus 2025, pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.
Dalam rapat tersebut, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC/ Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) DIY) diminta menyiapkan tim kesehatan yang siap siaga selama aksi berlangsung.
Menurut Fauzi salah satu pengurus MDMC menyampaikan dalam rapat tersebut, “MDMC diminta menyiapkan tim kesehatan dengan peran strategis, termasuk rumah sakit rujukan di wilayah kota, Bantul, dan Sleman, serta tim evakuasi dan EMT (Emergency Medical Team) yang lengkap dengan obat-obatan,” ujarnya.
Sedangkan Rumah sakit rujukan yang disiapkan meliputi PKU Kota, PKU Gamping, PKU Bantul, dan PKU Sleman. Selain itu, MDMC juga menyiapkan 10 armada ambulans dan 10 personil pengendali operasi posko induk yang berlokasi di Kepatihan.
Pos kesehatan akan didirikan di tiga titik strategis, yaitu Hotel Garuda, Hotel Ibis, dan Kepatihan. Apel petugas dijadwalkan pukul 08.00 WIB di Kepatihan. Seluruh kegiatan posko dukungan ini berada di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dan Dinkes DIY. Untuk mengoptimalkan koordinasi, Demit SAR Muh selaku koordinator tim MDMC ditunjuk secara resmi.
Selain itu, rapat koordinasi juga melibatkan FORPAM Sleman, Ambulancemu, dan MPKU. FORPAM Sleman bertanggung jawab menyiapkan personil dan armada ambulans untuk standby di Polresta Sleman dan sebagai backup di Kepatihan serta DPRD DIY. “Penanggung jawab FORPAM Sleman adalah Darojat NA, dengan Sigit Y sebagai koordinator lapangan,” jelas Komandan FORPAM Sleman, H. Darojat.
FORPAM Sleman menginstruksikan seluruh titik layanan (TL) ambulans di Sleman untuk mengikuti arahan dari MDMC PWM DIY dan berkumpul di Puskesmas Sleman bersama Dinkes Sleman.
Apel bersama akan dilaksanakan pukul 07.00 WIB di Masjid Gede Sleman. Jalur komunikasi pergerakan TL akan dikoordinasikan oleh koordinator lapangan.
Dalam edaran resmi yang diterima redaksi, FORPAM Sleman menegaskan lima hal mendasar yang harus dipatuhi oleh seluruh petugas ambulans selama bertugas, yaitu Memakai dan membawa identitas diri seperti KTP, SIM, serta seragam FORPAM biru atau identitas TL, mengikuti arahan dari MDMC PWM, posko, kepolisian, dan TNI, menggunakan alat pelindung diri (APD) standar, termasuk helm, sepatu, celana panjang non-jeans, baju panjang, masker, kacamata, dan sarung tangan, membawa logistik dan perbekalan pribadi yang cukup serta memastikan kondisi armada dalam keadaan prima dan siap bertugas.
Sigit Gita, korlap Ambulanmu Sleman, menambahkan, “Kami berkomitmen untuk bergerak satu komando dan siap memberikan pelayanan kesehatan serta evakuasi cepat selama aksi berlangsung. Keselamatan peserta aksi dan petugas menjadi prioritas utama kami.”
Koordinasi yang matang antara MDMC, FORPAM Sleman, Dinkes DIY, dan BPBD DIY ini diharapkan dapat meminimalisir risiko dan memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi pergerakan massa yang diperkirakan akan berlangsung damai namun tetap membutuhkan pengamanan dan dukungan medis yang optimal.
Alhamdulillah antisipasi atas pergerakan massa kali ini tidak ada insiden yang berdampak dan dengan kesiapan yang terorganisir dan sinergi antar lembaga, aksi damai 1 September 2025 di DIY diharapkan berjalan lancar dan aman.
#JagaJogja #Jogjaaman #Aksidamai #JogjaIstimewa #MDMCDIY #Forpam #AmbulanMU
![]()






