Turi, Pdmsleman.Or.Id
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) melalui pengelola Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah melaksanakan kegiatan evaluasi dan refleksi pengelolaan kebun tahun ke-6 yang berlokasi di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis Legi, 25 Desember 2025, bertempat di gasebo Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah DIY.
Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk meninjau capaian sekaligus menyusun langkah strategis pengelolaan kebun ke depan. Sejumlah unsur turut diundang dalam kegiatan tersebut, antara lain Majelis Lingkungan Hidup PWM DIY, Ketua PDM Sleman yang membidangi Majelis Lingkungan Hidup, Majelis Lingkungan Hidup PDM Sleman, serta seluruh pengurus Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah DIY, sebagaimana tercantum dalam surat undangan resmi bernomor 01/Kb.M/XII/2025 tertanggal 19 Desember 2025.
Dalam evaluasi tersebut disepakati bahwa optimalisasi kebun menjadi fokus utama pada tahun berjalan. Upaya yang dilakukan meliputi perawatan intensif tanaman, penyiangan gulma, serta pemupukan secara terjadwal agar pertumbuhan tanaman lebih maksimal. Hal ini dilakukan mengingat kondisi kebun saat ini sudah cukup padat dengan berbagai jenis tanaman buah, sehingga tidak diperlukan penambahan tanaman baru.
Totok Pratopo selaku ketua Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah DIY menyampaikan “Kondisi tanaman saat ini relatif sudah padat, sehingga fokus kita bukan lagi menambah, tetapi meningkatkan kualitas pertumbuhan melalui perawatan yang optimal” .
Selain itu, pengelola kebun juga melakukan penggantian terhadap pohon kelapa kopyor yang mati akibat serangan hama wawung. Pohon yang terdampak diganti dengan bibit kelapa kopyor hasil kultur jaringan yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Bibit unggul tersebut merupakan hibah dari Sri Purnomo, Prof. Dr. Ir. Nurcholish, dan Prof. Suyanto ZA.
Penggantian ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas kebun sebagai pusat pembibitan tanaman buah unggulan Muhammadiyah. Bibit hasil kultur jaringan dipilih karena memiliki daya tumbuh yang lebih baik dan ketahanan yang lebih tinggi terhadap serangan hama.
Bambang Rahmanto PCM Turi “ kami tidak hanya fokus pada tanaman, pengelola juga berupaya mengoptimalkan pemanfaatan kolam yang ada di area kebun. Kolam tersebut direncanakan diisi dengan ikan sebagai bagian dari integrasi ekosistem kebun. Selain memberikan nilai tambah secara ekologis, keberadaan ikan juga diharapkan dapat memperindah kawasan kebun agar lebih sedap dipandang”.
Melalui evaluasi tahun ke-6 ini, PWM DIY berharap Kebun Bibit Tanaman Buah Muhammadiyah di Turi dapat terus berkembang sebagai laboratorium lingkungan, sarana edukasi, serta contoh pengelolaan kebun berkelanjutan yang memberi manfaat bagi persyarikatan dan masyarakat luas.
Rep Bambang Rahmanto PCM Turi
editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()









