Sleman, Pdmsleman.Or.Id
Muhammadiyah Kabupaten Sleman melalui berbagai Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), amal usaha, dan organisasi otonom menyiapkan layanan ambulans yang bisa diakses masyarakat luas. Hingga 23 September 2025, tercatat ada 18 unit layanan ambulans yang tersebar di berbagai kecamatan dan lembaga Muhammadiyah se-Sleman.
Layanan ini hadir sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi dakwah Muhammadiyah dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan. Masyarakat dapat menghubungi nomor call center masing-masing ambulans ketika membutuhkan layanan darurat, baik untuk rujukan rumah sakit, evakuasi, maupun penanganan kedaruratan medis lainnya.
Koordinator ambulans Muhammadiyah Sleman, H. Darojat NA, menyatakan bahwa “Semua unit berangkat dari semangat pengabdian. Kami ingin memastikan warga Sleman bisa segera mendapatkan akses layanan ambulans dengan mudah dan cepat,” ungkapnya.

Berbagai cabang Muhammadiyah terlibat aktif, mulai dari PCM Tempel, Minggir, Depok, Berbah, Gamping, Moyudan, Godean, Prambanan, Seyegan, Turi, Mlati, Ngaglik, Pakem, hingga Kalasan. Selain itu, Amal Usaha Muhammadiyah seperti Rumah Singgah Pasien Muhammadiyah (RSPM) dan Madrasah Boarding School (MBS) Prambanan juga ikut menyediakan armada.
Menurut Arief Nurman Hakim, koordinator ambulans AMM PDM Sleman (E02), kehadiran call center yang jelas dan terintegrasi sangat membantu masyarakat. “Kami sering menerima panggilan , pasien gawat darurat, maupun kecelakaan lalu lintas. Kecepatan informasi adalah kunci keselamatan,” ujarnya.
Selain itu, layanan ambulans Muhammadiyah juga didukung tenaga relawan yang terlatih. Beberapa di antaranya merupakan kader muda Muhammadiyah yang aktif di Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Mereka tidak hanya bertugas mengemudikan ambulans, tetapi juga mendampingi pasien hingga mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Keberadaan layanan ini semakin dirasakan manfaatnya sejak pandemi COVID-19 dimana pada masa pandemi, ambulans Muhammadiyah menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat.
Daftar call center ambulans Muhammadiyah Sleman resmi diperbarui pada 23 September 2025. Setiap unit mencantumkan nomor kontak koordinator yang bisa dihubungi langsung oleh warga. Beberapa di antaranya antara lain: PCM Tempel (0812-1300-1912), AMM PDM Sleman (0878-2462-9603), PCM Berbah (0813-2661-6035), PCM Gamping (0856-0249-7683), hingga PCM Kalasan (0856-0037-2558).
Dengan total 18 unit yang tersebar merata, masyarakat kini memiliki banyak pilihan akses layanan ambulans. Kondisi ini diharapkan dapat mempercepat penanganan darurat medis, terutama di wilayah pedesaan yang jauh dari fasilitas kesehatan.
Layanan ini tidak membatasi penerima manfaat hanya dari kalangan internal Muhammadiyah. “Kami terbuka untuk semua masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Inilah wujud nyata bahwa Muhammadiyah hadir untuk kemanusiaan,” tambah Darojat
Dengan keberadaan jaringan ambulans Muhammadiyah se-Sleman ini, warga diharapkan lebih tenang dan terbantu saat menghadapi situasi darurat. Layanan ini menjadi bukti nyata kontribusi Muhammadiyah dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai solidaritas dan kepedulian sosial.
Reportase Arief Hartano MPI PDM SLeman
![]()







