Turi, Pdmsleman.Or.Id
Untuk memperkuat semangat dakwah serta meneguhkan pengamalan nilai-nilai Islam berkemajuan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi kembali menyelenggarakan kegiatan Hari Syiar Muhammadiyah pada Ahad Kliwon, 9 November 2025. Acara yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi ini mengusung tema “Memahami Interaksi Produktif dengan Al-Qur’an” dan menghadirkan narasumber M. Husnaini, Ph.D., akademisi Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (FIAI UII) sekaligus dai Muhammadiyah.
Sejak pagi, suasana Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi tampak semarak. Ratusan jamaah dari berbagai ranting, amal usaha, dan masyarakat sekitar antusias hadir untuk mengikuti pengajian. Para guru, pengurus persyarikatan, dan kader muda Muhammadiyah turut menyemarakkan kegiatan rutin yang menjadi agenda unggulan PCM Turi tersebut. Kegiatan dibuka dengan tilawah Al-Qur’an oleh R. Zaenudin, S.Pd, yang membacakan surat Ali Imran ayat 144–146. Sementara itu, petugas piket dari SD Muhammadiyah Girikerto turut berperan aktif dalam mendukung kelancaran acara.
Dalam sambutannya, Ketua PCM Turi Drs. Bambang Rahmanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Muhammadiyah yang tetap konsisten menghadiri kegiatan syiar ini. “Hari Syiar merupakan ajang untuk meneguhkan komitmen dakwah, memperdalam pemahaman Islam, serta memperkuat ukhuwah di lingkungan PCM Turi,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah untuk mempererat sinergi antara pimpinan cabang, ranting, dan amal usaha Muhammadiyah dalam langkah dakwah berkemajuan.
Pada sesi utama, M. Husnaini, Ph.D. mengajak jamaah untuk memperlakukan Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan ritual, melainkan sumber inspirasi produktif dalam kehidupan sehari-hari. “Interaksi dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada membaca dan menghafal, tetapi harus menjadi panduan berpikir, bersikap, dan beramal. Semakin produktif seseorang berinteraksi dengan Al-Qur’an, semakin besar pula kebermanfaatannya bagi masyarakat,” tutur Husnaini.
Beliau juga meneladankan metode KH. Ahmad Dahlan dalam mempelajari Al-Qur’an yang mencakup empat langkah utama: membaca dengan tartil dan benar, memahami isi kandungannya, meninjau apakah ayat tersebut berisi perintah dan sudah dilaksanakan, serta menjauhi hal-hal yang dilarang. Menurutnya, metode tersebut menjadi dasar bagi umat Islam untuk berinteraksi secara reflektif dan kontekstual dengan Al-Qur’an.
Husnaini menambahkan bahwa di tengah tantangan zaman modern, umat Islam dituntut menghadirkan tafsir kehidupan yang aktual dan solutif. “Kita perlu memahami pesan Al-Qur’an secara kontekstual agar dapat menjawab persoalan kekinian, sesuai semangat pembaruan yang diwariskan oleh Kiai Ahmad Dahlan,” imbuhnya.
Melalui kegiatan Hari Syiar Muhammadiyah ini, PCM Turi berharap muncul generasi yang semakin produktif dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dan Hadist sebagai sumber nilai dan arah gerak dakwah Muhammadiyah.
Rep n Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()








