Turi, Pdmsleman.Or.Id
Ahad Tanggal 28 Desember 2025, Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) dan Pemuda Muhammadiyah (PM) Turi kembali berkolaborasi dengan Direktorat Riset dan Pengabdian UMY. Program pengabdian masyarakat yang difasilitasi oleh dosen prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) UMY yaitu Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I.
Kegiatan ini berupa kelas keputrian yakni kajian rutin dengan tema Menjaga Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam, Cooking Class, dan Forum Group Discussion untuk inisiasi Pusat Belajar Keluarga di Kapanewon Turi dengan menggunakan metode Asset-based Community Development (ABCD). Cooking class dikemas dalam kegiatan baking class (kelas memanggang roti) dan kultum kesehatan reproduksi dalam perspektif islam. Setidaknya 16 peserta terdaftar dan mengikuti kegiatan ini hingga akhir.
Materi ini merupakan materi lanjutan pada kegiatan Kajian Milenial 1 yang bertemakan Kesehatan Reproduksi dalam Islam. Fiqih reproduksi merupakan hal yang dijabarkan dalam kegiatan kali ini karena bersinggungan langsung dengan aktivitas sehari-hari seorang muslim.
Pukul 8.00 pagi kegiatan dimulai dengan pembukaan dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya dan Mars Nasyiatul ‘Aisyiyah.
Kemudian dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Ketua PCNA Turi, dengan disambung pemateri pertama bernama Yunda Evi selaku ahli baking dari Garongan, dimulai dengan menjelaskan setiap alat dan bahan yang digunakan dalam membuat Brownies Coklat Ketan Hitam. Lalu beliau memulai praktek baking dengan mencampur semua bahan sesuai takaran dengan dibantu beberapa peserta, dan kegiatan baking berlangsung selama kurang lebih 1 jam.
Selama proses baking berlangsung Yunda Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I selaku pemateri kedua menyampaikan isi materi Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam dalam kajian menyampaikan hal-hal seperti “ pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, dampak kesehatan reproduksi untuk memperoleh keturunan yang baik, dan eratnya menjaga kebersihan dengan praktek thoharoh seseorang”.
Beberapa pertanyaan oleh para peserta muncul, diantaranya tentang mandi wajib, peran reproduksi dalam mempersiapkan keturunan sholih, menjaga reproduksi dengan pola hidup sehat, dan masih banyak lagi.
Materi yang disampaikan begitu menarik sehingga peserta dengan antusias bertanya sambil tidak sabar menunggu kue coklat selesai dalam proses bakin-nya.
Pada sesi terakhir, para pemateri menutup sesi dengan keterbukaan untuk menjawab jika masih ada hal yang ingin ditanyakan diluar kegiatan. Proses baking-pun akhirnya selesai, maka brownies siap untuk disajikan dan dicicipi bersama-sama dan berfoto bersama dengan memegang brownies yang siap makan di dalam nampan.
Akhir kegiatan diwarnai dengan foto bersama dan menyalakan yel-yel. Semoga kegiatan Kamil 2 ini dapat memberikan kebermanfaatan untuk semua pihak dan memperluas kaderisasi untuk dakwah Muhammadiyah yang lebih berkemajuan.
Rep Dyah Kinanti PCNA Turi
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()









